Rheumatoid Artritis Etiologi Penyebab penyakit rheumatoid arthritis belum diketahui secara pasti, namun faktor predisposisinya adalah

mekanisme imunitas (antigen-antibodi), faktor metabolik, dan infeksi virus. Epidemiologi Studi deskriptif epidemiologi RA menunjukkan prevalensi populasi 0,5% - 1% dan insiden tahunan yang sangat variasi (12-1,200 per 100,000 per populasi) tergantung jenis kelamin, ras, etnik dan tahun. Prevalensinya antara 0,3% dan 1% dan lebih sering pada wanita di sesebuah negara membangun.Dalam jangka masa 10 tahun belakangan, kurang lebih 50% pasein di negara-negara membangun tidak bisa memenuhi tanggungjawab sosial seperti bekerja sepenuh masa. Di Indonesia,prevalensi RA dikaji secara survey rumah-ke-rumah dengan nyeri muskuloskeletal dalam total populasi pedalaman 4683 dan kota 1071 subjek, umur 15 tahun dan ke atas di Jawa Tengah.Subjek-subjek yang diidentifikasi mengalami nyeri sendi periferal lebih dari 6 minggu durasi (82 pria dan 129 wanita) di periksa oleh rheumatologis dan tes serologi dan x-ray di lakukan.Prevalensi untuk RA definit mengikut criteria American Rheumatism Association (ARA) adalah 0,2% di pedalaman dan 0,3% di kawasan kota. . Manifestasi Klinis Ada beberapa gambaran klinis yang lazim ditemukan pada penderita artritis rheumatoid. Gambaran klinis ini tidak harus timbul sekaligus pada saat yang bersamaan oleh karena penyakit ini memiliki gambaran klinis yang sangat bervariasi. 1. Gejala-gejala konstitusional, misalnya lelah, anoreksia, berat badan menurun dan demam. Terkadang kelelahan dapat demikian hebatnya. 2. Poliartritis simetris terutama pada sendi perifer, termasuk sendi-sendi di tangan, namun biasanya tidak melibatkan sendi-sendi interfalangs distal. Hampir semua sendi dirtrodial dapat terserang. 3. Kekakuan di pagi hari selama lebih dari 1 jam: dapat bersifat generalisata tatapi terutama menyerang sendi-sendi. Kekakuan ini berbeda dengan kekakuan sendi pada osteoartritis, yang biasanya hanya berlangsung selama beberapa menit dan selalu kurang dari 1 jam.

Lokasi yang paling sering dari deformitas ini adalah bursa olekranon (sendi siku ) atau di sepanjang permukaan ekstensor dari lengan. paru-paru (pleuritis). Arthritis yang simetris 5.4. Arthritis pada tiga atau lebih sendi 3. Pembengkakan jaringan lunak b. 5. Perubahan-perubahan radiologik. Jantung (perikarditis). Arthritis sendi-sendi jari tangan 4. mata. Manifestasi ekstra-artikular: artritis reumatoid juga dapat menyerang organ-organ lain di luar sendi. Kekakuan dipagi hari lamanya paling tidak 1 jam 2. walaupun demikian nodula-nodula ini dapat juga timbul pada tempat-tempat lainnya. Pada kaki terdapat protrusi (tonjolan) kaput metatarsal yang timbul sekunder dari subluksasi metatarsal. Deformitas: kerusakan dari struktur-struktur penunjang sendi dengan perjalanan penyakit. Adanya nodula-nodula ini biasanya merupakan suatu petunjuk suatu penyakit yang aktif dan lebih berat. Artritis erosif merupakan ciri khas penyakit ini pada gambaran radiologik. dan pembuluh darah dapat rusak.Erosi c.Osteoporosis artikular . 7. seperti: a. 6. Pergeseran ulnar atau deviasi jari. 1987 diagnosa arthritis reumatoid dapat dikatakan positif apabila sekurang-kurangnya empat dari kriteria yang sekurang-kurangnya sudah berlangsung selama 6 minggu. Nodula-nodula reumatoid adalah massa subkutan yang ditemukan pada sekitar sepertiga orang dewasa penderita arthritis rheumatoid. Faktor rheumatoid dalam serum 7. Kriteria Diagnosa Rheumatoid Artritis Menurut American Rheumatism Association. Sendi-sendi besar juga dapat terserang dan mengalami pengurangan kemampuan bergerak terutama dalam melakukan gerak ekstensi. deformitas boutonniere dan leher angsa adalah beberapa deformitas tangan yang sering dijumpai pada penderita. Peradangan sendi yang kronik mengakibatkan erosi di tepi tulang dan ini dapat dilihat pada radiogram. subluksasi sendi metakarpofalangeal. Nodul rheumatoid 6. Kriteria tersebut adalah: 1.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful