ALAT DAN BAHAN: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

Drum/ jerigen Cair : Urine/ limbah cucian ikan/ cucian daging dll Padat : Kotoran sapi, kambing,dan unggas Hijauan : Tanaman Legume (gliricide, lamtoro, rumput wedusan dll) dan tanaman pakis-pakisan. Tetes tebu/ gula pasir/ gula jawa Buah-buahan busuk : pepaya, nangka, pisang, semangka dll Bacteri pengurai : EM4, M bio, simba dll Abu : Abu dapur, abu sekam dan abu daun bambu

CARA MEMBUAT: 1. 2. 3. 4. Siapkan drum/ jerigen bersihkan jika kotor. Siapkan air molase sebanyak 3 liter dan air secukupnya. Cincang-cincang bahan berupa buah-buahan dan tanaman hijauan legume, Masukkan semua bahan, komposisi bahan sebaiknya cair 70 % dan padat 30 %. 5. Aduk-aduk lalu tutup rapat (karena proses ini menggunakan bacteri anaerob). 6. Tiap 3 hari sekali harus dibuka dan di aduk-aduk 7. Setelah 1 bulan pupuk organik cair siap digunakan (tanda-tanda jadi yaitu bau tidak menyengat dan warna cairan dan bahan hitam kecoklatan) CARA MENGGUNAKAN: 1. Saring larutan menggunakan kain lalu semprotkan ketanaman dengan konsentrasi 1 gelas 200ml/ tangki semprot. 2. Ampasnya bisa dikeringkan dan gunakan sebagai pupuk organik padat.

1 2/3 diisi dengan bahan padatan: Kotoran sapi.aduk ± selama 5 menit.tanaman legume dan buah-buahan busuk yang sebagian di cincang-cincang. 4 Setiap 3 hari sekali harus di buka dan diaduk.2 3 Masukkan cairan molase. Kemudian tutup rapat. Isi dengan air hingga 1/3 bagian.cairan urine dan bacteri pengurai. Drumtong ± 120 iter .

Mempunyai nilai ekonomis tinggi 5.Keunikan produk pupuk organik cair 1. Kandungan yang ada pada pupuk organik cair sangat banyak bagi tanaman hortikultura 2. Ampas pupuk yang dibuat bisa di manfaatkan sebagai bahan pupuk dasar pada tanaman hortkiltura . Bahan mudah di dapat dan ramah lingkungan 3. Memanfaatkan sampah-sampah di pasar dan kotoran – kotoran hewan maupun unggas yang tak terpakai 4.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful