Tanah Merah Bagus Untuk Pengurukan

Pekerjaan menguruk bukanlah pekerjaan kecil dan sepele. Material yang digunakannya pun harus yang terbaik karena akan membantu dalam menopang bangunan di atasnya. Tidak sepenuhnya menopang, sih, karena tetap fungsi utama menopang bangunan terletak pada kekuatan pondasi dan struktur bangunan. Tetapi tetap saja, keduanya tidak akan berdiri kokok tanpa alas yang baik. Salah satu yang menjadi kriteria utama material pengurukan adalah tanah yang digunakan harus memiliki tingkat kepadatan yang baik. Dari sekian jenis tanah yang ada, tanah merah dianggap memiliki tingkat kepadatan tanah yang lebih baik dibanding tanah hitam. ―Dari bobot, kepadatan, maupun daya rekatnya, tanah merah ini lebih baik dibanding dengan tanah hitam,‖ terang Anton, penjual tanah merah di daerah BSD, Tangerang. Hanya saja, Anto menjelaskan agar fungsinya maksimal sebagai alas bangunan, tanah merah tidak dipadatkan dalam kondisi tanah basah. ―Kondisi tanah merah sebaiknya kering. Setelah tanah dimasukkan ke area urukan, lalu dipadatkan dengan alat,‖ terang Anto mengenai teknik pengerjaannya. Untuk harga tanah merah di pasaran sekitar Rp200.000-an. (Irfan Hidayat – irfan@tabloidrumah.com

Ketika kebutuhan akan ruang bertambah sementara lahan cekak. Inilah yang membuatnya jadi lebih ringan dibandingkan beton bertulang. pengerjaan dengan GRC ini lebih cepat dibandingkan menggunakan beton biasa. Dinding Gipsum Selain material untuk lantai. menerapkan teori ini pada rumah tinggalnya di kawasan Bintaro. dinding ini juga tidak kuat bila dipaku untuk digantungkan hiasan. Pelat Lantai GRC Untuk mendapatkan bobot yang tidak terlalu berat. Penambahan pondasi ini sebetulnya bisa dihindari. GRC (glassfiber reinforced cement) atau sering disebut beton ringan terbuat dari campuran semen. bahan yang bisa dihemat dari segi bobot adalah material untuk dinding. Serat ini menggantikan fungsi tulangan yang dibutuhkan pada beton biasa. proses pengerjaannya pun jauh lebih cepat karena panel langsung dipasang. Ini artinya adalah: biaya besar dan waktu pengerjaan lama. Selain itu. meningkat rumah bisa dilakukan tanpa perlu menambah perkuatan pondasi. Cuma apabila bangunan asal tidak disiapkan untuk 2 lantai. Biasanya pelat lantai ini dibuat dari beton bertulang. Selain lebih ringan. Arsitek yang cukup ramah ini meningkat rumah untuk mendapatkan 1 buah ruang tidur anak dan satu ruang kerja yang berada di depan kamar. Bila ingin memasang paku. pasir. Kamar ini menempati ruang attic (bawah atap) yang semula memang kosong. yang ditinggali bersama istrinya— Dita (41). satu-satunya cara adalah melakukan pengembangan vertikal. kan? . Ini karena GRC dijual dalam bentuk lembaran seukuran tripleks. dan serat (glassfiber). bagian tengahnya diisi bahan glasswool untuk peredam suara. harus pas di tempat tulangannya. tentunya ini bukan masalah.Meningkat Tanpa Menambah Pondasi Dengan material yang ringan. Tapi kalau kita tidak terlalu senang dengan hiasan dinding yang harus dipaku ke dinding. Kekurangan bahan ini untuk dinding adalah: ketika diketuk dinding akan berbunyi seperti dinding tripleks. Di sini digunakan dua lembar panel gipsum. Danang lebih memilih bahan gipsum. Ketimbang menggunakan bahan bata yang cukup berat. berarti pada saat akan meningkat kita harus memperkuat pondasi. Danang (44). Yang jelas. asal menggunakan material yang ringan. Danang menggunakan GRC setebal 15 mm dengan rangka kayu untuk pelat lantai.

Bila Anda ingin meningkat rumah dengan lebih praktis. NDY) . berkonsultasilah dengan produsen material yang bersangkutan. Yang perlu dicatat. (DEK / FOTO: TNR. mungkin cara ini bisa ditiru. ketika akan bereksperimen dengan sebuah material. supaya tidak timbul masalah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful