You are on page 1of 15

Elemen Mesin II

Bab III

Rem ( Break )
TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS: • Memahami fungsi Rem • Klasifikasi, Bahan, keuntungan dan kerugian • Perhitungan kekuatan dan pemilihan sistem sesuai dengan fungsi dan penggunaannya

3.1. Teori Pengenalan
Fungsi utama rem adalah menghentikan putaran poros, mengatur putaran poros dan juga mencegah putaran yang tidak dikehendaki. Efek pengeremanan secara mekanis diperoleh dengan gesekan , dan secara listrik diperoleh dengan serbuk magnet, arus pusar, fasa yang di balik, arus searah yang dibalik, atau penukaran katup. Rem geskan dapat diklasifikasikan menjadi. A. Rem Blok ( Tunggal dan ganda ) B. Rem Drum C. Rem cakra D. Rem Pita

3.1.1. Rem Blok Tunggal

Rem blok macam yang paling sederhana, terdiri dari satu blok rem yang ditekan terhadap drum rem, biasanya pada blok rem tersebut pada permukaan geseknya dipasang lapisan rem atau bahan gesek yang dapat diganti bila telah aus.
f = µ .Q …….kg

Iwan Ridwan ST

59

Q.l 2 = l1 µ .. sehingga pada poros timbul momen lentur yang bekerja serta gaya tambahan pada bantalan yang tidak dikehendaki.Elemen Mesin II dimana : f = Gaya gesek yang ditimbulkan pada rem ( kg ) µ = Koefisien Gesek Q = Gaya tekan blok terhadap drum ( kg ) Momen T yang diserap oleh drum rem adalah : T = f ( D / 2) atau T = µ .m Dimana : D= Diameter Drum Rem ( mm ) Jika garis kerja gaya f melalui engsel tuas. Demikian pula pada pelayanan manual jika diperlukan gaya pengereman yang besar tuas perlu dibuatkan sangat panjang sehingga kurang ringkas.. Iwan Ridwan ST 60 .. karena alasan-alasan inilahj maka rem blok tunggal tidak banyak dipakai pada mesin yg memerlukan momen pengereman besar.l1 Dimana : F = Gaya yang diberikan pada tuas l1 = Panjang tuas rem l 2 = Jarak ensel tuas sampai garis kerja Q Dalam pelayanan manual. maka dari keseinbabgan momen adalah : Ql 2 − Fl1 = 0 F =Q l 2 f . Gaya tekan pada blok rem dapat diperbesar dengan memperpanjang l1 .. besarnya gaya F kurang lebih 15 sampai 20 kg. Persamaan keseimbangan momen pada tuas berbentuk sebagai berikut.kg.. Satu hal yang yang kurang menguntungkan pada rem blok tunggal adalah gaya tekan yang bergerak satu arah saja pada drum..( D / 2) .

.kg/mm 2 Dimana : h = D.l1 l + µ . 3..h) .c µ .. sin(α / 2) α = Sudut kontak besarnya antara 50 0 s / d 70 0 Tekanan yang dijinkan pa dapat dilihat dalam tabel..6 Iwan Ridwan ST 61 ..l1 untuk putaran berlawanan dengan jarum jam : l − µ .......c F= f 2 µl1 Untuk putaran berlawanan jarum jam F= f ( f / µ )l2 + fc l 2 − µ ..l1 Bila engsel menjauhi garis kerja gaya f dengan jarak c dalam arah menjahui sumbu poros maka untuk arah putaran sesuai dengan jarum jam : l + µ.Elemen Mesin II Q..c F= f 2 µ..l1 Untuk gaya tekan persatuan luas adalah : p = Q /(b.l 2 − Fl1 + fc = 0 F= µ .c F= f 2 µ ..

92 T = 9. µ .s atau kurang.92kW Maka direncanakan daya nominal motor = 2 kW 4. dengan daya = 1.6 kW Putaran Drum rem = 250 rpm Untuk pendinginan udara sekitarnya.1 kg . jika radiasi sangat baik. Contoh soal : Sebuah drum rem diameter =300 mm.. Diketahui bahan drum Besi cor .3 Jawab : 1...(kg.2 3.... dipasang pada sebuah poros yang mempunyai putaran = 250 rpm. faktor koreksi = fc ( lihat tabel 2.s atau kurang.v. Momen puntir yang di teruskan : P 1.m / mm 2 ...m / mm 2 .. Pada umumnya kondisi kerja juga mempunyai pengaruh seperti berikut : • 0..3 ) di dapat fc = 1.mm a n 250 5.3 kg. berapa panjang tuas.n1 60 × 1000 ....6 × 1.asbes = 0. Daya rem rencana Pd = P × f c = 1... agar putaran poros berhenti ( panjang kurang dari 1 meter ) 2..s ) Harga batas yang tepat dari kapasitas rem tergantung pada macam dan kontruksi rem serta bahan lapisannya.. Perbandingan rem tersebut dengan udara sekitarnya ditanya : 1...06 kg . Berapa ukuran bahan gesek ( asbes ) yang di perlukan µ .m / mm 2 .. daya yang akan di rem = 1..1.....(m / s ) Kapasitas Rem µ .74 × 10 5 × = 7792kg .. • 0.. • 0. p.Elemen Mesin II Kecepatan keliling drum rem v= π ..s atau kurang...6 kW dan gaya pada ujung tuas F = 20 kg..2. untuk pemakaian jarang dengan pendinginan radiasi biasa.... 2.m /(mm 2 ..3 Iwan Ridwan ST 62 . untuk pemakaian terus menerus...2 = 1.asbes = 0...D... [ ( )] [ [ ( ( )] )] 3..74 × 10 5 × d = 9.

027(kg / mm 2 ) 11.3 × ( D / 2) 0.3 F= f 2 . karena disebabkan gaya tekan hanya dalam satu arah.000 12. Maka perencanaan rem di dapat : 14.3 × 30) f l − µ . Dalam hal ini rem blok ganda hanya di tinjau tekanan dari luar.1.h).3 × 173 = 51. Iwan Ridwan ST 63 .3 × (300 / 2) 7.D.n1 π × 300 × 250 v= = = 3. p.03 kg/mm 2 Cek tabel 3. Gaya Rem: f = µ × Q = 0.03 5767 b= = = 45. Tekanan rem yang sesungguhnya : p = Q /(h. Kapasitas Rem = µ . Untuk mengatasi hal tersebut di pakai dua blok rem yang menekan drum dari arah yang berlawanan.78mm 173 / 0.maka : p = Q /(b.3Q × ( D / 2) T 7792 Q= = = 173kg 0.03 dimana : h = D. ==> 0.93(m / s ) 60 × 1000 60.s ) 13.9kg 8.m /(mm 2 .h).032(kg . Gaya pelayanan F bila drum berputar searah jarum jam F = 20kg 100 + (0.v = 0.4mm 50 mm 127 127 10. substitusia a ke b T = 0.l1 9.c 0.Elemen Mesin II 6.027 × 3. ==> b. h = 127(mm) 3.3 × 0. b = 50(mm) . dan untuk rumus rumus dan tabel dapat dipakai dari rumus blok tunggal.sin 25 0 = 126.03 = 173 /(b.93 = 0.sin(50 0 / 2) = 300.b) = 173 /(127 × 50) = 0. ==> l1 = = 943mm 20 µ .3.6 koefisien gesek & tekanan rem. Kecepatan keliling drum rem π . Dan sudut kontak α = 50 0 . Gaya tekan persatuan luas : Misalkan tekanan permukaan = pa =0.h = 173 / 0. Rem Blok Ganda Kelemahan dari rem blok tunggal adalah timbulnya momen lentur pada poros dan gaya tambahan pada bantalan. l1 = 950(mm) .

maka momen T yang di serap oleh rem dapat dinyatakan dengan rumus. Gaya rem = f ≈ f ' .n1 Pb = 9. dengan catatan bahwa besarnya gaya rem dari kedua blok harus sama atau hampir sama.D Q dapat dihitung dengan perbandingan tuas sebagai berikut : a + a ' c e + e' Q= F× × × a' c' e' Daya rem dapat diketahui : T .74 × 10 5 Iwan Ridwan ST 64 .Q × ( D / 2) + µ .Q.Elemen Mesin II Karena di pakai dua buah blok.Q '×( D / 2) ≈ µ . gaya pada tuas = Q ≈ Q' Maka : Atau T = f × ( D / 2) + f '×( D / 2) ≈ f .D T = µ .

25 × 450 × 600 = 67500kg 3.74 × 10 9.n1 67500 × 100 Pb = = = 6. gaya rem tetap besarnya. Daya rem : T . Rem Drum Rem untuk otomobil berbentuk rem drum dan rem cakra. Satu kelemahan rem drum adalah pemancaran panasnya buruk. berapakah besar daya rem yang dapat di rem. meskipun roda berputar dalam arah yang berlawanan.Elemen Mesin II 3.5. dan umur lapisan rem cukup panjang.D = 0. Iwan Ridwan ST 65 . c = 80 mm.4. c’ = 160 mm. a’=80 mm.Q. yaitu memakai sepatu depan dan belakang Gambar ( a ) . jika berat F adalah 60 kg dan putaran drum rem adalah 100 rpm.1. Momen T yang di serap oleh drum rem : T = µ.74 × 10 5 3. dimana gaya rem dalam satu arah putaran jauh lebih besar dari pada dalam arah yang berlawanan. dan D = 600 mm. e’ = 300 mm. e = 300 mm. dapat menghasilkan gaya rem yang kecil. Rem drum mempunyai ciri lapisan rem yang terlindungi. gambar ( c ) di sebut dua servo. Contoh soal : Pada rem blok ganda seperti yang di perlihatkan pada gambar. Gambar ( b ) memakai dua sepatu depan.1.9kW 5 9. gaya tekan Blok : a + a ' c e + e' 520 + 80 80 300 + 300 × × = 60 × × × Q= F× = 450kg a' c' e' 80 160 300 2. dimisalkan a= 520 mm. dalam hal ini untuk µ = 0. blok rem dari rembiaanya disebut sepatu rem.25 Jawab : 1. Biasanya macam seperti ini seperti gambar di bawah yang terbanyak dipakai. Gaya rem tergantung pada letak engsel sepatu rem dan silinder hidrolik serta arah putaran roda.

a = 162 mm.Elemen Mesin II 3.38) ÷ 77 = 0 Iwan Ridwan ST 66 .v 2 /(2 g ) = ( f .38 . Untuk sepatu depan − F × a − fl × e + ( fl / µ) × b = 0 − F × 162 − f l × 86 + ( f l / 0. Contoh Soal : Sebuah Rem otomobil mempunyai ukuran sebagai berikut. dengan µ = 0.4 × 4) 2.d / D ) × S × 4 1320 ×13. gaya f diperoleh dengan perhitungan seperti di bawah ini : Berat seluruh kendaraan W = 1320 ( kg ) Diameter ban Efektif D = 562 ( mm ) Diameter dalam drum rem d = 228 ( mm ) Kecepatan mobil V = 50 ( km/h 0. Tentukan Gaya F untuk mengembangkan sepatu rem dan mendapatkan gaya f = f1 + f 2 = 647kg . jika enesi kecepatan yang harus dihabiskan sampai mobil berhenti adalah sama dengan kerja rem pada 4 roda. b = 77 mm. v = 13.8) = ( f × 228 / 562) × 12.6. gaya f di dapat : W .9 2 /(2 × 9.9 ( m/s ) Jarak pengereman S = 12.1. e = 86 mm. maka : 1.4 ( m ) Atas dasar dia tas.

38) ÷ 77 = 0 162 fl = F = 0.389 F + 0.8 . gaya rem total adalah 1030 kg pada diameter luar roda.6 3.e. ∴W ' D = W . gaya untuk menekan sepatu roda belakang adalah 149 kg.F 288.h / L Dimana : Iwan Ridwan ST 67 .389. Gaya tiap rem adalah : f = f1 + f 2 = 647kg atau 1. untuk mobil yang sama.516.h . yang ternyata sangat berbeda dengan 332 kg yang didasarkan perhitungan diatas. dengan dasar perhitungan diatas.6 4. Untuk sepatu belakang : − F × a − ft × e − ( ft / µ) × b = 0 − F × 162 − f t × 86 − ( f t / 0.561 Menurut perhitungan dari pabrik. Dalam keadaan darurat. Harga ini hampir sama dengan 647 kg X 4 X 228/562 = 1050 kg. pengereman dilakukan dengan perlambatan sebesar : α ' = e.e.5 − 0.561F = 647 F= 647 = 332kg 1.F 116.8(m / s 2 ) Gaya Reaksi pada roda depan : ' WD L = WD .389 + 0.Elemen Mesin II fl = 162 F = 1. g = 9.g (m / s 2 ) Dimana : e = 0.

Elemen Mesin II WD L h = Beban Roda Depan dalam keadaan jalan biasa.W = (W / g )α ' µ = (α ' / g ) = e Gaya rem untuk roda depan pada diameter luarnya adalah h BID = e(WD + W . maka pengurangan gaya reaksi pada roda belakang adalah : ∴W ' B = W . ( kg ) = Jarak sumbu roda depan dan belakang ( mm ) = Tinggi titik berat ( mm ) Untuk Beban Dinamis roda depan WdD adalah : WdD = W D + W .e. ( kg ) L = Jarak sumbu roda depan dan belakang ( mm ) h = Tinggi titik berat ( mm ) Untuk Beban Dinamis roda depan WdD adalah : WdB = W B − W .W Sehingga menurut hukum newton kedua : µ . ( kg ) L = Jarak sumbu roda depan dan belakang ( mm ) h = Tinggi titik berat ( mm ) Gaya rem untuk roda Belakang pada diameter luarnya adalah h BID = e(WD − W . ) L Luas penampang piston silinder hidrolik adalah : 2 AwD = (π / 4)d wD / 100 AwB = (π / 4)d wB / 100 2 Iwan Ridwan ST 68 .e.e.e. ) L Dimana : BID = Gaya rem ( kg ) WD = Beban Roda Depan dalam keadaan jalan biasa.(h / L) Perlambatan α ' yang terjadi pada masa mobil ( W / g ) adalah disebabkan oleh gaya gesek µ . diambil sebagai engsel.e.h / L Dimana : WB = Beban Roda Belakang dalam keadaan jalan biasa.(h / L) Jika titik singgung roda depan dengan jalanan .

gaya rem per gandar BdD dan BdB dapat dinyatakan dengan rumus sebagai berikut : r BdD = 2( FER ) D . D R Dan r BdB = 2( FER ) B . Untuk gaya rem yg di perlukan dari persamaan gaya gaya rem sebelumnya. AwD . pw . Pl max = Tekanan Kontak maksimum θl max = adalah sudut tekanan kontak maksimum. B R BdD + BdB = eW Iwan Ridwan ST 69 . pw . Gaya tekanan AwD . pw dan AwB . pw ( kg ) akan dikenakan pada masing-masing roda depan dan roda belakang.Elemen Mesin II Dimana : AwD = Luas penampang Piston roda depan ( cm 2 ) AwB = Luas penampang Piston roda belakang ( cm 2 ) d wD = Diameter Piston silinder hidrolik roda depan ( mm ) d wB = Diameter Piston Silinder Hidrolik Roda belakang ( mm ) Jika tekanan minyak adalah pw (kg / cm 2 ) . AwB .Cos (θl max − θl ) Dimana : Pl = Tekanan Kontak pada letak θl dari sumbu Y. Tekanan kontak pada lapisan rem tergantung pada letaknya yaitu : Pl = Pl max .

9 ( m/s ) dapat diperoleh dengan . Rem ini biasanya mempunyai sifat sifat yg baik seperti mudah di kendalikan.mm ) dimana : = Koefisien Gesek lapisan F = Hasil perkalian antara luas piston atau silinder roda Aw dan tekanan minyak pw µ K1 Rm = =  2φ R1. Rem Cakra Rem Cakra terdiri dari sebuah cakra dari baja yang di jepit oleh lapisan rem dari kedua sisi pada waktu pengereman. Momen Rem dari satu sisi cakra adalah : T1 = µFK1Rm ( kg.R2  1 − ( R + R ) 2  dimana R = Jari jari roda. sehingga sangat baik untuk roda depan. kelemahannya adalah umur lapisannya yang pendek.Elemen Mesin II Dimana : BdD BdB FER pw AwD AwB = Gaya rem gandar roda depan = gaya rem gandar roda belakang = faktor Efektivitas Rem = Tekanan Minyak (kg / cm 2 ) = Luas penampang Piston roda depan ( cm 2 ) = Luas penampang Piston roda belakang ( cm 2 ) Dengan harga e tersebut. serta ukuran silinder yang besar pada roda.7. 3 sin(φ / 2)  1 2  R1 + R2 2 Iwan Ridwan ST 70 . v2 S= 2eg 3. pengereman yang stabil dan radiasi yang baik. jarak rem pada kecepatan V = 50 ( km/h) atau v = 13.1.

Rem Sabuk / Band brake Rem sabuk sederhana terlihat secara sistimatik pada gambar dibawah ini.Elemen Mesin II Perhitungan ini untuk membuat keausan lapisan yang seragam.021 untuk φ = 250 K 2 = 1. jika pusat ada di K1. gaya bekerja pada element dari lining yang terletak antara dua bidang aksial dengan sudut kecil d.5R1 maka : K1 = 1.R1 = r . Gaya µ . r R 3. Iwan Ridwan ST 71 .1. Gaya tarik pada sisi yang ketat sama dengan gaya tarik T sisi yang longgar di tambah penambahan dT.04 untuk φ = 450 Satu cakara ditekan oleh gaya P × 2 dari kedua sisi. Pada gambar (b) dengan skala diperbesar. Aw .8. Reaksi dari drum tertekan adalah gaya reaksi dR. Jika R2 = 1.dR sama dengan dT. pw . baik dekat poros maupun diluar. dengan jalan mengusahakan tekanan kontak yang merata. maka faktor faktor efektivitas rem adalah : ( FER ) = 2T / Fr = 2 µ Gaya Rem pada diameter luar roda adalah : Bd = 2( FER ).

Kemudian : dT = µ .T .r. yang mana sama dengan reaksi dR.d .dϕ dT = µ .e µα ) dan T1 = b.a = T2 (b − a. Pada diffrensial band brake berlaku persamaan : Pa = T2 . ke T1 dimana ϕ mempunyai harga ϕ = α Maka persamaan di intergrasikan : T1 = e µα T2 Harga fungsi ekponensial e µα dapat dilihat dalam tabel : Biasanya pengereman adanya gaya P yang bekerja pada ujung tuas.ϕ T Gaya pada sabuk T berpariasi dari T2 diamana ϕ sama dengan nol. komponen kedalam dari gaya tangensial adalah T x d.Elemen Mesin II Maka : DT = µ.b − T1.dR Jika sudut d sangat kecil. pmax Iwan Ridwan ST 72 .

Elemen Mesin II Iwan Ridwan ST 73 .