BATU SALURAN KEMIH

UROLOGI

DEFINISI
Batu di dalam saluran kemih adalah massa keras seperti batu yang terbentuk di sepanjang saluran kemih dan bisa menyebabkan nyeri, perdarahan, penyumbatan saluran urinarius atau infeksi. Batu ini bias terbentuk di dalam ginjal (batu ginjal) maupun di dalam kandung kemih (batu kandung kemih).

EPIDEMIOLOGI
Penyakit batu saluran kemih sudah dikenal sejak zaman Babilonia dan zaman Mesir kuno. Salah satu buktinya adalah ditemukan batu pada kandung kemih seorang mumi yang diperkirakan sudah berumur sekitar 7000 tahun. Batu ginjal merupakan penyebab terbanyak kelainan saluran kemih di Negara maju seperti Amerika Syarikat, Eropah dan Australia. Di Negara berkembang seperti India, Thailand dan Indonesia lebih banyak dijumpai batu kandung kemih. Hal ini kerana adanya pengaruh status gizi dan aktivitas pasien sehari-hari.

ETIOLOGI Terbentuknya batu saluran kemih diduga ada hubungannya dengan :  gangguan aliran urine  gangguan metabolic  infeksi saluran kemih  dehidrasi .

Pekerjaan : pekerjaan yang banyak .FAKTOR YANG MEMPERMUDAH TERJADINYA BATU FAKTOR INTRINSIK Herediter Geografi Pada beberapa angka daerah kejadian yang batu FAKTOR EKSTRINSIK menunjukkan saluran kemih yang lebih tinggi dari daerah lain Umur : 30-50 tahun Iklim dan temperature Jenis kelamin : Jumlah pasien laki-laki Asupan air : kurangnya asupan air dan 3x lebih banyak dibandingkan pasien tingginya kadar kalsium pada air yang perempuan dikomsumsi dapat meningkatkan insiden batu saluran kemih Diet : diet banyak purin .oksalat dan kalsium mempermudah terjadinya penyakit batu saluran kemih.

KOMPOSISI BATU BATU KALSIUM • Batu yang paling banyak dijumpai. kurang lebih 70-80% dari keseluruhan batu saluran kemih • Faktor terjadinya batu kalsium:  Hiperkalsiuri  Hiperoksaluri  Hiperurikosuria  Hipositraturia  Hipomagnesuria .

fosfat dan karbonat membentuk batu magnesium amonium fosfat dan karbonat apatit. amonium.  Kuman yang termasuk pemecah urea di antaranya adalah :proteus spp. Pseudomonas dan stafilokokus.  Suasana basa ini memudahkan garam-garam magnesium.Klebsiella.  Kuman penyebab infeksi ini adalah golongan pemecah urea yang dapat menghasilkan enzim urease dan merubah urine menjadi bersuasana basa melalui hidrolisis urea menjadi amoniak.BATU STRUVIT  Juga disebut sebagai batu infeksi karena terbentuknya batu ini disebabkan oleh adanya infeksi saluran kemih. Enterobacter. . Serratia.

pasien yang dapat terapi anti kanker dan yang banyak menggunakan obat urikosurik.  Sumber asam urat berasal dari diet yang mengandung purin dan metabolisme endogen di dalam tubuh.Dengan bantuan enzim xanthin oksidase. hipoxanthin dirubah menjadi xanthin dan akhirnya dirubah menjadi asam urat.  Degredasi purin di dalam tubuh melalui asam inosinat dirubah menjadi hipoxanthin. mieloproliferatif. .BATU ASAM URAT  Penyakit batu asam urat banyak diderita pasien penyakit gout.

2) volume urine yang jumlahnya sedikit (<2 liter atau dehidrasi) hiperurikosuria atau kadar asam urat tinggi. Ukuran bervariasi mulai dari ukuran kecil sampai ukuran besar sehingga membentuk batu staghorn yang mengisi seluruh pelvikalises ginjal. .  Faktor yang menyebabkan terbentuknya batu asam urat: urine yang terlalu asam (pH <6.  Bentuknya halus dan bulat sehingga seringkali keluar secra spontan.  Bersifat radiolusen sehingga pada pemeriksaan IVU tampak sebgai filling defect pada saluran kemih.

5-7 menjaga jangan sampai terjadinya hiperurikosuria dengan mencegah terjadinya hiperurisemia. . Untuk mencegah timbulnya kembali batu asam urat setelah terapi: minum banyak alkalinisasi urine dengan mempertahankan pH 6.

 Batu silikat timbul kerana pemakaian antasida yang mengandung silikat yang berlebihan dan dalam jangka waktu yang lama.  Batu xanthin terbentuk karena penyakit bawaan berupa defisiensi enzim xanthin dan xanthin menjadi asam urat.yaitu kelainan dalam absorbsi sistin dalam mukosa usus.BATU JENIS LAIN  Batu sistin didapatkan karena kelainan metabolisme sistin. .

agregat kristal masih rapuh dan belum mampu membuntu saluran kemih  jadi agregat kristal menempel pada epitel saluran kemih  bahan lain juga ikut terendap  membentuk batu yang besar .  Pembentukan batu dimulai dengan kristal-kristal yang saling mengadakan presipitasi membentuk inti batu (nukleasi)  agregasi  menarik bahanbahan lain sehingga menjadi lebih besar  meskipun besar.TEORI PROSES PEMBENTUKAN BATU SALURAN KEMIH  Batu terdiri atas kristal-kristal bahan organik atau anorganik yang larut dalam urin dan kristal tersebut tetap berada dalam keadaan metastable(tetap larut) dalam urin.

. Kondisi metastable dipengaruhi oleh: suhu pH larutan adanya kolid dalam urine konsentrasi solute di dalam urine laju aliran urine di dalam saluran kemih adanya korpus alienum di dalam saluran kemih yang bertindak sebagai inti batu.

Tanda:  Nyeri tekan  Nyeri ketok pada sudut CVA  Teraba ada massa bila teerjadi hidronefrosis . hematuria mikroskopik (90%)  Bila terjadi sepsis penderita akan demam. tetapi dapat juga tumbuh mengikuti bentuk susunan pelviokalises sehingga bercabang menyerupai tanduk rusa yang disebut batu staghorn (lebih dari dua kaliks ginjal).menggigil dan apatis. muntah-muntah disertai distensi abdomen  Hematuria makroskopik (5-10%).GAMBARAN KLINIS BATU PELVIS GINJAL Batu pielum didapatkan dalam bentuk yang sederhana sehingga hanya menempati bagian pelvis. Gejala:  Sakit pada sudut CVA  Nausea.

.

muntah-muntah Tanda:  Saat akut.kulit basah dan dingin  Nyeri tekan dan nyeri ketok CVA + . rasa sakit berupa pegal di sudut CVAmenjalar ke perut bagian bawah dan bagi pria rasa sakit sampai ke testis.BATU URETER Gejala:  Sakit yang mendadak. pasien kelihatan gelisah. Pada wanita rasa sakit bisa sampai ke vulva  Nausea.

nyeri tekan suprasimfisis kerana infeksi atau retensi urin .hanya pada batu yang besar dapat diraba secara bimanual .kalau ada infeksi ditemukan sistitis dan kadang-kadang hematuria • Tanda: .kencing lancar tiba-tiba terhenti dan bila pasien mengubah posisi dapat kencing lagi .sakit yang menjalar ke penis (pada anak-anak akan berguling menarik penis) .BATU BULI-BULI (VESIKOLITIASIS)  Gejala: .

perineum dan rectum)  Retensi urin (total atau parsial) Tanda:  Rasa sakit dapat membimbing ke arah lokasi di mana batu tertahan di dalam uretra:  Glans penis  fosa navikularis  Uretra anterior  lokasi batu  Perineum dan rectum  bulbus uretra dan uretra pars prostatika  Batu pada bulbus uretra  dapat diraba dengan RT .BATU URETRA Gejala:  Kencing lancar tiba-tiba terhenti  Rasa sakit yang hebat (glans penis. batang penis.

DIAGNOSIS ANAMNESIS Riwayat penyakit sekarang  Onset mulai nyeri  Lokasi nyeri  Sifat nyeri (tajam/tumpul/menetap/hilang timbul)  Nyeri setempat/menjalar  Frekuensi bak  Volume bak  Urin lancer atau terhambat di tengah? Lalu dengan perubahan posisi urin keluar lagi?  Nyeri saat berkemih  Menetes saat berkemih  Apakah pernah kencing keluar batu  Ada demam? Menggigil?  Ada mual muntah? Riwayat penyakit dahulu  Apakah pernah mengalami yang sama?  Ada riwayat sakit ginjal? Riwayat infeksi saluran kemih?  Riwayat operasi?  Riwayat hipertensi.DM? .

Riwayat penyakit keluarga  Ada ahli keluarga punya riwayat sakit yang sama?  Riwayat sakit ginjal dalam keluarga  Riwayat hipertensi.DM dalam keluarga?  Riwayat keganasan dalam keluarga Riwayat kebiasaan  Adakah merokok? Minum alcohol?  Jumlah air yang diminum sehari?  Sering olahraga?  Sering duduk yang lama? .

nyeri tekan Uretra/uoe pada region genitalia eksterna  Inspeksi : tanda radang. nyeri tekan  Perkusi : redup. hipospadia. nyeri tekan  Perkusi :nyeri ketuk CVA Vesika urinaria pada region suprapubik  Inspeksi : membuncit kerana retensi urin  Palpasi : teraba buli-buli penuh. nanah/darah  Palpasi : nyeri tekan Ureter pada region suprapubik  Palpasi : ballotemen. epispadia.PEMERIKSAAN FISIK Status lokalis Ginjal pada region costovetebra  Inspeksi : ada benjolan?  Palpasi : ballotemen. nyeri tekan  Perkusi : nyeri ketuk CVA .

Ht. sedimen urine)  Kultur urin  Faal ginjal (Ureum. Trombosit).PEMERIKSAAN PENUNJANG 1. BJ urine.Leukosit.  Urine rutin (pH. Pemeriksaan laboratorium  Darah rutin (Hb. Creatinin)  Kadar elektrolit .

Pemeriksaan radiografi imaging  Ultrasonografi (USG)  Foto plos abdomen  Intra-venous pyelografi (IVP)  Urogram 3. Pemeriksaan renografi .2.

DIAGNOSIS BANDING  Distensi usus  Pionefrosis  Kolik saluran cerna  Kolik saluran empedu  Appendicitis  Tumor buli-buli  BPH .

PENYULIT  Hidronefrosis  Infeksi saluran kemih (ISK)  Pyelonefrosis  Gagal ginjal  Divertikulum uretra  Karsinoma epidermoid .

. atau supositoria). memperlancar aliran urin dengan pemberian diuretikum dan minum banyak supaya dapat mendorong batu keluar.  Untuk mengurangi rasa nyeri dapat diberikan analgetik atau inhibitor sintesis prostaglandin (intravena. intramuskular.  Terapi yang diberikan untuk mengurangi rasa nyeri.PENGOBATAN Medikamentosa  Terapi medikamentosa ditujukan untuk batu yang ukurannya kurang dari 5 mm karena diharapkan batu dapat keluar spontan.

batu ureter proksimal atau batu buli-buli tanpa tindakan invasive dan tanpa bius. .  Kadang-kadang pecahan batu yang keluar dapat menimbulkan nyeri kolik dan hematuria.ESWL (EXTRACORPOREAL SHOCKWAVE LITHOTRIPSY)  Alat ESWL dapat memecahkan batu ginjal.  Batu dipecah dengan gelombang kejut menjadi fragmen kecil sehingga mudah dikeluarkan melalui saluran kemih.

.

 Alat ini dimasukkan melalui uretra atau melalui insisi kecil pada kulit (perkutan)  Pemecahan batu dapat dilakukan secara mekanik dengan memakai energi hidraulik.ENDOUROLOGI  Merupakan tindakan invasif minimal untuk mengeluarkan batu saluran kemih yang terdiri atas memecah batu. energi gelombang suara atau energi laser  Beberapa tindakan endourologi itu antara lain: . dan kemudian mengeluarkannya dari saluran kemih melalui alat yang dimasukkan langsung ke dalam saluran kemih.

Ureteroskopi atau uretero-renoskopi  Yaitu memasukkan alat uretroskopi per-uretram guna melihat keadaan ureter atau system pielokaliks ginjal.PNL (Percutaneous Nephro Litholapaxy)  Yaitu mengeluarkan batu yang berada di saluran ginjal dengan cara memasukkan alat endoskopi ke sistem kaliks melalui insisi pada kulit. Batu kemudian dikeluarkan atau dipecah terlebih dahulu. Ekstraksi Dormia  Yaitu mengeluarkan batu ureter dengan menjaringnya melalui keranjang Dormia. Dengan memakai energy tertentu. Pecahan batu dikeluarkan dengan evakuator Ellik. Litotripsi  Yaitu memecah batu buli-buli atau batu uretra dengan memasukkan alat pemecah batu (Litotriptor) ke dalam buli-buli. . batu yang berada di dalam ureter maupun dalam pelvikalises dapat dipecah melalui tuntunan uretroskopi/uretrorenoskopi.

BEDAH LAPAROSKOPI  Pembedahan laparoskopi ini banyak dipakai untuk mengambil batu ureter.  Contohnya ialah pielolitotomi atau nefrolitotomi untuk mengambil batu ppada saluran ginjal dan ureterolitotomi untuk batu di ureter. BEDAH TERBUKA  Dilakukan di klinik yang masih belum mempunyai fasilitas yang mencukupi seperti endourologi dan ESWL. .

PENCEGAHAN  menghindari dehidrasi dengan minum yang cukup dan diusahakan produksi urine sebanyak 2-3 liter per hari  diet untuk mengurangi kadar komponen zat pembentuk batu  aktivitas harian yang cukup  pemeberian medikamentosa (tabel di bawah) .

JENIS BATU FAKTOR PENYEBAB TIMBULNYA BATU JENIS OBAT /TINDAKAN MEKANISME KERJA OBAT Kalsium Hiperkalsiuri absorbtif Hiperkalsiuri renal Hiperkalsiuri resorptif Hipositraturi Hipomagnesiuri Hiperurikosuri Hiperolkasiuri Natrium selulosa fosfat Thiazide Paratiroidektomi Potasium sitrat Magnesium sitrat Allopurinol Allopurinol Mengikat Ca dalam usus reabsorpsi tubulus resorpsi tulang pH.sitrat Mg urin urat urat Ca dari Ca di MAP Infeksi Antibiotik Eradikasi infeksi AHA (amino hydroxamic Urease inhibitor acid) Urat Dehidrasi (pH urin berkurg) hiperurikosuri Hidrasi cukup Potasium alkali Allopurinol pH urat .

. Beberapa diet yang dianjurkan untuk mengurangi kekambuhan adalah: 1) rendah protein.karena protein akan memacu ekskresi kalsium urine dan menyebabkan suasana urine menjadi lebih asam 2) rendah oksalat 3) rendah garam karena natriuresis akan memacu timbulnya hiperkalsiuri 4) rendah purin 5) diet rendah kalsium tidak dianjurkan kecuali pada pasien yang menderita hiperkalsiuri absorptive tipe II.

TERIMA KASIH .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful