PENCARIAN AKAR PERSAMAAN NON LINIER

Dalam pertemuan ini, kita akan membahas tentang beberapa metode numerik yang dapat digunakan untuk menemukan akar-akar persamaan non-linier. Masalah yang akan kita bahas tersebut secara matematis dapat diterangkan sebagai pencarian harga – harga x sedemikian hingga memenuhi persamaan non-liner f (x )= 0. Contoh sederhana dari persamaan nonlinier adalah persamaan kuadratik yang berbentuk :

Solusi :

f ( x)  ax 2  bx  c  0  b  b 2  4ac x 2a

Persamaan diatas memberi kan akar-akar penyelesaian untuk fungsi aljabar f(x), yaitu nilai f(x) = 0.

alasan utama mengapa penyelesaian masalah pencarian akar persamaan nonlinier memerlukan pendekatan numerik.Persamaan non linier yang lain misalnya. Oleh sebab itu. Dalam kenyataannya. . akar-akar persamaan non linier tersebut tidak mudah untuk ditemukan secara analitik.

Ada beberapa metode yang akan digunakan dalam penyelesaian akar-akar persamaan: 1. * * * Bracketing methods Graphing method Bisection method False position Open methods One point iteration Newton-Raphson Secant method . * * * 2.

1 kg agar mempunyai kecepatan 40 m/det setelah jatuh bebas untuk waktu=10 det. Untuk mendapatkan akar-akar persamaan ini cukup dilakukan pengeplotan fungsi yang akan dicari akar persamaannya dalam ranah tertentu. dan percepatan yang disebabkan gravitasi adalah 9.Bracketing methods 1. Pernyataan masalah: Gunakan pendekatan grafis untuk menentukan koefisien hambatan c yang diperlukan oleh penerjun payung yang dinyatakan dalam persamaan: Dengan m=68. METODE GRAFIK Pencarian akar persamaan nonlinier dengan menggunakan metode grafik merupakan cara paling sederhana dibandingkan dengan metode numerik yang ada.8 m/det². Contoh 1. .

Dari hasil subsitusi didapatkan f(14.059 .Penyelesaian: Masalah ini dapat diselesaikan dengan cara menentukan akar-akar persamaan dengan memakai parameter t=10.059.8. yang sangat dekat dengan kecepatan jatuh 40m/det yang dikehendaki. Taksiran kasar didapatkan akar 14. Kebenaran itu dapat pula diperiksa dengan mensubsitusikan kedalam persamaan : Dari hasil subsitusi didapatkan nilai v = 40. v=40 dam m=68. didapatkan 25 20 15 10 5 0 -5 Titik-titik ini kemudian diplot.75. -10 4 6 8 10 12 14 16 18 20 Dari grafik dapat dilihat kurva memotong sumbu c antara titik 12 dan 16.1 35 30 Beragam nilai c disubsitusikan. yang hasil tersebut mendekati nol. g=9.75) = 0. Kebenaran dari taksiran grafis dapat diperiksa dengan mensubsitusikan kedalam fungsi f(c). .

x x f(x) f(x) Jika f(xl) dan f(xu) keduanya bertanda berbeda. maka didalam Selang tidak akan terdapat akar atau Terdapat akar sebanyak bil genap. x x . f(x) f(x) Jika f(xl) dan f(xu) keduanya Bertanda sama.Selain menyediakan terkaan kasar untuk akar. tafsiran grafis merupakan sarana penting untuk memahami sifat-sifat fungsi dan mengantisipasi kesukaran-kesukaran yang tersembunyi dari metode numerik. maka dalam Selang akan terdapat akar sebanyak Bil ganjil. Misalnya pada gambar dibawah memperlihatkan cara dimana akar dapat muncul dalam suatu selang yang ditentukan oleh batas bawah (xl) dan batas atas (xu).

Bisection Method(Metode Bagi Dua) • Memanfaatkan beda tanda dua nilai batas • f(xl)f(xu) < 0 dimana l=lower (batas bawah) dan u=upper (batas atas) • Secara umum jika f(x) bernilai riil dan kontinu dalam selang mulai dari xl sampai xu serta f(xl) dan f(xu) berlawanan tanda. maka paling sedikit terdapat satu akar riil antara xl dan xu. yakni. f(xl)f(xu) <0 .2. .

sehingga perubahan fungsi mencakup seluruh interval. Untuk memastikan Cek beda tanda nilai fungsi keduanya – f(xl)f(xu) < 0 • Perkirakan akar – xr = (xl + xu) / 2 • Tentukan interval berikut ada di subinterval atas atau subinterval bawah – f(xl)f(xr) < 0 then xu = xr RETURN – f(xl)f(xr) >0 then xl = xr RETURN – f(xl)f(xr) =0 then root equals xr – COMPLETE .Algorithm • Pilih xl bawah dan xu puncak taksiran untuk akar.

Metode Bagi Dua .

Contoh . Penyelesaian: Langkah pertama.517 f(xl)f(xu) > 0.067)(1.3%. artinya xl = xr = 14 Revisi taksiran akar selanjutnya: xr = (14+16) / 2 = 15 . dengan nilai sejati akar 14. Єt = ((Nilai Sejati – Aproksimasi(pendekatan akar)) / nilai sejati) 100% Langkah kedua.569) = 9. Dari gambar yang dihasilkan pada contoh 1 kita dapat melihat bahwa fungsi berubah tanda antara nilai 12 dan 16. Karenanya taksiran awal akar xr.1. terletak pada titik tengah selang. xr = (12+16) / 2 = 14 Taksiran ini menyatakan galat relatif sejati Єt=5.2 Metode Bagi Dua Pernyataan masalah: Gunakan metode bagi dua untuk memecahkan masalah yang sama yang didekati secara grafis pada contoh .7802. f(xl)f(xr) = (6. tentukan dua nilai bilangan yang memberikan nilai-nilai f(c) berbeda tanda.

. Proses dapat diulang untuk mendapatkan tafsiran yang lebih halus.5%.425) = -0.Galat relatif sejati sebesar Єt = -1.666 f(xl)f(xu) < 0. artinya xu = xr Taksiran akar untuk iterasi ketiga: Xr = (14+15) / 2 =14.9%. f(14)f(15) = (1.569)(-0.5 Yang menyatakan galat sebesar Єt = 1. Metode ini dapat diulang sampai hasil cukup cermat sesuai dengan yang dikehendaki.

.Kriteria Penghentian dan Taksiran Galat Metode dapat dilanjutkan agar dapat diperoleh suatu taksiran akar yang diperhalus. Pertanyaannya “Kapan metode tersebut dapat dihentikan atau iterasi dihentikan?” Untuk itu kita memerlukan hampiran galat relatif Єa. karena umumnya yang diperlukan adalah besarannya saja. Nilai mutlak digunakan. Bilamana |Єa| < Kriteria penghentian (Єs) yang ditentukan sebelumnya. maka komputasi dihentikan. |Єa| = | (xr(baru) – xr(lama)) / xr(baru) | 100% Dimana xr(baru)adalah akar untuk iterasi sekarang dan xr(lama) adalah akar dari iterasi sebelumnya.

5 x 10^2-n)% Penyelesaian: Hasil dari dua taksiran pertama dari akar untuk contoh. 3 Pernyataan masalah: Teruskan contoh.2 sampai galat aproksimasi jatuh dibawah kriteria berhenti Єs = 0.667% Jika ditabelkan: . menghasilkan : |Єa| = |(14-15)/15|100% = 6.2 adalah 14 dan 15.5% Єs=(0.Contoh. Subsitusi kedua nilai ini kedalam persamaan |Єa|.

3. Besaran f(xl) dan f(xu) tidak diperhitungkan. Misalkan nilai f(xl) lebih dekat ke nol daripada f(xu). kemungkinan besarnya akar lebih dekat ke xl daripada ke xu. Metode Posisi Palsu • Kekurangan Metode bagi dua adalah dalam membagi selang mulai dari xl sampai xu menjadi bagian yang sama. • Menghubungkan dua nilai batas dengan garis lurus • Mengganti kurva menjadi garis lurus memberikan “false position” • Mempercepat perkiraan .

kemudian menggantikan salah satu terkaan awal xl atau xu. . yang menghasilkan nilai fungsi yang bertanda sama dengan f(xr).next estimate. xr f(xu) Based on similar triangles xl xu f(xl) f  xl  f  xu   xr  xl xr  xu f  xu  xl  xu  xr  xu  f  xl   f  xu  Nilai xr yang dihitung dengan persamaan diatas.

.

f(xl) = 6. awali komputasi dengan terkaan xl = 12 dan xu = 16. f(xu)= -2.2688) ] = 14.0669 xu = 14.4 Pernyataan Masalah : Gunakan Metode Posisi Palsu untuk menentukan akar dari persamaan yang sama yang diberikan pada contoh.2543 (12-14.2 f(xl)f(xr) = -1. xl = 12.2688 (12-16) /6.2543 xr = 14. xr = xu (menjadi batas atas pada iterasi berikutnya).9113 f(xu) = -0.9113 – [ (-0.Contoh. f(xl) = 6.0669-(-0.0669-(-2.2543) ] = 14.2688 xr = 16 – [ (-2.0669 Xu=16.9113 Iterasi.1 Penyelesaian : Seperti pada contoh-contoh sebelumnya.7942 Tambahan iterasi dapat dilakukan sampai nilai yang dikehendaki. xl=12. Iterasi 1.5426 Oleh karena itu.9113) /6. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful