BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

2.1. Sejarah Perusahaan PT. Kimsari Paper Indonesia didirikan pada tahun 1984 dan mulai melakukan produksi kertas rokok pada tahun 1985. PT. Kimsari Paper Indonesia merupakan sebuah perusahaan swasta yang bergerak di bidang produksi kertas rokok dengan status Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Perusahaan ini didirikan atas prakarsa tiga pemegang saham, yaitu PT. Sarida Perkasa, PT. Duta Mendut dan Kimberly Clark Corporation yang mana pada akhir tahun 1983 membeli seluruh aset eks. PT Delitua Paper Mill yang mengalami likuidasi dengan SPP Presiden No. 441/I/PMA/1983, 31 Desember 1983 dan akte pendirian 31 Desember 1983 N0. 427, 24 Februari 1984 Notaris Ridwan Suselo, Jakarta. Papeteries de Mauduit (PDM) yang merupakan anak perusahaan Schweiter-Mauduit di Prancis, terlibat dalam desain dan konstruksi pabrik pada pertengahan tahun 1980-an, memberikan bantuan teknis dan lisensi kepada Kimsari untuk menggunakan merek dagang PDM dalam memasarkan produk di Indonesia. Pada tahun 24 Oktober 2003, Schweitzer-Mauduit International Inc mengumumkan di Alpharetta bahwa adanya kesepakatan untuk mengambil salah satu anak perusahaannnya yaitu PT. Kimsari Paper Indonesia. SchweitzerMauduit France mengambil alih kepemilikan 100 persen saham Kimsari. Transaksi tersebut direalisasikan dalam kurun waktu 90 hari oleh pemerintah.

Universitas Sumatera Utara

Sejak saat itu PT. Kimsari Paper Indonesia berganti nama menjadi PT. PDM Indonesia. Dari tahun ke tahun perusahaan ini mengalami perkembangan yang baik dengan adanya peningkatan dalam kualitas dan kuantitas produk yang dihasilkan melalui modifikasi beberapa mesin produksi, perluasan lantai produksi, dan koordinasi dengan semua unit dalam perusahaan. PT. PDM Indonesia yang merupakan penghasil kertas rokok terbesar di Indonesia, sangat menjaga kualitas produksinya agar kertas rokok yang dihasilkan selalu sesuai dengan standard kualitas yang ditentukan.

2.2. Ruang Lingkup Bidang Usaha Perusahaan ini bergerak dalam bidang industri pembuatan kertas rokok (cigarette paper). Kertas rokok tersebut diproduksi dalam dua bentuk yaitu bobbin dan ream. Adapun ukurannya yaitu : Bobbin (gulungan), lebar 24-29 mm Panjang 5500-6000 cm Ream (lembaran), lebar 51 cm Panjang 76-83 cm, Jumlah 500 lembar Produk ini dipasarkan ke pabrik-pabrik rokok yang ada di Sumatera Utara dan Pulau Jawa. Pasar terbesar perusahaan terutama adalah dari Pulau Jawa sekitar 75% dan daerah Sumatera Utara sekitar 25%.

Universitas Sumatera Utara

2.3. Organisasi dan Manajemen Organisasi dan manajemen merupakan faktor yang paling penting untuk memperlancar aktivitas perusahaan sehingga tercapai sasaran dan target yang diharapkan. Agar aktivitas perusahaan berjalan dengan lancar maka perusahaan harus memiliki organisasi dan manajemen yang baik. Perusahaan yang terdiri dari beberapa bagian aktivitas yang berbeda-beda harus dikoordinasikan sedemikian rupa sehingga dapat mencapai sasaran dan target perusahaan dengan efisiensi yang tinggi.

2.3.1. Struktur Organisasi Struktur organisasi adalah suatu cara atau sistem untuk mengadakan pembagian kerja, pembatasan tugas, tanggung jawab, dan wewenang serta menetapkan hubungan-hubungan antar unsur organisasi yang satu dengan yang lain sehingga memungkinkan orang untuk bekerja sama dalam mencapai tujuan. Struktur organisasi yang digunakan di PT. PDM Indonesia adalah struktur organisasi garis dan fungsional, yaitu perpaduan antara organisasi garis dan organisasi fungsional. Adapun struktur organisasi di PT. PDM Indonesia dapat dilihat pada Gambar 2.1.

Universitas Sumatera Utara

1. PDM Indonesia Sumber: PT.General Manager Manager Keuangan Manager Produksi dan Finishing Manager Pengendalian Kualitas Manager Teknik Manager Pemeliharaan Manager Pembelian Manager Sumber Daya Manusia Bagian Proses Data dan Komputer Bagian Proses Administrasi Penjualan dan Pemasaran Bagian Kontrol Internal dan Budget Produksi Staf Pengendalian Kualitas Perencanaan Teknik Maintenance Staf Pembelian Hubungan Luar Finishing Electricity Bagian Akuntansi Keterangan: Hubungan Garis Hubungan Fungsional Gambar 2. PDM Indonesia Universitas Sumatera Utara . Struktur Organisasi PT.

3. Tenaga kerja ini dapat digolongkan atas staf dan karyawan.2.00 – 22.00 waktu istirahat Pukul 19.00 – 06. Sedangkan golongan karyawan adalah pekerja yang bekerja pada bagian produksi termasuk satpam. jadwal kerja dibagi atas 3 shift.00 waktu kerja Universitas Sumatera Utara . Jadwal kerja golongan staf adalah sebagai berikut: Pukul 08.00 – 18.00 – 19.00 waktu kerja Pukul 12.00 – 14. Jumlah Tenaga Kerja dan Jam Kerja Perusahaan Jumlah tenaga kerja pada PT.00 – 13.00 waktu istirahat Pukul 13. kepala bagian.00 – 02.00 – 03.30 – 12.00 waktu kerja Pukul 18. Golongan staf adalah pekerja pada tingkat direktur.00 waktu kerja Shift 3 Pukul 22.00 waktu kerja Shift 2 Pukul 14. PDM Indonesia adalah sebanyak 201 orang yang terdiri atas 178 orang laki-laki dan 23 orang wanita.30 waktu istirahat Pukul 13.30 – 17. Jadwal kerjanya adalah berikut: Shift 1 Pukul 06. dimana jam kerjanya pada hari senin . dan pekerja yang tidak bekerja pada bagian produksi.00 waktu kerja Untuk karyawan.00 – 13.minggu adalah 7 jam sehari.00 – 12.00 waktu kerja Pukul 12.00 waktu kerja Pukul 02.2. Staf bekerja pada hari Senin sampai Jumat dengan jumlah jam kerja 7 jam sehari.00 waktu istirahat Pukul 03. manajer.

Upah borongan Upah borongan diberikan kepada karyawan yang bekerja pada masa tertentu dimana jumlahnya disesuaikan dengan perjanjian antara perusahaan dengan karyawan tersebut. dan supervisor. PDM Indonesia memiliki 3 sistem pengupahan. Sistem laporan penilaian tersebut antara lain: Kualitas kerja Karyawan mampu melaksanakan pekerjaannya sesuai prosedur kerja yang ada di perusahaan dan mencapai hasil yang memuaskan. yang terdiri atas cleaning service atau helper. 3. Karyawan lepas ini berjumlah 7 orang.3. 2. kepala bagian.3. dimana jumlahnya ditentukan berdasarkan kebijakan pemerintah.2. yaitu: 1. Upah harian Upah harian diberikan kepada karyawan harian lepas dan pembayarannya dilakukan perhari. Karyawan tetap yang bekerja pada perusahaan ini berjumlah 186 orang yang terdiri dari manajer. PT. Karyawan yang bekerja pada bagian ini ada 8 orang termasuk supir yang bertugas mengirim hasil produksi ke pabrik rokok yang ada di Sumatera maupun Pulau Jawa. Universitas Sumatera Utara . Upah bulanan Upah bulanan diberikan kepada karyawan yang sudah tetap. PDM Indonesia memiliki sistem laporan penilaian terhadap karyawan yang digunakan untuk menentukan prestasi kerja serta kenaikan gaji atau upah terhadap karyawan tersebut. Sistem Pengupahan dan Fasilitas yang Digunakan PT.

sehingga dapat menciptakn suasana kerja yang kondusif. PDM Indonesia juga menyediakan sarana untuk kesejahteraan tenaga kerja. - Kepatuhan kerja Karyawan melaksanakan pekerjaannya tepat waktu sesuai instruksi atasan. - Inisiatif Karyawan mampu mengemukakan ide-ide dan saran yang membangun untuk kebaikan perusahaan. - Loyalitas kepada perusahaan Karyawan tersebut mampu menjaga nama baik perusahaan dengan sikap teladan. PT. - Keselamatan kerja Karyawan dapat melaksanakan pekerjaannya sesuai prosedur dan peraturan keselamatan kerja. yaitu sebagai berikut: Universitas Sumatera Utara .- Kuantitas kerja Karyawan mampu melaksanakan pekerjaannya lebih banyak dari rata-rata yang biasa dilakukan pekerja lainnya. - Pengetahuan kerja Karyawan mampu menguasai seluk beluk pekerjaannya dengan baik. - Kerjasama Karyawan dapat bekerjasama dan membina hubungan baik dengan rekan sekerja. - Kehadiran kerja Karyawan selalu datang teratur sesuai dengan jadwal kerja.

Dalam pengolahaan proses tersebut dapat terjadi perubahan secara fisik seperti bentuk dan dimensi. Untuk itu perlu diketahui proses produksi di PT. Proses Produksi Pada proses manufaktur terdapat proses transformasi dari bahan baku (raw material) menjadi produk jadi. bahan penolong. Universitas Sumatera Utara . Proses ini disebut sebagai proses produksi yang didefinisikan sebagai suatu metode dan teknik-teknik mengubah input menjadi output sehingga hasil yang berupa barang atau jasa serta hasil sampingannya memiliki nilai tambah atau nilai guna yang berarti. Sedangkan yang dimaksud dengan nilai tambah adalah nilai keluaran yang bertambah secara fungsional dan ekonomis. PDM Indonesia yang meliputi bahan baku. maupun non fisik seperti sifat.- Jaminan sosial untuk tenaga kerja (Jamsostek) Jaminan Kesehatan Tunjangan Hari Raya Tunjangan Keluarga 2.4. bahan pembantu serta tahapan proses produksi. Setiap perusahaan memiliki keinginan untuk meningkatkan produktivitasnya sehingga diperlukan pemahaman terhadap proses produksi yang ada agar dapat mempermudah dalam menganalisa kerja perusahaan guna perbaikan sistem kerja.

Bahan Baku Bahan baku utama adalah bahan utama yang digunakan dalam pembuatan produk pada proses produksi dan memiliki persentase yang besar dibandingkan bahan-bahan lainnya.1.1. PDM Indonesia menggunakan bahan dengan syarat utama harus bersertifikat food grade (aman untuk makanan) dan tidak mengandung bahan berbahaya (non hazardous material).4. Serat NBKP masih panjang dan harus dihaluskan melalui proses penggilingan (refining).2. Pulp serat panjang ini sangat banyak jenisnya. Universitas Sumatera Utara . bahan tambahan dan bahan penolong. Adapun bahan baku yang digunakan dalam proses produksi di PT.4. diantaranya dapat dilihat pada Tabel 2. 2.1. Pulp serat panjang (Needle Bleached Kraft Pulp) Gunanya untuk kerangka dasar struktur dan menjaga kekuatan kertas sewaktu masih dalam keadaan basah (wet strenght) dan mempertahankan kekuatan kertas agar tidak mudah putus (runability) pada proses pembuatan maupun pada mesin pembuat kertas rokok. PT. PDM Indonesia adalah: a. Bahan Untuk memproduksi kertas rokok.1. Bahan yang digunakan untuk memproduksi kertas rokok terdiri dari bahan baku.

diantaranya disajikan pada Tabel 2.PDM Indonesia Jenis Serat Panjang Serat Panjang Serat Panjang Serat Panjang Negara Asal Canada Canada Afrika Selatan Filipina Dipakai (aplikasi) Hydra Pulper Hydra Pulper Hydra Pulper Hydra Pulper b. Pemakaian kertas bekas ini dapat mengurangi biaya produksi karena jumlahnya banyak dan juga dapat membantu kerataan formasi kertas serta kelengkungan. Pulp serat pendek ini beragan jenis. Tabel 2.2.2. Jenis Pulp Serat Pendek Nama LBKP Baycell LBKP Santa Fc LBKP Aracruz Jenis Serat Pendek Serat Pendek Serat Pendek Negara Asal Chilli France. tidak sesuai dengan standar yang ditetapkan konsumen ataupun sisi kertas yang terbuang.PDM Indonesia c. Serat LBKP tidak perlu dihaluskan lagi agar tidak hancur.1. Kertas Bekas (Broke) Kertas bekas merupakan kertas-kertas hasil produksi dari tiap Paper Machine yang tidak layak jual karena adanya kerusakan.Tabel 2. Jenis-jenis kertas broke adalah : Universitas Sumatera Utara . Pulp Serat Pendek (Leaf Bleached Kraft Pulp) Berfungsi sebagai pembentuk perata sususnan kertas dan pengisi (sheet uniformity). USA Brazil Dipakai (aplikasi) Hydra Pulper Hydra Pulper Hydra Pulper Sumber : PT. Jenis Pulp Serat Panjang Nama NBKP Caribo NBKP Harmac Fax Pulp Abaca Pulp Sumber : PT.

Meningkatkan tekstur agar permukaannya lebih halus dan komposisinya lebih seragam.0 ± 0. PDM Indonesia adalah sebagai berikut: a. Bahan Penolong Bahan penolong adalah bahan yang digunakan untuk memperlancar proses produksi. 3. Menghasilkan struktur atau susunan kertas yang lebih baik 2.4. Guna filler antara lain : 1. Precipitated Calcium Carbonate CaCO3 dengan struktur Calcite dan partikel size-nya berukuran 1.1.2. tetapi tidak tampak di bagian akhir produk. Bahan penolong yang digunakan di PT. Wet Broke Yaitu kertas yang belum memasuki proses drying atau berasal dari sisiran pada saat pressing. 2. Membuat hasil cetakan menjadi lebih baik Jenis-jenis kalsium karbonat yang dipakai antara lain dapat dilihat pada Tabel 2.1.2 µm digunakan sebagai filler (bahan pengisi) kertas.3. pemerata pori-pori (porosity) dan memutihkan kertas (whiteness). 2. Meningkatkan opacity (daya tahan terhadap sinar) pada kertas 4. Dry Brooke Yaitu broke yang telah kering atau telah memasuki drying namun putus dengan sendirinya. Universitas Sumatera Utara .

4. Jenis-jenis CRA yang dipakai adapat dilihat pada Tabel 2.PDM Indonesia b. kanji kentang yang dibutuhkan untuk pengikat partikel buburan sehingga menghasilkan buburan pulp yang homogen dan menambah kekuatan kertas pada waktu basah maupun kering dan mengurangi lose pada wire.3.4. Tabel 2. Jenis-jenis Cationic Retention Aid Nama Meyproid 4200 Polygal Redibond Raysamil T150 Jenis Gum Arabicum Gum Arabicum Modifikasi Kanji Modifikasi Kanji Negara/Daerah Asal France France.Tabel 2. Jenis Kalsium Karbonat Nama PC 700 Precarb 100 LA 100 Jenis Tepung CaCO3 Tepung CaCO3 Tepung CaCO3 Negara /Daerah Asal Jepang Malaysia Yogyakarta Dipakai (aplikasi) Dissolving Tank Dissolving Tank Dissolving Tank Sumber : PT. Korea Jakarta Dipakai (aplikasi) Hyra Pulper Hydra Pulper Forming Lampung Forming Sumber : PT. Cationic Retention Aid Bahan dasar CRA (starch) dan gum arabicum.PDM Indonesia Universitas Sumatera Utara .

Anhydrous C6H8O7 Kering Citric acid atau asam citrun yang dipakai sebagai zat pembakar dalam kertas yang harus dinetralkan dengan KOH.5. Anti Foam (Deformer) Polimer yang berdasarkan water base digunakan untuk mencegah buihbuih agar tidak masuk kedalam kertas. Pencegah Bakteri (biocide) Biocide digunakan sebagai pembunuh bakteri untuk mencegah penggumpalan bakteri (slime pot). Anti Bakteri Medan Forming Negara/Daerah Asal Dipakai (aplikasi) Sumber : PT. Tabel 2. Jenis-Jenis anti foam yang dipakai dapat dilihat pada Tabel 2.6. Jenisnya disajikan pada Tabel 2. Citric Acid.7.PDM Indonesia e.5. Jenis Biocide Nama Natrium Hypochlorite Jenis Biocide. Tabel 2.PDM Indonesia d. Jenis-jenis Anti Foam Nama Bevaloid 5631 Nopco ENA-475 Afranil Jenis Anti Busa Anti Busa Anti Busa Negara/Daerah Asal France Tanggerang Tanggerang Dipakai (aplikasi) Mixing Mixing Mixing Sumber : PT. Jenis-jenis biocide dapat dilihat pada Tabel 2.6. Universitas Sumatera Utara .c.

Universitas Sumatera Utara . Jenis Citric Acid Nama Citric Acid C6H8O7 Zat pembakar Lampung Size Press Jenis Daerah Asal Dipakai (aplikasi) Sumber : PT. Korea Cooking Tank Negara Asal Dipakai (aplikasi) Sumber : PT. Jenis Potassium Hydroxide Nama Potassium Hydroxide. Jenisnya disajikan pada Tabel 2. India. Jenis-jenis coagulant dapat dilihat pada Tabel 2.9. KOH Jenis Penetralisir Citric Acid India.PDM Indonesia f.7.PDM Indonesia h. Tabel 2.9. Bahan penggumpal (coagulant) Untuk pengolahan air sungai (water treatment). Jenis-jenis Coagulant Nama Poly Aluminium Chloride PAC Kymene Nalco 1452 Jenis Penggumpal (coagulant) Air sungai Penggumpal white water Penggumpal white water Negara/Daerah Asal Korea. Potassium Hydroxide KOH Digunakan untuk menetralisir Citric Acid sebelum diaplikasikan ke mesin distribusi.8.PDM Indonesia g. Tabel 2.8. Jepang Korea Jakarta Dipakai (aplikasi) Water treatment Clarifier Clarifier Sumber : PT. Air Air didalam proses produksi digunakan sebagai media dan pelarut.Tabel 2.

Pengendalian Mutu Produk Pandangan konsumen (pemakai) terhadap mutu cigarette paper menunjukkan ada 3 unsur penting yang harus diperhatikan.4. 3.4. 2.3.1. yaitu: 1. c. Keadaan kertas putih dan bersih. Core Kegunaan core sebagai inti dari gulungan kertas selama proses penggulungan baik di paper machine maupun di bagian finishing. 2. abu dan rasa. PDM Indonesia adalah: a. Universitas Sumatera Utara .2. Kertas tahan dan tidak mudah putus dalam proses di pabrik kertas rokok pada kecepatan tinggi. Kotak Karton Keguanaan kotak karton adalah untuk mengepak hasil produksi d. Pembakarannya. b. seperti asap. Bahan tambahan yang digunakan PT. Bahan Tambahan Bahan tambahan adalah bahan yang digunakan dalam proses produksi dan berfungsi meningkatkan mutu produk serta merupakan bagian dari produk akhir. Label atau etiket Kegunaan label sebagai pengenal peusahaan yang ditempel pada kertas pembungkus produk. Kertas Pembungkus Kegunaan kertas pembungkus adalah untuk membungkus kertas rokok dalam ukuran ream.2.

Adapun pelaksanaan quality control dibagi ke dalam 2 jenis tindakan. PDM Indonesia. b. Fungsi Quality Control dibagi pada 2 kategori penting. Menerima keluhan konsumen mengenai kehandalan kualitas produk yang dihasilkan perusahaan. Dynamic control selalu memberikan petunjuk seperti kecepatan yang tidak sama pada slitting machines. Yaitu pemenuhan spesifikasi yang diberikan oleh konsumen. Eksternal antara lain: a. Internal control antara lain dilakukan melalui pemeriksaan sample kertas secara rutin.Di PT. dan biasanya keluhan konsumen berupa masalah packaging (pengepakan). PT. Hubungan baik dengan konsumen. Memenuhi secara tepat segala kualifikasi yang ditargetkan oleh konsumen. c. Dynamic control: meliputi departemen slitter (bobbin) dimana banyak petunjuk yang diambil dan dianalisa. Static control: meliputi pengujian sifat-sifat kertas saat sample diambil. PDM Indonesia dalam melakukan eksternal control biasanya langsung datang ke konsumen untuk mendengarkan saran atau keluhan dari pelangggan yang biasanya dilakukan 2 kali dalam sebulan. setiap bahan baku yang masuk dilakukan pengujian standar mutu oleh departemen Quality Control. dan juga basis weight (masalah berat kertas). Universitas Sumatera Utara . Kepuasan konsumen. yaitu : a. b. Sebagai pertimbangan akan kebutuhan konsumen. yaitu untuk eksternal dan internal. baik pada waktu produksi maupun sesudah produksi apakah cocok dengan spesifikasi yang ditentukan.

Opacity : Utuk menguji daya tembus (daya tahan) kertas untuk menahan sinar terang (satuan %). Sangat penting untuk membedakan antara penembusan udara pada pori-porinya dengan penembusan udara pada lubanglubang besar akibat kesalahan proses (satuan 4H20cm210WG). Basis weight : Berat kertas yang merupakan satu unsur cigarrette paper yang terpenting. 2.Beberapa unsur yang perlu diperhatikan dalam pengendalian kualitas adalah: 1. Jika ada penyimpangan dari range-nya akan diuji kembali dengan lebih mempertahankan arah serat (satuan KgF).In Paper). Tensile Strenght : Untuk mengukur daya tahan maksimum kertas sampai putus. Universitas Sumatera Utara . 6. Bagian quality control memeriksa apakah sesuai dengan range yang telah ditetapkan. 7. tetapi yang diperhatikan adalah kertas mudah terputus pada waktu dipotong di mesin slitter. Bila basis weight berubah maka semua parameter yang lain akan berubah. Filler : Untuk megukur banyaknya CaCO3 yang tidak ditambahkan pada kertas untuk meninggikan opacity atau porosity atau kedua-duanya (satuan %. Porosity : Pengukuran aliran udara melalui kertas sample 20 cm2 dengan perbedaan tekanan 10 cm WG. 3. Brightness : Pengukuran keputihan kertas (916 lipatan) dengan sinar terang (satuan %). 5. Basis weight ditentukan dalam satuan gr/m2. formasi jelek bukan berarti kertas memiliki kualitas yang jelek. Formation : Pemeriksaan secara visual terhadap susunan serat kertas. 4.

5cm) Tensile > 3 KgF CaCO3 sebagai filler 2.Perbedaan kertas biasa dengan kertas rokok disajikan pada Tabel 2. Bahan yang digunakan ada tiga yaitu pulp NBKP. PDM Indonesia dapat diuraikan atas beberapa tahapan yaitu tahap persiapan.(2-2.4. Tabel 2.10. Perbedaan Kertas Biasa dengan Kertas Rokok Kertas Biasa Basis weight +/. 2.(25 gr/m2) Porosity +/.(70 gr/m2) Porosity +/. a.(5-10 cm) Tensile > 5 KgF TiO2 sebagai filler Sumber : PT. Uraian Proses Produksi Uraian proses produksi di PT. Bagian yang melaksanakan hal ini disebut stock preparation.3. Tahap Persiapan Bahan baku sebelum diolah menjadi kertas harus dipersiapkan terlebih dahulu. tahap proses pembuatan kertas di Paper Machine.4. Hydra pulper ini merupakan tangki untuk menguraikan serat-serat pulp yang dicampur dengan white water sebagai pengencer. LBKP.PDM Indonesia Kertas Rokok Basis weight +/.1.10. dan CaCo3. Pengolahan NBKP Bahan baku NBKP dimasukkan ke dalam hydra pulper dengan menggunakan konveyor.3. Didalam hydra pulper terdapat pisau sebagai alat pemotong lembaran pulp sehingga Universitas Sumatera Utara . dan tahap finishing.

Pelarutan LBKP dilakukan di hydra pulper bergantian dengan NBKP. Proses berlangsung secara batch setiap 10-20 menit. Setelah itu dipompa ke dalam storage chest. Bahan baku ini digunakan sebanyak 1. Kemudian buburan NBKP ditransfer ke wood dump chest sebagai tempat penampungan sementara yang didalamnya terdapat agiator (pengaduk) untuk membuat konsistensi bubur tetap terjaga. Larutan terus diaduk agar tidak mengendap sehingga konsistensinya tetap. Proses juga berlangsung secara batch.5 bal untuk satu kali pelarutan. Khusus untuk dry broke sebelum masuk ke mixing chest terlebih dahulu dihancurkan di sydra pulper untuk dibuat buburan dengan Universitas Sumatera Utara . Refiner merupakan suatu alat yang berfungsi untuk memotong dan memecahkan serat sehingga serat-serat menjadi lebih halus. b. dan dijaga konsistensinya sama dengan sebelum di mixing. Kemudian buburan yang telah halus ini ditampung di refiner chest.didapatkan buburan dengan konsistensi 38-40 gr/ltr. c. Untuk mendapatkan konsistensi 38-40 gr/liter. sebagai tempat penampungan sementara.5 bal dilarutkan selama 10-20 menit. Lalu buburan NBKP dipompakan ke refiner. Pengolahan Broke Buburan broke yang diproses di stock preparation ini berasal dari dry broke dan wet broke. Pengolahan LBKP LBKP sekitar 1.

konsistensi tertentu. sehingga diperlukan bahan tambahan seperti deformer untuk menghilangkan buih. Pengolahan Kalsium Karbonat Kalsium karbonat dilarutkan di disolving tank sesuai dengan kebutuhan. Pencampuran NBKP. Contoh salah satu komponen grade adalah low porosity dengan komposisi NBKP 25%. selanjutnya buburan broke ditransfer ke super vibrator yang fungsinya hampir sama dengan refiner yaitu memecah gumpalan serat. Untuk wet broke aliran prosesnya hampir sama dengan dry broke tetapi tidak melalui super fiberator karena wet broke tersebut berupa serat-serat yang sudah halus. LBKP dan broke dicampur jadi satu. Pada saat pemompaan dalam proses mixing akan timbul buih-buih. Komposisi dari pencampuran di mixing chest akan berlainan sesuai dengan grade kertas rokok yang diinginkan konsumen. Konsistensi yang diinginkan adalah sekitar 60 gr/ liter. d. LBKP. tetapi biasanya dilarutkan sebanyak 125 kg untuk dicampur dengan 2000 liter air. Universitas Sumatera Utara . Buburan dipompakan ke stock master yang digunakan untuk menjaga laju buburan pada machine tank. e. Broke dan Kalsium Karbonat Di mixing chest seluruh bahan baku NBKP. maka alirannya langsung menuju broke chest. Hasil larutan kalsium karbonat disaring dengan vibrating screen dengan ukuran 100 mesh. Larutan diaduk selama 15 menit agar konsistensinya terjaga. Campuran ini dibuat sekitar 1 : 6 dengan air untuk kemudian dicampur terlebih dahulu di machine chest dan siap dipakai pada paper machine. LBKP 35 % dan broke 40%.

Mengalirkan stock secara merata pada wire sesuai arah dan lebar mesin Universitas Sumatera Utara . Tujuan utama head box adalah : a.2. dimana buburan yang baik masuk ke primary cleaner dan reject masuk ke tertiary cleaners dan kotorannya dibuang ke limbah pembuangan. yang berfungsi untuk mengeluarkan kontaminan berat berdasarkan gaya sentrifugal melalui tiga cleaner yaitu : Buburan yang telah diencerkan kembali dengan white water yang berasal dari penyaringan dipompakan ke primary cleaner. tahap selanjutnya adalah pembuatan lembaran kertas yang berawal dari head box. 2. Kemudian buburan yang baik masuk ke constant level tank sedangkan reject masuk ke secondary cleaner.3. b. Buburan yang baik dari primary cleaner diencerkan dalam constant level tank dengan white water dari pembuangan di wire. Sistem yang dipakai adalah system close head box yang merupakan head box bertekanan untuk menjaga agar turbulansi didalam head box tetap stabil. buburan yang baik masuk ke constant level tank dan reject mengalir ke wet broke chest. Di secondary cleaner dipisahkan lagi. Buburan yang baik langsung ke headbox. sedangkan yang reject masuk ke rotary screen.4. Pada rotary screen dilakukan penyaringan.Buburan yang keluar kemudian dialirkan ke centicleaner. Tahap Proses Pembuatan Kertas di Paper Machine Setelah Approach flow system. Mengeluarkan aliran yang seragam dari slice opening ke wire dengan sudut dan kecepatan yang benar.

Walaupun masih basah. Menghasilkan turbulensi terkontrol untuk menghilangkan gumpalan fiber d. Oleh karena itu. satu didekat headbox dan yang satu lagi diujung lainnya. maka aliran stock yang dihasilkan akan konstan dan hampir sama dengan kecepatan wire sehingga akan didapatkan kertas dengan formasi dan grammatur yang sama di tiap bagian. karena akan lebih ekonomis dibandingkan dengan menggunakan fresh water. setelah itu buburan dibentuk seperti lembaran (sheet). Berat dasar kertas pada pembuatan kertas rokok ini merupakan elemen yang terpenting. Dari dandy roll. Wire ini merupakan wire yang bersambung yang bergetar diantara dua roll besar.c. proses ini sangat diperhatikan. White water ini didaur ulang secara terus menerus dan dipakai pada proses yang menggunakan air. Air yang keluar dari wire selama pembentukan wet paper disebut white water dan biasanya ditampung di white water pit atau silo. Di wire ini dilakukan pengurangan kadar air dengan memberikan tekanan vakum 4-5 bar secara terkontrol sehingga tidak merusak formasi lembaran kertas basah (wet paper). lembaran dipress dengan kekuatan 4-5 bar untuk mengeluarkan air yang terkandung. Wire ini terbuat dari plastik berupa lembaran kasa yang telah dirancang sedemikian rupa. lembaran tersebut Universitas Sumatera Utara . Mengatur grammatur kertas yang diproduksi Dengan mengatur slice. Wire juga dibersihkan secara kontinu dengan sistem shower sehingga wire tidak kotor dan selalu bersih. Kemudian buburan digiling lagi dengan dandy roll agar betul-betul uniform. Buburan diatas wire diayak dengan ukuran 100 mesh dan diatur sedemikian rupa agar berat dasar kertas diperoleh.

Selanjutnya lembaran kertas ini ditransfer ke bagian on reel untuk digulung sesuai dengan order permintaan konsumen. Pengeringan ini melalui lima buah roll dengan suhu yang dibuat bertahap dari 500C sampai 1000C. air residu dari kertas dibuang lagi denga cara evaporasi di main dryer. Bila untuk repping machine panjangnya sekitar 27000m. Pada penggulungan kertas menjadi jumbo roll. Setelah melewati size press. terdapat proses pemeriksaan quality control. Lembaran tersebut ditarik lagi ke embossing dengan pemberian garis horizontal yang disebut verge making. Selanjutnya lembaran kertas yang kadar airnya mulai sedikit dilanjutkan ke unit size press yang berfungsi untuk melapisi permukaan kertas dengan chemical yang diberikan antara dryer 10 dan dryer 11. yang ditempatkan pada bagian bawah embossing. Main dryer juga merupakan bagian besar dalam mesin kertas sehingga memerlukan energi yang besar pula. Proses evaporasi ini memerlukan banyak energi yang disuplai dalam bentuk uap. Setelah pemberian verge making. Kertas yang sudah kering digulung sehingga membentuk roll yang besar atau disebut juga dengan jumbo roll. Main dryer terdiri dari 15 dryer. Lembaran yang masih basah dihisap oleh contact wire/ vacum rube menuju press utama.sudah kuat untuk ditarik hingga kadar airnya menjadi 60%-65%. Tekanan dari steam bervariasi tergantung dari jenis kertas rokok yang akan diproduksi. kertas yang kadar airnya bertambah lagi akibat penambahan chemical tersebut dikeringkan lagi ke after dryer. Pengepresan tergantung pada kadar air yang diinginkan. Universitas Sumatera Utara . Panjang jumbo roll itu tidak sama tergantung pada bentuk pada proses finishing.

Pada tahap ini kertas masih diperiksa untuk yang terakhir kalinya.3. Penampilan fisik Termasuk disini adalah kebersihan. Pencetakan logo ini tergantung dari permintaan konsumen karena tidak semua roll dari paper machine yang melalui proses repping ini. Apabila ketidaksimetrisan kertas melampaui batas yang ditentukan. maka kertas di broke. Kegiatan-kegiatan yang ada antara lain : a. dibawa lagi ke bagian roll sliter untuk dipotong menjadi roll yang lebih kecil dimana lebar dan tebalnya dibuat sesuai kebutuhan. Pemeriksaan yang dilakukan ialah : Cutting Pemeriksaan ini dilakukan pada hasil pemotongan oleh mesin. Lembaran ini panjangnya 76-83 cm dan lebarnya 51 cm. Apabila hasil pemotongan kasar. maka kertas akan dibuang menjadi broke.3. Universitas Sumatera Utara .4. Setelah roll selesai di repping. jika kertas kotor maka kertas juga akan di buang dan dijadikan broke.Jumbo roll dari on reel kemudian dicetak polanya berupa logo konsumen yang diinginkan. rol-rol kertas rokok dibagi menurut bentuk kertas yang akan diproduksi. 2. Ream Cutter Rol-rol kecil dari roll sliter dipotong menjadi lembaran-lembaran (ream). Tahap Finishing Pada tahap ini. Rectangular Pemeriksaan ini dilakukan khusus pada ream. kertas dilipat dan diperiksa apakah simetris atau tidak.

Setiap bobbin mempunyai ukuran 24-29 mm. kertas yang berbentuk bobbin masih diperiksa lagi utnuk terakhir kalinya.2. maka kertas akan dibuang menjadi broke. Apabila hasil pemotongan kasar. Pemeriksaan yang dilakukan adalah : Cutting Pemeriksaan ini dilakukan pada hasil pemotongan oleh mesin. Universitas Sumatera Utara . c. Pada tahap ini. Packaging Produk jadi berbentuk ream atau bobbin yang sudah selesai. Hasil penggulungan Pemeriksaan ini khusus dilakukan pada bobbin. Sedangkan panjang kertas sekitar 5500-6000 m. diperiksa gulungannya apakah rapi atau tidak. Bobbin yang sudah dipotong. Bobbin Slitter Rol-rol dari slitter dipotong lagi pada bagian ini menjadi bobbin-bobbin.b. dibungkus dengan pembungkus. Jika ada bobbin yang kurang rapi akan dikirim ke bagian bobbin reclamer untuk digulung kembali. Penampilan fisik Termasuk disini adalah kebersihan. Setelah diletakkan labelnya kemudian dipindahkan ke gudang barang jadi untuk selanjutnya dikirimkan ke konsumen atau pabrik rokok. jika ada bagian bobbin kotor maka kertas juga akan di buang dan dijadikan broke. Blok diagram proses pembuatan kertas rokok dapat dilihat pada Gambar 2.

Penghancuran Bahan Baku Pelarutan Bahan Baku Penghalusan Bahan Baku Pencampuran Bahan Baku Tahap Persiapan Bahan Pembersihan Bubur Kertas Fourdriner Pressing Embossing Pengeringan I Pemberian Zat Kimia Pengeringan II Penggulungan Kertas Pencetakan Logo Pemotongan Kertas Tahap Pembuatan Kertas Bentuk Ream Bentuk Bobbin Tahap Penyelesaian Produk Packing Gambar 2. PDM Indonesia Universitas Sumatera Utara . Blok Diagram Pembuatan Kertas Rokok Sumber: PT.2.

c. Tangki Penampungan a. Mesin.4. Mesin Dalam memproduksi kertas rokok.PDM Indonesia adalah sebagai berikut : 1.2. dan Utilitas 2.4.1.4. Wood refiner chest Kapasitas : 15 m3 Merek Type Fungsi : Kimsari : Rotary 763 : Menampung larutan NBKP yang berasal dari refiner sebelum dimasukkan ke dalam mixing chest. Peralatan. b.4. Wood Dump Chest Kapasitas : 20 m3 Merek Type Fungsi : Kimsari : Rotary 763 : Menampung larutan NBKP yang berasal dari hydra pulper sebelum diproses pada refiner. Storage chest Kapasitas : 380 m3 Merek Type : Kimsari : Rotary 763 Universitas Sumatera Utara . Adapun jenis dan spesifikasi mesin yang digunakan untuk memproduksi kertas rokok di PT. PDM Indonesia menggunakan beberapa jenis mesin. PT.

g.Fungsi : Menampung larutan LBKP yang berasal dari hydra pulper sebelum dimasukkan ke dalam mixing chest. Broke Chest Kapasitas : 10 m3 Merek Type Fungsi : Kimsari : Rotary 763 : Menampung broke yang sudah dihancurkan pada rotary screen (wet broke) dan super vibrator chest sebelum dimasukkan ke dalam mixing chest. f. LBKP. d. dan broke menjadi satu untuk kemudian dialirkan ke dalam machine chest. Machine chest Kapasitas : 20 m3 Universitas Sumatera Utara . Super vibrator chest Kapasitas : 10 m3 Merek Type Fungsi : Kimsari : Rotary 763 : Menampung broke dari super vibrator sebelum dimasukkan ke dalam broke chest e. Mixing chest Kapasitas : 10 m3 Merek Type Fungsi : Kimsari : CM 7T30/2 : Mencampur NBKP.

Hydra Pulper Kapasitas : 20 m3 Merek Type Fungsi : Kimsari : CM 7T30/2 : Menghancurkan dan melarutkan NBKP dan LBKP menjadi larutan pulp yang kemudian dialirkan ke dalam b. c. Tangki pengolah pulp a. Universitas Sumatera Utara .Merek Type Fungsi : Kimsari : CM 7T30/2 : Menampung campuran larutan pulp sebelum diproses dalam paper machine. Super Vibrator Kapasitas : 20 m3 Merek Type Fungsi : Kimsari : Engasungs Tank : Menghancurkan dan menghaluskan broke yang kemudian dialirkan ke broke chest. 2. Sydra Pulper Kapasitas : 20 m3 Merek Type Fungsi : Kimsari : CM 7T30/2 : Melarutkan broke yang kemudian dialirkan ke super vibrator.

Pompa Kapasitas : 1. untuk menyaring pulp atau serat yang kasar yang dikembalikan ke sistem Universitas Sumatera Utara .5 Kw : Memompakan larutan pulp melalui pipa-pipa dari satu tangki ke tangki yang lain. jumlahnya 35 buah Rotary screen.d. Mesin a.5 m3/menit Putaran Daya Fungsi : 1150 rpm : 18. e. 3. Centi cleaner. Twin Hydralic Refiner Ukuran Berat : 20”/22” : 1150 kg Tegangan : 3300 V Frekuensi : 50 Hz Putaran Type Fungsi : 980 rpm : BDH : Menghancurkan dan menghaluskan NBKP yang kemudian dialirkan ke refiner chest. Head of machine Fungsinya: untuk mengencerkan buburan dan untuk membersihkan serta mengatur laju buburan. yang terdiri dari pipa kerucut untuk memisahkan kotoran dari pulp.

Pick up press Fungsinya: untuk mengeluarkan air yang masih dikandung oleh lembaran kertas. Chemical applicator Universitas Sumatera Utara .7 m x 2 m yang berputar membawa kertas yang terdiri dari 2 buah roll yang dilapisi karet berdiameter 60 cm. Perlengkapan lainnya adalah : Head box yang dilengkapi dengan pressure rise (bertekanan) Vacum box sebanyak 18 buah Pomp-pompa sebanyak 18 buah Wire dengan panjang 30 cm. Four driner Fungsinya: untuk membentuk buburan menjadi lembaran/sheet. untuk menstabilkan keadaan buburan dilengkapi dengan alat otomatis 1 buah flow meter dan motor rised pulper. d. dimana flow buburan 500m3/hr dan flow CaCO3 30m3/hr. b. e. dilengkapi dengan shaker (penggoyang) serta dandy roll yang berfungsi untuk meratakan buburan. Embossing terdiri atas roll yang berputar terbuat dari stainless steel bergaris yang dilapisi dengan karet (hard rubber). Wet felt dengan ukuran 16. c. Embosser Fungsinya: untuk mencetak garis-garis horizontal pada kertas.- Constant level tank.

selain itu ada juga madeline yang berfungsi untuk menghembuskan udara panas ke kain felt dan 2 unit exhaust untuk menghisap udara-udara yang keluar dan seperangkat carier roop untuk membawa kertas dari press ke felt. Ream cutter Fungsinya: untuk memotong rol kecil menjadi lembaran ream. f. Terdiri dari tiga buah roll yang berintegrasi dengan dryer dan ditambahkan diantara dryer nomor 10 dan 11. Dryer Fungsinya: untuk mengeringkan lembaran kertas. Roll slitter Fungsinya: untuk memotong jumbo roll menjadi roll yang lebih kecil. Bobbin reaclemer Fungsinya: untuk memperbaiki bobbin yang rusak dari bobbin slitter. Universitas Sumatera Utara . Bobbin slitter Fungsinya: untuk memotong rol-rol kecil menjadi gulungan (bobbin). g. i. Repping machine Fungsinya: untuk mencetak garis atau pola sesuai dengan permintaan konsumen.Fungsinya: untuk menambah bahan kimia agar kualitas pada kertas bertambah baik. k. Menggunakan 15 dryer yang terdiri dari 2 jenis : Free dryer Position dryer Dryer dilengkapi dengan kain bentangan. j. h.

bor las. mesin bubut. Hoist Crane Crane ini digunakan untuk mengangkat jumbo roll ke daerah repping machine.4. PDM Indonesia terdiri dari kebutuhan tenaga listrik. Mesin dan peralatan material handling yang digunakan adalah: 1. dan steam (boiler). AC. Kapasitasnya tiga ton.4. 1. 2.2. Peralatan (Equipment) Peralatan material handling digunakan untuk memindahkan material dari suatu tempat ke tempat lain. pompa compressor. hanya bisa digerakkan atas-bawah dan maju-mundur.4. Universitas Sumatera Utara . Hinged Forklift Forklift ini digunakan untuk mengangkut jumbo roll ke daerah finishing untuk dipotong pada mesin-mesin roll slitter. Sarana pendukung yang ada di pabrik PT. dan keperluan lainnya. Gerakan garpu pada forklift jenis ini terbatas. Kebutuhan tenaga listrik Tenaga listrik dibutuhkan untuk menggerakkan motor listrik. Selain itu juga digunakan untuk mengangkut barang jadi ke gudang barang jadi. lampu penerangan. kebutuhan tenaga air. 2. Operasi pemakaiannya dikendalikan dengan switch gantung dari lantai.4. Utilitas Sarana pendukung merupakan salah satu aspek yang mempengaruhi kelancaran proses produksi.2.3.

Air yang dipakai berasal dari air permukaan umum dan PDAM Tirtanadi. Kebutuhan Air Air dibutuhkan untuk membantu proses produksi serta kebutuhan para pegawai PT. 2. PDM Indonesia adalah 20 KV (1550 Kwh/metrik ton paper) dengan keperluan untuk boiler 900 Lt/metrik ton paper dan kebutuhan air 1200 m3. 3. Pemakaian listrik yang dipergunakan pada PT. Universitas Sumatera Utara . PDM Indonesia. (Steam) Boiler Fungsi boiler disini adalah untuk menghasilkan energi panas yang diperlukan pada proses produksi untuk mengeringkan lembaran-lembaran kertas dan memberikan energi uap pada pencampuran chemical.Pemenuhan kebutuhan listrik ini diperoleh dari perusahaan listrik negara (PLN).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful