P. 1
Drama Kisah Penyaliban Yesus Kristus

Drama Kisah Penyaliban Yesus Kristus

|Views: 1,106|Likes:
Published by bruh

This file is un - copyable and un - downloadable. If you'd like to have a copy of it, please contact me.

This is the fourth upload, which means it's the third revision. For revision logs, look on the bottom of the desc.

Just a whippy shmippy for a school play that i made. It's actually our final task for a few subjects.



Guess who had read too much of Shakespeare's plays? Somehow, he influenced me to make this. Darn it.





REVISION LOGS :

>> 9 - 1 - 2013 : Updated casts, and also the scene and acts. Also added script. Halfway there.
>> 16 - 1 2013 : Updated all of the stuff, from bottom to top. Actually, this is ANOTHER file. That's why the sequences and all the other shizz are erased. But i'm still keeping them.

This file is un - copyable and un - downloadable. If you'd like to have a copy of it, please contact me.

This is the fourth upload, which means it's the third revision. For revision logs, look on the bottom of the desc.

Just a whippy shmippy for a school play that i made. It's actually our final task for a few subjects.



Guess who had read too much of Shakespeare's plays? Somehow, he influenced me to make this. Darn it.





REVISION LOGS :

>> 9 - 1 - 2013 : Updated casts, and also the scene and acts. Also added script. Halfway there.
>> 16 - 1 2013 : Updated all of the stuff, from bottom to top. Actually, this is ANOTHER file. That's why the sequences and all the other shizz are erased. But i'm still keeping them.

More info:

Published by: bruh on Jan 08, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

03/29/2015

Drama Bahasa Indonesia ‘Kisah Penyaliban Yesus’

Kelompok 1

Anggota
Cornelia Dyana Rastiti 9A / 8 Gerald Bagus Aprilianto Caloh 9A / 13 Bernard Anom Budiman Subardja 9A / 6 Fransiska Indah Salsanila 9A / 10 Ferdinand Martin K. 9A / 9 Monica Ramali 9A / 22 Tobias Hadi Prabaswara 9A / 32 Wisnu Waskita Hutama 9A / 37

Tokoh - Tokoh
Yesus : Toby Petrus : Yakobus : Yohanes : Yudas : Malkus : Prajurit :   Hanas : Kayafas : Para imam kepala / ahli taurat : Perempuan penjaga pintu : Perempuan yang duduk di sebelah Petrus: Anggota keluarga Malkus : Herodes : Pontius Pilatus : Barabas : Rakyat : Maria Ibu Yesus : Simon dari Kirene : Veronika : Wanita yang menangis : Algojo : (1) : (2) :

Nikodemus : Yusuf dari Arimatea : Maria Magdalena : Maria istri Zebedeus :

Naskah
Scene 1, Taman Getsemani
Yesus, Petrus, Yakobus, Yohanes : *naik ke panggung* Yesus :*berbalik badan menghadap murid – muridNya* Hati - Ku sedih sekali, rasanya seperti akan mati saja. Tinggallah kalian di sini, dan turutlah berjaga-jaga dengan Aku. Petrus, Yakobus, Yohanes :*berbalik badan* Yesus : *berlutut, duduk di belakang batu* Ya Bapa - Ku, jikalau sekiranya mungkin…. Petrus, Yakobus, Yohanes : *tertidur* Yesus : …. biarlah cawan ini lalu dari pada - Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki. *berbalik badan, dan mendekati murid – muridNya* Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku? Petrus, Yakobus, Yohanes : *terbangun* Petrus : Maaf Guru, kami tidak bermaksud--Yesus : Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan : roh memang penurut, tetapi daging lemah. *kembali pergi dan berdoa* Petrus, Yakobus, Yohanes : *tertidur* Yesus : Ya Bapa - Ku jikalau cawan ini tidak mungkin lalu, kecuali apabila Aku meminumnya, jadilah kehendak-Mu! *berbalik badan dan mendapati murid – muridNya tertidur, lalu kembali berdoa doa yang sama, dan kembali kepada murid – muridNya* Tidurlah sekarang dan istirahatlah. Lihat, saatnya sudah tiba, bahwa Anak Manusia diserahkan ke tangan orang-orang berdosa. Bangunlah, marilah kita pergi. Dia yang menyerahkan Aku sudah dekat. Yudas, prajurit, Malkus : *naik ke panggung* Yudas : *berbisik kepada seorang prajurit* Dia yang kucium, adalah orang yang kau cari. Prajurit : *mengangguk* Yudas : *maju ke arah Yesus* Salam, hai Guru! *mencium pipi Yesus* Yesus :*berdiri, lalu maju ke depan* Siapakah yang kamu cari? Prajurit, Malkus : Yesus dari Nazaret. Yesus :*merentangkan tangan* Akulah Dia.

Prajurit, Malkus, Yudas : *mundur, dan tersungkur ke tanah* Yesus : Siapakah yang kamu cari? Prajurit, Malkus : Yesus dari Nazaret. Yesus : Telah Kukatakan kepadamu, Akulah Dia. Jika Aku yang kamu cari, biarkanlah mereka ini pergi. Petrus : *maju, menghunus pedang, dan menyerang Malkus dan mengenai telinganya* Malkus : *mengerang kesakitan* Yesus : *maju ke arah Malkus, merentangkan satu tangannya di depan Petrus* Sarungkan pedangmu itu! Petrus : Tetapi Guru…. Yesus : *berjalan ke arah Malkus, mengambil telinganya dan menyembuhkannya* bukankah Aku harus minum cawan yang diberikan Bapa kepada-Ku? Yohanes, Yakobus : *pergi meninggalkan Yesus* Yakobus : *berputar melihat Yudas sebentar, sambil tetap berlari meninggalkan Yesus* Pengkhianat! Prajurit : *menangkap Yesus, dan membawanya ke Istana Hanas * Malkus : *ikut pergi bersama dengan prajurit* Petrus : *mengikuti dari kejauhan*

Scene 2, Istana Hanas
Perempuan penjaga pintu, perempuan yang duduk di sebelah Petrus, anggota keluarga Malkus :*berdiam di salah satu sisi panggung* Yesus, prajurit, ahli taurat : *masuk ke halaman Istana Hanas * Perempuan penjaga pintu : *membiarkan Yesus dan para prajurit masuk* Petrus : *mengikuti Yesus* Perempuan penjaga pintu : *membiarkan Petrus masuk* Bukankah engkau juga murid orang itu? Petrus : Bukan!

Hanas : Sebenarnya… Apa yang telah Kau katakana, sehingga mereka semua menuduhmu? Yesus : Aku berbicara terus terang kepada dunia! Aku selalu mengajar di rumah – rumah ibadat dan di Bait Allah tempat semua orang Yahudi berkumpul; Aku tidak pernah berbicara sembunyi – sembunyi.Mengapa engkau menanyai Aku? Tanyailah mereka, *melihat para ahli taurat* yang telah mendengar apa yang Kukatakan kepada mereka; sungguh, mereka tahu apa yang telah Kukatakan. Prajurit :*maju dan menampar muka Yesus* Begitukah jawabMu kepada Imam Agung? Yesus : Jikalau kataKu itu salah, tunjukkanlah salahnya, tetapi jikalau benar, mengapa engkau menampar Aku? Hanas : Baiklah, kalau begitu. *menghadap ke prajurit* Kirimkanlah Dia kepada Kayafas! Prajurit : *mengangguk, dan membawa Yesus keluar dari Istana Hanas* Petrus :*keluar dan duduk di dekat api unggun* Perempuan yang duduk di sebelah Petrus : Bukankah engkau juga seorang murid Yesus? Petrus : Bukan! Anggota keluarga Malkus : Bukankah engkau kulihat di taman itu bersama – sama dengan Yesus? Petrus : Bukan!

*ayam berkokok*
Petrus : *pergi dan menyesali, dan menangis*

Scene 3, Istana Kayafas

Ahli taurat : Tuan, ia sudah kami tanyai tetapi tetap saja tidak mau menjawab sepatah kata pun. Kayafas : Aku juga sudah mencobanya. *berjalan mengelilingi ruangan, lalu duduk kembali di kursinya* Baiklah kalau begitu. Kirimkanlah ia kepada Pontius Pilatus saja! *melihat salah satu prajurit* Pastikan ia tidak pergi kemana – mana. Ia harus sampai pada Pilatus sebelum Paskah! Prajurit : Siap, tuanku! *membungkuk, lalu pergi* Ahli taurat : Lalu, apa yang akan kita lakukan dengan para pengikutNya?

Kayafas : Kita akan urus mereka nanti. *berdiri, lalu pergi.

Scene 4, Gedung Pengadilan
Prajurit : *membuka pintu* Ayo bangun! *sambil menarik Yesus dengan paksa* Prajurit, Yesus :*pergi ke Gedung pengadilan* Rakyat (1): *berkumpul di bagian luar Gedung Pengadilan* Sebaiknya kita tidak masuk ke dalamnya….. Rakyat (2) : Mengapa? Rakyat (1): Sebentar lagi malam Paskah! Kita akan menajiskan diri kita dengan bertemu Dia! Pontius Pilatus : *melihat Yesus* Bawa Dia ke dalam! *berjalan keluar dari gedung pengadilan* Apakah tuduhanmu kepada orang ini? Rakyat, ahli taurat : Jikalau Ia bukan penjahat, kami tidak akan menyerahkan – Nya kepadamu! Pontius Pilatus :*berpikir sebentar* Baiklah, ambillah Dia, dan hakimilah Dia menurut hokum Tauratmu! Rakyat : Kami tidak memiliki hak untuk membunuh seseorang,melainkan engkaulah yang berhak memutuskan hal itu! Pontius Pilatus : *kembali masuk ke dalam gedung pengadilan* Engkau inikah…. Raja orang Yahudi? Yesus : Dari hatimu sendirikah engkau katakana hal itu? Ataukah ada orang lain yang mengatakan kepadamu tentang Aku? Pontius Pilatus : Orang Yahudikah aku? BangsaMu sendiri dan imam – imam kepala telah menyerahkan Engkau kepadaku. *menunjuk ke arah pintu keluar gedung pengadilan, lalu berbalik menghadap Yesus* Apakah yang telah Engkau perbuat? Yesus : KerajaanKu bukan dari dunia ini! Jika KerajaanKu dari dunia ini, pasti hamba – hambaKu sudah melawan, supaya Aku jangan diserahkan kepada orang Yahudi Akan tetapi, KerajaanKu bukan dari sini! Pontius Pilatus : *berpikir sebentar* Jadi… Engkau adalah raja? Yesus : Seperti yang kau katakan, Aku adalah raja! Untuk itu Aku lahir, dan untuk itulah aku atang ke dunia ini, yakni untuk memberi kesaksian tentang kebenaran; setiap orang yang berasal dari kebenaran mendengarkan suaraKu.

Pontius Pilatus : Apakah kebenaran itu? *diam sebentar, lalu keluar dari Gedung Pengadilan* Aku tidak mendapat kesalahan apapun padaNya. Tetapi padamu ada kebiasaan, bahwa pada hari raya Paskah aku membebaskan seorang bagimu. Maukah kamu, supaya aku membebaskan raja orang Yahudi ini bagimu? Rakyat : Jangan Dia, melainkan Barabas! Pontius Pilatus : *berkeliling sebentar, berpikir, lalu berhenti dan menghadap rakyat* Siapa yang mau kalian bebaskan? Rakyat : Barabas! Barabas! *berteriak – teriak sambil mengepalkan tangan ke atas* Pontius Pilatus : Baiklah kalau begitu. *masuk ke dalam Gedung pengadilan, lalu menoleh kepada salah satu prajurit* Kau, bebaskanlah Barabas. *menoleh ke prajurit yang lain lagi* Dan kau, ambillah dan sesah Dia. Prajurit (3) : *pergi untuk membebaskan Barabas* Prajurit (1) : *mengambil Yesus, dan membawanya pergi* Prajurit (1) : *menganyam sebuah mahkota dari duri, lalu menaruhnya di atas kepala Yesus* Lihatlah Dia! Prajurit (2) : *tertawa – tawa* Prajurit (2) : *mengenakan jubah ungu kepada Yesus* Prajurit (1), prajurit (2) : *membungkuk* Salam, hai raja orang Yahudi! Prajurit (1) : *menampar wajah Yesus* Pontius Pilatus : Mana Dia? Bawalah Ia ke sini! *menyuruh salah satu prajurit* Prajurit (3) : Cepatlah, bawa ia keluar ke Gedung Pengadilan! Prajurit (1) : Baiklah. Ayo kita pergi, raja orang Yahudi! *tertawa – tawa, sambil membawa Yesus dengan paksa* Pontius Pilatus : *berjalan keluar Gedung pengadilan* Lihatlah aku membawa Dia keluar kepada kamu, supaya kamu tahu bahwa aku tidak mendapat kesalahan apapun padaNya! Yesus : *keluar, dibawa dengan paksa oleh seorang prajurit* Pontius Pilatus : *merentangkan satu tangan ke arah Yesus* Lihatlah manusia ini! Prajurit, ahli taurat, rakyat : Salibkan Dia, salibkan Dia! Pontius Pilatus : *menoleh kepada prajurit yang membawa Yesus* Bawa ia kembali ke dalam.

Prajurit (1) : *mengangguk, lalu membawa Yesus kembali ke dalam Gedung Pengadilan* Pontius Pilatus : Ambil saja sendiri dan salibkan Dia! Sebab aku tidak mendapati kesalahan apapun padaNya. Ahli taurat : Kami mempunyai hukum, dan menurut hukum itu Ia harus mati, sebab Ia menganggap diriNya sebagai Anak Allah. Pontius Pilatus : *masuk kembali ke dalam Gedung Pengadilan* Dari manakah asalMu? Yesus : *diam, menunduk* Pontius Pilatus : Tidakkah Engkau mau bicara dengan aku? Tidakkah Engkau tahu, bahwa aku berkuasa untuk membebaskan Engkau, dan berkuasa juga untuk menyalibkan Engkau? Yesus : *melihat Pilatus* Engkau tidak mempunyai kuasa apapun terhadap Aku, jikalau kuasa itu tidak diberikan dari atas. *menengadah dan berhenti sebentar, lalu kembali menatap mata Pilatus* Sebab itu, dia yang menyerahkan Aku kepadamu, lebih besar dosanya. Pontius Pilatus : *keluar dari Gedung Pengadilan* Bebaskan sajalah Dia! Aku tidak mendapati kesalahan apapun padaNya! Rakyat : Jikalau engkau membebaskan Dia, engkau bukanlah sahabat kaisar. Setiap orang yang menganggap diri raja, melawan kaisar. Pontius Pilatus : *menoleh kepada salah seorang prajurit* Bawa Ia keluar! *duduk di

Litostrotos*
Prajurit (1) : *membawa Yesus keluar dengan paksa* Pontius Pilatus : *merentangkan satu tangan kea rah Yesus* Inilah rajamu! Rakyat, ahli taurat, prajurit : Enyahkanlah! Enyahkanlah! Salibkan Dia! Pontius Pilatus : Haruskah aku menyalibkan rajamu? Ahli taurat : Kami tidak mempunyai raja selain kaisar! Pontius Pilatus : Baiklah kalau begitu! *berdiri dari Litostrotos, lalu membasuh tangannya, lalu menunjukkannya kepada rakyat* Aku memberikan kuasa kepadamu untuk menyalibkan Dia. Maka ambillah, dan perlakukan Dia sesuai yang kau mau!

Scene 5, perjalanan menuju Gunung Golgota
Rakyat, ahli taurat, Pontius Pilatus, prajurit : *berkumpul di jalan menuju Gunung Golgota* Prajurit (1) : *membawa Yesus keluar, lalu dipaksa memikul salib* Ayo! *mencambuk Yesus*

Yesus : *memikul salib dengan ke Gunung Golgota, dan terjatuh ketika sudah agak jauh* Prajurit (1) : Ayo, segeralah bangkit! *mencambuk Yesus* Yesus : *berdiri pelan – pelan, lalu melanjutkan perjalanannya* Maria ibu Yesus : *menatap Yesus dari salah satu bagian kerumunan* AnakKu…. Yesus : *membalas tatapan Maria* Simon dari Kirene : *berjalan, pulang ke rumahnya* Prajurit (2) : Berhenti! *menghunuskan pedang* Simon dari Kirene : *berhenti sambil mundur pelan – pelan* Prajurit (2) : Bantulah Ia memikul salib itu! *mengarahkan pedangnya kepada Yesus* Simon dari Kirene : Tetapi saya akan berjalan pu--Prajurit (2) : Panggul salibNya, atau…. *mengarahkan pedang kepada Simon dari Kirene* Kau akan merasakan konsekuensinya. Simon dari Kirene : *mengangguk* B – Baik…. *dengan takut – takut mengambil salib dari

punggung Yesus dan membawanya*
Prajurit (2) : Cukup! Kembalikan salibnya kepadaNya! Simon dari Kirene : *mengembalikan salibnya ke punggung Yesus, lalu pergi menerobos

kerumunan*
Prajurit (1) : Jangan berhenti saja, terus berjalan! *mencambuk Yesus* Veronika : *maju, menerobos kerumunan* Yesus : *berhenti berjalan* Prajurit (2) : Berhenti! *menghunuskan pedangnya* Veronika : *berlutut* Tuhanku, aku datang untuk melayaniMu! *lalu mengelap wajah Yesus,

kaget ketika ada muka Yesus tercetak di dalam kain yang dipakai untuk mengelap mukaNya*
Prajurit (2) : Mundur! *mendekat ke Veronika* Veronika : *berdiri, lalu pergi dan membaur dengan kerumunan* Yesus : *melanjutkan perjalananNya ke Gunung Golgota, dan terjatuh untuk yang kedua

kalinya*
Prajurit (1) : Ayo, bangun! Jangan berhenti di situ saja! *mencambuk Yesus*

Yesus : *bangkit pelan – pelan, lalu melanjutkan perjalananNya* Wanita yang menangis : *menangis tersedu – sedu di salah satu bagian kerumunan* Guru… Jangan pergi meninggalkan kami….. *terisak* Yesus : *berhenti, dan melihat mereka* Hai puteri-puteri Yerusalem, janganlah Engkau menangisi Aku, melainkan tangisilah dirimu sendiri dan anak – anakmu! *melihat ke depan lagi,

dan melanjutkan perjalananNya; tetapi terjatuh untuk yang ketiga kalinya*
Prajurit (1) : Ayo! Bangkit! Puncak Gunung Golgota tidak jauh lagi! *mencambuk Yesus, dan

berhenti ketika sampai di puncak Gunung Golgota*

Scene 6, puncak Gunung Golgota
Yesus : *menaruh salibNya di tanah, dan berdiri pelan – pelan* Prajurit (1) : Lucuti pakaianNya! *tertawa* Prajurit (1, 2, 3) : *melepaskan jubah dan baju Yesus* Prajurit (2) : Janganlah kita membaginya menjadi beberapa potong, tetapi baiklah kita membuang undi untuk menentukan siapa yang mendapatkannya. Yesus : Ibu, inilah anakmu! *menatap Maria, lalu berbalik menatap Yohanes* Inilah ibumu! Yohanes : *menatap mata Maria* Akan kuanggap dia sebagai Ibuku sendiri, Guru. Algojo : *menelentangkan Yesus di atas salib di tanah, lalu memaku telapak tangan dan

kakiNya, lalu menyalibkan pula dua orang penyamun di sebelahnya*
Pontius Pilatus : Pasangkanlah ini. *menyerahkan kayu kepada seorang algojo* Algojo: *memasangkan kayunya di atas kepala Yesus* Ahli taurat : Jangan engkau menulis raja Yahudi, tetapi, Ia mengatakan : “Aku Raja Yahudi”. Pontius Pilatus : Apa yang kutulis tetap tertulis! *menjauh dari Yesus* Rakyat : Hai Engkau yang mau merubuhkan Bait Suci dan mau membangunnya kembali dalam tiga hari, turunlah dari salib itu dan selamatkan diri-Mu! Prajurit : Kalau Engkau raja orang Yahudi, selamatkanlah diri - Mu! Ahli taurat : Orang lain Ia selamatkan, tetapi diri - Nya sendiri tidak dapat Ia selamatkan! Baiklah Mesias, Raja Israel itu, turun dari salib itu, supaya kita lihat dan percaya.

Yesus :*menundukkan kepalaNya, lalu mengangkatnya lagi* Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku? Rakyat : Lihat, Ia memanggil Elia! Yesus : *menundukkan kepalanya sejenak* Aku haus! Prajurit (2) : Beri Ia minum! Prajurit (1) : *mencucukkan bunga karang pada sebatang hisop, mencelupkannya ke dalam anggur, lalu mendekatkannya ke mulut Yesus* Ini! Yesus : *meminum anggurnya, lalu menengadah* Sudah selesai! *menundukkan kepalanya*

*langit pun terbelah menjadi dua*
Prajurit : Sungguh, orang ini adalah Anak Allah! Algojo : *berjalan ke arah Yesus* Prajurit (2) : Jangan turunkan Ia. *menunjuk Yesus* Algojo : *berbalik kepada prajurit* Mengapa? Bukankah kita seharusnya menurunkan Ia sebagaimana dengan orang – orang lain yang telah disalibkan? Prajurit (2) : Tidak, kita harus menunggu keputusan tuan kita, Pontius Pilatus. *melihat ke arah Yesus* Ia akan memutuskan apa nasib – Nya berikutnya. Prajurit : *maju berlari, dan menikam lambung Yesus dengan tombak, dan keluar air serta

darah*
Rakyat : Benar apa yang tertulis di dalam Kitab Suci! Yusuf dari Arimatea : *berjalan ke Pilatus* Dengan izinmu, bolehkah saya menurunkanNya? Pontius Pilatus : *menoleh pada salah satu prajuritnya* Apakah ia sudah meninggal? Prajurit (2) : Ya, tuanku. Pontius Pilatus : *menoleh pada Yusuf dari Arimatea, lalu mengangguk* Yusuf dari Arimatea : Terima kasih. *menghampiri salib Yesus (setengah berlari), lalu

menurunkan Yesus dari salib, dan memberikannya kepada Maria*
Nikodemus : *menghampiri Yusuf dari Arimatea setengah berlari* Apakah aku sudah telat? Yusuf dari Arimatea : *mengangguk* Nikodemus : *tersungkur ke tanah* Guru… Mengapa engkau pergi begitu cepat…

Maria : *menangis, lalu memberikan Yesus kepada Nikodemus* Bagaimanapun juga, aku harus merelakan kepergianNya…. Maria Magdalena, Maria istri Zebedeus : *menangis di sebelah Maria* Yusuf dari Arimatea : Aku memiliki kubur kosong tak jauh dari sini. Gunakan saja untukNya. Maria : Terima kasih, Yusuf. Yusuf dari Arimatea : Ikuti aku. *berdiri, berjalan ke arah kuburan kosong miliknya* Nikodemus : *berjalan mengikuti Yusuf sambil membawa Yesus* Maria, Maria Magdalena, Maria istri Zebedeus : *berjalan mengikuti Yusuf*

Scene 7, kuburan milik Yusuf dari Arimatea
Yusuf dari Arimatea : *membuka pintu kubur batu* Ini tempatnya. Maria, Maria Magdalena, Maria istri Zebedeus : *masuk ke dalam kuburan kosong tersebut* Maria : Terima kasih banyak, Yusuf. Yusuf dari Arimatea : *mengangguk, lalu masuk ke dalam kuburan kosong tersebut* Nikodemus : *masuk ke dalam kuburan kosong tersebut, meletakkan Yesus di atas sebuah

meja batu, membubuhkan rempah – rempah padaNya, setelah itu mundur beberapa langkah lalu berdoa*
Yusuf dari Arimatea : *mengapani Yesus dengan kain lenan, lalu berdoa di sebelahnya* Maria Magdalena : *menangis* Maria : *berdoa* Maria Magdalena : Ayo kita pergi, kita tidak bisa berlama – lama di sini. Malam sudah semakin larut. Maria istri Zebedeus : *mengangguk* Maria Magdalena, Maria, Maria istri Zebedeus :*keluar dari kuburan tersebut* Nikodemus : *berdiri, lalu keluar dari kuburan tersebut* Yusuf dari Arimatea : *keluar dari kuburan tersebut dan menutup pintu batu kuburan*

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->