PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN

BAB VI SPESIFIKASI TEKNIS

A. DATA PROYEK Nama Kegiatan : Pengadaan Pompa, Pembangunan Rumah Pompa,Rumah Jaga, Ruang Generator Set dan Pintu Air beserta kelengkapannya. : Pengadaan Pompa, Pembangunan Rumah Pompa, Rumah Jaga, Ruang Generator Set Beserta Kelengkapannya di Boezem Wonorejo : Kota Surabaya. : Pemerintah Kota Surabaya Dinas Bina Marga dan Pematusan. : APBD II (Pendapatan Daerah) : 2007

Paket Kegiatan

Lokasi Pengguna Jasa Sumber Dana Tahun Anggaran

1. LINGKUP PEKERJAAN Pengadaan Pompa Beserta Kelengkapannya di Saluran Kebon Agung • Pekerjaan Persiapan • Pekerjaan Struktur (Pembuatan Rumah Pompa & Rumah Jaga) • Pekerjaan Elektrikal dan Mekanikal • Pembuatan dan pemasangan pintu air elektrik • Pembuatan ruang genset dan ruang jaga pintu air • Pengadaan genset ( 650 KVA) dan pembangunan Rumah genset • Pengadaan dan pemasangan Pompa Banjir (4 unit), Pompa Lumpur (2 unit) dan perlengkapannya

2. RENCANA KERJA Dalam waktu selambat-lambatnya 3 hari dari saat penunjukan pemenang, kontraktor harus mengajukan sebuah rencana kerja atau action plan tertulis lengkap dengan gambar-gambar pendukung metode kerja, sehubungan dengan pelaksanaan pekerjaan seperti yang disebutkan dalam dokumen tender, menjelaskan secara terperinci urusan pekerjaan dan cara melaksanakan pekerjaan tersebut hal-hal khusus bila diperlukan, persiapan-persiapannya, peralatan, pekerjaan sementara yang ada sejauhmana hal tersebut mencakup lingkup dari pekerjaannya dan harus mendapatkan persetujuan dari Direksi, pengawas dan pihak-pihak atau instansi yang terkait dengan kelangsungan proyek tersebut di atas. 3. TEMPAT KERJA Bilamana diperlukan tempat kerja dan tempat kerja tersebut di luar daerah pengawasan proyek, dimana harus membayar sewa/dikeluarkan biaya ganti rugi,

“ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “

VI-1

PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN

maka Kontraktor harus menyelesaikannya tanpa membebani Direksi dengan pembiayaan tambahan. 4. TANGGUNG JAWAB KONTRAKTOR Sebelum pelaksanaan pekerjaan, Kontraktor wajib memeriksa kekuatan kontruksi yang akan dilaksanakan dan harus mengkonsultasikan dengan Konsultan Perencanaan dan Konsultan Pengawas. Segala sesuatu kerusakan yang timbul akibat kelalaian Kontraktor tidak melaksanakan pemeriksaan kekuatan Kontraktor menjadi tanggung jawab Kontraktor. Pada Keadaan apapun, dimana pekerjaanpekerjaan yang dilaksanakan telah mendapat persetujuan Direksi lapangan tidak berarti membebaskan Kontraktor atas tanggung jawab pada pekerjaan sesuai dengan isi kontrak. Pada masa pemeliharaan, Kontraktor harus membuat laporan secara periodik setiap bulan tentang kondisi hasil pekerjaan selama masa pemeliharaan dan diketahui oleh Pengawas. 5. TENAGA KERJA Tenaga-tenaga kerja yang digunakan hendaknya dari tenaga-tenaga yang ahli/terlatih dan berpengalaman pada bidangnya dan dapat melaksanakan pekerjaan dengan baik sesuai dengan ketentuan /petunjuk Direksi Lapangan. 6. SATUAN UKURAN Semua satuan ukuran yang disebutkan dalam spesifikasi ini serta yang digunakan di dakam pekerjaan adalah standart meter dan kilogram. Bila disebut satu ton, yang dimaksud adalah satu ton yang bernilai 1000 kilogram 7. PERINTAH UNTUK PELAKSANAAN Bila Kontraktor tidak berada di tempat pekerjaan dimana Direksi bermaksud untuk memberikan petunjuk-petunjuk, maka petunjuk-petunjuk itu harus diturut dan dilaksanakan oleh Pelaksana atau orang-orang yang ditunjuk untuk itu oleh Kontraktor. Orang-orang atau pelaksana tersebut harus mengerti bahasa yang dipakai oleh Direksi atau Kontraktor akan menyediakan penterjemah khusus untuk keperluan tersebut. 8. PEKERJAAN DAN BAHAN BAHAN YANG TERMASUK DIDALAM HARGA SATUAN. Pekerjaan dan bahan bahan yang diperlukan sesuai dengan macam-macamnya seperti yang disebutkan artikel artikel dalam spesifikasi ini, gambar rencana petunjuk tambahan ataupun petunjuk petunjuk Direksi dilapangan harus tercakup dalam pembiayaan untuk tenaga kerja, harga bahan, organisasi kerja, biaya tak terduga, keuntungan, biaya biaya penggantian sewa / pemakaian tanah pada pihak ketiga, atau kerusakan atas milik seseorang, kerja lain yang disebut dalam spesifikasi ini untuk kesempurnaan hasil kerja dimana tidak ada mata pembiayaan khusus pengairan air darurat selama pelaksanaan kerja, pembongkaran, peralatan bahan peledak serta alat alatnya, penempatan bahan bahan sesuai dengan
“ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “

VI-2

PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN

petunjuk perlindungan, perkuatan pengaturan as saluran dan tenaga ahli untuk keperluan ini, perumahan dan pembiayaan lainyang biasanya diperlukan guna menyelesaikan pekerjaan sebaik baiknya. 9. LAPORAN. a. Kontraktor diharuskan membuat bahan laporan berkala kemajuan pekerjaan untuk setiap satu minggu kegiatan dengan mengisi formulir evaluasi kemajuan pekerjaan sesuai dengan petunjuk Direksi. Ringkasan laporan tersebut harus mencantumkan keadaan cuaca jumlah pengerahan tenaga kerja, tenaga pengawas, dan pelaksana. Alat alat yang dipergunakan, jumlah bahan bahan bangunan lokasi pekerjaan kemajuan fisik dari pekerjaan yang telah selesai, masalah-masalah yang timbul dilapangan serta pemecahannya dan rencan kerja minggu berikutnya. b. Laporan kemajuan pekerjaan harus diserahkan oleh kontraktor pada setiap akhir pekan untuk dievaluasi. c. Laporan lain seperti laporan harian dan lain lain sesuai dengan uraian dalam syarat syarat umum kontrak. 10. GAMBAR–GAMBAR DAN UKURAN a. Gambar-gambar yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan adalah: − − − Gambar yang termasuk dalam dokumen tender Gambar perubahan yang disetujui Direksi Gambar lain yang disediakan dan disetujui Direksi

b. Kalkir asli dari gambar-gambar proyek disimpan Laporan kemajuan pekerjaan harus diserahkan oleh kontraktor pada setiap akhir pekan untuk dievaluasi. c. Kontraktor diharuskan menyimpan satu set cetak biru dikantor lapangan untuk dipergunakan setiap saat apabila diperlukan. d. Gambar gambar pelaksanaan (shop Drawing) dan detailnya harus mendapat persetujuan direksi sebelum dipergunakan dalam pelaksanaan pekerjaan. e. Pada penyerahan terakhir pekerjaan yakni sesudah selesainya masa pemeliharaan harus disertai Gambar hasil pelaksanaan (as built drawing). f. Semua ukuran dinyatakan dalam system metrik. g. Kalau terdapat perbedaan dengan. 11. WILAYAH KERJA a. Secara umum Kontraktor dilarang menimbun atau menempatkan bahan-bahan bangunan di tepi jalan umum karena jalan umum tidak termasuk wilayah kerja Kontraktor kecuali ada pertimbangan khusus dan perstujuan dari Direksi. b. Apabila tidak terdapat tempat kosong yang sesuai untuk menimbun atau menyimpan bahan-bahan bangunan di sekitar lokasi proyek, maka bahan bangunan harus didatangkan dari gudang Kontraktor atau Leveransir setiap hari dengan jumlah yang cukup untuk pekerjaan satu hari. c. Di dalam pelaksanaan pekerjaan, Kontraktor harus berkoordinasi dengan instansi yang terkait sehubungan dengan jaringan utilitas yang ada.
“ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “

VI-3

f.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN 12. Penggunaan bahan-bahan dalam pelaksanaan pekerjaan harus mengikuti pedoman atau petunjuk dari pabrik yang memproduksinya. i. Sebelum bahan-bahan yang dipesan dikirim ke lokasi proyek. h. Untuk bahan-bahan yang mutunya mudah berdasarkan standart internasional. g. e. berat maupun kekuatannya. Semua bahan yang disimpan di lokasi proyek harus diletakkan dan dilindungi sedemikian rupa sehingga tidak dapat terjadi kontaminasi atau mengalami proses lainnya yang dapat mengakibatnya rusaknya atau menurunnya mutu bahan-bahan tersebut. Apabila diperlukan Direksi dapat meminta Kontraktor untuk menunjukkan sertifikat tes dari agen. distributor yang menjual atau pabrik yang memproduksi bahan yang bersangkutan. Semua bahan yang dipergunakan untuk melaksanakan setiap jenis pekerjaan harus terdiri dari kualitas tinggi sesuai dengan yang tercantum dalam syaratsyarat kualitas bahan masing-masing bagian pekerjaan. harus mendapat perstujuan dari Direksi sebelum dipergunakan. Untuk bahan bahan yang mutunya belum diatur dalam peraturan standar maupun ketentuan dalam spesifikasi teknis. j. Apabila diperlukan. kekuatan dan sifat-sifat penting lainnya dari bahan tersebut. Kontraktor harus menunjukkan contoh dan bahan bersangkutan kepada Direksi untuk diperiksa dan diteliti mengenai jenis. berat. maka Direksi berwenang untuk menolak bahan tersebut dan mengharuskan Kontraktor untuk menyingkirkannya dan di ganti dengan bahanbahan yang sesuai dengan contoh yang telah diperiksa terdahulu. c. maka Kontraktor diharuskan membuat bangunan atau tanggul sementara dan menyediakan pompa air berkapasitas “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-4 . Apabila bahan-bahan yang dikirim ke lokasi proyek ternyata tidak sesuai dengan contoh yang ditunjukkan. baik di lokasi proyek maupun digudang leverasir atau di lokasi pabrik atau produsen. PELAKSANAAN PEKERJAAN DALAM KEADAAN KERING Apabila pada keadaan tertentu Direksi memandang perlu untuk melaksanakan pekerjaan pada kondisi tanah yang kering. Standar peraturan yang berlaku adalah edisi terakhir. Direksi dapat meminta copy atau tembusan dari perintah pembelian (faktur) yang dipesan Kontraktor kepada leveransir atau distributor pembelian bahan-bahan yang akan dipakai. Sesuai dengan ketentuan yang berlaku Kontraktor dilarang menyimpan bahanbahan berbahaya seperti minyak. baik dalam hal mutu. Dalam melaksanakan tugasnya ahli tersebut mempunyai wewenang untuk mewakili Direksi dalam menguji dan menilai bahan-bahan yang diajukan Kontraktor. mutu. b. d. Kelalaian dalam hal ini merupakan tanggung jawab Kontraktor. cairan laiinnya yang mudah terbakar. Direksi berhak menunjuk seorang ahli dalam memeriksa mutu bahan-bahan yang diajukan oleh Kontraktor. 13. Hasil pekerjaan dan mutu termasuk bahan-bahan yang terpakai harus diterima dan disetujui Direksi. jenis. BAHAN-BAHAN DAN MUTU PEKERJAAN a. gas dan bahan kimia sedemikian rupa sehingga keselamatan orang dan keamanan lingkungan sekitarnya dapat dijamin. Semua bahan yang dipergunakan harus memenuhi persyaratan yang tercantum dalam peraturan standar yang berlaku di Indonesia.

dari bangunan atau struktur lain yang diperlukan untuk dibongkar. Pekerjaan harus juga meliputi pemindahan yang memenuhi syarat dari material bongkaran dalam pasal ini. gelagar. Tanggul/kisdam harus dibuat cukup kuat. Dalam hal ini pelaksanaan perkerjaan menuntut kemajuan perkerjaan yang cepat dan Direksi dapat menginstruksikan untuk menambah pompa-pompa agar dasar galian tetap dalam keadaan kering. Untuk pembuatan pasangan talud (plengsengan) pada saluran-saluran yang sudah ada. jika sewaktu-waktu talud mengalami kerusakan. Dalam hal ini semua biaya perbaikan ditanggung Kontraktor. Kontraktor diharuskan membuat tanggul (kisdam) sepanjang talud dengan ukuran dan Kontraktor yang disetujui oleh Direksi. Perbaikan talud serta akibat menjadi tanggung jawab Kontraktor. gorong-gorong memerlukan pembongkaran lantai. PEMBONGKARAN STRUKTUR YANG ADA Pekerjaan ini harus mencakup pembongkaran. dalam pelaksanaan pekerjaan guna 14. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-5 . Air hujan yang mengalir ke dalam galian yang mengakibatkan kerusakan pondasi yang masih dalam pelaksanaan termasuk resiko kontraktor. tidak mudah rusak akibat kikisan air. tembok kepala. dasar pondasi dan permukaan tanah lainnya adalah beban Kontraktor. perpanjangan atau peningkatan lain terhadap suatu jembatan. Perlu koordinasi antar Kontraktor mengendalikan aliran air di saluran. 15. Kelalaian kontraktor dalam menyediakan pompa dan bangunan sementara lainnya yang dapat mengakibatkan rusaknya konstruksi yang telah dibuat adalah tanggung jawab kontraktor sepenuhnya. Sebelum pelaksanaan pembuatan tanggul dimulai. Direksi dapat menginstruksikan Kontraktor untuk membuat saluran atau sudetan sementara untuk mengalirkan air hujan agar pekerjaan dapat tetap dilaksanakan dalam keadaan kering. penyimpanan dan pengamanan terhadap kerusakan dari material yang ditentukan oleh Direksi. baik keseluruhan ataupun sebagian dan pemindahannya.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN cukup beserta alat Bantu dan pelengkapnya untuk menjamin agar dasar galian. Apabila pekerjaan telah dianggap selesai. Hujan lebat yang mengakibatkan genangan pada galian tidak dianggap Force Majeure dan perbaikan atas kerusakan yang terjadi adalah beban Kontraktor. pintu air atau bagian struktur lainnya pembongkaran tersebut harus dilaksanakan tanpa menimbulkan kerusakan pada bagian struktur yang akan dipertahankan. maka Kontraktor harus menimbun kembali saluran dan sudetan sementara seperti keadaan semula. Kontraktor harus mengajukan gambar detail talud beserta spesifikasi bahan yang akan digunakan untuk mendapatkan persetujuan Direksi. Kondisi muka air tanah yang tinggi dan jenis tanah yang kurang kedap air dapat menyebabkan derasnya rembesan air tanah ke dalam galian. KEWAJIBAN KONTRAKTOR UNTUK MATERIAL YANG DISELAMATKAN DAN STRUKTURAL YANG ADA Bila pelebaran. yang meliputi baik pembuangan atau penyelamatan penanganan. pengangkutan. Persetujuan Direksi seperti tersebut pada butir (gambar) tidak mengurangi tanggung jawab Kontraktor.

Syarat-syarat Pelaksanaan 1. 17. Pembongkaran diusahakan seminimal mungkin timbulnya suara dan debu yang dapat mengganggu lengkungan sekitarnya. 2. Jenis peralatan yang digunakan. bahan bongkaran harus segera dikeluarkan dari ruang dan ditempatkan diluar pada tempat yang sesuai. pipa-pipa air harus diamankan terlebih dahulu sebelum dilakukan pembongkaran. 2. debu dll terhadap lingkungan sekitarnya. 7. 6. Pembongkaran ini meliputi pembongkaran dinding bata. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari bahaya yang ditimbulkan oleh adanya pembongkaran dan menghindari terjadinya kerusakan pada bagian-bagian bangunan yang secara arsitektural masih dipertahankan. Seluruh material yang diselamatkan tetap merupakan milik dari pemilik yang sah sebelum pekerjaan pembongkaran dilakukan. Untuk pembongkaran pasangan dinding bata. PROSEDUR PEMBONGKARAN a. Seluruh material yang diselamatkan harus disimpan sebagaimana diminta oleh Direksi. pihak Kontraktor harus menyampaikan kepada Konsultan Pengawas mengenai metode/ cara pembongkaran yang akan dilakukan. hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya gangguan-gangguan pada jaringan secara keseluruhan. Jaringan-jaringan listrik. 3. Material hasil bongkaran harus ditempatkan pada tempat yang aman. PEMINDAHAN DARI MATERIAL BONGKARAN a. PENGATURAN PEMBUANGAN SISA-SISA Kontraktor harus melakukan seluruh pengaturan yang diperlukan dengan pemilik tanah dan memikul seluruh biaya untuk memperoleh lokasi yang sesuai untuk pembuangan material sisa dan untuk penyimpanan dari material yang diselamatkan. b. 5. Pembongkaran yang dilakukan harus memperhatikan kaidah-kaidah structural dan arsitektur juga pengaruh suara. karena material pembongkaran ini merupakan asset negara. Sebelum melakukan pembongkaran. dalam arti tidak menggangu aktifitas serta aman terhadap pencurian.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN Setiap kerusakan atau kehilangan dari bagian yang diselamatkan yang sementara dibongkar atau setiap kerusakan pada bagian struktur yang akan dipertahankan yang disebabkan oleh keteledoran Kontraktor. kusen yang lama serta bagian-bagian lain yang ditujukan dalam gambar. harus dibuat baik kembali atas biaya Kontraktor. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-6 . Lingkup Pekerjaan 1. 4. Tidak ada material bongkaran yang menjadi milik Kontraktor. 16. 18. Pekerjaan pembongkaran disini meliputi seluruh pekerjaan pembongkaran terhadap bahan-bahan yang sudah tidak berfungsi maupun guna melakukan rehabilitasi terhadap ruang yang bersangkutan.

c. serta sudah harus diperhitungkan termasuk “Overhead” pada analisa harga satuan pekerjaan. PEKERJAAN PERSIAPAN 1. sampah. Referensi Elevasi ditetapkan berdasarkan patok BPN atau elevasi yang ditetapkan Direksi lapangan dan perencana. dan semua material tersebut harus dibuang dari areal lokasi pekerjaan sesuai dengan petunjuk Direksi pekerjaan. Cara pengukuran ketetapan hasil pengukuran. Semua biaya yang timbul akibat pekerjaan sepenuhnya menjadi tanggung jawab dan beban Kontraktor. Seluruh material dan sampah yang tidak ditetapkan untuk dipertahankan atau diselamatkan dapat dibakar atau jika tidak dibuang seperti yang disetujui oleh Direksi. 2. Kontraktor harus membuat jaringan patok titik tetap local yang disahkan Direksi lapangan dan Perencana. Alat-alat ukur yang dipergunakan harus dalam keadaan berfungsi baik dan sebelum pekerjaan dimulai semua alat ukur yang akan dipakai harus mendapat persetujuan Direksi. baik dari jenisnya maupun kondisinya. B. b. sisa-sisa bangunan. daerah kerja harus dibersihkan dari pepohonan. maka hal ini harus dilaporkan kepada Direksi untuk diminta penjelasannya. Patok titik tetap yang dipergunakan sebagai referensi dalam proyek ini tercantum dalam gambar-gambar rencana atau ditunjukkan oleh Direksi di lapangan. • Pengukuran Kembali a. Apabila ada perubahan akan ditentukan/disesuaikan dengan kondisi lapangan setempat bersama Direksi. serta areal diratakan dan dirapikan kembali. dan pembuatan serta pemasangan patok Bantu akan ditentukan oleh Direksi. d. Semua elevasi yang ditunjukkan dan tercantum dalam gambar adalah elevasi yang dikaitkan dengan ketinggian patok titik tetap seperti yang dijelaskan pada butir di atas. Setelah pelaksanaan pekerjaan selesai semua. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-7 . Pembersih Lapangan Sebelum pekerjaan mulai dilaksanakan. Apabila timbul keragu-raguan dari pihak Kontraktor dalam menginterpretasikan angka-angka elevasi dalam gambar.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN b. lokasi areal pekerjaan juga harus dibersihkan dari sisa-sisa semua material yang tidak terpakai . b. semak belukar. PENGUKURAN • Jaringan Titik Tetap a. akar-akar pohon. toleransi salah tutup. c.

Pengukuran titik ketinggian dan sudut-sudut hanya dilakukan dengan alat optik dan sudah ditera kebenarannya/dikalibrasi. Kontraktor harus memberitahu Direksi sekurang-kurangnya 24 jam dimuka. f. Kebenaran dari hail laporan tersebut sepenuhnya menjadi tanggung jawab Kontraktor. Kontraktor harus menggerakkan personil teknisnya untuk melakukan survey dan membuat laporan mengenai kondisi fisik lapangan khususnya lokasi rencana konstruksi apakah terdapat ketidaksesuaian. serta letak patok-patok harus dibuat gambarnya dan dilaporkan kepada Direksi untuk mendapatkan persetujuan. g. Kontraktor harus menyediakan atas biaya Kontraktor. Sebelum pekerjaan dimulai. g. Pekerjaan dapat dihentikan beberapa saat oleh Direksi bila dipandang perlu untuk mengadakan penelitian kelurusan maupun level dari bagian-bagian pekerjaan.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN e. Hasil pengukuran lengkap mengenai peil elevasi. maka Direksi akan memutuskan hal itu. f. j. semua bantuan yang diperlukan Direksi dalam pengadaan pengecekan leveling tersebut. Sudut. h. Kontraktor harus menyediakan dan merawat stasion survey yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan dan harus mebongkarnya setelah pekerjaan selesai. c. Apabila terdapat kesalahan dalam pengukuran kembali. Kontraktor bersama-sama dengan Direksi harus secara bersama-sama mengambil peil permukaan dan sounding areal kerja dan menyetujui semua kekhususan terhadap mana semua pekerjaan didasarkan. bila akan mengadakan leveling pada semua bagian daripada pekerjaan. b. d. Kontraktor harus membuat peil/titik-titik tanda (bench mark) permanen di tiap-tiap bagian pekerjaan dan peil ukuran ini harus diberi pelindung dan dirawat selama berlangsungnya pekerjaan agar tidak berubah. Hasil pengukuran kembali harus sudah diserahkan disetujui oleh Direksi selambat-lambatnya 10 hari setelah tanggal SPK. Kontraktor harus menyediakan alat-alat ukur selama pekerjaan berlangsung berikut ahli ukur yang berpengalaman sehingga apabila dianggap perlu setiap saat siap mengadakan pengukuran ulang. • Pekerjaan Pengukuran dan Survey Lapangan a. Apabila terdapat perbedaan antara elevasi yang tercantum dalam gambar dengan hasil pengukuran ulang. Jika menurut pendapat Direksi kemajuan Kontraktor tidak memuaskan untuk menyelesaikan pekerjaan survey ini tepat pada waktunya atau dalam hal Kontraktor tidak memulai pekerjaan atau melakukan pekerjaan tidak dengan standar yang ditentukan. Direksi dapat menunjuk stafnya sendiri atau pihak “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-8 . i. e. maka pengukuran ulang menjadi tanggung jawab Kontraktor. koordinat.

bengkel-bengkel. 4. Kegiatan Mobilisasi Kegiatan Mobilisasi meliputi hal sebagai berikut : 1. Bangunan ini akan tetap menjadi milik Kontraktor setelah pekerjaan pembangunan proyek selesai. c. termasuk Kontraktor. e. Dalam hal dimana pihak Kontraktor tidak menyelesaikan mobilisasi sesuai dengan batas waktu yang ditentukan atau “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-9 . termasuk membongkar kembali seluruh instalasi-instalasi. Mobilisasi dan pemasangan peralatan yang didasarkan atas peralatan yang diserahkan dalam penawaran dari suatu lokasi tertentu atau dari pelabuhan bongkar di Indonesia ke tempat yang digunakan sesuai ketentuan Kontrak. Sebelum pelaksanaan pekerjaan dimulai. gudang-gudang dan sebagainya. tempat tinggal. Bauwplank harus dibuat tegak lurus sumbu saluran dan harus dibuat selebar pondasi saluran.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN lain untuk mengerjakan survey lapangan dan membebankan seluruh biayanya kepada Kontraktor. Pembelian atau sewa atas tanah guna keperluan pangkalan Kontraktor dan kegiatan-kegiatan pelaksanaan. Mobilisasi a. Waktu Mobilisasi Mobilisasi dari seluruh mata pekerjaan diatas harus diselesaikan dalam jangka waktu pekerjaan. 2. 3. tidak mudah rusak dan tidak bergerak serta harus dijaga agar tidak rusak/hilang selama pelaksanaan pekerjaan. Bauwplank bangunan harus dibuat sejajar dengan dinding tepi bangunan sejarak tertentu diluar galian pondasi. sehingga kondisinya sama dengan keadaan sebelum pekerjaan dimulai. Elevasi yang tercantum dalam bauwplank dan patok akan menjadi dasar pelaksanaan pekerjaan baik dalam penentuan lebar saluran. tinggi saluran maupun tebal pasangan/konstruksi lainnya. b. b. Pembanguan dan pemeliharaan pangkalan. Pekerjaan harus termasuk pula pekerjaan demobilisasi dari daerah kerja yang dilaksanakan oleh pihak Kontraktor pada akhir kontrak. Pematokan dan Bouwplank a. d. 3. Pengadaan dan pemeliharaan peralatan lapangan seperti tercantum spesifikasi ini. Peralatan ini akan tetap menjadi milik kontraktor setelah pekerjaan pembangunan proyek selesai. Kontraktor harus melaksanakan pematokan dan pemasangan bouwplank sesuai petunjuk Direksi. dan pihak Kontraktor diharuskan untuk melaksanakan pekerjaan perbaikan dan penyempurnaan pada daerah kerja. peralatan dari tanah milik Pemerintah. Patok dan bauwplank harus dibuat kokoh.

g. Tempat kosong untuk parkir kendaraan proyek harus disediakan di sekitar kantor lapangan. pembersihan maupun pekerjaan pembongkaran bangunan setelah selesai penanganan pekerjaan. dengan nilai pembayaran untuk mobilisasi diambil setingi-tingginya 70 % dari ketentuan di atas. kebersihan dan keamanan gudang dan kantor lapangan merupakan tanggung jawab Kontraktor. l. Kantor Lapangan/ Ruangan Direksi a. gudang dan kantor lapangan harus diongkar oleh Kontraktor atas biaya sendiri dan semua peralatan dan perlengkapan tetap menjadi milik Kontraktor. b. f. alat komunikasi serta gudang untuk menyimpan bahan dan peralatannya. Kontraktor bertanggung jawab atas semua biaya pengadaan fasilitas tersebut pada butir a dan b. Sisanya akan ditahan dan berita acara pembayarannya baru dikeluarkan setelah Pihak Kontraktor berhasil menyelesaikan sisa bagian pekerjaan mobilisasi dalam jangka waktu Masa Pelaksanaan.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN kalau menurut pendapat Direksi. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-10 . pengadaan. c. sambungan listrik. kantor lapangan beserta perlengkapnnya. i. Syarat-syarat minimum yang harus dipenuhi untuk pembuatan gudang dan kantor lapagan adalah penyediaan sarana sanitasi air bersih. e. Kontraktor harus menyediakan sendiri sumber air tawar yang bersih dan tidak mengandung minyak. 5. Penyediaan dan pengerjaan hal-hal yang tersebut pada artikel ini tidak akan mendapat pembiayaan tersendiri tetapi kesemuanya harus sudah termasuk dalam pembiayaan menurut Kontrak pada mata pembiayaan sewa Direksi Keet. Atas petunjuk yang diberikan. transportasi. Kontraktor harus menyediakan generator sebagai daya listrik secukupnya. Bangunan untuk kantor Direksi yang diuraikan dalam pasal diatas akan dibayar secara harga unit price untuk sewa direksi keet. Pemeliharaan. maka dalam hal ini Direksi Teknik berhak untuk menempuh kebijaksanaan yaitu mengeluarkan berita acara pembayaran pendahuluan. Pada saat pelaksanaan pekerjaan dinyatakan selesai. Kontraktor harus menyiapkan gambar rencana dari gudang dan kantor lapangan tersebut. alkali dan bahan-bahan organis atau bahan lain yang dapat merusak pelaksanaan pekerjaan. Kontraktor harus menyediakan kantor lapangan untuk dipergunakan oleh Direksi selama pelaksanaan pekerjaan. pelayanan. garam. alat pemadam api dan kota pertolongan pertama. h. Lokasi untuk membangun gudang dan kantor lapangan akan ditentukan oleh Direksi. guna kebutuhan penerangan proyek dan keperluan pelaksanaan pekerjaan. d. Ukuran dan bentuk gudang. j. dimana harus dianggap bahwa pembayaran dilaksanakan secara penuh baik untuk pekerjaan pembangunan. k. ternyata pelaksanaan mobilisasi tidak lancar sesuai program mobilisasi yan telah disepakati bersama.

b. gorong-gorong yang diakibatkan oleh lalu lintas proyek dibebankan pada Kontraktor dan harus disetujui Direksi.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN m. n. 2. o. langsung di lapangan. Kontraktor harus membuat septictank berikut resapannya untuk membuang air kotor dari urionir dan WC. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-11 . Lokasinya akan ditentukan kemudian oleh Direksi. Kontraktor harus membuat bangunan Direksi keet serta gudang bahan yang luas dan bentuknya akan ditentukan kemudian. 6. p. sejauh pekerjaannya mempengaruhi kelancaran lalu lintas umum. Kontraktor wajib membuat urinoir dan WC termasuk instalasi. Kontraktor harus mengisi perabotan maupun perlengkapan lain di ruang Direksi keet atas usulan Kontraktor dan persetujuan Direksi. Pelaksanaan pekerjaan yang menuntut dialihkannya arus lalu lintas umum untuk sementara waktu harus mendapat persetujuan Direksi dan dengan seijin polisi lalu lintas dan Dinas Lalu Lintas Angkutan dan Jalan Raya. Pengalihan Arus Lalu Lintas Umum dan Pembuatan Jalan Darurat Kontraktor diharuskan membuat rencana khusus untuk setiap sub proyek sehubungan dengan pengaturan lalu lintas dalam menunjang kelangsungan pekerjaan. Untuk itu alat-alat serta yang dimaksud harus diuraikan menjadi beberapa bagian untuk kemudian diangkut beberapa kali. Lalu Lintas Proyek 1. Pengaturan Lalu Lintas a. jembatan. Pengaturan Pengangkutan Alat-alat Bantu dan Bahan Konstruksi 1. Dalam melaksanakan pekerjaannya Kontraktor diharuskan mematuhi dan mentaati ketentuan dan peraturan lalu lintas umum yang berlaku. untuk keperluan pekerja selama pekerjaan berlangsung. termasuk dapat melindungi material yang tersimpan. c. Bangunan tersebut harus dapat dijamin agar didalamnya bebas dari air hujan dan sinar matahari. Dalam hal ini Kontraktor diharuskan mendapatkan pengarahan dan pedoman dari instansi setempat yang berwenang yaitu polisi lalu lintas dan Dinas Lalu Lintas Angkutan Jalan Raya. Ketentuan yang sama juga berlaku untuk pengangkutan bahan-bahan konstruksi. maka Kontraktor diharuskan meminta pengawalan dari instansi yang berwenang. Pengakutan alat-alat berat ke lokasi proyek harus diatur sedemikian rupa agar beban total dari kendaraan yang mengangkut alat-alat berat tersebut tidak melampaui kapasitas jalan/jembatan yang dilalui. Apabila Direksi memandang perlu. 2. Perbaikan kerusakan terhadap jalan. Penggunaan jalan dan jembatan umum harus diatur sedemikian rupa agar gangguan lalu lintas dan kerusakan yang timbul sebagai akibatnya dijaga sekecil mungkin.

Yang termasuk dalam istilah pipa dan kabel adalah pipa distribusi air bersih PDAM. 3. 5. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-12 . Penempatannya yang harus dengan persetujuan polisi lalu lintas atau instansi lain yang berwenang. Pengaturan Pemindahan Jaringan Pipa dan Kabel 1. Semua pipa dan kabel yang termasuk dalam kategori (d) diatas dan yang sudah tidak berfungsi lagi serta jalurnya melintasi dan menghalangi aliran air dalam saluran harus disingkirkan atau dipotong sesuai petunjuk Direksi. pipa gas. Apabila dalam rangka pekerjaan penggalian saluran baru atau penggantian memperdalam dasar saluran lama ditemui lintasan pipa dan kabel yang masih berfungsi. Direksi berhak menunjuk seorang ahli yang akan memberi pengarahan dan mengawasi semua pekerjaan instansi dalam rangka pemindahan dan pengalihan jalur atau lintasan pipa dan kabel. Ukuran. Biaya penggantian dan perbaikan atas kerusakan terhadap pipa dan kabel yang masih berfungsi sebagai akibat dari kelalaian Kontraktor dalam melaksanakan pekerjaannya adalah menjadi beban Kontraktor sepenuhnya. dan kabel TELKOM yang pemasangan jaringannya di atas maupun tertanam dan di bawah permukaan tanah. memasang dan menempatkan rambu-rambu lalu lintas sementara pada lokasi dan posisi penting termasuk rintangan-rintangan di sekitar lokasi proyek.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN d. 4. kabel listrik. Bentuk dan ukuran huruf serta susunan kalimat pada rambu dan rintangan harus jelas. Rambu-rambu Sementara Kontraktor diharuskan menyediakan. e. mudah dimengerti oleh setiap pengendara kendaraan dan pada setiap cuaca gelap dan malam hari harus diberi penerangan. Kontraktor diharuskan menyingkirkan semua rambu-rambu dan rintangan-rintangan sementara yang tidak diperlukan lagi yang selama pelaksanaan dipergunakan untuk pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi proyek. 2. 7. membuat. maka Direksi dan Kontraktor menghubungi instansi yang mengelola jaringan tersebut untuk menentukan biaya pemindahan jalur pipa dan kabel yang dimaksud untuk dialihkan di bawah dasar saluran rencana. bentuk dan susunan kata-kata dan warna akan ditentukan Direksi. Apabila pekerjaan telah dinyatakan selesai oleh Direksi. Papan Nama Proyek Kontraktor harus membuat dan memasang papan nama proyek di lokasi yang ditunjuk Direksi.

baru bias dipakai sebagai pedoman pelaksanaan pekerjaan dan acuan dasar perhitungan volume pekerjaan sesungguhnya.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN 8. • Contruction Drawing atau Working Drawing Contruction Drawing atau Working Drawing adalah gambar rencana bangunan yang telah disesuaikan dengan kondisi lapangan sesungguhnya dan telah disetujui dan disyahkan oleh Pemilik pekerjaan. akan merupakan dasar pokok kesepakatan bersama antara Kontraktor dan Pemilik pekerjaan untuk menghitung volume dari masing-masing jenis pekerjaan yang harus dan telah dilaksanakan oleh Kontraktor. jenis serta komposisi jenis material dan rencana elevasi posisi dan kedudukan dari masing-masing jenis bangunan yang “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-13 . • Umum Pelaksanaan pengukuran awal oleh Kontraktor yang dilaksanakan sejak diterimanya Surat Perintah Mulai Kerja dari Pemilik pekerjaan. Gambar-gambar yang harus Dipersiapkan oleh Kontraktor. harus bisa memberikan secara jelas hal-hal yang berkaitan dengan rencana pelaksanaan pekerjaan yang meliputi antara lain : Bentuk tiap jenis bangunan yang akan dikerjakan Elevasi muka tanah asli dan masing-masing dikerjakan Dimensi bangunan pelengkap Jenis serta komposisi material yang dipergunakan Rencana garis galian pondasi Hal-hal lain sesuai petunjuk Direksi Pekerjaan. Data dan hasil pengukuran awal oleh Kontraktor yang telah disyahkan dan disetujui oleh Direksi pekerjaan tersebut. apabila sudah mendapat persetujuan dan disyahkan oleh Pemilik pekerjaan. akan menjadi acuan dan dasar pembuatan gambar-gambar selama waktu pelaksanaan sampai selesai pekerjaan. Semua gambar yang dipersiapkan oleh Kontraktor. dimaksud untuk mendapatkan gambaran kondisi lapangan sesungguhnya dibandingkan dengan gambar yang diterima oleh Kontraktor dan Pemilik Pekerjaan. serta yang harus dibayar oleh Pemilik pekerjaan. Gambar-gambar hasil pengukuran awal tersebut diatas. Semua dimensi bangunan. Adapun gambar-gambar yang harus dipersiapkan oleh Kontraktor meliputi antara lain : Construction Drawing atau Working Drawing Shop Drawing As Built Drawing Semua gambar tersebut di atas.

jika ada penyesuaian dimensi. dipakai sebagai dasar dan acuan perhitungan volume awal saat akan dimulainya pelaksanaan pekerjaan atau “Mutual Check” pada kondisi pelaksanaan 0%.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN tergambar pada Contruction Drawing atau Working Drawing harus mengacu dan didasarkan pada Design Drawing yang diberikan oleh Pemilik pekerjaan. tidak diperlukan adanya gambar baru yang disyahkan oleh Pemilik Pekerjaan. namun Kontraktor wajib memberikan laporan tertulis serta sketsa penyesuaian guna mendapatkan persetujuan dari Direksi Pekerjaan dan tembusan kepada Pemilik pekerjaan. elevasi posisi dan kedudukan bangunan. Apabila karena kondisi dan situasi lapangan yang sesungguhnya. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-14 . sehingga perlu dan harus dicantumkan antara lain : Garis elevasi muka tanah asli hasil pengukuran awal Dimensi rencana bangunan Elevasi posisi dan kedudukan bangunan Jenis dan komposisi material yang akan dipakai dan lain-lain “Construction Drawing” atau “Working Drawing” yang disyahkan oleh Pemilik pekerjaan. maka Kontraktor harus konsultasi dan mendapatkan persetujuan terlebih dahulu dari Pemilik proyek. Kontraktor wajib membuat copy “Construction Drawing” atau “Working Drawing” sebanyak minimal 5 (lima) copy dengan distribusi dua copy untuk Direksi pekerjaan dan pengawasa. elevasi posisi dan kedudukan bangunan. disetujui dan disyahkan Pemilik pekerjaan adalah yang mengikat pada kondisi awal pelaksanaan pekerjaan. sehingga mengakibatkan perlu adanya penyesuaian dimensi. Pembuatan Working Drawing dan Perhitungan Mutual Check harus sudah selesai dan disetujui oleh Direksi dan Pemilik selambat-lambatnya 2 minggu setelah tanggal SPK. dimungkinkan adanya penyesuaian pelaksanaan karena kondisi lapangan “Engineering Adjustment” atau perubahan desain “Revised Design” semuanya bisa mengalkibatkan perubahan volume pelaksanaan pekerjaan menjadi bertambah atau kurang. Sedang pada kondisi perubahan desain “Revised Design”. satu copy untuk arsip Kontraktor dan satu copy serta gambar lainnya harus diserahkan kepada Pemilik pekerjaan. dan merupakan dasar serta acuan utama bagi Kontraktor pada pelaksanaan pekerjaan. harus bisa memberikan satu gambaran rancang bangun yang akan dilaksanakan pada kondisi nyata lapangan. Selama waktu pelaksanaan pekerjaan dari waktu ke waktu. maka kondisi terakhir rancang bangun yang telah disepakati bersama. Pemilik Pekerjaan secara resmi akan memberikan gambar perubahan desain yang telah disyahkan oleh Pemilik Pekerjaan kepada Kontraktor secara administratif dalam bentuk “Variation Order”. Untuk kondisi “Engineering Adjustment”. “Construction Drawing” atau “Working Drawing” yang dipersiapkan oleh Kontraktor tersebut. Atas dasar persetujuan pemilik pekerjaan.

harus lengkap berisi antara lain : Garis elevasi muka tanah yang sekarang ada “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-15 . • As Built Drawing Setelah semua pekerjaan selesai dilaksanakan sesuai gambar pelaksanaan. tebal komponen unit bangunan b. dan untuk selanjutnya disyahkan oleh Pemilik Proyek. lebar. Panjang. harus diserahkan kepada Pemilik Pekerjaan. Semua biaya yang timbul akibat pekerjaan pembuatan “Shop Drawing” termasuk penggandaannya sebanyak 5 (lima) copy. “Shop Drawing” yang disiapkan oleh Kontraktor tersebut. Jumlah komponen unit bangunan dan lain-lain. Berat persatuan komponen unit bangunan dan lain-lain c.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN Semua biaya yang timbul akibat pekerjaan pembuatan “Construction Drawing” atau Working Drawing” termasuk penggandaannya sebanyak 5 (lima) copy. dengan distribusi dua copy untuk Direksi Pekerjaan dan pengawas. serta sudah harus diperhitungan termasuk “Overhead” pada analisa harga satuan pekerjaan. berikut pekerjaan tambah atau kurang berdasarkan “Variasi Order” yang diberikan oleh Pemilik Pekerjaan. diperiksa. Gambar purna bangun atau “As Built Drawing” tersebut. sepenuhnya menjadi tanggung jawab dan beban Kontraktor. Gambar dan list pekerjaan pembuatan dan pemasangan tulangan konstruksi termasuk dalam kategori “Shop Drawing”. satu copy untuk arsip Kontraktor dan satu copy serta gambar aslinya harus diserahkan kepada Pemilik Pekerjaan. dan Kontraktor telah melakukan pengukuran ulang akhir pekerjaan. satu copy dipasang di barak kerja. Shop Drawing harus dilengkapi gambar detail meliputi ukuran lahan dan lain-lain. dikoreksi apabila perlu. Gambar unit bangunan atau “Shop Drawing” tersebut harus secara lengkap memuat : Bentuk unit bangunan serta dimensinya Material yang akan dipakai serta spesifikasinya List komponen unit bangunan yang memuat : a. serta sudah harus diperhitungkan termasuk “Overhead” pada analisa harga satuan pekerjaan. • “Shop Drawing” Kontraktor harus membuat shop Drawing untuk setiap bangunan yang akan dikerjakan. sepenuhnya menjadi tanggung jawab dan beban Kontraktor. Kontraktor wajib membuat copy “Shop Drawing” sebanyak minimum 5 (lima) copy. maka Kontraktor diwajibkan membuat gambar purna bangun atau “As Built Drawing”.

dengan distribusi dua copy untuk Direksi Pekerjaan dan pengawas. laporan mingguan dan laporan bulanan lengkap dengan data penunjangnya dan foto dokumentasi sebagaimana tercantum dalam Rencana Kerja dan Syaratsyarat Proyek. SARANA PENUNJANG PEKERJAAN 1. material. sepenuhnya menjadi tanggung jawab dan beban Kontraktor. • Administrasi Proyek Kontraktor wajib menyediakan dan membuat kelengkapan administrasi lapangan berupa buku tamu. Kontraktor diwajibkan “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-16 . selanjutnya diserahkan kepada Pemilik pekerjaan guna mendapatkan pengesahan dari Pemilik Pekerjaan.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN Dimensi dan masing-masing bangunan yang telah dikerjakan Elevasi posisi dan kedudukan masing-masing bangunan yang telah dikerjakan Jenis material dan komposisi yang telah dipergunakan. kebutuhan sumberdaya dan peralatan dan harus mendapat persetujuan dari Pengawas dan Direksi. metode kerja. Kontraktor wajib membuat harian. alat dan perkerja. Gambar purna bangun yang telah selesai tersebut harus diserahkan Kontraktor kepada Direksi pekerjaan untuk diperiksa dan disetujui. Sebelum memulai aktifitas Kontraktor diwajibkan untuk membuat jadwal atau schedule. selama masa pelaksanaan pekerjaan dan pada akibat pelaksanaan pekerjaan. Semua mengacu dan didasarkan pada gambar purna bangun yang telah disyahkan oleh Pemilik Pekerjaan. Perhitungan volume akhir dari pekerjaan yang telah dilaksanakan oleh Kontraktor atau yang “mutual check” volume pekerjaan 100 %. catatan harian cuaca dan lain-lain yang diperlukan untuk kelengkapan administrasi. rencana kerja. Semua biaya yang timbul akibat pekerjaan pembuatan “As Built Drawing” termasuk penggandaannya sebanyak 5 (lima) copy. kebutuhan material. As Built Drawing harus sudah diserahkan dan disetujui oleh Direksi selambat-lambatnya bersamaan dengan STT-1. Photo Dokumentasi Sejak awal akan mulai melaksanakan pekerjaan. C. dan merupakan volume akhir yang akan dibayar oleh Pemilik pekerjaan kepada Kontraktor. Kontraktor wajib membuat copy “As Built Drawing” sebanyak 5 (lima) copy. buku lapangan bahan. sudah harus diperhitungkan termasuk “Overhead” pada analisa harga satuan pekerjaan. 3 (tiga) serta gambar aslinya harus diserahkan kepada Pemilik Pekerjaan termasuk data dan perhitungan hasil pengukuran akhir sebagai pendukungnya.

Jalan Kerja Untuk menuu ke lokasi pekerjaan.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN membuat dokumentasi kegiatan pelaksanaan pekerjaan yang diwujudkan dalam bentuk photo dokumentasi. Pada saat pengambilan photo dokumentasi akhir pelaksanaan pekerjaan. Kontraktor juga harus menyerahkan negatif film. serta sudah harus diperhitungkan termasuk “Overhead” pada analisa harga satuan pekerjaan. disamping cetakan ukuran kartu pos sebanyak 4 (empat) copy. atas permintaan Direksi pekerjaan Kontraktor bisa melaksanakan pengambilan photo dokumentasi kegiatan pelaksanaan pekerjaan lainnya yang dianggap berguna dan cukup mempunyai nilai penting untuk didokumentasikan. diberi bingkai. dan pemeriksaan berkala Direksi pekerjaan atau Pemberi Pekerjaan serta keperluan lainnya. selanjutnya harus dicetak ukuran kartu pos masingmasing rangkap 5 (lima) dengan distribusi 1 (satu) copy dipasang di barak kerja dan 4 (empat) copy lainnya ditata rapi pada album photo dan diserahkan kepada Pemilik pekerjaan. mengangkut bahan material yang akan dipakai. Pada saat penyerahan photo dokumentasi. Semua biaya yang timbul akibat pembuatan photo dokumemntasi tersebut sepenuhnya menjadi beban dan tanggung jawab Kontraktor. 2. dan transportasi pembuangan bahan material tidak terpakai keluar lokasi pekerjaan. sehingga secara kronologi bisa merupakan satu gambaran tujuan yang akan dicapai oleh kegiatan tersebut. Photo dokumentasi tersebut. harus bisa memberikan gambaran secara lengkap dan menyeluruh mengenai kegiatan pelaksanaan pekerjaan sejak dari awal sampai akhir pelaksanaan pekerjaan. pelaksanaan pengambilannya dilakukan pada kondisi tahap kegiatan pelaksanaan pekerjaan : Saat awal sebelum mulai kegiatan pelaksanaan pekerjaan 0 % Saat kegiatan pelaksanaan pekerjaan mencapai prestasi 25 % Saat kegiatan pelaksanaan pekerjaan mencapai prestasi 50 % Saat kegiatan pelaksanaan pekerjaan mencapai prestasi 75 % Saat selesai pelaksanaan pekerjaan atau prestasi 100 % Photo dokumetasi tersebut. dan sudah harus bisa memberikan gambaran secara garis besar kegiatan pelaksanaan seluruh pekerjaan. sedangkan pengambilan photo dokumentasinya dari 1 (satu) titik lain yang berbeda lokasi. Photo dokumentasi kegiatan pelaksanaan pekerjaan tersebut. dan akan ditentukan oleh Direksi pekerjaan. ditata menurut urutan photo dokumentasi yang diserahkan. Kontraktor diwajibkan menyiapkan atau membuat jalan kerja yang layak guna kegiatan tersebut diatas untuk menunjang dan memperlancar pelaksanaan pekerjaan. Di samping dokumentasi utama tersebut. Photo dokumentasi dilaksanakan pengambilannya dari tiga titik tetap yang berbeda atau sesuai dengan pengarahaan Direksi pekerjaan. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-17 . Kontraktor juga diwajibkan menyerahkan tambahan 3 (tiga) copy ukuran 11 R.

diperhitungkan dalam satuan (unit) M’ untuk pekerjaan “coferring” atau “kisdam” dan Lump sum untuk pekerjaan “dewatering”. Untuk pekerjaan-pekerjaan menurut sifatnya dipandang oleh Pemilik Pekerjaan tidak diperlukan adanya jalan kerja khusus maka semua biaya yang timbul akibat pekerjaan sarana jalan kerja ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab dan beban Kontraktor. karena bisa menyebabkan turunnya kualitas pekerjaan akibat pengaruh air tersebut. sedangkan harga satuan pekerjaan yang ditawarkan. juga termasuk menjadi tanggung jawab Kontraktor dari segi pemeliharaannya. Pada jenis pekerjaan yang dipandang oleh Pemilik Pekerjaan memerlukan adanya konstruksi pengertian sifatnya khusus dan memerlukan penanganan tersendiri. serta sudah harus diperhitungkan termasuk “Overhead” pada analiasa harga satuan pekerjaan. termasuk sistem drainase lingkungan pekerjaan. areal pekerjaan kedang-kasang suatu saat tidak bisa bebas sama sekali dari adanya air. 3. Pekerjaan pengeringan yang dimaksud di sini adalah. sudah harus meliputi upah tenaga. Pada keadaan ini. semua lokasi yang akan dipakai sebagai kedudukan bangunan harus dijaga agar tetap kering. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-18 . maka perhitugan volume dan pembayaran untuk pelakasannaan pekerjaan pengeringan tersebut diatas. Kontraktor diwajibkan menmgeringkan atau membebaskan areal pekerjaan yang akan dipakai sebagai kedudukan konstruksi dari genangan air atau pengaruh air. serta sudah harus diperhitungkan termasuk “Overhead” pada analisa harga satuan pekerjaan.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN Dari waktu ke waktu selama pelaksanaan pekerjaan. “Overhead” dan keuntungan Kontraktor. bahan material yang dipakai peralatan yang dipergunakan. Pengeringan atau “Coffering dan Dewatering” Pada bagian-bagian tertentu dari jenis pekerjaan yang dilaksanakan. Untuk pekerjaan-pekerjaan menurut sifatnya dipandang oleh Pemilik Pekerjaan tidak diperlukan adanya sistem pengeringan khusus maka semua biaya yang timbul akibat pekerjaan pengeringan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab dan beban ker. juga yang secara langsung terpengaruh adanya jalan kerja. bebas dari genangan ataupun rembesan air. Pada prinsipnya selama amsa pelaksanaan pekerjaan. Kontraktor berkewajiban memelihara jalan kerja agar selalu layak dilalui sehingga tidak menimbulkan dampak lingkungan negatif pada masyarakat di sekitarnya maupun masyarakat lain yang juga memerlukan dan melewati jalan kerja tersebut. sehingga tidak menimbulkan dampak yang negatif terutama pada masyarakat dan lingkungan setempat. Kelancaran fungsi drainase lingkungan di sepanjang jalan kerja.

Bahan galian yang didapatkan dari tempat galian tidak menckupi bagi keperluan penimbunan maka dapt diperoleh tambahan galian dari daerah bahan galian lain yang telah disetujui Direksi. Lokasi bahan galian yang telah digali harus diperbaiki sedemikian rupa untuk menghilangkan kemiringan tanah yang tajam dan tidak stabil atau hal lain yang kurang baik dan berbahaya. Umum Yang dimaksud dengan pekerjaan tanah adalah semua pekerjaan persiapan lapangan. penghamparan dan pemadatan material timbunan yang diperlukan. Kontraktor tidak diperkenankan menghamburkan atau dengan kata lain membuang material galian yang berguna.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN D. semua rumput tanaman dan semua bahan-bahan yang merusak harus dibuang sebelum bahan urugan diletakkan pada tempatnya. Penggunaan semua material galian untuk keperluan tertentu ditentukan oleh Direksi. Seluruh area yang termasuk dalam batas batas pekerjaan tanah akan dikerjakan dalam jalur. Pekerjaan urugan dan galian harus benar-benar rata menurut gambar-gambar potongan memanjang dan potongan melintang dengan permukaan dan kemiringan yang rapi dan benar-benar rata dan teratur. pembuangan semua material sisa galian. galian semua jenis material apapun yang ditemui penanganan. Tidak diperbolehkan menebang pohon tanpa ijin dari Direksi dan Instansi yang terkait. kemiringan. perlindungan terhadap daerah di sekitarnya. urugan kembali. Kontraktor bertanggung jawab terhadap pengaturan dan pembayaran semua bahan galian termasuk bahan lempung dan bahan yang dipilih sesuai persetujuan Direksi. Batu besar yang tidak diperkenankan untuk material timbunan dapat disimpan/dicadangkan bagi keperluan pasang batu. sesuai dengan spesifikasi. timbunan tanah pada alur dan elevasi sesuai yang ditunjukkan pada gambar. pengeringan (bila diperlukan). pengupasan muka tanah. Material galian untuk memenuhi kebutuhan bahan tambahan disimpan untuk penggunaan berikutnya atau ditempatkan sebagai bahan timbunan segera setelah penggaliannya dengan persetujuan Direksi. potongan melintang yang sesuai dalam gambar dengan tambahan yang diijinkan untuk ketebalan plesteran dan pasangan batu dimana perlu kemiringan dan bentuk saluran drainase sedemikian rupa sehingga mempunyai penampilan seragam yang rapi pada penyelesaiannya dan harus disetujui oleh Direksi. Luas dan kedalaman galiam masih dalam batas area yang telah disetujui Direksi. Bila tidak langsung digunakan penyimpangan bahan galian yang akan digunakan tidak diperbolehkan diletakkan di jalan. Semua bahan-bahan yang lemah atau mudah rusak harus diganti denga bahan-bahan yang baik seperti syarat yang ditetapkan oleh Direksi. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-19 . Semua galian akan dilaksanakan dengan batasan dan sesuai kebutuhan yang diperlihatkan pada pasal-pasal dari spesifikasi ini berkenaan dengan masalah pengendalian air. Apabila tidak disebutkan lain. tingkatan dan elevasi. PEKERJAAN TANAH 1.

Ijin yang diberikan tidak berarti membebaskan Kontraktor dari kewajiban dan tanggung jawab sesuai kontrak. 5. memasang dan mengoperasikan semua peralatan yang diperlukan untuk menjaga galian bebas dari air/genangan selama pelaksanaan kosntruksi dan harus membuang air hingga tidak menimbulkan kerusakan terhadap benda-benda di sekitarnya. 4. pikiran atau kesimpulan yang dimaksud dalam laporan penyelidikan tanah yang tersedia. Direksi tidak akan bertanggung jawab atas kehilangan/kerugian yang diderita Kontraktor sebagai akibat perbedaan-perbedaan kondisi yang digambarkan oleh kesimpulan Kontraktor tersebut. Pekerjaan penggalian tidak boleh dimulai tanpa seijin Direksi. Ijin Kerja Sebelum pekerjaan yang diperlukan untuk semua pekerjaan galian yang akan dilaksanakan harus mendapat ijin kerja dari Direksi maupun instansi terkait. Kontraktor harus memperbaiki semua tanggung jawab bagi pengurangan dan kesimpulan yang dibuat olehnya yang menyangkut kondisi material/bahan yang akan digali. Gambar yang telah disetujui dan perusahannya yang menurut pendapat Direksi dianggap perlu demi keamanan personil dan atau pekerjaan akan dikembalikan pada Kontraktor untuk dilaksanakan. kesulitan yang dihadapi. Kontraktor harus melengkapi. Penurapan dan Perlindungan Galian yang terlampau curam dan diperkirakan tidak stabil sehingga membahayakan para pekerja atau untuk menghindari kerusakan pekerjaan dari longsoran tanah. meletakkan dan meindahkan kembali peralatan penurapan. Bila diperlukan. 3. kecuali diperintahkan lain oleh Direksi. lebar galian dapat diperbesar untuk memberi tempat bagi pelaksanaan penurapan. Kontraktor harus melengkapi gambar yang memperlihatkan detail dari penurapan yang diusulkan akan digunakan bersama dengan smua perhitungan dilakukan oleh tenaga ahli yang mampu sebelum pekerjaan penggalian dimulai. pelindungan dan peralatannya. pengeringan.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN 2. percobaan atau laporan-laporan dan kondisi nyata yang ditemui selama pelaksanaan pekerjaan. Data pengeboran dan informasi yang berkaitan (jika tersedia) memberi gambaran kondisi di bawah permukaan tanah hanya pada lokasi dan waktu tertentu. Direksi tidak menjamin pernyataan. pada Direksi dapat digunakan sebagai panduan/patokan bagi kondisi permukaan dan di bawah permukaan tanah dalam proyek ini. Kondisi tanah pada lokasi lainnya mungkin berbeda dengan kondisi pada lokasi pengeboran. Penyelidikan Lapangan Data penyelidikan tanah yang relevan (jika ada). menjaga galian yang diperlukan dan pekerjaan akibat kondisi lapisan di bawah tanah di lokasi pekerjaan. perlu dilakukan penurapan. contoh-contoh. atau menyebabkan gangguan “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-20 . Pengendalian Air Kontraktor harus menydiakan. Juga waktu berpengaruh terhadap perubahan lapisan bawah tanah atau muka air pada lokasi pengeboran.

dan untuk pembentukan secara umum dari tempat kerja sesuai dengan spesifikasi ini dan yang memenuhi garis. 2. b. d. cofferdam. Material yang berlebihan harus dibuang dengan menggali lebih lanjut 2. gambar perincian potongan melintang atau memanjang yang menunjukkan kondisi awal daripada tanah sebelum operasi pembabatan dan pengarukan dilakukan. Toleransi Dimensi 1. Uraian 1. Pelaporan dan Pencatatan 1. Kontraktor harus mengusahakan melaksanakan pengeringan di sekitar lokasi galian dengan metoda yang harus diusulkan oleh Kontraktor dan harus mendapatkan persetujuan dari Direksi. Pekerjaan Galian a. pembuangan material yang tidak terpakai atau humus. Tanggul akan sangat baik digunakan mencegah kerusakan akibat erosi selama pelaksanaan pekerjaan konstruksi. Untuk penggalian di bawah air. ketinggian penampang yang ditunjukkan dalam gambar atau yang diperintahkan oleh Direksi. Permukaan galian yang telah selesai yang terbuka terhadap aliran air permukaan harus cukup rata dan harus memiliki cukup kemiringan untuk menjamin drainase yang bebas dari permukaan ini tanpa terjadi ganguan. Kontraktor harus menyerahkan kepada direksi. 6. arah dan formasi sesudah galian tidak boleh bervariasi dari yang ditentukan lebih dari 2 cm dari tiap titik. Kontraktor harus menyerahkan kepada Direksi gambar perincian dari seluruh struktur sementara yang diusulkannya atau yang diperintahkan untuk digunakan seperti skor. Pekerjaan ini umumnya diiperlukan untuk pembuatan pondasi.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN atau mengancam umum. pembuangan tanah atau meterial lain bila ada dari tempat kerja atau sekitarnya yang perlu untuk penyelesaian yang memuaskan dari pekerjaan dalam kontrak ini. Kelandaian akhir. sebelum memulai pekerjaan. harus dirug kembali dengan timbunan pilihan atau lapis pondasi agregat seperti yang diperintahkan oleh Direksi. Untuk setiap pekerjaan galian. 2. turap. Perbaikan dari Pekerjaan Galian yang tidak Memuaskan Pekerjaan galian yang tidak memnuhi toleransi yang diberikan. dan tembok penahan dan “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-21 . 2. harus diperbaiki oleh Kontraktor sebagai berikut : 1. Pekerjaan ini harus mencakup penggalian. “Interceptor Drain” perlu untuk menjaga air permukaan jangan sampai masuk ke lubang galian konstruksi. c. Daerah dimana digali lebih atau daerah retak atau lepas. Kerusakan yang ditimbulakn diperbaiki atas biaya Kontraktor.

2. formasi atau pondasi selesai. e. perlengkapan dan buruh untuk pengeringan. f. Kontraktor harus memikul seluruh tanggung jawab untuk menjamin keselamatan pekerja yang melaksanakan pekerjaan galian.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN harus memperoleh persetujuan direksi sebelum melaksanakan pekerjaan galian yang dimaksudkan untuk dilindungi oleh struktur yang diusulkan tersebut. Pada setiap saat peralatan galian cadangan serta perlengkapan P3K harus tersedia di tempat kerja galian. Selama masa pekerjaan galian. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-22 . Kontraktor harus menempatkan pengawas keamanan pada tempat kerja yang tugasnya hanya memonitor kemajuan dan keamanan. Seluruh tepi galian terbuka harus diiberi penghalang yang cukup untukmencegah pekerja atau orang lain terjatuh ke dalamnya dan setiap galian terbuka pada badan malam hari dengan drum dicat putih atau lampu kuning sesuai dengan ketentuan direksi. batu bata. Jaminan Keselamatan Pekerjaan Galian 1. Pekerjaan galian harus dilakukan dengan seminimal mungkin gangguan terhadap material dibawah dan di luar batas galian. Kontraktor harus menahan atau menyangga struktur di sekitarnya yang jika tidak dilakukan dapat menjadi tidak stabil atau rusak oleh pekerjaan galian itu. Setelah masing-masing galian untuk tanah dasar. Kontraktor harus memberitahu direksi. Pompa agar siap di tempat kerja setiap saat untuk menjamin tak ada gangguan dalam prosedur pengeringan dengan pompa. Kondisi Tempat Kerja Seluruh galian harus dijaga agar bebas dari air dan Kontraktor harus menyediakan seluruh material yang diperlukan. 3. Pada setiap saat dimana kedalaman galian melebihi ketinggian di atas kepala. beton dan lain-lain. tembok ujung dan cofferdam. padas. penggalian saluran air dan pembangunan saluran sementara. Bahan landasan atau material lain tidak boleh dipasang sebelum kedalaman galian disetujui oleh direksi. 3. g. 4. batu. Kontraktor harus menjaga setiap saat suatu lereng yang stabil yang mampu menahan pekerjaan sekitarnya. Prosedur Penggalian Penggalian harus dilaksanakan hingga garis ketinggian dan elevasi yang ditentukan dalam gambar atau ditunjukkan oleh Direksi dan harus mencakup pembuangan seluruh material dalam bentuk apapun yang dijumpai termasuk tanah. Bila diperlukan.

Kontraktor harus bertanggung jawab untuk seluruh pengaturan dan biaya untuk pembuangan material yang berlebih atau tidak memenuhi syarat. Alat berat tidak boleh beroperasi dalam jarak 1 m dari bangunan dan “vibrating rollers” dalam jarak 1. 2. Material galian yang mengandung tanah organis tinggi.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN h. termasuk pengangkutan dan perolehan ijin dari pemilik tanah di mana pembuangan dilakukan. Umum Semua pengurugan dan timbunan tanah. i. Pembuangan Material Pekerjaan Sementara dan Perapian Tempat Bekas Galian 1. Pembongkaran harus dilakukan sedemikian sehingga tidak mengganggu atau merusak struktur atau formasi yang telah selesai. Timbunan/Urugan Timbunan tidak boleh diletakkan hingga galian yang telah dilakukan dan pekerjaan pondasi yang telah diselesaikan diperiksa disetujui Direksi. Penggunaan peralatan bagi pelaksanaan penimbunan dan pengurugan kembali sehingga dapat memperoleh hasil pemadatan sesuai dengan spesifikasi. Terkecuali diperintahkan oleh Direksi. b. jenis dan kapasitas sesuai dengan yang diminta dan telah disetujui Direksi. atau setiap material yang tidak disetujui oleh direksi teknik sebagai bahan timbunan harus dibuang dan diratakan dalam lapis yang tipis oleh Kontraktor di luar tempat kerja sesuai petunjuk direksi. Penggunaan dan Pembuangan Material Galian Seluruh material yang dapat dipakai yang digali dalam batas-batas dan cakupan proyek dimana memungkinkan harus digunakan secara efektif untuk formasi timbunan atau urugan kembali maupun lime treatment. Urugan dan Timbunan Tanah a. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-23 .5 m dari bangunan. Setiap material galian yang berlebih untuk kebutuhan timbunan. sejumlah besar akar atau benda tertumbuhan yang lain dan tanah yang komprensif yang menurut Direksi akan menyulitkan pemadatan dari material atau yang mengakibatkan kerusakan atau penurunan yang tidak dikehendaki harus diklasifikasikan tidak memenuhi untuk digunakan sebagai timbunan dalam pekerjaan permanen. Melindungi semua daerah kerja dari kerusakan yang diakibatkan oleh air atau dengan cara lain membuat sistem drainase yang baik untuk menjaga jangan sampai air berada di atas tanah urugan dan daerah pengurugan. harus dilakukan di tempat kering yang disetujui direksi. seluruh struktur sementara seperti cofferdam atau skor dan turap harus dibongkor oleh Kontraktor setelah selesai pekerjaan struktur permanen atau pekerjaan lain untuk mana galian telah dilakukan. 7. Material galian yang sementara waktu diijinkan untuk ditempatkan dalam saluran air harus dibuang seluruhnya setelah pekerjaan selesai sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu saluran air.

untuk pemadatan dengan lapisan berikutnya perlu dilakukan torehan sejajar sumbu penimbunan hingga kedalaman tidak kurang dari 75 mm sebelum dilapisi dengan lapisan selanjutnya. Distribusi bahan di seluruh bagian lapisan harus seragam dan penimbunan harus bebas dari tonjolan. cekungan dan alur-alur atau lapisan material yang berbeda susunan atau gradasi dengan material di sekitarnya. Pengujian dilakukan oleh Kontraktor atau laboratorium menyelidikan yang diusulkan Kontraktor dan telah disetujui kapan. Metode ini akan digunakan pada urugan yang dipadatkan. urugan dengan timbunan tanah dan tanah dasar. menentukan kadar air dan menentukan kerapatan urugan di tempat. Distribusi kelembaban yang seragam dapat diperoleh dengan metode yang telah disetujui olehh Direksi bagi pemadatan lapisan. Kontraktor di bawah pengawasan Direksi. walau tidak diperlihatkan/ditunjukkan dalam gambar. Pada muka dipuncak semua timbunan tanah harus diberi kemiringan tidak kurang dari 2% untuk mendapatkan drainase yang efektif. d. dimana. c. Pemadatan timbunan dengan tenaga manusia dan juga dengan tenaga mesin harus dengan ketebalan lepada maksimum 200 mm. Metode C. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-24 . urugan dengan timbunan tanah dan untuk mengatur pemadatan relative (Relative Compaction) pada kadar air yang optimum dari tanah urugan yang dipadatkan. akan melaksanakan beberapa percobaan sesuai yang diperlukan untuk meneliti material. Permukaan dari timbunan tanah harus dengan kemiringan 2 % hingga dapat berfungsi sebagai drainase. Bila lapiasan teratas (dari lapisan sebelumnya) dan timbunan yang dipadatkan atau tanah pondasi menjadi kering atau basah untuk memperoleh ikatan yang baik perlu dilakukan penorehan dan pelembaban dengan menggunakan pencaran air untuk memperoleh kadar air yang baik bagi peletakan lapisan selanjutnya. Biaya semua percobaan pemadatan dan percobaan lainnya yang disebutkan di atas di tanggung Kontraktor. Pemadatan Pelaksanaan semua penimbunan tidak kurang 90 % dari maksimum dry density. Bila permukaan lapisan menjadi terlalu keras atau halus. sesuai yang diperintahkan Direksi.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN Penimbunan diletakkan mendatar lapis demi lapis yang dipadatkan dengan menggunakan peralatan tetapi dengan ketebalan lepada maksimum 200 mm. Semua timbunan harus dilembabkan sebesar 2 % dari angka aotimum dan kemudian dipadatkan. untuk menentukan karakteristik pemadatan. Prosedur Pengujian Pemadatan Metode percobaan untuk timbunan tanah yang akan dipadatkan harus mempunyai kepadatan kering lebih besar atau sama dengan persentase yang ditentukan oleh ASTM D1557. Test ini dilakukan Kontraktor dan akan digunakan untuk menguji urugan sesuai kebutuhan spesifikasi. Alternatif lain percobaan 11 dari BS 1377 dapat digunakan sebagai pengganti ASTM 1557 Selama pelaksanaan pekerjaan.

3. 2. bila tidak praktis dipadatkan dengan roller. Hal ini dilakukan untuk menghindari dasar galian menjadi lumpur akibat dari injakan-injakan para pekerja. Pekerjaan meliputi pengadaan alat. Bahan-bahan ini juga yang berada di tempat lainnya. Aanstamping segera dipasang setelah dilakukan galian tanpa menunggu galian selesai seluruhnya. Kelebihan Galian dan Pembuangan Sisa Galian Semua bahan hasil dari galian yang berlebihan yang dianggap perlu oleh Direksi harus dipindahkan/dibuang dari lokasi pekerjaan dan biaya untuk itu ditanggung oleh kontraktor. Bahan berupa batu kali yang mempunyai kualitas baik. tidak porus. berat dari alat pemadatan tidak boleh kurang dari 20 kg dan tidak boleh lebih dari 150 gr/cm2 luas permukaan alat pemadat. Syarat-Syarat Bahan a. bahan dan tenaga kerja keperluan pekerjaan ini. Maka harus dibuat dewatering dengan jalan membuat lubang pemompaan. Menggenangi dengan air atau menggunakan pancaran air tidak boleh dilakukan kecuali bila telah disetujui Direksi. dan tidak mudah pecah. c. Bahan seperti semen. diluar lokasi pekerjaan atau sesuai petunjuk Direksi. PEKERJAAN PONDASI BATU KALI 1. 9. Material untuk pengurugan dibawah dalam keadaan mempunyai kelembaban 2 % dari kondisi optimum. b. Apabila muka air tanah cukup tinggi. Lingkup Pekerjaan a. harus dilakukan dengan penyiraman air untuk kemudian dipadatkan dengan lapis demi lapis tidak boleh dari 200 mm tebal. Pemadatan urugan tidak boleh kurang dari 90% maksimum dry density. Pekerjaan ini meliputi pemasangan pondasi batu kali dengan bahan yang tersebut dalam persyaratan ini. Syarat-Syarat Pelaksanaan a. Dasar galian bebas dari lumpur. Pengurugan kembali Pada Bangunan-bangunan dan Pada Pekerjaan Pasangan Batu Apabila tidak disebutkan pada gambar atau tidak disyaratkan khusus. E. sehingga dasar galian selalu terendam oleh air.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN 8. Kontraktor harus menyediakan lokasi buangan akhir untuk sisa tanah hasil galian yang tidak terpakai. atau gorong-gorong harus terdiri dari bahan kerikil yang halus bebas dari lumpur. semua urugan pada jarak 2 m dari tembok dan pangkal box culvert. b. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-25 . pasir dan air sebagaimana yang disyaratkan pada pekerjaan beton. b.

Bila lubang suling-suling diperlukan untuk membentuk suatu tembok atau tembok bangunan lainnya. tetapi tidak menutupi batu sewaktu pekerjaan dilaksanakan. Lubang suling-suling yang pertama harus dipasang 400 mm dari atas dasar saluran. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-26 . 4. Pada setiap jarak 2. maka metode pembentukan lubang suling-suling harus didasarkan atas persetujuan dari Direksi. e. e. Di belakang pipa-pipa suling harus diberi serat/filter dari ijuk atau serabut kelapa untuk mencegah agar tanah/pasar tidak masuk ke dalam pipa-pipa suling. Sambungan dari sisi muka batu harus dikerjakan hampir rata dengan permukaan pekerjaan. lurus dan pada bagian luar diusahakan menggunakan penampang yang baik hingga menghasilkan tampak pondasi yang rapi. c. b. baik itu ukuran lebar dengan dasar. Dalam pemasangannya antara batu kali tidak boleh ada yang bersentuhan satu sama lain. Agar pasangan aanstampeng mempunyai ikatan yang baik tidak goyah. Terkecuali disyaratkan atau diperintahkan oleh Direksi. lubang suling-suling berdiameter 50mm harus ditempatkan pada jarak antara bak horizontal maupun vertikal tidak lebih dari masing-masing 1000 mm dan 500 mm. Pemasangannya dipasang secara zig-zag. Pekerjaan Akhir Pasangan Batu a. d.00 m pada arah dipasang 1 suling-suling sedang pada arah vertikal dipasang 2 suling-suling. sehingga ikatan antara batu kali menjadi baik. g. Ukuran pondasi batu kali harus sesuai dengan gambar. Pembuatan lubang suling-suling a. 5. Lubang suling-suling harus dibentuk agar miring terkecuali diperintahkan lain oleh Direksi. bagian puncak horizontal dari seluruh pasangan batu harus dikerjakan akhir dengan tambahan dari lapis aduk setebal 15mm yang dikerjakan ke permukaan yang merata dengan kemiringan yang akan menjamin perlindungan terhadap air hujan dan dengan sudut yang dibulatkan. Pemasangan pondasi batu kali mengunakan campuran 1Pc : 5 Ps.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN d. f. b. Aanstamping dipasang dalam posisi berdiri rapat dan ditumbuk padat. tinggi pondasi yang mana dari ukuran yang salah akan mempengaruhi kemampuan daya dukung pondasi tersebut. h. maka celah-celah kecil harus diisi dengan pasir dengan cara pasir-pasir yang disebar diatas pasangan aanstampeng disiram dengan air agar pasir dapat masuk kecelah-celah batu. Pemasangan harus baik. Lapisan tersebut harus dimasukkan kedalam dimensi yang disyaratkan dari struktur. Terkecuali disyaratkan lain.

b. 6. Mutu beton Jenis mutu beton yang akan digunakan pada masing-masing bagian pekerjaan yang tercantum dalam gambar rencana harus sesuai dengan uraian dalam “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-27 . Segala kerugian yang ditimbulkan akibat hal tersebut di atas adalah menjadi tanggung jawab kontraktor sepenuhnya. Apabila dari hasil pemancangan tersebut di atas menurut Direksi hasilnya meragukan misalnya tiang trucuk miring. beton bertulang dan bagian beton dari struktur yang tercantum dalam gambar rencana atau sebagaimana diperintahkan oleh Direksi. yang selanjutnya disingkat dengan PBI. Apabila kontraktor tidak menggunakan alat pemancang dengan hammer. semua permukaan pasangan batu yang dialiri air difinishing dengan plesteran semen sesuai dengan gambar bestek yang ada.ACI. c. Umum a. lurus dan tidak lapuk dengan ukuran diameter ujung 10 cm dan 12 cm bagian pangkalnya serta panjang 2.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN c. Pekerjaan trucuk kayu gelam a. yakni perencanaan. Uraian Pekerjaan ini terdiri dari pembuatan semua struktur beton termasuk beton tak bertulang. Bilamana ditunjukkan dalam gambar rencana. Standar-standar yang dipakai Pada setiap tahapan pekerjaan beton. maka kontraktor mengajukan alat pemancang dan metode pelaksanaannya untuk mendapat persetujuan pengawas dan Direksi. b. ASTM dan AASHTO. Bahan material gelam Dalam hal penyediaan kayu gelam.50 m. kontraktor harus memberikan contoh kepada pengawas atau Direksi untuk mendapatkan persetujuan. Yang diukir pada diameter gelam adalah diameter gelam pada bagian yang keras. pecah dan sebagainya maka kontraktor harus mencabut ting trucuk tersebut dan diharuskan melakukan pemancangan ulang. Bahan berkualitas baik. Kontraktor harus membuat gambar metode pelaksanaan pemancangan berserta peralatan dan kapasitasnya. F. Hal-hal yang belum diatur dalam ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam PBI. maka dipakai standar SKSNI-T15. dalam keadaan masih segar. Pelaksanaan pemancangan Alat pemancang termasuk alat pemukul tiang pancang disiapkan oleh kontraktor. pelaksanaan dan pemeliharaannya berlaku ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam peraturan beton bertulang indonesia. PEKERJAAN BETON 1. Gambar tersebut diajukan ke Pengawas dan Direksi untuk mendapatkan persetujuaan.

4. Sebagai tambahan. Ukuran Nominal Agregat Mutu Ukuran Karakteristik dalam beton nominal kg/cm2 pengujian pada struktur fc’ agregat (mm) saat pelaksanaan (Mpa) K 350 K 225 20 20 350 225 d. Hujan atau bila udara penuh debu (tercemar) d. Persetujuan tersebut tidak akan membebaskan kontraktor dari tanggung jawabnya pada setiap struktur. e. Jika tidak ditentukan.225 Digunakan untuk bangunan rumah jaga dan rumah pompa. dan konstruksi rumah genset dan pondasi genset. Pengajuan 1.6. Kondisi lapangan yang tidak memungkinkan atau tidak ada persetujuan Direksi untuk mengecor. mendiskusikan metode kontruksi dan program kerjanya serta memperoleh persetujuan sebelum memasang setiap perancah atau memulai pekerjaan beton lainnya.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN spesidfikasi teknis ini atau sesuai dengan petunjuk Direksi.0 kg/m2/jam b. maka mutu beton yang dipakai adalah sebagai berikut: K. Kontraktor harus mengajukan secara tertulis hasil seluruh pengajian pengendalian kualitas yang terinci dengan segera setelah tersedia atau ia di minta oleh Direksi. bangunan kolam olak/ folder.1. 3. Kontraktor harus mengajukan desain campurannya untuk setiap jenis pekerjaan pengecoran beton. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-28 . maka Kontraktor tidak akan mengecor beton apabila : a. Hasil pengujian kuat tekan 3 hari. Kondisi Pekerjaan Kontraktor harus menjaga suhu dari semua bahan-bahan terutama agregat kasar pada tingkatan yang serendah mungkin dan harus menjaga suhu dari beton di bawah 30 C pada waktu pengecoran. maka harus ada keterlibatan dari pihak terkait lain yang menangani pekerjaan Quality Assurance (QA) dan Quality Control (QC) di lapangan beban biaya kontraktor. 5. Kontraktor harus memberitahu Direksi secara tertulis paling tidak 24 jam sebelum memulai untuk mencampur atau mengecor beton. 2. Tabel 5. Kontraktor harus mengajukan gambar dari semua perancah yang akan digunakan. Lengas nisbi dari udara kurang dari 40 % c. Kontraktor harus mengajukan contoh semua bahan yang hendak digunakan dengan data pengujian yang harus memenuhi spesifikasi. Kecepatan penguapan melebihi 1. 7 hari dan 28 hari berturut-turut setelah tanggal pencampurannya. Untuk menjaga mutu beton yang dibuat.

Pembetulan pekerjaan yang kurang memuaskan 1. 4. 2. kecuali ditentukan lain secara khusus dalam spesifikasi ini.453. 2. 3. Semen yang telah disimpan lebih dari 40 (empat puluh) hari dan semen yang menurut penilaian Direksi kualitasnya meragukan tidak boleh digunakan dalam pekerjaan. atau tidak memenuhi persyaratan sifat campuran yang dirinci dalam spesifikasi. Direkksi harus menolak semen tersebut dan Kontraktor harus segera menyingkirkannya dari tempat pekerjaan. Pengujian tambahan tersebut harus atas biaya sendiri dari Kontraktor. Dalam hal adanya perselisihan mengenai kualitas pekerjaan beton atau setiap keraguan mengenai kelayakan data pengujian yang tersedia. harus meminta petunjuk Direksi yang meliputi : . Bahan yang ditolak harus segera dikeluarkan dari lapangan paling lambat dalam waktu 1 x 24 jam. Kecuali diijinkan lain oleh Direksi. 5. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-29 . Persyaratan Bahan Secara umum. Semua semen yang boleh digunakan adalah Semen Portland type-1 yang ditentukan dalam SII 0013-81 atau Standart Umum Bahan Bangunan Indonesia 1986 dan harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan dalam standart tersebut. Semen 1. Bila menurut penilaian Direksi semen tersebut berbungkah atau berbongkol.Perubahan dalam perbandingan campuran untuk sisa pekerjaan. maka hanya produk dari satu pabrik (Satu merk) untuk setiap jenis semen Portland yang boleh digunakan untuk pekerjaan beton. maka Direksi dapat meminta Kontraktor untuk melaksanakan pengujian tambahan yang diperlukan untuk menjamin bahwa suatu penilaian yang cukup baik mengenai kualitas pekerjaan dapat dibuat. keterangan hasil pengujian dari pabrik harus disertakan bersama setiap pengiriman semen untuk menjamin mutu semen sesuai standart. Semen yang diterima dalam kantong-kantong yang masih tersegel dan tidak pecah.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN f.Tambahan pada cacat-cacat kecil 2.1988). Pembetulan dari pekerjaan beton yang tidak memenuhi kriteria toleransi yang dirinci dalam spesifikasi. Kecuali jika diperintahkan lain oleh Direksi. 6. Kontraktor harus menyediakan contoh dari setiap pengiriman semen yang telah diserahkan ke tempat kerja kepada Direksi yang diperlukan untuk pengujian.Penguatan atau pembuangan seluruh dan penggantian bagian pekerjaan yang dianggap kurang memuaskan . atau hasil akhir permukaan yang tidak memuaskan. a. . semua bahan yang dipakai untuk pekerjaan beton harus memenuhi ketentuan yang tercantum pada bagian 2 bab 3 dari PEDOMAN BETON 1988 (SKBI-1.

Spesifikasi Analisa Saringan Agregat Ukuran ayakan Persentase berat yang lolos standar Agregat Mm Inch Agregat Pilihan Agregat Kasar Halus 50 2 100 37 1½ 95 –100 100 25 1 90 –100 100 19 ¾ 35 –70 90–100 100 13 ½ 10 –30 25 –60 90–100 10 3/8 100 0–5 20 –55 40–70 4. semen harus disimpan di pusat lokasi proyek dan dapat didistribusikan sesuai kebutuhan masing-masing pekerjaan. Gradasi agregat kasar dan halus sesuai dengan persyaratan yang diberikan dalam tabel berikut : Tabel 5.2.15 100 2 -10 3.6.75 4 95 –100 0 – 10 0 – 10 0 – 15 2.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN 7. Semen yang dikirimkan ke lokasi pekerjaan dalam drum atau kantong oleh pemasok (supplier) atau pabrik harus disimpan di dalam drum atau kantong tersebut telah dibuka.3 50 10 –30 1. 7. Bila ada keterbatasan ruang untuk penyimpanan semen dilokasi pekerjaan. 5. b. Jumlah total lempung dan lumpur di dalam pasair alam tidak boleh melebihi ketentuan yang ada dalam ACI dan ASTM. Agregat harus bebas dari bahan-bahan organic seperti dirinci dalam AASHTO 6. Bila tidak tercakup dalam SII 00520-80 maka agregat harus memenuhi ketentuan ASTM C33 2. Agregat kasar harus dipilih sedemikian rupa seingga ukuran partikel terbesar tidak lebih besar daripada ¾ dari jarak minimum antara batang tulangan atau perbatasan lainnya dalam jarak di mana pekerjaan beton harus ditempatkan. Kontraktor harus memberi jaminan kepada Direksi. agregat harus memenuhi ketentuan dan persyaratan dari SII 00520-80 dan persyaratan yang ditentukan dalam spesifikasi ini. Sebelum pekerjaan adukan contoh dimulai. Agregat 1. Secara umum. 4.36 8 0–5 0–5 0–5 1.18 16 45 –80 – 0. dari masing-masing agregat yang diusulkan akan “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-30 . Kontraktor harus menyerahkan contoh sebanyak 50 kg. Pengambilan contoh dan pengujian agregat harus dilakukan memenuhi ketentuan yang sesuai dengan bagian-bagian dalam ASTM. Jenis semen yang berbeda harus disimpan di tempat yang terpisah dan diberi tanda yang jelas. bahwa agregat yang akan dipasok tidak akan meningkatkan reaksi alkali dengan semen. semen tersebut harus segera digunakan.

padat dan mempunyai daya kerja yang baik dengan semen dan air dalam proporsi campuran yang akan dipakai.Ukuran nominal dan agregat kasar dan agregat halus harus ditempatkan terpisah setiap waktu .Pengotoran terhadap agregat yang disebabkan oleh tanah dan benda-benda lainnya dapat dihindarkan setiap waktu . keras porous. 16. Kontraktor harus menyiapkan cara-cara penimbunan agregat pada setiap tempat dimana pekerjaan pembetonan dilakukan sedemikian : .PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN digunakan untuk mendapatkan persetujuan Direksi dan harus disimpan di lapangan untuk digunakan sebagai patokan (acuan) 8. 14. Gradasi dari agregat kasar secara keseluruhan harus dapat menghasilkan mutu beton yang dikehendaki. Dalam hal adanya perubahan sumber darimana agregat tersebut disuplai. lumpur. berbentuk tajam dan keras. maka Kontraktor diwajibkan untuk memberitahu kepada Direksi. 11.Setiap timbunan agregat harus mampu mengalirkan air (lolos air) 9. Agregat kasar harus berupa koral/batu pecah yang mempunyai susunan gradasi yang baik. 15. sesuai dengan dimensi struktur dan kerapatan tulangan dimana adukan akan dicor. 10. Agregat kasar dan agregat halus harus selalu bersih dari gumpalan tanah liat. 17. Agregat kasar mempunyai ukuran butir di antara 5 sampai dengan 20 mm. Kontraktor harus memastikan bahwa agregat kasar dicurahkan. 12. tajam dan bentuknya relatif kubus. setiap saat dalam laboratorium yang diakui. ukuran yang lebih besar dari 38 mm untuk penggunaannya harus mendapat persetujuan dari Direksi. minyak dan bahan organis yang merugikan. Semua agregat harus disimpan di tempat bersih yang keras permukannya dan dicegah supaya tidak terjadi percampuran dengan material/bahan lain dan terkotori. Gradasi dari agregat halus harus menghasilkan mutu beton yang dikehendaki. Direksi dapat meminta pada Kontraktor untuk mengadakan test kualitas dari agregat-agregat tersebut dari tempat penimbunan yang ditunjuk oleh Direksi. Pasir yang digunakan harus benar-benar pasir cor bukan pasir laut. disimpan dan dipindahkan dari tempat penyimpanan dengan cara sedemikian sehingga tidak menyebabkan pemisahan. 13. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-31 . Agregat halus mempunyai modulus kehalusan butir antara 2 sampai dengan 32 jika diselidiki dengan saringan standar.

merawat. garam. demikian pula bila beton dengan kelas “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-32 . Sifat Agregat Beton Sifat . atau penggunakan lain yang direncanakan harus bersih dan bebas dari setiap zat-zat yang merugikan seperti minyak.Bahan-bahan yang lolos ayakan 200 Pengujian AASHTO T96 T104 T112 T11 Batas Maksimum yang diijinkan 40 % 10% 0.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN Tabel 5.5 % 3% 12% 0.Kehilangan akibat penentuan kualitas dengan Sodium Sulfat setelah 5 putran .25% 1% 18. Metode penggunaan dan jumlah bahan tambahan yang digunakan harus seijin dan disetujui Direksi. 2. Air 1. Bila diperlukan untuk memenuhi ketentuan dalam pasal ini. Beton yang meliputi berbagai kelas/mutu yang menggunakan bahan tambahan harus direncanakan dan dibuat adukan contoh tersendiri dan disetujui Direksi. gula atau zat organic yang dapat memenuhi persyaratan ASTM atau PBI. Kontraktor tidak diperkenankan mempergunakan admixture. Agregat Bahan tambahan adalah bahan yang ditambahkan/dicampur bersama bahan beton selama pengadukan dengan maksud memperbaiki sifat-sifat campuran beton.Persentase gumpalan tanah liat dan partikel yang dapat pecah dalam agregat . Agregat halus basah tidak boleh digunakan sampai menurut pendapat Direksi agregat tersebut telah kering hingga memenuhi kadar air yang tetap dan seragam. Kecuali diijinkan atau diperintahkan oleh Direksi. Tetapi persetujuan ini tidak mengurangi tanggung jawab Kontraktor untuk menghasilkan beton dengan kekuatan dan “kemudahan pengerjaan” sesuai dengan ketentuan. Direksi berhak mengharuskan Kontraktor memeriksa air yang dipakai di laboratorium bahan yang diakui dan sah.6. Air dengan kualitas sebagai air nimum dapat digunakan tanpa pengujian 3. atas biaya Kontraktor. Air yang digunakan dalam mencampur. asam alkali.Kehilangan akibat abrasi pada 500 putaran dengan Mesin Los Angeles . Kontraktor harus melindungi gundukan/timbunan dari pengaruh cuaca buruk. c. d. Bila keadaan tempat/lokasi kerja terbatas bagi penyimpanan agregat.3. agregat harus disimpan di pusat lokasi kerja dan akan didistribusikan setiap hari sesuai dengan kebutuhan masing-masing jenis pekerjaan denga cara sedemikian rupa sehingga terhindar dari pengotoran dan pemisahan terhadap agregat. basa.

Tetapi campuran tersebut harus disetujui terlebih dahulu oleh Direksi. Campuran harus dibuat agar dapat menghasilkan silinder beton dengan karakteristik kekuatan pada umur 28 hari setelah pengecoran tidak lebih kecil dari kekuatan yang ditentukan pada tabel 6.1. Kombinasi mutu agregat harus menerus.2. kecuali ditentukan lain secara khusus dalam spesifikasi ini. diangkut dan dipadatkan dengan metode yang diusulkan akan digunakan Kontraktor dalam penanganan. 6. Workability (Kelecakan Beton) Kemudahan pengerjaan setiap mutu beton harus sedemikian rupa sehingga pemadatan dengan hasil yang memuaskan dapat diperoleh bila beton dicor dan divibrasi dan tidak memisah bila ditangani.53. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-33 . cara pemadatan.1. pemadatan ditentukan dengan metode yang diuraikan dalam ACI dan ASTM harus tidak kurang dari 0. jenis ukuran butir dari agregat serta penggunaan bahan-bahan pembantu. 3.4.1 yang akan digunakan dalam pelaksanaan pembangunan dan detail rencana campuran harus dimasukkan untuk disetujui Direksi.1. kekuatannya tidak boleh kurang dari pada yang tercantum dalam tabel 6. Pencampuran Bahan Secara umum.85 dan tidak lebih besar dari 0. Kekentalan tersebut dapat tergantung pada berbagai hal. Bahan tambahan yang mengandung calcium khlorida tidak boleh digunakan denga alasan apapun. Untuk beton bertulang. Untuk beton yang menggunakan semen yang berbeda dengan Portland Cement atau bahan tambahan yang diakui.1. Rencana Campuran Beton Pada saat dimulainya pekerjaan Kontraktor harus membuat adukan untuk setiap mutu beton yang tercantum pada tabel 6.92. Agregat harus dihitung berdasarkan berat. antara lain jumlah dan jenis semen.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN tersendiri. Kekentalan (konsistensi) adukan beton harus disesuaikan dengan cara transport. 5.1988) 4. Contoh Campuran Beton Segera setelah Direksi menyetujui rencana campuran beton untuk setiap jenis mutu beton struktur dan selama atau setelah pelaksanaan tes pendahuluan. transportasi dan pemadatan beton yang bersangkutan dalam pekerjaan. jenis konstruksi yang bersangkutan dan kerapatan dari tulangan. nilai faktor air semen. 2.1.1. Agregat terdiri dari “fine aggregate”/butiran halus dan “coarse aggregate”/butiran kasar dengan ukuran maksimum ditentukan dalam tanel 6. persyaratan mengenai campuran beton baik mengenai perencanaan campuran dan pengendalian mutu harus memenuhi ketentuan yang tercantum pada bagian 3 bab 4 dari PEDOMAN BETON 1988 (SKBI – 1. Setiap rencana campuran harus memenuhi ketentuan sebagai berikut : 1.

Batasan Rasio Campuran Air/Semen Dalam merencanakan dan menentukan adukan beton untuk digunakan dalam pekerjaan. Selanjutnya. Faktor pemadatan dari setiap kelompok contoh adukan. Kontraktor harus memperhatikan ketentuan terdahulu dan juga memperhatikan batasan-batasan lain pada rasio air/semen yang diperlihatkan pada gambar atau yang dinyatakan/disebutkan sesuai penggunaan beton pada bagian tertentu pekerjaan.1. 7. Silinder harus dibuat.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN Kontraktor harus menyiapkan suatu percobaan campuran dari setiap mutu beton dengan dihadiri/diketahui oleh Direksi. dengan pengaduk yang bersih. Percobaan campuran akan dicampur dalam waktu yang bersamaan dan ditangani oleh alat yang sama seperti yang diusulkan Kontraktor untuk digunakan dalam pekerjaan. Setiap campuran tidak boleh kurang dari 0. Pengadukan Beton a. semen dan air (termasuk bahan campuran tambahan. Pada permulaan pekerjaan. Kontraktor harus membuat 3 kelompok contoh adukan secara terpisah untuk setiap adukan dan 3 (tiga) “silinder uji tekan” (150 x 300 mm) akan dibuat dari setiap adukan dengan disaksikan oleh Direksi.5 M3 beton. Proporsi dari semen. Metode pelaksanaan tersebut harus diajukan paling lambat 3 hari sebelum pengecoran untuk mendapatkan persetujuan Direksi. Pengadukan Beton Beton harus diaduk dalam alat pengaduk mekanis atau beton molen yang mampu mengkombinasikan agregat. disimpan dan diuji 28 hari setelah pembuatan sesuai dengan metode yang diuraikan dalam ASTM dan atau ACI. bagi agregat halus dan dari setiap ukuran nominal agregat kasar. Jika nilai rata-rata kekuatan dari 9 siliner diuji setelah berumur 28 hari kurang adari kekuatan contoh adukan yang tertera pada tabel 6. harus ditentukan dengan segera setelah pengadukan dengan menggunakan metode yang diuraikan dalam ASTM dan atau ACI dan tidak boleh melebihi dari batas yang tercantum dalam butir spesofikasi ini. Keadaan kadar air asli agregat harus “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-34 .1 Kontraktor harus merubah adukan serta membuat contoh adukan dan silinder selanjutnya. 8. untuk kemudahan dalam pekerjaan pengecoran maka Kontraktor harus mengajukan metode pelaksanaan pengecoran yang dianggap paling efisien menurut Kontraktor berkaitan dengan besarnya volume beton dan berkaitan dengan luas areal yang tersedia di lapangan. agreget dan air ditentukan dengan teliti berdasarkan berat sesuai dengan campuran/adukan yang disetujui Direkksi (atau adukan yang diperbaiki setelah tes pendahuluan) dan analisa ayakan harus dibuat dengan metode yang diuraikan dalam ASTM dan atau ACI. jika ada) ke dalam suatu campuran yang berwarna seragam dan melepaskan campuran tanpa pemisahan. disiram. pengadukan pertama hanya terdiri dari setengah bagian dari jumlah normal agregat kasar untuk mengganti pelekatan bahan lain pada drum.

maka bagian pekerjaan tersebut harus diperkuat dengan suatu metode yang mana seluruh biaya untuk itu.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN ditentukan sebelum dimulainya pengadukan setiap harinya dan pada periode tertentu dalam 1 hari pengadukan bila diperlukan. Kontraktor harus memperhitungkan kandungan air dalam angregat bila menentukan jumlah air yang ditambhakan ke setiap campuran. baik untuk perencanaan maupun pelaksanaannya ditanggung oleh Kontraktor sepenuhnya. Jumlah pengambilan dari setiap mutu beton yang dituang dalam satu hari harus diambil tidak kurang dari satu kali. Satu pengambilan contoh mewakili suatu volume rata-rata yang tidak lebih dari 20 m3 atau 5 truk mixer atau 1 batch (dipilih yang volumenya terkecil).Tidak satu pun sari hasil uji tekan mempunyai nilai rata-rata kuat tekan 2 buah spesimen silinder dari contoh beton yang sama (atau 1 pasang spesimen).Nilai rata-rata dari semua pasangan hasil uji berturut-turut yang masingmasing terdiri dari tempat hasil uji kuat tekan tidak kurang dari (fc’ + 0.1 pasang dites pada umur 7 hari . 6. pengawas mempunyai wewenang untuk menolak konstruksi beton yang cacat seperti berikut : “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-35 . Yang dimaksud dengan kekuatan beton disyaratkan (fc’) adalah hasil test tekan silinder φ 150 mm x H 300 mm pada umur beton 28 hari.82S) . dan akan mengatur jumlah air yang ditambahkan ke setiap adukan untuk menjaga rasio air/semen dari adukan selalu tetap. Pada setiap kali pengambilan contoh beton harus dibuat empat pasang spesimen silinder yang dites sebagai berikut : . Pengambilan contoh beton harus sesuai dengan ketentuan dari PBI 89 dan ASTM C172. 2. Apabila dalam pelaksanaan nanti kedapatan bahwa hasil uji tekan gagal memenuhi syarat spesifikasi dan telah pula dilakukan penyelidikan lain dan hasilnya gagal pula. Pengawas berhak meminta setiap saat pada Kontraktor untuk membuat benda uji berupa silinder dari adukan beton yang dibuat. Pengawasan Mutu Beton 1.1 pasang dites pada umur 3 hari . Evaluasi hasil uji tekan umur 28 hari dilakukan berdasarkan ketentuan sebagai berikut : . b. Meskipun hasil pengujian benda-benda uji memuaskan. 5. pembuatan dan perawatan benda uji harus sesuai ketentuan ASTM C31 dan diuji berdasarkan ASTM C39 di laboratorium yang berwenang dan disetujui oleh Direksi.2 pasang dites pada umur 28 hari 4. Laporan uji tekan harus diserahkan kepada pengawas satu hari sesudah selesai pengujian. 3.

siar-siar tersebut harus berakhir pada bekisting yang kokoh dan tunjang dengan baik. penulangan. pengangkutan. Jika beton kurang dari 3 hari umurnya. permukan tersebut harus disiapkan dengan pencucian “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-36 . penanganan. sparing dan lain-lain harus memenuhi ketentuan yang tercantum pada bagian 1 bab 5 dan bab 6 dari PEDOMAN BETON 1988 (SKBI 1. maka dianggap terdapat siar kontruksi. pengecoran. biaya ditanggung oleh Kontraktor pelaksana. 5. 7. 4. 9. harus disediakan penopang tegak lurus pada garis tegangantegangan utama tetapi jika lokasinya dekat tumpuan suatu plat atau balok. karena adanya kerusakan alat atau alasan lain yang tak terduga. a. Persyaratan Pelaksanaan Secara umum. Permukaan siar beton yang sudah dicor harus dibersihkan seliruhnya dari benda-benda asing atau serpihan-serpihan. siar konstruksi.1988). Konstruksi yang tidak tegak lurus atau tidak rata seperti yang direncanakan Konstruksi beton yang berisikan kayu atau benda lain Semua pekerjaan yang dianggap cacat tersebut pada dasarnya harus dibongkar dan diganti dengan yang baru. Pengujian tambahan yang diminta oleh pengawas mengenai mutu beton dengan metode Destructive test atau pub non-destrucctive test. bekeisting. kecuali ditentukan lain secara khusus dalam spesifikasi ini. Bila pekerjaan pengecoran ditunda sampai beton yang sudah dicor mulai mengeras. Siar-siar Konstruksi 1. Semua siar-siar konstruksi dalam beton harus dibentuk rata harizontal atau vertikal. Jika diperlukan siar kontruksi di tempat yang lain dari pada yang telah disetujui.4.53. jika perlu bekisting dibor guna melewati penulangan. tanpa memperhatikan jam-jam makan. perawatan. 2. maka beton yang sudah dicor harus di pecah kembali dan disingkirkan sehingga dicapai lokasi yang cocok untuk siar kontruksi sebagaimana yang disetujui oleh Direksi.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN - Konstruksi beton kropos Konstruksi beton tidak sesuai dengan bentuk yang direncanakan atau posisinya tidak sesuai dengan gambar. Kontraktor harus menyerahkan kepada Direksi jadwal secara detil rencana pembetonan semua bagian pekerjaan. atau di tempat lain yang dianggap berbahaya oleh Direrksi. kecuali Direksi menyetujui untuk diadakan perbaikan atau perkuatan dan cacat yang ditimbulkan tersebut. Pengecoran beton harus dilaksanakan secara terus menerus dari satu siar ke siar berikutnya. persyaratan mengenai pelaksanaan pembetonan yang meliputi pengadukan. 3.

harus dibuat lubang-lubang pada sisi-sisi cetakan di posisi yang disetujui Direksi untuk memungkinkan penuangan dan pemadatan beton yang memadai. Pemadatan dan penggetaran harus dilakukan pada permukaan lama dan ke sudut-sudut cetakan beton. Cetakan harus mempunyai lubang-lubang sementara yang kegunaannya untuk membuang kotoran. permukaan tersebut harus di-sand blasted untuk memperlihatkan agregat. Semua cetakan beton dan penopang-penopangnya harus didisain oleh kontraktor dan diserahkan kepada Direksi berupa gambar dan perhitungan untuk mendapat persetujuan. b. 12. 15. Bila ada bagian beton yang sempit dan mempunyai kedalaman yang sangat besar. rata dan kokoh sehingga cukup untuk menahan defleksi. Bekisting harus diperiksa lagi dan dikencangkan. Semua sambungan harus ditutup rapat untuk menghindari kebocoran air semen dan dibuat sedemikian sehingga permukaan beton yang kelihatan (exposed surface) lurus. 10. 6. Lubang-lubang ini harus ditutup dengan rapi sebelum pengecoran. Penggunaan pengikat (batang tarik) yang ditanam dalam betan diperkenakan setelah mendapat persetujuan dari Direksi. gerakan-gerakan dan getaran yang membahayakan akibat tekanan dan adukan beton cair atau padat. Penampatannya harus didisain sehingga tidak ada bagian yang tertanam lebih dekat dengan permukaan beton dari pada selimut betonnya untuk melindungi baja tulangan di lokasi tersebut. Jarak maksimum tiang-tiang penyangga harus diatur oleh kontraktor demi keamanan struktur yang akan dicor.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN dan penyikatan seluruhnya. 9. rata dan kokoh. Cetakan harus benar-benar lurus. 11. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-37 . Semua tiang-tiang penyangga tidak boleh ditempatkan langsung diatas tanah. tetapi berpijak diatas balok kayu rata atau lantai kerja dengan kokoh. 8. Pembuatan Bekisting 7. Jika umurnya lebih dari 3 hari atau sudah terlalu keras. Semua lubang bekas batang pengikat harus diisi dengan beton atau spesi dengan cara yang disetujui Direksi dan harus tidak berbekas pada permukaan beton. Gambar dan perhitungan tersebut hendaknya diserahkan minimal 7 (tujuh) hari sebelum bekisting mulai dikerjakan. Kontraktor harus memperhatikan bahwa permukaan telah disiapkan dan dibersihkan sebelum pengecoran disetujui oleh Direksi. 13. 14. Bekisting harus dibuat sedemikian sehingga pembongkarannya dapat mudah dilakukan tanpa membahayakan konstruksi.

ketebalan dari beton deking tersebut harus disesuaikan dengan selimut beton yang diperlukan yang ditunjukkan dalam gambar kerja. atau pembongkaran dapat dilaksanakan sesuai kekuatan beton berdasarkan hasil pengujian. Semua bahan cetakan harus dirawat dengan baik. permukaan harus rata/halus dan padat. Kontraktor diwajibkan untuk memasang beton deking agar tulangan tidak menempel pada permukaan bekisting. Pembongkaran Bekisting 21. 18. ataupun serpiham-serpihan kayu. Kontraktor wajib memperbaiki dengan biayanya sendiri. Tidak ada cetakan yang boleh dibuka sebelum disetujui oleh Direksi. setiap kerusakan yang timbul akibat pembongkaran dan pemukulan cetakan dan penopangnya. 22. 19. Bahan yang rusak tidak diijinkan digunakan. Pembongkaran dilakukan dimana bahan konstruksi bagian tersebut harus dapat memikul berat sendiri dan beban-beban pelaksanaan. Sebelum pengecoran dilaksanakan. Kerusakan-kerusakan kecil mungkin dapat diperbaiki dengan mengisi plester/spesi sesuai kebijaksanaan Direksi. semua permukaan cetakan harus bersih dari segala sesuatu yang dapat mengurangi mutu beton dan kekuatannya. 20. jangan sampai merusak betonnya sendiri. keputusan Direksi dalam hal perpaikan yang diperlukan harus dilakukan segera. Persetujuan ini tidak membebaskan Kontraktor dari tanggung jawabnya. Jika noda timbul setelah pembongkaran bekisting. 17. dan lain-lainnya. kawat sisa pemotongan. Minyak untuk cetakan dapat dipakai tetapi hatus diperhatikan cara pelaksanaan harus benar-benar rapi untuk menghindari percikan pada permukaan siar konstruksi atau baja tulangan. Apabila pemasangan bekeisting tidak sesuai dengan ketentuan atau dianggap kurang baik maka Direksi berhak menyuruh membongkar dan memperbaiki dengan biaya ditanggung oleh Kontraktor. terutama kotoran-kotoran yang menempel. Setiap permukaan yang bersisik harus dibersihkan dan lubanglubang udara di permukaan diisi dengan campuran spesi 1 : 1 ½. c.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN 16. Semua permukaan beton harus benar-benar halus. Tindakan tersebut termasuk (tetapi tidak dibatasi) dalam: “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-38 . d. Permukaan dalam cetakan harus disemprot dengan menggunakan air bertekanan serta udara (kompressor) untukdikumpulkan di suatu tempat dan selanjutnya diambil dan dibuang. Sebelum digunakan lagi semua cetakan harus dibersihkan. Kerusakan pada Permukaan Bekisting Pembuatan bekisting dan pembetonan harus sedemikian sehingga tidak diperlukan lagi perbaikan. Pembongkaran bekisting dilaksanakan dengan hati-hati.

Beton hanya boleh dicor pada waktu Direksi atau Wakilnya yang ditunjuk serta pengawas kontraktor yang setara ada ditempat kerja. pelunturan warna permukaan dari kerusakan kecil lain dapat disikat dengan karung/kain kasar segera setelah bekisting dilepas: 2. Baja tulangan harus bersih dari semua kotoran atau zat pelapis yang dapat mengurangi lekatan dengan beton. Permukaan beton yang tidak rata dan ketidak teraturan yang lambat laun harus digosok dengan Carbo rundum dan air setelah beton dipelihara dengan baik. Sebelum pengecoran dimulai permukaan-permukaan yang berhubungan dengan pengecoran harus disetujui oleh Direksi. Beton tidak boleh dicor sebelum semua pekerjaan cetakan. dipotong membentuk “devetail” yang teratur paling sedikit dengan kedalaman 75 mm dan diisi kembali dengan beton diatas tulangan kawat baja dan mengikat pada “dovetail” e. Kontraktor harus memperhatikan letak/jarak/sudut untuk setiap penghentian pengecoran yang akan masih berlanjut. 2. Pengecoran Beton 1. terhadap sistem struktur/penulangan yang ada. reruntuhan atau bahan lepas yang lainya. Sirip. Permukaan bekisting dan bahan-bahan yang menyerap pada tempat-tempat yang akan dicor harus dibasahi dengan merata namun tidak berlebihan. dimana perlu. Kontraktor harus melaporkan dan meminta petunjuk dari Direksi. Sparing pipa harus dilindungi sehingga tidak terisi adukan beton. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-39 . terutama yang menyangkut pipa-pipa sparing yang tertanam dalam beton. 5. Kerusakan yang seperti ini dan kerusakan lain harus diperbaiki dengan cara yang disetujui Direksi yang mungkin termasuk penggunaan “epoxyt resin” yang cocok. Untuk pemasangan sparing-sparing harus dihindari pemotong pembesian. Tempat penempatan sparing-sparing sesuai dengan gambar kerja dan bila tidak disebutkan. ukuran dan letak baja tulangan sesuai dengan gambar pelaksanaan. dikordinasikan dengan pekerjaan instalasi listrik dan drainase. maka kontraktor harus mengusulkan dalam waktu 7 hari sebelum pelaksanaan melalui gambar shop drawing. 4. Segera sebelum pengecoran beton. penopang dan pengikat dan lain-lain selesai dikerjakan. semua permukaan cetakan harus bersih dari air yang tergenang.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN 1. lubang gelembung. Sparing-sparing harus dipasang kuat sehingga tidak bergeser/ berubah kedudukannya selama pengecoran. Jika pemasangan sparing ini dirasa akan menimbulkan masalah. Kontraktor harus memperhatikan sebelum pengecoran. pemasangan instalasi-instalasi yang harus ditanam. 3.

Tukang besi harus selalu berada di lokasi pengecoran untuk sewaktuwaktu membetulkan posisi dari baja tulangan. Jika ketidak sempurnaan tersebut tidak dapat diperbaiki untuk menghasilkan permukaan beton yang diharapkan.45. kecuali dilakukan dalam tempat yang terlindung. 12. Jumlah semen pada adukan rasio semen/air dalam adukan tidak melebihi 0. atau bertumpuk dengan baja tulangan-tulangan. 13. Beton hanya dapat “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-40 . Jadwal waktu pengecoran harus diatur sedemikian sehingga tidak ada permukaan beton yang dibiarkan lebih dari 30 menit sebelum pengecoran berikutnya. atau sudut yang terlalu besar. tidak dapat diterima. 6. kontraktor harus mempersiapkan tremie atau alat lain yang cocok untuk mengontrol jatuhnya campuran beton 7. 9. Dalam pemadatan setiap lapisan pada beton. Beton yang akan dicor harus diusahakan agar pengangkutannya ke tempat posisi terahkir sependek mungkin dan dengan alat yang dapat melindungi dari pengaruh kontaminasi atau segregasi. Apabila setelah cetakan dibongkar ternyata terdapat bagian-bagian beton yang kropos atau cacat lainya maka perbaikan hanya dilakukan setelah mendapat persetujuan dari Direksi mengenai cara pengisian atau penambahan dan penutupan lainnya. beton tidak boleh dicor dalam air yang mengalir dan juga tidak boleh jatuh melalui air. maka harus dibongkar atau diganti dengan pembetonan kembali. cetakan dan sebagainya.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN dan persiapan betul-betul telah memadai. Sebelum pengecoran dimulai. Kontraktor wajib mengatur campuran beton yang sesuai dan kecepatan penuangan beton untuk menghindari segregasi. Segregasi dalam beton yang disebabkan jatuh bebas dari tempat yang cukup tinggi. Pengecoran beton tidak diperkenakan selama hujan deras. Beton hanya boleh dicor dalam air dengan ijin tertulis dari Direksi dan dimana menurut anggapan Direksi tidak praktis untuk mengecor di tempat kering. beton harus sudah dituang seluruhnya. Pengguaan concrete pump dapat dilakukan degan seijin Direksi. kerusakan pada baja tulangan. 10. Kalau diperkirakan segregasi mungkin terjadi. 14. Lamanya penggetaran tidak boleh menyebabkan terpisahnya bahan beton dengan airnya. kepala vibrator harus dapat menembus dan menggetarkan kembali beton pada bagian atas dari lapisan yang terletak di bawahnya. Paling lama 2 jam setelah waktu pengadukan pertama kali. Semua resiko yang terjadi sebagai akibat pekerjaan tersebut dan biaya perbaikan kembali merupakan tanggung jawab kontraktor. kontraktor wajib meminta ijin tertulis dan pihak Direksi untuk memulai pengecoran tersebut. 11. 8.

dan ujung corong pipa cor harus selalu tetap di bawah permukaan adukan beton yang baru dicor.Toleransi untuk selimut beton di atas baja tulangan : Selimut beton sampai dengan 3 cm + 5 mm Selimut beton dari 3 cm – 5 cm + 10 mm Selimut beton dari 5 cm – 10 cm + 10 mm 16. pelat lantai atas. Dasar kotak tidak boleh dibuka sampai kotak tersebut terletak dengan baik di atas tempat pengecoran.U3.Toleransi menurut kedudukan tegak : Penyimpangan ketegangan untuk kolom dan +10 mm dan dinding . U2.Toleransi menurut bentuk : Siku-siku (perbedaan panjang/diagonal) 10 mm Kelurusan atau busur (penyimpangan dari 12 mm Garis yang dimaksud) untuk panjang sampai 13m Kelurusan atau busur untuk panjang 3m-6m 15 mm Kelurusan atau busur untuk panjang lebih 20 mm Besar dari 6 m . Toleransi Dimensional a.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN dicor dengan menggunakan kotak kedap air dengan dasar yang terbuka atau corong pipa cor (tremie) dari jenis yang disetujui Direksi. Bila mutu finishing tidak ditentukan beton dianggap termasuk finishing kelas U2.Toleransi menurut ukuran Panjang keseluruhan sampai dengan 6 m + 5 mm Panjang keseluruhan melebihi 6 m + 15 mm Panjang balok. Macam Finishing Permukaan Beton tanpa Cetakan Finishing pada permukaan beton tanpa bekisting dikategorikan atas U1. Toleransi kelurusan dan selimut beton . finishing kelas U1 merupakan finishing kelas pertama bagi finishing kelas U2 “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-41 .Toleransi menurut ketinggian : Puncak beton penutup dibawah pondasi +10 mm Puncak beton penutup dibawah pelat injak +10 mm Puncak kolom. 15. “Spaded” atau “bonded concrete” atau finishing khusus lainnya yang mungkin ditentukan secara khusus.Toleransi menurut Kedudukan dasar : 10 mm dalam ukuran panjang horizontal 4 m .Toleransi menurut posisi (dari titik rujukan) : Posisi rencana dari kolom pracetak +10 mm Posisi rencana dari permukaan horizontal +10 mm Posisi rencana dari permukaan vertical +10 mm . tembok kepala dan balok +10 mm melintang Puncak pelat lantai +10 mm . kolom + 10 mm Kolom dinding atau antara tembok kepala .

Beton dikerjakan tidak lebih dari keperluan untuk menghasilkan permukaan yang seragam bebas bekas perataan. U3 atau bonded Concrete) tidak boleh terganggu dengan cara apapun setelah mulai terjadi perkerasan dan selama periode pemeliharaan.e. sebagai hasil dari pekerjaan yang dilakukan. Dimana permukaan beton yang halus ditentukan. 17.4. Bila mutu finishing tidak ditentukan semua bagian luar beton “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-42 .5. Finishing kelas U2 dilakukan dengan menggunakan penggaci kayu. Permukaan harus diaci dengan tekanan yangsama dan tidak meninggalkan bekas alat pengaci. lapis buih beton harus dihilangkan dari permukaan beton kelas U1 dan agregat diperlihatkan ketika beton masih berwarna hijau. beton yang berlebih segera disingkirkan setelah pemadatan. Toleransi Maximum Finishing Permukaan Beton tanpa Cetakan Toleransi Maximum (mm) Mutu finishing Jalur dan ketinggian U1 U2 Pasal 3. F2. Dimana “broom finish” diperlukan. Finishing kelas U2 harus terus menerus seragam atau sisi yang tajam. Tabel 5. dan F3 atau jenis finishing lainnya yang ditentukan.6. permukaan beton harus diratakan kemudian disapu dengan arah yang sama dengan menggunakan sapu yang kaku. Bahan dan Mutu Finishing Untuk Beton dengan Cetakan Finishing untuk permukaan beton yang dicetak diklasifikasikan sebagai F1. Pengaci harus dilakukan setelah beton mulai keras atau telah cukup keras. yang mana (kecuali jika telah diganti menjadi kelas U2. Pengacian dengan cara ini belum boleh dilakukan sampai lapiasan air telah hilang dan beton cukup keras untuk mencegah timbulnya lapis buih beton ke permukaan.16 U3 F1 F2 F3 +12 +6 +6 +12 +6 +3 6 3 3 6 6 3 +6 +3 +3 +6 +6 +3 ---+12 -6 +12 -6 +6 Finising kelas U3 harus dilakukan dengan alat pengaci dari besi. Pada pembetonan dengan singkup permukaan harus bebas dari lubang/celah dan harus diusahakan seragam bentuknya dengan menggunakan singkup seperti halnya pada waktu pengecoran.1.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN dan U3 dan untuk muka beton yang halus. Lihat detail untuk finising permukaan beton dengan bekisting.

4. bagian luar beton yang berada dalam tanah difinishing dengan mutu F2. Bahan release agent/mould oil dapat dipakai merk Trikosal produk Gruneau atau lainnya yang sejenis dengan kegunaan untuk memudahkan pelepasan/pembongkaran cetakan. Dapat juga menggunakan scaffolding dari baja. Kontraktor harus mengatur agar Direksi dapat memeriksa alat pembuat beton ready mix bilamana diperlukan. Jika salah satu dari persyaratan dalam spesifikasi ini tidak dipenuhi oleh pemasok. Beton harus diangkut dengan truk mixer yang terus menerus berputar dengan kecepatan sesuai ketentuan dari pabrik. 6. 5. Kontraktor harus memiliki data-data dari pemasok ready mix yang menunjukkan bahwa ketentuan-ketentuan dalam spesifikasi ini telah “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-43 . Bekisting untuk finishing F1 harus dibuat dari kayu. Kontraktor bertanggung jawab untuk mengusahakan agar beton memenuhi persyaratan dari spesifikasi ini termasuk pengendalian mutu. lembaran metal atau bahan lain yang sesuai untuk mencegah hilangnya adukanencer semen bila divibrasi. bebas dari kerusakan yang dapat dilihat dari bentuk permukaannya. papan atau plywood ataui panel dari metal yang diatur dalam pola yang seragam yang telah disetujui. Direksi dapat menarik kembali persetujuannya dan mengharuskan kontraktor mengganti pemasok 3. bekisting untuk finishing F3. Kontraktor harus meyediakan di lapangan satu mixer drum dengan kapasitas minimum 12m3 dan menjaganya agar tetap dalam kondisi jalan untuk dipakai bila terjadi gangguan dalam pemasokan ready mix. harus dilapis dengan menggunakan panel dari material/bahan yang tidak berkarat dengan permukaan yang harus tanpa cacat seperti plywood yang diamplas papan fiber (“hard compressed fibre board”) disusun dalam pola yang telah disetujui dan dipakukan ke bagian bekisting. - f. harus diberi permukaan plat besi tempa. Besi yang ditempa dan panel besi tidak boleh digunakan. Untuk bahan cetakan beton adalah dari jenis kayu lembaran/multiplek dengan tebal 18 mm dari kualitas terbaik. Beton Ready Mix harus berasal dari suatu sumber yang disetujui oleh Direksi dan harus memenuhi persyaratan yang diuraikan pada bagian ini. Untuk bahan rangka penguat dan tiang penyangga dari kayu Borneo super dengan ukuran disesuaikan menurut keperluan. Kontraktor juga harus meyediakan juga material yang memadai untuk dipakai dengan mixer cadangan tersebut. 2. Bekisting untuk finishing F2. Beton Ready Mix 1.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN (external concrete) harus difinishing dengan mutu F2.

Waktu kedatangan truk mixer . 10. Pada dokumen pengiriman harus dicantumkan wakyu pengadukan dan penambahan air.Identifikasi silinder uji yang diambil dari truk tersebut . Hal lain diluar ketentuan di atas kasus mengikuti ketentuan yang ada dalam PBI 1971 NI-2 atau SKBJ-1. ditutuip dengan karung basah atau digenangi dengan air selama paling sedikit 2 minggu secara terus menerus. Perawatan (Curing) 1.4.Slump (faktor kompaksi) 9.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN dipenuhi oleh pem. RUANG LINGKUP PEKERJAAN Pekerjaan pasangan batu bata ini meliputi pekerjaan dinding bangunan dan seluruh detail yang disebutkan dalam gambar dan sesuai petunjuk Konsultan Pengawas. G.53. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-44 . Beton harus sudah dituang dan dipadatkan pada posisi akhirnya dalam waktu 2 jam setelah semen bercampur dengan air kecuali disetujui oleh Direksi. 8. Sama sekali tidak diperkenankan penambahan air pada waktu pengecoran.asok yang bersangkutan.1988. 2.Mutu beton atau kekuatan yang ditentukan dan ukuran agregat maksimum .Posisi di mana beton dicor . Tidak diperkenakan menaruh bahan-bahan diatas kontruksi beton yang baru dicor (dalam tahap pengeringan) atau mempergunakannya sebagai jalan mengangkut bahan-bahan. 7. PEKERJAAN PASANGAN DINDING BATA 1. Semua permukaan beton yang terlihat harus diambil tindakan sebagai berikut: Sebelum beton mulai mengeras. Proporsi campuran bahan-bahan dari setiap mixer harus terus didata. dikirim bersama pengemudi truk dan diparaf oleh pencatat waktu yang bertanggung jawab ditempat pengadukan (batching plant). Di lapangan harus dibuat catatan meliputi hal-hal berikut ini: .Waktu ketika beton dicorkan . maka beton setelah pengecoran pada hari-hari pertama harus disiram. g. Penambahan air setelah keluar dari tempat pengadukan harus di bawah pengawasan Direksi. Seluruh permukaan beton harus dilindungi selama proses pengerasan terhadap sinar matahari dan hembusan angin kering.Waktu pengadukan dan penambahan air di batching plant .

Pencampuran spesi harus menggunakan beton molen. . Dinding harus dipasang (uitzet) dan didirikan menurut masing-masing ukuran ketebalan dan ketinggian yang disyaratkan seperti yang ditunjukkan pada gambar. . 2. b. bersudut runcing dan rata.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN 2. Pelaksanaan 1. Untuk dinding toilet memakai adukan trasram 1 Pc : 3 Ps sampai ketinggian 150 cm dari lantai. SYARAT-SYARAT PELAKSANAAN a.Warna merata (merah merata) . tanpa cacat atau mengandung kotoran. (secara laboratoris) Apabila bata yang didatangkan tidak sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang ada. Bata yang dipakai harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut. tegak lurus. 3. Untuk dinding-dinding lain dipakai adukan jenis 1 Pc :5 Ps. Kualitas bata yang disyaratkan harus mempunyai tekan ultimate min 100 kg/cm2 sesuai dengan ketentuaan pasal 81 dari AV 1984. 3. runcing. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-45 .Keras dan tidak mudah patah. dengan ukuran nominal 6 cm x 11 cm x 24 cm yang dibakar dengan baik.Harus satu ukuran dan satu kualitas (kalau ada perbedaan tidak boleh lebih besar dari 3mm) . maka pihak pemborong wajib mengeluarkan material tersebut dari site minimal 1 x 24 jam. Sebelum digunakan batu bata harus direndam air hingga jenuh.Penyerahan di tempat pekerjaan hanya diijinkan maksimum 5% yang patah.Sisi dengan permukaan rata. Adukan Semua dinding mulai dari ujung atas balok pondasi beton sampai 20 cm di atas lantai dasar yang harus dibuat dari adukan trasram 1 Pc : 3 Ps. Blok-blok atau bata dipasang dengan adukan pengikat sambungan 10 mm didasari dengan baik dan sambungan-sambungan yang terus lurus dan rata sehingga terjadi lubang-lubang pada pasangan yang dapat mempengaruhi kekuatan dinding. Meskipun ukuran bata yang biasa diperoleh di suatu daerah mungkin berbeda dengan ukuran tersebut di atas harus diusahakan supaya tidak terlalu menyimpang dari ukuran-ukuran tersebut. dan pemborong harus memasang piket (uitzet). .Pembakaran matang/dibakar dengan kayu .Kualitas baik. . PERSYARATAN BAHAN Bata harus baya biasa dari tanah liat. lubang-lubang dan sebagainya dengan alat uitzet yang disetujui.

PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN 4. harus diberi perlindungan dengan penutup bagian atas tembok bila sewaktu-waktu turun hujan 2. SYARAT-SYARAT PELAKSANAAN 1. Dinding tembok yang dipasang dalam cuaca yang panas harus dibasahi terus menerus selama paling sedikit 7 hari setelah didirikan. PEKERJAAN PLESTERAN 1. Sambungan antara pasangan dinding dengan kolam yang telah dicor sebelumnya harus menggunakan key system ukuran reng 2/3. Adapun Syarat-syarat bahan dan pelaksanaannya seperti pada pasal beton. 3. naat / siar-siar harus dikeruk sedalam 1 cm dan dibersihkan dengan sapu lidi dan setelah kering permukaan pasangan disiram air. 8. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-46 . H. Setelah terpasang. 6. 2. (tidak dengan anchorage system) c. 2. Bidang dinding batu bata tebal ½ batu yang luasnya maksimal 9 m2 harus ditambahkan kolom praktis 12/12 dan balok praktis 12/15 dengan tulangan 4 ф 10. Tidak diperkenankan memasang bata merah yang patah lebih dari dua secara berurutan. PERSYARATAN BAHAN Bahan plesteran berupa portland cement. Dalam mendirikan dinding yang kena udara luar. Tahap perawatan 1. Pasir pasang harus diayak terlebih dahulu dengan mata ayakan seperti yang disyaratkan. Semua plesteran pada beton harus menggunakan 1 Pc :3 Ps. 7. Pelubangan akibat pemasangan perancah pada pasangan bata sama sekali tidak diperkenankan. Semua pasangan yang dilaksanakan dengan adukan 1 Pc : 3 Ps harus diplester dengan plesteran 1 Pc : 5 Ps. begel ф 6 – 20. LINGKUP PEKERJAAN Lingkup pekerjaan meliputi plesteran pada semua dinding batu bata bagian luar maupun bagian dalam bangunanan serta seluruh detail yang ditunjukkan dalam gambar termasuk plesteran beton. 5. serta diikuti dengan cor kolom praktis. Dalam pemasangan tembok tidak boleh meneruskan di suatu bagian lebih dari satu meter tingginya. pasir dan air yang sesuai dengan pasal pekerjaan Beton.

Pasangan dinding bata yang akan diplester harus bersih dari kotoran dan harus dibasahi dahulu agar air semen dalam adukan spesi tidak terserap oleh pasangan yang mengakibatkan plesteran tersebut tidak dapat melekat dengan baik. 6. PEKERJAAN RABAT BETON 1. Kelembaban plesteran haraus tetap dijaga sehingga pengringan berlangsung wajar tidak terlalu tiba-tiba. Acian dilaksanakan sesudah plesteran berumur 8 hari (kering betul).5 cm dengan hasil ketebalan dinding 15 cm atau sesuai yang ditunjukkan dalam detail gambar. Pasir pasang harus diayak terlebih dahulu dengan mata ayakan yang disyaratkan. Plesteran halus (acian) digunakan campuran air dengan semen sampai mendapat campuran yang homogen. dibuat naat (tali air) dengan lebar minimal 7 mm dalam 5 mm. pasir. Pertemuan plesteran yang bertemu dengan jenis pekerjaan lain (kosen dan lain sebagainya). Pekerjaan rabat beton pada pondasi terucuk. Ketebalan plesteran yang melebihi 2 cm harus diberi kawat ayam untuk membantu dan memperkuat daya lekat plesteran. 8. b. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-47 . dengan jalan membasahi permukaan plesteran setiap kali terlihat kering dan mnelindungi dari terik matahari secara langsung dengan bahan penutup yang bisa mencegah penyerapan air secara cepat. I. 7. 5. PERSYARATAN BAHAN Bahan-bahan yang disyaratkan disini seperti semen. Pekerjaan ini meliputi pengadaan tenaga kerja. kerikil dan air yang merupakan bahan dasar pembuatan rabat seperti yang disyaratkan pada pekerjaan beton. LINGKUP PEKERJAAN a. di bawah apron saluran dan kolam rolak serta detail yang disambutkan dalam gambar. dll Plesteran beton menggunakan adukan kedap air 1 Pc : 3 Ps. Khusus untuk permukaan beton yang akan diplester: • • • • Seluruh bagian permukaan beton yang akan diplester harus dibuat kasar Permukaan beton yang akan diplester harus bebas dari kotoran. hingga dapat tercapai hasil pekerjaan yang bermutu baik. kecuali ditentukan lain. minyak. 2. bahan-bahan.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN 3. 4. peralatan dan alat-alat bantu yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan ini. Tebal plesteran 1.

kecuali pada rabat beton keliling bangunan dibuat dengan kemiringan tertentu sesuai yang ditunjukakan pada gambar. sehingga dapat tercapai hasil pekerjaan yang bermutu baik. Semua bahan yang digunakan adalah cat cathylac atau yang setara. Permukaan rabat beton dibuat alur-alur supaya tidak terjadi retak akibat penyusutan beton (shrinkage). LINGKUP PEKERJAAN a. rata permukaannya dan mempunyai daya dukung yang maksimal. dengan jarak lebih kurang 5 cm dengan kedalaman 0. Pekerjaan rabat beton ini terdiri dari campuran 1 Pc : 2 1/2 Ps : 5 kr. 4. 5. Pengendalian seluruh pekerjaan ini.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN 3. Tebal lapisan rabat beton ini dibuat sesuai yang disebutkan dalam gambar. Pekerjaan rabat beton dilakukan langsung diatas tanah. Warna cat yang digunakan akan ditentukan kemudian. harus memenuhi ketentuan-ketentuan dari pabrik yang bersangkutan. tidak terdapat cacat-cacat seperti retak-retak. c. Permukaan rabat ini dibuat rata/waterpass. b. a. SYARAT-SYARAT PELAKSANAAN VI-48 . SYARAT-SYARAT BAHAN a. 2. lubang dan pecah-pecah. Bahan-bahan yang akan dipakai sebelum digunakan terlebih dahulu harus diserahkan contoh-contohnya untuk mendapatkan persetujuan dari konsultan pengawas.5 cm. b. Plesteran harus betul-betul kering bila akan dilakukan pekerjaan pengecatan Permukaan bidang yang akan dicat harus betul-betul rata. bahan plamur dari produk yang sama dengan cat yang digunakan. 3. c. minyak dan kotorankotoran lain yang dapat merusak atau mengurangi mutu pengecatan. Seluruh bidang pengecatan diplamur dahulu sebelum dilapisi dengan cat dasar. 2. 6. b. maka sebelum pasangan dilaksanakan terlebih dahulu lapisan dibawahnya harus sudah dikerjakan dengan sempurna (telah dipadatkan sesuai persyaratan). J. Pengecatan dinding dilakukan pada bagian luar dalam serta seluruh detail yang disebutkan/ditunjukan dalam gambar. penyediaan tenaga kerja. peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang digunakan dalam pelaksanaan pekerjaan ini. SYARAT-SYARAT PELAKSANAAN 1. PEKERJAAN CAT DINDING DAN LANGIT-LANGIT BETON EXPOSED 1. lemak. d. Termasuk dalam pekerjaan ini meliputi pengadaan bahan. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ 3. Bidang pengecatan harus bebas dari debu.

Harus dihindari terjadinya kerusakan akibat pekerjaan lain. serta seluruh detail yang disebutkan / ditunjukan dalam gambar. kontraktor memperbaiki tanpa adanya biaya tambahan. Contoh bahan yang telah disetujui. 2. Hasil pengerjaan harus baik. LINGKUP PEKERJAAN a. tidak terdapat noda-noda pada permukaan pengecatan. warna dan pola textur merata. b. i. sehingga cat yang dihasilkan tercapai mutu yang sempurna. Kontraktor harus menggunakan tenaga-tenaga yang terampil / berpengalaman dalam pelaksanaan pekerjaan tersebut. daun pintu. l. j. Pekerjaan pengecatan rilling dan tangga besi. dipakai sebagai standar untuk pemeriksaan/penerimaan bahan yang dikirim oleh kontraktor ketempat pekerjaan. sehingga dapat tercapainya hasil pekerjaan yang bermutu baik. c. g. seperti list plafond. Percobaan-percobaan bahan dan warna harus dilakukan oleh kontraktor untuk mendapat persetujuan dari konsultan pengawasan sebelum pekerjaan dimulai dengan ketentuan-ketentuan yang disyaratkan oleh pabrik pembuatnya. Termasuk dalam pekerjaan ini meliputi pengadaan bahan. PEKERJAAN PENGECATAN 1. Cat dasar menggunakan meni cap pedang untuk kayu dan zing cromate untuk bahan besi atau produk lain yang setara. a. Bila terjadi ketidak sempurnaan dalam pengerjaan. peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang digunakan dalam pelaksanaan pekerjaan ini. h. Pekerjaan pengecatan ini dilakukan pada permukaan kayu. f.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN e. Warna cat untuk masing-masing pekerjaan akan ditentukan kemudian. b. PERSYARATAN BAHAN “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-49 . k. Contoh bahan yang digunakan harus lengkap dengan lebel pabrik pembuatnya. kusen pintu dan jendela. c. Kontraktor harus bertanggung jawab atas kesempurnaan dalam mengerjakan dan perawatan / keberhasilan pekerjaan sampai penyerahan pekerjaan. Pengecatan dilakukan setelah mendapat persetujuan dari konsultan pengawas serta pekerjaan intalasi yang tertanam didalam dinding sudah selesai dengan sempurna. K. penyediaan tenaga kerja. Semua bahan cat yang digunakan adalah cat produk EMCO atau produk lain yang setara.

lubang dan pecah-pecah. Hasil pengerjaan harus baik. Bidang pengecatan harus bebas dari debu. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-50 . Pekerjaan Cat-catan Besi 1. dicat dengan cat dasar dari bahan Zinkchromate. tidak terdapat noda-noda pada permukaan pengecatan. 2. Bidang pegecatan dilapis dengan cat dasar kemudian diplamur dan digosok sampai permukaannya menjadi halus dan rata. Pekerjaan Cat-catan Kayu 1. lemak. Kontraktor harus bertanggung jawab atas kesempurnaan dalam mengerjakan dan perawatan / keberhasilan pekerjaan sampai penyerahan pekerjaan. kontraktor memperbaiki tanpa adanya biaya tambahan. Pembersihan karat dengan amplas atau sikat baja sampai betul-betul bersih. b. 2. Setelah seluruh permukaan bersih / bebas dari karat.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN 3. Bagian permukaan besi yang akan dicat harus bebas dari karat / kotoran. dipakai sebagai dasar sebagai pemeriksaan / penerimaan bahan yang dikirim oleh kontraktor ketempat pekerjaan. sehingga cat yang dihasilkan tercapai mutu yang sempurna. 10. Percobaan-percobaan bahan dan warna harus dilakukan oleh kontraktor untuk mendapat persetujuan dari konsultan pengawasan sebelum pekerjaan dimulai dengan ketentuan-ketentuan yang disyaratkan oleh pabrik pembuatnya. Contoh bahan yang digunakan harus lengkap dengan lebel pabrik pembuatnya. Harus dihindari terjadinya kerusakan akibat pekerjaanlain. Bila terjadi ketidak sempurnaan dalam pengerjaan. Pengecatan selanjutnya dapat dilakukan persetujuan dari konsultan pengawas. 9. 8. 6. SYARAT-SYARAT PELAKSANAAN a. 4. Kontraktor harus menggunakan tenaga-tenaga yang terampil/ berpengalaman dalam pelaksanaan pekerjaan tersebut. 11. minyak dan kotoran-kotoran lain yang dapat merusak atau mengurangi mutu pengecatan. Contoh bahan yang disetujui. setelah mendapat 5. 3. tidak terdapat cacat-cacat seperti retak-retak. 7. 3. warna dan pola textur merata . Permukaan bidang yang akan dicat harus betul-betul rata.

KUALITAS DAN JENIS KAYU a. Pemborong bertanggung jawab sepenuhnya atas bahan dan perlengkapan bantu yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan. Pekerjaan yang berhubungan : 1. Cat finishing untuk pekerjaan screen/ bar screen dan pintu air harus menggunakan cat anti karat merk Hample atau setara sebanyak 3 kali. tidak ada getah. 4. LINGKUP PEKERJAAN a. L. Pekerjaan kosen. kekurangan dan pula kesalahan pada gambar rencana. mata kayu yang lepas atau mati. detail maupun penjelasan teknisnya. Pekerjaan yang dimaksud disini adalah penyediaan bahan-bahan. Bahan atau peralatan yang akan digunakan dan tidak disebutkan dalam spesifikasi ini hanya diperbolehkan apabila disetujui secara tertulis oleh Pengawas/Direksi. Cat finisihing besi dipakai merk EMCO atau setara dengan pengecatan sebanyak 3 kali. pintu & jendela kayu 2. kerusakan dan kekurangan sempurnaan dalam tanggung jawab Pemborong. Meliputi penyediaan secara lengkap akan tenaga. Pemborong wajib menyerahkan contoh bahan dan peralatan bantu yang akan dipasang disetujui oleh Pengawas/Direksi atau ahli yang ditunjuk sebelum bagian pekerjaan tersebut dilaksanakan. JENDELA. bekas dimakan bubuk dan cacat-cacat lainnya. 3.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN 4. PERLENGKAPAN KUNCI DAN PENGGANTUNG 1. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-51 . HAL-HAL UMUM 1. tenaga dan peralatan-peralatan yang diperlukan agar seluruh bahan-bahan finishing dapat dipasang. PEKERJAAN KUSEN. 5. b. maka Pemborong wajib menanyakan/mengkonsultasikan masalah tersebut dengan Pengawas/Direksi. 5. 2. Kontraktor harus mempelajari dan memahami kondisi tempat yang ada. 6. diuji dan siap dipakai dengan kualitas bahan dan kualitas pekerjaan dan pemasangan yang terbaik sesuai dengan gambar-gambar dan spesifikasi yang telah ditentukan dalam perencanaan ini. Pekerjaan pengunci dan penggantung (finish hardwere) 3. Kualitas Semua kayu untuk jenis yang ditentukan harus dari kualitas yang baik. celah. agar dapat mengetahui apabila ada hal-hal yang mungkin mengganggu bila timbul sebelum bagian pekerjaan itu dilaksanakan. 2. alat-alat dan bahan-bahan yang berhubungan dengan pekerjaan kayu (kasar dan halus) dalam hubungannya dengan gambar dan spesifikasi. susut pinggir-pinggirnya. Apabila Pemborong menjumpai adanya ketidak jelasan. PINTU.

“ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-52 . lapis-lapis dan sebagainya dan pasangan-pasangan serta penyangga pada bangunan.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN b. sponing dan lain-lain pekerjaan yang dipergunakan untuk penyambungan kayu dengan baik. maka potongan pengurangan (kekurangan) sebanyak 3 mm diperbolehkan untuk tiap permukaan yang sudah dikerjakan. Kelembaban Kelembaban kayu yang dipakai pada pekerjaan kayu halus. membuat. hanya mata kayu yang kecil (tidak lebih dari dua milimeter). PERMUKAAN LUAR a. lubang pasak. Ukuran-ukuran nominal telah disebutkan untuk kayu yang sudah dikerjakan. UKURAN Semua ukuran didalam gambar adalah ukuran kayu dipasaran dengan ukuran jadi (finish) maksimum diserut 5 mm. Kayu kasar diketam. Pemborong harus melaksanakan semua pekerjaan-pekerjaan seperti : mempasak. b. c. maka kayu itu dapat dipakai. Jenis Kayu Jenis kayu yang dipakai sesuai dengan macam-macam pekerjaan yang dimaksud. b. 4. Jika terdapat mata kayu yang mulut dan keras pada salah satu permukaan yang akan dicat dan mata kayu tersebut diameternya tidak lebih dari 4 mm (empat milimeter) serta tidak memenuhi lebih dari setengah permukaan kayu. Semua kayu untuk pekerjaan kayu kasar dibiarkan bekas gergajiannya kecuali ditentukan untuk dihaluskan. Pemborong juga harus melakukan segala pekerjaan-pekerjaan yangdiperlukan untuk konstruksi semua rangka-rangka. Semua permukaan kayu yang akan kelihatan permukaannya harus dikerjakan dengan halus kecuali jika ada penentuan lain. dibor. 7. kelembabannya harus kurang dari 15 % dan untuk pekerjaan kayu kasar kelembabannya harus kurang dari 20 %. Untuk pemakaian-pemakaian khusus yang tidak tercantum dalam daftar. membuat lidah-lidah. harus digunakan jenis yang ditentukan untuk pekerjaan yang sebanding. Untuk permukaan yang akan dipelitur/Teak oil. c. PEMBUATAN a. dikerjakan dengan mesin menurut ukuran-ukuran dan bentuk yang tertera dalam gambar. PENGAWETAN/PERLINDUNGAN KAYU Untuk kusen pintu/jendela dan lisplank kayu pengawetan dengan meni kemudian di cat finish. Contoh-contoh harus dikirimkan terlebih dahulu untuk mendapatkan persetujuan Pengawas lapangan. Kelembaban tersebut harus konstan sampai dengan bangunan selesai. d. yaitu ukuran kayu setelah selesai dikerjakan dan terpasang. 5. mulus dan keras yang dapat dipakai. 6. atau jika tidak. menyetal (memasang).

PEKERJAAN KUSEN 1. d. b. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-53 . Kunci pintu (lockcase. Bahan dari kayu jati tebal tidak kurang dari 4 cm kering ukuran slimar 4/12 cm dengan kwalitas terbaik. Kosen-kosen tersebut harus diberi angker-angker baja 12 mm minimal 6 (enam) buah tiap pemasangan kosen pintu dan 4 (empat) untuk kosen jendela. SYARAT-SYARAT BAHAN a. e. SYARAT-SYARAT PELAKSANAAN a. c. berbentuk sikusiku satu sama lain sisi-sisinya. PEKERJAAN DAUN PINTU PANEL 1. c. Engsel pintu menggunakan engsel kupu-kupu dengan peredam nilon merk ARCH Japan warna kuning emas. Semua kunci tanam terpasang kuat dalam rangka daun pintu dipasang setinggi 90 cm dari muka lantai. 3. N. lurus dan diserut halus. Kosen kayu tersebut dari bahan kayu kamper kualitas baik ukuran 6/15 tanpa ada cacat pada empat bagian sisi permukaannya. PERSYARATAN UMUM a.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN M. Bahan perekat digunakan lem kayu yang bermutu baik merk Aica Aibon atau merk lain yang setara. c. b. back plat) dengan 2 kali putaran merk SES. d. Kosen-kosen yang kokoh harus dibuat dari rangka-rangka dengan pasak dan 1 lubang sedemikian rupa hingga diperoleh rangka yang mulus dan kaku. cylinder. PENGENDALIAN PEKERJAAN NI – 3 – 1970 NI – 5 – 1961 SII – 0404 – 80 Persyaratan teknis dan gambar-gambar 2. b. handle. f. Engsel pintu dipasang minimum sebanyak 3 buah Engsel atas dipasang tidak lebih dari 28 cm (as) dari atas pintu Engsel bawah dipasang tidak lebih dari 35 cm (as) dari muka pintu Engsel antara dipasang ditengah kedua engsel atas dan bawah Semua kayu yang dipakai harus rata. Harus diperhatikan semua sambungan siku/sudut untuk rangka kayu dan penguatnya dengan memperhatikan/menjaga kerapian terutama untuk bidang-bidang yang tampak tidak ada lubang-lubang atau cacat-cacat bekas penyetelan. g.

kaca diersihkan. SYARAT-SYARAT BAHAN a. 2. Setelah selesai dipasang. Semua pekerjaan terpasang harus dilindungi dari pengaruh pekerjaan lain seperti cipratan cat. pengadaan bahan. jendela-jendela. roda waktu memoles atau percikan las. c. Kaca harus dipotong menurut panjang yang dikehendaki dengan memberi longgar sedikit lalu dimasukkan ke dalam jalur kosen yang sebelumnya sudah di beri dempul kaca. Tiap daun jendela harus berukuran pas sekali dengan kosennya dengan diperhitungkan untuk tebal cat dan kemungkinan pengembangan atau mengkerut kayu. Dempul untuk memasang kaca ke kosen-kosen kayu menggunakan merk pedang atau yang setara. b.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN 2. Permukaan-permukaan yang kelihatan harus lurus. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-54 . d. Pintu-pintu. Alur kayu harus dibersihkan dan dicat dengan lapis cat minyak sebelum kacanya dipasang. PEMASANGAN KACA PADA KUSEN KAYU a. 3. dan kosen-kosen harus betul-betul persegi dan datar. plesteran. pada kunci dan kunci penggantung dan diatas rel tidak boleh melebihi 5 mm. b. Daun-daun kaca tersebut harus dipasang dengan kokoh memakai list kayu yang keras. lalu dipasang dan dikukuhkan memakai dempul kaca dan alat –alat kayu dan dipaku dengan sekrup kuningan. PENYEMPURNAAN (FINISHING) a. tidak ada bekasbekas mesin dan selesai siap untuk dicat atau penyelesaian lainnya. alat dan tenaga kerja untuk pemasangan kaca-kaca jendela. LINGKUP PEKERJAAN Lingkup pekerjaan. engsel-engsel dan sebagainya harus tepat pada kedudukannya. MEMASANG DAN MENGGANTUNG PINTU DAN JENDELA a. Kaca harus dipotong menurut ukuran kosen. Permukaan yang bersentuhan dengan adukan tembok harus dicat meni alkali atau cat meni besi. Kunci-kunci. rongga pada rangka vertikal. b. e. dengan kelonggaran sedikit. Dan yang retak. b. Kaca dari pabrik yang disetujui dan yang tebalnya seperti disebut dalam gambar atau syarat dan spesifikasi khusus. O. pecah atau goresgores harus diganti. 3. PEKERJAAN PEMASANGAN KACA 1.

Warna yang tidak seragam akan ditolak. PEKERJAAN KUNCI-KUNCI DAN ALAT PENGGANTUNG 1. tidak retak. Hak Angin Merk : Alpha atau setara Warna : Natural d. 2. c. SYARAT-SYARAT PELAKSANAAN a. tidak cacat dan tidak bernoda serta mempunyai warna yang seragam. Meletakan ukuran pemasangan sesuai pola pada gambar dengan cara mengambil garis-garis yang menyeluruh. b. Warna akan ditentukan kemudian. hak angin. PEKERJAAN LANTAI KERAMIK 1. Membasahi permukaan lantai dasar sampai tidak menuntut adanya penyerapan air lagi. engsel. Keramik yang dipasang harus dalam keadaan baik. Pekerjaan meliputi pemasangan kunci. untuk masing-masing warna harus seragam. d. 2. b. Untuk lantai menggunakan keramik ukuran 30 x 30 cm. alat dan tenaga kerja untuk pekerjaan ini. LINGKUP PEKERJAAN Pekerjaan lantai keramik dan plint keramik ini dilakukan pada seluruh finishing lantai sesuai yang disebutkan / ditunjukan dalam detail gambar. 3. Meletakan ukuran ini harus “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-55 . door stop. Engsel pintu/jendela Merk : Arch atau setara Warna : Gold c. door closer. Grendel Tanam Merk : Alpha atau setara Warna : Natural Q.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN P. PERSYARATAN BAHAN a. Bahan yang digunakan merk Roman atau setara. Kunci tanam Merk : SES dua kali putar atau setara Warna : Gold b. LINGKUP PEKERJAAN Lingkup pekerjaan meliputi penyediaan bahan. BAHAN a. Pemasangan lantai keramik dilakukan setelah pekerjaan lantai dasar selesai dengan baik dan sempurna serta disetujui oleh konsultan pengawas. grendel dan grendel tanam termasuk perlengkapan lain yang berhubungan dengan pekerjaan ini.

Adapun syarat-syarat semen. Pekerjaan waterproofing di laksanakan pada atap beton. BAHAN Jenis Bahan kedap air yang dipakai adalah water proofing type komponen polymer modified membranes. f. Pembasahan bahan keramik yang akan digunakan dengan meredam seluruh bidang keramik. b. dimasukkan ke dalam naat tersebut begitu rupa hingga seluruh naat terisi penuh dengan baik. 4. c. h. Menyediakan bahan. 3. g. Sambungan-sambungan antara keramik/naat harus lurus dan mempunyai lebar 3mm. Pemasangan lapisan kedap air ini hanya boleh dilakukan setelah mendapat persetujuan tertulis dari Direksi/Pengawas. PEKERJAAN WATERPROOFING a. 2. tenaga dan peralatan untuk pekerjaan waterproofing. 3. Keramik dipasang pada adaukan perekat dengan campuran 1 Pc : 4 Ps. Pelaksanaan waterprooting baru dimulai pada tahap paling akhir dari pekerjaan paket ini. dan dilaksanakan sesuai dengan rekomendasi dari produsen dan perlu memperoleh persetujuan tertulis dari konsultan pengawas. e. yaitu setelah pekerjaan – pekerjaan lain yang berkaitan selesai. Pemotongan unit-unit keramik harus menggunakan alat pemotong khusus. Pekerjaan ini harus dikerjakan oleh tenaga yang telah berpengalaman untuk pekerjaan waterproofing. LINGKUP PEKERJAAN DAN KETENTUAN UMUM 1. Hal ini untuk menghindari adanya udara yang terperangkap didalam spesi. 2. i. pasir. sedikitnya dalam waktu 15 menit atau baru diangkat sesaat akan dapasang. Sambungan / naat diisi adukan PC dan air dengan warna yang sesuai dengan warna keramik yang dipasang. SYARAT-SYARAT PELAKSANAAN 1.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN mendapatkan persetujuan dari Direksi / pengawas sebelum mulai pemasangan. Merek diajukan atas persetujuan Direksi. Dan harus mengikuti petunjuk pabrik pembuatnya. Permukaan beton yang akan di waterproofing (coating) harus bebas dari kotoran. air serta bahan-bahan lain yang dapat mempengaruhi kelekatan coating terhadap beton. j. Adukan perekat harus merata seluruh permukaan keramik. dan air harus memenuhi ketentuan ada pekerjaan beton. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-56 . Tebal adukan perekat rata-rata 2 cm dan tidak kurang dari 1 cm.

PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN 4. 3. Pengujian hidrostatik dilaksanakan terhadap sistem instalasi air bersih. SPESIFIKASI TEKNIS a. 6. Kontraktor diwajibkan menyelenggarakan testing serta pengujian terhadap keseluruhan instalasi plumbing sesuai dengan ketentuanketentuan yang dipersyaratkan oleh standard-standard tersebut di atas serta diketahui / disetujui oleh Instansi-instansi setempat yang berwenang. Pekerjaan pengulangan / perbaikan. SPESIFIKASI PEKERJAAN PLUMBING 1. Pemeriksaan dilakukan juga pada bagian bawah dan samping yang diberi waterproofing. sampai hasil pengujian tidak menujukkan adanya tanda-tanda kebocoran. coating tersebut harus dilindungi dengan screed tebal 3 cm dengan campuran spesi 1 Pc : 5 Ps. SII Standard Industri Indonesia 3. Pengujian dilakukan dengan cara menggenangi air pada bagian yang di waterproofing tersebut setinggi minimal 10 cm. terutama. terhadap sistem instalasi air kotor. 5. 4. 2. Apabila tanda-tanda kebocoran masih terlihat pekerjaan pelapisan harus dilindungi pada tempat yang diidentifikasikan sebagai sumber kebocoran. Peraturan PDAM tentang Instansi air minum b. PPI Pedoman Plambing Indonesia 2. Screed yang dibuat harus rata dan kemiringannya harus memperhatikan arah pembuangan air hujan yang menuju ketalang pembuangan. harus tetap dilakukan. 2. Pekerjaan instalasi air bersih “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-57 . NFPA 14 Standard for the Instaliation of standpipe and Hose systems 4. Tanda pengujian harus dibuktikan secara tertulis dan disetujui oleh Direksi / Konsultan pengawas. Lingkup pekerjaan 1. d. PENGUJIAN 1. 2. Setelah dilakukan coating khususnya pada bagian atap. Peraturan Dinas Keselamatan Kerja Depnaker 5. Standard Standard yang dipergunakan adalah edisi terakhir dari pada : 1. Pengujian terhadap kebocoran harus dilakukan. Ketinggian air pada waktu akhir pengujian tidak boleh kurang dari ketinggian daripada saat awal pengujian. Yaitu harus tidak boleh ada tanda-tanda adanya kebocoran pada bagian yang diuji tersebut. Testing dan Pengujian 1. selama 24 jam secara terus menerus. 3. R. SPESIFIKASI UMUM a.

Lingkup Pekerjaan Pemasangan pipa distribusi dari tandon (pompa) air ke alat-alat penerimaan (kran-kran) dalam bangunan lengkap dengan sambungansambungan dan perlengkapan yang diperlukan. 3. Uraian Pekerjaan Tugas yang harus dikerjakan oleh kontraktor. meliputi : Bahan pipa yang dipakai untuk instalasi air bersih adalah pipa PVC Class Medium.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN 2. Pipa dipasang lurus. pembengkokan pipa tidak diperkenankan. Pekerjaan saluran air kotor b. Prosedur pekerjaan pemasangan pipa instalasi air bersih harus seijin / disaksikan Direksi lapangan. Pelaksanaan pemasangannya harus menyesuaikan kondisi lapangan dan kontraktor harus membuat shop drawing dengan persetujuan Direksi Lapangan. Pekerjaan Instalasi Air Bersih 1. dan untuk pipa tegak lurus benar-benar vertikal. Jalur pipa sesuai dengan gambar rencana. Toyo atau setara. Persyaratan pemipaan air bersih. begitu pula dengan percabangan harus dengan tee atau cross-tee sesuai kebutuhan. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-58 . penyambungan dengan ulir ini terlebih dahulu harus dilapisi red lead cement. elbow harus terbuat dari bahan yang sama dengan pipa air bersih. Sambungan pipa pada umumnya dipergunakan sambungan ulir (screwed). Perubahan arah pipa harus dilaksanakan dengan fitting pembantu (elbow). Rucika atau setara dengan diameter sesuai gambar. Material/Bahan Yang Dipakai Pipa PVC Medium berserta perlengkapannya produksi Maspion. Penjelasan Persyaratan Teknis Pekerjaan Mekanikal I. pemasangan dan pengujian secara sempurna dan terpadu sehingga merupakan sistem supply air bersih yang baik. memakai pintalan atau pita merupakan sambungan yang kedap udara maupun kedap air. meliputi pengadaan. Pengadaan. Umum Spesifikasi ini merupakan spesifikasi teknis mengenai pekerjaan supply air bersih. Valve-valve produksi kitz. 2. pemasangan dan pengujian sistem pemipaan air bersih berserta perlengkapannya harus sesuai dengan gambar rencana. disamping itu semua fitting. Ulir harus dibersihkan dari jerami-jerami bekas pembuatan ulir.

Jika terdapat kesulitan dalam pelaksanannya. Kontraktor harus memperbaiki bagian-bagian yang rusak dan kekurangankekurangan yang ada. meja laboratorium ke sumur resapan Saluran pembuangan dari wastafel ke saluran keliling bangunan. semua fitting TY yang dilengkapi dengan Clean Out (seperti pada gambar rencana). Peralatan dan biaya pengujian harus disediakan oleh Kontraktor. 4. dan dibesihkan dulu pipa PVC nya.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN Material yang dipakai harus mendapatkan persetujuan Direksi Lapangan. Uraian Pekerjaan Tugas yang harus dikerjakan oleh kontraktor. Pengadaan. diakhiri dengan mempergunakan Clean Out. kemudian melaksanakan pengujian berhasil dengan baik. karena kondisi “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-59 . II. Lingkup Pekerjaan Saluran pembuangan dari bak cuci. Pada dasarnya harus ditarik ke atas. Pengujian harus dilakukan dengan disaksikan oleh Direksi lapangan. Pekerjaan Saluran air Kotor 1. Umum Spesifikasi ini merupakan spesifikasi teknis mengenai pekerjaan instalasi air kotor. sampai permukaan lantai (finishing floor level). 3. sehingga merupakan sistim saluran air kotor yang baik. meliputi pengadaan. Apabila terjadi kegagalan dalam pengujian. Untuk memudahkan pemeliharaan dikemudian hari. pemasangan dan pengujian sistim saluran air kotor berseta perlengkapannya harus sesuai dengan gambar rencana. pemasangan dan pengujian secara sempurna dan terpadu. sebelum dilaksanakan penyambungan. 2. Prosedur pekerjaan pemasangan saluran air kotor harus seijin / disaksikan Direksi Lapangan. Pengujian pemipaan harus dilaksanakan sebelum pipa tertutup dengan tanah (untuk pipa diluar gedung) atau tertutup plesteran/dinding (untuk pipa didalam gedung). Testing Setelah semua pipa dan perlengkapannya terpasang harus diuji dengan tekanan hydrostatik sebesar 5 bar (5 kg/cm”) selama 6 (enam) jam terus menerus tanpa terjadi penurunan tekanan. Persyaratan Saluran Air Kotor Sambungan pipa PVC harus menggunakan lem PVC.

kontraktor bisa mengajukan alternatif lain dengan persetujuan Direksi Lapangan. Rucika atau setara dengan persetujuan Direksi Lapangan. S. GAMBARAN UMUM Kontraktor harus meyediakan semua tenaga. bahan dan peralatan yang diperlukan untuk pekerjaan sementara maupun pekerjaan-pekerjaan permanen lainnya.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN lapangan. Untuk menghindari kebocoran. produksi san-Ei atau setara dengan persetujuan Direksi Lapangan. SKOPE KONTRAK PEKERJAAN Pekerjaan yang akan dilaksanakan menurut kontrak ini adalah pekerjaan Pengadaan Pompa Beserta Kelengkapannya di Saluran Kebon Agung: Pekerjaan Mekanikal. 5. 3. Floor drain dari bahan stainlees steel. Fitting-fitting untuk penyambungan terbuat dari bahan dan produksi yang sama. Pekarjaan Elektrikal & Kontrol. produksi Maspion. Material / Bahan Yang Dipakai Pipa PVC Class Medium dengan diameter sesuai gambar rencana. disetiap lubang dimana menembus lantai beton atau dinding harus diberi bahan waterproofing untuk semua ujung pipa harus diberi “Cap” yang tidak memungkinkan adanya kebocoran. 2. Pengujian Pengujian dari seluruh sistem saluran air kotor ini dilakukan setelah pemasangan selesai dan dilaksanakan sesuai dengan petunjuk Direksi Lapangan. SPESIFIKASI PEKERJAAN MEKANIKAL & ELEKTRIKAL 1. GAMBAR KONTRAK Gambar-gambar yang terlampir pada dokumen pelelangan sebagai gambar referensi untuk pelaksanaan pengadaan dan pemasangan Pompa dan Motor di Rumah Pompa : No 1 2 3 No Drawing ME sheet 1-4 ME sheet 2-4 ME sheet 3-4 Description Ass Pompa & Motor lay out instalasi Listrik Single Line Diagram VI-60 “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ . Kontraktor harus meyediakan alat-alat yang diperlukan untuk keperluan pengujian tersebut dan segala biaya menjadi tanggungjawab kontraktor. Kontraktor harus melaksanakan seluruh pekerjaan dan memeliharanya tepat sesuai dengan spesifikasi teknik dan gambar. serta seperti yang diperintahkan oleh Owner. 6.

HAK UNTUK MERUBAH DISAIN. Consumable Material Consumable material seperti kawat las. GAMBAR DAN MATERIAL Bilamana tidak ada kesesuaian gambar dengan pelaksanaan dilapangan karena situasi tempat atau tidak kesesuaian dimensi. Flange dan Fitting memakai standar JIS 10K • “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-61 . Bilamana tidak ada kesesuaian material dengan gambar referensi karena sukar dicari dipasarkan. Material untuk Valves. Handling Material Kerusakan material pada saat handling sepenuhnya tanggung jawab kontraktor PERSYARATAN TEKNIK Spesifikasi Material a. Pengguna Jasa berhak mengadakan perubahan bilamana dianggap perlu. Valve dan Base Plate d. Pintu air elektrik e. METODE PELAKSANAAN Pihak kontraktor harus mengajukan penawaran melampirkan Metode Pelaksanaan pada waktu 6. Pemborong/kontraktor harus membuat gambar detail untuk mendukung pelaksanaan. untuk plat pintu air tebal minimum 10 mm b. I. Instalasi Pompa Sludge b. 7018 d. SPESIFIKASI TEKNIK (MEKANIKAL) • LINGKUP PEKERJAAN Lingkup pekerjaan meliputi Pengadaan dan Pemasangan a. Ereksi Pompa. acetylene. 5. Plat dan besi profil yang dipergunakan sesuai dengan standard ASTM A36. Pengguna Jasa berhak mengadakan perubahan bilamana dianggap perlu. Check Valves. System Perpipaan. oxygen. GAMBAR-GAMBAR PELAKSANAAN Pemborong / kontraktor harus menggunakan gambar-gambar kontrak sebagai dasar untuk pelaksanaan pemasangan peralatan. dan cat menjadi scope kontraktor f.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN 4 ME sheet 4-4 Wiring diagram 4. Welding electrode yang dipergunakan dari jenis AWS (American Welding Standard)LH. Pemborong/kontraktor harus memgukur ulang posisi lubang baut dan dimensi pipa saluran untuk menunjang kelancaran proses fabrikkasi dan ereksi. Baut & Mur yang dipergunakan untuk pekerjaan ini adalah baut jenis Hight Strength bolt-ASTM A 325 grade 5 c. Instalasi Pompa Banjir c.

PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN e. Porousity. c. harus menggunakan perlengkapan scaffolding yang memenuhi syarat untuk keselamatan kerja. c. Pemasangan sambungan pipa. untuk menjamin bahwa peralatan tersebut bisa dioperasikan sesuai dengan desain. Mobil Crane. Bagi pekerjaan pemasangan struktur yang memerlukan penggunaan scaffolding. Setiap peralatan/komponen yang ada mekanismenya (pompa. Pengelasan a. diharuskan memakai temporary Jig & Fixture sewaktu melakukan pekerjaan penyambungan dengan las. h. ketepatan ukuran dan bentuk dari hasil pekerjaan. b. Slag inclusion dll. Setiap hasil test/pengujian harus mendapat persetujuan dari pihak konsultan. b. Penggunaan alat angka (Crane. Pemasangan pipa antara satu dan lainnya harus lurus (level). Pengelasan harus dilakukan hati-hati agar didapatkan permukaan las yang halus dan tidak dapat cacat dalam pengelasan serta tidak terjadi pengelasan ulang. d. Pemasangan support pipa harus sesuai dengan refensi dari pihak konsultan. a. Pengecatan dengan menggunakan cat yang direkomendasi owner atau sejenis. Plat harus betul-betul lurus (alignment) dan pada setiap ujung yang akan dalas dibersihkan dahulu dengan sikat kawat atau gerinda. Pekerjaan Pabrikasi. c. Pekerjaan pemotongan dan perlubangan harus dikerjakan dengan mesin pemotong dan bor. b. valve. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-62 . valve perlu diuji kebocorannya. f. Penetrasi las harus tembus kedalam dan setelah selesai harus dibersihkan dengan sikat kawat atau gerinda kemudiaan dilanjutkan pengelasan berikutnya. Cacat pengelasan yang dimaksud : Scatter. pintu air elektrik dan transmisi) perlu dilakukan pengetesan. Pintu air elektrik harus mampu menahan beban air setinggi 4m. g. Semua baut pengikat atau assembly dari material stainlees steel atau tahan koropsi dan disetujui pihak owner f. Ukuran electode las yang dipakai harus sesuai dengan ketebalan material yang dilas. Sebelum dilakukan pengelasan. serta digrenda pada bekas potongannya. Winches dan lain-lain) sebelumnya harus dilakukan pengujian sesuai dengan kapasitas angkat sebelum dipergunakan. Pengetesan a. Penyambungan pipa yang menggunakan flange harus menggunakan seal/gasket yang sesuai. e. Pekerjaan pemasangan peralatan harus sesuai dengan gambardari pihak konsultan. Cracking. Untuk menjamin kelurusan. d.

PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN

d. Setiap ada ketidak sesuaian antara pengetesan dengan desain, kontraktor harus melakukan konsultasi dengan pihak konsultan. Pekerjaan Pengecatan a. Sebelum pengecatan dilakukan, material harus dibersihkan dengan sand Blasting dan dapat persetujuan pihak owner. b. Pekerjaan pengecatan dilakukan dengan memakai cat untuk lapisan akhir, kecuali ditempat yang cat dasarnya rusak atau terkelupas karena pengerjaan las dsb. Harus dilakukan perbaikan dengan pengecatan dasar terlebih dahulu sebelum pengecatan lapisan akhir. c. Sebelum dilakukan pengecatan permukaan besi harus bersih dan bebas dari segala bentuk karat, minyak (grease) dan kotoran lainnya. d. Warna cat sesuai dengan rekomendasi owner. e. Pengecatan lapisan akhir harus dilakukan 2 kali sampai rata. f. Setelah pekerjaan pemasangan selesai pihak kontraktor harus membersihkan tempat lokasi kerja tersebut. II. SPESIFIKASI TEKNIK ELEKTRIKAL • LINGKUP PEKERJAAN. Pekerjaan elektrikal terdiri dari pekerjaan instalasi dan pengadaan peralatan.Pekerjaan instalasi Elektrikal yang dilaksanakan adalah : 1. Pekerjaan Instalasi Listrik Gedung 2. Pekerjaan Instalasi Listrik Tenaga Pengadaan Peralatan Listrik 1. Cable Tray, Supports & Columns 2. Panel Box & Push Button Box 3. Electrical Cable & Bus Bar 4. Lampu 5. Electrical Bulk Materials Pengadaan & Pemasangan Peralatan Kontrol 1. Control Cable 2. Push Button 3. Control Bulk Materials • IJIN KERJA INSTALATIR/KONTRAKTOR Instalasi/sub kontraktor yang akan mengerjakan pekerjaan elektrikal ini diharuskan: a. Mempunyai surat ijin kerja : • Instalatir listrik (SIKA) tahun kerja yang berlaku dengan pas. Instalatir kelas C. • Dari Departemen tenga kerja b. Mempunyai Tanda Lulus Prakualifikasi (Tanda Daftar Rekanan) untuk tahun kerja yang berlaku, sesuai dengan KEPPRES No.29 Tahun 1984.

“ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “

VI-63

PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN

c. Sudah berpengalaman dan dapat menujukkan Surat Kemampuan pengalaman kerja dalam mengerjakan pekerjaan yang sejenis. • STANDARD DAN NORMALISASI Semua Pekerjaan Elektrikal yang dilaksanakan dalam proyek ini harus memenuhi /mematuhi Persyaratan Standard dari Instalasi yang berwenang untuk itu : • Peraturan Umum Instalasi Listrik (PUIL) 1987 • Standard Konstruksi/Normalisasi PLN • Peraturan-peraturan PLN/jawatan Keselamatan Kerja Setampat • Peraturan Dinas Keselamatan Kerja DEPNAKER • Standard / Normalisasi PELAKSANAAN KERJA a. Semua pekerjaan harus dilaksanakan dengan baik oleh tenaga ahli yang sudah berpengalaman. b. Pelaksana yang dianggap tidak cukup ahli / perpengalaman oleh Direksi / pengawas lapangan, harus segera diganti dengan orang lain setelah mendapat persetujuan Direksi / pengawas lapangan. c. Untuk penyelenggaraan pelaksanaan pekerjaan lapangan kontraktor harus meyediakan Direksi keet yang berfungsi sebagai Site Office dan gudang peralatan / material. Direksi Keet boleh menggunakan bangunan yang sudah ada (dipinjam / disewa) atau membuat bangunan temporer. d. Kontraktor harus menempatkan seorang Supervisor yang ahli, berpengalaman dan profesional untuk masing-masing bidang yang bertanggung jawab untuk menjadi supervisi, management proyek. e. Tenaga kerja harus berpengalaman dan ahli dibidangnya, bila tidak berpengalaman & ahli harus diganti. Bila tidak dihiraukan pengawas akan mengalami tindakan untuk mengatasi permasalahan yang ada. f. Segala sesuatu yang diperlukan guna kesempurnaan pekerjaan harus, dilengkapi sesuai permintaan pengawas dengan biaya dibebankan kepada kontraktor. BAHAN / MATERIAL DAN PERALATAN a. Bahan / material dan peralatan yang digunakan pada pekerjaan ini harus disediakan oleh kontraktor dan harus dalam keadaan baru, tanpa cacat. b. Semua bahan atau material dan peralatan yang akan digunakan diusahakan produksi dalam negeri, sejauh mana bahan / material tersebut masih memenuhi persyaratan teknis dan standard yang ditentukan oleh proyek ini. c. Kontraktor diwajibkan menyerahkan contoh bahan / barang yang disebut dalam lingkup pekerjaan kepada Direksi / Pengawas lapangan untuk mendapat persetujuan sebelum dipasang. Apabila hal tersebut tidak memungkinkan, minimal brosur spesifikasi teknis harus ditunjukan dan disetujui oleh /Direksi pengawas lapangan.

“ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “

VI-64

PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN

d. Kontraktor harus membuat tempat penyimpanan bahan / material serta peralatan kerja (gudang) agar rapi dan aman dan memudahkan pemeriksaan. e. Jikabahan / material dan peralatan kerja tersebut harus melewati jalan umum, Kontraktor harus menjaga ketertiban dan kelancaran serta mengganggu lalu lintas. f. Direksi berhak menambah peralatan yang dipergunakan atau menolak peralatan yang tidak memenuhi syarat. g. Bila pelaksanaan pekerjaan telah selesai, maka kontraktor harus segera mengeluarkan atau memindahkan peralatan tersebut. Kerusakan akibat penggunaan peralatan kerja tersebut harus diperbaiki kembali atas beban biaya kontraktor. h. Semua material yang terbuat dari besi (Armatur) dan pipa yang dipergunakan untuk kontruksi, penyangga, penggantung dan lain-lain harus diproses sebagai berikut : - Disikat dengan sikat kawat / dibersihkan hingga mengkilat dan bebas dari karat. - Dicat dasar / meni anti karat (Zincromate) kualitas baik 2 kali. - Dicat ahkir dengan cat berkualitas baik 2 kali warna yang akan ditentukan kemudian / sesuai dengan penggunaan. Kecuali material yang terbuat kemudian dari plastik, satinless steel dan alumunium tidak perlu dicat, cukup dibersihkan saja. • SISTEM KOORDINASI a. Kontraktor elektrikal harus mengkoordinasikan pekerjaannya dengan pekerjaan kontraktor lain (struktur & arsitektur) untuk menghindari pekerjaan pembongkaran / pekerjaan ulang dan gangguan yang dapat memperlambat jalannya pekerjaan. b. Untuk memudahkan komunikasi teknis, kontraktor harus menempatkan seorang atau lebih pemimpin lapangan berpengalaman. Dapat berkomunikasi dalam bahasa Indonesia dengan baik dan benar, serta mewakili kontraktor, menerima perintah dan petunjuk Direksi / pengawasan lapangan dan segera melaksanakannya bila diperlukan. Pengawas lapangan dan segera melaksanakannya bila diperlukan. c. Kontraktor diwajibkan membuat laporan berkala (harian / mingguan) yang memberikan gambaran tentang kegiatan proyek. Misalnya : • Jadwal Waktu pelaksanaan • Kegiatan pelaksanaan • Prestasi kegiatan fisik • Catatan perintah / petunjuk Direksi / pengawas lapangan yang disampaikan secara lisan maupun tertulis. • Dan kegiatan pekerjaan yang dianggap perlu. d. Kontraktor juga harus membuat dokumentasi pekerjaan yang berupa foto-foto pelaksanaan pekerjaan, dibuat berwarna, minimal ukuran postcard dan disusun dalam album. Foto-foto yang mengambarkan

“ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “

VI-65

menjadi tanggung jawab pemborong. KEBERSIHAN. antara lain : tidak akan menyebabkan gangguan lalu lintas umum. b. Peraturan-peraturan yang lain ketertiban akan dikeluarkan oleh Direksi pada waktu pelaksanaan.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN kemajuan pelaksanaan pekerjaan hendaknya dibuat berdasarkan petunjuk dari Direksi dan minimal dilakukan sebanyak 4 (empat) kali setiap peristiwa selama berlangsungnya pelaksanaan pekerjaan. harus diatur sedemikian rupa agar memudahkan jalannya pemeriksaan dan tidak mengganggu pekerjaan dari bagian lain. Penjagaan keamanan termasuk juga penanggulangan terhadap bahaya kebakaran yang mungkin terjadi. harus selalu dalam keadaan bersih. KETERTIBAN DAN KEAMANAN a. maka pemborong diwajibkan segera mengambil segala tindakan guna kepentingan si korban atau para korban. b. pengeboran dan sebagainya pada kontruksi Bangunan hanya dapat dilaksanakan setelah memperoleh ijin/persetujuan tertulis dari Direksi/Pengawas. d. PENGELASAN DAN PENGEBORAN a. Penimbunan / penyimpanan barang. peralatan dan bahan/material di proyak. PENJAGAAN Pemborong wajib mengadakan penjagaan dengan baik serta terus menurus selama berlangsungnya pekerjaan atas bahan peralatan. los kerja dan tempat pekerjaan sekitar bangunan. Pengelas. Pembobokan hanya dapat dilaksanakan setelah mendapat ijin tertulis dari Direksi/pengawas. Gudang. Kontraktor harus memperhatikan hubungan dengan lingkungan proyek. Jika terjadi kecelakaan yang berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan ini. KECELAKAAN DAN PETI PPPK a. Kehilangan yang diakibatkan oleh kelalaian penjagaan atas barang-barang tersebut diatas. c. kantor. c. bahan dan peralatan baik dalam gudang maupun diluar (halaman). • PEMBOBOKAN. kontraktor harus menempatkan petugas keamanan secukupnya disekitar proyak. lantai. Selama pelaksanaan pekerjaan berlangsung pekerjaan berlangsung. serta melaporkan kejadian tersebut kepada instansi dan Departemen yang bersangkutan/berwenang (dalam hal ini polisi dan Departemen Tenaga • • • “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-66 . e. masin dan alatalat kerja yang disimpan ditempat kerja (gudang lapangan). f. tidak akan menganggu ketenangan penduduk/masyarakat disekitarnya dan tidak akan mengganggu pekerjaan dari Rekanan lain. Guna semua keamanan pekerjaan. dinding dan sebagainya yang dilakukan dalam rangka pemasangan instalasiini maupun pengembaliannya seperti keadaan semula adalah termasuk pekerjaan pemborong instalasi ini. Pembobokan tembok.

Pemeriksaan Visual. Hasil Test ini baru dianggap sah/baik apabila telah disetujui/disyahkan oleh Instansi yang berwenang (PLN. Semua bahan yang kurang baik atau pemasangan yang kurang sempurna yang diketahui pada saat pemeriksaan/pengujiaan harus segera diganti dengan yang baru/disempurnakan sampai dapat berfungsi dengan baik dan sesuai Standard Uji yang ada. Peralatan Test tersebut harus disediakan oleh kontraktor. f.Pemeriksaan pekerjaan Sambungan: Mekanis dan Listrik. Bila dalam pengujian berbeban ternyata tidak disediakan Sumber Daya Listrik. • “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-67 . maka kontraktor diwajibkan menguji seluruh pekerjaannya dengan standard uji masing-masing yang telah ditetapkan dalam peraturan/spesifikasi peralatan. h. d. Pengujian ini antara lain berupa : . maka kontraktor harus menyediakan Sumber Daya Listrik sendiri berupa Genset 3 phase dengan kapasitas yang memadai. guna keperluan pertolongan pertama harus selalu ada di tempat pekerjaan.Pengukuran Tahanan Isolasi dan Pertanahan. . . e. g. b.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN kerja) dan mempertanggung jawabkan sesuai dengan perayuran yang berlaku.Semua hasil pengujian harus dicatat dan ditanda tangani bersama. . Hasil Test harus dicatat dan ditanda tangani bersama oleh kontraktor. Untuk mengetahui bahwa semua pekerjaan yang telah dilaksanakan dapat berfungsi baik dan telah sesuai dengan persyaratan teknis yang dimana. Pengujian ini dilaksanakan dibawah pengawasan Direksi/pengawas lapangan yang ditunjuk jadwal pelaksanan pengujian dapat diatur seminggu sebelumnya atau atas persetujuan bersama. Kontraktor diharuskan membuat Jadwal dan Prosedur pelaksanaan / Test yang akan dilakukan. pemasangan perlengkapan dan bahan yang telah dipasang oleh kontraktor harus digaransi selama 12 (dua belas) bulan sejak masa penyerahan pertama kecuali ditentukan lain dalam kontrak (pompa lumpur. Semua biaya yang diperlukan untuk pengujian ini menjadi tanggung jawab pihak kontraktor. Semua peralatan Test harus dalam keadaan baik dan memenuhi Standard persyaratan Test yang ditentukan. Peti PPPK dengan isinya yang selalu lengkap. • PENGUJIAN/TESTING a. DEPNAKER).Pengujian dengan beban dalam keadaan bertegangan dan beban penuh selama 3 malam berturut-turut (selama 36 jam). pompa banjir dan genset). i. GARANSI Semua pekerjaan. b. c. . pengawas dan pemilik proyek.

Komponen listrik lampu TL 36 watt dan lampu mercury sesuai gambar. b. akan ditentukan lebih lanjut oleh Direksi/pengawas lapangan. • LAIN-LAIN a. • Pengetesan seluruh Pekerjaan Instalasi sesuai persyaratan instalasi sampai dinyatakan baik oleh Instansi setempat (PLN) secara tertulis dan diterima dengan baik oleh Pengawas/Pemilik Proyek. Instalasi baru e. Kabel harus dalam keadaan baru. c.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN a. klem dll) yang diperlukan untuk kesempurnaan pekerjaan ini. Kontraktor harus membuat gambar Shop “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-68 . b. yang secara teknis tidak dapat dipisahkan/diabaikan/dihilangkan. Lampu TL 2 x 36 Watt. PEMASANGAN JARINGAN KABEL FEEDER • Jenis Kabel a. salah operasi) harus secepatnya diganti atau diperbaiki atas tanggungan kontraktor. PERSYARATAN TEKNIS PEKERJAAN ELEKTRIKAL PERSYARATAN TEKNIS PELAKSANAAN PEKERJAAN INSTALASI LISTRIK DAN PENYELESAIAN III. TKO lengkap f. • LINGKUP PEKERJAAN Yang termasuk dalam lingkup pekerjaan Instalasi listrik meliputi Pekerjaan Instalasi Listrik Gedung Meliputi pengadaan dan pemasangan : a. tanpa cacat dan bila perlu harus ada surat keterangan dari distributor/pabrik. Salama masa Garansi ini semua perlengkapan. Panel-panel listrik baru lengkap dengan komponen pengamannya. bahan dan pengerjaan yang kurang baik/rusak (yang bukan disebabkan oleh salah pakai. Kotak kontak 1 phase dan kotak kontak 3 phase sesuai gambar c. Anda diperlukan adanya perubahan jalur karena alas an teknis. penumpu. SUPREME. Kabel yang digunakan harus Rekomendaskan dari LMK dengan Standard merk : JEMBO. • Semua material penunjang (Penggantung. Kabel yang digunakan untuk jaringan Distribusi Tegangan Rendah adalah jenis dalam pipa PVC High Impact dengan dimensi sesuai gambar. tetap harus dilaksanakan tersebut berfungsi dengan baik. b. Saklar tunggal & saklar ganda d. tetapi belum disebutkan dalam bestek/gambar. atau setara. Kontraktor diwajibkan mempelajari gambar Lay-Out saluran kabel tersebut terhadap situasi lapangan. Bagian-bagian yang termasuk dalam pekerjaan ini. • Pemasangan dan Teknis Pelaksanaan a. Hal-hal lain yang menyangkut pelaksanaan lapangan tetapi belum disebutkan dalam peraturan ini.

phasa pround dan netral ground. Pengurusan ijin instalasi listrik kepada instansi yang berwenang (PLN) merupakan Pekerjaan dan Tanggung Jawab dari Kontraktor. h. k. dimana D adalah diameter kabel. Cara pemasangan kabel sesuai gambar yaitu : diberi pelindung alas pasir 10 cm bagian bawah dan diatas kabel. i. kecuali memang ada pekerjaan penyambungan kabel. Kecuali dalam keadaan dimana tidak ada pilihan lain. Untuk galian kabel yang melalui jalur kabel existing /lama harus dikerjakan dengan exktra hati-hati.000 volt untuk kabel Tegangan rendah. b. Sedikit belokan kabel harus diperhitungkan bahwa radius belokan minimum r = 15 D. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-69 . diberi pelindung batu bata merah atau plat beton sesuai gambar/ keperluannya. phasa-netral. termasuk biaya perawatan pekerja yang mengalami / kecelakaan hingga sembuh benar. b. g. Kabel yang melintas jalan mobil harus dilindungi dengan pipa PVC AW berdiameter sesuai jumlah kabel yang ada. j. Tidak diperkenankan melakukan penyambungan di dalam tanah ditengah perjalanan kecuali apabila panjang kabel/ saluran melebihi standard panjang yang telah ditentukan oleh pabrik. Bila terjadi kerusakan pada kabel existing karena terkena peralatan gali (pacul. f. e. Setiap saluran kabel harus ditest Tahanan Isolasinya dengan mengunakan alat MEGGER 10. Alternatif ini diusahakan tidak menimbulkan kerja tambah. Apabila terpaksa dilakukan penyambungan karena saluran lebih panjang dari standard panjang pabrik maka system/ cara penyambungan harus dibicarakan dengan pengawas untuk mendapatkan persetujuan. c. gancu dsb). Setiap ujung saluran harus diberi kelebihan panjang /sling secukupnya untuk mengantisipasi adanya kemungkinan perubahan tempat/ pergeseran paralatan/ panel. • Pengetesan a. d. Pengetesan dilakukan antara masing-masing inti kabelnya dengan mantel pelindungnya phasa-phasa. Jalur alternatif agar dipilih route yang aman/terlindung atau sedikit mungkin adanya bahaya kerusakan yang dapat minimpa saluran kabel tersebut. Semua kabel yang masuk ke dalam bangunan tidak boleh di tanam langsung di lantai harus melalui kabel trench / got kabel atau pipa sparing dengan ukuran yang sesuai dengan jumlah besar kabel. kontraktor harus mengganti kabel tersebut tanpa adanya tambahan biaya.000 volt untuk kabel Tegangan Menengah dan MEGGER 1. Kabel ditaman langsung didalam tanah dikedalaman 80 cm dari permukaan tanah kecuali yang melintas jalan mobel harus ditanam 100 cm dari permukaan tanah sesuai gambar.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN Drawing untuk disetujui Pengawas/Pemilik sebelum melaksanakan pekerjaan tersebut.

Phase R/L 3 : Hitam .Netral N : Biru . e. Supreme atau setara : − Kelas : 600 / 1000 V − Inti : Tembaga − Isolasi : PVC − Ukuran : minimum 2.Phase R/L 1 : Merah . c. PAC. • Kabel NYM didalam pipa PVC HI diameter ¾” digunakan untuk instalasi dari panel ke beban penerangan atau peralatan /kotak kontrak. CLIPSAL atau yang digunakan disyaratkan yang sudah direkomender oleh LMK. dll) dengan dimensi sesuai gambar. PEMASANGAN KABEL & SALURAN KABEL DI DALAM BANGUNAN • Semua kabel tegangan rendah yang digunakan adalah kabel yang sudah direkomendasi oleh LMK dengan merk : Jembo. b. Sepatu kabel yang dipergunakan harus sesuai dengan besarnya kabel dan harus yang berkualitas baik.Grounding PE : Kuning-Hijau • Warna kabel yang mengikat (harus ada) adalah biru (untuk netral) dan pada kuning/hijau (untuk ground). • Pipa PVC HI merk EGA. Pemasangan sepatu kabel yang diperunakan tang press atau secra hidrolis. Bila warna tersebut tidak ada maka pada ujung-ujung kabel harus diberi isolasi dengan warna yang bersesuaian seperti butir 3. di atas. d. • Penyambungan / Termination a.Phase R/L 2 : Kuning . misalnya sambungan baut tanpa kabel sepatu. • Kode warna harus mengikuti ketentuan PUIL 1987 . “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-70 .b.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN c. Sambungan harus dilaksanakan dengan baik. Hasil pengetesan tahanan isolasi yang diminta adalah minimum 100 Mega Ohm untuk tegangan menengah dan minimum 5 Mega Ohm untuk kabel tegangan rendah.5 mm2. Penyambungan kabel ke terminal panel / peralatan di semua bangunan adalah tangung jawab konraktor.5 mm2 kecuali untuk kabel kontrol dan motormotor ukuran kecil digunakan 1. • Kabel NYY digunakan untuk instalasi dari masing-masing panel DP ke panel-panel pembagi (SDP) dan dari panel pembagi (SDP) ke masingmasing panel beban (PL. bila diperlukan kontraktor harus dapat menunjukan bukti rekomendasi tersebut. standard merk GAE atau setara. cukup kuaterat sesuai dengan model terminal peralatan yang terpasang. PP. Kontraktor diwajibkan memasang sepatu kebel pada ujung kabel yang akan disambungkan ke panel / peralatan. kecuali dipersyaratkan lain.

Pembuatan harus dengan mesin peralatan lampu Built-in dan dengan penyempurnaan cat power coating. GE. • Semua penyambungan kabel pada kotak sambung menggunakan sambungan puntir dengan lasdop tidak boleh menggunakan isolasi.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN • Untuk penyambungan ke beban penerangan digunakan kabel NYM dalam pipa PVC flexible dengan merk EGA. Merk Philips. mempunyai temperatur kerja rendah. ⎯ Armature terbuat dari plat baja putih dengan ketebalan 0. atau sederajat. • Ujung kabel yang dipasang pada terminal kabel harus diberi pelindung (sealing end). Philips atau sederajat. ⎯ Merk : Artolite. Fitting/Lamp Holder dan stater holder (sockets) “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-71 . pemasangan pada tembok harus menggunakan vicher dan sekrup. SPESIFIKASI PERALATAN ARMATURE LAMPU • Armature TL jenis TKO (surface Mounted) ⎯ Armature merupakan jenis open type. dilapisi dengan cat dasar. noiseless. pemasangan dengan menggunakan paku tidak dibenarkan. Standart merk lasdop 3M.7 mm. • Pasangan kabel NYM dalam pipa PVC HI pada jarak maksimum 100 cm harus diberi klam. serta diberi lapisan akhir berwarna putih pengecatan dengan cara “Stove Enamelled / Bake Enamelled” (cat bakar) ⎯ Kontruksi armature harus kuat dan kokoh serta dibuat sedemikian rupa agar dapat dibuka / dilepas untuk perbaikan / penggantian komponen yang berada didalamnya. Rated tegangan 220 watt untuk TL 18 watt dan 2. • klem dibuat dari bahan plat logam digalvanis ayau alumunium. Untuk lampu TL dengan dua lampu disusun/digunakan “twin lamp ballast” (anti Stroboscopic). ⎯ Reflektor terbuat dari plat baja putih dengan ketebalan 0. ⎯ Pemasangan Out-Bouw / Surface / Permukaan menempel plafond.5 watt untuk TL 36 watt. dengan reflector. Armature dan reflector harus dilengkapi dengan sekrup. Ballast harus dilengkapi dengan connection terminal. Clipsal atau yang setara.7 mm. Seluruh armature harus lengkap dengan rangka dudukan / gantungan. • Komponen-komponen untuk lampu TL antara lain : 1. Lucolite. Legrand atau setara. rumahan dari bahan polystar. 2. Ballast Ballast harus leak proof. Schwabe. agar dapat dilepas pada waktu memerlukan perbaikan. Clipsal.

Jarak pemasangan klem-klem pengikat pipa conduit tidak diperkenankan melebihi 80 cm. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-72 . terminal dan tube fitting. Seluruh instalasi pekerjaan lampu dan peralatan pada dasarnya dilaksanakan dengan menggunakan kabel jenis NYM. Merk :Philips. 0. melainkan harus dipasang pada cable trays yang tersedia atau dilekatkan langsung pada bagian bawah dari plat dan. Capacitor Yang digunakan harus kapasitor yang dapat menghasilkan p. atau yang setara.f. g.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN Material dari white plastic polycarbonate dengan proteksi Uncorosive dan Touchproof. harus dilindungi dengan menggunakan flexible conduit yang terbuat dari bahan (dan memiliki ukuran) yang sama dengan pipa conduit yang dipakai. dengan menggunakan klem dan concrete fastener yang sesuai. e. Untuk membedakan instalasi lampu dan peralatan dengan instalasi yang lain pipa conduit yang terpasang harus diberi tanda (label) berwarna pada setiap jarak 2 meter. Xdoos. Kabel penghantar yang menghubungkan fixtures lampu dengan instalasi yang ada. Rating stater disesuaikan dengan rating lampu TL. sekalikali penggunaan paku sangat dilarang dalam pengerjaan ini. GE atau yang setara. dengan luas penampang penghantar sekurang-kurangnya 2. PEMASANGAN LAMPU & PERALATAN a.25 s/d 4. 3. splicing dan lain sebagainya harus dilaksanakan dalam junction boxes (Tdoos. dengan sistim rotary lock.5 mm2 dan pipa conduit PVC HI dengan diameter sekurang-kurangnya ¾”. Penggunaan insulation tape sama sekali diperbolehkan. Starter switch. Merk : Philips. Kontraktor diwajibkan mengkoordinasikan rencana kerjanya dengan disiplin lainnya. terbuat dari high quality white polycarbonate. Pemasangan instalasi lampu dan peralatan tidak dibenarkan membebani kerangka ceilling yang ada. yang terbuat dari bahan yang sejenis dengan pipa conduit yang ukuran-ukurannya sesuai dengan ukuran dan jumlah kabel yang ada. b. f. Warna tanda/label yang dipakai harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan pengawas. Kontraktor diwajibkan menambah jumlah klem yang ada. c. (dapat dengan menggunakan insulation tape). apabila pipa konduit. Starter Starter untuk lampu Fluorescent mempunyai reability tinggi. Lamp holder dan stater holder anti vibrator contact. sehingga kemungkinan timbulnya perselingan lintasan antara intalasi yang berlebihan dapat dihindarkan. Pekerjaan pencabangan.95 (kapasitas 3.5 micro farad) 4. dsb). d.

Kotak Kontak yang dipergunakan adalah jenis out-bouw/pasangan menempel dinding dengan menggunakan Out-Bouw doos yang terbuat dari bahan yang sama dengan kotak kontaknya. VI-73 . Sakelar dipasang setinggi 150 cm dari lantai dengan pasangan terpendam (In-Bouw) rata dengan permukaan plesteran dinding atau didalam partisi dengan konstruksi tersendiri/khusus.K. h. SAKELAR. i. e. BALS atau sesuai persetujuan pengawas/pemilik proyek dengan kemampuan minimum 16A. tidak dibenarkan dipasang pada plafond secara langsung. g. Semua pekerjaan perbaikan bekas bobokan dilaksanakan oleh Kontraktor Bangunan yang beban biayanya menjadi tanggung jawab ddari Kontraktor listrik. Pemasangan kotak kontak pada doosnya menggunakan sekrup. Kotak Kontak 1 phase dipasang setinggi 150 cm dari lantai atau disesuaikan dengan kondisi ruang dan peralatan terpasang dengan pasangan menempel dinding (out-bouw) dan harus terpasang kuat. Kotak kontak 3 phase yang dipakai pada Instalasi ini berstandard merk ABB. Untuk kotak kontak yang dipasang untuk daerah basah harus memakai type tertutup (water Proof Type) “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ j. Untuk pemasangan armature lampu jenis (surface mounted). KOTAK KONTAK 1 PHASE & KOTAK KONRAK 3 PHASE a. b. Semua pemasangan out-bouw doos dan kotak kontak 3 phase pada dinding harus menggunakan vischer dan sekrup. tidak boleh goyang/miring sesuai petunjuk pengawas. Kotak tempat sakelar dan kotak kontak terbuat dari logam besi yang digalvanis dengan standard merk MK. d. Kotak Kontak 1 phase yang digunakan pada Instalasi ini berstandard merk MK. Clipsal atau sederajat.Clipsal atau yang sederajat dengan kemampuan minimum 10A.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN h. c. harus dipasang pada rangka plafond yang diperkuat dengan konstruksi tambahan (bisa plafond yang di cat meni 2 kali) yang sesuai atau dengan menggunakan hanger/penggantung. f. i. pemasangan pada kayu/meja harus menggunakan sekrup. Kotak Kontak 1 phase dipasang setinggi 30 cm dari lantai/sesuai permintaan user (disesuaikan dengan alat) dengan pasangan terpendam (In-Bouw) rata dengan permukaan plester dinding atau didalam partisi dengan konstruksi khusus sesuai petunjuk pengawas. Penggunaan paku pada pekerjaan ini sangat dilarang. Clipsal atau sederajat dengan kemampuan minimum 16A. Kotak kontak 3 phase harus mempunyai terminal pentanahan (3P + N + PE) tegangan 415 V. Sakelar yang digunakan pada instalasi ini berstandard merk M.

Dimensi dan kemampuan rel dapat dilihat pada gambar. Sebelum di cat.Fasa ke 2 L2/s Kuning . d. c. Panel dicat dengan cat dasar (meni) tahan karat 2 kali cat akhir dari jenis cat bakar 2 kali yang tahan gores. Bus-bar terbuat dari tembaga dengan kemurnian tinggi dengan kemampuan arus minimum 1.5 mm (untuk badan panel) dan 2 mm untuk pintu panel. Panel harus dilengkapi mur-baut untuk terminal pentanahan. Panel dipasang pada dinding dengan menggunakan Dynabolt 8 mm. Untuk type out-door ditambahkan konstruksi yang dibentuk sedemikian rupa sehingga air hujan tidak dapat masuk. konstruksi ini disesuaikan dengan peralatan/komponen yang terpasang. Apabila perlu harus diberi tambahan isolator untuk menghindari adanya hubung singkat.Fasa ke 1 L1/r Merah . b. Kotak kontak 1 phase harus mempunyai terminal pentanahan (P + N + PE) tegangan 415 V. menempel dinding. f. h. Rangka konstruksi ditutup dengan plat baja pada sisinya tebal 1. kecuali Bus-bar PE yang ukurannya lebih kecil dan disesuaikan kawat tanahnya.Netral N-Biru “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-74 . b.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN k. Pintu panel harus dihubungkan dengan rangka panel menggunakan kawat tembaga Flexible (NYMHY 1 x 6 mm2) untuk pentanahan pintu panel. Semua Bus-bar (5 buah) harus dicat dengan warna sesuai ketentuan PUIL pasal 701 : . e.Fasa ke 3 L3/t Hitam . ukuran mur-baut 3/8”.5 kali kapasitas/kemampuan pengaman utamanya. baut terminal harus dilas penuh pada rangka panel. PANEL LISTRIK PENERANGAN DAN PERALATAN • Konstruksi Panel a. bila perlu digunakan bahan kimia penghilang karat (RUST REMOVER). Untuk masuk dan keluarnya kabel ke dan dari panel menggunakan wartel mur sesuai ukuran kabel. Panel-panel listrik baru adalah jenis In-door/out door type. • Bus-bar/Rel Tembaga a. terbuat dari plat baja. g. panel termasuk rangkanya harus dibersihkan dari karat. Semua bagian peralatan yang bertegangan harus mempunyai jarak yang cukup denga bagaian peralatan yang lain.

e. Semua Bus-bar harus dipotong harus ditopang pada rangka konstruksi dengan menggunakan penyangga atau dijepit partinax pada beberapa tempat sehingga konstruksi Bus-bar cukup kuat dan tidak lentur/bergetar. sesuai aturan yang digunakan pada PUIL 1987. Setiap pintu panel harus disediakan tempat untuk menyimpan gambar/diagram panel. Monitoring and Protection Equitment (MPE) Sistem Pentanahan a. Elektroda pentanahan menggunakan “Elektroda Pipa” dengan pipa galfanis 1” dan kawat BC penampang 50 mm2 yang ditanam sedalam minimal 3 (tiga) meter hingga dicapai tahanan pentanahan minimal 5 ohm. Standard Merk : MF. Saluran pentanahan dari elektroda pentanahan sampai kebadan harus dilindungi dengan pipa PVC HI ¾” atau pipa PVC AW ¾”.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN . Untuk panel distribusi harus dilengkapi dengan peralatan ukur dan meter ukur type “Moving Iron Type” dengan ukuran 96 x 96 mm dan peralatan lain misalnya : Lampu Indikator dan Minifuse. c. Untuk memudahkan pengenalan distribusi beban pada setiap MCCB/MCB dan peralatan penting yang lain harus diberi nama/nomor saluran yang dapat dibaca dengan jelas/mudah. Sistem pentanahan panel listrik yang digunakan pada instalasi ini adalah sistem PNP (Pentanahan Netrak Pengaman). SIEMENS dan AEG. Gambar diagram panel harus dibundel rapi dalam sampul plastik atau dilaminating. d. Soft Starter g. cat pada bagian rangka yang menempel Busbar pertanahan harus dihilangkan.Penghantar PE-Hijau/Kuning . Peralatan dan Komponen Panel a.Pembumian c. Bus-bar untuk pertanahan/penghantar pembumian/ di klem dengan baik ke rangka panel. b. Peralatan pengaman/Circuit Breaker (MCCB/MCB) yang dipasang pada Base Plate atau plat dasar yang terpasang kuat pada rangka panel. Control unit version 3 (C.U. ABB. Pengaman saluran keluar dan masuk (MCCB/MCB) harus dari pabrik yang sama dengan ranting arus seperti tertera pada gambar diagram. Bila perlu elektroda pentanahan untuk badan peralatan dan panel harus dipisahkan penanamannya sejauh minimum 3 meter satu dengan yang lain. b. Tahanan isolasi terhadap Body/rangka minimum 50 M ohm.-3) i. c. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-75 . Kapsitas Bank Otomatis h. f. d. d.

Peralatan-peralatan tambahan yang diperlukan. harus disediakan oleh Kontraktor. Seluruh sistem dan Pekerjaan instalasi harus diperiksa. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-76 .Pemeriksaan sambungan listrik maupun mekanis . d.Pemeriksaan Visual . dll) minimal sejauh 5 meter. c. & material instalasi menjadi tanggung jawab b. Sesudah seluruh instalasi terpasang seluruhnya harus diadakan pengujian dan pemeriksaan instalasi secara keseluruhan. Sebelum melaksanakan pengujian Kontraktor harus merencanakan jadwal pemeriksaan & pengujian untuk mendapatkan persetujuan dari pengawas. g.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN e. Penyambungan sipanel harus pada rek pentanahan atau mur baut yang telah di las ke badan panel. f. Masa pemeliharaan untuk seluruh pekerjaan instalasi listrik ditetapkan selama 4 bulan setelah barang diserahkan kepada Pemilik /Pengawas. Jaminan instalasi Kontraktor. Pengetesan juga dilakukan pada Grounding Existing untuk mengetahui apakah tahanan pentanahan grounding tersebut masih baik/memenuhi syarat atau tidak. walaupun tidak digambarkan atau disebutkan dalam spesifikasi ini. PABX. Jaminan dan Masa Pemeliharaan a. Titik pentanahan panel ini harus dipisahkan dengan system pentanahan penangkal petir dan peralatan lain (peralatan kontrol. c. Saluran ini tidak boleh ada sambungan hanya diperbolehkan pada terminal yang disediakan dengan menggunakan sambungan mur baut dan sepatu kabel yang sesuai. Lain-lain a. diteliti dan diuji dengan baik sebelum diserahkan dan pelaksanaannya harus menyertakan pengawas dan bila perlu dengan petugas dari instansi terkait yang berwenang.Pengujian dalam keadaan berbeban b.Pengukuran tahanan isolasi dan tahanan pentanahan . Testing dan Commisioning a. Dalam masa pemeliharaan apabila ditemukan instalasi yang rudak atau berfungsi kurang baik maka Pemborong harus segera memperbaiki atau mengganti peralatan tersebut sampai dapat berfungsi dengan baik. Penampang kawat pentanahan dari masing-masing panel dapat dilihat pada gambar masing-masing panel. Macam pemeriksaan dan pengujian. sehingga instalasi dapat bekerja dengan baik dan dapat dipertanggung jawabkan tanpa tambahan biaya. . MCFA. h.

15 : NEMA-Desaign B :F : Minimum 90% : 68 : max. 380 Volt. Pompa Banjir dengan kapasitas 1500 l/detik. 65 Kw.410) : Automatic Discharge Connector Standard Pengujian pompa : ISO 2548 Material propeller/impeller : Cast Iron (ASTM A 48. total Head 6 m.25 m3/det : H = 15 meter : Minimum 65 % : Cast Iron (ASTM A 48. Pompa-pompa tersebut diadakan dan dipasang pada rumah pompa sebagai berikut 1. 10 m “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-77 . total Head 15 m. Spesifikasi Teknik Pompa Lumpur Spesifikasi teknik masing-masing pompa seperti yang diuraikan sebagai bertikut : a. Lingkup Pekerjaan Pekerjaan ini meliputi Pengadaan & Pemasangan Instalasi Pompa berikut kelengkapannya dan alat bantu yang diperlukan. Elektromotor : Type Service Factor Standard Desaign Insulation class Efficiency IP Daya/tegangan Kabel submersible : Totally Enclosed Submersible : 1. Jenis dari Pompa-pompa yang akan diadakan harus dari jenis Submersible untuk aplikasi penanggulangan dan pengendalian banjir dan pernah teruji beroperasi dengan baik dan pernah terpasang di Indonesia dengan kapasitas minimum sama dengan atau lebih besar dari pompa yang akan diadakan. PERSYARATAN TEKNIS PELAKSANAAN DAN PENYELESAIAN PEKERJAAN INSTALASI POMPA AIR 1. CL 30) b. Pompa Lumpur Type Kapasitas Total Head Efficiency Material bodi pompa Material poros pompa Konstruksi Pemasangan : Submersible Sludge Pump : Q=15 m3/min atau Q=0. 3 phase : min.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN b. 2. 2. Kontraktor harus memintakan ijin-ijin yang mungkin diperlukan untuk menjalankan instalasi yang dinyatakan dalam spesifikasi ini atas tanggungan sendiri kepada berwenang yang terkait dengan pekerjaan ini (PLN. DEPNAKER). T. Pompa Lumpur dengan kapasitas 250 l/detik. CL 30) : Stainless steel (ASTM A 276. 50 Hz.

Material Propeller/impeller .10 : NEMA-Design B : Submersible Drainage Pump. : H= 6 Meter : ISO 2548 : min 80 % : Aluminium Bronze (ASTM B 148.Kapasitas .Sensor Seal Leakage jenis elektroda : Cat tahan karat (Epoxy Coafing) : Cast Iron (ASTM A 48. Elektromotor: .Material poros pompa b. Panel Control: Jenis : Free Standing (berdiri) Tebal Plat : 2 mm Tebal panel : 800 mm Finishing : anti karat Power Coating RAL 7032 dicat dengan warna yang ditentukan oleh pengawas.Standar Pengujian . tergantung daripada macam/Type Panel. - - 3. 410) “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-78 .78) : Cast iron (ASTM A 48.Type . Sistem Proteksi Lapisan pelindung Material bodi pompa : .Sensor thermal protector jenis bi-metal . Spesifikasi Teknis Pompa Banjir a. Fungsi Kontrol : Masing-masing kontrol Panel harus dapat mengontrol pompa-pompa yang terpasang seperti yang disebutkan dalam item 3.1 Pasangan panel : Pasangan panel sedemikian rupa sehingga setiap peralatan dalam penel dengan mudah masih dapat dijangkau. CL 30) Pipa buang : Diameter Tebal pipa Coating : 300 mm : 9 mm : Cat anti karat (Bituminous 300 micron) d. CL 30) : Stainless Steel (ASTM A 276.Service Factor . bila dibutuhkan tambahan atas/ pondasi/ penumpu/ penggantung maka Pemborong harus menyediakan dan memasangnya sekalipun tidak tertera dalam gambar.Efisiensi .17. Pompa .Total Haed . : Q=90 m3/min atau Q=1.Material bodi pompa .Standard Design : Totally Enclosed Submersible : 1.Type .PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN c.50 m3/det.

(Seperti yang terlihat dalam gambar) : 1100 .Sensor Seai Leakage type elektroda . Perhitungan Head dan Power Pompa Total head adalah hasil penjumlahan antara “Static Head” dan “Total Head Loss” yang terjadi. Pompa yang dipasok harus merupakan pompa baru dan bukan pompa bekas yang telah diperbaharui (re-build).PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN . 3 Phase.Triple compression sealing. Desain dari pompa yang akan dipasok harus “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-79 .1200 mm (disesuaikan dg produk pompa) .Insulation Class .Diameter Pipa Buang : 900 mm .Kabel Submersibel :F : 68 : 130 KW. Total Head pompa yang diperlukan : seperti yang diuraikan c. : . tahan terhadap lingkungan yang korosif dan tahan terhadap gesekan material yang halus seperti lumpur.Elbow/bend : 2 X 45 .Sistim Pendingin .Diameter Pipa Kolom .Lapisan Pelindung . : . Kapasitas pekerjaan-unit pompa : seperti yang diuraikan b.Daya Tegangan . 380 Vollt. Elevasi muka air (Seperti yang Terlihat dalam gambar) 2.Sensor Bearing temperature PT-100 : Cat tahan karat (epoxy coating) : Cast iron (ASTM A48. : Pendinginan dilakukan dengan cara mendinginkan selubung motor dengan menggunakan air yang lewat pada saat pompa beroperasi.Tebal Pipa : 11 mm . Pipa Kolom. .Type RNCT .Coating : Cat anti karat (Bituminus tebal 300 micron) Jenis pompa air yang harus diadakan/dipasok adalah jenis pompa air celup (submersible pump). dimana dalam pengoperasiannya keseluruhan bagian dari unit pompa tersebut akan terendam didalam air oleh karena itu material konstruksi dari pompa harus terbuat dari jenis material yang tahan terhadap pengerusakkan yang disebabkan oleh zat-zat yang terkandung dalam air.Sensor Thermai Protector Type PT-100 .Sensor Moisture Type elektroda .IP .Rubber bush with grommet.Material bodi motor .Sistem Proteks . Kondisi Desain a. CL 30) c. Secara terperinci spesifikasi pompa yang disyaratkan adalah : 1.

4. Poros Pompa Poros Pompa harus menyatu dengann motor penggeraknya. Penawar harus membuat dan menyajikan perhitungan rugi-rugi (head loss) dan daya yang dibutuhkan untuk pompa yang ditawarkan tersebut menggunakan formula “Darcy” dengan asumsi kehilangan tinggi pada screen sebesar 0. dengan perkataan lain harus terbuat dari Aluminium Bronze dengan spesifikasi komposisi materialnya setara ASTM AB148.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN mempunyai efisiensi yang terbaik (maksimum) pada kondisi titik kerja (duty point) dari pompa tersebut. atau dengan perkataan lain merupakan satu bentuk kesatuan antara poros untuk propeler/impeler dengan motor. Bahan poros pompa harus terbuat dari bahan yang tahan korotif serta mampu menahan torsi motor penggerak dengan propeler/impeler pompa sesuai dengan tegangan kerja tanpa adanya defleksi yang dapat mengakibatkan poros menjadi rusak atau terpuntir. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-80 . Tingkat ketelitian poros baik terhadap propeler/impeler atau terhadap bantalan dudukan harus cukup tinggi sehingga ketidakseimbangan (unbalance) pada saat pompa dioperasikan (poros berputar) dapat dihindari.958 Jumlah Baling-baling : 4 buah Free Passege : 100 mm 5. Spesifikasi teknis propeler/impeler Material : Aluminium Bronze ASTM AB148.1 m. Ketentuan Material Pompa Selubung pompa (Pump Body) Bahan untuk selubung pompa harus terbuat dari bahan besi cor (cast iron) dengan spesifikasi komposisi dari meterialnya stara ASTM A48 CL30 atau dengan kelas (grade) yang lebih tinggi serta harus mempunyai permukaan cor yang sempurna atau telah melalui proses dengan mesin (maching) pada bagian dalamnya sehingga kerja pompa dan efisiensinya menjadi baik. 3. Propeler/Impeler Bahan untuk bagian propeler/impeler harus terbuat dari bahan yang ulet dan tahan korosif. Hasil pengecoran tersebut harus bebas dari keropos dan retak serta cacat yang lain akibat dari proses pengecoran dan machining tersebut. Celah antara propeler/impeler dengan selubung pompa pada bagian sisi hisap harus memiliki ketelitian yang tinggi yang dimaksudkan agar dengan presisinya celah tersebut dapat diharapkan efisiensi pompa menjadi lebih baik. 198 atau dengan grade yang lebih tinggi.

6. CL30 Lapisan pelindung : Cat tahan karat (epoxy coating) Kabel Elektromotor Kabel pada elektromotor menggunakan jenis “Submersible Cable” dengan spesifikasi sebagai berikut : Type : RNCT Kind of Insulation :F Kind of sealing of lead cable : Triple compression sealing Type of Installation : Rubber bush with Grommet 7. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-81 . Sistem Proteksi : . Dilengkapi stopper guard pada bagian sole plate.Sensor kelembaban (Moisture) .Sensor panas (thermal) pada tiap fasanya .Bearing Sensor Material Casing : Cast Iron : ASTM A48. atau untuk bahan stainless steel gradenya setara dengan ASTM A276. Ketebalan dari plat baja yang akan dipakai untuk membuat kolom pipa tidak boleh kurang dari 11 mm Diameter dalam dari pipa kolom untuk pompa kap 1500 l/detik adalah 1100 mm.15 Design Standard : NEMA-Design B.Sensor kebocoran seal (Seal leakage) . Spesifikasi Teknis Panel Kontrol Panel kontrol pompa yang terpasang pada tiap-tiap lokasi harus dapat mengoperasikan semua pompa yang terpasang pada masing-masing rumah pompa seperti yang dijelaskan dalam item 3. IP68 Tegangan : 380 Volt.17. Pipa Kolom Material harus terbuat dari steel plate setara ASTM A36 dengan dilapisi cat dari bahan coal tar epoxy coating pada bagian permukannya. 410 atau SUS 410.1. Elektromotor Penggerak pompa (pump driven) menggunakan elektromotor type “submerged electromotor” dengan spesifikasi sebagai berikut : Type : “Totally enclosed sumersible type” Insulation Class :F Service Factor : 1.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN Standard poros yang digunakan harus terbuat dari baja tahan karat atau grade yang lebih tinggi. 3 fasa. 8. Konstruksi pipa kolom adalah rolled steel fabricated dengan discharge elbow mempunyai bentuk lengkung yang baik (smooth) pada bagian dalam sehingga diharapkan dapat mengurangi nilai dari kerugian. 50 Hz Sistem Pendingin :Pendinginan dilakukan dengan cara mendinginkan selubung motor (motor casing) dengan menggunakan air yang lewat pada saat pompa beroperasi.

1. akan tetapi kerjanya masih tergantung dari batas ketinggian air pada kolam hisap. Pada bagian sisi luar dari panel kontrol pompa ini minimal harus dilengkapi dengan peralatan monitoring lainnya antara lain : • • Ampere meter untuk masing-masing phasa dari sumber daya Ampere meter untuk masing-masing pompa “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-82 .Sensor Temperatur Bearing yang merupakan jenis PT-100Ω .Kapasitor Bank otomatis Panel kontrol dilengkapi dengan peralatan pemantau dan pengaman gangguan pada pompa (monitoring and protection equipment) yang dapat menerima sinyal gangguan dari peralatan deteksi (sensor) gangguan yang dimiliki oleh masing-masing pompa celup yaitu sebagai berikut : .Tegangan terlalu rendah dan beban lebih (undervolt/overvolt) .Tahanan isolasi motor (isolation resistance) .Sensor Kelembaban yang merupakan jenis elektroda Panel kontrol pompa ini harus dilengkapi dengan perlengkapan yang dapat melakukan beberapa macam cara mengoperasikan (operation mode) untuk kedua pompa tersebut yaitu : Cara Otomatis (Automatic mode) • Seluruh pompa beroperasi dan berhenti secara otomatis tergantung dari batas ketinggian air dalam kolam hisap (suction folder) - Cara manual (Manual mode) • Masing-masing pompa dapat dioperasikan atau dihentikan hanya dengan cara menekan tombol On-Off.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN Dengan daya motor yang tidak lebih dari seperti yang dijelaskan di item 3. - Cara darurat (by-pass/emergency mode) • Masing-masing pompa dapat dioperasikan atau dihentikan hanya dengan cara menekan tombol On-Off. Panel kontrol dilengkapi dengan unit pengendali (control unit) gangguan yang minimal dapat mendeteksi gangguan-gangguan sebagai berikut : .Arus tidak seimbang (current unbalance) .Gangguan pembumian (ground failure) .Sensor Temperatur Stator yang merupakan jenis PT-100Ω . Seluruh pompa pada saat akan dioperasikan (start) harus menggunakan peralatan “Soft Starter” yang terpasang didalam panel kontrol. akan tetapi kerjanya tidak tergantung dari batas ketinggian air pada kolam hisap.17.Beban terlalu rendah dan beban lebih (underload/overload) .Sensor kebocoran yang merupakan jenis Floating Switch .Putaran motor terbalik (phase sequence) .

3. kepala kolom. Kontraktor harus merencanakn jadwal pemeriksaan dan pengujian untuk mendapat persetujuan dari konsultan pengawas atau Direksi. Pipa-pipa tidak boleh menembus kolom. 4. Sebelum melaksanakan pengujian. Testing dan Commisioning a. 5.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN • • • • • • • • • Voltmeter. tanpa mendapat ijin tertulis dari Konsultan pengawas atau Direksi. Kelengkapan lain dari panel kontrol pompa yang harus disertakan pada saat memasok panel kontrol ini adalah : • Sensor ketinggian permukaan air berbentuk batang yang terbuat dari bahan logam anti karat (stainless steel) dan dipasang pada kolam hisap lengkap dengan pipa pelindung terhadap kotoran atau sampah. atau balok. Seluruh sistem dan pekerjaan intalasi harus diperiksa. Gambar-gambar pemasangan instalasi secara detail harus dibuat oleh Kontraktor sebelum melaksanakan pekerjaan pemasangan pipa. dan apabila perlu harus melakukan pembobokan/penambalan tanpa biaya tambahan. b. Kilowatt meter dan Frekuensi meter Indikator penunjuk ketinggian permukaan air (water level indicator) Indikator penunjuk gangguan (Alarm indicator) Indikator penunjuk kerja pompa (Pump indicator) Saklar pemilih model operasi (operation mode selctor switch) Tombol Start dan stop pompa Tombol Stop untuk sirine gangguan (horn) Tombol untuk pengujian lampu indicator (test light) Tombol untuk pengujian sirine gangguan (test horn) • Tombol “reset” gangguan. diteliti dan diuji dengan baik sebelum diserahkan dan pelaksanaanya harus “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-83 . 2. Kontraktor bertanggung jawab atas ukuran (dimensi) dan lokasi lubanglubang tersebut. Pompa harus dipasang sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan oleh pabrik. 4. dengan melengkapi gambar-gambar shop drawing yang telah disetujui terlebih dahulu oleh Konsultan Pengawas atau Direksi. Kontraktor berkewajiban mengajukan ijin pemasangan pompa driange dan instalasinya sebelum pekerjaan dilaksanakan. Pekerjaan Pemasangan Pompa 1. 9. Hal ini harus diketahui dengan tepat letak/ukuran lubang pada dinding dan lantai yang diperlukan untuk lewatnya pipa-pipa.

Pihak Pemilik proyek harus sudah menyiapkan petugas/teknisi yang akan dilatih untuk keperluan ini. f.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN menyertakan pengawas dan bila perlu dengan petugas dari instansi terkait yang berwenang. Surat keterangan dari luar pabrik tidak diakui kebenarannya. maka Kontraktor harus mengganti bagian atau bahan yang rusak. b. c. Kontraktor diwajibkan membuat atau menyerahkan : 1. Gambar-gambar pemasangan instalasi secara detail harus dibuat oleh Kontraktor sebelum melaksanakan pekerjaan pemasangan. Peralatan yang disuplai harus ditest oleh Petugas Pabrik/ agen dengan prosedur/ketentuan test yangsudah baku. 6. Sertifikat uji dari pabrik pembuatnya (Factory Teest Certificate) 2. Sertifikat garansi dari pabrik pembuatnya 3. Sesudah pengujian selesai Kontraktor diwajibkan mengadakan pelatihan untuk petugas pengelola yang ditunjuk sampai petugas tersebut dianggap cukup mahir menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan. d. dengan melengkapi gambar-gambar shop drawing yang telah disetujui terlebih dahulu oleh Konsultan Pengawas atau Direksi. Seluruh biaya untuk pengujian tersebut menjadi tanggung jawab Kontraktor. Certificate Country of Origin “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-84 . Pelatihan untuk teknisi dilaksanakan oleh Kontraktor dan dilaksanakan sejak mulai pemasangan peralatan. e. Kontraktor berkewajiban mengajukan ijin pelaksanaan pekerjaan pemasangan sebelum pekerjaan dilaksanakan. c. Pelatihan secara keseluruhan sistem akan dilaksanakan bila pekerjaan instalasi telah selesai dikerjakan dan ditest. Pemeriksaan dan Pengujian a. 5. Peralatan yang disuplai ini harus disertai dengan test certificate yang asli dari pabrik pembuat dan surat keterangan lain yang mendukung pengesahan barang dari pabrik pembuat. b. Kontraktor tertanggung jawab atas ukuran (dimensi) dan apabila perlu Kontraktor harus melakukan pembaikan-perbaikan/penyempurnaanpenyempurnaan tanpa biaya tambahan. d. Apabila pada waktu pemeriksaan atau pengujian ternyata ada kerusakan atau kegagalan dari bagian instalasi. c. g. Seluruh sistem pemipaan harus diuji dan tidak boleh ada kebocoran. tersebut tanpa dipungut biaya dan pengujian dilakukan lagi sampai berhasil dengan baik. Pekerjaan Pemasangan a.

Jaminan/garansi peralataan yang disuplai Kontraktor diatur dalam perjanjian tersendiri antara Kontraktor dan Pemilik. Lain-lain a. Masa pemeliharaan untuk seluruh Pekerjaan instalasi dan pemasangan ditetapkan selama 4 tahun setelah barang diserahkan kepada Pemilik/Pengawas dan disesuaikan dengan masa pemeliharaan pekerjaan Sipil/arsitektur. 7. harus disediakan oleh Kontraktor. Kontraktor harus memintakan ijin-ijin yang mungkin diperlukan untuk menjalankan instalasi yang dinyatakan dalam spesifikasi ini atas tanggungan/biaya Kontraktor kepada instansi berwenang yang terkait dengan Pekerjaan ini. Pemilik harus dibebaskan dari segala bentuk pembayaran akibat segala kerusakan pada pemakaian normal untuk waktu 1 tahun setelah pengesahan penyerahan pekerjaan. Daichi atau setara di rumah pompa dengan kapasitas pengangkatan minimal 5 ton dengan jenis Single Girder.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN 4. 8. 9. Peralatan-peralatan tambahan yang diperlukan. baru tanpa cacat dan garansi penuh. Peralatan yang disuplai harus diserahkan dalam kondisi baik. Buku petunjuk untuk pengoperasian dan pemeliharaan selanjutnya. Dalam masa pemeliharaan apabila ditemukan instalasi yang rusak atau berfungsi kurang baik maka Kontraktor harus segera memperbaiki atau mengganti peralatan tersebut sampai dapat berfungsi dengan baik. walaupun tidak digambarkan atau disebutkan dalam spesifikasi ini. Manual Overhead Travelling Crane Pekerjaan ini meliputi pengadaan dan pemasangan satu (1) unit manual overhead travelling crane merk Kone. Jaminan dan Masa Pemeliharaan a. Spesifikasi teknik overhead crane adalah sebagai berikut : “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-85 . b. b. e. d. Span dan panjang untuk travelling disesuaikan dengan ukuran rumah pompa. sehingga instalasi dapat bekerja dengan baik dan dapat dipertanggung jawabkan tanpa tambahan biaya. c. Jaminan pekerjaan instalasi dan peralatan yang disuplai Kontraktor termasuk material instalasi/pemipaan menjadi tanggung jawab Kontraktor.

PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN

No. 1. 2. 3. 4. 5. 6.

Uraian Kapasitas Lift Span Lenght Type Operasional a. Lift b. Travelling 5 ton 5m Sesuai jarak kolom Sesuai jarak kolom Manual Manual

10. Genset 1. Lingkup Pekerjaan Lingkup pekerjaan meliputi pengadaan Genset 650 KVA yang memenuhi spesifikasi sebagai berikut : a. Genset yang diperlukan adalah jenis continuous dengan out put minimal 520 kW / 650 kVA. b. Genset yang diperlukan adalah Genset type silent 650 KVA. c. Genset yang dimaksud dilengkapi dengan sound proofing, tingkat
kebisingan 75 dB @ 7 m.

d. Genset yang dimaksud dioperasikan secara single atau pararel didalam ruangan 27 derajad celcius / 60 RH diiklim tropis (tropical). e. Genset yang handal, mudah dioperasikan, efisien biaya perawatan, kondisi purna jual terjamin. f. Engine : 1). Spesifikasi : Engine data Manufacturer / Model : Cylinder Arrangement : Displacement : Bore and Stroke : Compression ratio : 16 : 1 Rated RPM : 1500 Rpm Piston Speed : Max. Prime Power at rated RPM : Min. 110% dari 520kW Frequency regulation, steady state : +/-0. 5% BMEP : Governor : type : Elec Exhaust system Exhaust as flow Exhaust temperature Max back pressure

: : 450 – 500°C : 450 – 550mm

“ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “

VI-86

PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN

Fuel system 110% (Stand By power ) 100% (of the Prime Power) 75% (of the Prime Power) 50% (of the Prime Power) Total fuel flow Coolant system Radiator & engine capacity Max water temperature Outlet water temperature Fan power Fan air flow Available restriction on air flow Type of coolant Thermostat

: : : : :

155 – 165L/h 140 – 150L/h 103 – 113L/h 68.5 – 77.5L/h 420 – 460L/h

: : : : : : : :

95 – 97°C 90 – 95°C 70-90 °C

2). Spesifikasi tambahan Engine dan Radiator

: : Heat shield protection Oil drain extention Heavy duty air filter Lube oil drain pump Radiator core guard Battery charger : Anti condensation heater : Paralleling system Remote annunciator Oil temperatur shutdown Key start panel : Residential silencer Critical cilencer Frexible exhaust conn. : Daily tank dengan kapasitas minimum 250 liter. Water separator fuel filter

Alternator Control panel

Exhaust

Fuel

g. Alternator : 1). Spesifikasi : Manufacturer Alternator Model/Series Power Rated Voltage / Frequency (Hz) Power Factor (Cos Phi) Ration Speed

: : : : :

520kW / 650 kVA 380 V, 3 Phase / 50 0.8 1500 Rpm VI-87

“ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “

PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN

Voltage Regulation 0 to 100% load Voltage Regulation Insulation : Class, temperature rise Over speed Altitude Total Harmonics (TGH/THC) Wave form: NEMA =TIF-TGH/THC Recovery time 2. Persyaratan Teknik

: : : : : : : :

± 1% IP 21 drip proof. H/H 2250 RPM < 1000 m < 4% < 50 400 – 600 ms

Spesifikasi Komponen Komponen/spare part : Standar dari manufakturer atau yang disetujui oleh Pengguna Barang/Jasa. Pengetesan a. Penyedia Barang/Jasa wajib menyelenggarakan tes kinerja untuk peralatan utama Genset type silent 650 KVA, panel dan lain-lain yang dilakukan oleh penyedia barang/jasa. b. Setiap hasil test/pengujian harus mendapat persetujuan dari pihak pengguna jasa & konsultan. c. Setiap ada ketidak sesuaian antara pengetesan dengan desain, Penyedia Barang/Jasa harus melakukan konsultasi dengan pihak pengguna jasa & konsultan. Sertifikat Penyedia Barang/Jasa diwajibkan membuat atau menyerahkan : a. Sertifikat uji dari pabrik pembuat (Factory Test Certificate) b. Sertifikat garansi dari pabrik pembuat c. Sertifikat Country Origin. U. PEKERJAAN BETON PRECAST PRESTRESS 1. Persyaratan yang berkenaan dengan beton pada umumnya harus diperhatikan dalam hal pekerjaan beton Prestress. 2. Yang termasuk dalam beton Prestress ini terbatas pada seluruh detail yang ditunjukkan dalam gambar : - Concrete Sheet Pile / Flat Sheet Pile - Tiang Pancang / Concrete Pile 3. Beton Prestress untuk Concrete Sheet Pile / Flat Sheet Pile dan Concrete Pile harus dibuat oleh pabrikan yang memiliki Quality System atau jaminan kualitas dan atau telah memiliki sertifikasi ISO. 4. Sebagai syarat diterimanya beton precast pihak Penyedia Barang / Jasa diwajibkan mengundang pihak Pengguna Barang / Jasa untuk melakukan inspeksi setiap tahapan pelaksanaan pabrikasi. Pihak

“ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “

VI-88

Gambar shop drawing lengkap dengan bentuk kait yang akan ditanam dalam beton. Pintu air yang didesain dan dipabrikasi harus memenuhi standar yang telah ditentukan dalam dokumen tender ini. V. PEKERJAAN PINTU AIR 1. Finishing Pintu air harus dicoating anti karat. Penggunaan komponen-komponen dalam pelaksanaan pekerjaan harus mengikuti pedoman atau petunjuk dari pabrik yang memproduksinya. yang ditunjukan dari hasil uji tekan silinder dan disetujui Direksi. IX atau standar yang telah ditentukan dalam dokumen tender ini. Mengangkat. Setiap unit Pintu air diperlengkapi dengan kait angkut (lifting lag) pada sisi-sisinya. 5. Apabila tidak ditunjukkan secara spesifik dalam gambar. Pengelasan Pintu air merujuk pada ASME Sec. mudah dioperasikan dan efisien biaya perawatan. Pintu air yang handal. Perhitungan dan gambar desain Pintu air diajukan ke Pengguna Jasa atau Konsultan Perencana untuk informasi. Panjang dan lebar Pintu air disesuaikan dengan gambar perencanaan. b. kontraktor harus mengusulkan dalam waktu 7 hari sebelum pelaksanaan dimulai. Kontraktor harus mengetahui cara mengangkat dan memuat. c. Material yang digunakan adalah plat SS 400 atau SS 41. j. g. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-89 . Pintu air yang diperlukan adalah Pintu air yang dapat menerima beban tekanan air setinggi 4 m dengan berbagai posisi. d. Unit beton pracetak baru boleh diangkat dan dipasang pada pekerjaan permanen setelah kekuatan mencapai kekuatan karakteristik yang disyaratkan. membongkar dan menumpuk seluruh unit beton Prestress dan menyerahkannya untuk disetujui Direksi. h. Ketebalan plat minimum 12 mm dan faktor korosi harus dimasukkan ke dalam perhitungan ketebalan minimum spesifik. PERSYARATAN TEKNIK Spesifikasi Komponen Komponen/spare part : Standar dari manufakturer atau yang disetujui oleh Pengguna Barang/Jasa. f. 2. e. i. Kelalaian dalam hal ini merupakan tanggung jawab Penyedia Barang/Jasa. Type Pintu air adalah elektrik dengan beban pemberat sebagai peringan beban pada saat pintu dibuka/ditutup.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN Pengguna Barang / Jasa akan menolak jika mutu dari pabrikan tidak sesuai mutu dan spesifikasi teknis. Unit beton Prestress harus diangkat pada titik-titik pengangkatan yang ditentukan dalam gambar kerja. LINGKUP PEKERJAAN Lingkup pekerjaan meliputi Pengadaan dan pemasangan pintu air yang memenuhi spesifikasi sebagai berikut : a.

Sertifikat material/plat yang digunakan. b. Penyedia Barang/Jasa wajib menyelenggarakan tes. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-90 . Hasil test/pengujian harus mendapat persetujuan dari pihak pengguna jasa & konsultan pengawas. Sertifikat tenaga kerja/tenaga ahli las yang diperkerjakan dan masih berlaku saat pelaksanaan pekerjaan ini. Sertifikat Penyedia Barang/Jasa diwajibkan membuat atau menyerahkan : a. b.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN Pengetesan a.

.......... 11........................................................ 3............................................. Photo Dokumentasi .. 5............... VI-2 Satuan Ukuran ......... VI-3 Gambar–Gambar Dan Ukuran ............ ................ VI-16 Jalan Kerja .......................................... 12.......................................................................................................................................... 10............. VI-2 Pekerjaan Dan Bahan Bahan Yang Termasuk Didalam Harga Satuan.................... Pekerjaan Tanah ........................................................................................................ VI-16 1............................. Umum .......................................................................................................................... 6.................................................................................... 9................................................................................. VI-17 Pengeringan Atau “Coffering Dan Dewatering” .. 2................... VI-5 Kewajiban Kontraktor Untuk Material Yang Diselamatkan Dan Struktural Yang Ada ........... VI-7 Pengukuran ....................................................... VI-4 Pembongkaran Struktur Yang Ada .......................................................... VI-20 Penurapan Dan Perlindungan ............................................................. VI-6 Prosedur Pembongkaran........................... VI-1 Rencana Kerja.... VI-1 1........................... VI-20 Pengendalian Air .......... 3. VI-6 Pemindahan Dari Material Bongkaran ............................................... 8......................................................... VI-2 Laporan................................................... .......................... Pembersih Lapangan ........................ 6... VI-11 Papan Nama Proyek ......... Lingkup Pekerjaan ........... Sarana Penunjang Pekerjaan ........................................................................ VI-7 1................................................................................. VI-5 Pengaturan Pembuangan Sisa-Sisa ..... 3.............................. 2.................... VI-18 D........ VI-19 Penyelidikan Lapangan .......................... 16...................... VI-3 Wilayah Kerja ... 5..................................................... 18......................................................................................................................................................................... VI-3 Bahan-Bahan Dan Mutu Pekerjaan ............ 14............................................. VI-21 “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ i ........................................ VI-2 Tenaga Kerja ................... 13.......................................................... 15........................................................................................................................................................................................................................... 4............................................................................................... 4.............................................PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN BAB VI SPESIFIKASI TEKNIS DA FTAR ISI A............................ 6..... Data Proyek .......................................................... VI-10 Pengaturan Lalu Lintas................ 2...................................................................................................................... VI-1 Tanggung Jawab Kontraktor ............. VI-4 Pelaksanaan Pekerjaan Dalam Keadaan Kering .................. 2........................................................................ VI-7 Pematokan Dan Bouwplank ....... 4......... VI-1 Tempat Kerja ........................................................................................... VI-2 Perintah Untuk Pelaksanaan ...... VI-19 1.......................................................... 7............................ VI-9 Mobilisasi.......................................................... 8... 3..................................................... 5................. VI-20 Pekerjaan Galian . VI-9 Kantor Lapangan/ Ruangan Direksi ................. 17......... VI-20 Ijin Kerja .... Pekerjaan Persiapan ................................... VI-6 B....................................... 7... VI-12 Gambar-Gambar Yang Harus Dipersiapkan Oleh Kontraktor............................... VI-13 C......................................................

........ VI-33 Rencana Campuran Beton ...... 3................................................ VI-27 Persyaratan Bahan ............................................ VI-27 Umum .......................................... VI-23 Pengurugan Kembali Pada Bangunan-Bangunan Dan Pada Pekerjaan Pasangan Batu ....................................... VI-39 Beton Ready Mix ............................................................... E............... VI-25 Kelebihan Galian Dan Pembuangan Sisa Galian ...... VI-48 “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ ii ............................................................................................................................................................... Lingkup Pekerjaan ............................................................... VI-44 G.......................................................................... E....... VI-26 Pekerjaan Akhir Pasangan Batu .................... 2..................... VI-25 Syarat-Syarat Pelaksanaan .................................................... 3.................................................. VI-34 Persyaratan Pelaksanaan ................ 2.......... F................. VI-44 1....... 1................................................................... VI-25 Pembuatan Lubang Suling-Suling ........................ 9..................................................... G.................................................... 2.......... 5................................................................................................ VI-48 Lingkup Pekerjaan .. 6........................................................................................................................................................... VI-36 Siar-Siar Konstruksi ........................................................... VI-36 Pembuatan Bekisting.... VI-34 Pengadukan Beton ............. VI-47 Lingkup Pekerjaan ................................................................................................................. VI-45 Syarat-Syarat Pelaksanaan ... I.......................................................... C.................. 7.................. VI-29 Pencampuran Bahan ..................................... VI-26 Pekerjaan Trucuk Kayu Gelam .................................................................................... 1............................................................................... 5.. 9....... VI-25 Pekerjaan Pondasi Batu Kali .... VI-48 Pekerjaan Cat Dinding Dan Langit-Langit Beton Exposed .................................................. VI-27 Pekerjaan Beton ......... VI-43 Perawatan (Curing) .......................................... VI-47 Syarat-Syarat Pelaksanaan .............................. VI-33 Contoh Campuran Beton ..................................... A........... VI-44 Persyaratan Bahan ...................... VI-46 Syarat-Syarat Pelaksanaan ................................................... Pekerjaan Plesteran ............................... VI-38 Kerusakan Pada Permukaan Bekisting ..................................... J. VI-33 Workability (Kelecakan Beton) .. VI-45 H................................... Pekerjaan Pasangan Dinding Bata....................................... 8........... 2............. F.................. 4............................................ 6........................... VI-46 1................................................ 2............................................................. Urugan Dan Timbunan Tanah ................................... VI-25 Syarat-Syarat Bahan .................................................................................................................................... VI-46 Persyaratan Bahan .......................................... 8... VI-38 Pengecoran Beton ........................ VI-25 Lingkup Pekerjaan ........... D.............................. 1............................................................... 1......................................PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN 7.................. VI-47 Persyaratan Bahan ..................................... 3............................................................. 4...................................... Ruang Lingkup Pekerjaan ............................ VI-37 Pembongkaran Bekisting...... 3........................................................................ B.............. VI-33 Batasan Rasio Campuran Air/Semen .................................................. VI-46 Pekerjaan Rabat Beton ....................................... 3.............................................

.............................................................. VI-54 O................................................ 3.................................................................. Pekerjaan Pemasangan Kaca ............................................................................................................................................................... L......... VI-54 Syarat-Syarat Bahan ..................................................................................... 7............................................... Persyaratan Umum ........... 2......................................... VI-55 Bahan .............................................................................................. Pekerjaan Pengecatan ............. VI-51 Lingkup Pekerjaan ............ VI-53 1............................... Pintu... VI-53 N....... Pengendalian Pekerjaan .......................................................................................................................................... VI-57 Spesifikasi Teknis .......................... Lingkup Pekerjaan ........................................................................... 3.................................................. 2............................................................................................................................ VI-52 Pengawetan/Perlindungan Kayu ........................................................................................................ 5........ VI-55 Q.................... 3.... VI-54 Memasang Dan Menggantung Pintu Dan Jendela ................................................................... VI-53 1...................................... VI-52 M....................................................................... Lingkup Pekerjaan ................................................... 3..PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN 2........................... Pekerjaan Kusen ............................................................. 2................................................................. 3.. VI-55 Pekerjaan Waterproofing ..... VI-55 Syarat-Syarat Pelaksanaan ................ 2................................... VI-53 Penyempurnaan (Finishing) ... Syarat-Syarat Bahan ..... 4............................... VI-54 1.......................... 3.................... 2....... VI-53 Syarat-Syarat Bahan .... VI-49 Syarat-Syarat Pelaksanaan ......................................... P....................................... VI-54 Pemasangan Kaca Pada Kusen Kayu ....................... Perlengkapan Kunci Dan Penggantung ............................... VI-48 K................... Pekerjaan Daun Pintu Panel .... VI-53 Syarat-Syarat Pelaksanaan ... Lingkup Pekerjaan ................. 1............. 3................................................. VI-55 Persyaratan Bahan ......................... 2................................... VI-52 Permukaan Luar ................................... VI-55 1..................................................... R................................. VI-55 Lingkup Pekerjaan ........ VI-54 Pekerjaan Kunci-Kunci Dan Alat Penggantung . VI-57 “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ iii .......................................................... VI-52 Pembuatan ........... VI-49 Persyaratan Bahan ....... 1................................................................................................................................ VI-49 1......................................... 2............................................................................................. Jendela.............................................. 6............. VI-50 Pekerjaan Kusen......................................... VI-51 Hal-Hal Umum ........... 4......................................................................... VI-51 Ukuran . VI-48 Syarat-Syarat Pelaksanaan ................... VI-51 Kualitas Dan Jenis Kayu........ VI-57 Spesifikasi Umum ................................. 2............................................... 1... Pekerjaan Lantai Keramik ................................................................................................... VI-56 Spesifikasi Pekerjaan Plumbing ...................

.................................................................................... U.......................................... VI-60 Skope Kontrak Pekerjaan . 10................................................. A...... 2....... VI-78 Elektromotor: .......... VI-78 Spesifikasi Teknis Pompa Banjir . Pekerjaan Beton Precast Prestress . Spesifikasi Pekerjaan Mekanikal & Elektrikal .................................... VI-83 Pekerjaan Pemasangan .......................................... VI-89 Lingkup Pekerjaan ......................... VI-78 Pompa ......................................................... 1...................................................... Error! Bookmark not defined.................................................... 11................................. Pekerjaan Pintu Air........... VI-84 Pemeriksaan Dan Pengujian ............................... VI-86 Lingkup Pekerjaan .................... VI-89 “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ iv .............................................................. 6...... 1........ C..................... VI-77 Lingkup Pekerjaan .....PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN S................................................................................................ B.......................................................................... VI-77 Pipa Buang : ........................................................ VI-78 Pipa Kolom................................................................................ VI-77 Spesifikasi Teknik Pompa Lumpur ........................................................................................................................ VI-61 Persyaratan Teknis Pelaksanaan Dan Penyelesaian Pekerjaan Instalasi Pompa Air ......................... VI-85 Lain-Lain....................... VI-60 Gambar-Gambar Pelaksanaan ................................................................. Gambar Dan Material ... VI-78 Panel Control: ........ 4............................. 2.. B... VI-77 Elektromotor : ............................... VI-88 Pekerjaan Sound Proofing...................................... D......................................................................... 8..... VI-60 Gambaran Umum ..................................................................................................... 1... VI-61 Hak Untuk Merubah Disain............................................................ (Seperti Yang Terlihat Dalam Gambar) .......................................................................................... VI-79 Testing Dan Commisioning ... A............... VI-86 Persyaratan Teknik .................................... VI-89 Persyaratan Teknik .................................................................................................... 7............................................... 6.. 9............................. C... 5.......................... VI-85 Manual Overhead Travelling Crane .................................................................................. 3............................ 1...... VI-88 V......... VI-61 Metode Pelaksanaan ................................................................ 3................................ VI-84 Jaminan Dan Masa Pemeliharaan .......................................... VI-60 Gambar Kontrak ................................................................. T........... VI-85 Genset .................................................................. 2.... VI-77 Pompa Lumpur .... 5................. 2............... 4.............................................................................................................................

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful