P. 1
Spesifikasi Teknis Pipa

Spesifikasi Teknis Pipa

|Views: 547|Likes:
Published by Ahmadi Nedjad

More info:

Published by: Ahmadi Nedjad on Jan 01, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/19/2013

pdf

text

original

Sections

  • A. DATA PROYEK
  • B. PEKERJAAN PERSIAPAN
  • E. PEKERJAAN PONDASI BATU KALI
  • F. PEKERJAAN BETON
  • G. PEKERJAAN PASANGAN DINDING BATA
  • H. PEKERJAAN PLESTERAN
  • J. PEKERJAAN CAT DINDING DAN LANGIT-LANGIT BETON EXPOSED
  • K. PEKERJAAN PENGECATAN
  • N. PEKERJAAN KUSEN
  • O. PEKERJAAN PEMASANGAN KACA
  • P. PEKERJAAN KUNCI-KUNCI DAN ALAT PENGGANTUNG
  • Q. PEKERJAAN LANTAI KERAMIK
  • R. SPESIFIKASI PEKERJAAN PLUMBING
  • S. SPESIFIKASI PEKERJAAN MEKANIKAL & ELEKTRIKAL
  • T. PERSYARATAN TEKNIS PELAKSANAAN DAN PENYELESAIAN PEKERJAAN
  • U. PEKERJAAN BETON PRECAST PRESTRESS
  • V. PEKERJAAN PINTU AIR

PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN

BAB VI SPESIFIKASI TEKNIS

A. DATA PROYEK Nama Kegiatan : Pengadaan Pompa, Pembangunan Rumah Pompa,Rumah Jaga, Ruang Generator Set dan Pintu Air beserta kelengkapannya. : Pengadaan Pompa, Pembangunan Rumah Pompa, Rumah Jaga, Ruang Generator Set Beserta Kelengkapannya di Boezem Wonorejo : Kota Surabaya. : Pemerintah Kota Surabaya Dinas Bina Marga dan Pematusan. : APBD II (Pendapatan Daerah) : 2007

Paket Kegiatan

Lokasi Pengguna Jasa Sumber Dana Tahun Anggaran

1. LINGKUP PEKERJAAN Pengadaan Pompa Beserta Kelengkapannya di Saluran Kebon Agung • Pekerjaan Persiapan • Pekerjaan Struktur (Pembuatan Rumah Pompa & Rumah Jaga) • Pekerjaan Elektrikal dan Mekanikal • Pembuatan dan pemasangan pintu air elektrik • Pembuatan ruang genset dan ruang jaga pintu air • Pengadaan genset ( 650 KVA) dan pembangunan Rumah genset • Pengadaan dan pemasangan Pompa Banjir (4 unit), Pompa Lumpur (2 unit) dan perlengkapannya

2. RENCANA KERJA Dalam waktu selambat-lambatnya 3 hari dari saat penunjukan pemenang, kontraktor harus mengajukan sebuah rencana kerja atau action plan tertulis lengkap dengan gambar-gambar pendukung metode kerja, sehubungan dengan pelaksanaan pekerjaan seperti yang disebutkan dalam dokumen tender, menjelaskan secara terperinci urusan pekerjaan dan cara melaksanakan pekerjaan tersebut hal-hal khusus bila diperlukan, persiapan-persiapannya, peralatan, pekerjaan sementara yang ada sejauhmana hal tersebut mencakup lingkup dari pekerjaannya dan harus mendapatkan persetujuan dari Direksi, pengawas dan pihak-pihak atau instansi yang terkait dengan kelangsungan proyek tersebut di atas. 3. TEMPAT KERJA Bilamana diperlukan tempat kerja dan tempat kerja tersebut di luar daerah pengawasan proyek, dimana harus membayar sewa/dikeluarkan biaya ganti rugi,

“ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “

VI-1

PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN

maka Kontraktor harus menyelesaikannya tanpa membebani Direksi dengan pembiayaan tambahan. 4. TANGGUNG JAWAB KONTRAKTOR Sebelum pelaksanaan pekerjaan, Kontraktor wajib memeriksa kekuatan kontruksi yang akan dilaksanakan dan harus mengkonsultasikan dengan Konsultan Perencanaan dan Konsultan Pengawas. Segala sesuatu kerusakan yang timbul akibat kelalaian Kontraktor tidak melaksanakan pemeriksaan kekuatan Kontraktor menjadi tanggung jawab Kontraktor. Pada Keadaan apapun, dimana pekerjaanpekerjaan yang dilaksanakan telah mendapat persetujuan Direksi lapangan tidak berarti membebaskan Kontraktor atas tanggung jawab pada pekerjaan sesuai dengan isi kontrak. Pada masa pemeliharaan, Kontraktor harus membuat laporan secara periodik setiap bulan tentang kondisi hasil pekerjaan selama masa pemeliharaan dan diketahui oleh Pengawas. 5. TENAGA KERJA Tenaga-tenaga kerja yang digunakan hendaknya dari tenaga-tenaga yang ahli/terlatih dan berpengalaman pada bidangnya dan dapat melaksanakan pekerjaan dengan baik sesuai dengan ketentuan /petunjuk Direksi Lapangan. 6. SATUAN UKURAN Semua satuan ukuran yang disebutkan dalam spesifikasi ini serta yang digunakan di dakam pekerjaan adalah standart meter dan kilogram. Bila disebut satu ton, yang dimaksud adalah satu ton yang bernilai 1000 kilogram 7. PERINTAH UNTUK PELAKSANAAN Bila Kontraktor tidak berada di tempat pekerjaan dimana Direksi bermaksud untuk memberikan petunjuk-petunjuk, maka petunjuk-petunjuk itu harus diturut dan dilaksanakan oleh Pelaksana atau orang-orang yang ditunjuk untuk itu oleh Kontraktor. Orang-orang atau pelaksana tersebut harus mengerti bahasa yang dipakai oleh Direksi atau Kontraktor akan menyediakan penterjemah khusus untuk keperluan tersebut. 8. PEKERJAAN DAN BAHAN BAHAN YANG TERMASUK DIDALAM HARGA SATUAN. Pekerjaan dan bahan bahan yang diperlukan sesuai dengan macam-macamnya seperti yang disebutkan artikel artikel dalam spesifikasi ini, gambar rencana petunjuk tambahan ataupun petunjuk petunjuk Direksi dilapangan harus tercakup dalam pembiayaan untuk tenaga kerja, harga bahan, organisasi kerja, biaya tak terduga, keuntungan, biaya biaya penggantian sewa / pemakaian tanah pada pihak ketiga, atau kerusakan atas milik seseorang, kerja lain yang disebut dalam spesifikasi ini untuk kesempurnaan hasil kerja dimana tidak ada mata pembiayaan khusus pengairan air darurat selama pelaksanaan kerja, pembongkaran, peralatan bahan peledak serta alat alatnya, penempatan bahan bahan sesuai dengan
“ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “

VI-2

PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN

petunjuk perlindungan, perkuatan pengaturan as saluran dan tenaga ahli untuk keperluan ini, perumahan dan pembiayaan lainyang biasanya diperlukan guna menyelesaikan pekerjaan sebaik baiknya. 9. LAPORAN. a. Kontraktor diharuskan membuat bahan laporan berkala kemajuan pekerjaan untuk setiap satu minggu kegiatan dengan mengisi formulir evaluasi kemajuan pekerjaan sesuai dengan petunjuk Direksi. Ringkasan laporan tersebut harus mencantumkan keadaan cuaca jumlah pengerahan tenaga kerja, tenaga pengawas, dan pelaksana. Alat alat yang dipergunakan, jumlah bahan bahan bangunan lokasi pekerjaan kemajuan fisik dari pekerjaan yang telah selesai, masalah-masalah yang timbul dilapangan serta pemecahannya dan rencan kerja minggu berikutnya. b. Laporan kemajuan pekerjaan harus diserahkan oleh kontraktor pada setiap akhir pekan untuk dievaluasi. c. Laporan lain seperti laporan harian dan lain lain sesuai dengan uraian dalam syarat syarat umum kontrak. 10. GAMBAR–GAMBAR DAN UKURAN a. Gambar-gambar yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan adalah: − − − Gambar yang termasuk dalam dokumen tender Gambar perubahan yang disetujui Direksi Gambar lain yang disediakan dan disetujui Direksi

b. Kalkir asli dari gambar-gambar proyek disimpan Laporan kemajuan pekerjaan harus diserahkan oleh kontraktor pada setiap akhir pekan untuk dievaluasi. c. Kontraktor diharuskan menyimpan satu set cetak biru dikantor lapangan untuk dipergunakan setiap saat apabila diperlukan. d. Gambar gambar pelaksanaan (shop Drawing) dan detailnya harus mendapat persetujuan direksi sebelum dipergunakan dalam pelaksanaan pekerjaan. e. Pada penyerahan terakhir pekerjaan yakni sesudah selesainya masa pemeliharaan harus disertai Gambar hasil pelaksanaan (as built drawing). f. Semua ukuran dinyatakan dalam system metrik. g. Kalau terdapat perbedaan dengan. 11. WILAYAH KERJA a. Secara umum Kontraktor dilarang menimbun atau menempatkan bahan-bahan bangunan di tepi jalan umum karena jalan umum tidak termasuk wilayah kerja Kontraktor kecuali ada pertimbangan khusus dan perstujuan dari Direksi. b. Apabila tidak terdapat tempat kosong yang sesuai untuk menimbun atau menyimpan bahan-bahan bangunan di sekitar lokasi proyek, maka bahan bangunan harus didatangkan dari gudang Kontraktor atau Leveransir setiap hari dengan jumlah yang cukup untuk pekerjaan satu hari. c. Di dalam pelaksanaan pekerjaan, Kontraktor harus berkoordinasi dengan instansi yang terkait sehubungan dengan jaringan utilitas yang ada.
“ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “

VI-3

Kelalaian dalam hal ini merupakan tanggung jawab Kontraktor. j.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN 12. Sesuai dengan ketentuan yang berlaku Kontraktor dilarang menyimpan bahanbahan berbahaya seperti minyak. Penggunaan bahan-bahan dalam pelaksanaan pekerjaan harus mengikuti pedoman atau petunjuk dari pabrik yang memproduksinya. Untuk bahan bahan yang mutunya belum diatur dalam peraturan standar maupun ketentuan dalam spesifikasi teknis. harus mendapat perstujuan dari Direksi sebelum dipergunakan. Kontraktor harus menunjukkan contoh dan bahan bersangkutan kepada Direksi untuk diperiksa dan diteliti mengenai jenis. Direksi dapat meminta copy atau tembusan dari perintah pembelian (faktur) yang dipesan Kontraktor kepada leveransir atau distributor pembelian bahan-bahan yang akan dipakai. Apabila diperlukan. 13. Dalam melaksanakan tugasnya ahli tersebut mempunyai wewenang untuk mewakili Direksi dalam menguji dan menilai bahan-bahan yang diajukan Kontraktor. f. maka Kontraktor diharuskan membuat bangunan atau tanggul sementara dan menyediakan pompa air berkapasitas “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-4 . maka Direksi berwenang untuk menolak bahan tersebut dan mengharuskan Kontraktor untuk menyingkirkannya dan di ganti dengan bahanbahan yang sesuai dengan contoh yang telah diperiksa terdahulu. distributor yang menjual atau pabrik yang memproduksi bahan yang bersangkutan. Hasil pekerjaan dan mutu termasuk bahan-bahan yang terpakai harus diterima dan disetujui Direksi. jenis. gas dan bahan kimia sedemikian rupa sehingga keselamatan orang dan keamanan lingkungan sekitarnya dapat dijamin. h. d. Sebelum bahan-bahan yang dipesan dikirim ke lokasi proyek. Direksi berhak menunjuk seorang ahli dalam memeriksa mutu bahan-bahan yang diajukan oleh Kontraktor. Semua bahan yang dipergunakan untuk melaksanakan setiap jenis pekerjaan harus terdiri dari kualitas tinggi sesuai dengan yang tercantum dalam syaratsyarat kualitas bahan masing-masing bagian pekerjaan. PELAKSANAAN PEKERJAAN DALAM KEADAAN KERING Apabila pada keadaan tertentu Direksi memandang perlu untuk melaksanakan pekerjaan pada kondisi tanah yang kering. g. BAHAN-BAHAN DAN MUTU PEKERJAAN a. Apabila diperlukan Direksi dapat meminta Kontraktor untuk menunjukkan sertifikat tes dari agen. cairan laiinnya yang mudah terbakar. Apabila bahan-bahan yang dikirim ke lokasi proyek ternyata tidak sesuai dengan contoh yang ditunjukkan. kekuatan dan sifat-sifat penting lainnya dari bahan tersebut. i. Semua bahan yang dipergunakan harus memenuhi persyaratan yang tercantum dalam peraturan standar yang berlaku di Indonesia. Untuk bahan-bahan yang mutunya mudah berdasarkan standart internasional. mutu. baik dalam hal mutu. baik di lokasi proyek maupun digudang leverasir atau di lokasi pabrik atau produsen. c. Standar peraturan yang berlaku adalah edisi terakhir. b. berat. berat maupun kekuatannya. e. Semua bahan yang disimpan di lokasi proyek harus diletakkan dan dilindungi sedemikian rupa sehingga tidak dapat terjadi kontaminasi atau mengalami proses lainnya yang dapat mengakibatnya rusaknya atau menurunnya mutu bahan-bahan tersebut.

Persetujuan Direksi seperti tersebut pada butir (gambar) tidak mengurangi tanggung jawab Kontraktor.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN cukup beserta alat Bantu dan pelengkapnya untuk menjamin agar dasar galian. Kontraktor diharuskan membuat tanggul (kisdam) sepanjang talud dengan ukuran dan Kontraktor yang disetujui oleh Direksi. Direksi dapat menginstruksikan Kontraktor untuk membuat saluran atau sudetan sementara untuk mengalirkan air hujan agar pekerjaan dapat tetap dilaksanakan dalam keadaan kering. yang meliputi baik pembuangan atau penyelamatan penanganan. pintu air atau bagian struktur lainnya pembongkaran tersebut harus dilaksanakan tanpa menimbulkan kerusakan pada bagian struktur yang akan dipertahankan. tidak mudah rusak akibat kikisan air. Kondisi muka air tanah yang tinggi dan jenis tanah yang kurang kedap air dapat menyebabkan derasnya rembesan air tanah ke dalam galian. perpanjangan atau peningkatan lain terhadap suatu jembatan. dalam pelaksanaan pekerjaan guna 14. Tanggul/kisdam harus dibuat cukup kuat. tembok kepala. Pekerjaan harus juga meliputi pemindahan yang memenuhi syarat dari material bongkaran dalam pasal ini. Sebelum pelaksanaan pembuatan tanggul dimulai. baik keseluruhan ataupun sebagian dan pemindahannya. 15. Air hujan yang mengalir ke dalam galian yang mengakibatkan kerusakan pondasi yang masih dalam pelaksanaan termasuk resiko kontraktor. dari bangunan atau struktur lain yang diperlukan untuk dibongkar. KEWAJIBAN KONTRAKTOR UNTUK MATERIAL YANG DISELAMATKAN DAN STRUKTURAL YANG ADA Bila pelebaran. Dalam hal ini pelaksanaan perkerjaan menuntut kemajuan perkerjaan yang cepat dan Direksi dapat menginstruksikan untuk menambah pompa-pompa agar dasar galian tetap dalam keadaan kering. gorong-gorong memerlukan pembongkaran lantai. PEMBONGKARAN STRUKTUR YANG ADA Pekerjaan ini harus mencakup pembongkaran. Hujan lebat yang mengakibatkan genangan pada galian tidak dianggap Force Majeure dan perbaikan atas kerusakan yang terjadi adalah beban Kontraktor. gelagar. Kelalaian kontraktor dalam menyediakan pompa dan bangunan sementara lainnya yang dapat mengakibatkan rusaknya konstruksi yang telah dibuat adalah tanggung jawab kontraktor sepenuhnya. Kontraktor harus mengajukan gambar detail talud beserta spesifikasi bahan yang akan digunakan untuk mendapatkan persetujuan Direksi. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-5 . maka Kontraktor harus menimbun kembali saluran dan sudetan sementara seperti keadaan semula. Untuk pembuatan pasangan talud (plengsengan) pada saluran-saluran yang sudah ada. pengangkutan. jika sewaktu-waktu talud mengalami kerusakan. Perbaikan talud serta akibat menjadi tanggung jawab Kontraktor. Dalam hal ini semua biaya perbaikan ditanggung Kontraktor. penyimpanan dan pengamanan terhadap kerusakan dari material yang ditentukan oleh Direksi. Apabila pekerjaan telah dianggap selesai. dasar pondasi dan permukaan tanah lainnya adalah beban Kontraktor. Perlu koordinasi antar Kontraktor mengendalikan aliran air di saluran.

Seluruh material yang diselamatkan tetap merupakan milik dari pemilik yang sah sebelum pekerjaan pembongkaran dilakukan. 2. PENGATURAN PEMBUANGAN SISA-SISA Kontraktor harus melakukan seluruh pengaturan yang diperlukan dengan pemilik tanah dan memikul seluruh biaya untuk memperoleh lokasi yang sesuai untuk pembuangan material sisa dan untuk penyimpanan dari material yang diselamatkan. kusen yang lama serta bagian-bagian lain yang ditujukan dalam gambar. karena material pembongkaran ini merupakan asset negara. Material hasil bongkaran harus ditempatkan pada tempat yang aman. Jenis peralatan yang digunakan. hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya gangguan-gangguan pada jaringan secara keseluruhan. PEMINDAHAN DARI MATERIAL BONGKARAN a. 3. Pembongkaran yang dilakukan harus memperhatikan kaidah-kaidah structural dan arsitektur juga pengaruh suara. Lingkup Pekerjaan 1. Pembongkaran diusahakan seminimal mungkin timbulnya suara dan debu yang dapat mengganggu lengkungan sekitarnya. Pekerjaan pembongkaran disini meliputi seluruh pekerjaan pembongkaran terhadap bahan-bahan yang sudah tidak berfungsi maupun guna melakukan rehabilitasi terhadap ruang yang bersangkutan. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-6 . bahan bongkaran harus segera dikeluarkan dari ruang dan ditempatkan diluar pada tempat yang sesuai. b. 2. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari bahaya yang ditimbulkan oleh adanya pembongkaran dan menghindari terjadinya kerusakan pada bagian-bagian bangunan yang secara arsitektural masih dipertahankan. Untuk pembongkaran pasangan dinding bata. dalam arti tidak menggangu aktifitas serta aman terhadap pencurian. debu dll terhadap lingkungan sekitarnya. 18. PROSEDUR PEMBONGKARAN a. Syarat-syarat Pelaksanaan 1. 4. harus dibuat baik kembali atas biaya Kontraktor.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN Setiap kerusakan atau kehilangan dari bagian yang diselamatkan yang sementara dibongkar atau setiap kerusakan pada bagian struktur yang akan dipertahankan yang disebabkan oleh keteledoran Kontraktor. 7. 6. Pembongkaran ini meliputi pembongkaran dinding bata. Tidak ada material bongkaran yang menjadi milik Kontraktor. Seluruh material yang diselamatkan harus disimpan sebagaimana diminta oleh Direksi. Sebelum melakukan pembongkaran. Jaringan-jaringan listrik. pihak Kontraktor harus menyampaikan kepada Konsultan Pengawas mengenai metode/ cara pembongkaran yang akan dilakukan. pipa-pipa air harus diamankan terlebih dahulu sebelum dilakukan pembongkaran. 17. 16. 5.

serta areal diratakan dan dirapikan kembali. Patok titik tetap yang dipergunakan sebagai referensi dalam proyek ini tercantum dalam gambar-gambar rencana atau ditunjukkan oleh Direksi di lapangan. Alat-alat ukur yang dipergunakan harus dalam keadaan berfungsi baik dan sebelum pekerjaan dimulai semua alat ukur yang akan dipakai harus mendapat persetujuan Direksi. • Pengukuran Kembali a. Semua biaya yang timbul akibat pekerjaan sepenuhnya menjadi tanggung jawab dan beban Kontraktor. sampah. baik dari jenisnya maupun kondisinya. PENGUKURAN • Jaringan Titik Tetap a. B. Apabila ada perubahan akan ditentukan/disesuaikan dengan kondisi lapangan setempat bersama Direksi. Seluruh material dan sampah yang tidak ditetapkan untuk dipertahankan atau diselamatkan dapat dibakar atau jika tidak dibuang seperti yang disetujui oleh Direksi. maka hal ini harus dilaporkan kepada Direksi untuk diminta penjelasannya. semak belukar. b. serta sudah harus diperhitungkan termasuk “Overhead” pada analisa harga satuan pekerjaan. Pembersih Lapangan Sebelum pekerjaan mulai dilaksanakan. dan semua material tersebut harus dibuang dari areal lokasi pekerjaan sesuai dengan petunjuk Direksi pekerjaan. Kontraktor harus membuat jaringan patok titik tetap local yang disahkan Direksi lapangan dan Perencana. dan pembuatan serta pemasangan patok Bantu akan ditentukan oleh Direksi. Cara pengukuran ketetapan hasil pengukuran. toleransi salah tutup. lokasi areal pekerjaan juga harus dibersihkan dari sisa-sisa semua material yang tidak terpakai . 2. Semua elevasi yang ditunjukkan dan tercantum dalam gambar adalah elevasi yang dikaitkan dengan ketinggian patok titik tetap seperti yang dijelaskan pada butir di atas. sisa-sisa bangunan.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN b. b. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-7 . PEKERJAAN PERSIAPAN 1. Setelah pelaksanaan pekerjaan selesai semua. daerah kerja harus dibersihkan dari pepohonan. c. d. Referensi Elevasi ditetapkan berdasarkan patok BPN atau elevasi yang ditetapkan Direksi lapangan dan perencana. Apabila timbul keragu-raguan dari pihak Kontraktor dalam menginterpretasikan angka-angka elevasi dalam gambar. c. akar-akar pohon.

Pengukuran titik ketinggian dan sudut-sudut hanya dilakukan dengan alat optik dan sudah ditera kebenarannya/dikalibrasi. Hasil pengukuran lengkap mengenai peil elevasi. Hasil pengukuran kembali harus sudah diserahkan disetujui oleh Direksi selambat-lambatnya 10 hari setelah tanggal SPK. serta letak patok-patok harus dibuat gambarnya dan dilaporkan kepada Direksi untuk mendapatkan persetujuan. j. Kontraktor harus menyediakan alat-alat ukur selama pekerjaan berlangsung berikut ahli ukur yang berpengalaman sehingga apabila dianggap perlu setiap saat siap mengadakan pengukuran ulang. maka pengukuran ulang menjadi tanggung jawab Kontraktor. h. c. g. Apabila terdapat kesalahan dalam pengukuran kembali. maka Direksi akan memutuskan hal itu. bila akan mengadakan leveling pada semua bagian daripada pekerjaan. Kontraktor harus menyediakan atas biaya Kontraktor. Kontraktor harus memberitahu Direksi sekurang-kurangnya 24 jam dimuka. Kebenaran dari hail laporan tersebut sepenuhnya menjadi tanggung jawab Kontraktor. Jika menurut pendapat Direksi kemajuan Kontraktor tidak memuaskan untuk menyelesaikan pekerjaan survey ini tepat pada waktunya atau dalam hal Kontraktor tidak memulai pekerjaan atau melakukan pekerjaan tidak dengan standar yang ditentukan. Sudut. Pekerjaan dapat dihentikan beberapa saat oleh Direksi bila dipandang perlu untuk mengadakan penelitian kelurusan maupun level dari bagian-bagian pekerjaan. koordinat. g. i.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN e. f. • Pekerjaan Pengukuran dan Survey Lapangan a. e. Kontraktor bersama-sama dengan Direksi harus secara bersama-sama mengambil peil permukaan dan sounding areal kerja dan menyetujui semua kekhususan terhadap mana semua pekerjaan didasarkan. Kontraktor harus membuat peil/titik-titik tanda (bench mark) permanen di tiap-tiap bagian pekerjaan dan peil ukuran ini harus diberi pelindung dan dirawat selama berlangsungnya pekerjaan agar tidak berubah. Kontraktor harus menyediakan dan merawat stasion survey yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan dan harus mebongkarnya setelah pekerjaan selesai. b. Apabila terdapat perbedaan antara elevasi yang tercantum dalam gambar dengan hasil pengukuran ulang. semua bantuan yang diperlukan Direksi dalam pengadaan pengecekan leveling tersebut. d. Sebelum pekerjaan dimulai. Direksi dapat menunjuk stafnya sendiri atau pihak “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-8 . f. Kontraktor harus menggerakkan personil teknisnya untuk melakukan survey dan membuat laporan mengenai kondisi fisik lapangan khususnya lokasi rencana konstruksi apakah terdapat ketidaksesuaian.

b. 2. Bauwplank harus dibuat tegak lurus sumbu saluran dan harus dibuat selebar pondasi saluran. c. Bauwplank bangunan harus dibuat sejajar dengan dinding tepi bangunan sejarak tertentu diluar galian pondasi. Pembelian atau sewa atas tanah guna keperluan pangkalan Kontraktor dan kegiatan-kegiatan pelaksanaan. gudang-gudang dan sebagainya. Pembanguan dan pemeliharaan pangkalan. termasuk Kontraktor. Patok dan bauwplank harus dibuat kokoh. Bangunan ini akan tetap menjadi milik Kontraktor setelah pekerjaan pembangunan proyek selesai. Elevasi yang tercantum dalam bauwplank dan patok akan menjadi dasar pelaksanaan pekerjaan baik dalam penentuan lebar saluran. 3. Sebelum pelaksanaan pekerjaan dimulai. dan pihak Kontraktor diharuskan untuk melaksanakan pekerjaan perbaikan dan penyempurnaan pada daerah kerja. termasuk membongkar kembali seluruh instalasi-instalasi. Dalam hal dimana pihak Kontraktor tidak menyelesaikan mobilisasi sesuai dengan batas waktu yang ditentukan atau “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-9 . tinggi saluran maupun tebal pasangan/konstruksi lainnya.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN lain untuk mengerjakan survey lapangan dan membebankan seluruh biayanya kepada Kontraktor. Kontraktor harus melaksanakan pematokan dan pemasangan bouwplank sesuai petunjuk Direksi. Mobilisasi dan pemasangan peralatan yang didasarkan atas peralatan yang diserahkan dalam penawaran dari suatu lokasi tertentu atau dari pelabuhan bongkar di Indonesia ke tempat yang digunakan sesuai ketentuan Kontrak. sehingga kondisinya sama dengan keadaan sebelum pekerjaan dimulai. Peralatan ini akan tetap menjadi milik kontraktor setelah pekerjaan pembangunan proyek selesai. peralatan dari tanah milik Pemerintah. b. 4. d. tempat tinggal. e. bengkel-bengkel. Waktu Mobilisasi Mobilisasi dari seluruh mata pekerjaan diatas harus diselesaikan dalam jangka waktu pekerjaan. Kegiatan Mobilisasi Kegiatan Mobilisasi meliputi hal sebagai berikut : 1. Pematokan dan Bouwplank a. tidak mudah rusak dan tidak bergerak serta harus dijaga agar tidak rusak/hilang selama pelaksanaan pekerjaan. Pengadaan dan pemeliharaan peralatan lapangan seperti tercantum spesifikasi ini. Mobilisasi a. 3. Pekerjaan harus termasuk pula pekerjaan demobilisasi dari daerah kerja yang dilaksanakan oleh pihak Kontraktor pada akhir kontrak.

Penyediaan dan pengerjaan hal-hal yang tersebut pada artikel ini tidak akan mendapat pembiayaan tersendiri tetapi kesemuanya harus sudah termasuk dalam pembiayaan menurut Kontrak pada mata pembiayaan sewa Direksi Keet. Kontraktor harus menyediakan sendiri sumber air tawar yang bersih dan tidak mengandung minyak. i. e. kantor lapangan beserta perlengkapnnya. Kontraktor bertanggung jawab atas semua biaya pengadaan fasilitas tersebut pada butir a dan b. Syarat-syarat minimum yang harus dipenuhi untuk pembuatan gudang dan kantor lapagan adalah penyediaan sarana sanitasi air bersih. c. k. Bangunan untuk kantor Direksi yang diuraikan dalam pasal diatas akan dibayar secara harga unit price untuk sewa direksi keet. guna kebutuhan penerangan proyek dan keperluan pelaksanaan pekerjaan. alkali dan bahan-bahan organis atau bahan lain yang dapat merusak pelaksanaan pekerjaan. Kantor Lapangan/ Ruangan Direksi a. Kontraktor harus menyiapkan gambar rencana dari gudang dan kantor lapangan tersebut. l. gudang dan kantor lapangan harus diongkar oleh Kontraktor atas biaya sendiri dan semua peralatan dan perlengkapan tetap menjadi milik Kontraktor. Pemeliharaan. Ukuran dan bentuk gudang. alat komunikasi serta gudang untuk menyimpan bahan dan peralatannya. pelayanan. j. dimana harus dianggap bahwa pembayaran dilaksanakan secara penuh baik untuk pekerjaan pembangunan. Kontraktor harus menyediakan kantor lapangan untuk dipergunakan oleh Direksi selama pelaksanaan pekerjaan. Atas petunjuk yang diberikan.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN kalau menurut pendapat Direksi. b. Lokasi untuk membangun gudang dan kantor lapangan akan ditentukan oleh Direksi. ternyata pelaksanaan mobilisasi tidak lancar sesuai program mobilisasi yan telah disepakati bersama. h. dengan nilai pembayaran untuk mobilisasi diambil setingi-tingginya 70 % dari ketentuan di atas. maka dalam hal ini Direksi Teknik berhak untuk menempuh kebijaksanaan yaitu mengeluarkan berita acara pembayaran pendahuluan. transportasi. pembersihan maupun pekerjaan pembongkaran bangunan setelah selesai penanganan pekerjaan. 5. d. kebersihan dan keamanan gudang dan kantor lapangan merupakan tanggung jawab Kontraktor. f. alat pemadam api dan kota pertolongan pertama. g. sambungan listrik. Sisanya akan ditahan dan berita acara pembayarannya baru dikeluarkan setelah Pihak Kontraktor berhasil menyelesaikan sisa bagian pekerjaan mobilisasi dalam jangka waktu Masa Pelaksanaan. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-10 . Pada saat pelaksanaan pekerjaan dinyatakan selesai. Kontraktor harus menyediakan generator sebagai daya listrik secukupnya. garam. Tempat kosong untuk parkir kendaraan proyek harus disediakan di sekitar kantor lapangan. pengadaan.

Penggunaan jalan dan jembatan umum harus diatur sedemikian rupa agar gangguan lalu lintas dan kerusakan yang timbul sebagai akibatnya dijaga sekecil mungkin. 6. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-11 . Pengaturan Pengangkutan Alat-alat Bantu dan Bahan Konstruksi 1. Kontraktor harus membuat septictank berikut resapannya untuk membuang air kotor dari urionir dan WC. p. c. 2. o. gorong-gorong yang diakibatkan oleh lalu lintas proyek dibebankan pada Kontraktor dan harus disetujui Direksi. Kontraktor harus mengisi perabotan maupun perlengkapan lain di ruang Direksi keet atas usulan Kontraktor dan persetujuan Direksi. langsung di lapangan. sejauh pekerjaannya mempengaruhi kelancaran lalu lintas umum. maka Kontraktor diharuskan meminta pengawalan dari instansi yang berwenang. 2. Apabila Direksi memandang perlu. jembatan. Dalam melaksanakan pekerjaannya Kontraktor diharuskan mematuhi dan mentaati ketentuan dan peraturan lalu lintas umum yang berlaku. Pengaturan Lalu Lintas a. Lokasinya akan ditentukan kemudian oleh Direksi. Ketentuan yang sama juga berlaku untuk pengangkutan bahan-bahan konstruksi. Perbaikan kerusakan terhadap jalan. Pelaksanaan pekerjaan yang menuntut dialihkannya arus lalu lintas umum untuk sementara waktu harus mendapat persetujuan Direksi dan dengan seijin polisi lalu lintas dan Dinas Lalu Lintas Angkutan dan Jalan Raya. Pengalihan Arus Lalu Lintas Umum dan Pembuatan Jalan Darurat Kontraktor diharuskan membuat rencana khusus untuk setiap sub proyek sehubungan dengan pengaturan lalu lintas dalam menunjang kelangsungan pekerjaan. Pengakutan alat-alat berat ke lokasi proyek harus diatur sedemikian rupa agar beban total dari kendaraan yang mengangkut alat-alat berat tersebut tidak melampaui kapasitas jalan/jembatan yang dilalui. untuk keperluan pekerja selama pekerjaan berlangsung.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN m. Dalam hal ini Kontraktor diharuskan mendapatkan pengarahan dan pedoman dari instansi setempat yang berwenang yaitu polisi lalu lintas dan Dinas Lalu Lintas Angkutan Jalan Raya. termasuk dapat melindungi material yang tersimpan. n. b. Lalu Lintas Proyek 1. Kontraktor harus membuat bangunan Direksi keet serta gudang bahan yang luas dan bentuknya akan ditentukan kemudian. Kontraktor wajib membuat urinoir dan WC termasuk instalasi. Bangunan tersebut harus dapat dijamin agar didalamnya bebas dari air hujan dan sinar matahari. Untuk itu alat-alat serta yang dimaksud harus diuraikan menjadi beberapa bagian untuk kemudian diangkut beberapa kali.

Apabila pekerjaan telah dinyatakan selesai oleh Direksi. Biaya penggantian dan perbaikan atas kerusakan terhadap pipa dan kabel yang masih berfungsi sebagai akibat dari kelalaian Kontraktor dalam melaksanakan pekerjaannya adalah menjadi beban Kontraktor sepenuhnya. Ukuran. 5. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-12 . 4. Bentuk dan ukuran huruf serta susunan kalimat pada rambu dan rintangan harus jelas. e. bentuk dan susunan kata-kata dan warna akan ditentukan Direksi. 3. dan kabel TELKOM yang pemasangan jaringannya di atas maupun tertanam dan di bawah permukaan tanah. Papan Nama Proyek Kontraktor harus membuat dan memasang papan nama proyek di lokasi yang ditunjuk Direksi. Yang termasuk dalam istilah pipa dan kabel adalah pipa distribusi air bersih PDAM. Apabila dalam rangka pekerjaan penggalian saluran baru atau penggantian memperdalam dasar saluran lama ditemui lintasan pipa dan kabel yang masih berfungsi. memasang dan menempatkan rambu-rambu lalu lintas sementara pada lokasi dan posisi penting termasuk rintangan-rintangan di sekitar lokasi proyek. Penempatannya yang harus dengan persetujuan polisi lalu lintas atau instansi lain yang berwenang. Direksi berhak menunjuk seorang ahli yang akan memberi pengarahan dan mengawasi semua pekerjaan instansi dalam rangka pemindahan dan pengalihan jalur atau lintasan pipa dan kabel. Kontraktor diharuskan menyingkirkan semua rambu-rambu dan rintangan-rintangan sementara yang tidak diperlukan lagi yang selama pelaksanaan dipergunakan untuk pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi proyek. Semua pipa dan kabel yang termasuk dalam kategori (d) diatas dan yang sudah tidak berfungsi lagi serta jalurnya melintasi dan menghalangi aliran air dalam saluran harus disingkirkan atau dipotong sesuai petunjuk Direksi. pipa gas. 7.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN d. 2. Pengaturan Pemindahan Jaringan Pipa dan Kabel 1. mudah dimengerti oleh setiap pengendara kendaraan dan pada setiap cuaca gelap dan malam hari harus diberi penerangan. membuat. Rambu-rambu Sementara Kontraktor diharuskan menyediakan. kabel listrik. maka Direksi dan Kontraktor menghubungi instansi yang mengelola jaringan tersebut untuk menentukan biaya pemindahan jalur pipa dan kabel yang dimaksud untuk dialihkan di bawah dasar saluran rencana.

Adapun gambar-gambar yang harus dipersiapkan oleh Kontraktor meliputi antara lain : Construction Drawing atau Working Drawing Shop Drawing As Built Drawing Semua gambar tersebut di atas. akan menjadi acuan dan dasar pembuatan gambar-gambar selama waktu pelaksanaan sampai selesai pekerjaan.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN 8. Gambar-gambar yang harus Dipersiapkan oleh Kontraktor. • Contruction Drawing atau Working Drawing Contruction Drawing atau Working Drawing adalah gambar rencana bangunan yang telah disesuaikan dengan kondisi lapangan sesungguhnya dan telah disetujui dan disyahkan oleh Pemilik pekerjaan. apabila sudah mendapat persetujuan dan disyahkan oleh Pemilik pekerjaan. baru bias dipakai sebagai pedoman pelaksanaan pekerjaan dan acuan dasar perhitungan volume pekerjaan sesungguhnya. • Umum Pelaksanaan pengukuran awal oleh Kontraktor yang dilaksanakan sejak diterimanya Surat Perintah Mulai Kerja dari Pemilik pekerjaan. Data dan hasil pengukuran awal oleh Kontraktor yang telah disyahkan dan disetujui oleh Direksi pekerjaan tersebut. dimaksud untuk mendapatkan gambaran kondisi lapangan sesungguhnya dibandingkan dengan gambar yang diterima oleh Kontraktor dan Pemilik Pekerjaan. Semua dimensi bangunan. jenis serta komposisi jenis material dan rencana elevasi posisi dan kedudukan dari masing-masing jenis bangunan yang “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-13 . Semua gambar yang dipersiapkan oleh Kontraktor. Gambar-gambar hasil pengukuran awal tersebut diatas. serta yang harus dibayar oleh Pemilik pekerjaan. akan merupakan dasar pokok kesepakatan bersama antara Kontraktor dan Pemilik pekerjaan untuk menghitung volume dari masing-masing jenis pekerjaan yang harus dan telah dilaksanakan oleh Kontraktor. harus bisa memberikan secara jelas hal-hal yang berkaitan dengan rencana pelaksanaan pekerjaan yang meliputi antara lain : Bentuk tiap jenis bangunan yang akan dikerjakan Elevasi muka tanah asli dan masing-masing dikerjakan Dimensi bangunan pelengkap Jenis serta komposisi material yang dipergunakan Rencana garis galian pondasi Hal-hal lain sesuai petunjuk Direksi Pekerjaan.

maka Kontraktor harus konsultasi dan mendapatkan persetujuan terlebih dahulu dari Pemilik proyek. elevasi posisi dan kedudukan bangunan. Sedang pada kondisi perubahan desain “Revised Design”. dimungkinkan adanya penyesuaian pelaksanaan karena kondisi lapangan “Engineering Adjustment” atau perubahan desain “Revised Design” semuanya bisa mengalkibatkan perubahan volume pelaksanaan pekerjaan menjadi bertambah atau kurang. dipakai sebagai dasar dan acuan perhitungan volume awal saat akan dimulainya pelaksanaan pekerjaan atau “Mutual Check” pada kondisi pelaksanaan 0%. Untuk kondisi “Engineering Adjustment”. jika ada penyesuaian dimensi. “Construction Drawing” atau “Working Drawing” yang dipersiapkan oleh Kontraktor tersebut. Pembuatan Working Drawing dan Perhitungan Mutual Check harus sudah selesai dan disetujui oleh Direksi dan Pemilik selambat-lambatnya 2 minggu setelah tanggal SPK. Pemilik Pekerjaan secara resmi akan memberikan gambar perubahan desain yang telah disyahkan oleh Pemilik Pekerjaan kepada Kontraktor secara administratif dalam bentuk “Variation Order”. namun Kontraktor wajib memberikan laporan tertulis serta sketsa penyesuaian guna mendapatkan persetujuan dari Direksi Pekerjaan dan tembusan kepada Pemilik pekerjaan. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-14 . sehingga perlu dan harus dicantumkan antara lain : Garis elevasi muka tanah asli hasil pengukuran awal Dimensi rencana bangunan Elevasi posisi dan kedudukan bangunan Jenis dan komposisi material yang akan dipakai dan lain-lain “Construction Drawing” atau “Working Drawing” yang disyahkan oleh Pemilik pekerjaan. Selama waktu pelaksanaan pekerjaan dari waktu ke waktu. harus bisa memberikan satu gambaran rancang bangun yang akan dilaksanakan pada kondisi nyata lapangan. maka kondisi terakhir rancang bangun yang telah disepakati bersama. Atas dasar persetujuan pemilik pekerjaan. satu copy untuk arsip Kontraktor dan satu copy serta gambar lainnya harus diserahkan kepada Pemilik pekerjaan. Kontraktor wajib membuat copy “Construction Drawing” atau “Working Drawing” sebanyak minimal 5 (lima) copy dengan distribusi dua copy untuk Direksi pekerjaan dan pengawasa.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN tergambar pada Contruction Drawing atau Working Drawing harus mengacu dan didasarkan pada Design Drawing yang diberikan oleh Pemilik pekerjaan. dan merupakan dasar serta acuan utama bagi Kontraktor pada pelaksanaan pekerjaan. tidak diperlukan adanya gambar baru yang disyahkan oleh Pemilik Pekerjaan. disetujui dan disyahkan Pemilik pekerjaan adalah yang mengikat pada kondisi awal pelaksanaan pekerjaan. Apabila karena kondisi dan situasi lapangan yang sesungguhnya. sehingga mengakibatkan perlu adanya penyesuaian dimensi. elevasi posisi dan kedudukan bangunan.

dan Kontraktor telah melakukan pengukuran ulang akhir pekerjaan. Gambar dan list pekerjaan pembuatan dan pemasangan tulangan konstruksi termasuk dalam kategori “Shop Drawing”. harus lengkap berisi antara lain : Garis elevasi muka tanah yang sekarang ada “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-15 . diperiksa. maka Kontraktor diwajibkan membuat gambar purna bangun atau “As Built Drawing”. • “Shop Drawing” Kontraktor harus membuat shop Drawing untuk setiap bangunan yang akan dikerjakan.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN Semua biaya yang timbul akibat pekerjaan pembuatan “Construction Drawing” atau Working Drawing” termasuk penggandaannya sebanyak 5 (lima) copy. Shop Drawing harus dilengkapi gambar detail meliputi ukuran lahan dan lain-lain. satu copy untuk arsip Kontraktor dan satu copy serta gambar aslinya harus diserahkan kepada Pemilik Pekerjaan. Jumlah komponen unit bangunan dan lain-lain. berikut pekerjaan tambah atau kurang berdasarkan “Variasi Order” yang diberikan oleh Pemilik Pekerjaan. dengan distribusi dua copy untuk Direksi Pekerjaan dan pengawas. Semua biaya yang timbul akibat pekerjaan pembuatan “Shop Drawing” termasuk penggandaannya sebanyak 5 (lima) copy. harus diserahkan kepada Pemilik Pekerjaan. dan untuk selanjutnya disyahkan oleh Pemilik Proyek. Gambar unit bangunan atau “Shop Drawing” tersebut harus secara lengkap memuat : Bentuk unit bangunan serta dimensinya Material yang akan dipakai serta spesifikasinya List komponen unit bangunan yang memuat : a. dikoreksi apabila perlu. serta sudah harus diperhitungkan termasuk “Overhead” pada analisa harga satuan pekerjaan. tebal komponen unit bangunan b. Berat persatuan komponen unit bangunan dan lain-lain c. • As Built Drawing Setelah semua pekerjaan selesai dilaksanakan sesuai gambar pelaksanaan. lebar. Gambar purna bangun atau “As Built Drawing” tersebut. sepenuhnya menjadi tanggung jawab dan beban Kontraktor. Kontraktor wajib membuat copy “Shop Drawing” sebanyak minimum 5 (lima) copy. “Shop Drawing” yang disiapkan oleh Kontraktor tersebut. serta sudah harus diperhitungan termasuk “Overhead” pada analisa harga satuan pekerjaan. satu copy dipasang di barak kerja. sepenuhnya menjadi tanggung jawab dan beban Kontraktor. Panjang.

SARANA PENUNJANG PEKERJAAN 1. sepenuhnya menjadi tanggung jawab dan beban Kontraktor. Sebelum memulai aktifitas Kontraktor diwajibkan untuk membuat jadwal atau schedule. Kontraktor wajib membuat copy “As Built Drawing” sebanyak 5 (lima) copy. Kontraktor wajib membuat harian. dengan distribusi dua copy untuk Direksi Pekerjaan dan pengawas. Photo Dokumentasi Sejak awal akan mulai melaksanakan pekerjaan. catatan harian cuaca dan lain-lain yang diperlukan untuk kelengkapan administrasi. C. selanjutnya diserahkan kepada Pemilik pekerjaan guna mendapatkan pengesahan dari Pemilik Pekerjaan. material. laporan mingguan dan laporan bulanan lengkap dengan data penunjangnya dan foto dokumentasi sebagaimana tercantum dalam Rencana Kerja dan Syaratsyarat Proyek. 3 (tiga) serta gambar aslinya harus diserahkan kepada Pemilik Pekerjaan termasuk data dan perhitungan hasil pengukuran akhir sebagai pendukungnya. metode kerja. selama masa pelaksanaan pekerjaan dan pada akibat pelaksanaan pekerjaan. kebutuhan sumberdaya dan peralatan dan harus mendapat persetujuan dari Pengawas dan Direksi. rencana kerja. As Built Drawing harus sudah diserahkan dan disetujui oleh Direksi selambat-lambatnya bersamaan dengan STT-1. alat dan perkerja. Gambar purna bangun yang telah selesai tersebut harus diserahkan Kontraktor kepada Direksi pekerjaan untuk diperiksa dan disetujui. Semua mengacu dan didasarkan pada gambar purna bangun yang telah disyahkan oleh Pemilik Pekerjaan. • Administrasi Proyek Kontraktor wajib menyediakan dan membuat kelengkapan administrasi lapangan berupa buku tamu. Semua biaya yang timbul akibat pekerjaan pembuatan “As Built Drawing” termasuk penggandaannya sebanyak 5 (lima) copy. Perhitungan volume akhir dari pekerjaan yang telah dilaksanakan oleh Kontraktor atau yang “mutual check” volume pekerjaan 100 %.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN Dimensi dan masing-masing bangunan yang telah dikerjakan Elevasi posisi dan kedudukan masing-masing bangunan yang telah dikerjakan Jenis material dan komposisi yang telah dipergunakan. kebutuhan material. Kontraktor diwajibkan “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-16 . dan merupakan volume akhir yang akan dibayar oleh Pemilik pekerjaan kepada Kontraktor. buku lapangan bahan. sudah harus diperhitungkan termasuk “Overhead” pada analisa harga satuan pekerjaan.

harus bisa memberikan gambaran secara lengkap dan menyeluruh mengenai kegiatan pelaksanaan pekerjaan sejak dari awal sampai akhir pelaksanaan pekerjaan. sehingga secara kronologi bisa merupakan satu gambaran tujuan yang akan dicapai oleh kegiatan tersebut. selanjutnya harus dicetak ukuran kartu pos masingmasing rangkap 5 (lima) dengan distribusi 1 (satu) copy dipasang di barak kerja dan 4 (empat) copy lainnya ditata rapi pada album photo dan diserahkan kepada Pemilik pekerjaan. dan pemeriksaan berkala Direksi pekerjaan atau Pemberi Pekerjaan serta keperluan lainnya. Kontraktor juga diwajibkan menyerahkan tambahan 3 (tiga) copy ukuran 11 R. Kontraktor juga harus menyerahkan negatif film. sedangkan pengambilan photo dokumentasinya dari 1 (satu) titik lain yang berbeda lokasi. Photo dokumentasi tersebut. dan akan ditentukan oleh Direksi pekerjaan. Pada saat penyerahan photo dokumentasi. Photo dokumentasi kegiatan pelaksanaan pekerjaan tersebut. Photo dokumentasi dilaksanakan pengambilannya dari tiga titik tetap yang berbeda atau sesuai dengan pengarahaan Direksi pekerjaan. disamping cetakan ukuran kartu pos sebanyak 4 (empat) copy. atas permintaan Direksi pekerjaan Kontraktor bisa melaksanakan pengambilan photo dokumentasi kegiatan pelaksanaan pekerjaan lainnya yang dianggap berguna dan cukup mempunyai nilai penting untuk didokumentasikan. serta sudah harus diperhitungkan termasuk “Overhead” pada analisa harga satuan pekerjaan. 2. Kontraktor diwajibkan menyiapkan atau membuat jalan kerja yang layak guna kegiatan tersebut diatas untuk menunjang dan memperlancar pelaksanaan pekerjaan. Jalan Kerja Untuk menuu ke lokasi pekerjaan. pelaksanaan pengambilannya dilakukan pada kondisi tahap kegiatan pelaksanaan pekerjaan : Saat awal sebelum mulai kegiatan pelaksanaan pekerjaan 0 % Saat kegiatan pelaksanaan pekerjaan mencapai prestasi 25 % Saat kegiatan pelaksanaan pekerjaan mencapai prestasi 50 % Saat kegiatan pelaksanaan pekerjaan mencapai prestasi 75 % Saat selesai pelaksanaan pekerjaan atau prestasi 100 % Photo dokumetasi tersebut. Pada saat pengambilan photo dokumentasi akhir pelaksanaan pekerjaan. diberi bingkai. Di samping dokumentasi utama tersebut. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-17 .PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN membuat dokumentasi kegiatan pelaksanaan pekerjaan yang diwujudkan dalam bentuk photo dokumentasi. Semua biaya yang timbul akibat pembuatan photo dokumemntasi tersebut sepenuhnya menjadi beban dan tanggung jawab Kontraktor. dan sudah harus bisa memberikan gambaran secara garis besar kegiatan pelaksanaan seluruh pekerjaan. mengangkut bahan material yang akan dipakai. dan transportasi pembuangan bahan material tidak terpakai keluar lokasi pekerjaan. ditata menurut urutan photo dokumentasi yang diserahkan.

Untuk pekerjaan-pekerjaan menurut sifatnya dipandang oleh Pemilik Pekerjaan tidak diperlukan adanya jalan kerja khusus maka semua biaya yang timbul akibat pekerjaan sarana jalan kerja ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab dan beban Kontraktor. diperhitungkan dalam satuan (unit) M’ untuk pekerjaan “coferring” atau “kisdam” dan Lump sum untuk pekerjaan “dewatering”. semua lokasi yang akan dipakai sebagai kedudukan bangunan harus dijaga agar tetap kering. Kontraktor berkewajiban memelihara jalan kerja agar selalu layak dilalui sehingga tidak menimbulkan dampak lingkungan negatif pada masyarakat di sekitarnya maupun masyarakat lain yang juga memerlukan dan melewati jalan kerja tersebut. termasuk sistem drainase lingkungan pekerjaan. Pada prinsipnya selama amsa pelaksanaan pekerjaan. Pengeringan atau “Coffering dan Dewatering” Pada bagian-bagian tertentu dari jenis pekerjaan yang dilaksanakan. Pada keadaan ini. 3. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-18 .PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN Dari waktu ke waktu selama pelaksanaan pekerjaan. juga termasuk menjadi tanggung jawab Kontraktor dari segi pemeliharaannya. serta sudah harus diperhitungkan termasuk “Overhead” pada analiasa harga satuan pekerjaan. bahan material yang dipakai peralatan yang dipergunakan. serta sudah harus diperhitungkan termasuk “Overhead” pada analisa harga satuan pekerjaan. juga yang secara langsung terpengaruh adanya jalan kerja. Pekerjaan pengeringan yang dimaksud di sini adalah. sudah harus meliputi upah tenaga. Pada jenis pekerjaan yang dipandang oleh Pemilik Pekerjaan memerlukan adanya konstruksi pengertian sifatnya khusus dan memerlukan penanganan tersendiri. maka perhitugan volume dan pembayaran untuk pelakasannaan pekerjaan pengeringan tersebut diatas. sedangkan harga satuan pekerjaan yang ditawarkan. Kontraktor diwajibkan menmgeringkan atau membebaskan areal pekerjaan yang akan dipakai sebagai kedudukan konstruksi dari genangan air atau pengaruh air. sehingga tidak menimbulkan dampak yang negatif terutama pada masyarakat dan lingkungan setempat. Kelancaran fungsi drainase lingkungan di sepanjang jalan kerja. areal pekerjaan kedang-kasang suatu saat tidak bisa bebas sama sekali dari adanya air. bebas dari genangan ataupun rembesan air. Untuk pekerjaan-pekerjaan menurut sifatnya dipandang oleh Pemilik Pekerjaan tidak diperlukan adanya sistem pengeringan khusus maka semua biaya yang timbul akibat pekerjaan pengeringan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab dan beban ker. “Overhead” dan keuntungan Kontraktor. karena bisa menyebabkan turunnya kualitas pekerjaan akibat pengaruh air tersebut.

Batu besar yang tidak diperkenankan untuk material timbunan dapat disimpan/dicadangkan bagi keperluan pasang batu. Kontraktor bertanggung jawab terhadap pengaturan dan pembayaran semua bahan galian termasuk bahan lempung dan bahan yang dipilih sesuai persetujuan Direksi. Kontraktor tidak diperkenankan menghamburkan atau dengan kata lain membuang material galian yang berguna. pembuangan semua material sisa galian. Material galian untuk memenuhi kebutuhan bahan tambahan disimpan untuk penggunaan berikutnya atau ditempatkan sebagai bahan timbunan segera setelah penggaliannya dengan persetujuan Direksi. urugan kembali.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN D. tingkatan dan elevasi. Penggunaan semua material galian untuk keperluan tertentu ditentukan oleh Direksi. potongan melintang yang sesuai dalam gambar dengan tambahan yang diijinkan untuk ketebalan plesteran dan pasangan batu dimana perlu kemiringan dan bentuk saluran drainase sedemikian rupa sehingga mempunyai penampilan seragam yang rapi pada penyelesaiannya dan harus disetujui oleh Direksi. Lokasi bahan galian yang telah digali harus diperbaiki sedemikian rupa untuk menghilangkan kemiringan tanah yang tajam dan tidak stabil atau hal lain yang kurang baik dan berbahaya. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-19 . Semua bahan-bahan yang lemah atau mudah rusak harus diganti denga bahan-bahan yang baik seperti syarat yang ditetapkan oleh Direksi. penghamparan dan pemadatan material timbunan yang diperlukan. Luas dan kedalaman galiam masih dalam batas area yang telah disetujui Direksi. Apabila tidak disebutkan lain. Semua galian akan dilaksanakan dengan batasan dan sesuai kebutuhan yang diperlihatkan pada pasal-pasal dari spesifikasi ini berkenaan dengan masalah pengendalian air. galian semua jenis material apapun yang ditemui penanganan. perlindungan terhadap daerah di sekitarnya. Bahan galian yang didapatkan dari tempat galian tidak menckupi bagi keperluan penimbunan maka dapt diperoleh tambahan galian dari daerah bahan galian lain yang telah disetujui Direksi. timbunan tanah pada alur dan elevasi sesuai yang ditunjukkan pada gambar. Seluruh area yang termasuk dalam batas batas pekerjaan tanah akan dikerjakan dalam jalur. Pekerjaan urugan dan galian harus benar-benar rata menurut gambar-gambar potongan memanjang dan potongan melintang dengan permukaan dan kemiringan yang rapi dan benar-benar rata dan teratur. sesuai dengan spesifikasi. Tidak diperbolehkan menebang pohon tanpa ijin dari Direksi dan Instansi yang terkait. PEKERJAAN TANAH 1. kemiringan. semua rumput tanaman dan semua bahan-bahan yang merusak harus dibuang sebelum bahan urugan diletakkan pada tempatnya. Umum Yang dimaksud dengan pekerjaan tanah adalah semua pekerjaan persiapan lapangan. pengupasan muka tanah. Bila tidak langsung digunakan penyimpangan bahan galian yang akan digunakan tidak diperbolehkan diletakkan di jalan. pengeringan (bila diperlukan).

pelindungan dan peralatannya. Bila diperlukan. 3. Data pengeboran dan informasi yang berkaitan (jika tersedia) memberi gambaran kondisi di bawah permukaan tanah hanya pada lokasi dan waktu tertentu. memasang dan mengoperasikan semua peralatan yang diperlukan untuk menjaga galian bebas dari air/genangan selama pelaksanaan kosntruksi dan harus membuang air hingga tidak menimbulkan kerusakan terhadap benda-benda di sekitarnya. pikiran atau kesimpulan yang dimaksud dalam laporan penyelidikan tanah yang tersedia. Penyelidikan Lapangan Data penyelidikan tanah yang relevan (jika ada). pada Direksi dapat digunakan sebagai panduan/patokan bagi kondisi permukaan dan di bawah permukaan tanah dalam proyek ini. Direksi tidak akan bertanggung jawab atas kehilangan/kerugian yang diderita Kontraktor sebagai akibat perbedaan-perbedaan kondisi yang digambarkan oleh kesimpulan Kontraktor tersebut. Kontraktor harus melengkapi gambar yang memperlihatkan detail dari penurapan yang diusulkan akan digunakan bersama dengan smua perhitungan dilakukan oleh tenaga ahli yang mampu sebelum pekerjaan penggalian dimulai. Penurapan dan Perlindungan Galian yang terlampau curam dan diperkirakan tidak stabil sehingga membahayakan para pekerja atau untuk menghindari kerusakan pekerjaan dari longsoran tanah. 5. Kondisi tanah pada lokasi lainnya mungkin berbeda dengan kondisi pada lokasi pengeboran. Juga waktu berpengaruh terhadap perubahan lapisan bawah tanah atau muka air pada lokasi pengeboran. perlu dilakukan penurapan. kecuali diperintahkan lain oleh Direksi. atau menyebabkan gangguan “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-20 . Kontraktor harus memperbaiki semua tanggung jawab bagi pengurangan dan kesimpulan yang dibuat olehnya yang menyangkut kondisi material/bahan yang akan digali. lebar galian dapat diperbesar untuk memberi tempat bagi pelaksanaan penurapan. Ijin yang diberikan tidak berarti membebaskan Kontraktor dari kewajiban dan tanggung jawab sesuai kontrak. pengeringan. menjaga galian yang diperlukan dan pekerjaan akibat kondisi lapisan di bawah tanah di lokasi pekerjaan. Kontraktor harus melengkapi. meletakkan dan meindahkan kembali peralatan penurapan. percobaan atau laporan-laporan dan kondisi nyata yang ditemui selama pelaksanaan pekerjaan.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN 2. kesulitan yang dihadapi. Direksi tidak menjamin pernyataan. Pengendalian Air Kontraktor harus menydiakan. Pekerjaan penggalian tidak boleh dimulai tanpa seijin Direksi. Gambar yang telah disetujui dan perusahannya yang menurut pendapat Direksi dianggap perlu demi keamanan personil dan atau pekerjaan akan dikembalikan pada Kontraktor untuk dilaksanakan. contoh-contoh. 4. Ijin Kerja Sebelum pekerjaan yang diperlukan untuk semua pekerjaan galian yang akan dilaksanakan harus mendapat ijin kerja dari Direksi maupun instansi terkait.

ketinggian penampang yang ditunjukkan dalam gambar atau yang diperintahkan oleh Direksi. Pekerjaan ini harus mencakup penggalian. 2. Kerusakan yang ditimbulakn diperbaiki atas biaya Kontraktor. Permukaan galian yang telah selesai yang terbuka terhadap aliran air permukaan harus cukup rata dan harus memiliki cukup kemiringan untuk menjamin drainase yang bebas dari permukaan ini tanpa terjadi ganguan. arah dan formasi sesudah galian tidak boleh bervariasi dari yang ditentukan lebih dari 2 cm dari tiap titik. 6. dan tembok penahan dan “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-21 . cofferdam. sebelum memulai pekerjaan. Uraian 1. Perbaikan dari Pekerjaan Galian yang tidak Memuaskan Pekerjaan galian yang tidak memnuhi toleransi yang diberikan. b. Daerah dimana digali lebih atau daerah retak atau lepas. Kontraktor harus mengusahakan melaksanakan pengeringan di sekitar lokasi galian dengan metoda yang harus diusulkan oleh Kontraktor dan harus mendapatkan persetujuan dari Direksi. Pekerjaan ini umumnya diiperlukan untuk pembuatan pondasi.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN atau mengancam umum. “Interceptor Drain” perlu untuk menjaga air permukaan jangan sampai masuk ke lubang galian konstruksi. c. gambar perincian potongan melintang atau memanjang yang menunjukkan kondisi awal daripada tanah sebelum operasi pembabatan dan pengarukan dilakukan. pembuangan material yang tidak terpakai atau humus. pembuangan tanah atau meterial lain bila ada dari tempat kerja atau sekitarnya yang perlu untuk penyelesaian yang memuaskan dari pekerjaan dalam kontrak ini. Kontraktor harus menyerahkan kepada Direksi gambar perincian dari seluruh struktur sementara yang diusulkannya atau yang diperintahkan untuk digunakan seperti skor. Toleransi Dimensi 1. Untuk penggalian di bawah air. 2. Material yang berlebihan harus dibuang dengan menggali lebih lanjut 2. Pelaporan dan Pencatatan 1. Untuk setiap pekerjaan galian. Kelandaian akhir. turap. Pekerjaan Galian a. 2. harus diperbaiki oleh Kontraktor sebagai berikut : 1. d. Kontraktor harus menyerahkan kepada direksi. dan untuk pembentukan secara umum dari tempat kerja sesuai dengan spesifikasi ini dan yang memenuhi garis. harus dirug kembali dengan timbunan pilihan atau lapis pondasi agregat seperti yang diperintahkan oleh Direksi. Tanggul akan sangat baik digunakan mencegah kerusakan akibat erosi selama pelaksanaan pekerjaan konstruksi.

Prosedur Penggalian Penggalian harus dilaksanakan hingga garis ketinggian dan elevasi yang ditentukan dalam gambar atau ditunjukkan oleh Direksi dan harus mencakup pembuangan seluruh material dalam bentuk apapun yang dijumpai termasuk tanah. Jaminan Keselamatan Pekerjaan Galian 1.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN harus memperoleh persetujuan direksi sebelum melaksanakan pekerjaan galian yang dimaksudkan untuk dilindungi oleh struktur yang diusulkan tersebut. batu. Kontraktor harus menjaga setiap saat suatu lereng yang stabil yang mampu menahan pekerjaan sekitarnya. Pada setiap saat dimana kedalaman galian melebihi ketinggian di atas kepala. Pada setiap saat peralatan galian cadangan serta perlengkapan P3K harus tersedia di tempat kerja galian. Pompa agar siap di tempat kerja setiap saat untuk menjamin tak ada gangguan dalam prosedur pengeringan dengan pompa. perlengkapan dan buruh untuk pengeringan. formasi atau pondasi selesai. batu bata. padas. Kontraktor harus memikul seluruh tanggung jawab untuk menjamin keselamatan pekerja yang melaksanakan pekerjaan galian. Kontraktor harus memberitahu direksi. 2. f. g. Bila diperlukan. 4. Kontraktor harus menempatkan pengawas keamanan pada tempat kerja yang tugasnya hanya memonitor kemajuan dan keamanan. Pekerjaan galian harus dilakukan dengan seminimal mungkin gangguan terhadap material dibawah dan di luar batas galian. Setelah masing-masing galian untuk tanah dasar. Selama masa pekerjaan galian. Seluruh tepi galian terbuka harus diiberi penghalang yang cukup untukmencegah pekerja atau orang lain terjatuh ke dalamnya dan setiap galian terbuka pada badan malam hari dengan drum dicat putih atau lampu kuning sesuai dengan ketentuan direksi. Kondisi Tempat Kerja Seluruh galian harus dijaga agar bebas dari air dan Kontraktor harus menyediakan seluruh material yang diperlukan. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-22 . penggalian saluran air dan pembangunan saluran sementara. Kontraktor harus menahan atau menyangga struktur di sekitarnya yang jika tidak dilakukan dapat menjadi tidak stabil atau rusak oleh pekerjaan galian itu. beton dan lain-lain. e. tembok ujung dan cofferdam. 3. Bahan landasan atau material lain tidak boleh dipasang sebelum kedalaman galian disetujui oleh direksi. 3.

Material galian yang mengandung tanah organis tinggi. Penggunaan peralatan bagi pelaksanaan penimbunan dan pengurugan kembali sehingga dapat memperoleh hasil pemadatan sesuai dengan spesifikasi.5 m dari bangunan. Pembongkaran harus dilakukan sedemikian sehingga tidak mengganggu atau merusak struktur atau formasi yang telah selesai. termasuk pengangkutan dan perolehan ijin dari pemilik tanah di mana pembuangan dilakukan. i. b.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN h. Melindungi semua daerah kerja dari kerusakan yang diakibatkan oleh air atau dengan cara lain membuat sistem drainase yang baik untuk menjaga jangan sampai air berada di atas tanah urugan dan daerah pengurugan. 2. Umum Semua pengurugan dan timbunan tanah. sejumlah besar akar atau benda tertumbuhan yang lain dan tanah yang komprensif yang menurut Direksi akan menyulitkan pemadatan dari material atau yang mengakibatkan kerusakan atau penurunan yang tidak dikehendaki harus diklasifikasikan tidak memenuhi untuk digunakan sebagai timbunan dalam pekerjaan permanen. seluruh struktur sementara seperti cofferdam atau skor dan turap harus dibongkor oleh Kontraktor setelah selesai pekerjaan struktur permanen atau pekerjaan lain untuk mana galian telah dilakukan. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-23 . Urugan dan Timbunan Tanah a. Timbunan/Urugan Timbunan tidak boleh diletakkan hingga galian yang telah dilakukan dan pekerjaan pondasi yang telah diselesaikan diperiksa disetujui Direksi. Pembuangan Material Pekerjaan Sementara dan Perapian Tempat Bekas Galian 1. Terkecuali diperintahkan oleh Direksi. Penggunaan dan Pembuangan Material Galian Seluruh material yang dapat dipakai yang digali dalam batas-batas dan cakupan proyek dimana memungkinkan harus digunakan secara efektif untuk formasi timbunan atau urugan kembali maupun lime treatment. atau setiap material yang tidak disetujui oleh direksi teknik sebagai bahan timbunan harus dibuang dan diratakan dalam lapis yang tipis oleh Kontraktor di luar tempat kerja sesuai petunjuk direksi. jenis dan kapasitas sesuai dengan yang diminta dan telah disetujui Direksi. 7. harus dilakukan di tempat kering yang disetujui direksi. Alat berat tidak boleh beroperasi dalam jarak 1 m dari bangunan dan “vibrating rollers” dalam jarak 1. Material galian yang sementara waktu diijinkan untuk ditempatkan dalam saluran air harus dibuang seluruhnya setelah pekerjaan selesai sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu saluran air. Setiap material galian yang berlebih untuk kebutuhan timbunan. Kontraktor harus bertanggung jawab untuk seluruh pengaturan dan biaya untuk pembuangan material yang berlebih atau tidak memenuhi syarat.

Semua timbunan harus dilembabkan sebesar 2 % dari angka aotimum dan kemudian dipadatkan. cekungan dan alur-alur atau lapisan material yang berbeda susunan atau gradasi dengan material di sekitarnya. sesuai yang diperintahkan Direksi. d. Biaya semua percobaan pemadatan dan percobaan lainnya yang disebutkan di atas di tanggung Kontraktor. Pengujian dilakukan oleh Kontraktor atau laboratorium menyelidikan yang diusulkan Kontraktor dan telah disetujui kapan. Prosedur Pengujian Pemadatan Metode percobaan untuk timbunan tanah yang akan dipadatkan harus mempunyai kepadatan kering lebih besar atau sama dengan persentase yang ditentukan oleh ASTM D1557. Distribusi kelembaban yang seragam dapat diperoleh dengan metode yang telah disetujui olehh Direksi bagi pemadatan lapisan. Distribusi bahan di seluruh bagian lapisan harus seragam dan penimbunan harus bebas dari tonjolan. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-24 . akan melaksanakan beberapa percobaan sesuai yang diperlukan untuk meneliti material. walau tidak diperlihatkan/ditunjukkan dalam gambar. Pada muka dipuncak semua timbunan tanah harus diberi kemiringan tidak kurang dari 2% untuk mendapatkan drainase yang efektif. Permukaan dari timbunan tanah harus dengan kemiringan 2 % hingga dapat berfungsi sebagai drainase. dimana. Bila permukaan lapisan menjadi terlalu keras atau halus. untuk pemadatan dengan lapisan berikutnya perlu dilakukan torehan sejajar sumbu penimbunan hingga kedalaman tidak kurang dari 75 mm sebelum dilapisi dengan lapisan selanjutnya. Test ini dilakukan Kontraktor dan akan digunakan untuk menguji urugan sesuai kebutuhan spesifikasi.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN Penimbunan diletakkan mendatar lapis demi lapis yang dipadatkan dengan menggunakan peralatan tetapi dengan ketebalan lepada maksimum 200 mm. untuk menentukan karakteristik pemadatan. Metode C. urugan dengan timbunan tanah dan untuk mengatur pemadatan relative (Relative Compaction) pada kadar air yang optimum dari tanah urugan yang dipadatkan. Metode ini akan digunakan pada urugan yang dipadatkan. Alternatif lain percobaan 11 dari BS 1377 dapat digunakan sebagai pengganti ASTM 1557 Selama pelaksanaan pekerjaan. urugan dengan timbunan tanah dan tanah dasar. Bila lapiasan teratas (dari lapisan sebelumnya) dan timbunan yang dipadatkan atau tanah pondasi menjadi kering atau basah untuk memperoleh ikatan yang baik perlu dilakukan penorehan dan pelembaban dengan menggunakan pencaran air untuk memperoleh kadar air yang baik bagi peletakan lapisan selanjutnya. Kontraktor di bawah pengawasan Direksi. Pemadatan Pelaksanaan semua penimbunan tidak kurang 90 % dari maksimum dry density. Pemadatan timbunan dengan tenaga manusia dan juga dengan tenaga mesin harus dengan ketebalan lepada maksimum 200 mm. c. menentukan kadar air dan menentukan kerapatan urugan di tempat.

semua urugan pada jarak 2 m dari tembok dan pangkal box culvert. atau gorong-gorong harus terdiri dari bahan kerikil yang halus bebas dari lumpur. 2. b. Lingkup Pekerjaan a.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN 8. Bahan berupa batu kali yang mempunyai kualitas baik. E. Pengurugan kembali Pada Bangunan-bangunan dan Pada Pekerjaan Pasangan Batu Apabila tidak disebutkan pada gambar atau tidak disyaratkan khusus. b. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-25 . bila tidak praktis dipadatkan dengan roller. dan tidak mudah pecah. Kontraktor harus menyediakan lokasi buangan akhir untuk sisa tanah hasil galian yang tidak terpakai. Dasar galian bebas dari lumpur. Kelebihan Galian dan Pembuangan Sisa Galian Semua bahan hasil dari galian yang berlebihan yang dianggap perlu oleh Direksi harus dipindahkan/dibuang dari lokasi pekerjaan dan biaya untuk itu ditanggung oleh kontraktor. c. Aanstamping segera dipasang setelah dilakukan galian tanpa menunggu galian selesai seluruhnya. Apabila muka air tanah cukup tinggi. Bahan-bahan ini juga yang berada di tempat lainnya. Material untuk pengurugan dibawah dalam keadaan mempunyai kelembaban 2 % dari kondisi optimum. Menggenangi dengan air atau menggunakan pancaran air tidak boleh dilakukan kecuali bila telah disetujui Direksi. b. 3. Pemadatan urugan tidak boleh kurang dari 90% maksimum dry density. PEKERJAAN PONDASI BATU KALI 1. Pekerjaan ini meliputi pemasangan pondasi batu kali dengan bahan yang tersebut dalam persyaratan ini. Bahan seperti semen. bahan dan tenaga kerja keperluan pekerjaan ini. Syarat-Syarat Bahan a. Maka harus dibuat dewatering dengan jalan membuat lubang pemompaan. diluar lokasi pekerjaan atau sesuai petunjuk Direksi. Hal ini dilakukan untuk menghindari dasar galian menjadi lumpur akibat dari injakan-injakan para pekerja. Pekerjaan meliputi pengadaan alat. pasir dan air sebagaimana yang disyaratkan pada pekerjaan beton. 9. Syarat-Syarat Pelaksanaan a. tidak porus. berat dari alat pemadatan tidak boleh kurang dari 20 kg dan tidak boleh lebih dari 150 gr/cm2 luas permukaan alat pemadat. sehingga dasar galian selalu terendam oleh air. harus dilakukan dengan penyiraman air untuk kemudian dipadatkan dengan lapis demi lapis tidak boleh dari 200 mm tebal.

b. Terkecuali disyaratkan lain. Lubang suling-suling harus dibentuk agar miring terkecuali diperintahkan lain oleh Direksi. Di belakang pipa-pipa suling harus diberi serat/filter dari ijuk atau serabut kelapa untuk mencegah agar tanah/pasar tidak masuk ke dalam pipa-pipa suling.00 m pada arah dipasang 1 suling-suling sedang pada arah vertikal dipasang 2 suling-suling. c. Terkecuali disyaratkan atau diperintahkan oleh Direksi. Pembuatan lubang suling-suling a. e. Pemasangan harus baik. Bila lubang suling-suling diperlukan untuk membentuk suatu tembok atau tembok bangunan lainnya. Pada setiap jarak 2. g. Agar pasangan aanstampeng mempunyai ikatan yang baik tidak goyah. tetapi tidak menutupi batu sewaktu pekerjaan dilaksanakan. Lubang suling-suling yang pertama harus dipasang 400 mm dari atas dasar saluran. lurus dan pada bagian luar diusahakan menggunakan penampang yang baik hingga menghasilkan tampak pondasi yang rapi. h. e. d. 4. Dalam pemasangannya antara batu kali tidak boleh ada yang bersentuhan satu sama lain. maka celah-celah kecil harus diisi dengan pasir dengan cara pasir-pasir yang disebar diatas pasangan aanstampeng disiram dengan air agar pasir dapat masuk kecelah-celah batu. maka metode pembentukan lubang suling-suling harus didasarkan atas persetujuan dari Direksi. Pekerjaan Akhir Pasangan Batu a. lubang suling-suling berdiameter 50mm harus ditempatkan pada jarak antara bak horizontal maupun vertikal tidak lebih dari masing-masing 1000 mm dan 500 mm. Lapisan tersebut harus dimasukkan kedalam dimensi yang disyaratkan dari struktur. baik itu ukuran lebar dengan dasar. bagian puncak horizontal dari seluruh pasangan batu harus dikerjakan akhir dengan tambahan dari lapis aduk setebal 15mm yang dikerjakan ke permukaan yang merata dengan kemiringan yang akan menjamin perlindungan terhadap air hujan dan dengan sudut yang dibulatkan. Sambungan dari sisi muka batu harus dikerjakan hampir rata dengan permukaan pekerjaan.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN d. sehingga ikatan antara batu kali menjadi baik. Aanstamping dipasang dalam posisi berdiri rapat dan ditumbuk padat. Pemasangannya dipasang secara zig-zag. Pemasangan pondasi batu kali mengunakan campuran 1Pc : 5 Ps. b. 5. f. Ukuran pondasi batu kali harus sesuai dengan gambar. tinggi pondasi yang mana dari ukuran yang salah akan mempengaruhi kemampuan daya dukung pondasi tersebut. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-26 .

c. kontraktor harus memberikan contoh kepada pengawas atau Direksi untuk mendapatkan persetujuan. Hal-hal yang belum diatur dalam ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam PBI. yang selanjutnya disingkat dengan PBI. b. Bilamana ditunjukkan dalam gambar rencana. Segala kerugian yang ditimbulkan akibat hal tersebut di atas adalah menjadi tanggung jawab kontraktor sepenuhnya. pecah dan sebagainya maka kontraktor harus mencabut ting trucuk tersebut dan diharuskan melakukan pemancangan ulang. Apabila dari hasil pemancangan tersebut di atas menurut Direksi hasilnya meragukan misalnya tiang trucuk miring. Yang diukir pada diameter gelam adalah diameter gelam pada bagian yang keras.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN c. Bahan material gelam Dalam hal penyediaan kayu gelam. beton bertulang dan bagian beton dari struktur yang tercantum dalam gambar rencana atau sebagaimana diperintahkan oleh Direksi. Mutu beton Jenis mutu beton yang akan digunakan pada masing-masing bagian pekerjaan yang tercantum dalam gambar rencana harus sesuai dengan uraian dalam “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-27 . F. Gambar tersebut diajukan ke Pengawas dan Direksi untuk mendapatkan persetujuaan. semua permukaan pasangan batu yang dialiri air difinishing dengan plesteran semen sesuai dengan gambar bestek yang ada. Kontraktor harus membuat gambar metode pelaksanaan pemancangan berserta peralatan dan kapasitasnya. yakni perencanaan. Bahan berkualitas baik.ACI. Uraian Pekerjaan ini terdiri dari pembuatan semua struktur beton termasuk beton tak bertulang. PEKERJAAN BETON 1. ASTM dan AASHTO. Standar-standar yang dipakai Pada setiap tahapan pekerjaan beton. maka kontraktor mengajukan alat pemancang dan metode pelaksanaannya untuk mendapat persetujuan pengawas dan Direksi. maka dipakai standar SKSNI-T15. 6. b. pelaksanaan dan pemeliharaannya berlaku ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam peraturan beton bertulang indonesia. lurus dan tidak lapuk dengan ukuran diameter ujung 10 cm dan 12 cm bagian pangkalnya serta panjang 2. Pekerjaan trucuk kayu gelam a. Apabila kontraktor tidak menggunakan alat pemancang dengan hammer. Pelaksanaan pemancangan Alat pemancang termasuk alat pemukul tiang pancang disiapkan oleh kontraktor. Umum a.50 m. dalam keadaan masih segar.

mendiskusikan metode kontruksi dan program kerjanya serta memperoleh persetujuan sebelum memasang setiap perancah atau memulai pekerjaan beton lainnya. 5. maka harus ada keterlibatan dari pihak terkait lain yang menangani pekerjaan Quality Assurance (QA) dan Quality Control (QC) di lapangan beban biaya kontraktor. 2.1. Sebagai tambahan. Kecepatan penguapan melebihi 1. e. dan konstruksi rumah genset dan pondasi genset. 4. Kontraktor harus mengajukan desain campurannya untuk setiap jenis pekerjaan pengecoran beton. maka Kontraktor tidak akan mengecor beton apabila : a. 7 hari dan 28 hari berturut-turut setelah tanggal pencampurannya. Kontraktor harus mengajukan secara tertulis hasil seluruh pengajian pengendalian kualitas yang terinci dengan segera setelah tersedia atau ia di minta oleh Direksi. Hujan atau bila udara penuh debu (tercemar) d. Tabel 5.225 Digunakan untuk bangunan rumah jaga dan rumah pompa. Lengas nisbi dari udara kurang dari 40 % c. maka mutu beton yang dipakai adalah sebagai berikut: K.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN spesidfikasi teknis ini atau sesuai dengan petunjuk Direksi. Kontraktor harus mengajukan contoh semua bahan yang hendak digunakan dengan data pengujian yang harus memenuhi spesifikasi.6. Hasil pengujian kuat tekan 3 hari. Ukuran Nominal Agregat Mutu Ukuran Karakteristik dalam beton nominal kg/cm2 pengujian pada struktur fc’ agregat (mm) saat pelaksanaan (Mpa) K 350 K 225 20 20 350 225 d. Jika tidak ditentukan. Pengajuan 1. Kondisi Pekerjaan Kontraktor harus menjaga suhu dari semua bahan-bahan terutama agregat kasar pada tingkatan yang serendah mungkin dan harus menjaga suhu dari beton di bawah 30 C pada waktu pengecoran. 3. Untuk menjaga mutu beton yang dibuat. Kontraktor harus memberitahu Direksi secara tertulis paling tidak 24 jam sebelum memulai untuk mencampur atau mengecor beton. bangunan kolam olak/ folder. Kontraktor harus mengajukan gambar dari semua perancah yang akan digunakan. Kondisi lapangan yang tidak memungkinkan atau tidak ada persetujuan Direksi untuk mengecor.0 kg/m2/jam b. Persetujuan tersebut tidak akan membebaskan kontraktor dari tanggung jawabnya pada setiap struktur. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-28 .

Pengujian tambahan tersebut harus atas biaya sendiri dari Kontraktor.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN f. atau tidak memenuhi persyaratan sifat campuran yang dirinci dalam spesifikasi. atau hasil akhir permukaan yang tidak memuaskan. 5.1988). Pembetulan pekerjaan yang kurang memuaskan 1. Kecuali jika diperintahkan lain oleh Direksi. a.Penguatan atau pembuangan seluruh dan penggantian bagian pekerjaan yang dianggap kurang memuaskan . 2. 6. keterangan hasil pengujian dari pabrik harus disertakan bersama setiap pengiriman semen untuk menjamin mutu semen sesuai standart. Bila menurut penilaian Direksi semen tersebut berbungkah atau berbongkol. Semen 1. Semen yang diterima dalam kantong-kantong yang masih tersegel dan tidak pecah. semua bahan yang dipakai untuk pekerjaan beton harus memenuhi ketentuan yang tercantum pada bagian 2 bab 3 dari PEDOMAN BETON 1988 (SKBI-1. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-29 . Dalam hal adanya perselisihan mengenai kualitas pekerjaan beton atau setiap keraguan mengenai kelayakan data pengujian yang tersedia. Kecuali diijinkan lain oleh Direksi. Direkksi harus menolak semen tersebut dan Kontraktor harus segera menyingkirkannya dari tempat pekerjaan. Persyaratan Bahan Secara umum.453.Tambahan pada cacat-cacat kecil 2. kecuali ditentukan lain secara khusus dalam spesifikasi ini. maka Direksi dapat meminta Kontraktor untuk melaksanakan pengujian tambahan yang diperlukan untuk menjamin bahwa suatu penilaian yang cukup baik mengenai kualitas pekerjaan dapat dibuat. Semen yang telah disimpan lebih dari 40 (empat puluh) hari dan semen yang menurut penilaian Direksi kualitasnya meragukan tidak boleh digunakan dalam pekerjaan. 2. Semua semen yang boleh digunakan adalah Semen Portland type-1 yang ditentukan dalam SII 0013-81 atau Standart Umum Bahan Bangunan Indonesia 1986 dan harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan dalam standart tersebut. 4. Kontraktor harus menyediakan contoh dari setiap pengiriman semen yang telah diserahkan ke tempat kerja kepada Direksi yang diperlukan untuk pengujian. Bahan yang ditolak harus segera dikeluarkan dari lapangan paling lambat dalam waktu 1 x 24 jam. . harus meminta petunjuk Direksi yang meliputi : . Pembetulan dari pekerjaan beton yang tidak memenuhi kriteria toleransi yang dirinci dalam spesifikasi. maka hanya produk dari satu pabrik (Satu merk) untuk setiap jenis semen Portland yang boleh digunakan untuk pekerjaan beton. 3.Perubahan dalam perbandingan campuran untuk sisa pekerjaan.

semen tersebut harus segera digunakan. Agregat kasar harus dipilih sedemikian rupa seingga ukuran partikel terbesar tidak lebih besar daripada ¾ dari jarak minimum antara batang tulangan atau perbatasan lainnya dalam jarak di mana pekerjaan beton harus ditempatkan. Pengambilan contoh dan pengujian agregat harus dilakukan memenuhi ketentuan yang sesuai dengan bagian-bagian dalam ASTM. bahwa agregat yang akan dipasok tidak akan meningkatkan reaksi alkali dengan semen. semen harus disimpan di pusat lokasi proyek dan dapat didistribusikan sesuai kebutuhan masing-masing pekerjaan.75 4 95 –100 0 – 10 0 – 10 0 – 15 2.18 16 45 –80 – 0. Gradasi agregat kasar dan halus sesuai dengan persyaratan yang diberikan dalam tabel berikut : Tabel 5. Spesifikasi Analisa Saringan Agregat Ukuran ayakan Persentase berat yang lolos standar Agregat Mm Inch Agregat Pilihan Agregat Kasar Halus 50 2 100 37 1½ 95 –100 100 25 1 90 –100 100 19 ¾ 35 –70 90–100 100 13 ½ 10 –30 25 –60 90–100 10 3/8 100 0–5 20 –55 40–70 4.36 8 0–5 0–5 0–5 1. 5. Secara umum. Jenis semen yang berbeda harus disimpan di tempat yang terpisah dan diberi tanda yang jelas. Kontraktor harus menyerahkan contoh sebanyak 50 kg.3 50 10 –30 1.6. b. 7. Semen yang dikirimkan ke lokasi pekerjaan dalam drum atau kantong oleh pemasok (supplier) atau pabrik harus disimpan di dalam drum atau kantong tersebut telah dibuka. Sebelum pekerjaan adukan contoh dimulai.2. 4. Jumlah total lempung dan lumpur di dalam pasair alam tidak boleh melebihi ketentuan yang ada dalam ACI dan ASTM. dari masing-masing agregat yang diusulkan akan “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-30 . Bila tidak tercakup dalam SII 00520-80 maka agregat harus memenuhi ketentuan ASTM C33 2. agregat harus memenuhi ketentuan dan persyaratan dari SII 00520-80 dan persyaratan yang ditentukan dalam spesifikasi ini.15 100 2 -10 3. Agregat harus bebas dari bahan-bahan organic seperti dirinci dalam AASHTO 6. Agregat 1.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN 7. Kontraktor harus memberi jaminan kepada Direksi. Bila ada keterbatasan ruang untuk penyimpanan semen dilokasi pekerjaan.

Gradasi dari agregat halus harus menghasilkan mutu beton yang dikehendaki. 12. ukuran yang lebih besar dari 38 mm untuk penggunaannya harus mendapat persetujuan dari Direksi.Ukuran nominal dan agregat kasar dan agregat halus harus ditempatkan terpisah setiap waktu . Pasir yang digunakan harus benar-benar pasir cor bukan pasir laut. minyak dan bahan organis yang merugikan. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-31 . lumpur. Dalam hal adanya perubahan sumber darimana agregat tersebut disuplai. berbentuk tajam dan keras. Semua agregat harus disimpan di tempat bersih yang keras permukannya dan dicegah supaya tidak terjadi percampuran dengan material/bahan lain dan terkotori. 10. 13. 16. 14. disimpan dan dipindahkan dari tempat penyimpanan dengan cara sedemikian sehingga tidak menyebabkan pemisahan. Agregat halus mempunyai modulus kehalusan butir antara 2 sampai dengan 32 jika diselidiki dengan saringan standar. Kontraktor harus memastikan bahwa agregat kasar dicurahkan. 17. setiap saat dalam laboratorium yang diakui. Direksi dapat meminta pada Kontraktor untuk mengadakan test kualitas dari agregat-agregat tersebut dari tempat penimbunan yang ditunjuk oleh Direksi. sesuai dengan dimensi struktur dan kerapatan tulangan dimana adukan akan dicor. 15. tajam dan bentuknya relatif kubus. keras porous. Agregat kasar mempunyai ukuran butir di antara 5 sampai dengan 20 mm. Kontraktor harus menyiapkan cara-cara penimbunan agregat pada setiap tempat dimana pekerjaan pembetonan dilakukan sedemikian : . maka Kontraktor diwajibkan untuk memberitahu kepada Direksi.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN digunakan untuk mendapatkan persetujuan Direksi dan harus disimpan di lapangan untuk digunakan sebagai patokan (acuan) 8.Pengotoran terhadap agregat yang disebabkan oleh tanah dan benda-benda lainnya dapat dihindarkan setiap waktu . Gradasi dari agregat kasar secara keseluruhan harus dapat menghasilkan mutu beton yang dikehendaki. 11. Agregat kasar dan agregat halus harus selalu bersih dari gumpalan tanah liat.Setiap timbunan agregat harus mampu mengalirkan air (lolos air) 9. padat dan mempunyai daya kerja yang baik dengan semen dan air dalam proporsi campuran yang akan dipakai. Agregat kasar harus berupa koral/batu pecah yang mempunyai susunan gradasi yang baik.

Air 1.Persentase gumpalan tanah liat dan partikel yang dapat pecah dalam agregat . Sifat Agregat Beton Sifat . 2. basa. Kontraktor tidak diperkenankan mempergunakan admixture. atau penggunakan lain yang direncanakan harus bersih dan bebas dari setiap zat-zat yang merugikan seperti minyak. garam. Kontraktor harus melindungi gundukan/timbunan dari pengaruh cuaca buruk. gula atau zat organic yang dapat memenuhi persyaratan ASTM atau PBI. Air dengan kualitas sebagai air nimum dapat digunakan tanpa pengujian 3. merawat. d.5 % 3% 12% 0.Bahan-bahan yang lolos ayakan 200 Pengujian AASHTO T96 T104 T112 T11 Batas Maksimum yang diijinkan 40 % 10% 0.6. Agregat Bahan tambahan adalah bahan yang ditambahkan/dicampur bersama bahan beton selama pengadukan dengan maksud memperbaiki sifat-sifat campuran beton. Direksi berhak mengharuskan Kontraktor memeriksa air yang dipakai di laboratorium bahan yang diakui dan sah. Bila keadaan tempat/lokasi kerja terbatas bagi penyimpanan agregat. agregat harus disimpan di pusat lokasi kerja dan akan didistribusikan setiap hari sesuai dengan kebutuhan masing-masing jenis pekerjaan denga cara sedemikian rupa sehingga terhindar dari pengotoran dan pemisahan terhadap agregat. atas biaya Kontraktor. Air yang digunakan dalam mencampur.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN Tabel 5. Beton yang meliputi berbagai kelas/mutu yang menggunakan bahan tambahan harus direncanakan dan dibuat adukan contoh tersendiri dan disetujui Direksi. Agregat halus basah tidak boleh digunakan sampai menurut pendapat Direksi agregat tersebut telah kering hingga memenuhi kadar air yang tetap dan seragam. Metode penggunaan dan jumlah bahan tambahan yang digunakan harus seijin dan disetujui Direksi.Kehilangan akibat penentuan kualitas dengan Sodium Sulfat setelah 5 putran .3. Tetapi persetujuan ini tidak mengurangi tanggung jawab Kontraktor untuk menghasilkan beton dengan kekuatan dan “kemudahan pengerjaan” sesuai dengan ketentuan. c.25% 1% 18. demikian pula bila beton dengan kelas “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-32 . Kecuali diijinkan atau diperintahkan oleh Direksi.Kehilangan akibat abrasi pada 500 putaran dengan Mesin Los Angeles . Bila diperlukan untuk memenuhi ketentuan dalam pasal ini. asam alkali.

Agregat terdiri dari “fine aggregate”/butiran halus dan “coarse aggregate”/butiran kasar dengan ukuran maksimum ditentukan dalam tanel 6.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN tersendiri. Setiap rencana campuran harus memenuhi ketentuan sebagai berikut : 1.1. 2.92. Untuk beton yang menggunakan semen yang berbeda dengan Portland Cement atau bahan tambahan yang diakui. Agregat harus dihitung berdasarkan berat. antara lain jumlah dan jenis semen. transportasi dan pemadatan beton yang bersangkutan dalam pekerjaan. Untuk beton bertulang. 6. pemadatan ditentukan dengan metode yang diuraikan dalam ACI dan ASTM harus tidak kurang dari 0. jenis konstruksi yang bersangkutan dan kerapatan dari tulangan. nilai faktor air semen. kekuatannya tidak boleh kurang dari pada yang tercantum dalam tabel 6.1. persyaratan mengenai campuran beton baik mengenai perencanaan campuran dan pengendalian mutu harus memenuhi ketentuan yang tercantum pada bagian 3 bab 4 dari PEDOMAN BETON 1988 (SKBI – 1.1. Bahan tambahan yang mengandung calcium khlorida tidak boleh digunakan denga alasan apapun. kecuali ditentukan lain secara khusus dalam spesifikasi ini. Kekentalan tersebut dapat tergantung pada berbagai hal. Kekentalan (konsistensi) adukan beton harus disesuaikan dengan cara transport. 5.1988) 4. Workability (Kelecakan Beton) Kemudahan pengerjaan setiap mutu beton harus sedemikian rupa sehingga pemadatan dengan hasil yang memuaskan dapat diperoleh bila beton dicor dan divibrasi dan tidak memisah bila ditangani. Campuran harus dibuat agar dapat menghasilkan silinder beton dengan karakteristik kekuatan pada umur 28 hari setelah pengecoran tidak lebih kecil dari kekuatan yang ditentukan pada tabel 6. 3.85 dan tidak lebih besar dari 0. Contoh Campuran Beton Segera setelah Direksi menyetujui rencana campuran beton untuk setiap jenis mutu beton struktur dan selama atau setelah pelaksanaan tes pendahuluan. diangkut dan dipadatkan dengan metode yang diusulkan akan digunakan Kontraktor dalam penanganan.53. Pencampuran Bahan Secara umum. cara pemadatan. jenis ukuran butir dari agregat serta penggunaan bahan-bahan pembantu. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-33 .2.1. Tetapi campuran tersebut harus disetujui terlebih dahulu oleh Direksi.1.4. Rencana Campuran Beton Pada saat dimulainya pekerjaan Kontraktor harus membuat adukan untuk setiap mutu beton yang tercantum pada tabel 6.1 yang akan digunakan dalam pelaksanaan pembangunan dan detail rencana campuran harus dimasukkan untuk disetujui Direksi. Kombinasi mutu agregat harus menerus.1.

Kontraktor harus memperhatikan ketentuan terdahulu dan juga memperhatikan batasan-batasan lain pada rasio air/semen yang diperlihatkan pada gambar atau yang dinyatakan/disebutkan sesuai penggunaan beton pada bagian tertentu pekerjaan. jika ada) ke dalam suatu campuran yang berwarna seragam dan melepaskan campuran tanpa pemisahan. disimpan dan diuji 28 hari setelah pembuatan sesuai dengan metode yang diuraikan dalam ASTM dan atau ACI. Pengadukan Beton Beton harus diaduk dalam alat pengaduk mekanis atau beton molen yang mampu mengkombinasikan agregat. Pengadukan Beton a. agreget dan air ditentukan dengan teliti berdasarkan berat sesuai dengan campuran/adukan yang disetujui Direkksi (atau adukan yang diperbaiki setelah tes pendahuluan) dan analisa ayakan harus dibuat dengan metode yang diuraikan dalam ASTM dan atau ACI. semen dan air (termasuk bahan campuran tambahan. 8. Setiap campuran tidak boleh kurang dari 0.5 M3 beton. dengan pengaduk yang bersih. untuk kemudahan dalam pekerjaan pengecoran maka Kontraktor harus mengajukan metode pelaksanaan pengecoran yang dianggap paling efisien menurut Kontraktor berkaitan dengan besarnya volume beton dan berkaitan dengan luas areal yang tersedia di lapangan. Faktor pemadatan dari setiap kelompok contoh adukan. Proporsi dari semen. Kontraktor harus membuat 3 kelompok contoh adukan secara terpisah untuk setiap adukan dan 3 (tiga) “silinder uji tekan” (150 x 300 mm) akan dibuat dari setiap adukan dengan disaksikan oleh Direksi.1 Kontraktor harus merubah adukan serta membuat contoh adukan dan silinder selanjutnya. Keadaan kadar air asli agregat harus “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-34 . Percobaan campuran akan dicampur dalam waktu yang bersamaan dan ditangani oleh alat yang sama seperti yang diusulkan Kontraktor untuk digunakan dalam pekerjaan. Metode pelaksanaan tersebut harus diajukan paling lambat 3 hari sebelum pengecoran untuk mendapatkan persetujuan Direksi. pengadukan pertama hanya terdiri dari setengah bagian dari jumlah normal agregat kasar untuk mengganti pelekatan bahan lain pada drum.1. Pada permulaan pekerjaan. disiram. Selanjutnya. Batasan Rasio Campuran Air/Semen Dalam merencanakan dan menentukan adukan beton untuk digunakan dalam pekerjaan. harus ditentukan dengan segera setelah pengadukan dengan menggunakan metode yang diuraikan dalam ASTM dan atau ACI dan tidak boleh melebihi dari batas yang tercantum dalam butir spesofikasi ini. bagi agregat halus dan dari setiap ukuran nominal agregat kasar.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN Kontraktor harus menyiapkan suatu percobaan campuran dari setiap mutu beton dengan dihadiri/diketahui oleh Direksi. Jika nilai rata-rata kekuatan dari 9 siliner diuji setelah berumur 28 hari kurang adari kekuatan contoh adukan yang tertera pada tabel 6. 7. Silinder harus dibuat.

Pada setiap kali pengambilan contoh beton harus dibuat empat pasang spesimen silinder yang dites sebagai berikut : . Evaluasi hasil uji tekan umur 28 hari dilakukan berdasarkan ketentuan sebagai berikut : . Jumlah pengambilan dari setiap mutu beton yang dituang dalam satu hari harus diambil tidak kurang dari satu kali.Tidak satu pun sari hasil uji tekan mempunyai nilai rata-rata kuat tekan 2 buah spesimen silinder dari contoh beton yang sama (atau 1 pasang spesimen). Kontraktor harus memperhitungkan kandungan air dalam angregat bila menentukan jumlah air yang ditambhakan ke setiap campuran. pembuatan dan perawatan benda uji harus sesuai ketentuan ASTM C31 dan diuji berdasarkan ASTM C39 di laboratorium yang berwenang dan disetujui oleh Direksi.82S) . 3. Yang dimaksud dengan kekuatan beton disyaratkan (fc’) adalah hasil test tekan silinder φ 150 mm x H 300 mm pada umur beton 28 hari. pengawas mempunyai wewenang untuk menolak konstruksi beton yang cacat seperti berikut : “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-35 . 5.Nilai rata-rata dari semua pasangan hasil uji berturut-turut yang masingmasing terdiri dari tempat hasil uji kuat tekan tidak kurang dari (fc’ + 0. Meskipun hasil pengujian benda-benda uji memuaskan. maka bagian pekerjaan tersebut harus diperkuat dengan suatu metode yang mana seluruh biaya untuk itu. dan akan mengatur jumlah air yang ditambahkan ke setiap adukan untuk menjaga rasio air/semen dari adukan selalu tetap. Satu pengambilan contoh mewakili suatu volume rata-rata yang tidak lebih dari 20 m3 atau 5 truk mixer atau 1 batch (dipilih yang volumenya terkecil).1 pasang dites pada umur 7 hari . Pengawas berhak meminta setiap saat pada Kontraktor untuk membuat benda uji berupa silinder dari adukan beton yang dibuat. Apabila dalam pelaksanaan nanti kedapatan bahwa hasil uji tekan gagal memenuhi syarat spesifikasi dan telah pula dilakukan penyelidikan lain dan hasilnya gagal pula. Laporan uji tekan harus diserahkan kepada pengawas satu hari sesudah selesai pengujian.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN ditentukan sebelum dimulainya pengadukan setiap harinya dan pada periode tertentu dalam 1 hari pengadukan bila diperlukan. 6. Pengawasan Mutu Beton 1. 2. baik untuk perencanaan maupun pelaksanaannya ditanggung oleh Kontraktor sepenuhnya. b.2 pasang dites pada umur 28 hari 4. Pengambilan contoh beton harus sesuai dengan ketentuan dari PBI 89 dan ASTM C172.1 pasang dites pada umur 3 hari .

1988). Pengujian tambahan yang diminta oleh pengawas mengenai mutu beton dengan metode Destructive test atau pub non-destrucctive test. Siar-siar Konstruksi 1. kecuali ditentukan lain secara khusus dalam spesifikasi ini.53. jika perlu bekisting dibor guna melewati penulangan. Konstruksi yang tidak tegak lurus atau tidak rata seperti yang direncanakan Konstruksi beton yang berisikan kayu atau benda lain Semua pekerjaan yang dianggap cacat tersebut pada dasarnya harus dibongkar dan diganti dengan yang baru. Kontraktor harus menyerahkan kepada Direksi jadwal secara detil rencana pembetonan semua bagian pekerjaan. 9. bekeisting. 7. Semua siar-siar konstruksi dalam beton harus dibentuk rata harizontal atau vertikal. Jika diperlukan siar kontruksi di tempat yang lain dari pada yang telah disetujui. siar-siar tersebut harus berakhir pada bekisting yang kokoh dan tunjang dengan baik. harus disediakan penopang tegak lurus pada garis tegangantegangan utama tetapi jika lokasinya dekat tumpuan suatu plat atau balok. siar konstruksi. maka dianggap terdapat siar kontruksi. 3.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN - Konstruksi beton kropos Konstruksi beton tidak sesuai dengan bentuk yang direncanakan atau posisinya tidak sesuai dengan gambar. sparing dan lain-lain harus memenuhi ketentuan yang tercantum pada bagian 1 bab 5 dan bab 6 dari PEDOMAN BETON 1988 (SKBI 1. maka beton yang sudah dicor harus di pecah kembali dan disingkirkan sehingga dicapai lokasi yang cocok untuk siar kontruksi sebagaimana yang disetujui oleh Direksi. 2. penulangan. Permukaan siar beton yang sudah dicor harus dibersihkan seliruhnya dari benda-benda asing atau serpihan-serpihan. pengecoran. Pengecoran beton harus dilaksanakan secara terus menerus dari satu siar ke siar berikutnya. kecuali Direksi menyetujui untuk diadakan perbaikan atau perkuatan dan cacat yang ditimbulkan tersebut. penanganan. perawatan. tanpa memperhatikan jam-jam makan. pengangkutan. permukan tersebut harus disiapkan dengan pencucian “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-36 . 5. 4. Bila pekerjaan pengecoran ditunda sampai beton yang sudah dicor mulai mengeras. atau di tempat lain yang dianggap berbahaya oleh Direrksi. Jika beton kurang dari 3 hari umurnya. persyaratan mengenai pelaksanaan pembetonan yang meliputi pengadukan. Persyaratan Pelaksanaan Secara umum. a.4. karena adanya kerusakan alat atau alasan lain yang tak terduga. biaya ditanggung oleh Kontraktor pelaksana.

Kontraktor harus memperhatikan bahwa permukaan telah disiapkan dan dibersihkan sebelum pengecoran disetujui oleh Direksi. harus dibuat lubang-lubang pada sisi-sisi cetakan di posisi yang disetujui Direksi untuk memungkinkan penuangan dan pemadatan beton yang memadai. Penggunaan pengikat (batang tarik) yang ditanam dalam betan diperkenakan setelah mendapat persetujuan dari Direksi. Cetakan harus mempunyai lubang-lubang sementara yang kegunaannya untuk membuang kotoran. permukaan tersebut harus di-sand blasted untuk memperlihatkan agregat. 8. 10. 13. Bekisting harus dibuat sedemikian sehingga pembongkarannya dapat mudah dilakukan tanpa membahayakan konstruksi. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-37 . Jarak maksimum tiang-tiang penyangga harus diatur oleh kontraktor demi keamanan struktur yang akan dicor. gerakan-gerakan dan getaran yang membahayakan akibat tekanan dan adukan beton cair atau padat. Bila ada bagian beton yang sempit dan mempunyai kedalaman yang sangat besar. Penampatannya harus didisain sehingga tidak ada bagian yang tertanam lebih dekat dengan permukaan beton dari pada selimut betonnya untuk melindungi baja tulangan di lokasi tersebut. Semua cetakan beton dan penopang-penopangnya harus didisain oleh kontraktor dan diserahkan kepada Direksi berupa gambar dan perhitungan untuk mendapat persetujuan. 6. Gambar dan perhitungan tersebut hendaknya diserahkan minimal 7 (tujuh) hari sebelum bekisting mulai dikerjakan. Pembuatan Bekisting 7. Semua sambungan harus ditutup rapat untuk menghindari kebocoran air semen dan dibuat sedemikian sehingga permukaan beton yang kelihatan (exposed surface) lurus. tetapi berpijak diatas balok kayu rata atau lantai kerja dengan kokoh. rata dan kokoh. b. 14. rata dan kokoh sehingga cukup untuk menahan defleksi. Cetakan harus benar-benar lurus. 15. 12. Jika umurnya lebih dari 3 hari atau sudah terlalu keras. Bekisting harus diperiksa lagi dan dikencangkan. 11.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN dan penyikatan seluruhnya. Semua tiang-tiang penyangga tidak boleh ditempatkan langsung diatas tanah. Lubang-lubang ini harus ditutup dengan rapi sebelum pengecoran. Semua lubang bekas batang pengikat harus diisi dengan beton atau spesi dengan cara yang disetujui Direksi dan harus tidak berbekas pada permukaan beton. Pemadatan dan penggetaran harus dilakukan pada permukaan lama dan ke sudut-sudut cetakan beton. 9.

permukaan harus rata/halus dan padat. Minyak untuk cetakan dapat dipakai tetapi hatus diperhatikan cara pelaksanaan harus benar-benar rapi untuk menghindari percikan pada permukaan siar konstruksi atau baja tulangan. Persetujuan ini tidak membebaskan Kontraktor dari tanggung jawabnya. 22. jangan sampai merusak betonnya sendiri. Setiap permukaan yang bersisik harus dibersihkan dan lubanglubang udara di permukaan diisi dengan campuran spesi 1 : 1 ½. c. Semua bahan cetakan harus dirawat dengan baik. keputusan Direksi dalam hal perpaikan yang diperlukan harus dilakukan segera. 18. Kerusakan-kerusakan kecil mungkin dapat diperbaiki dengan mengisi plester/spesi sesuai kebijaksanaan Direksi. Pembongkaran bekisting dilaksanakan dengan hati-hati. ataupun serpiham-serpihan kayu. Apabila pemasangan bekeisting tidak sesuai dengan ketentuan atau dianggap kurang baik maka Direksi berhak menyuruh membongkar dan memperbaiki dengan biaya ditanggung oleh Kontraktor. Kontraktor wajib memperbaiki dengan biayanya sendiri. Kerusakan pada Permukaan Bekisting Pembuatan bekisting dan pembetonan harus sedemikian sehingga tidak diperlukan lagi perbaikan. Sebelum digunakan lagi semua cetakan harus dibersihkan. atau pembongkaran dapat dilaksanakan sesuai kekuatan beton berdasarkan hasil pengujian. Permukaan dalam cetakan harus disemprot dengan menggunakan air bertekanan serta udara (kompressor) untukdikumpulkan di suatu tempat dan selanjutnya diambil dan dibuang. Kontraktor diwajibkan untuk memasang beton deking agar tulangan tidak menempel pada permukaan bekisting. ketebalan dari beton deking tersebut harus disesuaikan dengan selimut beton yang diperlukan yang ditunjukkan dalam gambar kerja. d. Semua permukaan beton harus benar-benar halus. 17. kawat sisa pemotongan. Bahan yang rusak tidak diijinkan digunakan. Pembongkaran dilakukan dimana bahan konstruksi bagian tersebut harus dapat memikul berat sendiri dan beban-beban pelaksanaan. 20. Jika noda timbul setelah pembongkaran bekisting. dan lain-lainnya. semua permukaan cetakan harus bersih dari segala sesuatu yang dapat mengurangi mutu beton dan kekuatannya. 19. Tindakan tersebut termasuk (tetapi tidak dibatasi) dalam: “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-38 . setiap kerusakan yang timbul akibat pembongkaran dan pemukulan cetakan dan penopangnya. Pembongkaran Bekisting 21.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN 16. Sebelum pengecoran dilaksanakan. terutama kotoran-kotoran yang menempel. Tidak ada cetakan yang boleh dibuka sebelum disetujui oleh Direksi.

maka kontraktor harus mengusulkan dalam waktu 7 hari sebelum pelaksanaan melalui gambar shop drawing. reruntuhan atau bahan lepas yang lainya. 4. lubang gelembung. Kontraktor harus melaporkan dan meminta petunjuk dari Direksi. Sirip. Sparing pipa harus dilindungi sehingga tidak terisi adukan beton. Baja tulangan harus bersih dari semua kotoran atau zat pelapis yang dapat mengurangi lekatan dengan beton. Kontraktor harus memperhatikan sebelum pengecoran. Pengecoran Beton 1. 5. ukuran dan letak baja tulangan sesuai dengan gambar pelaksanaan. dimana perlu. Kontraktor harus memperhatikan letak/jarak/sudut untuk setiap penghentian pengecoran yang akan masih berlanjut.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN 1. Permukaan bekisting dan bahan-bahan yang menyerap pada tempat-tempat yang akan dicor harus dibasahi dengan merata namun tidak berlebihan. Segera sebelum pengecoran beton. Jika pemasangan sparing ini dirasa akan menimbulkan masalah. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-39 . 3. pelunturan warna permukaan dari kerusakan kecil lain dapat disikat dengan karung/kain kasar segera setelah bekisting dilepas: 2. dikordinasikan dengan pekerjaan instalasi listrik dan drainase. Untuk pemasangan sparing-sparing harus dihindari pemotong pembesian. Kerusakan yang seperti ini dan kerusakan lain harus diperbaiki dengan cara yang disetujui Direksi yang mungkin termasuk penggunaan “epoxyt resin” yang cocok. penopang dan pengikat dan lain-lain selesai dikerjakan. dipotong membentuk “devetail” yang teratur paling sedikit dengan kedalaman 75 mm dan diisi kembali dengan beton diatas tulangan kawat baja dan mengikat pada “dovetail” e. terutama yang menyangkut pipa-pipa sparing yang tertanam dalam beton. Tempat penempatan sparing-sparing sesuai dengan gambar kerja dan bila tidak disebutkan. Permukaan beton yang tidak rata dan ketidak teraturan yang lambat laun harus digosok dengan Carbo rundum dan air setelah beton dipelihara dengan baik. 2. Sebelum pengecoran dimulai permukaan-permukaan yang berhubungan dengan pengecoran harus disetujui oleh Direksi. terhadap sistem struktur/penulangan yang ada. pemasangan instalasi-instalasi yang harus ditanam. Beton hanya boleh dicor pada waktu Direksi atau Wakilnya yang ditunjuk serta pengawas kontraktor yang setara ada ditempat kerja. Beton tidak boleh dicor sebelum semua pekerjaan cetakan. semua permukaan cetakan harus bersih dari air yang tergenang. Sparing-sparing harus dipasang kuat sehingga tidak bergeser/ berubah kedudukannya selama pengecoran.

12. beton harus sudah dituang seluruhnya. Tukang besi harus selalu berada di lokasi pengecoran untuk sewaktuwaktu membetulkan posisi dari baja tulangan. beton tidak boleh dicor dalam air yang mengalir dan juga tidak boleh jatuh melalui air. Lamanya penggetaran tidak boleh menyebabkan terpisahnya bahan beton dengan airnya. Dalam pemadatan setiap lapisan pada beton. Jadwal waktu pengecoran harus diatur sedemikian sehingga tidak ada permukaan beton yang dibiarkan lebih dari 30 menit sebelum pengecoran berikutnya. Jumlah semen pada adukan rasio semen/air dalam adukan tidak melebihi 0. 10. Kontraktor wajib mengatur campuran beton yang sesuai dan kecepatan penuangan beton untuk menghindari segregasi. atau bertumpuk dengan baja tulangan-tulangan. kepala vibrator harus dapat menembus dan menggetarkan kembali beton pada bagian atas dari lapisan yang terletak di bawahnya. Apabila setelah cetakan dibongkar ternyata terdapat bagian-bagian beton yang kropos atau cacat lainya maka perbaikan hanya dilakukan setelah mendapat persetujuan dari Direksi mengenai cara pengisian atau penambahan dan penutupan lainnya. Beton hanya boleh dicor dalam air dengan ijin tertulis dari Direksi dan dimana menurut anggapan Direksi tidak praktis untuk mengecor di tempat kering. Segregasi dalam beton yang disebabkan jatuh bebas dari tempat yang cukup tinggi. 9. 13. Semua resiko yang terjadi sebagai akibat pekerjaan tersebut dan biaya perbaikan kembali merupakan tanggung jawab kontraktor. Pengguaan concrete pump dapat dilakukan degan seijin Direksi. kontraktor wajib meminta ijin tertulis dan pihak Direksi untuk memulai pengecoran tersebut.45. 8. Beton yang akan dicor harus diusahakan agar pengangkutannya ke tempat posisi terahkir sependek mungkin dan dengan alat yang dapat melindungi dari pengaruh kontaminasi atau segregasi. Paling lama 2 jam setelah waktu pengadukan pertama kali. maka harus dibongkar atau diganti dengan pembetonan kembali.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN dan persiapan betul-betul telah memadai. 6. cetakan dan sebagainya. Sebelum pengecoran dimulai. 11. Jika ketidak sempurnaan tersebut tidak dapat diperbaiki untuk menghasilkan permukaan beton yang diharapkan. 14. kontraktor harus mempersiapkan tremie atau alat lain yang cocok untuk mengontrol jatuhnya campuran beton 7. kecuali dilakukan dalam tempat yang terlindung. kerusakan pada baja tulangan. atau sudut yang terlalu besar. Kalau diperkirakan segregasi mungkin terjadi. tidak dapat diterima. Beton hanya dapat “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-40 . Pengecoran beton tidak diperkenakan selama hujan deras.

“Spaded” atau “bonded concrete” atau finishing khusus lainnya yang mungkin ditentukan secara khusus. 15. Bila mutu finishing tidak ditentukan beton dianggap termasuk finishing kelas U2.Toleransi menurut kedudukan tegak : Penyimpangan ketegangan untuk kolom dan +10 mm dan dinding . Dasar kotak tidak boleh dibuka sampai kotak tersebut terletak dengan baik di atas tempat pengecoran.Toleransi menurut Kedudukan dasar : 10 mm dalam ukuran panjang horizontal 4 m .Toleransi menurut posisi (dari titik rujukan) : Posisi rencana dari kolom pracetak +10 mm Posisi rencana dari permukaan horizontal +10 mm Posisi rencana dari permukaan vertical +10 mm . tembok kepala dan balok +10 mm melintang Puncak pelat lantai +10 mm .Toleransi untuk selimut beton di atas baja tulangan : Selimut beton sampai dengan 3 cm + 5 mm Selimut beton dari 3 cm – 5 cm + 10 mm Selimut beton dari 5 cm – 10 cm + 10 mm 16. dan ujung corong pipa cor harus selalu tetap di bawah permukaan adukan beton yang baru dicor. U2.Toleransi menurut bentuk : Siku-siku (perbedaan panjang/diagonal) 10 mm Kelurusan atau busur (penyimpangan dari 12 mm Garis yang dimaksud) untuk panjang sampai 13m Kelurusan atau busur untuk panjang 3m-6m 15 mm Kelurusan atau busur untuk panjang lebih 20 mm Besar dari 6 m . pelat lantai atas.Toleransi menurut ukuran Panjang keseluruhan sampai dengan 6 m + 5 mm Panjang keseluruhan melebihi 6 m + 15 mm Panjang balok. finishing kelas U1 merupakan finishing kelas pertama bagi finishing kelas U2 “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-41 . Macam Finishing Permukaan Beton tanpa Cetakan Finishing pada permukaan beton tanpa bekisting dikategorikan atas U1.U3.Toleransi menurut ketinggian : Puncak beton penutup dibawah pondasi +10 mm Puncak beton penutup dibawah pelat injak +10 mm Puncak kolom. Toleransi Dimensional a. kolom + 10 mm Kolom dinding atau antara tembok kepala .PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN dicor dengan menggunakan kotak kedap air dengan dasar yang terbuka atau corong pipa cor (tremie) dari jenis yang disetujui Direksi. Toleransi kelurusan dan selimut beton .

Dimana “broom finish” diperlukan.1. Pengaci harus dilakukan setelah beton mulai keras atau telah cukup keras. lapis buih beton harus dihilangkan dari permukaan beton kelas U1 dan agregat diperlihatkan ketika beton masih berwarna hijau. Lihat detail untuk finising permukaan beton dengan bekisting. Pada pembetonan dengan singkup permukaan harus bebas dari lubang/celah dan harus diusahakan seragam bentuknya dengan menggunakan singkup seperti halnya pada waktu pengecoran. Beton dikerjakan tidak lebih dari keperluan untuk menghasilkan permukaan yang seragam bebas bekas perataan.5. yang mana (kecuali jika telah diganti menjadi kelas U2. Toleransi Maximum Finishing Permukaan Beton tanpa Cetakan Toleransi Maximum (mm) Mutu finishing Jalur dan ketinggian U1 U2 Pasal 3. F2. Permukaan harus diaci dengan tekanan yangsama dan tidak meninggalkan bekas alat pengaci. 17.4. Pengacian dengan cara ini belum boleh dilakukan sampai lapiasan air telah hilang dan beton cukup keras untuk mencegah timbulnya lapis buih beton ke permukaan. permukaan beton harus diratakan kemudian disapu dengan arah yang sama dengan menggunakan sapu yang kaku.16 U3 F1 F2 F3 +12 +6 +6 +12 +6 +3 6 3 3 6 6 3 +6 +3 +3 +6 +6 +3 ---+12 -6 +12 -6 +6 Finising kelas U3 harus dilakukan dengan alat pengaci dari besi.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN dan U3 dan untuk muka beton yang halus.e. Finishing kelas U2 dilakukan dengan menggunakan penggaci kayu.6. Bahan dan Mutu Finishing Untuk Beton dengan Cetakan Finishing untuk permukaan beton yang dicetak diklasifikasikan sebagai F1. U3 atau bonded Concrete) tidak boleh terganggu dengan cara apapun setelah mulai terjadi perkerasan dan selama periode pemeliharaan. Finishing kelas U2 harus terus menerus seragam atau sisi yang tajam. Tabel 5. Dimana permukaan beton yang halus ditentukan. dan F3 atau jenis finishing lainnya yang ditentukan. beton yang berlebih segera disingkirkan setelah pemadatan. sebagai hasil dari pekerjaan yang dilakukan. Bila mutu finishing tidak ditentukan semua bagian luar beton “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-42 .

5. 6. 4. 2. Beton Ready Mix 1. harus dilapis dengan menggunakan panel dari material/bahan yang tidak berkarat dengan permukaan yang harus tanpa cacat seperti plywood yang diamplas papan fiber (“hard compressed fibre board”) disusun dalam pola yang telah disetujui dan dipakukan ke bagian bekisting. Untuk bahan cetakan beton adalah dari jenis kayu lembaran/multiplek dengan tebal 18 mm dari kualitas terbaik. bebas dari kerusakan yang dapat dilihat dari bentuk permukaannya. Kontraktor harus mengatur agar Direksi dapat memeriksa alat pembuat beton ready mix bilamana diperlukan. Kontraktor harus meyediakan di lapangan satu mixer drum dengan kapasitas minimum 12m3 dan menjaganya agar tetap dalam kondisi jalan untuk dipakai bila terjadi gangguan dalam pemasokan ready mix. Kontraktor harus memiliki data-data dari pemasok ready mix yang menunjukkan bahwa ketentuan-ketentuan dalam spesifikasi ini telah “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-43 . Direksi dapat menarik kembali persetujuannya dan mengharuskan kontraktor mengganti pemasok 3. Besi yang ditempa dan panel besi tidak boleh digunakan.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN (external concrete) harus difinishing dengan mutu F2. Untuk bahan rangka penguat dan tiang penyangga dari kayu Borneo super dengan ukuran disesuaikan menurut keperluan. Beton harus diangkut dengan truk mixer yang terus menerus berputar dengan kecepatan sesuai ketentuan dari pabrik. Kontraktor bertanggung jawab untuk mengusahakan agar beton memenuhi persyaratan dari spesifikasi ini termasuk pengendalian mutu. Jika salah satu dari persyaratan dalam spesifikasi ini tidak dipenuhi oleh pemasok. - f. papan atau plywood ataui panel dari metal yang diatur dalam pola yang seragam yang telah disetujui. Kontraktor juga harus meyediakan juga material yang memadai untuk dipakai dengan mixer cadangan tersebut. bagian luar beton yang berada dalam tanah difinishing dengan mutu F2. harus diberi permukaan plat besi tempa. lembaran metal atau bahan lain yang sesuai untuk mencegah hilangnya adukanencer semen bila divibrasi. Bekisting untuk finishing F1 harus dibuat dari kayu. Beton Ready Mix harus berasal dari suatu sumber yang disetujui oleh Direksi dan harus memenuhi persyaratan yang diuraikan pada bagian ini. Bahan release agent/mould oil dapat dipakai merk Trikosal produk Gruneau atau lainnya yang sejenis dengan kegunaan untuk memudahkan pelepasan/pembongkaran cetakan. Dapat juga menggunakan scaffolding dari baja. Bekisting untuk finishing F2. bekisting untuk finishing F3.

Identifikasi silinder uji yang diambil dari truk tersebut .asok yang bersangkutan.4.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN dipenuhi oleh pem.Waktu kedatangan truk mixer . Di lapangan harus dibuat catatan meliputi hal-hal berikut ini: . maka beton setelah pengecoran pada hari-hari pertama harus disiram.Posisi di mana beton dicor . Sama sekali tidak diperkenankan penambahan air pada waktu pengecoran.1988. 8.Waktu ketika beton dicorkan . Proporsi campuran bahan-bahan dari setiap mixer harus terus didata. g. 2. ditutuip dengan karung basah atau digenangi dengan air selama paling sedikit 2 minggu secara terus menerus. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-44 . dikirim bersama pengemudi truk dan diparaf oleh pencatat waktu yang bertanggung jawab ditempat pengadukan (batching plant). Semua permukaan beton yang terlihat harus diambil tindakan sebagai berikut: Sebelum beton mulai mengeras. Penambahan air setelah keluar dari tempat pengadukan harus di bawah pengawasan Direksi. 10. RUANG LINGKUP PEKERJAAN Pekerjaan pasangan batu bata ini meliputi pekerjaan dinding bangunan dan seluruh detail yang disebutkan dalam gambar dan sesuai petunjuk Konsultan Pengawas. Hal lain diluar ketentuan di atas kasus mengikuti ketentuan yang ada dalam PBI 1971 NI-2 atau SKBJ-1.Slump (faktor kompaksi) 9. Tidak diperkenakan menaruh bahan-bahan diatas kontruksi beton yang baru dicor (dalam tahap pengeringan) atau mempergunakannya sebagai jalan mengangkut bahan-bahan. Beton harus sudah dituang dan dipadatkan pada posisi akhirnya dalam waktu 2 jam setelah semen bercampur dengan air kecuali disetujui oleh Direksi.Waktu pengadukan dan penambahan air di batching plant . Perawatan (Curing) 1. G. Pada dokumen pengiriman harus dicantumkan wakyu pengadukan dan penambahan air. PEKERJAAN PASANGAN DINDING BATA 1. Seluruh permukaan beton harus dilindungi selama proses pengerasan terhadap sinar matahari dan hembusan angin kering.53. 7.Mutu beton atau kekuatan yang ditentukan dan ukuran agregat maksimum .

Penyerahan di tempat pekerjaan hanya diijinkan maksimum 5% yang patah.Kualitas baik. tegak lurus. Meskipun ukuran bata yang biasa diperoleh di suatu daerah mungkin berbeda dengan ukuran tersebut di atas harus diusahakan supaya tidak terlalu menyimpang dari ukuran-ukuran tersebut. . Untuk dinding toilet memakai adukan trasram 1 Pc : 3 Ps sampai ketinggian 150 cm dari lantai. PERSYARATAN BAHAN Bata harus baya biasa dari tanah liat. Dinding harus dipasang (uitzet) dan didirikan menurut masing-masing ukuran ketebalan dan ketinggian yang disyaratkan seperti yang ditunjukkan pada gambar.Harus satu ukuran dan satu kualitas (kalau ada perbedaan tidak boleh lebih besar dari 3mm) . “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-45 . Pelaksanaan 1.Sisi dengan permukaan rata. tanpa cacat atau mengandung kotoran. dengan ukuran nominal 6 cm x 11 cm x 24 cm yang dibakar dengan baik. bersudut runcing dan rata. . SYARAT-SYARAT PELAKSANAAN a. lubang-lubang dan sebagainya dengan alat uitzet yang disetujui. Sebelum digunakan batu bata harus direndam air hingga jenuh.Warna merata (merah merata) . runcing. Untuk dinding-dinding lain dipakai adukan jenis 1 Pc :5 Ps.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN 2. . dan pemborong harus memasang piket (uitzet). maka pihak pemborong wajib mengeluarkan material tersebut dari site minimal 1 x 24 jam.Keras dan tidak mudah patah. Adukan Semua dinding mulai dari ujung atas balok pondasi beton sampai 20 cm di atas lantai dasar yang harus dibuat dari adukan trasram 1 Pc : 3 Ps. Blok-blok atau bata dipasang dengan adukan pengikat sambungan 10 mm didasari dengan baik dan sambungan-sambungan yang terus lurus dan rata sehingga terjadi lubang-lubang pada pasangan yang dapat mempengaruhi kekuatan dinding. (secara laboratoris) Apabila bata yang didatangkan tidak sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang ada. Bata yang dipakai harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut. 3.Pembakaran matang/dibakar dengan kayu . 2. Kualitas bata yang disyaratkan harus mempunyai tekan ultimate min 100 kg/cm2 sesuai dengan ketentuaan pasal 81 dari AV 1984. b. Pencampuran spesi harus menggunakan beton molen. 3. .

harus diberi perlindungan dengan penutup bagian atas tembok bila sewaktu-waktu turun hujan 2. 7. Adapun Syarat-syarat bahan dan pelaksanaannya seperti pada pasal beton. 3. begel ф 6 – 20. Sambungan antara pasangan dinding dengan kolam yang telah dicor sebelumnya harus menggunakan key system ukuran reng 2/3. Dinding tembok yang dipasang dalam cuaca yang panas harus dibasahi terus menerus selama paling sedikit 7 hari setelah didirikan. LINGKUP PEKERJAAN Lingkup pekerjaan meliputi plesteran pada semua dinding batu bata bagian luar maupun bagian dalam bangunanan serta seluruh detail yang ditunjukkan dalam gambar termasuk plesteran beton. (tidak dengan anchorage system) c. Tidak diperkenankan memasang bata merah yang patah lebih dari dua secara berurutan. pasir dan air yang sesuai dengan pasal pekerjaan Beton. Pelubangan akibat pemasangan perancah pada pasangan bata sama sekali tidak diperkenankan. Dalam mendirikan dinding yang kena udara luar. serta diikuti dengan cor kolom praktis. 2. PEKERJAAN PLESTERAN 1. naat / siar-siar harus dikeruk sedalam 1 cm dan dibersihkan dengan sapu lidi dan setelah kering permukaan pasangan disiram air. Semua pasangan yang dilaksanakan dengan adukan 1 Pc : 3 Ps harus diplester dengan plesteran 1 Pc : 5 Ps. PERSYARATAN BAHAN Bahan plesteran berupa portland cement. Dalam pemasangan tembok tidak boleh meneruskan di suatu bagian lebih dari satu meter tingginya. 8. Setelah terpasang. Bidang dinding batu bata tebal ½ batu yang luasnya maksimal 9 m2 harus ditambahkan kolom praktis 12/12 dan balok praktis 12/15 dengan tulangan 4 ф 10. 5.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN 4. 2. H. Pasir pasang harus diayak terlebih dahulu dengan mata ayakan seperti yang disyaratkan. Semua plesteran pada beton harus menggunakan 1 Pc :3 Ps. Tahap perawatan 1. 6. SYARAT-SYARAT PELAKSANAAN 1. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-46 .

2. PEKERJAAN RABAT BETON 1. Pasir pasang harus diayak terlebih dahulu dengan mata ayakan yang disyaratkan. LINGKUP PEKERJAAN a. kecuali ditentukan lain. I. hingga dapat tercapai hasil pekerjaan yang bermutu baik. Khusus untuk permukaan beton yang akan diplester: • • • • Seluruh bagian permukaan beton yang akan diplester harus dibuat kasar Permukaan beton yang akan diplester harus bebas dari kotoran.5 cm dengan hasil ketebalan dinding 15 cm atau sesuai yang ditunjukkan dalam detail gambar. Pekerjaan ini meliputi pengadaan tenaga kerja. pasir. 7. peralatan dan alat-alat bantu yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan ini. Tebal plesteran 1.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN 3. dll Plesteran beton menggunakan adukan kedap air 1 Pc : 3 Ps. Plesteran halus (acian) digunakan campuran air dengan semen sampai mendapat campuran yang homogen. 6. minyak. b. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-47 . Pekerjaan rabat beton pada pondasi terucuk. dibuat naat (tali air) dengan lebar minimal 7 mm dalam 5 mm. Kelembaban plesteran haraus tetap dijaga sehingga pengringan berlangsung wajar tidak terlalu tiba-tiba. PERSYARATAN BAHAN Bahan-bahan yang disyaratkan disini seperti semen. bahan-bahan. di bawah apron saluran dan kolam rolak serta detail yang disambutkan dalam gambar. kerikil dan air yang merupakan bahan dasar pembuatan rabat seperti yang disyaratkan pada pekerjaan beton. 5. Ketebalan plesteran yang melebihi 2 cm harus diberi kawat ayam untuk membantu dan memperkuat daya lekat plesteran. 4. Pertemuan plesteran yang bertemu dengan jenis pekerjaan lain (kosen dan lain sebagainya). 8. dengan jalan membasahi permukaan plesteran setiap kali terlihat kering dan mnelindungi dari terik matahari secara langsung dengan bahan penutup yang bisa mencegah penyerapan air secara cepat. Pasangan dinding bata yang akan diplester harus bersih dari kotoran dan harus dibasahi dahulu agar air semen dalam adukan spesi tidak terserap oleh pasangan yang mengakibatkan plesteran tersebut tidak dapat melekat dengan baik. Acian dilaksanakan sesudah plesteran berumur 8 hari (kering betul).

J. harus memenuhi ketentuan-ketentuan dari pabrik yang bersangkutan. Semua bahan yang digunakan adalah cat cathylac atau yang setara. minyak dan kotorankotoran lain yang dapat merusak atau mengurangi mutu pengecatan. Bidang pengecatan harus bebas dari debu. Termasuk dalam pekerjaan ini meliputi pengadaan bahan. c. 2. maka sebelum pasangan dilaksanakan terlebih dahulu lapisan dibawahnya harus sudah dikerjakan dengan sempurna (telah dipadatkan sesuai persyaratan).PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN 3. Pekerjaan rabat beton ini terdiri dari campuran 1 Pc : 2 1/2 Ps : 5 kr. 6. rata permukaannya dan mempunyai daya dukung yang maksimal. penyediaan tenaga kerja. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ 3. kecuali pada rabat beton keliling bangunan dibuat dengan kemiringan tertentu sesuai yang ditunjukakan pada gambar. lemak. bahan plamur dari produk yang sama dengan cat yang digunakan. sehingga dapat tercapai hasil pekerjaan yang bermutu baik. b. b. Pengecatan dinding dilakukan pada bagian luar dalam serta seluruh detail yang disebutkan/ditunjukan dalam gambar. dengan jarak lebih kurang 5 cm dengan kedalaman 0. lubang dan pecah-pecah. Plesteran harus betul-betul kering bila akan dilakukan pekerjaan pengecatan Permukaan bidang yang akan dicat harus betul-betul rata. a. d. Bahan-bahan yang akan dipakai sebelum digunakan terlebih dahulu harus diserahkan contoh-contohnya untuk mendapatkan persetujuan dari konsultan pengawas. Warna cat yang digunakan akan ditentukan kemudian. Permukaan rabat beton dibuat alur-alur supaya tidak terjadi retak akibat penyusutan beton (shrinkage). Tebal lapisan rabat beton ini dibuat sesuai yang disebutkan dalam gambar. 4. c. PEKERJAAN CAT DINDING DAN LANGIT-LANGIT BETON EXPOSED 1. LINGKUP PEKERJAAN a. 5.5 cm. SYARAT-SYARAT PELAKSANAAN 1. 3. Seluruh bidang pengecatan diplamur dahulu sebelum dilapisi dengan cat dasar. tidak terdapat cacat-cacat seperti retak-retak. peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang digunakan dalam pelaksanaan pekerjaan ini. Pekerjaan rabat beton dilakukan langsung diatas tanah. SYARAT-SYARAT PELAKSANAAN VI-48 . Permukaan rabat ini dibuat rata/waterpass. SYARAT-SYARAT BAHAN a. Pengendalian seluruh pekerjaan ini. b. 2.

h. l. Kontraktor harus bertanggung jawab atas kesempurnaan dalam mengerjakan dan perawatan / keberhasilan pekerjaan sampai penyerahan pekerjaan. kontraktor memperbaiki tanpa adanya biaya tambahan. k. Pekerjaan pengecatan rilling dan tangga besi. Kontraktor harus menggunakan tenaga-tenaga yang terampil / berpengalaman dalam pelaksanaan pekerjaan tersebut. b. 2. Percobaan-percobaan bahan dan warna harus dilakukan oleh kontraktor untuk mendapat persetujuan dari konsultan pengawasan sebelum pekerjaan dimulai dengan ketentuan-ketentuan yang disyaratkan oleh pabrik pembuatnya. PERSYARATAN BAHAN “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-49 . sehingga dapat tercapainya hasil pekerjaan yang bermutu baik. seperti list plafond. f. serta seluruh detail yang disebutkan / ditunjukan dalam gambar. g. Pekerjaan pengecatan ini dilakukan pada permukaan kayu. LINGKUP PEKERJAAN a. c. penyediaan tenaga kerja. j. K. kusen pintu dan jendela. peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang digunakan dalam pelaksanaan pekerjaan ini. Harus dihindari terjadinya kerusakan akibat pekerjaan lain. Bila terjadi ketidak sempurnaan dalam pengerjaan. daun pintu. tidak terdapat noda-noda pada permukaan pengecatan. a. Pengecatan dilakukan setelah mendapat persetujuan dari konsultan pengawas serta pekerjaan intalasi yang tertanam didalam dinding sudah selesai dengan sempurna. PEKERJAAN PENGECATAN 1. Contoh bahan yang telah disetujui. b. sehingga cat yang dihasilkan tercapai mutu yang sempurna. Warna cat untuk masing-masing pekerjaan akan ditentukan kemudian. dipakai sebagai standar untuk pemeriksaan/penerimaan bahan yang dikirim oleh kontraktor ketempat pekerjaan. c.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN e. warna dan pola textur merata. Termasuk dalam pekerjaan ini meliputi pengadaan bahan. Contoh bahan yang digunakan harus lengkap dengan lebel pabrik pembuatnya. Cat dasar menggunakan meni cap pedang untuk kayu dan zing cromate untuk bahan besi atau produk lain yang setara. Semua bahan cat yang digunakan adalah cat produk EMCO atau produk lain yang setara. Hasil pengerjaan harus baik. i.

kontraktor memperbaiki tanpa adanya biaya tambahan. 4. 3. Contoh bahan yang disetujui. Percobaan-percobaan bahan dan warna harus dilakukan oleh kontraktor untuk mendapat persetujuan dari konsultan pengawasan sebelum pekerjaan dimulai dengan ketentuan-ketentuan yang disyaratkan oleh pabrik pembuatnya. dicat dengan cat dasar dari bahan Zinkchromate. lubang dan pecah-pecah. Hasil pengerjaan harus baik. lemak. 6. Pembersihan karat dengan amplas atau sikat baja sampai betul-betul bersih. dipakai sebagai dasar sebagai pemeriksaan / penerimaan bahan yang dikirim oleh kontraktor ketempat pekerjaan. 9. Bagian permukaan besi yang akan dicat harus bebas dari karat / kotoran. setelah mendapat 5. Bidang pegecatan dilapis dengan cat dasar kemudian diplamur dan digosok sampai permukaannya menjadi halus dan rata. Kontraktor harus bertanggung jawab atas kesempurnaan dalam mengerjakan dan perawatan / keberhasilan pekerjaan sampai penyerahan pekerjaan. Kontraktor harus menggunakan tenaga-tenaga yang terampil/ berpengalaman dalam pelaksanaan pekerjaan tersebut. 11. Permukaan bidang yang akan dicat harus betul-betul rata. Contoh bahan yang digunakan harus lengkap dengan lebel pabrik pembuatnya. Harus dihindari terjadinya kerusakan akibat pekerjaanlain. Bila terjadi ketidak sempurnaan dalam pengerjaan. Pekerjaan Cat-catan Besi 1. 2. tidak terdapat cacat-cacat seperti retak-retak. 8. sehingga cat yang dihasilkan tercapai mutu yang sempurna. Bidang pengecatan harus bebas dari debu. 7.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN 3. warna dan pola textur merata . 2. tidak terdapat noda-noda pada permukaan pengecatan. SYARAT-SYARAT PELAKSANAAN a. Pekerjaan Cat-catan Kayu 1. Setelah seluruh permukaan bersih / bebas dari karat. Pengecatan selanjutnya dapat dilakukan persetujuan dari konsultan pengawas. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-50 . 10. b. 3. minyak dan kotoran-kotoran lain yang dapat merusak atau mengurangi mutu pengecatan.

kerusakan dan kekurangan sempurnaan dalam tanggung jawab Pemborong. detail maupun penjelasan teknisnya. maka Pemborong wajib menanyakan/mengkonsultasikan masalah tersebut dengan Pengawas/Direksi. kekurangan dan pula kesalahan pada gambar rencana. bekas dimakan bubuk dan cacat-cacat lainnya. PINTU. Pemborong wajib menyerahkan contoh bahan dan peralatan bantu yang akan dipasang disetujui oleh Pengawas/Direksi atau ahli yang ditunjuk sebelum bagian pekerjaan tersebut dilaksanakan.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN 4. tenaga dan peralatan-peralatan yang diperlukan agar seluruh bahan-bahan finishing dapat dipasang. Meliputi penyediaan secara lengkap akan tenaga. JENDELA. 6. Bahan atau peralatan yang akan digunakan dan tidak disebutkan dalam spesifikasi ini hanya diperbolehkan apabila disetujui secara tertulis oleh Pengawas/Direksi. Kualitas Semua kayu untuk jenis yang ditentukan harus dari kualitas yang baik. LINGKUP PEKERJAAN a. KUALITAS DAN JENIS KAYU a. 4. PERLENGKAPAN KUNCI DAN PENGGANTUNG 1. Apabila Pemborong menjumpai adanya ketidak jelasan. Pemborong bertanggung jawab sepenuhnya atas bahan dan perlengkapan bantu yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan. susut pinggir-pinggirnya. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-51 . 5. alat-alat dan bahan-bahan yang berhubungan dengan pekerjaan kayu (kasar dan halus) dalam hubungannya dengan gambar dan spesifikasi. diuji dan siap dipakai dengan kualitas bahan dan kualitas pekerjaan dan pemasangan yang terbaik sesuai dengan gambar-gambar dan spesifikasi yang telah ditentukan dalam perencanaan ini. agar dapat mengetahui apabila ada hal-hal yang mungkin mengganggu bila timbul sebelum bagian pekerjaan itu dilaksanakan. Pekerjaan yang dimaksud disini adalah penyediaan bahan-bahan. mata kayu yang lepas atau mati. Kontraktor harus mempelajari dan memahami kondisi tempat yang ada. 2. Cat finisihing besi dipakai merk EMCO atau setara dengan pengecatan sebanyak 3 kali. 2. Pekerjaan yang berhubungan : 1. Cat finishing untuk pekerjaan screen/ bar screen dan pintu air harus menggunakan cat anti karat merk Hample atau setara sebanyak 3 kali. Pekerjaan kosen. L. Pekerjaan pengunci dan penggantung (finish hardwere) 3. b. 5. HAL-HAL UMUM 1. tidak ada getah. PEKERJAAN KUSEN. pintu & jendela kayu 2. celah. 3.

Pemborong harus melaksanakan semua pekerjaan-pekerjaan seperti : mempasak. lapis-lapis dan sebagainya dan pasangan-pasangan serta penyangga pada bangunan. sponing dan lain-lain pekerjaan yang dipergunakan untuk penyambungan kayu dengan baik. c. Contoh-contoh harus dikirimkan terlebih dahulu untuk mendapatkan persetujuan Pengawas lapangan. mulus dan keras yang dapat dipakai. 5. PERMUKAAN LUAR a. Ukuran-ukuran nominal telah disebutkan untuk kayu yang sudah dikerjakan. Kelembaban tersebut harus konstan sampai dengan bangunan selesai. kelembabannya harus kurang dari 15 % dan untuk pekerjaan kayu kasar kelembabannya harus kurang dari 20 %. dikerjakan dengan mesin menurut ukuran-ukuran dan bentuk yang tertera dalam gambar. UKURAN Semua ukuran didalam gambar adalah ukuran kayu dipasaran dengan ukuran jadi (finish) maksimum diserut 5 mm. Semua kayu untuk pekerjaan kayu kasar dibiarkan bekas gergajiannya kecuali ditentukan untuk dihaluskan. membuat lidah-lidah. Kelembaban Kelembaban kayu yang dipakai pada pekerjaan kayu halus. maka kayu itu dapat dipakai. b. harus digunakan jenis yang ditentukan untuk pekerjaan yang sebanding. b. maka potongan pengurangan (kekurangan) sebanyak 3 mm diperbolehkan untuk tiap permukaan yang sudah dikerjakan. menyetal (memasang). 4. dibor. Jenis Kayu Jenis kayu yang dipakai sesuai dengan macam-macam pekerjaan yang dimaksud. hanya mata kayu yang kecil (tidak lebih dari dua milimeter). atau jika tidak. Semua permukaan kayu yang akan kelihatan permukaannya harus dikerjakan dengan halus kecuali jika ada penentuan lain. c. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-52 . Pemborong juga harus melakukan segala pekerjaan-pekerjaan yangdiperlukan untuk konstruksi semua rangka-rangka. d. 7. Jika terdapat mata kayu yang mulut dan keras pada salah satu permukaan yang akan dicat dan mata kayu tersebut diameternya tidak lebih dari 4 mm (empat milimeter) serta tidak memenuhi lebih dari setengah permukaan kayu. PENGAWETAN/PERLINDUNGAN KAYU Untuk kusen pintu/jendela dan lisplank kayu pengawetan dengan meni kemudian di cat finish. Kayu kasar diketam.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN b. membuat. lubang pasak. yaitu ukuran kayu setelah selesai dikerjakan dan terpasang. Untuk pemakaian-pemakaian khusus yang tidak tercantum dalam daftar. PEMBUATAN a. Untuk permukaan yang akan dipelitur/Teak oil. 6.

handle. Engsel pintu dipasang minimum sebanyak 3 buah Engsel atas dipasang tidak lebih dari 28 cm (as) dari atas pintu Engsel bawah dipasang tidak lebih dari 35 cm (as) dari muka pintu Engsel antara dipasang ditengah kedua engsel atas dan bawah Semua kayu yang dipakai harus rata. PEKERJAAN DAUN PINTU PANEL 1. SYARAT-SYARAT BAHAN a. back plat) dengan 2 kali putaran merk SES. SYARAT-SYARAT PELAKSANAAN a. Kunci pintu (lockcase. berbentuk sikusiku satu sama lain sisi-sisinya. c. c. Kosen-kosen tersebut harus diberi angker-angker baja 12 mm minimal 6 (enam) buah tiap pemasangan kosen pintu dan 4 (empat) untuk kosen jendela. d. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-53 .PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN M. PEKERJAAN KUSEN 1. c. Harus diperhatikan semua sambungan siku/sudut untuk rangka kayu dan penguatnya dengan memperhatikan/menjaga kerapian terutama untuk bidang-bidang yang tampak tidak ada lubang-lubang atau cacat-cacat bekas penyetelan. d. PERSYARATAN UMUM a. cylinder. b. PENGENDALIAN PEKERJAAN NI – 3 – 1970 NI – 5 – 1961 SII – 0404 – 80 Persyaratan teknis dan gambar-gambar 2. lurus dan diserut halus. Bahan dari kayu jati tebal tidak kurang dari 4 cm kering ukuran slimar 4/12 cm dengan kwalitas terbaik. Engsel pintu menggunakan engsel kupu-kupu dengan peredam nilon merk ARCH Japan warna kuning emas. Bahan perekat digunakan lem kayu yang bermutu baik merk Aica Aibon atau merk lain yang setara. Semua kunci tanam terpasang kuat dalam rangka daun pintu dipasang setinggi 90 cm dari muka lantai. e. f. N. Kosen kayu tersebut dari bahan kayu kamper kualitas baik ukuran 6/15 tanpa ada cacat pada empat bagian sisi permukaannya. b. 3. b. Kosen-kosen yang kokoh harus dibuat dari rangka-rangka dengan pasak dan 1 lubang sedemikian rupa hingga diperoleh rangka yang mulus dan kaku. g.

PEMASANGAN KACA PADA KUSEN KAYU a. Pintu-pintu. Kaca dari pabrik yang disetujui dan yang tebalnya seperti disebut dalam gambar atau syarat dan spesifikasi khusus. rongga pada rangka vertikal. alat dan tenaga kerja untuk pemasangan kaca-kaca jendela. MEMASANG DAN MENGGANTUNG PINTU DAN JENDELA a. lalu dipasang dan dikukuhkan memakai dempul kaca dan alat –alat kayu dan dipaku dengan sekrup kuningan. Tiap daun jendela harus berukuran pas sekali dengan kosennya dengan diperhitungkan untuk tebal cat dan kemungkinan pengembangan atau mengkerut kayu. Permukaan yang bersentuhan dengan adukan tembok harus dicat meni alkali atau cat meni besi. b. Dan yang retak. 3. Kaca harus dipotong menurut ukuran kosen. 3. Kunci-kunci. tidak ada bekasbekas mesin dan selesai siap untuk dicat atau penyelesaian lainnya. pecah atau goresgores harus diganti. engsel-engsel dan sebagainya harus tepat pada kedudukannya. Dempul untuk memasang kaca ke kosen-kosen kayu menggunakan merk pedang atau yang setara. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-54 . Setelah selesai dipasang. SYARAT-SYARAT BAHAN a. kaca diersihkan. d. Kaca harus dipotong menurut panjang yang dikehendaki dengan memberi longgar sedikit lalu dimasukkan ke dalam jalur kosen yang sebelumnya sudah di beri dempul kaca. Permukaan-permukaan yang kelihatan harus lurus. b. LINGKUP PEKERJAAN Lingkup pekerjaan. pengadaan bahan.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN 2. 2. PEKERJAAN PEMASANGAN KACA 1. PENYEMPURNAAN (FINISHING) a. b. Semua pekerjaan terpasang harus dilindungi dari pengaruh pekerjaan lain seperti cipratan cat. roda waktu memoles atau percikan las. O. b. Alur kayu harus dibersihkan dan dicat dengan lapis cat minyak sebelum kacanya dipasang. dan kosen-kosen harus betul-betul persegi dan datar. Daun-daun kaca tersebut harus dipasang dengan kokoh memakai list kayu yang keras. dengan kelonggaran sedikit. jendela-jendela. c. plesteran. pada kunci dan kunci penggantung dan diatas rel tidak boleh melebihi 5 mm. e.

Grendel Tanam Merk : Alpha atau setara Warna : Natural Q. Pemasangan lantai keramik dilakukan setelah pekerjaan lantai dasar selesai dengan baik dan sempurna serta disetujui oleh konsultan pengawas. 3. Untuk lantai menggunakan keramik ukuran 30 x 30 cm. door closer. hak angin. Warna yang tidak seragam akan ditolak. tidak cacat dan tidak bernoda serta mempunyai warna yang seragam. Pekerjaan meliputi pemasangan kunci. door stop.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN P. untuk masing-masing warna harus seragam. Meletakan ukuran pemasangan sesuai pola pada gambar dengan cara mengambil garis-garis yang menyeluruh. 2. engsel. LINGKUP PEKERJAAN Lingkup pekerjaan meliputi penyediaan bahan. b. Warna akan ditentukan kemudian. d. PERSYARATAN BAHAN a. Bahan yang digunakan merk Roman atau setara. BAHAN a. PEKERJAAN KUNCI-KUNCI DAN ALAT PENGGANTUNG 1. Kunci tanam Merk : SES dua kali putar atau setara Warna : Gold b. LINGKUP PEKERJAAN Pekerjaan lantai keramik dan plint keramik ini dilakukan pada seluruh finishing lantai sesuai yang disebutkan / ditunjukan dalam detail gambar. grendel dan grendel tanam termasuk perlengkapan lain yang berhubungan dengan pekerjaan ini. Membasahi permukaan lantai dasar sampai tidak menuntut adanya penyerapan air lagi. 2. c. b. tidak retak. Keramik yang dipasang harus dalam keadaan baik. alat dan tenaga kerja untuk pekerjaan ini. SYARAT-SYARAT PELAKSANAAN a. PEKERJAAN LANTAI KERAMIK 1. Meletakan ukuran ini harus “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-55 . Hak Angin Merk : Alpha atau setara Warna : Natural d. Engsel pintu/jendela Merk : Arch atau setara Warna : Gold c.

Merek diajukan atas persetujuan Direksi. e. 3. g. i. Keramik dipasang pada adaukan perekat dengan campuran 1 Pc : 4 Ps. Pembasahan bahan keramik yang akan digunakan dengan meredam seluruh bidang keramik. dan dilaksanakan sesuai dengan rekomendasi dari produsen dan perlu memperoleh persetujuan tertulis dari konsultan pengawas. Pelaksanaan waterprooting baru dimulai pada tahap paling akhir dari pekerjaan paket ini. BAHAN Jenis Bahan kedap air yang dipakai adalah water proofing type komponen polymer modified membranes. yaitu setelah pekerjaan – pekerjaan lain yang berkaitan selesai. Adapun syarat-syarat semen. Permukaan beton yang akan di waterproofing (coating) harus bebas dari kotoran. Tebal adukan perekat rata-rata 2 cm dan tidak kurang dari 1 cm. b. dimasukkan ke dalam naat tersebut begitu rupa hingga seluruh naat terisi penuh dengan baik. tenaga dan peralatan untuk pekerjaan waterproofing. SYARAT-SYARAT PELAKSANAAN 1. Hal ini untuk menghindari adanya udara yang terperangkap didalam spesi. pasir. PEKERJAAN WATERPROOFING a. Menyediakan bahan. j. Pemotongan unit-unit keramik harus menggunakan alat pemotong khusus. dan air harus memenuhi ketentuan ada pekerjaan beton. Sambungan-sambungan antara keramik/naat harus lurus dan mempunyai lebar 3mm. Pekerjaan waterproofing di laksanakan pada atap beton. Pemasangan lapisan kedap air ini hanya boleh dilakukan setelah mendapat persetujuan tertulis dari Direksi/Pengawas. air serta bahan-bahan lain yang dapat mempengaruhi kelekatan coating terhadap beton. Dan harus mengikuti petunjuk pabrik pembuatnya. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-56 . 3. 4. h. 2. LINGKUP PEKERJAAN DAN KETENTUAN UMUM 1. sedikitnya dalam waktu 15 menit atau baru diangkat sesaat akan dapasang. Pekerjaan ini harus dikerjakan oleh tenaga yang telah berpengalaman untuk pekerjaan waterproofing. 2. f. Sambungan / naat diisi adukan PC dan air dengan warna yang sesuai dengan warna keramik yang dipasang. c. Adukan perekat harus merata seluruh permukaan keramik.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN mendapatkan persetujuan dari Direksi / pengawas sebelum mulai pemasangan.

SII Standard Industri Indonesia 3. 2. SPESIFIKASI PEKERJAAN PLUMBING 1. 4. Kontraktor diwajibkan menyelenggarakan testing serta pengujian terhadap keseluruhan instalasi plumbing sesuai dengan ketentuanketentuan yang dipersyaratkan oleh standard-standard tersebut di atas serta diketahui / disetujui oleh Instansi-instansi setempat yang berwenang. terutama. Pengujian hidrostatik dilaksanakan terhadap sistem instalasi air bersih. Screed yang dibuat harus rata dan kemiringannya harus memperhatikan arah pembuangan air hujan yang menuju ketalang pembuangan. PPI Pedoman Plambing Indonesia 2. 2. PENGUJIAN 1. 5. 3.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN 4. 6. Pengujian dilakukan dengan cara menggenangi air pada bagian yang di waterproofing tersebut setinggi minimal 10 cm. Pekerjaan instalasi air bersih “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-57 . Standard Standard yang dipergunakan adalah edisi terakhir dari pada : 1. 2. R. selama 24 jam secara terus menerus. terhadap sistem instalasi air kotor. Yaitu harus tidak boleh ada tanda-tanda adanya kebocoran pada bagian yang diuji tersebut. d. sampai hasil pengujian tidak menujukkan adanya tanda-tanda kebocoran. Ketinggian air pada waktu akhir pengujian tidak boleh kurang dari ketinggian daripada saat awal pengujian. SPESIFIKASI UMUM a. Peraturan PDAM tentang Instansi air minum b. Tanda pengujian harus dibuktikan secara tertulis dan disetujui oleh Direksi / Konsultan pengawas. Pemeriksaan dilakukan juga pada bagian bawah dan samping yang diberi waterproofing. SPESIFIKASI TEKNIS a. Pekerjaan pengulangan / perbaikan. Apabila tanda-tanda kebocoran masih terlihat pekerjaan pelapisan harus dilindungi pada tempat yang diidentifikasikan sebagai sumber kebocoran. Testing dan Pengujian 1. Pengujian terhadap kebocoran harus dilakukan. NFPA 14 Standard for the Instaliation of standpipe and Hose systems 4. 3. Setelah dilakukan coating khususnya pada bagian atap. harus tetap dilakukan. coating tersebut harus dilindungi dengan screed tebal 3 cm dengan campuran spesi 1 Pc : 5 Ps. Lingkup pekerjaan 1. Peraturan Dinas Keselamatan Kerja Depnaker 5.

Lingkup Pekerjaan Pemasangan pipa distribusi dari tandon (pompa) air ke alat-alat penerimaan (kran-kran) dalam bangunan lengkap dengan sambungansambungan dan perlengkapan yang diperlukan. elbow harus terbuat dari bahan yang sama dengan pipa air bersih. Penjelasan Persyaratan Teknis Pekerjaan Mekanikal I. Toyo atau setara. memakai pintalan atau pita merupakan sambungan yang kedap udara maupun kedap air.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN 2. meliputi pengadaan. begitu pula dengan percabangan harus dengan tee atau cross-tee sesuai kebutuhan. Material/Bahan Yang Dipakai Pipa PVC Medium berserta perlengkapannya produksi Maspion. penyambungan dengan ulir ini terlebih dahulu harus dilapisi red lead cement. pemasangan dan pengujian sistem pemipaan air bersih berserta perlengkapannya harus sesuai dengan gambar rencana. Prosedur pekerjaan pemasangan pipa instalasi air bersih harus seijin / disaksikan Direksi lapangan. Pekerjaan Instalasi Air Bersih 1. disamping itu semua fitting. Pelaksanaan pemasangannya harus menyesuaikan kondisi lapangan dan kontraktor harus membuat shop drawing dengan persetujuan Direksi Lapangan. Jalur pipa sesuai dengan gambar rencana. dan untuk pipa tegak lurus benar-benar vertikal. Pekerjaan saluran air kotor b. pembengkokan pipa tidak diperkenankan. Valve-valve produksi kitz. 3. Sambungan pipa pada umumnya dipergunakan sambungan ulir (screwed). Pengadaan. Uraian Pekerjaan Tugas yang harus dikerjakan oleh kontraktor. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-58 . Perubahan arah pipa harus dilaksanakan dengan fitting pembantu (elbow). Umum Spesifikasi ini merupakan spesifikasi teknis mengenai pekerjaan supply air bersih. pemasangan dan pengujian secara sempurna dan terpadu sehingga merupakan sistem supply air bersih yang baik. 2. Persyaratan pemipaan air bersih. Ulir harus dibersihkan dari jerami-jerami bekas pembuatan ulir. Rucika atau setara dengan diameter sesuai gambar. Pipa dipasang lurus. meliputi : Bahan pipa yang dipakai untuk instalasi air bersih adalah pipa PVC Class Medium.

Pada dasarnya harus ditarik ke atas. sampai permukaan lantai (finishing floor level). 3. Umum Spesifikasi ini merupakan spesifikasi teknis mengenai pekerjaan instalasi air kotor. 4. Prosedur pekerjaan pemasangan saluran air kotor harus seijin / disaksikan Direksi Lapangan. Lingkup Pekerjaan Saluran pembuangan dari bak cuci. Pekerjaan Saluran air Kotor 1. sebelum dilaksanakan penyambungan. Pengadaan. pemasangan dan pengujian secara sempurna dan terpadu. sehingga merupakan sistim saluran air kotor yang baik. meja laboratorium ke sumur resapan Saluran pembuangan dari wastafel ke saluran keliling bangunan. Kontraktor harus memperbaiki bagian-bagian yang rusak dan kekurangankekurangan yang ada. Peralatan dan biaya pengujian harus disediakan oleh Kontraktor. pemasangan dan pengujian sistim saluran air kotor berseta perlengkapannya harus sesuai dengan gambar rencana. Testing Setelah semua pipa dan perlengkapannya terpasang harus diuji dengan tekanan hydrostatik sebesar 5 bar (5 kg/cm”) selama 6 (enam) jam terus menerus tanpa terjadi penurunan tekanan. diakhiri dengan mempergunakan Clean Out. Untuk memudahkan pemeliharaan dikemudian hari. Apabila terjadi kegagalan dalam pengujian. karena kondisi “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-59 . Uraian Pekerjaan Tugas yang harus dikerjakan oleh kontraktor. kemudian melaksanakan pengujian berhasil dengan baik. Pengujian pemipaan harus dilaksanakan sebelum pipa tertutup dengan tanah (untuk pipa diluar gedung) atau tertutup plesteran/dinding (untuk pipa didalam gedung). dan dibesihkan dulu pipa PVC nya. 2. Jika terdapat kesulitan dalam pelaksanannya. II. semua fitting TY yang dilengkapi dengan Clean Out (seperti pada gambar rencana). Pengujian harus dilakukan dengan disaksikan oleh Direksi lapangan. Persyaratan Saluran Air Kotor Sambungan pipa PVC harus menggunakan lem PVC. meliputi pengadaan.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN Material yang dipakai harus mendapatkan persetujuan Direksi Lapangan.

S. Pengujian Pengujian dari seluruh sistem saluran air kotor ini dilakukan setelah pemasangan selesai dan dilaksanakan sesuai dengan petunjuk Direksi Lapangan. Kontraktor harus melaksanakan seluruh pekerjaan dan memeliharanya tepat sesuai dengan spesifikasi teknik dan gambar. Untuk menghindari kebocoran. bahan dan peralatan yang diperlukan untuk pekerjaan sementara maupun pekerjaan-pekerjaan permanen lainnya. Kontraktor harus meyediakan alat-alat yang diperlukan untuk keperluan pengujian tersebut dan segala biaya menjadi tanggungjawab kontraktor. Floor drain dari bahan stainlees steel. GAMBAR KONTRAK Gambar-gambar yang terlampir pada dokumen pelelangan sebagai gambar referensi untuk pelaksanaan pengadaan dan pemasangan Pompa dan Motor di Rumah Pompa : No 1 2 3 No Drawing ME sheet 1-4 ME sheet 2-4 ME sheet 3-4 Description Ass Pompa & Motor lay out instalasi Listrik Single Line Diagram VI-60 “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ . produksi san-Ei atau setara dengan persetujuan Direksi Lapangan. 5. Material / Bahan Yang Dipakai Pipa PVC Class Medium dengan diameter sesuai gambar rencana. kontraktor bisa mengajukan alternatif lain dengan persetujuan Direksi Lapangan. Fitting-fitting untuk penyambungan terbuat dari bahan dan produksi yang sama. produksi Maspion. GAMBARAN UMUM Kontraktor harus meyediakan semua tenaga. 3.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN lapangan. SKOPE KONTRAK PEKERJAAN Pekerjaan yang akan dilaksanakan menurut kontrak ini adalah pekerjaan Pengadaan Pompa Beserta Kelengkapannya di Saluran Kebon Agung: Pekerjaan Mekanikal. Pekarjaan Elektrikal & Kontrol. 2. SPESIFIKASI PEKERJAAN MEKANIKAL & ELEKTRIKAL 1. serta seperti yang diperintahkan oleh Owner. disetiap lubang dimana menembus lantai beton atau dinding harus diberi bahan waterproofing untuk semua ujung pipa harus diberi “Cap” yang tidak memungkinkan adanya kebocoran. 6. Rucika atau setara dengan persetujuan Direksi Lapangan.

dan cat menjadi scope kontraktor f. Consumable Material Consumable material seperti kawat las. Plat dan besi profil yang dipergunakan sesuai dengan standard ASTM A36. Welding electrode yang dipergunakan dari jenis AWS (American Welding Standard)LH. acetylene. 5. Pemborong/kontraktor harus membuat gambar detail untuk mendukung pelaksanaan. Flange dan Fitting memakai standar JIS 10K • “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-61 . Instalasi Pompa Banjir c. Pintu air elektrik e. Baut & Mur yang dipergunakan untuk pekerjaan ini adalah baut jenis Hight Strength bolt-ASTM A 325 grade 5 c. oxygen. Valve dan Base Plate d. Bilamana tidak ada kesesuaian material dengan gambar referensi karena sukar dicari dipasarkan. Pengguna Jasa berhak mengadakan perubahan bilamana dianggap perlu. I. System Perpipaan. Instalasi Pompa Sludge b. METODE PELAKSANAAN Pihak kontraktor harus mengajukan penawaran melampirkan Metode Pelaksanaan pada waktu 6. 7018 d. Handling Material Kerusakan material pada saat handling sepenuhnya tanggung jawab kontraktor PERSYARATAN TEKNIK Spesifikasi Material a. Ereksi Pompa. Material untuk Valves. GAMBAR DAN MATERIAL Bilamana tidak ada kesesuaian gambar dengan pelaksanaan dilapangan karena situasi tempat atau tidak kesesuaian dimensi. Pengguna Jasa berhak mengadakan perubahan bilamana dianggap perlu. GAMBAR-GAMBAR PELAKSANAAN Pemborong / kontraktor harus menggunakan gambar-gambar kontrak sebagai dasar untuk pelaksanaan pemasangan peralatan. Pemborong/kontraktor harus memgukur ulang posisi lubang baut dan dimensi pipa saluran untuk menunjang kelancaran proses fabrikkasi dan ereksi. Check Valves. SPESIFIKASI TEKNIK (MEKANIKAL) • LINGKUP PEKERJAAN Lingkup pekerjaan meliputi Pengadaan dan Pemasangan a.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN 4 ME sheet 4-4 Wiring diagram 4. HAK UNTUK MERUBAH DISAIN. untuk plat pintu air tebal minimum 10 mm b.

Untuk menjamin kelurusan. Cracking. Ukuran electode las yang dipakai harus sesuai dengan ketebalan material yang dilas. untuk menjamin bahwa peralatan tersebut bisa dioperasikan sesuai dengan desain. b. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-62 .PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN e. f. c. Pemasangan sambungan pipa. a. Slag inclusion dll. Pemasangan support pipa harus sesuai dengan refensi dari pihak konsultan. e. Sebelum dilakukan pengelasan. Cacat pengelasan yang dimaksud : Scatter. h. b. d. Plat harus betul-betul lurus (alignment) dan pada setiap ujung yang akan dalas dibersihkan dahulu dengan sikat kawat atau gerinda. Pengelasan a. Pekerjaan pemasangan peralatan harus sesuai dengan gambardari pihak konsultan. Bagi pekerjaan pemasangan struktur yang memerlukan penggunaan scaffolding. Pemasangan pipa antara satu dan lainnya harus lurus (level). c. Pekerjaan pemotongan dan perlubangan harus dikerjakan dengan mesin pemotong dan bor. harus menggunakan perlengkapan scaffolding yang memenuhi syarat untuk keselamatan kerja. Pekerjaan Pabrikasi. Setiap peralatan/komponen yang ada mekanismenya (pompa. pintu air elektrik dan transmisi) perlu dilakukan pengetesan. serta digrenda pada bekas potongannya. d. ketepatan ukuran dan bentuk dari hasil pekerjaan. Penetrasi las harus tembus kedalam dan setelah selesai harus dibersihkan dengan sikat kawat atau gerinda kemudiaan dilanjutkan pengelasan berikutnya. Pengelasan harus dilakukan hati-hati agar didapatkan permukaan las yang halus dan tidak dapat cacat dalam pengelasan serta tidak terjadi pengelasan ulang. Penyambungan pipa yang menggunakan flange harus menggunakan seal/gasket yang sesuai. Winches dan lain-lain) sebelumnya harus dilakukan pengujian sesuai dengan kapasitas angkat sebelum dipergunakan. g. c. Pengetesan a. valve perlu diuji kebocorannya. Setiap hasil test/pengujian harus mendapat persetujuan dari pihak konsultan. b. Penggunaan alat angka (Crane. diharuskan memakai temporary Jig & Fixture sewaktu melakukan pekerjaan penyambungan dengan las. Semua baut pengikat atau assembly dari material stainlees steel atau tahan koropsi dan disetujui pihak owner f. valve. Pintu air elektrik harus mampu menahan beban air setinggi 4m. Pengecatan dengan menggunakan cat yang direkomendasi owner atau sejenis. Mobil Crane. Porousity.

PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN

d. Setiap ada ketidak sesuaian antara pengetesan dengan desain, kontraktor harus melakukan konsultasi dengan pihak konsultan. Pekerjaan Pengecatan a. Sebelum pengecatan dilakukan, material harus dibersihkan dengan sand Blasting dan dapat persetujuan pihak owner. b. Pekerjaan pengecatan dilakukan dengan memakai cat untuk lapisan akhir, kecuali ditempat yang cat dasarnya rusak atau terkelupas karena pengerjaan las dsb. Harus dilakukan perbaikan dengan pengecatan dasar terlebih dahulu sebelum pengecatan lapisan akhir. c. Sebelum dilakukan pengecatan permukaan besi harus bersih dan bebas dari segala bentuk karat, minyak (grease) dan kotoran lainnya. d. Warna cat sesuai dengan rekomendasi owner. e. Pengecatan lapisan akhir harus dilakukan 2 kali sampai rata. f. Setelah pekerjaan pemasangan selesai pihak kontraktor harus membersihkan tempat lokasi kerja tersebut. II. SPESIFIKASI TEKNIK ELEKTRIKAL • LINGKUP PEKERJAAN. Pekerjaan elektrikal terdiri dari pekerjaan instalasi dan pengadaan peralatan.Pekerjaan instalasi Elektrikal yang dilaksanakan adalah : 1. Pekerjaan Instalasi Listrik Gedung 2. Pekerjaan Instalasi Listrik Tenaga Pengadaan Peralatan Listrik 1. Cable Tray, Supports & Columns 2. Panel Box & Push Button Box 3. Electrical Cable & Bus Bar 4. Lampu 5. Electrical Bulk Materials Pengadaan & Pemasangan Peralatan Kontrol 1. Control Cable 2. Push Button 3. Control Bulk Materials • IJIN KERJA INSTALATIR/KONTRAKTOR Instalasi/sub kontraktor yang akan mengerjakan pekerjaan elektrikal ini diharuskan: a. Mempunyai surat ijin kerja : • Instalatir listrik (SIKA) tahun kerja yang berlaku dengan pas. Instalatir kelas C. • Dari Departemen tenga kerja b. Mempunyai Tanda Lulus Prakualifikasi (Tanda Daftar Rekanan) untuk tahun kerja yang berlaku, sesuai dengan KEPPRES No.29 Tahun 1984.

“ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “

VI-63

PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN

c. Sudah berpengalaman dan dapat menujukkan Surat Kemampuan pengalaman kerja dalam mengerjakan pekerjaan yang sejenis. • STANDARD DAN NORMALISASI Semua Pekerjaan Elektrikal yang dilaksanakan dalam proyek ini harus memenuhi /mematuhi Persyaratan Standard dari Instalasi yang berwenang untuk itu : • Peraturan Umum Instalasi Listrik (PUIL) 1987 • Standard Konstruksi/Normalisasi PLN • Peraturan-peraturan PLN/jawatan Keselamatan Kerja Setampat • Peraturan Dinas Keselamatan Kerja DEPNAKER • Standard / Normalisasi PELAKSANAAN KERJA a. Semua pekerjaan harus dilaksanakan dengan baik oleh tenaga ahli yang sudah berpengalaman. b. Pelaksana yang dianggap tidak cukup ahli / perpengalaman oleh Direksi / pengawas lapangan, harus segera diganti dengan orang lain setelah mendapat persetujuan Direksi / pengawas lapangan. c. Untuk penyelenggaraan pelaksanaan pekerjaan lapangan kontraktor harus meyediakan Direksi keet yang berfungsi sebagai Site Office dan gudang peralatan / material. Direksi Keet boleh menggunakan bangunan yang sudah ada (dipinjam / disewa) atau membuat bangunan temporer. d. Kontraktor harus menempatkan seorang Supervisor yang ahli, berpengalaman dan profesional untuk masing-masing bidang yang bertanggung jawab untuk menjadi supervisi, management proyek. e. Tenaga kerja harus berpengalaman dan ahli dibidangnya, bila tidak berpengalaman & ahli harus diganti. Bila tidak dihiraukan pengawas akan mengalami tindakan untuk mengatasi permasalahan yang ada. f. Segala sesuatu yang diperlukan guna kesempurnaan pekerjaan harus, dilengkapi sesuai permintaan pengawas dengan biaya dibebankan kepada kontraktor. BAHAN / MATERIAL DAN PERALATAN a. Bahan / material dan peralatan yang digunakan pada pekerjaan ini harus disediakan oleh kontraktor dan harus dalam keadaan baru, tanpa cacat. b. Semua bahan atau material dan peralatan yang akan digunakan diusahakan produksi dalam negeri, sejauh mana bahan / material tersebut masih memenuhi persyaratan teknis dan standard yang ditentukan oleh proyek ini. c. Kontraktor diwajibkan menyerahkan contoh bahan / barang yang disebut dalam lingkup pekerjaan kepada Direksi / Pengawas lapangan untuk mendapat persetujuan sebelum dipasang. Apabila hal tersebut tidak memungkinkan, minimal brosur spesifikasi teknis harus ditunjukan dan disetujui oleh /Direksi pengawas lapangan.

“ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “

VI-64

PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN

d. Kontraktor harus membuat tempat penyimpanan bahan / material serta peralatan kerja (gudang) agar rapi dan aman dan memudahkan pemeriksaan. e. Jikabahan / material dan peralatan kerja tersebut harus melewati jalan umum, Kontraktor harus menjaga ketertiban dan kelancaran serta mengganggu lalu lintas. f. Direksi berhak menambah peralatan yang dipergunakan atau menolak peralatan yang tidak memenuhi syarat. g. Bila pelaksanaan pekerjaan telah selesai, maka kontraktor harus segera mengeluarkan atau memindahkan peralatan tersebut. Kerusakan akibat penggunaan peralatan kerja tersebut harus diperbaiki kembali atas beban biaya kontraktor. h. Semua material yang terbuat dari besi (Armatur) dan pipa yang dipergunakan untuk kontruksi, penyangga, penggantung dan lain-lain harus diproses sebagai berikut : - Disikat dengan sikat kawat / dibersihkan hingga mengkilat dan bebas dari karat. - Dicat dasar / meni anti karat (Zincromate) kualitas baik 2 kali. - Dicat ahkir dengan cat berkualitas baik 2 kali warna yang akan ditentukan kemudian / sesuai dengan penggunaan. Kecuali material yang terbuat kemudian dari plastik, satinless steel dan alumunium tidak perlu dicat, cukup dibersihkan saja. • SISTEM KOORDINASI a. Kontraktor elektrikal harus mengkoordinasikan pekerjaannya dengan pekerjaan kontraktor lain (struktur & arsitektur) untuk menghindari pekerjaan pembongkaran / pekerjaan ulang dan gangguan yang dapat memperlambat jalannya pekerjaan. b. Untuk memudahkan komunikasi teknis, kontraktor harus menempatkan seorang atau lebih pemimpin lapangan berpengalaman. Dapat berkomunikasi dalam bahasa Indonesia dengan baik dan benar, serta mewakili kontraktor, menerima perintah dan petunjuk Direksi / pengawasan lapangan dan segera melaksanakannya bila diperlukan. Pengawas lapangan dan segera melaksanakannya bila diperlukan. c. Kontraktor diwajibkan membuat laporan berkala (harian / mingguan) yang memberikan gambaran tentang kegiatan proyek. Misalnya : • Jadwal Waktu pelaksanaan • Kegiatan pelaksanaan • Prestasi kegiatan fisik • Catatan perintah / petunjuk Direksi / pengawas lapangan yang disampaikan secara lisan maupun tertulis. • Dan kegiatan pekerjaan yang dianggap perlu. d. Kontraktor juga harus membuat dokumentasi pekerjaan yang berupa foto-foto pelaksanaan pekerjaan, dibuat berwarna, minimal ukuran postcard dan disusun dalam album. Foto-foto yang mengambarkan

“ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “

VI-65

Pembobokan tembok. PENGELASAN DAN PENGEBORAN a. dinding dan sebagainya yang dilakukan dalam rangka pemasangan instalasiini maupun pengembaliannya seperti keadaan semula adalah termasuk pekerjaan pemborong instalasi ini. d. f. los kerja dan tempat pekerjaan sekitar bangunan. menjadi tanggung jawab pemborong.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN kemajuan pelaksanaan pekerjaan hendaknya dibuat berdasarkan petunjuk dari Direksi dan minimal dilakukan sebanyak 4 (empat) kali setiap peristiwa selama berlangsungnya pelaksanaan pekerjaan. KETERTIBAN DAN KEAMANAN a. Gudang. Guna semua keamanan pekerjaan. KECELAKAAN DAN PETI PPPK a. bahan dan peralatan baik dalam gudang maupun diluar (halaman). PENJAGAAN Pemborong wajib mengadakan penjagaan dengan baik serta terus menurus selama berlangsungnya pekerjaan atas bahan peralatan. Pembobokan hanya dapat dilaksanakan setelah mendapat ijin tertulis dari Direksi/pengawas. b. Kontraktor harus memperhatikan hubungan dengan lingkungan proyek. kantor. Peraturan-peraturan yang lain ketertiban akan dikeluarkan oleh Direksi pada waktu pelaksanaan. lantai. Penimbunan / penyimpanan barang. c. antara lain : tidak akan menyebabkan gangguan lalu lintas umum. harus selalu dalam keadaan bersih. maka pemborong diwajibkan segera mengambil segala tindakan guna kepentingan si korban atau para korban. Selama pelaksanaan pekerjaan berlangsung pekerjaan berlangsung. Jika terjadi kecelakaan yang berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan ini. serta melaporkan kejadian tersebut kepada instansi dan Departemen yang bersangkutan/berwenang (dalam hal ini polisi dan Departemen Tenaga • • • “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-66 . e. masin dan alatalat kerja yang disimpan ditempat kerja (gudang lapangan). KEBERSIHAN. c. pengeboran dan sebagainya pada kontruksi Bangunan hanya dapat dilaksanakan setelah memperoleh ijin/persetujuan tertulis dari Direksi/Pengawas. kontraktor harus menempatkan petugas keamanan secukupnya disekitar proyak. tidak akan menganggu ketenangan penduduk/masyarakat disekitarnya dan tidak akan mengganggu pekerjaan dari Rekanan lain. Pengelas. • PEMBOBOKAN. Kehilangan yang diakibatkan oleh kelalaian penjagaan atas barang-barang tersebut diatas. peralatan dan bahan/material di proyak. harus diatur sedemikian rupa agar memudahkan jalannya pemeriksaan dan tidak mengganggu pekerjaan dari bagian lain. Penjagaan keamanan termasuk juga penanggulangan terhadap bahaya kebakaran yang mungkin terjadi. b.

PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN kerja) dan mempertanggung jawabkan sesuai dengan perayuran yang berlaku. . Hasil Test harus dicatat dan ditanda tangani bersama oleh kontraktor. Semua biaya yang diperlukan untuk pengujian ini menjadi tanggung jawab pihak kontraktor. • “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-67 . b. Pengujian ini dilaksanakan dibawah pengawasan Direksi/pengawas lapangan yang ditunjuk jadwal pelaksanan pengujian dapat diatur seminggu sebelumnya atau atas persetujuan bersama. DEPNAKER). b. Kontraktor diharuskan membuat Jadwal dan Prosedur pelaksanaan / Test yang akan dilakukan. Semua peralatan Test harus dalam keadaan baik dan memenuhi Standard persyaratan Test yang ditentukan. pompa banjir dan genset). h. Hasil Test ini baru dianggap sah/baik apabila telah disetujui/disyahkan oleh Instansi yang berwenang (PLN. . Peti PPPK dengan isinya yang selalu lengkap.Pemeriksaan pekerjaan Sambungan: Mekanis dan Listrik. Pengujian ini antara lain berupa : . g. i. d. f. pengawas dan pemilik proyek. Peralatan Test tersebut harus disediakan oleh kontraktor. . pemasangan perlengkapan dan bahan yang telah dipasang oleh kontraktor harus digaransi selama 12 (dua belas) bulan sejak masa penyerahan pertama kecuali ditentukan lain dalam kontrak (pompa lumpur.Pemeriksaan Visual. • PENGUJIAN/TESTING a. c.Pengujian dengan beban dalam keadaan bertegangan dan beban penuh selama 3 malam berturut-turut (selama 36 jam).Pengukuran Tahanan Isolasi dan Pertanahan. GARANSI Semua pekerjaan. Bila dalam pengujian berbeban ternyata tidak disediakan Sumber Daya Listrik. maka kontraktor diwajibkan menguji seluruh pekerjaannya dengan standard uji masing-masing yang telah ditetapkan dalam peraturan/spesifikasi peralatan. maka kontraktor harus menyediakan Sumber Daya Listrik sendiri berupa Genset 3 phase dengan kapasitas yang memadai.Semua hasil pengujian harus dicatat dan ditanda tangani bersama. . Untuk mengetahui bahwa semua pekerjaan yang telah dilaksanakan dapat berfungsi baik dan telah sesuai dengan persyaratan teknis yang dimana. e. Semua bahan yang kurang baik atau pemasangan yang kurang sempurna yang diketahui pada saat pemeriksaan/pengujiaan harus segera diganti dengan yang baru/disempurnakan sampai dapat berfungsi dengan baik dan sesuai Standard Uji yang ada. guna keperluan pertolongan pertama harus selalu ada di tempat pekerjaan.

SUPREME. Anda diperlukan adanya perubahan jalur karena alas an teknis. Komponen listrik lampu TL 36 watt dan lampu mercury sesuai gambar. akan ditentukan lebih lanjut oleh Direksi/pengawas lapangan. b. bahan dan pengerjaan yang kurang baik/rusak (yang bukan disebabkan oleh salah pakai. salah operasi) harus secepatnya diganti atau diperbaiki atas tanggungan kontraktor. klem dll) yang diperlukan untuk kesempurnaan pekerjaan ini.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN a. Kabel yang digunakan harus Rekomendaskan dari LMK dengan Standard merk : JEMBO. tetap harus dilaksanakan tersebut berfungsi dengan baik. Lampu TL 2 x 36 Watt. Salama masa Garansi ini semua perlengkapan. Instalasi baru e. Saklar tunggal & saklar ganda d. Kontraktor diwajibkan mempelajari gambar Lay-Out saluran kabel tersebut terhadap situasi lapangan. penumpu. PERSYARATAN TEKNIS PEKERJAAN ELEKTRIKAL PERSYARATAN TEKNIS PELAKSANAAN PEKERJAAN INSTALASI LISTRIK DAN PENYELESAIAN III. b. c. Hal-hal lain yang menyangkut pelaksanaan lapangan tetapi belum disebutkan dalam peraturan ini. • Pengetesan seluruh Pekerjaan Instalasi sesuai persyaratan instalasi sampai dinyatakan baik oleh Instansi setempat (PLN) secara tertulis dan diterima dengan baik oleh Pengawas/Pemilik Proyek. • Semua material penunjang (Penggantung. Panel-panel listrik baru lengkap dengan komponen pengamannya. • LAIN-LAIN a. • LINGKUP PEKERJAAN Yang termasuk dalam lingkup pekerjaan Instalasi listrik meliputi Pekerjaan Instalasi Listrik Gedung Meliputi pengadaan dan pemasangan : a. b. Kotak kontak 1 phase dan kotak kontak 3 phase sesuai gambar c. tanpa cacat dan bila perlu harus ada surat keterangan dari distributor/pabrik. yang secara teknis tidak dapat dipisahkan/diabaikan/dihilangkan. Bagian-bagian yang termasuk dalam pekerjaan ini. atau setara. Kabel harus dalam keadaan baru. Kabel yang digunakan untuk jaringan Distribusi Tegangan Rendah adalah jenis dalam pipa PVC High Impact dengan dimensi sesuai gambar. TKO lengkap f. Kontraktor harus membuat gambar Shop “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-68 . PEMASANGAN JARINGAN KABEL FEEDER • Jenis Kabel a. tetapi belum disebutkan dalam bestek/gambar. • Pemasangan dan Teknis Pelaksanaan a.

dimana D adalah diameter kabel. Pengurusan ijin instalasi listrik kepada instansi yang berwenang (PLN) merupakan Pekerjaan dan Tanggung Jawab dari Kontraktor. g. gancu dsb). Setiap ujung saluran harus diberi kelebihan panjang /sling secukupnya untuk mengantisipasi adanya kemungkinan perubahan tempat/ pergeseran paralatan/ panel. Jalur alternatif agar dipilih route yang aman/terlindung atau sedikit mungkin adanya bahaya kerusakan yang dapat minimpa saluran kabel tersebut. d.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN Drawing untuk disetujui Pengawas/Pemilik sebelum melaksanakan pekerjaan tersebut. k. f. c. • Pengetesan a. diberi pelindung batu bata merah atau plat beton sesuai gambar/ keperluannya. h. Kecuali dalam keadaan dimana tidak ada pilihan lain.000 volt untuk kabel Tegangan Menengah dan MEGGER 1. b. kecuali memang ada pekerjaan penyambungan kabel. Tidak diperkenankan melakukan penyambungan di dalam tanah ditengah perjalanan kecuali apabila panjang kabel/ saluran melebihi standard panjang yang telah ditentukan oleh pabrik. Kabel ditaman langsung didalam tanah dikedalaman 80 cm dari permukaan tanah kecuali yang melintas jalan mobel harus ditanam 100 cm dari permukaan tanah sesuai gambar. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-69 . Bila terjadi kerusakan pada kabel existing karena terkena peralatan gali (pacul. termasuk biaya perawatan pekerja yang mengalami / kecelakaan hingga sembuh benar.000 volt untuk kabel Tegangan rendah. i. e. Semua kabel yang masuk ke dalam bangunan tidak boleh di tanam langsung di lantai harus melalui kabel trench / got kabel atau pipa sparing dengan ukuran yang sesuai dengan jumlah besar kabel. b. Sedikit belokan kabel harus diperhitungkan bahwa radius belokan minimum r = 15 D. kontraktor harus mengganti kabel tersebut tanpa adanya tambahan biaya. Cara pemasangan kabel sesuai gambar yaitu : diberi pelindung alas pasir 10 cm bagian bawah dan diatas kabel. Alternatif ini diusahakan tidak menimbulkan kerja tambah. phasa pround dan netral ground. j. Untuk galian kabel yang melalui jalur kabel existing /lama harus dikerjakan dengan exktra hati-hati. Pengetesan dilakukan antara masing-masing inti kabelnya dengan mantel pelindungnya phasa-phasa. phasa-netral. Setiap saluran kabel harus ditest Tahanan Isolasinya dengan mengunakan alat MEGGER 10. Kabel yang melintas jalan mobil harus dilindungi dengan pipa PVC AW berdiameter sesuai jumlah kabel yang ada. Apabila terpaksa dilakukan penyambungan karena saluran lebih panjang dari standard panjang pabrik maka system/ cara penyambungan harus dibicarakan dengan pengawas untuk mendapatkan persetujuan.

Pemasangan sepatu kabel yang diperunakan tang press atau secra hidrolis. b. • Pipa PVC HI merk EGA.Grounding PE : Kuning-Hijau • Warna kabel yang mengikat (harus ada) adalah biru (untuk netral) dan pada kuning/hijau (untuk ground). d.5 mm2. • Kabel NYY digunakan untuk instalasi dari masing-masing panel DP ke panel-panel pembagi (SDP) dan dari panel pembagi (SDP) ke masingmasing panel beban (PL. standard merk GAE atau setara. misalnya sambungan baut tanpa kabel sepatu. CLIPSAL atau yang digunakan disyaratkan yang sudah direkomender oleh LMK. bila diperlukan kontraktor harus dapat menunjukan bukti rekomendasi tersebut. di atas. dll) dengan dimensi sesuai gambar.5 mm2 kecuali untuk kabel kontrol dan motormotor ukuran kecil digunakan 1. PEMASANGAN KABEL & SALURAN KABEL DI DALAM BANGUNAN • Semua kabel tegangan rendah yang digunakan adalah kabel yang sudah direkomendasi oleh LMK dengan merk : Jembo.Phase R/L 1 : Merah . kecuali dipersyaratkan lain. PAC. e. Sambungan harus dilaksanakan dengan baik.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN c.Phase R/L 3 : Hitam . c.Phase R/L 2 : Kuning . cukup kuaterat sesuai dengan model terminal peralatan yang terpasang. Penyambungan kabel ke terminal panel / peralatan di semua bangunan adalah tangung jawab konraktor.b. • Kabel NYM didalam pipa PVC HI diameter ¾” digunakan untuk instalasi dari panel ke beban penerangan atau peralatan /kotak kontrak.Netral N : Biru . Kontraktor diwajibkan memasang sepatu kebel pada ujung kabel yang akan disambungkan ke panel / peralatan. Bila warna tersebut tidak ada maka pada ujung-ujung kabel harus diberi isolasi dengan warna yang bersesuaian seperti butir 3. PP. • Penyambungan / Termination a. • Kode warna harus mengikuti ketentuan PUIL 1987 . Hasil pengetesan tahanan isolasi yang diminta adalah minimum 100 Mega Ohm untuk tegangan menengah dan minimum 5 Mega Ohm untuk kabel tegangan rendah. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-70 . Supreme atau setara : − Kelas : 600 / 1000 V − Inti : Tembaga − Isolasi : PVC − Ukuran : minimum 2. Sepatu kabel yang dipergunakan harus sesuai dengan besarnya kabel dan harus yang berkualitas baik.

• Pasangan kabel NYM dalam pipa PVC HI pada jarak maksimum 100 cm harus diberi klam. SPESIFIKASI PERALATAN ARMATURE LAMPU • Armature TL jenis TKO (surface Mounted) ⎯ Armature merupakan jenis open type. ⎯ Pemasangan Out-Bouw / Surface / Permukaan menempel plafond. ⎯ Armature terbuat dari plat baja putih dengan ketebalan 0.7 mm. Clipsal atau yang setara. Lucolite. ⎯ Reflektor terbuat dari plat baja putih dengan ketebalan 0. ⎯ Merk : Artolite. rumahan dari bahan polystar. 2. dilapisi dengan cat dasar. Rated tegangan 220 watt untuk TL 18 watt dan 2. Schwabe. Ballast harus dilengkapi dengan connection terminal. Untuk lampu TL dengan dua lampu disusun/digunakan “twin lamp ballast” (anti Stroboscopic). pemasangan pada tembok harus menggunakan vicher dan sekrup. Fitting/Lamp Holder dan stater holder (sockets) “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-71 . Legrand atau setara. noiseless. Pembuatan harus dengan mesin peralatan lampu Built-in dan dengan penyempurnaan cat power coating. Armature dan reflector harus dilengkapi dengan sekrup. pemasangan dengan menggunakan paku tidak dibenarkan. GE. agar dapat dilepas pada waktu memerlukan perbaikan. Philips atau sederajat. serta diberi lapisan akhir berwarna putih pengecatan dengan cara “Stove Enamelled / Bake Enamelled” (cat bakar) ⎯ Kontruksi armature harus kuat dan kokoh serta dibuat sedemikian rupa agar dapat dibuka / dilepas untuk perbaikan / penggantian komponen yang berada didalamnya. • Semua penyambungan kabel pada kotak sambung menggunakan sambungan puntir dengan lasdop tidak boleh menggunakan isolasi. • Komponen-komponen untuk lampu TL antara lain : 1. • klem dibuat dari bahan plat logam digalvanis ayau alumunium. Merk Philips. dengan reflector. Standart merk lasdop 3M. atau sederajat. mempunyai temperatur kerja rendah. Seluruh armature harus lengkap dengan rangka dudukan / gantungan.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN • Untuk penyambungan ke beban penerangan digunakan kabel NYM dalam pipa PVC flexible dengan merk EGA. Clipsal.5 watt untuk TL 36 watt.7 mm. • Ujung kabel yang dipasang pada terminal kabel harus diberi pelindung (sealing end). Ballast Ballast harus leak proof.

Capacitor Yang digunakan harus kapasitor yang dapat menghasilkan p. f. melainkan harus dipasang pada cable trays yang tersedia atau dilekatkan langsung pada bagian bawah dari plat dan. Merk :Philips. terbuat dari high quality white polycarbonate. Untuk membedakan instalasi lampu dan peralatan dengan instalasi yang lain pipa conduit yang terpasang harus diberi tanda (label) berwarna pada setiap jarak 2 meter. dengan sistim rotary lock. dengan luas penampang penghantar sekurang-kurangnya 2. 0. Rating stater disesuaikan dengan rating lampu TL. harus dilindungi dengan menggunakan flexible conduit yang terbuat dari bahan (dan memiliki ukuran) yang sama dengan pipa conduit yang dipakai. e. Penggunaan insulation tape sama sekali diperbolehkan. Starter Starter untuk lampu Fluorescent mempunyai reability tinggi. g. d. Kontraktor diwajibkan mengkoordinasikan rencana kerjanya dengan disiplin lainnya.95 (kapasitas 3. Jarak pemasangan klem-klem pengikat pipa conduit tidak diperkenankan melebihi 80 cm.5 mm2 dan pipa conduit PVC HI dengan diameter sekurang-kurangnya ¾”. 3. sehingga kemungkinan timbulnya perselingan lintasan antara intalasi yang berlebihan dapat dihindarkan. splicing dan lain sebagainya harus dilaksanakan dalam junction boxes (Tdoos. dengan menggunakan klem dan concrete fastener yang sesuai. apabila pipa konduit. sekalikali penggunaan paku sangat dilarang dalam pengerjaan ini. b. Starter switch. dsb).25 s/d 4. GE atau yang setara. Xdoos. Lamp holder dan stater holder anti vibrator contact. yang terbuat dari bahan yang sejenis dengan pipa conduit yang ukuran-ukurannya sesuai dengan ukuran dan jumlah kabel yang ada. Warna tanda/label yang dipakai harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan pengawas. terminal dan tube fitting.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN Material dari white plastic polycarbonate dengan proteksi Uncorosive dan Touchproof.5 micro farad) 4. Seluruh instalasi pekerjaan lampu dan peralatan pada dasarnya dilaksanakan dengan menggunakan kabel jenis NYM. Kabel penghantar yang menghubungkan fixtures lampu dengan instalasi yang ada.f. PEMASANGAN LAMPU & PERALATAN a. Pekerjaan pencabangan. (dapat dengan menggunakan insulation tape). Kontraktor diwajibkan menambah jumlah klem yang ada. Pemasangan instalasi lampu dan peralatan tidak dibenarkan membebani kerangka ceilling yang ada. atau yang setara. c. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-72 . Merk : Philips.

e. tidak boleh goyang/miring sesuai petunjuk pengawas. SAKELAR. KOTAK KONTAK 1 PHASE & KOTAK KONRAK 3 PHASE a. f. Kotak Kontak 1 phase dipasang setinggi 150 cm dari lantai atau disesuaikan dengan kondisi ruang dan peralatan terpasang dengan pasangan menempel dinding (out-bouw) dan harus terpasang kuat. harus dipasang pada rangka plafond yang diperkuat dengan konstruksi tambahan (bisa plafond yang di cat meni 2 kali) yang sesuai atau dengan menggunakan hanger/penggantung. Kotak kontak 3 phase harus mempunyai terminal pentanahan (3P + N + PE) tegangan 415 V. b. d. Untuk kotak kontak yang dipasang untuk daerah basah harus memakai type tertutup (water Proof Type) “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ j. Untuk pemasangan armature lampu jenis (surface mounted). VI-73 . h. Clipsal atau sederajat dengan kemampuan minimum 16A. pemasangan pada kayu/meja harus menggunakan sekrup.Clipsal atau yang sederajat dengan kemampuan minimum 10A. Semua pekerjaan perbaikan bekas bobokan dilaksanakan oleh Kontraktor Bangunan yang beban biayanya menjadi tanggung jawab ddari Kontraktor listrik. i.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN h. Kotak tempat sakelar dan kotak kontak terbuat dari logam besi yang digalvanis dengan standard merk MK. Clipsal atau sederajat. g. Kotak Kontak 1 phase dipasang setinggi 30 cm dari lantai/sesuai permintaan user (disesuaikan dengan alat) dengan pasangan terpendam (In-Bouw) rata dengan permukaan plester dinding atau didalam partisi dengan konstruksi khusus sesuai petunjuk pengawas. tidak dibenarkan dipasang pada plafond secara langsung. i. c. Penggunaan paku pada pekerjaan ini sangat dilarang. Sakelar yang digunakan pada instalasi ini berstandard merk M. Pemasangan kotak kontak pada doosnya menggunakan sekrup. Kotak Kontak 1 phase yang digunakan pada Instalasi ini berstandard merk MK. BALS atau sesuai persetujuan pengawas/pemilik proyek dengan kemampuan minimum 16A. Kotak kontak 3 phase yang dipakai pada Instalasi ini berstandard merk ABB.K. Semua pemasangan out-bouw doos dan kotak kontak 3 phase pada dinding harus menggunakan vischer dan sekrup. Kotak Kontak yang dipergunakan adalah jenis out-bouw/pasangan menempel dinding dengan menggunakan Out-Bouw doos yang terbuat dari bahan yang sama dengan kotak kontaknya. Sakelar dipasang setinggi 150 cm dari lantai dengan pasangan terpendam (In-Bouw) rata dengan permukaan plesteran dinding atau didalam partisi dengan konstruksi tersendiri/khusus.

PANEL LISTRIK PENERANGAN DAN PERALATAN • Konstruksi Panel a. Semua Bus-bar (5 buah) harus dicat dengan warna sesuai ketentuan PUIL pasal 701 : .Fasa ke 1 L1/r Merah .Netral N-Biru “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-74 .5 mm (untuk badan panel) dan 2 mm untuk pintu panel. Rangka konstruksi ditutup dengan plat baja pada sisinya tebal 1. Apabila perlu harus diberi tambahan isolator untuk menghindari adanya hubung singkat. Kotak kontak 1 phase harus mempunyai terminal pentanahan (P + N + PE) tegangan 415 V. e. d. Panel dipasang pada dinding dengan menggunakan Dynabolt 8 mm. g. c. menempel dinding. terbuat dari plat baja.5 kali kapasitas/kemampuan pengaman utamanya. f. Untuk masuk dan keluarnya kabel ke dan dari panel menggunakan wartel mur sesuai ukuran kabel. • Bus-bar/Rel Tembaga a. panel termasuk rangkanya harus dibersihkan dari karat. Panel harus dilengkapi mur-baut untuk terminal pentanahan. Bus-bar terbuat dari tembaga dengan kemurnian tinggi dengan kemampuan arus minimum 1. bila perlu digunakan bahan kimia penghilang karat (RUST REMOVER). Panel dicat dengan cat dasar (meni) tahan karat 2 kali cat akhir dari jenis cat bakar 2 kali yang tahan gores.Fasa ke 2 L2/s Kuning . Untuk type out-door ditambahkan konstruksi yang dibentuk sedemikian rupa sehingga air hujan tidak dapat masuk. Semua bagian peralatan yang bertegangan harus mempunyai jarak yang cukup denga bagaian peralatan yang lain. Panel-panel listrik baru adalah jenis In-door/out door type. konstruksi ini disesuaikan dengan peralatan/komponen yang terpasang. kecuali Bus-bar PE yang ukurannya lebih kecil dan disesuaikan kawat tanahnya. ukuran mur-baut 3/8”. Sebelum di cat. baut terminal harus dilas penuh pada rangka panel. Dimensi dan kemampuan rel dapat dilihat pada gambar. b. h.Fasa ke 3 L3/t Hitam . b.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN k. Pintu panel harus dihubungkan dengan rangka panel menggunakan kawat tembaga Flexible (NYMHY 1 x 6 mm2) untuk pentanahan pintu panel.

Tahanan isolasi terhadap Body/rangka minimum 50 M ohm. d. b. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-75 . Bus-bar untuk pertanahan/penghantar pembumian/ di klem dengan baik ke rangka panel. Untuk panel distribusi harus dilengkapi dengan peralatan ukur dan meter ukur type “Moving Iron Type” dengan ukuran 96 x 96 mm dan peralatan lain misalnya : Lampu Indikator dan Minifuse. sesuai aturan yang digunakan pada PUIL 1987. Untuk memudahkan pengenalan distribusi beban pada setiap MCCB/MCB dan peralatan penting yang lain harus diberi nama/nomor saluran yang dapat dibaca dengan jelas/mudah. Gambar diagram panel harus dibundel rapi dalam sampul plastik atau dilaminating. Setiap pintu panel harus disediakan tempat untuk menyimpan gambar/diagram panel. d. e. c. Semua Bus-bar harus dipotong harus ditopang pada rangka konstruksi dengan menggunakan penyangga atau dijepit partinax pada beberapa tempat sehingga konstruksi Bus-bar cukup kuat dan tidak lentur/bergetar.Pembumian c.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN . c.U.Penghantar PE-Hijau/Kuning . Sistem pentanahan panel listrik yang digunakan pada instalasi ini adalah sistem PNP (Pentanahan Netrak Pengaman). Elektroda pentanahan menggunakan “Elektroda Pipa” dengan pipa galfanis 1” dan kawat BC penampang 50 mm2 yang ditanam sedalam minimal 3 (tiga) meter hingga dicapai tahanan pentanahan minimal 5 ohm. Standard Merk : MF. Control unit version 3 (C. Pengaman saluran keluar dan masuk (MCCB/MCB) harus dari pabrik yang sama dengan ranting arus seperti tertera pada gambar diagram. Peralatan pengaman/Circuit Breaker (MCCB/MCB) yang dipasang pada Base Plate atau plat dasar yang terpasang kuat pada rangka panel. ABB. Monitoring and Protection Equitment (MPE) Sistem Pentanahan a. cat pada bagian rangka yang menempel Busbar pertanahan harus dihilangkan. Soft Starter g. d. Saluran pentanahan dari elektroda pentanahan sampai kebadan harus dilindungi dengan pipa PVC HI ¾” atau pipa PVC AW ¾”. f.-3) i. Kapsitas Bank Otomatis h. Peralatan dan Komponen Panel a. Bila perlu elektroda pentanahan untuk badan peralatan dan panel harus dipisahkan penanamannya sejauh minimum 3 meter satu dengan yang lain. b. SIEMENS dan AEG.

Saluran ini tidak boleh ada sambungan hanya diperbolehkan pada terminal yang disediakan dengan menggunakan sambungan mur baut dan sepatu kabel yang sesuai. Macam pemeriksaan dan pengujian. sehingga instalasi dapat bekerja dengan baik dan dapat dipertanggung jawabkan tanpa tambahan biaya. Jaminan instalasi Kontraktor. harus disediakan oleh Kontraktor.Pemeriksaan sambungan listrik maupun mekanis . MCFA. f. PABX.Pengujian dalam keadaan berbeban b. Penyambungan sipanel harus pada rek pentanahan atau mur baut yang telah di las ke badan panel. Sebelum melaksanakan pengujian Kontraktor harus merencanakan jadwal pemeriksaan & pengujian untuk mendapatkan persetujuan dari pengawas. c. dll) minimal sejauh 5 meter. Sesudah seluruh instalasi terpasang seluruhnya harus diadakan pengujian dan pemeriksaan instalasi secara keseluruhan. g. Pengetesan juga dilakukan pada Grounding Existing untuk mengetahui apakah tahanan pentanahan grounding tersebut masih baik/memenuhi syarat atau tidak. walaupun tidak digambarkan atau disebutkan dalam spesifikasi ini. diteliti dan diuji dengan baik sebelum diserahkan dan pelaksanaannya harus menyertakan pengawas dan bila perlu dengan petugas dari instansi terkait yang berwenang.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN e. c. Lain-lain a. Penampang kawat pentanahan dari masing-masing panel dapat dilihat pada gambar masing-masing panel. d. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-76 . Seluruh sistem dan Pekerjaan instalasi harus diperiksa. Jaminan dan Masa Pemeliharaan a. Masa pemeliharaan untuk seluruh pekerjaan instalasi listrik ditetapkan selama 4 bulan setelah barang diserahkan kepada Pemilik /Pengawas.Pengukuran tahanan isolasi dan tahanan pentanahan .Pemeriksaan Visual . Dalam masa pemeliharaan apabila ditemukan instalasi yang rudak atau berfungsi kurang baik maka Pemborong harus segera memperbaiki atau mengganti peralatan tersebut sampai dapat berfungsi dengan baik. h. Testing dan Commisioning a. Titik pentanahan panel ini harus dipisahkan dengan system pentanahan penangkal petir dan peralatan lain (peralatan kontrol. . & material instalasi menjadi tanggung jawab b. Peralatan-peralatan tambahan yang diperlukan.

Pompa Lumpur Type Kapasitas Total Head Efficiency Material bodi pompa Material poros pompa Konstruksi Pemasangan : Submersible Sludge Pump : Q=15 m3/min atau Q=0. Spesifikasi Teknik Pompa Lumpur Spesifikasi teknik masing-masing pompa seperti yang diuraikan sebagai bertikut : a. Pompa-pompa tersebut diadakan dan dipasang pada rumah pompa sebagai berikut 1. total Head 15 m. total Head 6 m. 10 m “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-77 . CL 30) : Stainless steel (ASTM A 276. 3 phase : min. 50 Hz. Kontraktor harus memintakan ijin-ijin yang mungkin diperlukan untuk menjalankan instalasi yang dinyatakan dalam spesifikasi ini atas tanggungan sendiri kepada berwenang yang terkait dengan pekerjaan ini (PLN. 380 Volt. DEPNAKER).15 : NEMA-Desaign B :F : Minimum 90% : 68 : max. Lingkup Pekerjaan Pekerjaan ini meliputi Pengadaan & Pemasangan Instalasi Pompa berikut kelengkapannya dan alat bantu yang diperlukan. 2.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN b.25 m3/det : H = 15 meter : Minimum 65 % : Cast Iron (ASTM A 48. CL 30) b. Pompa Lumpur dengan kapasitas 250 l/detik.410) : Automatic Discharge Connector Standard Pengujian pompa : ISO 2548 Material propeller/impeller : Cast Iron (ASTM A 48. Pompa Banjir dengan kapasitas 1500 l/detik. 2. 65 Kw. Jenis dari Pompa-pompa yang akan diadakan harus dari jenis Submersible untuk aplikasi penanggulangan dan pengendalian banjir dan pernah teruji beroperasi dengan baik dan pernah terpasang di Indonesia dengan kapasitas minimum sama dengan atau lebih besar dari pompa yang akan diadakan. T. Elektromotor : Type Service Factor Standard Desaign Insulation class Efficiency IP Daya/tegangan Kabel submersible : Totally Enclosed Submersible : 1. PERSYARATAN TEKNIS PELAKSANAAN DAN PENYELESAIAN PEKERJAAN INSTALASI POMPA AIR 1.

: Q=90 m3/min atau Q=1.Type .78) : Cast iron (ASTM A 48.Material bodi pompa . - - 3. bila dibutuhkan tambahan atas/ pondasi/ penumpu/ penggantung maka Pemborong harus menyediakan dan memasangnya sekalipun tidak tertera dalam gambar. Panel Control: Jenis : Free Standing (berdiri) Tebal Plat : 2 mm Tebal panel : 800 mm Finishing : anti karat Power Coating RAL 7032 dicat dengan warna yang ditentukan oleh pengawas.Sensor thermal protector jenis bi-metal .Kapasitas . Elektromotor: .Standar Pengujian . Spesifikasi Teknis Pompa Banjir a. CL 30) Pipa buang : Diameter Tebal pipa Coating : 300 mm : 9 mm : Cat anti karat (Bituminous 300 micron) d.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN c.Efisiensi .Material Propeller/impeller . CL 30) : Stainless Steel (ASTM A 276. Sistem Proteksi Lapisan pelindung Material bodi pompa : . : H= 6 Meter : ISO 2548 : min 80 % : Aluminium Bronze (ASTM B 148.50 m3/det. tergantung daripada macam/Type Panel. Pompa .Type .Sensor Seal Leakage jenis elektroda : Cat tahan karat (Epoxy Coafing) : Cast Iron (ASTM A 48. 410) “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-78 .10 : NEMA-Design B : Submersible Drainage Pump.Material poros pompa b.Standard Design : Totally Enclosed Submersible : 1.Service Factor .17.Total Haed .1 Pasangan panel : Pasangan panel sedemikian rupa sehingga setiap peralatan dalam penel dengan mudah masih dapat dijangkau. Fungsi Kontrol : Masing-masing kontrol Panel harus dapat mengontrol pompa-pompa yang terpasang seperti yang disebutkan dalam item 3.

Total Head pompa yang diperlukan : seperti yang diuraikan c.Diameter Pipa Buang : 900 mm .IP . 380 Vollt. Pipa Kolom.Lapisan Pelindung . : . Pompa yang dipasok harus merupakan pompa baru dan bukan pompa bekas yang telah diperbaharui (re-build). : Pendinginan dilakukan dengan cara mendinginkan selubung motor dengan menggunakan air yang lewat pada saat pompa beroperasi.Daya Tegangan . : . dimana dalam pengoperasiannya keseluruhan bagian dari unit pompa tersebut akan terendam didalam air oleh karena itu material konstruksi dari pompa harus terbuat dari jenis material yang tahan terhadap pengerusakkan yang disebabkan oleh zat-zat yang terkandung dalam air.Sensor Seai Leakage type elektroda . (Seperti yang terlihat dalam gambar) : 1100 . . tahan terhadap lingkungan yang korosif dan tahan terhadap gesekan material yang halus seperti lumpur.Sensor Moisture Type elektroda . Perhitungan Head dan Power Pompa Total head adalah hasil penjumlahan antara “Static Head” dan “Total Head Loss” yang terjadi.Tebal Pipa : 11 mm . 3 Phase.Rubber bush with grommet.Kabel Submersibel :F : 68 : 130 KW.Type RNCT .Coating : Cat anti karat (Bituminus tebal 300 micron) Jenis pompa air yang harus diadakan/dipasok adalah jenis pompa air celup (submersible pump). Elevasi muka air (Seperti yang Terlihat dalam gambar) 2.Material bodi motor .Sistim Pendingin .Insulation Class .Diameter Pipa Kolom .Elbow/bend : 2 X 45 . CL 30) c.Sensor Bearing temperature PT-100 : Cat tahan karat (epoxy coating) : Cast iron (ASTM A48.1200 mm (disesuaikan dg produk pompa) . Kondisi Desain a.Sistem Proteks .PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN . Secara terperinci spesifikasi pompa yang disyaratkan adalah : 1.Triple compression sealing. Desain dari pompa yang akan dipasok harus “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-79 .Sensor Thermai Protector Type PT-100 . Kapasitas pekerjaan-unit pompa : seperti yang diuraikan b.

4. Poros Pompa Poros Pompa harus menyatu dengann motor penggeraknya.958 Jumlah Baling-baling : 4 buah Free Passege : 100 mm 5. dengan perkataan lain harus terbuat dari Aluminium Bronze dengan spesifikasi komposisi materialnya setara ASTM AB148. Hasil pengecoran tersebut harus bebas dari keropos dan retak serta cacat yang lain akibat dari proses pengecoran dan machining tersebut. Bahan poros pompa harus terbuat dari bahan yang tahan korotif serta mampu menahan torsi motor penggerak dengan propeler/impeler pompa sesuai dengan tegangan kerja tanpa adanya defleksi yang dapat mengakibatkan poros menjadi rusak atau terpuntir.1 m. Propeler/Impeler Bahan untuk bagian propeler/impeler harus terbuat dari bahan yang ulet dan tahan korosif. atau dengan perkataan lain merupakan satu bentuk kesatuan antara poros untuk propeler/impeler dengan motor.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN mempunyai efisiensi yang terbaik (maksimum) pada kondisi titik kerja (duty point) dari pompa tersebut. Celah antara propeler/impeler dengan selubung pompa pada bagian sisi hisap harus memiliki ketelitian yang tinggi yang dimaksudkan agar dengan presisinya celah tersebut dapat diharapkan efisiensi pompa menjadi lebih baik. Tingkat ketelitian poros baik terhadap propeler/impeler atau terhadap bantalan dudukan harus cukup tinggi sehingga ketidakseimbangan (unbalance) pada saat pompa dioperasikan (poros berputar) dapat dihindari. 3. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-80 . Ketentuan Material Pompa Selubung pompa (Pump Body) Bahan untuk selubung pompa harus terbuat dari bahan besi cor (cast iron) dengan spesifikasi komposisi dari meterialnya stara ASTM A48 CL30 atau dengan kelas (grade) yang lebih tinggi serta harus mempunyai permukaan cor yang sempurna atau telah melalui proses dengan mesin (maching) pada bagian dalamnya sehingga kerja pompa dan efisiensinya menjadi baik. 198 atau dengan grade yang lebih tinggi. Spesifikasi teknis propeler/impeler Material : Aluminium Bronze ASTM AB148. Penawar harus membuat dan menyajikan perhitungan rugi-rugi (head loss) dan daya yang dibutuhkan untuk pompa yang ditawarkan tersebut menggunakan formula “Darcy” dengan asumsi kehilangan tinggi pada screen sebesar 0.

410 atau SUS 410. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-81 . Pipa Kolom Material harus terbuat dari steel plate setara ASTM A36 dengan dilapisi cat dari bahan coal tar epoxy coating pada bagian permukannya. Konstruksi pipa kolom adalah rolled steel fabricated dengan discharge elbow mempunyai bentuk lengkung yang baik (smooth) pada bagian dalam sehingga diharapkan dapat mengurangi nilai dari kerugian. CL30 Lapisan pelindung : Cat tahan karat (epoxy coating) Kabel Elektromotor Kabel pada elektromotor menggunakan jenis “Submersible Cable” dengan spesifikasi sebagai berikut : Type : RNCT Kind of Insulation :F Kind of sealing of lead cable : Triple compression sealing Type of Installation : Rubber bush with Grommet 7.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN Standard poros yang digunakan harus terbuat dari baja tahan karat atau grade yang lebih tinggi. Sistem Proteksi : . 6.Sensor panas (thermal) pada tiap fasanya . 8. Spesifikasi Teknis Panel Kontrol Panel kontrol pompa yang terpasang pada tiap-tiap lokasi harus dapat mengoperasikan semua pompa yang terpasang pada masing-masing rumah pompa seperti yang dijelaskan dalam item 3. 50 Hz Sistem Pendingin :Pendinginan dilakukan dengan cara mendinginkan selubung motor (motor casing) dengan menggunakan air yang lewat pada saat pompa beroperasi. 3 fasa.Bearing Sensor Material Casing : Cast Iron : ASTM A48. Ketebalan dari plat baja yang akan dipakai untuk membuat kolom pipa tidak boleh kurang dari 11 mm Diameter dalam dari pipa kolom untuk pompa kap 1500 l/detik adalah 1100 mm. atau untuk bahan stainless steel gradenya setara dengan ASTM A276. Dilengkapi stopper guard pada bagian sole plate.17. Elektromotor Penggerak pompa (pump driven) menggunakan elektromotor type “submerged electromotor” dengan spesifikasi sebagai berikut : Type : “Totally enclosed sumersible type” Insulation Class :F Service Factor : 1.1.Sensor kelembaban (Moisture) . IP68 Tegangan : 380 Volt.Sensor kebocoran seal (Seal leakage) .15 Design Standard : NEMA-Design B.

Gangguan pembumian (ground failure) . Pada bagian sisi luar dari panel kontrol pompa ini minimal harus dilengkapi dengan peralatan monitoring lainnya antara lain : • • Ampere meter untuk masing-masing phasa dari sumber daya Ampere meter untuk masing-masing pompa “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-82 .Tegangan terlalu rendah dan beban lebih (undervolt/overvolt) .Beban terlalu rendah dan beban lebih (underload/overload) .Kapasitor Bank otomatis Panel kontrol dilengkapi dengan peralatan pemantau dan pengaman gangguan pada pompa (monitoring and protection equipment) yang dapat menerima sinyal gangguan dari peralatan deteksi (sensor) gangguan yang dimiliki oleh masing-masing pompa celup yaitu sebagai berikut : .Arus tidak seimbang (current unbalance) . Seluruh pompa pada saat akan dioperasikan (start) harus menggunakan peralatan “Soft Starter” yang terpasang didalam panel kontrol.Sensor kebocoran yang merupakan jenis Floating Switch . - Cara darurat (by-pass/emergency mode) • Masing-masing pompa dapat dioperasikan atau dihentikan hanya dengan cara menekan tombol On-Off. akan tetapi kerjanya tidak tergantung dari batas ketinggian air pada kolam hisap.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN Dengan daya motor yang tidak lebih dari seperti yang dijelaskan di item 3.Tahanan isolasi motor (isolation resistance) .1. Panel kontrol dilengkapi dengan unit pengendali (control unit) gangguan yang minimal dapat mendeteksi gangguan-gangguan sebagai berikut : . akan tetapi kerjanya masih tergantung dari batas ketinggian air pada kolam hisap.Sensor Temperatur Bearing yang merupakan jenis PT-100Ω .Sensor Temperatur Stator yang merupakan jenis PT-100Ω .Putaran motor terbalik (phase sequence) .17.Sensor Kelembaban yang merupakan jenis elektroda Panel kontrol pompa ini harus dilengkapi dengan perlengkapan yang dapat melakukan beberapa macam cara mengoperasikan (operation mode) untuk kedua pompa tersebut yaitu : Cara Otomatis (Automatic mode) • Seluruh pompa beroperasi dan berhenti secara otomatis tergantung dari batas ketinggian air dalam kolam hisap (suction folder) - Cara manual (Manual mode) • Masing-masing pompa dapat dioperasikan atau dihentikan hanya dengan cara menekan tombol On-Off.

Kontraktor bertanggung jawab atas ukuran (dimensi) dan lokasi lubanglubang tersebut. diteliti dan diuji dengan baik sebelum diserahkan dan pelaksanaanya harus “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-83 . Testing dan Commisioning a. kepala kolom. Pompa harus dipasang sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan oleh pabrik. Kilowatt meter dan Frekuensi meter Indikator penunjuk ketinggian permukaan air (water level indicator) Indikator penunjuk gangguan (Alarm indicator) Indikator penunjuk kerja pompa (Pump indicator) Saklar pemilih model operasi (operation mode selctor switch) Tombol Start dan stop pompa Tombol Stop untuk sirine gangguan (horn) Tombol untuk pengujian lampu indicator (test light) Tombol untuk pengujian sirine gangguan (test horn) • Tombol “reset” gangguan. dan apabila perlu harus melakukan pembobokan/penambalan tanpa biaya tambahan. 3. b. 4. Kontraktor harus merencanakn jadwal pemeriksaan dan pengujian untuk mendapat persetujuan dari konsultan pengawas atau Direksi. 9. tanpa mendapat ijin tertulis dari Konsultan pengawas atau Direksi. Kontraktor berkewajiban mengajukan ijin pemasangan pompa driange dan instalasinya sebelum pekerjaan dilaksanakan. dengan melengkapi gambar-gambar shop drawing yang telah disetujui terlebih dahulu oleh Konsultan Pengawas atau Direksi. 4. Seluruh sistem dan pekerjaan intalasi harus diperiksa. atau balok. 5. Sebelum melaksanakan pengujian. Hal ini harus diketahui dengan tepat letak/ukuran lubang pada dinding dan lantai yang diperlukan untuk lewatnya pipa-pipa. Pekerjaan Pemasangan Pompa 1. 2.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN • • • • • • • • • Voltmeter. Gambar-gambar pemasangan instalasi secara detail harus dibuat oleh Kontraktor sebelum melaksanakan pekerjaan pemasangan pipa. Kelengkapan lain dari panel kontrol pompa yang harus disertakan pada saat memasok panel kontrol ini adalah : • Sensor ketinggian permukaan air berbentuk batang yang terbuat dari bahan logam anti karat (stainless steel) dan dipasang pada kolam hisap lengkap dengan pipa pelindung terhadap kotoran atau sampah. Pipa-pipa tidak boleh menembus kolom.

5. Kontraktor berkewajiban mengajukan ijin pelaksanaan pekerjaan pemasangan sebelum pekerjaan dilaksanakan. b. maka Kontraktor harus mengganti bagian atau bahan yang rusak. Certificate Country of Origin “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-84 . dengan melengkapi gambar-gambar shop drawing yang telah disetujui terlebih dahulu oleh Konsultan Pengawas atau Direksi. f. Kontraktor tertanggung jawab atas ukuran (dimensi) dan apabila perlu Kontraktor harus melakukan pembaikan-perbaikan/penyempurnaanpenyempurnaan tanpa biaya tambahan. Seluruh sistem pemipaan harus diuji dan tidak boleh ada kebocoran. c.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN menyertakan pengawas dan bila perlu dengan petugas dari instansi terkait yang berwenang. Kontraktor diwajibkan membuat atau menyerahkan : 1. g. b. Sertifikat garansi dari pabrik pembuatnya 3. Sesudah pengujian selesai Kontraktor diwajibkan mengadakan pelatihan untuk petugas pengelola yang ditunjuk sampai petugas tersebut dianggap cukup mahir menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan. Peralatan yang disuplai ini harus disertai dengan test certificate yang asli dari pabrik pembuat dan surat keterangan lain yang mendukung pengesahan barang dari pabrik pembuat. d. e. Pelatihan untuk teknisi dilaksanakan oleh Kontraktor dan dilaksanakan sejak mulai pemasangan peralatan. c. Sertifikat uji dari pabrik pembuatnya (Factory Teest Certificate) 2. Pelatihan secara keseluruhan sistem akan dilaksanakan bila pekerjaan instalasi telah selesai dikerjakan dan ditest. c. d. 6. Surat keterangan dari luar pabrik tidak diakui kebenarannya. Pihak Pemilik proyek harus sudah menyiapkan petugas/teknisi yang akan dilatih untuk keperluan ini. tersebut tanpa dipungut biaya dan pengujian dilakukan lagi sampai berhasil dengan baik. Gambar-gambar pemasangan instalasi secara detail harus dibuat oleh Kontraktor sebelum melaksanakan pekerjaan pemasangan. Apabila pada waktu pemeriksaan atau pengujian ternyata ada kerusakan atau kegagalan dari bagian instalasi. Seluruh biaya untuk pengujian tersebut menjadi tanggung jawab Kontraktor. Pekerjaan Pemasangan a. Peralatan yang disuplai harus ditest oleh Petugas Pabrik/ agen dengan prosedur/ketentuan test yangsudah baku. Pemeriksaan dan Pengujian a.

b. Peralatan yang disuplai harus diserahkan dalam kondisi baik. Jaminan pekerjaan instalasi dan peralatan yang disuplai Kontraktor termasuk material instalasi/pemipaan menjadi tanggung jawab Kontraktor. Buku petunjuk untuk pengoperasian dan pemeliharaan selanjutnya. b. 9. baru tanpa cacat dan garansi penuh. Pemilik harus dibebaskan dari segala bentuk pembayaran akibat segala kerusakan pada pemakaian normal untuk waktu 1 tahun setelah pengesahan penyerahan pekerjaan. Span dan panjang untuk travelling disesuaikan dengan ukuran rumah pompa. Peralatan-peralatan tambahan yang diperlukan. c. Daichi atau setara di rumah pompa dengan kapasitas pengangkatan minimal 5 ton dengan jenis Single Girder. Jaminan/garansi peralataan yang disuplai Kontraktor diatur dalam perjanjian tersendiri antara Kontraktor dan Pemilik. e. Masa pemeliharaan untuk seluruh Pekerjaan instalasi dan pemasangan ditetapkan selama 4 tahun setelah barang diserahkan kepada Pemilik/Pengawas dan disesuaikan dengan masa pemeliharaan pekerjaan Sipil/arsitektur.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN 4. harus disediakan oleh Kontraktor. Dalam masa pemeliharaan apabila ditemukan instalasi yang rusak atau berfungsi kurang baik maka Kontraktor harus segera memperbaiki atau mengganti peralatan tersebut sampai dapat berfungsi dengan baik. Spesifikasi teknik overhead crane adalah sebagai berikut : “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-85 . walaupun tidak digambarkan atau disebutkan dalam spesifikasi ini. 8. Jaminan dan Masa Pemeliharaan a. Kontraktor harus memintakan ijin-ijin yang mungkin diperlukan untuk menjalankan instalasi yang dinyatakan dalam spesifikasi ini atas tanggungan/biaya Kontraktor kepada instansi berwenang yang terkait dengan Pekerjaan ini. 7. Lain-lain a. sehingga instalasi dapat bekerja dengan baik dan dapat dipertanggung jawabkan tanpa tambahan biaya. d. Manual Overhead Travelling Crane Pekerjaan ini meliputi pengadaan dan pemasangan satu (1) unit manual overhead travelling crane merk Kone.

PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN

No. 1. 2. 3. 4. 5. 6.

Uraian Kapasitas Lift Span Lenght Type Operasional a. Lift b. Travelling 5 ton 5m Sesuai jarak kolom Sesuai jarak kolom Manual Manual

10. Genset 1. Lingkup Pekerjaan Lingkup pekerjaan meliputi pengadaan Genset 650 KVA yang memenuhi spesifikasi sebagai berikut : a. Genset yang diperlukan adalah jenis continuous dengan out put minimal 520 kW / 650 kVA. b. Genset yang diperlukan adalah Genset type silent 650 KVA. c. Genset yang dimaksud dilengkapi dengan sound proofing, tingkat
kebisingan 75 dB @ 7 m.

d. Genset yang dimaksud dioperasikan secara single atau pararel didalam ruangan 27 derajad celcius / 60 RH diiklim tropis (tropical). e. Genset yang handal, mudah dioperasikan, efisien biaya perawatan, kondisi purna jual terjamin. f. Engine : 1). Spesifikasi : Engine data Manufacturer / Model : Cylinder Arrangement : Displacement : Bore and Stroke : Compression ratio : 16 : 1 Rated RPM : 1500 Rpm Piston Speed : Max. Prime Power at rated RPM : Min. 110% dari 520kW Frequency regulation, steady state : +/-0. 5% BMEP : Governor : type : Elec Exhaust system Exhaust as flow Exhaust temperature Max back pressure

: : 450 – 500°C : 450 – 550mm

“ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “

VI-86

PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN

Fuel system 110% (Stand By power ) 100% (of the Prime Power) 75% (of the Prime Power) 50% (of the Prime Power) Total fuel flow Coolant system Radiator & engine capacity Max water temperature Outlet water temperature Fan power Fan air flow Available restriction on air flow Type of coolant Thermostat

: : : : :

155 – 165L/h 140 – 150L/h 103 – 113L/h 68.5 – 77.5L/h 420 – 460L/h

: : : : : : : :

95 – 97°C 90 – 95°C 70-90 °C

2). Spesifikasi tambahan Engine dan Radiator

: : Heat shield protection Oil drain extention Heavy duty air filter Lube oil drain pump Radiator core guard Battery charger : Anti condensation heater : Paralleling system Remote annunciator Oil temperatur shutdown Key start panel : Residential silencer Critical cilencer Frexible exhaust conn. : Daily tank dengan kapasitas minimum 250 liter. Water separator fuel filter

Alternator Control panel

Exhaust

Fuel

g. Alternator : 1). Spesifikasi : Manufacturer Alternator Model/Series Power Rated Voltage / Frequency (Hz) Power Factor (Cos Phi) Ration Speed

: : : : :

520kW / 650 kVA 380 V, 3 Phase / 50 0.8 1500 Rpm VI-87

“ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “

PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN

Voltage Regulation 0 to 100% load Voltage Regulation Insulation : Class, temperature rise Over speed Altitude Total Harmonics (TGH/THC) Wave form: NEMA =TIF-TGH/THC Recovery time 2. Persyaratan Teknik

: : : : : : : :

± 1% IP 21 drip proof. H/H 2250 RPM < 1000 m < 4% < 50 400 – 600 ms

Spesifikasi Komponen Komponen/spare part : Standar dari manufakturer atau yang disetujui oleh Pengguna Barang/Jasa. Pengetesan a. Penyedia Barang/Jasa wajib menyelenggarakan tes kinerja untuk peralatan utama Genset type silent 650 KVA, panel dan lain-lain yang dilakukan oleh penyedia barang/jasa. b. Setiap hasil test/pengujian harus mendapat persetujuan dari pihak pengguna jasa & konsultan. c. Setiap ada ketidak sesuaian antara pengetesan dengan desain, Penyedia Barang/Jasa harus melakukan konsultasi dengan pihak pengguna jasa & konsultan. Sertifikat Penyedia Barang/Jasa diwajibkan membuat atau menyerahkan : a. Sertifikat uji dari pabrik pembuat (Factory Test Certificate) b. Sertifikat garansi dari pabrik pembuat c. Sertifikat Country Origin. U. PEKERJAAN BETON PRECAST PRESTRESS 1. Persyaratan yang berkenaan dengan beton pada umumnya harus diperhatikan dalam hal pekerjaan beton Prestress. 2. Yang termasuk dalam beton Prestress ini terbatas pada seluruh detail yang ditunjukkan dalam gambar : - Concrete Sheet Pile / Flat Sheet Pile - Tiang Pancang / Concrete Pile 3. Beton Prestress untuk Concrete Sheet Pile / Flat Sheet Pile dan Concrete Pile harus dibuat oleh pabrikan yang memiliki Quality System atau jaminan kualitas dan atau telah memiliki sertifikasi ISO. 4. Sebagai syarat diterimanya beton precast pihak Penyedia Barang / Jasa diwajibkan mengundang pihak Pengguna Barang / Jasa untuk melakukan inspeksi setiap tahapan pelaksanaan pabrikasi. Pihak

“ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “

VI-88

Ketebalan plat minimum 12 mm dan faktor korosi harus dimasukkan ke dalam perhitungan ketebalan minimum spesifik. V.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN Pengguna Barang / Jasa akan menolak jika mutu dari pabrikan tidak sesuai mutu dan spesifikasi teknis. PEKERJAAN PINTU AIR 1. mudah dioperasikan dan efisien biaya perawatan. Type Pintu air adalah elektrik dengan beban pemberat sebagai peringan beban pada saat pintu dibuka/ditutup. Apabila tidak ditunjukkan secara spesifik dalam gambar. b. PERSYARATAN TEKNIK Spesifikasi Komponen Komponen/spare part : Standar dari manufakturer atau yang disetujui oleh Pengguna Barang/Jasa. yang ditunjukan dari hasil uji tekan silinder dan disetujui Direksi. membongkar dan menumpuk seluruh unit beton Prestress dan menyerahkannya untuk disetujui Direksi. f. Finishing Pintu air harus dicoating anti karat. Material yang digunakan adalah plat SS 400 atau SS 41. Setiap unit Pintu air diperlengkapi dengan kait angkut (lifting lag) pada sisi-sisinya. g. Panjang dan lebar Pintu air disesuaikan dengan gambar perencanaan. c. 5. Pintu air yang didesain dan dipabrikasi harus memenuhi standar yang telah ditentukan dalam dokumen tender ini. d. IX atau standar yang telah ditentukan dalam dokumen tender ini. LINGKUP PEKERJAAN Lingkup pekerjaan meliputi Pengadaan dan pemasangan pintu air yang memenuhi spesifikasi sebagai berikut : a. e. Unit beton pracetak baru boleh diangkat dan dipasang pada pekerjaan permanen setelah kekuatan mencapai kekuatan karakteristik yang disyaratkan. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-89 . Pengelasan Pintu air merujuk pada ASME Sec. kontraktor harus mengusulkan dalam waktu 7 hari sebelum pelaksanaan dimulai. Kelalaian dalam hal ini merupakan tanggung jawab Penyedia Barang/Jasa. Pintu air yang diperlukan adalah Pintu air yang dapat menerima beban tekanan air setinggi 4 m dengan berbagai posisi. 2. Perhitungan dan gambar desain Pintu air diajukan ke Pengguna Jasa atau Konsultan Perencana untuk informasi. Mengangkat. i. Pintu air yang handal. Gambar shop drawing lengkap dengan bentuk kait yang akan ditanam dalam beton. Kontraktor harus mengetahui cara mengangkat dan memuat. h. j. Unit beton Prestress harus diangkat pada titik-titik pengangkatan yang ditentukan dalam gambar kerja. Penggunaan komponen-komponen dalam pelaksanaan pekerjaan harus mengikuti pedoman atau petunjuk dari pabrik yang memproduksinya.

Sertifikat Penyedia Barang/Jasa diwajibkan membuat atau menyerahkan : a. Penyedia Barang/Jasa wajib menyelenggarakan tes. Sertifikat tenaga kerja/tenaga ahli las yang diperkerjakan dan masih berlaku saat pelaksanaan pekerjaan ini. b. b.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN Pengetesan a. Sertifikat material/plat yang digunakan. Hasil test/pengujian harus mendapat persetujuan dari pihak pengguna jasa & konsultan pengawas. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-90 .

................................................................................................................................................................................... VI-5 Kewajiban Kontraktor Untuk Material Yang Diselamatkan Dan Struktural Yang Ada ........ 6........... VI-4 Pembongkaran Struktur Yang Ada ................ VI-6 Prosedur Pembongkaran..... VI-20 Penurapan Dan Perlindungan ........................................... Umum ................................ VI-1 1...................................................... .. . 18................................................................................................................ VI-19 1............... 2........... 4............................... VI-20 Ijin Kerja .................... VI-21 “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ i ................................... 11....................................... VI-1 Tanggung Jawab Kontraktor .................. 5....................... Data Proyek ............................................................................. Pembersih Lapangan ................................ VI-18 D.............. VI-2 Satuan Ukuran ............................................................. VI-7 1...... VI-7 Pematokan Dan Bouwplank .............................................. VI-16 Jalan Kerja ........ Pekerjaan Tanah ................ VI-2 Pekerjaan Dan Bahan Bahan Yang Termasuk Didalam Harga Satuan............. VI-12 Gambar-Gambar Yang Harus Dipersiapkan Oleh Kontraktor.............. 3................................ VI-9 Kantor Lapangan/ Ruangan Direksi ..................... VI-13 C........................................................................................................... VI-6 Pemindahan Dari Material Bongkaran .. 2....................................................................................................................................................... 6............................. Pekerjaan Persiapan .................................................... VI-1 Tempat Kerja ........... VI-5 Pengaturan Pembuangan Sisa-Sisa ....................... Lingkup Pekerjaan . VI-2 Perintah Untuk Pelaksanaan ............................................................ VI-1 Rencana Kerja.............................................. VI-3 Bahan-Bahan Dan Mutu Pekerjaan ........................... 7...................................................... 3.................................................................. 5................................................. 4.............. 14.................................. VI-19 Penyelidikan Lapangan ............................ 13........................ 10............................. VI-10 Pengaturan Lalu Lintas................................................................................. VI-11 Papan Nama Proyek ........................................... VI-6 B.......................................... VI-20 Pengendalian Air ....... 16............................................. VI-9 Mobilisasi..................................... 3.............. 9............... Photo Dokumentasi ..................................... VI-2 Tenaga Kerja .................... 3................................... 6............................................... 8.......................................................................................................................... VI-3 Wilayah Kerja . VI-17 Pengeringan Atau “Coffering Dan Dewatering” ................................................... VI-2 Laporan........................... 4.......................................... 17.................................................................. VI-3 Gambar–Gambar Dan Ukuran .............................. 12....................................................... VI-20 Pekerjaan Galian ............................................................................................. VI-4 Pelaksanaan Pekerjaan Dalam Keadaan Kering . VI-16 1................................ 2............. VI-7 Pengukuran ................. 5.......... 8....................................................................................................................................................PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN BAB VI SPESIFIKASI TEKNIS DA FTAR ISI A.............................................. 2........................... 15................ 7..................... Sarana Penunjang Pekerjaan ...................................................................................................................................

............................................................. VI-44 Persyaratan Bahan ................... VI-44 G..................................... VI-25 Kelebihan Galian Dan Pembuangan Sisa Galian ........ VI-29 Pencampuran Bahan ......................................................... C................................ Pekerjaan Plesteran ................. VI-47 Persyaratan Bahan .................... 1.................................... 2..........................PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN 7........................... I...................................... 3........... B................. VI-47 Lingkup Pekerjaan .... 1.......... 9.. VI-43 Perawatan (Curing) ...................................................... Ruang Lingkup Pekerjaan . VI-38 Pengecoran Beton .................................. J................ 6........ VI-25 Syarat-Syarat Pelaksanaan .................................................. 3............................................................... 1....................... VI-27 Pekerjaan Beton ..................... 2................................................................. VI-46 1... VI-33 Contoh Campuran Beton ............. VI-23 Pengurugan Kembali Pada Bangunan-Bangunan Dan Pada Pekerjaan Pasangan Batu ........................... VI-47 Syarat-Syarat Pelaksanaan ........................ 1............................... VI-26 Pekerjaan Trucuk Kayu Gelam ..................................................................................... VI-25 Pembuatan Lubang Suling-Suling ........ VI-25 Lingkup Pekerjaan ........................................................................... VI-33 Rencana Campuran Beton .................... VI-37 Pembongkaran Bekisting............................................... 8......................... 5............................................................................................. 5............. VI-25 Syarat-Syarat Bahan .. VI-46 Syarat-Syarat Pelaksanaan ........... VI-25 Pekerjaan Pondasi Batu Kali ............. VI-26 Pekerjaan Akhir Pasangan Batu .. VI-36 Siar-Siar Konstruksi ............ VI-27 Umum ................................................. F........................................................... VI-48 Pekerjaan Cat Dinding Dan Langit-Langit Beton Exposed ........................ VI-39 Beton Ready Mix ......................................................................................... A.................... 4...................................................... E.............................................................................................. 3................ VI-33 Batasan Rasio Campuran Air/Semen ..................................................................... G................. Pekerjaan Pasangan Dinding Bata.............................. 8...... VI-44 1......................... 4..................................................................................................................................................................................................................................................... VI-45 H.............................................................................................................. VI-34 Pengadukan Beton ................... VI-38 Kerusakan Pada Permukaan Bekisting ............................................ E............... VI-33 Workability (Kelecakan Beton) ..... 9.................................................................................................................................................................. VI-46 Pekerjaan Rabat Beton .. 2.... F.......................... VI-34 Persyaratan Pelaksanaan ....................................................................... 2.............................................................................................................................................................................................................................. 2............................. VI-48 Lingkup Pekerjaan ......................................................................................................... 3........ 7......................... VI-45 Syarat-Syarat Pelaksanaan ............................................................................... VI-48 “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ ii ....... D.......................................................... VI-46 Persyaratan Bahan ......................... 6...... VI-36 Pembuatan Bekisting.... 3.... Lingkup Pekerjaan ... Urugan Dan Timbunan Tanah .................. VI-27 Persyaratan Bahan .....................

... VI-54 Memasang Dan Menggantung Pintu Dan Jendela .... 1.................................................. R...................... 3........................................................ VI-49 1.......... VI-48 K................................................................................................................................................................................................. 5.............................................................................. VI-52 Pengawetan/Perlindungan Kayu ................................. Lingkup Pekerjaan .................................................. 2........................................ Pintu................................................................................................ VI-50 Pekerjaan Kusen................................ VI-53 1.... Pekerjaan Pengecatan ................. VI-54 Pemasangan Kaca Pada Kusen Kayu ...................................... VI-53 Penyempurnaan (Finishing) ..................................... Pekerjaan Daun Pintu Panel ........................................ VI-55 Bahan ............................................ VI-57 “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ iii ............................................ VI-53 Syarat-Syarat Pelaksanaan ................ VI-53 N......................... VI-55 Q.......... VI-54 Syarat-Syarat Bahan .................... VI-54 1...................................................... Perlengkapan Kunci Dan Penggantung ....................... VI-51 Hal-Hal Umum ................... 3........................................................................................................................................ 2........ 4................ 3......................................................................... 1.............................................. 3................ 1... Persyaratan Umum ............ VI-55 Syarat-Syarat Pelaksanaan .. 2....... Lingkup Pekerjaan .............. L........................................................................................................ VI-54 O......... P........................................ VI-52 Permukaan Luar .. Syarat-Syarat Bahan ....PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN 2.......................... VI-54 Pekerjaan Kunci-Kunci Dan Alat Penggantung .............................................................................................................. VI-51 Kualitas Dan Jenis Kayu.............. Pekerjaan Pemasangan Kaca .......... VI-49 Persyaratan Bahan ........................... Jendela................. 2...... 2............. VI-48 Syarat-Syarat Pelaksanaan ............................................................................................................................................................................................ 3............................................................................ 7................................ VI-51 Lingkup Pekerjaan ........................................................ 6................................................................................................ 2.......................... VI-55 1................................................................................................................................................................................... Lingkup Pekerjaan ... VI-55 Persyaratan Bahan ...................... VI-55 Lingkup Pekerjaan ...................................... 4........ VI-55 Pekerjaan Waterproofing ................................. 3........ 2............................... VI-53 Syarat-Syarat Bahan .... 3........................... 2......................... VI-56 Spesifikasi Pekerjaan Plumbing .......................... VI-51 Ukuran ........................... Pengendalian Pekerjaan ............................................ VI-49 Syarat-Syarat Pelaksanaan ........ Pekerjaan Kusen ............................................................................................. VI-52 M....................... VI-57 Spesifikasi Umum ................. Pekerjaan Lantai Keramik ................................................................. VI-57 Spesifikasi Teknis ........... VI-52 Pembuatan ......... VI-53 1.....

.................. 5... D....................... VI-88 Pekerjaan Sound Proofing.................................................... VI-89 “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ iv ............................................................................................ VI-86 Lingkup Pekerjaan ......... 7....... A........................................................................ VI-78 Pipa Kolom........................... VI-85 Lain-Lain......... VI-78 Elektromotor: ............................................... VI-77 Elektromotor : ................... 2........... 1......... 2............................ VI-84 Jaminan Dan Masa Pemeliharaan ..................... Spesifikasi Pekerjaan Mekanikal & Elektrikal ......................................................... VI-60 Gambar-Gambar Pelaksanaan ............................................................ 2...................... 5....................................... VI-83 Pekerjaan Pemasangan ............................................... VI-85 Manual Overhead Travelling Crane ....... VI-79 Testing Dan Commisioning ............ VI-61 Hak Untuk Merubah Disain........................... C. VI-88 V................. (Seperti Yang Terlihat Dalam Gambar) .. VI-85 Genset ................................................................................................................ VI-84 Pemeriksaan Dan Pengujian ........... VI-78 Panel Control: ............. VI-77 Lingkup Pekerjaan ............ 4.......................................................... 6........................................................... 1...................... 1........................................................................ 11..... Error! Bookmark not defined............. Pekerjaan Beton Precast Prestress ........ VI-77 Pipa Buang : .................. 9...... 3.. VI-60 Gambar Kontrak .................................................................................... VI-89 Lingkup Pekerjaan ................................................................................................................................................................................. 10....... 2..................................................... A.................................................................................................................................................. C.... 3.......................................................................................................................................... VI-60 Gambaran Umum .............................................................................................PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN S................... VI-77 Spesifikasi Teknik Pompa Lumpur .......... VI-61 Metode Pelaksanaan ............................................................................................................................................................................. VI-77 Pompa Lumpur ........ 6... 8........................... VI-78 Pompa ................. U............................................................................................ VI-60 Skope Kontrak Pekerjaan ........ VI-61 Persyaratan Teknis Pelaksanaan Dan Penyelesaian Pekerjaan Instalasi Pompa Air ....................................... VI-89 Persyaratan Teknik .............. 1............................................... B..... 4................................. B........... Gambar Dan Material ..................................... VI-86 Persyaratan Teknik ....................................................... Pekerjaan Pintu Air..... VI-78 Spesifikasi Teknis Pompa Banjir ........ T..................

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->