BLOK MEDIKOLEGAL LAPORAN PBL 2 KELOMPOK 4 SKENARIO 1

Elisabeth Thea Rahmani Yesisca Natharina Yolanda Andry Kelvianto Pierre Alexander Angela Jessica Dian Araminta Ramadhania Stevia Verdiana Lauwrenz Inez M. Gabriella S. Windy Wiyono Reginald Maleachi Irenne Purnama

2007-060-041 2007-060-043 2007-060-046 2007-060-061 2007-060-101 2007-060-124 2007-060-128 2007-060-129 2007-060-139 2007-060-145 2007-060-147 2007-060-148

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KATOLIK INDONESIA ATMA JAYA 2010

maka dokterpun memulai melakukan pemeriksaan fisik si anak.BAB I PENDAHULUAN A. Dokter menilai bahwa pasien perlu dikonsultasikan kepada ahlinya. misalnya kejahatan seksual terhadap anak dibawah umur atau terhadap anak yang belum siap dikawin. Dokterpun lebih intensif mengorek keterangan dari si anak dan si ibu. oleh karenanya sebagai dokter haruslah mengetahui bagaimana prosedur pemeriksaan yang benar terhadap korban dan tersangka kasus kejahatan seksual. Mengenai analisa kasus kejahatan seksual ini lah diperlukan keahlian dari seorang dokter. Sebagai dokter seharusnya dapat membantu penyidikan. khususnya yang berkaitan dengan perlindungan dari segala bentuk penyiksaan. Akhirnya terungkaplah fakta bahwa si anak telah disetubuhi oleh seorang laki-laki yang telah lama dikenalnya sebagai pacar si ibu. Latar Belakang Di Indonesia diketemukan adanya kejahatan seksual yang sering terjadi. Setelah berada di dalam ruang periksa Dokter. si ibu menjelaskan bahwa anaknya mengeluh sakit bila ingin kencing sejak dua hari lalu. Skenario Seorang ibu muda bersama dengan seorang anak perempuannya yang baru berusia 11 tahun datang ke poliklinik anak di sebuah Rumah Sakit. Ia berjanji untuk memutuskan hubungan dengan si laki-laki tersebut agar kejadian serupa tidak terulang lagi. B. dan pengabaian martabat manusia. Dalam wawancara berikutnya dokter tidak memperoleh keterangan lain. Pada pemeriksaan fisik dokter menemukan robekan lama selaput dara disertai dengan erosi dan peradangan jaringan Vulva sisi kanan. kekerasan. tatalaksana terhadap korban dan hukum-hukum di Indonesia yang berhubungan dengan kasus kejahatan seksual sangatlah penting diketahui oleh dokter untuk membantu penyidikan tersebut. Si ibu meminta kepada dokter agar jangan membawa kasus ini ke polisi karena ia akan malu dibuatnya. melainkan sebagai problem sosial yang terkait dengan masalah hak-hak asasi. Si ibu telah bercerai tiga tahun dengan suaminya (ayah si anak) dan saat ini sedang menjalin hubungan dengan laki-laki lain sebagai pacarnya. Bagaimana tanda-tanda persetubuhan. Kejahatan seksual tidak dapat hanya merupakan masalah antar individu. . Dokter berkesimpulan bahwa sangat besar kemungkinan telah terjadi “persetubuhan” beberapa hari sebelumnya.

Kronologis Pemeriksaan Kasus Kejahatan Seksual: 1.Penyakit kelamin/penyakit kandungan/penyakit lain . Memeriksa pakaian -Robekan -Kancing putus -Bercak darah -Air mani -Lumpur -Rapi atau tidak 4.Apa pernah bersetubuh .Kapan persetubuhan terakhir . Anamnesa Pasien : a.BAB II HASIL DISKUSI 1. Umum : . atau ganti pakaian 3. jam. Khusus:-Waktu kejadian. siklus haid . tempat/tanggal lahir.Umur. tempat kejadian -Apakah korban melawan -Apakah korban pingsan -Apa ada penetrasi dan ejakulasi -Apa setelah kejadian korban mencuci. tanggal.Apakah memakai kondom b. Memeriksa tubuh korban ë Umum -Penampilan -Keadaan emosional -Tanda bekas hilang kesadaran -Tanda needle mark -Tanda kekerasan . Informed consent 2. status perkawinan. mandi.

Florence. persetubuhan= 9cm *Frenulum labiorum pudenda *Vagina dan cervix 5. reflex cahaya. TD. Baechii  Tes toksikologi (urin. berwarna putih kekuningan.-Tanda perkembangan alat kelamin sekunder. TB. visual/taktil. BB. pupil. Pemeriksaan laboratoriun pada kasus kejahatan seksual Pemeriksaan cairan mani Semen merupakan cairan agak kental. keadaan jantung. Mengandung spermatozoa.5cm . abdomen -Adakah trace evidence pada tubuh korban ë Khusus *Rambut kemaluan yang saling melekat karena air mani mongering gunting *Bercak air mani kerok/swab *Vulva tanda kekerasan *Introitus vagina *Selaput daratentukan orifisiumperawan= 2.darah)  Tes kehamilan  Tes kuman Gonorrhea 2. sel-sel epitel. dan sel-sel lain yang tersuspensi dalam cairan . Pemeriksaan Laboratorium  Tes Penyaring cairan mani  Tes fosfatase asam. paru. UV  Tes Penentu cairan mani  Berberio. keruh dan berbau khas. Malascheet Green. Puranen  Tes Penentu spermatozoa  Sediaan langsung. Dapat mengandung/ tidak mengandung spermatozoa (pada azospermia).

Bahan yang diambil dari tubuh korban: Cairan mani dalam vagina untuk membuktikan adanya persetubuhan. Spermatozoa dapat ditemukan 3-6 hari pasca persetubuhan Dengan pewarnaan • Dibuat sediaan apus dan difiksasi dengan melewatkan gelas sediaan apus tersebut pada nyala api. Pulas dengan HE. Perhatikan gerakan sperma. Haid akan memperpanjang sampai 3-4 jam. dalam 2-3 jam setelah persetubuhan masih dapat ditemukan spermatozoa yang bergerak dalam vagina. • Cara pemeriksaan: satu tetes lendir vagina diletakan pada kaca obyek. Karena kekhasan kandungan zat ini. dilihat dengan pembesaran 500 x serta kondensor diturunkan. Dengan cotton but dilakukan swab pada forniks posterior vagina dan permukaan mulut rahim. terakir cuci lagi dengan air . Penentuan ada/ tidaknya spermatozoa Tanpa pewarnaan • • Untuk melihat apakah ada spermatozoa yang masih bergerak Umumnya. Swab dilakukan dengan bantuan spekulum.  Warnai dengan larutan malachite green 1% selama 10-15 menit. zat ini dapat digunakan untuk menentukan apakah suatu cairan atau bercak adalah sperma atua bukan. lalu cuci dengan air mengalir dan setelah itu lakukakn counterstain dengan Eosin Yellowish 1% selama 1 menit.yang disebut plasma seminal yang mengandung spermin dan beberapa enzim seperti fosfatase asam. methy lene blue atau malachite green • Malachite green adalalh cara yang mudah dan baik digunakan.

sehingga kharus dikonfirmasi ulang lagi dengan menggunakan tes penentu • Cara pemeriksaan : Bahan yang dicurigai ditempelkan pada kertas saring ang telah terlebih dahulu dibasahi dengan akuades selama beberapa menit. kadang-kadang terdapat garis refraksi yang terletak longitudinal Reakssi florence • • Dasar reaksi adalah untuk menentukan ada/ tidaknya kholin. Cara pemeriksaan: Ekstrak diletakan pada kaca obyek. (+) timbul warna ungu dalam waktu ± 30 detik + palsu dapat ditemukan pada feses. Reaksi Berberio • • • Dasar reaksi: menentukan adanya spermin dalam semen Merupakan reaksi penentu ada/ tidaknya mani Reagen yang digunakan larutan asam pikrat jenuh (+) kristal spermin pikrat yang kekuning-kuningan berbentuk jarum dengan ujung tumpul. Terlihat gambaran sperma: kepala (merah). kontraseptik. sari buah dan tumbuh-tumbuhan. ekor (hijau) Penentuan cairan mani (kimiawi) Reaksi fosfatase asam • • Mendeteksi adanya enzim Fosfatase asam dalam bercak/ cairan Merupakan reaksi penyaring ada/ tidaknya mani. berbentuk jarum dengan ujung sering terbelah. biarkan mengering. . leher( merah muda). Kemudian kertas saring diangkat dan disemprotkan dengan reagens. Reagen dialirkan dengan pipet dibawah kaca penutup. tutup dengan kaca penutup. air teh. (+) kristal kholin-periodida berwarna cokelat.

dan lebih gelap dari sekitarnya. Pada bahan tekstil yang tidak menyerap. Serabut pakaian tidak mengambil warna. bercak yang sudah agak tua berwarna agak kekuning-kuningan. Pemeriksaan pria tersangka Cara lugol • Kaca obyek ditempelkan dan ditekankan pada glans penis. leyakkan pada gelas obyek dan diuraikan sampai serabut-serabut saling terpisah. spermatozoa dengan kepala berwarna merah dan ekor merah muda terlihat banyak menempel pada selaput benang. korona serta frenulum • Kemudian letakkan dengan spesimen menghadap ke bawah dengan spesimen menghadap ke bawah dia atas tempat yang berisi larutan lugol dengan tujuan agar uap iodium akan mewarnai sediaan tersebut. Tutup dengan gelas tutup dan balsem kanada. Hasik + menunjukan sel-sel epitel vagina dengan sitoplasma berwarna cokelat karena mengandung banyak glikogen. Pemeriksa bercak mani pada pakaian Visual Bercak manu berbatas tegas. bercak yang segar akan menunjukkan permukaan mengkilap dan translusen. . kemudian akan mengering. periksa dengan mikroskop pembesaran 400 kali. ekstrak seranggga) akan memberikan warna serupa. Dengan bantuan sinar Ultraviolet bercak semen akan menunjukkan warna putih Dengan bantuan lampu wood: dapat ditemukan bercak putih pada kulit/ tubuh Taktil Bercak mani terasa memberi kesan kaku seperti kanji Pewarnaan baecchi • • Untuk mengetahui adanya spermatozoa pada bercak kain Dengan jarum diambil 1-2 helai benang.+ palsu ekstrak jaringan berbagai organ (putih telur. terutama pada bagian kolom.

(3) Terhadap pengaduan ini tidak berlaku pasal 72. padahal diketahui olehnya bahwa yang turut bersalah telah kawin dan pasal 27 BW berlaku baginya. 2. dan bilamana bagi mereka berlaku pasal 27 BW. pengaduan tidak diindahkan selama perkawinan belum diputuskan karena perceraian atau sebelum putusan yang menyatakan pisah meja dan tempat tidur menjadi tetap.• Untuk memastikan bahwa sel epitel berasal dari seorang wanita. Ketentuan Pidana Kejahatan Terhadap Kesusilaan Pasal 284 (1) Diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan: 1. seorang wanita yang telah kawin yang melakukan gendak.a. 73. padahal diketahui bahwa pasal 27 BW berlaku baginya. 2. seorang pria yang turut serta melakukan perbuatan itu. . (2) Tidak dilakukan penuntutan melainkan atas pengaduan suami/istri yang tercemar. (5) Jika bagi suami-istri berlaku pasal 27 BW.b. (4) Pengaduan dapat ditarik kembali selama pemeriksaan dalam sidang pengadilan belum dimulai. seorang wanita yang telah kawin yang turut serta melakukan perbuatan itu. padahal diketahuinya bahwa yang turut bersalah telah kawin. padahal diketahui bahwa pasal 27 BW berlaku baginya. dalam tenggang waktu tiga bulan diikuti dengan permintaan bercerai atau pisah-meja dan ranjang karena alasan itu juga.a. 3. perlu ditentukan adanya kromatin seks (barr body). dan 75. 1.b. seorang pria yang telah kawin yang melakukan gendak (overspel).

(2) Penuntutan hanya dilakukan atas pengaduan. padahal diketahuinya atau sepatutnya harus diduganya bahwa umumya belum lima belas tahun. (3) Jika mengakibatkan mati. (2) Jika perbuatan mengakibatkan luka-luka berat. kecuali jika umur wanita belum sampai dua belas tahun atau jika ada salah satu hal berdasarkan pasal 291 dan pasal 294. atau kalau umurnya tidak jelas. Pasal 286 Barang siapa bersetubuh dengan seorang wanita di luar perkawinan. diancam karena melakukan perkosaan dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun. Pasal 288 (1) Barang siapa dalam perkawinan bersetubuh dengan seormig wanita yang diketahuinya atau sepatutnya harus didugunya bahwa yang bersangkutan belum waktunya untuk dikawin. . dijatuhkan pidana penjara paling lama dua belas tahun. bawa belum waktunya untuk dikawin. padahal diketahui bahwa wanita itu dalam keadaan pingsan atau tidak berdaya. apabila perbuatan mengakibatkan luka-luka diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun. diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun. diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun. Pasal 287 (1) Barang siapa bersetubuh dengan seorang wanita di luar perkawinan.Pasal 285 Barang siapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa seorang wanita bersetubuh dengan dia di luar perkawinan. dijatuhkan pidana penjara paling lama delapan tahun.

Pasal 291 (1) Jika salah satu kejahatan berdasarkan pasal 286.Pasal 289 Barang siapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa seorang untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul. barang siapa melakukan perbuatan cabul dengan seorang padahal diketahuinya atau sepatutnya harus diduganya. atau bersetubuh di luar perkawinan dengan orang lain. dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun. 3. yang bersangkutan belum waktunya untuk dikawin. Pasal 290 Diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun: 1. bahwa umumya belum lima belas tahun atau kalau umumya tidak jelas. barang siapa melakukan perbuatan cabul dengan seorang. (2) Jika salah satu kejahatan berdasarkan pasal 285. diancam karena melakukan perbuatan yang menyerang kehormatan kesusilaan. 2 86. barang siapa membujuk seseorang yang diketahuinya atau sepatutnya harus diduganya bahwa umurnya belum lima belas tahun atau kalau umumya tidak jelas yang bersangkutan atau kutan belum waktunya untuk dikawin. 2 87. 289. dan 290 mengakibatkan luka-luka berat. 289 dan 290 mengakibatkan kematisn dijatuhkan pidana penjara paling lama lima belas tahun. 2. 287. padahal diketahuinya bahwa orang itu pingsan atau tidak berdaya. untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul. Pasal 292 . dijatuhkan pidana penjara paling lama dua belas tahun.

(2) Penuntutan hanya dilakukan atas pengaduan orang yang terhadap dirinya dilakukan kejahatan itu. pengawas atau pesuruh dalam penjara. rumah sakit jiwa . pegawai. guru.didikan. rumah piatu. atau dengan orang yang penjagaannya dipercayakan atau diserahkan kepadanya. anak di bawah pengawannya yang belum dewasa. pengurus. menyalahgunakan pembawa yang timbul dari hubungan keadaan. Pasal 293 (1) Barang siapa dengan memberi atau menjanjikan uang atau barang. diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun. (2) Diancam dengan pidana yang sama: 1. (3) Tenggang waktu tersebut dalam pasal 74 bagi pengaduan ini adalah masing-masing sembilan bulan dan dua belas bulan. tempat pekerjaan negara. padahal tentang belum kedewasaannya. yang diketahuinya atau sepatutnya harus diduganya belum dewasa. atau dengan penyesatan sengaja menggerakkan seorang belum dewasa dan baik tingkahlakunya untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul dengan dia. pendidikan atau penjagaannya diannya yang belum dewasa. Pasal 294 (1) Barang siapa melakukan perbuatan cabul dengan anaknya. diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun. rumah sakit. dokter.Orang dewasa yang melakukan perbuatan cabul dengan orang lain sesama kelamin. diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun. diketahui atau selayaknya harus diduganya. tempat pen. atau dengan orang yang belum dewasa yang pemeliharaanya. tirinya. pejabat yang melakukan perbuatan cabul dengan orang yang karena jabatan adalah bawahannya. anak angkatnya. 2.

yang melakukan perbuatan cabul dengan orang yang dimasukkan ke dalamnya. anak yang menjadi korban penyalahgunaan . maka kasus kejahatan seksual pada anak dibawah 12 tahun tersebut dapat tetap dilaporkan kepada polisi tanpa aduan dari korban maupun walinya. Hal ini dapat kita lihat pada Pasal 17 yang berbunyi : (1) Setiap anak yang dirampas kebebasannya berhak untuk : a. “Setiap orang yang mengetahui dan sengaja membiarkan anak dalam situasi darurat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 60. mendapatkan perlakuan secara manusiawi dan penempatannya dipisahkan dari orang dewasa.atau lembaga sosial. (2) Setiap anak yang menjadi korban atau pelaku kekerasan seksual atau yang berhadapan dengan hukum berhak dirahasiakan. yaitu hukum yang lebih spesifik dapat menggantikan hukum yang lebih umum. anak yang diperdagangkan. 23 tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. membela diri dan memperoleh keadilan di depan pengadilan anak yang objektif dan tidak memihak dalam sidang tertutup untuk umum. Dan Pasal 18 yang berbunyi : Setiap anak yang menjadi korban atau pelaku tindak pidana berhak mendapatkan bantuan hukum dan bantuan lainnya. anak yang berhadapan dengan hukum. Selain itu Pasal 78 juga menerangkan mengenai kewajiban setiap orang untuk melapor ke polisi. memperoleh bantuan hukum atau bantuan lainnya secara efektif dalam setiap tahapan upaya hukum yang berlaku. anak dari kelompok minoritas dan terisolasi. anak yang tereksploitasi secara ekonomi dan/atau seksual. KUHP pasal 287 di atas dapat digantikan oleh Undang – Undang RI No. Hukum Perlindungan Anak Dengan dasar Lex specialis derogat legi generalis. b. dan c.\ 4.

tumbuh. dan berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkat dan . berkembang. anak yang berhadapan dengan hukum. dan zat adiktif lainnya (napza). anak korban kekerasan baik fisik dan/atau mental. termasuk anak yang masih dalam kandungan.” Jadi dokter harus menjelaskan kepada ibunya bahwa menurut hukum ia wajib membantu anaknya dengan melaporkan kasus ini kepada polisi. psikotropika. anak dari kelompok minoritas dan terisolasi. tumbuh. psikotropika. Anak adalah seseorang yang belum berusia 18 (delapan belas) tahun. penjualan. dan zat adiktif lainnya (napza). Perlindungan khusus adalah perlindungan yang diberikan kepada anak dalam situasi darurat. Perlindungan anak adalah segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi anak dan hak-haknya agar dapat hidup. anak yang menyandang cacat. berkembang. Pasal 3 Perlindungan anak bertujuan untuk menjamin terpenuhinya hak-hak anak agar dapat hidup. dan berpartisipasi. 2.00 (seratus juta rupiah).000. dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp100. 3.narkotika. alkohol. anak yang menjadi korban penyalahgunaan narkotika. perdagangan. anak yang diperdagangkan. anak korban penculikan. anak korban perdagangan. anak korban penculikan. serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan. Selain itu pasal – pasal yang memuat ketentuan lebih rinci mengenai perlindungan anak ini adalah : Pasal 1 Dalam undang-undang ini yang dimaksud dengan : 1. padahal anak tersebut memerlukan pertolongan dan harus dibantu. alkohol.000. dan anak korban perlakuan salah dan penelantaran. anak yang dieksploitasi secara ekonomi dan/atau seksual. atau anak korban kekerasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59.

misalnya tindakan pelecehan atau perbuatan tidak senonoh kepada anak. tumbuh. serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan paling singkat 3 (tiga) tahun dan denda paling banyak Rp 300. berhak mendapat perlindungan dari perlakuan: a.martabat kemanusiaan. penelantaran. baik ekonomi maupun seksual. b. Pasal 4 Setiap anak berhak untuk dapat hidup. maka pelaku dikenakan pemberatan hukuman. e. demi terwujudnya anak Indonesia yang berkualitas. Perlakuan salah lainnya. berkembang. wali. serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. atau pihak lain mana pun yang bertanggung jawab atas pengasuhan. perlakuan salah lainnya. dan f. kekerasan.00 (tiga ratus juta rupiah) dan paling sedikit Rp 60. kekejaman. d. wali atau pengasuh anak melakukan segala bentuk perlakuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). (2) Dalam hal orang tua.00 (enam puluh juta rupiah). dan penganiayaan.000.000.000. dan berpartisipasi secara wajar sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan. Pasal 13 (1) Setiap anak selama dalam pengasuhan orang tua.000. Penjelasan Pasal 13 (1)f. ketidakadilan. . diskriminasi. eksploitasi. dan sejahtera. berakhlak mulia. c. Pasal 81 (1) Setiap orang yang dengan sengaja melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa anak melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain.

5.000. memaksa.00 (tiga ratus juta rupiah) dan paling sedikit Rp 60.00 (enam puluh juta rupiah). serangkaian kebohongan. Jenis kekerasan Contoh kesimpulan VeR korban perkosaan :  PADA ANAK PEREMPUAN YG BARU BERUMUR sebelas THN INI TDK DITEMUKAN SEL MANI DLM LIANG VAGINA. Tanda kekerasan (di seluruh tubuh dan di sekitar alat kelamin ) 4. Tanda persetubuhan • • Tanda penetrasi Tanda ejakulasi 3. Pasal 82 Setiap orang yang dengan sengaja melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan. Usia korban 2. DAN KUMAN GONOKOKUS . SELANJUTNYA DITEMUKAN ROBEKAN LAMA SELAPUT DARA PD LOKASI PUKUL ENAM SESUAI DGN ARAH JARUM JAM.(2) Ketentuan pidana sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) berlaku pula bagi setiap orang yang dengan sengaja melakukan tipu muslihat. serangkaian kebohongan. atau membujuk anak melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain. atau membujuk anak untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul.000. dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan paling singkat 3 (tiga) tahun dan denda paling banyak Rp 300.000. melakukan tipu muslihat.000. Kesimpulan Visum Et Repertum Kesimpulan Visum Et Repertum korban perkosaan berisi : 1.

dokter juga harus memperhatikan bagaimana kesehatan mental korban. tetapi dia juga merupakan barang bukti yang sangat penting. setiap pemeriksaan harus dilakukan dengan sebaik-baiknya dan dengan hati-hati karena korban juga merupakan barang bukti. diskusi berjalan lancar. Untuk itu. Penting untuk dokter melakukan observasi lebih lanjut terhadap korban untuk mengetahui penemuan-penemuan yang dapat dianalisa lebih lanjut. TDK DITEMUKANNYA SEL MANI DAN ADANYA ROBEKAN PD SELAPUT DARA DAPAT TERJADI PD PERSETUBUHAN YG SDH LAMA. B. untuk kasus dengan adanya tanda-tanda persetubuhan diperlukan observasi yang cukup lama. BAB III PENUTUP A. Saran mengenai kasus pbl. Kesimpulan Pada keterangan yang dibuat oleh dokter dicantumkan apakah adanya tanda-tanda persetubuhan atau tidak. ADANYA KUMAN GO PD ANAK INI YG MERUPAKAN PENYAKIT MENULAR SEKSUAL(PMS). dan tujuan diskusi juga sudah tercapai. tutor juga sudah mengarahkan kami dengan baik. serta hukumhukum yang mengatur tentang kejahatan seksual. . sebab korban bukanlah hanya sebagai pasien. Dokter tidak mempunyai wewenang untuk menilai apakah suatu kasus adalah permerkosaan atau tidak. skenario sudah baik. MEMBUKTIKAN BAHWA PD ANAK INI TELAH TERJADI PERSETUBUHAN. Selain dari segi fisik korban. Saran Sebagai dokter yang menangani kasus kejahatan seksual. Dokter harus mengerti prosedur pemeriksaan.

.DAFTAR PUSTAKA 1. 1997. Indonesia : Bagian Kedokteran Forensik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Budiyanto A. Sudiono S. Mun'im TWA. Hertian S et al. widiatmaka W. Teknik Autopsi Forensik. Sudiono S. Jakarta. Indonesia : Bagian Kedokteran Forensik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Budiyanto A. widiatmaka W. Sidhi. 2. Sidhi. Ilmu Kedokteran forensik. 2000. Mun'im TWA. Jakarta. Hertian S et al.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful