P. 1
Contoh Laporan Praktikum “Teknik Industri Dan Dasar Metode Penelitian ”Dalam Teknik Industri

Contoh Laporan Praktikum “Teknik Industri Dan Dasar Metode Penelitian ”Dalam Teknik Industri

|Views: 219|Likes:
Published by Rudini Mulya
Teknik Industri merupakan disiplin ilmu yang merupakan cabang dari Ilmu teknik, yang mencakup perkembangan, perbaikan dan implementasi ilmu-ilmu yang terintegrasi dari ilmu teknik, proses, informasi dan manajemen. Secara lengkap disebutkan (www.wikipedia.com):
Teknik Industri merupakan disiplin ilmu yang merupakan cabang dari Ilmu teknik, yang mencakup perkembangan, perbaikan dan implementasi ilmu-ilmu yang terintegrasi dari ilmu teknik, proses, informasi dan manajemen. Secara lengkap disebutkan (www.wikipedia.com):

More info:

Categories:Types, Research
Published by: Rudini Mulya on Jan 02, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/18/2014

pdf

text

original

Rudini Mulya_Praktikum Teknik Industri Universitas Mercu Buana

November 27, 2012

LAPORAN PRAKTIKUM
“TEKNIK INDUSTRI DAN DASAR METODE
PENELITIAN ”
Diajukan untuk Melengkapi Tugas Mata Kuliah Praktikum Metode penelitian Pada Program Studi Teknik Industri

Disusun Oleh : Kelompok VII Rudini mulya Herlian Saputra M.kasroniyanto Eza Efriza Paulus Fortunake Fake (41610010035) (41610010037) (41610010009) (41610010007) (41610010004)

PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS MERCU BUANA JAKARTA 2012
Diperiksa dan disetujui oleh :

Asisten Praktikum

Rudini Mulya,dkk 2012-Laporan Praktikum Metode Penelitian

1

Rudini Mulya_Praktikum Teknik Industri Universitas Mercu Buana

November 27, 2012

TEKNIK INDUSTRI DAN DASAR METODE PENELITIAN

Teknik Industri merupakan disiplin ilmu yang merupakan cabang dari Ilmu teknik, yang mencakup perkembangan, perbaikan dan implementasi ilmu-ilmu yang terintegrasi dari ilmu teknik, proses, informasi dan manajemen. lengkap disebutkan (www.wikipedia.com): Industrial engineer is a branch of engineering that concerns with the development, improvement, implementation and evaluation of integrated systems of people, money, knowledge, information, equipment, energy, material and process. It also deals with designing new prototypes to help save money and make the prototype better. Industrial engineering draws upon the principles and methods of engineering analysis and synthesis, as well as mathematical, physical and social sciences together with the principles and methods of engineering analysis and design to specify, predict and evaluate the results to be obtained from such systems. In lean manufacturing systems, Industrial engineers work to eliminate wastes of time, money, materials, energy, and other resources. di kutip dari http://en.wikipedia.org/wiki/Industrial_engineering Dari definisi diatas, saat akan melakukan penelitian berbasis konsep diatas, maka persoalan yang muncul adalah bagaimana membuat proposal penelitian teknik industri. Materi ini dibuat berdasarkan beberapa permasalahan yang muncul saat saya memberikan materi penelitian di teknik industri. Sebelum memperluas lingkup bahasan di kajian penelitian teknik industri, alangkah lebih baik bila lingkup kajian teknik industri ditelaah lebih dalam. Berikut adalah cuplikan lingkup kajian teknik industri yang diambil dari wikipedia : Industrial engineering is also known as operations management, management science, systems engineering, or manufacturing engineering; a distinction that seems to depend on the viewpoint or motives of the user. Recruiters or educational establishments use the names to differentiate themselves from others. In healthcare, for example, industrial engineers are more commonly known as management engineers or health systems engineers. Secara

Rudini Mulya,dkk 2012-Laporan Praktikum Metode Penelitian

2

Rudini Mulya_Praktikum Teknik Industri Universitas Mercu Buana

November 27, 2012

Informasi tersebut menunjukkan bahwa Teknik Industri dapat pula mencakup manajemen operasi, manajemen sains dan teknik manufaktur. Hal ini tergantung dari para user sesuai dengan bidang yang ditekuninya. Pada industri kesehatan, misalnya, teknik industry dikenal dengan manajemen industri kesehatan Selanjutnya Sritomo (2003:11) menyatakan bahwa teknik industri

adalah ilmu yang merancang proses pengelolaan manajemen dan dari proses produksi / operasional agar sistem produksi tersebut dqapat dilaksabakan dengan terencana, terorganisir dan terkendali. Sedangkan Metode penelitian adalah mata kuliah wajib yang harus diambil mahasiswa sebelum melakukan penelitian. Dasar adalah pondasi, fundamental

atau dalam buku kadang disebut dengan pendahuluan. Tetapi pendahuluan lebih mencerminkan sekedar pengantar yang tidak menggambar kontent yang akan diuraikan. Bagi para mahasiswa ini adalah mata kuliah wajib diambil sebelum melakukan penelitian atau tugas akhir.

Metode penelitian adalah disiplin ilmu yang membahas mengenai masalah statistika, konsep penelitian, cara penulisan dan penyajian penelitian. Disiplin

ilmu sangat penting untuk menunjang para mahasiswa dan peneliti dalam menggunakan mengaplikasikan ilmu dasar dan terapan yang telah ia terima selama ini, kemudian mengaplikasikannya dalam riset. Metode penelitian biasanya diajarkan menjelang semester akhir.

Mahasiswa Teknik Industri mempunyai kewajiban dalam mengambil kuliah ini sebelum melakukan penelitian atau melakukan Tugas Akhir / Skripsi. Dengan mempelajari metiode penelitian maka penelitian yang dilakukan mahasiswa diharapkan mempunyai kaidah ilmiah yang sistematis dan dapat

dipertanggungjwabkan, dalam menulis ksripsi.

Termasuk di dalamnya adalah

aplikasi statistika dalam penelitian dan penulisan kalimat yang baku sesuai dengan Kaidah Bahasa Indonesia dan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD).

Tugas Akhir atau skripsi merupakan karangan ilmiah yang berisi serangkaian hasil pemikiran yang diperoleh sesuai dengan sifat keilmuannya. Suatu karangan dari hasil penelitian, pengamatan, ataupun peninjauan dikatakan ilmiah jika memenuhi syarat sebagai berikut:

Rudini Mulya,dkk 2012-Laporan Praktikum Metode Penelitian

3

Rudini Mulya_Praktikum Teknik Industri Universitas Mercu Buana

November 27, 2012

1. Menulisnya berdasarikan hasil penelitian: 2. Pembahasan masalahnya objektif sesuai dengan fakta: 3. Karangan itu mengandung masalah yang sedang dicarikan

pemecahannya; 4. Baik dalam penyajian maupun dalam pemecahan masalah digunakan metode tertentu 5. Bahasa harus lengkap, terperinci, teratur, dan cermat, sesua dengan kaidah Bahasa Indonesia yang baik dan benar 6. Bahasa yang digunakan hendaklah benar, jelas, ringkas,dan tepat sehingga tidak terbuka kemungkinan bagi pembaca untuk salah tafsir.

Melihat pernyataan di atas, seorang penulis karangan ilmiah hendaklah memiliki keterampilan dan pengetahuan dalam bidang: 1. Masalah yang diteliti, 2. Metode penelitian, 3. Teknik menulis karangan ilmiah sesuai dengan Ejaan Yang

disempurnakan (EYD) 4. Penguasaan bahasa yang baik.

Karangan ilmiah dapat dibedakan berdasarkan tujuan menulisnya: 1. Makalah Makalah ditulis untuk disampaikan kepada kelompok tertentu dalam suatu pertemuan ilmiah, misalnya dalam seminar, simposium, lokakarya, konferensi atau kongres. Di samping itu makalah dapat juga ditulis untuk melengkapi tugas-tugas pada mata kuliah tertentu. 2. Artikel Artikel ditulis untuk pembaca tertentu, umpamanya untuk dimuat dalam majalah ilmiah. Jika artikel ini ditujukan untuk orang awam, biasanya penyajiannya secara populer dan dimuat pada surat kabar atau dalam majalah umum. 3. Skripsi, Tesis, dan Disertasi Ketiga jenis karangan ilmiah ini ditulis untuk memperoleh pengakuan tingkat kesarjanaan dalam suau perguruan tinggi. Skripsi ini di tulis untuk memperoleh gelar sarjana (S1), tesis untuk memperoleh gelar master (S2), dan disertai untuk memperoleh gelar doktor (S3). Istilah skripsi sering disebut istilah lain yaitu tugas akhir.

Rudini Mulya,dkk 2012-Laporan Praktikum Metode Penelitian

4

Rudini Mulya_Praktikum Teknik Industri Universitas Mercu Buana

November 27, 2012

4. Laporan Ilmiah Dalam dunia perusahaan dan instansi pemerintah, kegiatan menulis laporan memegang peranan penting karena tindakan selanjutnya diambil berdasarkan laporan yang diterima. Laporan itu ada yang ditulis dalam jangka waktu tertentu yang disebut laporan periodek, dan ada juga yang ditulis berdasarkan kebutuhan dan permintaan. Laporan ilmiah biasanya ditulis oleh staf ahli.

Menulis karya ilmiah harus menggunakan bahasa ragam resmi, sederhana, dan lugas, serta selalu digunakan untuk mengacu hal yang dibicarakan secara objektif. Bahan dalam karangan disebut ilmiah apabila lafal, kosa kata, peristilahan, tata kalimat, dan ejaan mengikuti bahasa yang telah ditetapkan sebagai pola atau acuan bagi komunikasi.resmi, baik tertulis maupun lisan. Dalam ragam bahasa tulis masih banyak siswa, mahasiswa, wartawan dan praktisi yang kurang memahami kaidah-kaidah ragam menulis ilmiah, sehingga sering menghambat kesuksesan studi mereka. Apalagi dalam penerjemahan bahasa asing dan pembentukan istilah, kesalahan-kesalahan klasik sangat banyak dijumpai. Hal ini disebabkan oleh minimnya pengetahuan mereka tentang teknik menulis ilmiah. Oleh karena itu, buku ini hadir sebagai alat bantu bagi anda untuk menulis dengan baik, benar dan komunikatif.

Baik Skripsi maupun Tesis digunakan sebagai bukti kemampuan akademik dalam penelitian pengembangan ilmu pada suatu disiplin ilmu. Maka, setelah melalui tahapan-tahapan sejak awal, mulai dari penentuan masalah, pengumpulan data, pemilihan alat analisis, pengelolaan data, analisis hasil pengolahan, interprestasi hasil analisis sampai kepada pembuatan kesimpulan dan saran kesemuanya didokumentasikan secara tertulis dalam bentuk skripsi atau tesis tersebut. Pada dasarnya, Skripsi/Tesis tidak jauh berbeda. Di sini, kami berangapan bahwa anda sedang mempersiapkan diri untuk menyusun suatu skripsi atau tesis. Kami juga beranggapan bahwa anda telah membaca cukup banyak sumber bacaan yang meyakinkan dan telah membuat catatan-catatan penting dari hasil pembacaan tersebut. Mungkin sebagian dari anda telah memiliki garis-garis besar dari rencana riset yang telah disetujui fakultas atau pembimbing. Malahan mungkin sedang menjalankan risetnya mondar-mandir dari lapangan ke fakultas dan konsultasi atau pembimbingnya. Dan kini bisa saja anda telah menyelesaikan pekerjaan riset tersebut.

Rudini Mulya,dkk 2012-Laporan Praktikum Metode Penelitian

5

Rudini Mulya_Praktikum Teknik Industri Universitas Mercu Buana

November 27, 2012

Tinggal lagi menyusun semua hasil pekerjaan itu menjadi skripsi atau tesis yang nanti akan diajukan kepada fakultas untuk dipertahankan. Dalam proses penyusunan ini, Mahasiswa akan sering bertemu dengan pembimbing, juga harus lebih sering berkonsultasi daripada periode-periode sebelumnya. Ada saran yan baik untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi pembimbing. Pertama, fakultas berangapan bahwasannya, anda dalam hal penyusunan skripsi atau tesisnya belum mampu sepenuhnya untuk menyelesaikan pekerjaanya tanpa bantuan atau pembimbing. Kedua, atas dasar anggapan tersebut fakultas memberi tugas kepada seorang dosen atau lebih untuk memberikan bantuan atau bimbingan itu. Ketiga, bantuan atau bimbingan dimaksudkan antara lain untuk meningkatkan mutu karyanya sesuai dengan standar yang dituntut. Keempat, sebagai akibatnya tidak mustahil seorang pembimbing akan kelihatan sangat kritis terhadap rencana-rencana yang diajukan olenya dan meminta waktu yang lebih banyak untuk membaca dan berdiskusi. Dalam menghadapi kemungkinan semacam itu perlu disarankan agar anda pertama-tama memahami bahwa semuanya itu adalah salah satu proses pendidikan dan perkembangan untuk ada sendiri. Kritikan-kritikan dan petunjukpetunjuk dari pembimbing hendaknya diterima sebagai dorongan untuk mencapai suatu tingkat perkembangan yang lebih sempurna. Lebih dari itu harus menunjukan bahwa ia menyambut dengan tulis dan ikhlas semua kritik dan petunjuk itu dengan jalan segera, tanpa tertunda-tunda, menyelesaikan apa yang disarankan dan ditunjukan. Apabila mahasiswa telah mempersiapkan diri menghadapi dan ke arah itu, pastilah ia dapat menyelesaikan penyusunan skripsi atau tesisnya jauh lebih cepat dan lebih baik. Kesulitan Mahasiswa Banyak mahasiswa tingkat akhir yang mengalami kesulitan bagaimana harus menulis tulisan ilmiahnya dalam bentuk skripsi atau tesis. Kesulitan yang sering dihadapinya di antaranya:        Menemukan dan merumuskan masalah Mencari judul yang efektif Sistematika Proposal Sistematika Skripsi/Tesis Kesulitan mencari literatur dan bahan bacaan, Kesulitan metode penelitian dan analisis Kesulitan menuangkan ide ke dalam bahasa ilmiah

Rudini Mulya,dkk 2012-Laporan Praktikum Metode Penelitian

6

Rudini Mulya_Praktikum Teknik Industri Universitas Mercu Buana
  

November 27, 2012

Kesulitan dengan standar tata tulis ilmiah, Atau takut menemui dosen pembimbing. Dana dan waktu yang terbatas, dll.

Kesulitan-kesulitan tersebut pada akhirnya dapat menyebabkan stress, rendah diri, frustasi, kehilangan motivasi, menunda penyusunan skripsi dan bahkan ada yang memutuskan untuk tidak menyelesaikan skripsi atau tesisnya. Hal ini tentu saja sangat merugikan bagi mahasiswa yang bersangkutan mengingat bahwa skripsi atau tesis merupakan tahap yang paling menentukan dalam mencapai gelar akademik. Selain itu, usaha dan kerja keras yang telah dilakukan bertahuntahun sebelumnya menjadi sia-sia jika mahasiswa gagal menyelesaikan skripsi atau tesis. Pada umumnya lembaga-lembaga perguruan tinggi, lembaga-lembaga riset dan pernerbit-penerbit tulisan ilmiah, telah menetapkan pedoman-pedoman mangenai penulisan tulisan ilmiah yan mereka harap dapat diikuti dengan seksama oleh semuah pihak yang bekerja dalam dan untuk lembaga-lembaga itu. Sebaliknya pedoman-pedoman itu dapat diikuti dengan tertip untuk menghindari kesulitan-kesulitan karena suatu karya ditolak atau minta diperbaiki semata-mata tidak mengikuti pedoman-pedoma itu.

 Metode Penelitian
Dalam berbagai macam penelitian secara umum terdapat 2 metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian kualitatif dan metode penelitian kuantitatif. Metode kuantitatif adalah suatu metode penelitian yang banyak Metode ini

menggunakan data angka dengan segala bentuk analisisnya.

mempunyai sifat deduktif artinya hasil penelitian diarahkan menuju suatu kesimpulan yang menyempit, fokus untuk dijadikan rujukan general. Disiplin ilmu eksak misalnya ilmu pertanian, kedokteran, teknik industri, teknik sipil dan liannya bisanya menggunakan pendekatan analisis kuantitatif. Selanjutnya beberapa ilmu sosial menggunakan metode penelitian yang bersifat kualitatif karena beberapa ilmu semisal ilmu sosial, psikologi dan agama karena ilmu ini cenderung bersifat abstrak, sulit diukur, berhubungan dengan sosiologi dan psikologi jiwa individu dan masyarakat. Pendapat ini tentu saja tidak selamanya benar. Memang pada kasus-kasus tertentu penelitian agama banyak menggunakan pendekatan kualitatif, namun demikian pendekatan

Rudini Mulya,dkk 2012-Laporan Praktikum Metode Penelitian

7

Rudini Mulya_Praktikum Teknik Industri Universitas Mercu Buana

November 27, 2012

kuantitatif juga banyak digunakan. Untuk lebih jelas berikut adalah perbedaan antara penelitian kualitatif dengan penelitian kuantitatif.

Tabel 1.1 PERBEDAAN PENELITIAN KUALITATIF DAN KUANTITATIF Perbedaan Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif Aspek 1. Masalah diteliti Penelitian Kualitatif Penelitian Kuantitatif

yang Menekankan pada semua Menekankan pada beberapa variabel, jika dimungkinkan variabel dijadikan permasalahan

yang diteliti lebih dalam 2. Tujuan Mengembangkan kepekaan konsep Menguji teori dan

dan menegakkan fakta-fakta

penggambran yang tidak tunggal 3. Pola

realitas

Ke lapangan  mencari Ada masalah  berteori  dan menemukan data  berhipotesis  ke lapangan data teori dicocokan  teori dengan  mencari data dan 

bersifat mengumpulkan

bottom up

menguji hipotesis  teori bersifat top down

4.

Sifatnya

Deskriptif

Deskriptif, Asosiatif

Komparatif,

5. 6. 7.

Kebenaran Asumsi Obyek diteliti

Emik Realitas bersifat dinamis

Etik Realitas bersifat statis manusia, proses

yang Perilaku manusi, proses Perilaku kerja Studi kasus

kerja, dan fenomena alam Survei, eksperimen secara studi kasus,

8.

Desain Penelitian

9.

Responden dan Diambil secara purposive, Diambil Sampel

umumnya jumlah sampel random/acak, jumlah sampel kecil sehingga tidak besar, memiliki kelompok

representatif tujuan tertentu.

dengan kontrol yang dipilih secara random pertimbangan dengan strata yang

ada atau tanpa strata.

Rudini Mulya,dkk 2012-Laporan Praktikum Metode Penelitian

8

Rudini Mulya_Praktikum Teknik Industri Universitas Mercu Buana

November 27, 2012

10. Kedekatan

Sangat dekat dengan data Agak jauh dari data yang diambil, penenliti diambil, peneliti mengambil aktivitas jarak dengan informan atau responden yang diteliti.

Peneliti dengan yang data informan 11. Metode Pengumpulan data 12. Bentuk data

atau mengikuti

keseharian informan

Lebih menekakankan pada Angket, observasi wawancara dan observasi

Berupa kata-kata, kalimat, Berupa gambar, perilaku kualitatif

angka

atau

data yang (data

dikuantitatifkan nominal dan ordinal) 13. Analisisnya Tidak menguji hipotesis, Menguji tetapi menjawab masalah 14. Hasil penelitian hipotesis

untuk

menjawab masalah

Lebih menekankan pada Dapat digeneralisasi makna dan tidak dapat digeneralisasi

Dengan menggunakan penelitian kuantitatif maka peneliti akan banyak bermain dengan analisis angka yang di dapat dari data baik primer maupun sekunder. Data primer adalah data yang didapat langsung oleh peneliti tanpa

melalui pihak ketiga, misalnya data yang diambil dari kuesioner. Sedangkan data sekunder adalah data yang tidak langsung didapat oleh peneliti misalnya : Data laporan Penjualan otomotif selama tahun 2010, Data perbandingan suspensi bus Volvo B12M dengan Mercedez Benz O 500 U 1830 LE, Data keuangan Bank Syariah Mandiri 2008, Data demografik yang diambil dari kantor kecamatan atau kantor BPS, Data keuangan Baitu Mal Tamwil di Bekasi Barat. Begitu pula

dengan penelitian untuk mengetahui kualitas guru di sekolah MIN misalnya, dapat menggunakan metode kuantitatif. Dalam melakukan penelitian ini maka beberapa rumus statistik banyak digunakan, tergantung dari kasus yang diambil. Penguasaan dasar-dasar statistik sangat penting untuk mengetahui jenis analisis statistik yang digunakan dalan penelitain kuantitatif. Berikut adalah tabel rumusan masalah berikut dengan jenis analisis statistiknya.

Rudini Mulya,dkk 2012-Laporan Praktikum Metode Penelitian

9

Rudini Mulya_Praktikum Teknik Industri Universitas Mercu Buana

November 27, 2012

Selanjutnya untuk mengetahui perhitungan lebih akurat maka, disarankan dengan menggunakan program komputer yang dapat mempercepat analisis staistik misalnya dengan menggunakan program SPSS, Eviews, SAS, Minitab, Lisrel atau AMOS. Program SPSS adalah program yang populer digunakan untuk kalangan mahasiswa, karena mudah dalam penggunaannya, khususnya dalam mengolah data dengan metode Parametrik, non parametrik, dan Multivariate. Saat ini program SPSS sudah masuk dalam versi 18. Eviews banyak digunakan untuk analisis regresi yang mengutamakan menggunakan metode time series. Program Lisrel dan AMOS banyak digunakan untuk analisis Structural Equation Modelling (SEM), yaitu uji bersama-sama model struktural dan measurement, dengan menggunakan variabel riil dan variabel latent (Ghozali dan Fuad, 2008:3). Seperti beberapa panduan penulisan proposal hal pertama kali yang perlu diperhatikan adalah latar belakang masalah. Berikut saya sampaikan beberapa tips untuk menyusun latar belakang masalah yang baik. 1. Apakah ada informasi tentang permasalahan yang secara riil sedang dihadapi oleh perusahaan. Informasi ini biasanya diperoleh saat mahasiswa melakukan kerja praktek, magang, atau lewat jejaring konsultan. Bila ada maka pokok permasalahan telah anda temukan tinggal diformulasikan lebih baik. Bila belum maka perlu penelitian awal untuk mengidentifikasi apakah ada permasalahan tertentu di perusahaan. 2. Mengumpulkan data/bukti riil dari perusahaan bahwa masalah tersebut memang sedang dialami oleh perusahaan. Data ini juga dapat diperkuat dengan data yang dipublish di jurnal ilmiah, majalah, koran, atau website yang dapat dipertanggungjawabkan bukti kebenarannya. 3. Membuat diagram sebab akibat untuk mencari akar masalah dari permasalahan awal. Serta tetapkan indikator yang digunakakan sebagai ukura kinerja masalah. 4. Membuat pointer logika penyampaian masalah yang runtun dan mengalir dengan baik. 5. Deskripsikan pointer logika dan diagram sebab akibat dengan narasi yang baik (menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar). Data pendukung silahkan ikut dicantumkan menjadi bagian dari narasi tersebut. Bila data terlalu banyak maka dapat diletakkan pada bagian lampiran proposal.

Rudini Mulya,dkk 2012-Laporan Praktikum Metode Penelitian

10

Rudini Mulya_Praktikum Teknik Industri Universitas Mercu Buana

November 27, 2012

6. Baca ulang hasil tulisan anda dan mintakan orang lain untuk memberikan komentar latar belakang masalah yang baru saja anda buat. Lakukan perbaikan dan ulangi untuk meminta bantuan orang lain untuk memperbaiki latar belakang. Nah harapannya dengan proses iterasi tersebut, maka latar belakang yang dibuat memiliki mutu yang baik.

Sumber Rujukan :
Ghozali, Imam. 2008. Structural Equation Modelling: Teori , konsep dan aplikasi dengan Lisrel 8.80. Penerbit Universitas Diponegoro. Semarang. Riduwan. 2008. Cara jitu membuat Tesis. Penerbit Alfabeta. Bandung Sritomo Wignyosubroto. 2003. Pengantar Teknik dan Manajemen Industri. Penerbit Universitas Diponegoro. Semarang. (www.wikipedia.com). 2010. Industrial engineer.

Rudini Mulya,dkk 2012-Laporan Praktikum Metode Penelitian

11

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->