PEMBERANTASAN MALARIA Pemberantasan malaria bertujuan untuk mencegah kematian akibat malaria, terutama jika terjadi KLB, menurunkan

angka kematian, menurunkan angka kesakitan (insidensi dan prevalensi), meminimalkan kerugian sosial dan ekonomi akibat malaria. Pemberantasan malaria haruslah rasional, harus berbasis pada epidemiologinya; sarannya: manusia / penduduk, parasit malaria, vektor dan lingkungannya. Program pemberantasan malaria dilaksanakan dengan sasaran: 1. Kasus atau penderita yang diagnostik terbukti positif gejala klinis dan parasitnya dalam darah  diberi pengobatan dan perawatan menurut SOP atau protokol bakunya di puskesmas atau rumah sakit; 2. Penduduk daerah endemik  diberikan penyuluhan kesehatan dan dibagikan kelambu berinsektisida. 3. Nyamuk vektornya dengan pengendalian vektor cara kimia, hayati atau manajemen lingkungan, atau secara terpadu. 4. Lingkungan  dengan memodifiksi atau memanipulasi lingkungan supaya tidak cocok lagi jadi habitat vektor  vektor pindah tempat atau berkurang kepadatannya secara nyata. PENGENDALIAN VEKTOR MALARIA DAN DATA ENTOMOLOGIS Pengendalian vektor adalah salah satu cara atau strategi memutus rantai penularan malaria, mengurangi laju penularan dari vektor ke manusia, dengan mencegah dan atau mengurangi jumlah kontak nyamuk vektor-parasit-manusia. Sebagai data dasar (data base) dan parameter keberhasilan pengendalian vektor dengan berkurangnya laju penularan malaria (malaria transmission rate), diperlukan data entomologis. Data entomologis ini mencakup: 1. Nama spesies nyamuk vektor  dilakukan identifikasi nyamuk stadium dewasa (imago) dan jentik. 2. Kepadatan nyamuk: a) MBR (Man biting rate). b) MHD (Man hour density). c) Parity rate, lebih untuk mengetahui umur nyamuk vektor. NYAMUK VEKTOR MALARIA Nyamuk di seluruh dunia diketahui sekitar 3453 spesies, subspesies dan strain, 400 spesies di antara jumlah itu adalah Anopheles. Dari jumlah itu, 90 spesies Anopheles ada di Indonesia, dan 18 spesies dipastikan sebagai vektor malaria yang tersebar di banyak pulau. Di antara 18 spesies itu, ada 7 spesies yang diketahui paling efisien sebagai vektor malartia yaitu: An. sundaicus, An, aconitus, An. barbirostris, An. sinensis, An. farauti, An. subpictus, dan An. balabacensis, TUGAS ASISTEN EPIEMIOLOGIS

.1. Mengumpulkan data atau informasi tentang nyamuk yang diduga atau dikonfirmasi sebagai vektor penyakit dengan cara survei. Melaporkan hasil survei tersebut ke atasan / petugas entomologi di tingkat kabupaten/propinsi. 2. 3. Memahami tugasnya dengan bekal pengetahuan minimal tentang Entomologi. khususnya tentang morfologi nyamuk dan jentik di wilayah tugasnya. mampu dan mahir mengidentifikasi dengan kunci identifikasi yang baku.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful