IMUNISASI DASAR Dr. Suparyanto, M.

Kes

IMUNISASI DASAR

1. PENGERTIAN IMUNISASI Imunisasi adalah suatu cara untuk meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu antigen, sehingga bila kelak ia terpejan pada antigen yang serupa tidak akan terjadi penyakit (John, 2006). Imunisasi adalah kekebalan tubuh. Imunisasi adalah proses pembentukan sistem kekebalan tubuh. Material imunisasi disebut immonugen. Immonugen adalah molekul antigen yang dapat merangsang kekebalan tubuh. Imunisasi diberikan pada anak-anak, dari masih bayi sampai menjelang usia dewasa, atau sekitar usia 15 tahun. Imunisasi sangat penting sebagai penunjang kesehatan bayi dan anak-anak. Imunisasi ada yang berbentuk serum yang disuntikkan pada bagian tubuh (biasanya bagian lengan atau bokong), dan ada juga yang berbentuk cairan yang diteteskan ke dalam mulut. Imunisasi pertama kali dilakukan oleh Edward Jenner, seorang dokter dari Inggris. Pertama kali dibuat dalam bentuk suntikan yang digunakan untuk kekebalan tubuh. Saat itu Jenner termotivasi adanya penyebaran virus cacar yang mematikan di Inggris. (Abraham, 2008).

2. TUJUAN IMUNISASI Program imunisasi bertujuan untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian serta dapat menguragi kecacatan akibat dari penyakit yang dapat dicegah dengan Imunisasi. (Aziz Alimul, 2006).

3. JENIS-JENIS IMUNISASI Ada dua jenis kekebalan yang bekerja pada tubuh bayi atau anak (imunisasi) : a. Imunisasi aktif (active immunization) Imunisasi aktif adalah kekebalan yang dibuat sendiri oleh tubuh untuk menolak terhadap suatu penyakit tertentu. Imunisasi aktif alamiah: adalah dimana kekebalan akan dibuat sendiri oleh tubuh setelah mengalami atau sembuh dari suatu penyakit, misalnya campak, jika pernah sakit campak, maka tidak akan terserang kembali. Imunisasi aktif buatan: adalah dimana kekebalan dibuat oleh tubuh setelah mendapat vaksin yaitu hepatitis B, BCG, DPT/Hep B kombo, dan polio.

2006). Vaksin live attenuated (bakteri atau virus hidup yang dilemahkan) Vaksin live attenuated diproduksi dengan cara melakukan modifikasi virus atau bakteri penyebab penyakit di laboratorium.Imunisasi pasif (passive immunization) Imunisasi pasif adalah tubuh anak tidak membuat zat antibody sendiri tetapi kekebalan tersebut diperoleh dari luar setelah memperoleh zat penolakan. b. Tuberculosis. PENYAKIT-PENYAKIT YANG DAPAT DICEGAH DENGAN VAKSIN PPI Penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin program pengembangan imunisasi (PPI) adalah Hepatitis B. 2007). Vaksin live attenuated yang tersedia saat ini adalah : Vaksin yang berasal dari virus hidup. 2007). Imunisasi pasif buatan. Mikroorganisme vaksin yang dihasilkan masih memiliki kemampuan untuk tumbuh (replikasi) dan menimbulkan kekebalan tetapi tidak menyebabkan penyakit. yaitu terdapat pada bayi baru lahir sampai berumur 5 bulan.Vaksin inactivated . demam kuning. yaitu : a. Bayi mendapatkan zat antibody dari ibu sewaktu didalam kandungan. yaitu dimana kekebalan ini diperoleh setelah mendapatkan suntikan zat penolakan. JENIS-JENIS VAKSIN Jenis vaksin yang digunakan di Indonesia banyak macamnya akan tetapi pada dasarnya vaksin dapat dibagi menjadi 2 jenis. rubella. yaitu campak (Endif.b. misalnya ATS (Endif. Vaksin live attenuated bersifat labil dan dapat mengalami kerusakan bila kena panas dan sinar. Contoh : BCG dan demam tifoid oral. 2007). 5. Vaksin yang berasal dari bakteri. 4. Dipteri. Batuk rejan (pertusis). Tetanus. maka harus dilakukan pegelolaan dan penyimpanan dengan baik dan hati-hati. gondong. Polio dan Campak (measles) (Endif. yaitu melalui jalan darah menembus plasenta. polio OPV (Oral Pholio Vaksin). Contoh : vaksin campak. Imunisasi pasif dibagi menjadi dua macam: Imunisasi pasif alamiah atau bawaan. sehingga prosesnya cepat tetapi tidak bertahan lama karena akan di metabolisme oleh tubuh (John.

pertusis aceluler. meningokokus. kemudian dibuat tidak aktif (inactivated) dengan pemanasan atau bahan kimia (biasanya formalin). contoh: pnemokokus. Polio 4 9 Bulan : Campak (Kementrian Kesehatan RI. contoh : influenza. kolera. tifoid vi. influenza. contoh : hepatitis B. tifoid. Karena vaksin inactivated tidak hidup dan tidak dapat reflikasi maka seluruh dosis antigen yang dibutuhkan dimasukkan dalam suntikan. JADWAL PEMBERIAN IMUNISASI DASAR 0 – 7 hari : HB 0 1 Bulan : BCG. 6. 2011) Tabel 2. haemophilus influenza tipe B. Vaksin hepatitis B rekombinan adalah vaksin virus recombinant yang telah diinaktivasikan dan bersifat non-infeksius. Polio 2 3 Bulan : DPT/HB 2. Polio 1 2 bulan : DPT/HB 1.1 Rekomendasi untuk vaksin yang terlambat . Vaksin inactivated yang tersedia saat ini berasal dari : Seluruh sel virus inactivated. 2007). contoh : pertusis. berasal dari HbsAg yang dihasilkan dalam sel ragi (hansenula olymorpha) menggunakan teknologi DNA recombinan (Wirawan. Gabungan polisakarida (haemophilus influenza tipe B dan pnemokokus). c. Toksoid.Rekombinan (rekayasa genetika) : hepatitis B. polio IPV (Injectable/inactivated Polio Vaksin). rabies. Seluruh bakteri inactivated. hepatitis A. tetanus Polisakarida murni. Vaksin ini tidak dapat menyebabkan penyakit (walaupun pada orang dengan defisiensi imun) dan tidak dapat mengalami mutasi menjadi bentuk patogenik.Vaksin inactivated dihasilkan dengan cara membiakkan bakteri atau virus dalam media pembiakan. contoh : difteri. Polio 3 4 Bulan : DPT/HB 3. Vaksin fraksional yang masuk sub unit.

imunisasi diberikan sesuai imunisasi dasar baik jumlah maupun intervalnya Bila pemberian ke-4 sebelum ulang tahun ke-4. bisa mendapatkan serial imunisasi Hepatitis B kapan saja saat berkunjung.Vaksin Rekomendasi bila terlambat BCG Usia kurang dari 12 bulan boleh diberikan kapan saja Usia lebih dari 12 bulan imunisasi kapan saja dengan dosis vaksin 0. tetapi lanjutkan dan lengkapi imunisasi seperti jadwal.1 ml im DPT Berikan pada anak ≥ 7 tahun bila vaksin tersedia Bila terlambat. Sumber : Sastrawan. 2007 . Tidak peduli berapun jarak waktu atau intervalnya keterlambatan dari pemberian sebelumnya Campak Usia antara 9-12 tahun diberikan saat ada di Posyandu Usia anak 1 tahun atau lebih berikan MMR MMR Bila sampai umur 12 bulan belum mendapatkan vaksin campak. tetapi lanjutkan dan lengkapi imunisasi seperti jadwal. jangan mengulang pemberian dari awal. MMR bisa diberikan kapan saja setelah berumur 1 tahun Hipatitis B Bila terlambat jangan pemberian dari awal. tetapi lanjutkan dan lengkapi imunisasi seperti jadwal. maka pemberian ke-5 tidak perlu lagi Polio Oral Bila terlambat jangan mengulang pemberian dari awal. tidak peduli jarak waktu atau interval keterlambatan dari pemberian sebelumnya Bila belum pernah imunisasi dasar pada usia kurang dari 12 bulan. tidak peduli berapun jarak waktu atau interval dari pemberian sebelumnya Anak dan remaja yang belum pernah imunisasi Hepatitis B pada masa bayi. maka pemberian ke-5 secepatnya 6 bulan sesudahnya Bila pemberian ke-4 setelah umur empat tahun.

com. 2008. 2006.info sehat. Jenis Imunisasi. Bogor : Ghalia Indonesia Notoatmodjo.DAFTAR PUSTAKA Azwar. Jakarta: EGC Effendy. 2008. Yogyakarta: Pelajar Offset Rulina. 2009. 2007. 2006. Imunisasi Dasar. info.com akses 22 Mei 2011 Wirawan. Akses 22 Mei 2011 Syaifudin. Data Cakupan Imunisasi. 2006. Metodelogi Riset Keperawatan. Jakarta: PT Rineka Cipta Alimul. Metodelogi Analisis Kebidanan. Psikologi Keluarga. Psikologi Perkembangan. com. 2006. Bandung: ISBN Wiliem. 2006. Metode Penelitian. Sikap Manusia. Nursalam 2008.anak. Jakarta. anak sehat. Purwodarminto. 2008. Nursalam 2003. Jakarta Notoatmodjo. Jakarta: ISBN Abraham. Bandung: Rosda Karya Endife. Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. Salemba Medika. Keperawatan Maternitas. Kamus Bahasa Indonesia. Keperawatan Keluarga. 2007. Jakarta: EGC Nazir Moh. net. Kesehatan ibu Dan Anak. akses 22 Juni 2011 . Salemba Medika. 2005. cyber. com. http//www. Faktor Yang Mempengaruhi Pemberian Imunisasi. Jakarta : EGC Fachri Umar. Metodelogi Riset Keperawatan. 2011. http//www. Ilmu Keperawatana anak. Program Imunisasi di Indonesia.com. http//www. akses 12 Maret 2011 Hidayat. intra media.akses 12 Mei 2011 Friedman. Jakarta. Jakarta EGC Desmita. Promosi kesehatan Masyarakat. PT Rineka Cipta. Keperawan Anak. Dasar-Dasar Keperawatan Maternitas. 2007. 2009. 2009. http//www.2005.2007. Dampak Tlidak diberi Imunisasi. 2008. Jakarta. Jakarta: EGC John. Jakarta: Salemba Medika Dinkes Jombang. 2009. Jombang: Dinas Kesehatan Dagun. Sikap Manusia. PT Rineka Cipta. Jakarta: Salemba Medika Grifford. 2008. http//www.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful