abs(x) sign(x

)

menghitung nilai absolut dari x, yaitu

x

fungsi “signum”: bernilai +1 jika x positif, -1 jika x negatif, dan 0 jika x sama dengan nol.

Fungsi eksponensial dan logaritma: sqrt(x) akar kuadrat dari x exp(x) pangkat natural dari x, yaitu ex log(x) logaritma natural dari x, yaitu ln x log10(x) logaritma basis 10 dari x, yaitu log10 x log2(x) logaritma basis 2 dari x, yaitu log2 x Untuk memperdalam pemahaman dari subbab 2.3 dan 2.4, cobalah contoh berikut dan amatilah hasilnya: >> a=pi/2, b=1000, c=-0.5, d=13, e=4 >> sign(a) >> sqrt(10*b), exp(c), exp(b) >> log(exp(c)), log10(b), log2(b+24) >> sin(a), cos(a), tan(a/2) >> asin(c), acos(c) >> round(d/e), floor(d/e), ceil(d/e), rem(d,e) >> A=3+4i, B = sqrt(2) - i*sqrt(2) >> real(A), imag(A), real(B), imag(B) >> abs(A), angle(A), abs(B), angle(B) >> abs(A)*cos(angle(A)), abs(A)*sin(angle(A))
Tabel 3. 1

ones(n) ones(m,n) zeros(n) zeros(m,n) eye(n)

membuat matriks satuan (semua elemennya berisi angka 1) berukuran n×n. membuat matriks satuan berukuran m×n. membuat matriks nol (semua elemennya berisi angka 0) berukuran n×n. membuat matriks nol berukuran m×n. membuat matriks identitas berukuran n×n (semua elemen diagonal bernilai 1, sementara lainnya bernilai 0). rand(n), rand(m,n) membuat matriks n×n, atau m×n, berisi bilangan random terdistribusi uniform pada selang 0 s.d. 1. randn(n), randn(m,n) membuat matriks n×n, atau m×n, berisi bilangan random terdistribusi normal dengan mean = 0 dan varians = 1. Command ini kerap kita gunakan untuk membangkitkan derau putih gaussian. [] matriks kosong, atau dengan kata lain matriks 0×0; biasa digunakan untuk mendefinisikan variable yang belum diketahui ukurannya. Untuk memperdalam pemahaman, mari kita lihat contoh di

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful