pNEUMOTORAKS

Posted: April 9, 2011 in Penyakit Dalam Tags: nyeri dada, PNEUMOTORAKS, Sesak nafas

0

3 Votes

Secara normal, tekanan di dalam paru-paru lebih besar dibandingkan tekanan dalam rongga pleura yang mengelilingi paru. Namun, jika udara memasuki ruang pleura, tekanan pada pleura akan menjadi lebih besar dari pada tekananparuparu, menyebabkan paru kolap sebagian atau seluruhnya.7 Dalam keadaan normal, paru tidak terisi oleh udara, supaya paru leluasa mengembang terhadap rongga pleura. Udara masuk ke dalam rongga pleura melalui 3 jalan yaitu: udara dari luar dan terdapat penetrasi dinding dada.

Pembentukan gas/udara oleh mikroorganisme dalam dinding pleura pada penyakit empiema.1 Pneumotorak lebih sering terjadi pada penderita dewasa yang berumur sekitar 40 tahun. Lakilaki lebih sering dari pada wanita. Pneumothorak lebih sering dijumpai pada musim penyakit batuk.2 Perkiraan tahunan angka kejadian pneumotorak spontan primer adalah antara 7,4 dan 18 kasus per 100.000 populasi pada laki-laki dan antara 1,2 dan 6 kasus per 100.000 populasi pada wanita. Pneumotoraks terjadi terbanyak pada postur tinggi, laki-laki muda kurus dibanding usia 30 tahun. Merokok dapat meningkatkan resiko pneumotoraks spontan. Resiko berhubungan dengan jumlah rokok yang diisap.3 II. ANATOMI DAN FISIOLOGI ANATOMI

akibatnya udara akan ditekan keluar melalui bronkus. 6. Sutomo.4 cm H2O + 30 cm H2O + 90 cm H2O Pada waktu inspirasi tekanan intrapleura lebih negatif daripada tekanan intrabronkial. lebih kurang 55% kasus Pneumothoraks disebabkan oleh penyakit dasar seperti tuberkulosis paru aktif.6. Selain penyakit tersebut diatas. 1 Pneumotoraks artifisial disebabkan tindakan tertentu atau memang disengaja untuk tujuan tertentu.4. maka paru mengembang mengikuti gerakan dinding toraks sehinga udara dari luar dengan tekanan permulaan nol.7 cm H2O .4 FISIOLOGI Keadaan fisiologis tekanan-tekanan di rongga dada dalam keadaan normal sebagai berikut:2 1. DEFINISI Pneumothorak ialah rongga pleura yang berisi udara atau gas yang menyebabkan sebagian atau seluruh paru menjadi kolap. atau udara atau cairan dapat masuk ke dalam rongga pleura.5 -1. dinding dada menekan rongga dada sehingga tekanan intrapleura akan lebih tinggi daripada tekanan udara alveol ataupun di bronkus. atau timbul spontan. maka apa yang disebut rongga pleura atau kavitas pleura hanyalah suatu ruangan potensial saja. pleura mungkin mengalami peradangan. tuberkulosis paru disertai fibrosis atau emfisema lokal. Tekanan intrapleura ekspirasi sekitar. melapisi rongga dada (pleura parietalis) dan menyelubungi setiap paru-paru (pleura viseralis).3. ETIOLOGI Di RSU Dr.7 IV. Tekanan intrabronkial inspirasi sekitar.2 . Tekanan intrabronkial ekspirasi sekitar. Bila terserang penyakit. mencegah kolaps paru.Suatu lapisan tipis yang kontinu mengandung kolagen dan jaringan elastin\s. Tekanan intrabrokial waktu bicara Tekanan intrabronkial waktu batuk – 11 –4 -1.9 cm H2O . 5. menyebabkan paru-paru tertekan atau kolaps. bronchitis kronis dan emfisema. 2.5 → → → → → → – 12 cm H2O . 3.5. dengan operasi atau tanpa operasi.2 III. Pada saat ekspirasi. pneumotorak dapat terjadi pada wanita dapat terjadi saat menstruasi dan sering berulang.2 Pneumotorak dapat terjadi secara artificial. 2. Tekanan dalam rongga pleura lebih rendah dari tekanan atmosfir. Karena tidak ada ruangan yang sesungguhnya memisahkan pleura parietalis dan pleura viseralis. Diantara pleura parietalis dan viseralis terdapat suatu lapisan tipis cairan pleura yang berfungsi untuk memudahkan kedua permukaan bergerak selama pernafasan dan untuk mencegah pemisahan toraks dan paru-paru. akan terisap masuk melalui bronkus hingga mencapai alveol. dikenal sebagai pleura. yaitu tindakan terapi dan diagnosis. keadaan ini disebut pneumothoraks katamenial yang disebabkan oleh endometriosis di pleura. 4. Tekanan intrapleura inspirasi sekitar.

Pneumotorak traumatik terjadi karena penetrasi.1 Pneumotoraks spontan terjadi tanpa adanya trauma. Mycobacterium Tuberculosis. jamur) Malignancy Kanker paru Sarcoma Metastase Penyakit paru intertisial Langerhans cell granulomatosis Sarcoidosis Connective tissue disease Tuberous Sclerosis Idhiopathic pulmonary fibrosis Lainnya . Staphylococcus Aureus. Disini etiologi tidak diketahui sama sekali Pneumothorak spontan sekunder. Terdapat penyakit paru atau penyakit dada sebagai faktor predisposisinya. Pneumotoraks jenis ini dapat dibagi dalam: pneumotoraks spontan primer.1. luka tajam pada dada. dan karena tindakan operasi.1 Tabel 4. PENYEBAB PNEUMOTORAKS SPONTAN SEKUNDER3 Penyakit saluran pernafasan Penyakit paru obstruksi kronik Fibrosis kistik Asma akut Infeksi parenkim paru Pneumonia pneumocystis carinii Infeksi necrotizing (anaerob. species nacardia. bakteri gram negatif.

Berdasarkan derajat kolaps   Pneumototaks totalis Pneumotoraks parsialis 4. Berdasarkan Penyebab terjadinya Pneumothorak    artificial traumatic spontan 2. ke jaringan ikat yang longgar sehingga mudah ditembus oleh udara. Berdasarkan jenis fistel     pneumotoraks terbuka pneumotoraks tertutup pneumothorak ventil Pneumotoraks basalis VI. pada keadaan . infeksi dan obstruksi endobronkial merupakan beberapa faktor presipitasi yang memudahkan terjadinya robekan. Peningkatan tekanan intrabronkial akan mencapai puncak sesaat sebelum batuk. apabila alveol tersebut melebar dan tekanan di dalam alveol meningkat maka udara dengan mudah menuju ke jaringan peribronkovaskular. bersin. bersin dan mengejan. PATOFISIOLOGI Alveoli disangga oleh kapiler yang mempunyai dinding lemah dan mudah robek.Thoracic endometriosis (catamenial) Lymphangiolelomyomatosis Marfan syndrom Ehler-danlos syndrom V. Selanjutnya udara yang terbebas dari alveol dapat mengoyak jaringan fibrotik peribronkovaskular. Berdasarkan lokalisasi   Pneumotoraks parietalis Pneumotoraks medialis 3. mengejan. Gerakan nafas yang kuat. Robekan pleura ke arah yang berlawanan dengan hilus akan menimbulkan pneumotorak sedangkan robekan yang mengarah ke hilus dapat menimbulkan pneumomediastinum. Dari mediastinum udara mencari jalan menuju ke atas.2 Tekanan intrabronkial akan meningkat apabila ada tahanan pada saluran pernafasan dan akan meningkat lebih besar lagi pada permulaan batuk. Dari leher udara menyebar merata ke bawah kulit leher dan dada yang akhirnya menimbulkan emfisema subkutis. Emfisema subkutis dapat meluas ke arah perut hingga mencapai skrotum. KLASIFIKASI2 1.

Emfisema subkutan dapat diketahui bila ada rongga hitam dibawah kulit. tertekan dan terasa lebih nyeri pada gerakan pernafasan. MANIFESTASI KLINIK Pada pneumotoraks spontan. 2.2. hipotensi. Apabila ada pandorongan jantung atau trakea ke arah paru yang sehat. Rasa sakit bisa menghebat atau menetap bila terjadi perlengketan antara pleura viseralis dan pleura parietalis. 4. kemungkinan besar telah terjadi pneumotoraks ventil dengan tekanan intrapleura yang tinggi.1 Pasien dengan pneumotoraks spontan primer biasanya ditandai dengan nyeri dada pleura ipsilateral dan variasi derajat dipsneu. status mental berubah dan hiperkapnia.5 Keluhan utama pneumotoraks spontan adalah sesak nafas. Gejala biasanya hilang dalam 24 jam.ini.3 Serangan pada pneumotoraks spontan sekunder bermanifestasi sebagai nyeri dada. akan tetapi berbentuk lobuler yang sesuai dengan lobus paru. bernafas terasa berat. Terdapat ruang atau celah hitam pada tepi jantung. mengangkat barang-barang berat. Nyeri dada dirasakan pada sisi yang sakit. PEMERIKSAAN PENUNJANG Foto Toraks2 1. Takikardi dan takipnea adalah gejala yang sangat sering ditemukan. nafas berat. mulai dari basis sampai ke apeks. Keadaan ini menunjukkan kolaps yang luas sekali. akut dipsnea dapat berkembang menjadi keadaan paru yang dicurigai. Adakalanya rongga ini sangat sempit sehingga hampir tidak tampak seperti massa yang berada di daerah hilus. Apabila di bagian perifer bronki atau alveol ada bagian yang lemah. Perlu diamati ada tidaknya pendorongan. Tanda-tanda lain dari kardiopulmonal dapat munculseperti hipoksemia akut (rata-rata PO2. Karena fungsi paru normal. Kadang-kadang paru akan kolaps tidak membentuk garis. 2 VII. dipsnae biasanya ringan sampai sedang. sebagai pencetus atau auslosend moment adalah batuk keras. Pada pneumotoraks perlu diperhatikan kemungkinan terjadi keadaan ini: Pneumomediastinum. nyeri dada dan batuk. rasa berat. bahkan pasien dengan pneumotoraks yang luas. bersin. kencing atau mengejan. 60 mmHg). rata dan paru yang kolaps akan tampak garis yang merupakan tepi paru. glotis tertutup. Bahkan pada kasus pneumotoraks yang sedikit. maka kemungkinan terjadi robekan bronki atau alveol akan sangat mudah. . Besar kolaps paru tidak berkaitan dengan berat ringan sesak nafas yang dikeluhkan. 3 VIII.Tetapi pada beberapa kasus gejala –gejala masih gampang ditemukan pada aktifitas biasa atau waktu istirahat. Bagian pneumotoraks akan tampak hitam.2 Rasa sakit tidak selalu timbul. sianosis. Penderita mengeluh sesak nafas yang makin lama makin berat setelah mengalami hal-hal tersebut diatas. Sesak sering mendadak dan makin lama makin berat. bahkan jika pneumotorak masih ada. 3.

1. pada praktis rutin. pendek-pendek dengan mulut terbuka. DIAGNOSA 1. Penderita bernafas tersengal. 2. bagian yang sakit gerakannnya tertinggal trakea dan jantung terdorong ke sisi yang sehat. Tampak sesak ringan sampai berat tergantung kecepatan udara yang masuk serta ada tidaknya klep. Radiografi dada menampilkan udara pleura dan 1 mm garis putih halus yang menggambarkan pleura viseral berpindah dari dinding dada. penderita tampak sakit mulai ringan sampai berat. paru empisematus seperti udara pleura. Pneumotoraks spontan sekunder dapat lebih sukar didiagnosa dengan gambaran radiografi penyakit paru obstruksi kronik karena densitas hiperlusen.1 IX. hipersonor sampai timpani dan tidak menggetar batas jantung ke arah toraks yang sehat. sesak nafas dengan atau tanpa sianosis 3. Foto lateral dekubitus pada sisi yang sehat dapat membantu dalam membedakan pneumotorakss dengan kista atau bulla. Auskultasi . bullae subpleura yang besar menyerupai pneumotoraks pada pasien ini. akan tampak permukaan cairan sebagai garis datar di atas diafragma. apabila tekanan intrapleura tinggi 1. Gambaran radiografi pasien dengan penyakit paru interstisial biasanya tampak bersih dari tanda pneumotoraks karenalingkaran udara dalam ruang pleura kontras dengan peningkatan densitas pada penyakit paru. 1. Inspeksi    : dapat terjadi pencembungan pada sisi yang sakit pada waktu respirasi. Bila pneumotoraks baru terjadi penderita berkeringat dingin. Fremitus suara melemah atau menghilang pada sisi yang sakit.Bila ada cairan di rongga pleura. Badan tampak lemah dan dapat disertai syok. Pada pneumotoraks udara bebas dalam rongga pleura lebih cenderung berkumpul pada bagian atas sisi lateral. radiografi dada yang dibuat selama ekspirasi dapat membantu mendeteksi pneumotoraks atipical. Perkusi   suara ketok pada sisi sakit. Pneumotoraks spontan primer didiagnosa dengan karakteristik serangan akut nyeri dada dan dipsnea dan gambaran radiografi pneumotoraks.3 Pneumotoraks spontan sekunder lebih sukar didiagnosa karena gejala pernafasan kadang salah diartikan sebagai penyakit paru.3 Pada pemeriksaan fisik toraks ditemukan1. Palpasi    pada sisi yang sakit. ruang antar iga dapat normal atau melebar Iktus jantung terdorong ke sisi toraks yang sehat. Lebih lagi. Walaupun tidak direkomendasikan. CT dada dapat membantu membedakan antara bullae yang besar dan pneumotoraks.2: 1.

suara nafas melemah sampai menghilang Suara nafas terdengar amforik bila ada fistel bronkopleura yang cukup besar pada pneumotoraks terbuka.2. jenis pekerjaan penderita.2 X. PENATALAKSANAAN Dasar pengobatan pneumotoraks tergantung pada: berat dan lamanya keluhan atau gejala.2  Membuat hubungan rongga pleura dengan dunia luar dengan cara: 1. adanya riwayat pneumotoraks sebelumnya.   Pada bagian yang sakit.1. DIAGNOSA BANDING emfisema paru asma bronkhial bula yang besar XI. yang memungkinkan difusi oksigen dan karbondioksida.4 Tindakan Dekompresi. Jika pneumotoraks tadi sebenarnya suatu bula.2     Dicari lubang penyebab pneumotoraks dan dijahit Dekortikasi Reseksi pleurodesis . Udara sedikit demi sedikit diabsorpsi melaului permukaan pleura yang bertindak sebagai membran basah.3 Pneumotorak mula-mula diatasi dengan pengamatankonservatif bila kolaps paru-paru 20% atau kurang. membuat hubungan dengan dunia luar melalui kontra ventil: o Dapat memakai infus set o Jarum abbocath o Pipa water sealed drainage (WSD)   Penghisapan terus-menerus (Continous suction) Pencabutan drain Tindakan bedah1.3.keluhan juga berkurang dan mencegah kambuh kembali.1. Suara fokal melemah dan tidak menggetar serta bronkofoni negatif. menusukkan jarum melalui dinding dada terus masuk ronga pleura 2. Sasaran pengobatan adalah secepatnya mengembangkan paru yang sakit sehingga keluhan. ”Coin Test”2 Pada auskultasi dada dengan menggunakan ketokan dua uang logam yang satu ditempelkan di dada dan yang lain diketokkan pada uang logam yang pertama daat terdengar bunyi metalik yang dapat didengar dengan telinga yang ditempelkan di punggung. maka suara metalik tidak akan terdengar.

Lippincott Williams Wilkins. Surabaya. Wilson. Patofisiologi.com 6. 2004 3. Joel B. MD. 2004. Balai penerbit FKUI. jilid II. Jr. Pneumotoraks tension dapat menyebabkan kematian secara cepat berhubungan dengan curah jantung yang tidak adekuat atau insufisiensi oksigen darah (hipoksemia).org 7.Pengobatan tambahan2: Bila terdapat proses lain di paru. 4. Talmadge E. Ilmu Penyakit Dalam. Karlinsky. EGC. Pneumothorax. Soetomo. James D. MBA.7 Pasien dengan pneumotoraks spontan mengalami pneumotorak ulangan. KOMPLIKASI2. 6. Hood Alsagaff. www. 2. Buku Ajar Ilmu Penyakit Paru 2004. Winariani. seventh edition. Sarwono Waspadji. Pneumothorax. Anonymous. PROGNOSIS 5. Jakarta.meadlineplus. 3. Sylvia A.lungusa. 7. Tension pneumotoraks Pio-pneumotoraks Hidropneumotoraks/ hemo-pneumotoraks Pneumomediastinum dan emfisema subkutan Pneumotoraks simultan bilateral Pneumotoraks kronik Pneumotoraks ulangan XIII. www. Anonymous. 4. Baum’s Textbook of Pulmonary Disease. pengobatan ditujukan terhadap proses penyebabnya: terhadap bronkitis kronis: terhadap proses tuberkulosis paru untuk mencegah obstipasi dan memperlancar defakasi Istirahat total XII. LAB/SMF Ilmu Penyakit Paru dan Saluran Nafas FK UNAIR-RSUD Dr. MD. M. Jeffrey Glassroth. 1995 5. 5. Anonymous. Jusuf Wibisono.org . www. dan harus ditangani sebagai kedaruratan medis. MD. Price.5 1. Pneumothorax. 1998 2. tetapi tidak ada komplikasi jangka panjang dengan terapi yang berhasil. Lorraine M. DAFTAR PUSTAKA 1. King. Soeparman. MD. Crapo.5 Kesembuhan dari kolap paru secara umum membutuhkan waktu 1 sampai 2 minggu.Urac.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful