10

BAB III METODE PENELITIAN A. Setting Penelitian WaktuPenelitian Penelitian ini dilakukan pada pertengahan semester II tahun pelajaran 2011, penelitian mulai dilaksanakan pada awal bulan februari sampai dengan akhir april 2011. Pelaksanaan penelitian dilakukan pada hari-hari efektif sesuai dengan jadwal pelajaran. 2. Tempat Penelitian Daerah atau lokasi penelitian yang dilakukan adalah di kelas V SD Negeri 44 Banda Aceh Kecamatan Ulee Kareng Kota Banda aceh Provinsi Aceh. B. Subjek Penelitian Subjek Penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 44 Banda Aceh dengan jumlah 27 siswa, yang terdiri dari 16 siswa perempuan dan 11 siswa lakilaki. Mareka berusia 11 tahun , kecerdasan berbeda latar belakang usia ekonomi berbeda / Kelas bawah. C. Sumber Data Sumber data dalam penelitian ini adalah siswa, sebagai subjek penelitian. Data yang dikumpulkan dari siswa meliputi data hasil tes tertulis. Tes tertulis dilaksanakan pada setiap hari akhir siklus. D. Teknik dan Alat Pengumulan Data

1.

1. Tehnik Pengumpulan Data

11

Dalam penelitian ini pengumpulan data menggunakan teknik tes dan non tes. Tes tertulis digunakan pada akhir siklus I dan II yang terdiri atas materi Bangun Ruang . Tehnik non tes meliputi teknik observasi, dokumentasi. Observasi digunakan pada saat pelaksanaan penelitian tindakan kelas pada siklus I dan II. Teknik dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data khususnya nilai mata pelajaran Matematika. 2. Alat Pengumpulan Data Alat pengumpulan data meliputi :
1. Soal tes tertulis ( butir Tes ) 2. No Tes, meliputi lembar observasi, dokumentasi.

E.

Validasi Data Validasi data meliputi validasi hasil belajar dan validasi proses

pembelajaran.
1. Validasi Hasil Belajar

Validasi hasil belajar dikenakan pada instrumen penelitian yang berupa tes. Validasi ini meliputi validasi teoritis dan validasi empiris. Validasi teoretis artinya mengadakan analisis instrumen yang terdiri atas face validity (tampilan tes), content validty (validitas isi). Validitas empiris artinya analisis terhadap butir-butir tes, yang dimulai dari perbuatan kisi-kisi soal, penulisan butir-butir soal, kunci jawaban dan kriteria pemberian skor. 2. Validasi proses pembelajaran Validasi proses pembelajaran dilakukan dengan teknik triangulasi yang meliputi yaitu triangulasi sumber dan triangulasi metode (penggunaan alat Peraga). Triangulasi sumber dilakukan dengan observasi terhadap subyek

12

penelitian yaitu siswa kelas V SD Negeri 44 Banda Aceh dan kolaborasi dengan guru kelas yang mengajar bidang studi matematika. Triangulasi metode (penggunaan alat peraga). Dilakukan Peraga sebagai dokumentasi .
F. Analisis Data

dengan menggunakan penggunaan alat

Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis deskriptif yang meliputi : 1. Analisis Deskriptif Komparatif, hasil belajar dengan cara membandingkan hasil belajar pada siklus I, II dan membandingkan hasil belajar dengan indikator pada siklus I, II . 2. Analisis Deskriptif Kualitatif, hasil observasi dengan cara membandingkan hasil observasi dan refleksi pada siklus I, II . Menurut Milas (1992: 16) data yang sudah terkumpul dianalisis dengan mempedomani langkah-langkah analisis data penelitian kualitatif, analisis berlangsung dengan tiga jalur kegiatan yang terjadi secara bersamaan yaitu: 1. Reduksi data, yaitu meliputi proses penyeleksian, pemilihan, penyederhanaan dan pengkatagorian data, menganalisis dan penarikan kesimpulan. 2. terjadi 3. Penarikan kesimpulan yang dilakukan sejak tahap pengumpulan data dengan cara mencatat pada buku penelitian. Analisis data dilakukan dalam hal sebagai berikut: Pengujian data, yaitu dengan mendeskripsikan apa yang

13

1.

Aktivitas siswa selama pembelajaran. Menurut Arikunto (1996: 65) analisis data dilakukan mencari rata-rata : Persentasi siswa aktif = jumlah siswa aktif x 100% jumlah siswa keseluruhan

2.

Hasil observasi dan penyelesaian soal, dengan rumus

jumlah skor yang diperoleh sebagai berikut : Ketuntasan perorangan = x 100% jumlah skor maksimal

Ketuntasan klasikal =

jumlah siswa tuntas x 100% jumlah siswa keseluruhan

3. Analisis nilai persiswa setiap akhir siklus, menurut Arikunto (1996:250) perlu dilakukan analisis secara perorangan, yaitu membandingkan dengan nilai

sebelumnya apakah nilainya naik atau menurun atau tetap. Meskipun siswa belum mencapai skor 70, tetapi sudah ada peningkatan nilai maka pemberian tindakan sudah menunjukkan hasil yang positif. Berdasarkan pendapat ini maka standar yang peneliti pakai adalah 70. Berdasarkan analisis diatas dapat ditarik kesimpulan, apabila siswa telah dapat menguasai materi dari materi bangun Ruang ( Kubus dan Balok ) maka dapat dikatakan penelitian telah berhasil, dan penelitian dinyatakan selesai. Tetapi jika ditemukan belum adanya perbaikan maka dilakukan diskusi dengan teman sejawat dan refleksi, untuk menemukan kelemahan dan kekurangan, selanjutnya dilakukan perbaikan yang dilakukan pada siklus ke II.

14

G. Indikator Kinerja Indikator keberhasilan penelitian ini dengan menggunakan hasil nilai pembelajaran patokan KKM 70. H. Prosudur Penelitian Kemmis (dalam wiriaatmadja, Rochiati. 2008: 112) menjelas bahwa penelitian Tindakan Kelas adalah sebuah bentuk inkuiri reflektif yang dilakukan secara kemitraan mengenai situasi sosial tertentu (termasuk pendidikan) untuk meningkatkan rasionalitas dan keadilan dari kegiatan praktek sosial, pemahaman suatu kegiatan, dan situasi suatu kegiatan. Rancangan siklus pada penelitian ini dapat digambarkan pada gambar 1 dibawah ini :

Rancangan Siklus Penelitian Perencanaan

Refleksi

Siklus I

Pelaksanaan

Pengamatan Perencanaan Refleksi Siklus II Pelaksanaan

Pengamatan

Hasil Penelitian

15

Gambar 2. Rancangan Siklus Penelitian (Penelitian Tindakan Kelas, 2011) Penelitian ini terdiri atas 2 siklus. Setiap siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan, dan rekfleksi. 1. Siklus I a. Perencanaan (Planning) terdiri atas kegiatan : 1) Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ( RPP ) 2) Persiapan Skenario Pembelajaran 3) Menyiapkan materi pelajaran yang telah disusun/LKS. 4) Menyiapkan lembar observasi b. Pelaksanaan (Acting) terdiri atas kegiatan : 1) Pelaksanaan Program Pembelajaran sesuai jadwal. 2) Membagi siswa dalam 5 kelompok, 3) Proses pembelajaran dengan menerapkan pembelajaran

penggunaan Alat peraga . 4) Menjelaskan strategi dalam pembelajaran penggunaan Alat Peraga pada materi Bangun Ruang ( Kubus dan Balok ). 5) Mengadakan proses pembelajaran dengan cara Penggunaan alat peraga. 6) Mengadakan tes tertulis 7) Penilaian hasil tes tertulis c. Pengamatan (Observing) yaitu mengamati proses Kegiatan belajar

dan menilai hasil tes sehingga diketahui hasilnya. Atas dasar hasil tes tersebut digunakan untuk merencanakan tindak lanjut pada siklus berikutnya.

16

d.

Refleksi (Reflecting) yaitu menyimpulkan pelaksanaan hasil

tindakan pada siklus I. 2. Siklus II a. Perencanaan (Planning) terdiri atas kegiatan : 1) Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ( RPP ) 2) Penyiapan skenario pembelajaran 3) Menyiapkan soal tes. 4) Menyiapkan lembar observasi b. Pelaksanaan (Acting) terdiri atas kegiatan : 1) Pelaksanaan program pembelajaran sesuai dengan jadwal 2) Pembelajaran menggunakan alat peraga pada materi Bangun Ruang. 3) Menerapkan proses pembelajaran dengan menggunakan Alat Peraga . 4) Mengadakan observasi tentang proses pembelajaran 5) Mengadakan tes tertulis 6) Penilaian hasil tes tertulis c. Pengamatan (Observing) yaitu mengamati proses kegiatan Belajar

mengajar secara menilai hasil tes secara hasil praktek sehingga diketahui hasilnya. d. Refleksi (Reflecting) yaitu menyimpulkan pelaksanaan hasil

tindakan pada siklus II

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful