Alat Kelamin Pria Alat Kelamin Pria

Nama Kelompok : Eny Widiastuti Fatimah Aida Mita Yasela Rahmat Faruk.S. Ristia Nawangsari Rita Dewi Astuti Siti Ismawati Tami Tansah Eling K.H. Yuyun Yulianingsih

Bagian – bagian alat kelamin pria
Alat kelamin bagian dalam terdiri dari : testis, saluran pengeluaran dan kelenjar asesoris. Alat reproduksi bagian luar terdiri atas : penis dan skrotum

Alat Kelamin Dalam
Testis
Testis adalah kelenjar kelamin jantan pada manusia. Testis berjumlah sepasang . Testis dibungkus oleh skrotum, kantong kulit di bawah perut. Padamanusia, testis terletak di luar tubuh, dihubungkan dengan tubulus spermatikus dan terletak di dalam skrotum. Selama masa pubertas, testis berkembang untuk memulai spermatogenesis. Ukuran testis bergantung pada produksi sperma (banyaknya spermatogenesis), cairan intersisial, dan produksi cairan dari sel sertoli. Pada umumnya, kedua testis tidak sama besar. Dapat saja salah satu terletak lebih rendah dari yang lainnya. Hal ini diakibatkan perbedaan struktur anatomis pembuluh darah pada testis kiri dan kanan. Fungsi testis: memproduksi sperma (spermatozoa) ,memproduksi hormon seks pria seperti testosteron.

Saluran Reproduksi
Saluran reproduksi pada organ reproduksi dalam pria terdiri dari epididimis, vas deferens, saluran ejakulasi dan uretra. • Epididimis (tempat pematangan sperma) Epididimis merupakan saluran berkelok-kelok di dalam skrotum yang keluar dari testis. Epididimis berjumlah sepasang di sebelah kanan dan kiri. Epididimis berfungsi sebagai tempat penyimpanan sementara sperma sampai sperma menjadi matang dan bergerak menuju vas deferens Vas deferens (saluran sperma dari testis ke kantong sperma) Vas deferens atau saluran sperma (duktus deferens) merupakan saluran lurus yang mengarah ke atas dan merupakan lanjutan dari epididimis. Vas deferens tidak menempel pada testis dan ujung salurannya terdapat di dalam kelenjar prostat. Vas deferens berfungsi sebagai saluran tempat jalannya sperma dari epididimis menuju kantung semen atau kantung mani (vesikula seminalis). Saluran ejakulasi Saluran ejakulasi merupakan saluran pendek yang menghubungkan kantung semen/ kantung mani dengan uretra. Saluran ini berfungsi untuk mengeluarkan sperma agar masuk ke dalam uretra. Uretra Uretra merupakan saluran akhir reproduksi yang terdapat di dalam penis. Uretra berfungsi sebagai saluran yang berfungsi untuk membawa urin dari kantung kemih.

Kelenjar Kelamin
Kumpulan kelenjar aksesoris terdiri dari vesikula seminalis, prostat, dan kelenjar bulbouretralis. Sebelum ejakulasi, kelenjar tersebut mensekresikan mucus bening yang menetralkan setiap urin asam yang masih tersisa dalam uretra. • Vesikula seminalis (tempat penampungan sperma) Vesikula seminalis atau kantung semen (kantung mani) merupakan kelenjar berlekuk-lekuk yang terletak di belakang kantung kemih. Dinding vesikula seminalis menghasilkan zat makanan yang merupakan sumber makanan bagi sperma karena mengandung gula fruktosa.

Kelenjar Kelamin
• Kelenjar prostat (penghasil cairan basa untuk melindungi sperma) kelenjar prostat melingkari bagian atas uretra dan terletak di bagian bawah kantung kemih. Kelenjar prostat adalah kelenjar pensekresi terbesar. Cairan prostat bersifat encer dan seperti susu, mengandung enzim antikoagulan, sitrat (nutrient bagi sperma), sedikit asam, kolesterol, garam dan fosfolipid yang berperan untuk kelangsungan hidup sperma. • Kelenjar bulbouretra / cowper (penghasil lendir untuk melumasi saluran sperma) kelenjar bulbouretralis adalah sepasang kelenjar kecil yang terletak disepanjang uretra, dibawah prostat. Kelenjar Cowper (kelenjar bulbouretra) merupakan kelenjar yang salurannya langsung menuju uretra. Kelenjar Cowper menghasilkan getah yang bersifat alkali (basa).

Alat Kelamin Luar
• Penis Penis (dari bahasa Latin yang artinya “ekor”, akar katanya sama dengan phallus, yang berarti sama) adalah alat kelamin jantan. Penis merupakan organ eksternal, karena berada di luar ruang tubuh. Pada manusia, penis terdiri atas tiga bangunan silinder berisi jaringan spons. Dua rongga yang terletak di bagian atas berupa jaringan spons korpus kavernosa. Satu rongga lagi berada di bagian bawah yang berupa jaringan spons korpus spongiosum yang membungkus uretra. Ujung penis disebut dengan glan penis. Uretra pada penis dikelilingi oleh jaringan yang ronggarongganya banyak mengandung pembuluh darah dan ujung-ujung saraf perasa. Bila ada suatu rangsangan, rongga tersebut akan terisi penuh oleh darah sehingga penis menjadi tegang dan mengembang (ereksi). Fungsi penis secara biologi adalah : sebagai alat pembuangan sisa metabolisme berwujud cairan (urinasi) dan sebagai alat bantu reproduksi.

Alat Kelamin Luar
• Skrotum Skrotum adalah kantung (terdiri dari kulit dan otot) yang membungkus testis atau buah zakar. Skrotum terletak di antara penis dan anus serta di depan perineum. Skrotum berjumlah sepasang, yaitu skrotum kanan dan skrotum kiri. Di antara skrotum kanan dan skrotum kiri dibatasi oleh sekat yang berupa jaringan ikat dan otot polos (otot dartos). Otot dartos berfungsi untuk menggerakan skrotum sehingga dapat mengerut dan mengendur. Di dalam skrotum juga tedapat serat-serat otot yang berasal dari penerusan otot lurik dinding perut yang disebut otot kremaster. Pada skrotum manusia dan beberapa mamalia bisa terdapat rambut pubis. Rambut pubis mulai tumbuh sejak masa pubertas. Fungsi utama skrotum adalah : untuk memberikan kepada testis suatu lingkungan yang memiliki suhu 18oC lebih dingin dibandingkan temperature rongga tubuh. Pada manusia, suhu testis sekitar 34°C.

Hormon Pada Pria
Proses spermatogenesis distimulasi oleh sejumlah hormon, yaitu testoteron, LH (Luteinizing Hormone), FSH (Follicle Stimulating Hormone), estrogen dan hormon pertumbuhan. • Testoteron Testoteron disekresi oleh sel-sel Leydig yang terdapat di antara tubulus seminiferus. Hormon ini penting bagi tahap pembelahan sel-sel germinal untuk membentuk sperma, terutama pembelahan meiosis untuk membentuk spermatosit sekunder. • LH (Luteinizing Hormone) LH disekresi oleh kelenjar hipofisis anterior. LH berfungsi menstimulasi sel-sel Leydig untuk mensekresi testoteron. • FSH (Follicle Stimulating Hormone) FSH juga disekresi oleh sel-sel kelenjar hipofisis anterior dan berfungsi menstimulasi sel-sel sertoli. Tanpa stimulasi ini, pengubahan spermatid menjadi sperma (spermiasi) tidak akan terjadi. • Estrogen Estrogen dibentuk oleh sel-sel sertoli ketika distimulasi oleh FSH. Sel-sel sertoli juga mensekresi suatu protein pengikat androgen yang mengikat testoteron dan estrogen serta membawa keduanya ke dalam cairan pada tubulus seminiferus. Kedua hormon ini tersedia untuk pematangan sperma. • Hormon Pertumbuhan Hormon pertumbuhan diperlukan untuk mengatur fungsi metabolisme testis. Hormon pertumbuhan secara khusus meningkatkan pembelahan awal pada spermatogenesis.

Penyakit Sipilis
Sifilis adalah penyakit kelamin menular yang disebabkan oleh bakteri berbentuk spiral ( spiroketa), Treponema pallidum. Penularan biasanya melalui kontak seksual, tetapi ada beberapa contoh lain Seperti kontak tidak langsung dan kongenital sifili (penularan melalui ibu ke anak dalam uterus).

Penyebab Sipilis
bakteri spirochaeta pallida yang sekarang lazim disebut treponema pallidum. Bakteri ini berbentuk spiral berwarna putih dan lekas mati jika berada diluar tubuh manusia. Penularannya sebagian besar terjadi melalui hubungan kelamin, karena itu berhubungan seksual merupakan salah satu penyebab sifilis menyebar di lingkungan para pekerja seks komersial. Infeksi terutama didapat apabila ada kontak langsung dengan luka terbuka sifilis yang sedang aktif. Sifilis mempunyai beberapa stadium infeksi. Setelah terinfeksi dengan sifilis, ada masa inkubasi, yaitu masa sampai sebelum timbulnya gejala luka terbuka yang disebut ”chancre” sekitar 9-90 hari, umumnya ratarata saat 21 hari sudah terlihat.

Gejala Sipilis
Gejala penyakit Sipilis berlangsung 3-4 minggu, kadang-kadang sampai 13 minggu. Kemudian timbul benjolan di sekitar alat kelamin. Kadang-kadang disertai pusing-pusing dan nyeri tulang seperti flu, yang akan hilang sendiri tanpa diobati. Ada bercak kemerahan pada tubuh sekitar 6-12 minggu setelah hubungan seks. Gejala ini akan hilang dengan sendirinya dan seringkali penderita tidak memperhatikan hal ini. Selama 2-3 tahun pertama penyakit ini tidak menunjukkan gejala apa-apa. Setelah 5-10 tahun penyakit sifilis akan menyerang susunan syaraf otak, pembuluh darah dan jantung. Pada perempuan hamil sifilis dapat ditularkan kepada bayi yang dikandungnya dan bisa lahir dengan kerusakan kulit, hati, limpa dan keterbelakangan mental.

Patofisiologi Sipilis
• Ditularkan melalui kontak langsung dari lesi yang mengandung bakteri treponema pallidum. • Treponema masuk melalui selaput lendir yang utuh/kulit yang mengalami abrasi, menuju kelenjar limfa kemudian masuk ke peredaran darah dan diedarkan ke seluruh tubuh. • Setelah beredar beberapa jam melalui pembuluh darah, infeksi menjadi sistemik • Masa laten dapat berlangsung bertahun-tahun/seumur hidup.

Stadium Sipilis
• Stadium satu. Stadium ini ditandai oleh munculnya luka yang kemerahan dan basah di daerah alat kelamin , poros usus atau mulut. Luka ini disebut dengan chancre, dan muncul di tempat spirochaeta masuk ke tubuh seseorang untuk pertama kalinya. Pembengkakan kelenjar getah bening juga ditemukan selama stadium ini. Setelah beberapa minggu, chancre tersebut akan menghilang. Stadium ini merupakan stadium yang sangat menular. Stadium dua. Kalau sifilis stadium satu tidak diobati, biasanya para penderita akan mengalami ruam, khususnya di telapak kaki dan tangan. Mereka juga dapat menemukan adanya luka-luka di bibir, mulut, tenggorokan, alat kelamin dan dubur. Gejala-gejala yang mirip dengan flu, seperti demam dan pegal-pegal, mungkin juga dialami pada stadium ini. Stadium ini biasanya berlangsung selama satu sampai dua minggu. Stadium tiga. Kalau sifilis stadium dua masih juga belum diobati, para penderitanya akan mengalami apa yang disebut dengan sifilis laten. Hal ini berarti bahwa semua gejala penyakit akan menghilang, namun penyakit tersebut sesungguhnya masih bersarang dalam tubuh, dan bakteri penyebabnya pun masih bergerak di seluruh tubuh. Sifilis laten ini dapat berlangsung hingga bertahun-tahun lamanya. Stadium empat. Penyakit ini akhirnya dikenal sebagai sifilis tersier. Pada stadium ini, treponema telah menyebar ke seluruh tubuh dan dapat merusak otak, jantung, batang otak dan tulang.

Pengobatan
• Penderita sifilis diberi antibiotik penisilin (paling efektif). Bagi yang alergi penisillin diberikan tetrasiklin 4×500 mg/hr, atau eritromisin 4×500 mg/hr, atau doksisiklin 2×100 mg/hr. Lama pengobatan 15 hari bagi S I & S II dan 30 hari untuk stadium laten. Eritromisin diberikan bagi ibu hamil, efektifitas meragukan. Doksisiklin memiliki tingkat absorbsi lebih baik dari tetrasiklin yaitu 90-100%, sedangkan tetrasiklin hanya 60-80%. • Obat lain adalah golongan sefalosporin, misalnya sefaleksin 4×500 mg/hr selama 15 hari, Sefaloridin memberi hasil baik pada sifilis dini, Azitromisin dapat digunakan untuk S I dan S II.

Diagnosa Sipilis
a. Mendeteksi Treponema pallidum - Pemeriksaan lapangan gelap

b.

Pemeriksaan serologi ( pemeriksaan darah ) - VDRL (Venereal Disease Research Laboratory) diambiil dri darah - RPR (rapid plasma regain) - Western blot - rapid test
Pemeriksaan rontgen

a.

Kanker Penis
• Kanker penis adalah penyakit yang disebabkan terbentuknya sel kanker ganas pada kulit dan jaringan penis. • Kanker penis merupakan suatu penyakit yang jarang yang mana pada umumnya merupakan Kanker yang tumbuh agresif serta memiliki kecenderungan untuk menyebar. • Keganasan ini hampir tidak pernah ditemukan pada orang yang menjalani sirkumsisi. Insidennya tinggi pada fimosis, termasuk mereka yang disunat secara tidak sempurna sehingga terjadi imosis.

Lanjutan
• Diduga penyebabnya adalah smegma (cairan berbau yang menyerupai keju, yang terdapat di bawah kulit depan glans penis). Tetapi penyebabnya yang pasti tidak di ketahui. • Pria tidak disunat yang tidak menjaga kebersihan daerah di bawah kulit depan glans penis. • Dan pria yang pernah menderita herpes genitalis memiliki resiko tinggi menderita kanker penis.

Etiologi
• • • • • Usia: Pada usia tua yaitu 85 tahun meningkat 9.2%. Ras: Tidak ada perbedaan kulit putih dan hitam. Genetik: Tidak ada perbedaan resiko. Resiko patologi genital: Sirkumsisi, fimosis, peny.kelamin. Urbanisasi: Lebih sering pada sosial ekonomi rendah.

Tanda Dan Gejala
Gejala kanker penis adalah kemerahan, iritasi, ada luka serta pembengkakan pada penis. Setiap orang yang memiliki tanda tanda tersebut harus segera konsultasi ke dokter. Stadium kanker penis diantaranya adalah: • Stadium 1 : kanker hanya terbatas pada glans (kepala) penis dan/atau pada ujung kulit penis. • Stadium 2 : kanker telah menyebar ke batang penis. • Stadium 3 : kanker telah mengganggu fungsi penis dan telah menyebar ke jaringan limfe. • Stadium 4 : kanker telah melewati pangkal paha dan menyebar ke bagian tubuh yang lain.

Patofisiologi
Karsinoma penis mulai dari kelainan kecil di permukaan dalam prepusium atau glans penis, termasuk korona penis. Karsinoma penis pada stadium awal berupa bentukan tumor papiler, lesi eksofitik, lesi datar, atau lesi ulseratif. Tumor kemudian membesar sampai meliputi seluruh penis dan merusak jaringan sekitarnya kemudian mengadakan invasi limfogen ke kelenjar limfe inguinal dan selanjutnya menyebar ke kelenjar limfe di daerah pelvis hingga subklavia. Fasia Buck berfungsi sebagai barrier (penghambat) dalam penyebaran sel-sel kanker penis, sehingga jika fasia ini telah terinfiltrasi oleh tumor, sel-sel kanker menjadi lebih mudah mengadakan invasi hematogen.

Diagnosa
Pemeriksaan laboratorium: • Pemeriksaan sel darah putih untuk mengetahui kadar imunitas tubuh. • Biopsy: untuk menemukan stadium kanker penis. Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik. Pada penis tampak luka yang menyerupai jerawat atau kutil. Biopsy dilakukan untuk memperkuat diagnosis. Biopsy ditentukan untuk menentukan perluasan tumor sehingga dapat direncanakan.

Pengobatan
Pengobatan kanker penis bervariasi, tergantung kepada lokasi dan beratnya tumor: • Kemoterapi: bisa dilakukan sebagai tambahan terhadap pengangkatan tumor. • Pembedahan: jika tumornya terbatas pada daerah kecil di ujung penis, dilakukan penektomi persial (pengangkatan sebagian kecil penis). • Untuk stadium lanjut dilakukan penektomi total disertai uretrostomi (pembuatan lubang uretra yang baru di daerah perineum). Terapi penyinaran: dilakukan setelah pengangkatan tumor yang terlokalisir dan tumor yang belom menyebar. Efek samping dari terapi penyinaran adalah nafsu makan berkurang, lelah, reaksi kulit (misalnya iritasi dan kemerahan), cedera atau luka bakar pada rektum. Penyinaran biasanya dilakukan sebanyak 5 kali/minggu selama 6-8 minggu.

Kriptorkidisme
Kriptorkidisme adalah kegagalan dari satu atau kedua testis untuk turun dari rongga abdomen ke dalam skrotum pada waktu bayi. Penyebab kriptorkidisme tidak diketahui, tetapi mungkin berkaitan dengan keterlambatan perkembangan/halangan mekanis bagi penurunan testis

Tanda
 Testis terlihat lebih kecil dan tidak menghasilkan sperma yang baik. Testis dapat juga terletak pada kanalis inguinalis, perineum, paha, daerah femoral, atau pada pangkal penis

Diagnosa
Dilakukan pemeriksaan fisik untuk menegakan diagnosis gangguan. Dapat dilakukan ultrasound atau teknik pencitraan lain

Penatalaksanaan
• Sebagian besar kasus kriptorkidisme akan pulih ke normal secara spontan dalam satu tahun. Apabila tidak terjadi penurunan spontan, maka dapat diberikan terapi hCG yang dapat merangsang penurunan testis • Apabila terapi hormon tidak efektif , diperlukan tindakan bedah untuk menentukan lokasi dan menurunkan testis k dalam skrotum. Tindakan bedah harus dilakukan pada usia sekitar 2 tahun • Pemeriksaan testis oleh individu yang bersngkutan dan pemeriksaan regular oleh tenaga ksehatan perlu dilakukan untuk mendeteksi kanker testis secara dini

Orkitis
Infeksi pada salah satu atau kedua testis (buah zakar) sehingga mengalami peradangan. Orkitis bisa disebabkan oleh sejumlah bakteri dan virus • Virus yang paling sering menyebabkan orkitis adalah virus gondongan (mumps). Virus lainnya meliputi Coxsackie virus, varicella, dan mononukleosis. • Bakteri yang biasanya menyebabkan orkitis antara lain Neisseria gonorhoeae, Chlamydia trachomatis, E. coli, Klebsiella pneumoniae, Pseudomonas aeruginosa.

Patofisiologi
Sekitar 15 % - 20% pria menderita orkitis akut bersamaan dengan parotitis. Anak laki-laki pra pubertas dengan orkitis parotiditas dapat diharapkan untuk sembuh tanpa disertai disfungsi testis. Pada pria dewasa atau pubertas, biasanya terjadi kerusakan tubulus seminiferus dan pada beberapa kasus merusak sel-sel leydig, sehingga terjadi hipogonadisme akibat defisiensi testosteron. Ada resiko infertilitas yang bermakna pada pria dewasa dengan orkitis parotiditas. Tuberkulosis genitalia yang menyebar melalui darah biasanya berawal unilateral pada kutub bawah epididimis. Dapat terbentuk nodula-nodula yang kemudian mengalami ulserasi melalui kulit. Infeksi dapat menyebar melalui fenikulus spermatikus menuju testis. Penyebaran lebih lanjut terjadi pada epididimis dan testis kontralateral, kandung kemih, dan ginjal .

Tanda dan Gejala
Pada pemeriksaan nampak testis yang membesar, lunak (kadang mengeras), merah, epididimis membesar, kulit skrotum meregang,kencing berdarah, selangkangan nyeri,sakit kepala, demam dan mual. (Jika kondisi ini dibiarkan dalam buruk dapat menghambat kehidupan seks dan juga menyebabkan kemandulan pada pria.)

Diagnosa
• • Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik. Spt terjadi pembengkakan kelenjar getah bening di selangkangan dan pembengkakan testis yang terkena. Pemeriksaan lain  USG  Biopsi

Pemeriksaan lainnya yang biasa dilakukan adalah:
• • • • • • • Analisa air kemih Pembiakan air kemih Urethral smear (tes penyaringan untuk klamidia dan gonorhoe) Pemeriksaan darah lengkap Pemeriksaan kimia darah Biakan langsung dari testis yang terinfeksi untuk mengidentifikasi organisme penyebab Dopller ultrasound, untuk mengetahui kondisi testis, menentukan diagnosa dan mendeteksi adanya abses pada skrotum

Pengobatan
• Jika penyebabnya adalah bakteri, diberikan antibiotik. Selain itu juga diberikan obat pereda nyeri dan anti peradangan. • Jika penyebabnya adalah virus, hanya diberikan obat pereda nyeri. Penderita sebaiknya menjalani tirah baring, skrotumnya diangkat dan dikompres dengan air es. (Kasus yang ringan akan sembuh dlm 4-5 hari, sedangkan kasus berat akan sembuh dlm 3-4 mggu).

Impotensi
• Impotensi atau Disfungsi Ereksi adalah disfungsi seksual yang ditandai dengan ketidakmampuan untuk mengembangkan atau mempertahankan ereksi pada penis selama kinerja seksual. • Disfungsi Seksual adalah keadaan dimana terjadi Ketidakmampuan untuk membangkitkan libido (dorongan seksual), Berinisiatif dan mempertahankan hubungan seksual. • ereksi penis adalah efek hidrolik darah yang masuk dan dipertahankan dalam tubuh spons-seperti di dalam penis. Proses ini sering dimulai sebagai akibat dari gairah seksual, ketika sinyal tersebut dikirimkan dari otak ke saraf di penis. Disfungsi ereksi ditunjukkan ketika ereksi sulit terjadi.

Penyebab Impotensi
1. Penyebab fisik • Gangguan hormonal dan rendahnya tingkat testosteron • Efek samping dari obat yang mengganggu mekanisme ereksi dan menyebabkan disfungsi • Gangguan suplai darah yaitu pembuluh darah di penis gagal menyalurkan dan memberikan asupan darah yang cukup ke penis sehingga penis masih belum menegang untuk penetrasi. 2.Kerusakan penis • Segala bentuk kerusakan struktur pada penis bisa menyebabkan Impotensi, salah satu penyebab utamanya adalah herpes genital yang diikuti oleh sebab lain seperti tumor dan kista di penis, serta pencabutan kulup. Selain itu penis yang melengkung tidak normal atau penyakit peyronie juga bisa menyebabkan impotensi.

Lanjutan
3. Penyakit peripheral vascular • Penyakit peripheral vascular secara bertahap menyebabkan impotensi. Pada penyakit ini pembuluh darah perifer, dinding arteri dan vena yang mengarah ke daerah genital terganggu sehingga aliran darah ke penis tersumbat. Gangguan jantung, gagal ginjal, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi dan diabetes bisa membuat dinding kontraktil di pembuluh darah mengeras atau sempit.

4. Masalah psikologis • Penyebab psikologis ini berkisar pada trauma depresi, stres dan kecemasan. Jika akibat depresi maka perlu ditangani dengan hati-hati, karena frustasi dengan kondisi ini bisa menyebabkan depresi lebih lanjut sehingga membentuk lingkaran setan. Kadang gugup atau takut pasangan merasa tidak terpuaskan bisa menyebabkan impotensi.

Tanda-tanda Impotensi
• Ciri-ciri impotensi tidak dapat dilihat dari bentuk fisiknya. Ciri-ciri impotensi adalah bila seorang lelaki kehilangan potensinya sehingga tidak bisa ereksi. • ada unsur nonteknis yang ikut menentukan bahwa seorang lelaki terkena impotensi atau tidak. Persoalan tersebut adalah masalah psikis, depresi, rendah diri, maupun cemas yang berlebihan. Orang yang depresi, rendah diri, dan cemas maka kerja jantung akan berubah dan tidak bisa konstan/tenang.

Diagnosa
• • Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejalanya. Pemeriksaan fisik dilakukan untuk mencari adanya perubahan ciri seksual pria, misalnya payudara, testis dan ukuran penis, serta perubahan pada rambut, suara maupun kulit. Untuk membedakan penyebab fisik atau psikis, dapat dilihat dari ereksi tidur yang biasanya dijumpai pula saat bangun pagi/morning erection. jika saat penderita masih mengalami morning erction, berarti impotensinya disebabkan oleh masalah psikis dan sebaliknya, jika penderita tidak mengalami morning erection maka penyebab impotensinya adalah masalah fisik.

• Untuk mengetahui adanya kelainan pada arteri di panggul dan selangkangan (yang memasok darah ke penis), dilakukan pengukuran tekanan darah di tungkai. Pemeriksaan lainnya yang mungkin perlu dilakukan: • Pemeriksaan darah lengkap • Pemeriksaan gula darah untuk diabetes • Pemeriksaan kadar TSH • USG penis.

Terapi
• Implan penis Batang lunak. Dua batang panjang (semi-kaku prostesis) dimasukkan ke dalam saluran luar dari penis melalui sayatan kecil di perut bagian bawah atau skrotum. Setiap batang adalah salah satu bagian yang solid dan tetap tegak setiap saat. Namun, mereka dapat menjadi bengkok dekat dengan tubuh untuk penyembunyian. Karena tidak ada bagian yang bergerak atau karet, malfungsi jarang terjadi. • Selain perlakuan secara fisik pada organ reproduksi. Maka ada pula terapi pengobatan seperti; viagra (Sildenafil citrate) seperti Cialis, Levitra, Staxyn, dan Stendra. Semua obat ini bekerja meningkatkan aliran darah ke penis. tidak boleh digunakan lebih dari sekali sehari. Namun yang perlu diperhatikan, semua obat ini harus memerlukan persetujuan dulu dari dokter anda.

Lanjutan
• Tindakan Operasi Sebuah tindakan operasi dilakukan jika masalah impotensi disebabkan oleh penyumbatan dalam arteri yang mengarah ke penis, operasi seringkali dapat mengembalikan aliran darah. Namun prosedur ini tidak dianjurkan untuk pria yang lebih tua dengan penyempitan luas dari arteri, prosedur ini lebih dianjurkan pada pria muda yang mengalami impotensi dikarenakan adanya penyumbatan pembuluh darah yang disebabkan cedera pada selangkangan atau panggul.

Uretritis
• Uretritis adalah infeksi dari uretra, yaitu saluran yang membawa air kemih dari kandung kemih keluar tubuh. • Uretritis didefinisikan sebagai peradangan uretra oleh berbagai penyebab dan merupakan sindrom yang sering terjadi pada pria. • Istilah uretritis sering untuk penyakit menular seksual (PMS).

Klasifikasi
• • • • Uretritis akut Uretritis kronis Uretritis gonokokus Uretritis non gonokokus

Penyebab
Penyebabnya bisa berupa bakteri, jamur atau virus. Pada wanita jasad renik tersebut biasanya berasal dari vagina. Pada kebanyakan kasus, bakteri berasal dari usus besar dan sampai ke vagina melalui anus. Jasad renik yang ditularkan melalui hubungan seksual seperti Neisseria gonorrhoeae penyebab gonore, masuk ke vagina atau penis pada saat melakukan hubungan seksual dengan pasangan seksual yang terinfeksi dan bisa menjalar ke uretra. Uretritis pada pria paling sering disebabkan oleh gonokokus. Klamidia dan virus herpes simpleks juga bisa ditularkan melalui hubungan seksual dan bisa menyebabkan uretritis. Bakteri Eschericia coli, Jamur dan virus, Infeksi ginjal, Prostat hipertropi juga bisa menyebabkan uretritis.

Klasifikasi
1. Uretritis gonokokus ( gonore ) Uretritis gonokokus disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoea yang menyebabkan terjadinya radang akut uretra. Patofisiologi : Gonokokus dapat menembus mukosa uretra yang utuh, terjadnya infeksi submukosa yang meluas ke korpus spongiosum. Proses ini merupakan radang akut supuratif disertai dengan peningkatan vaskularisasi, edema dan infiltrat leukosit polimorf.

Ciri dan Gejala gonokokus
setelah masa inkubasi bakteri yang pendek dari dua sampai lima hari setelah hubungan kelamin maka - terjadi lendir purulen pada uretra dan berbau busuk - terasa sakit dan terbakar pada saat buang air kecil. - gatal dan sering berkemih.

Klasifikasi
• Uretritis non gonokokus (non-spesifik) Uretritis non gonokokus paling sedikit disebabkan oleh dua mikroorganisme yaitu klamidia trakomatis dan ureaplasma urealitikum. Klamidia trakomatis adalah organisme yang intraseluler dengan bentuk yang mirip bakteri.

Patofisiologi klamidia trakomatis menyerupai bakteri. Ini berhubungan dengan infeksi traktus genetalis. Bentuk infeksius dari agen , badan erlementer, masuk kedalam sel mukosa uretra, membesar dan membentuk badan inisial yang mempunyai metabolisme aktif . Badan ini menbelah untuk membentuk organisme yang lebih banyak didalam vakuola yang akan terlihat secara mikroskopik sebagai inklusi sitoplasmik yang basofilik. Organisme yang dilepaskan pada waktu sel mengalami reptur untuk menginfeksi sel didekatnya. ureaplasma urealitikum merupakan suatu mikroplasma atau suatu jenis mikroorganisme.

Ciri dan Gejala non gonokokus
periode inkubasi pada uretritis non spesifik biasanya sekitar 1 sampai 5 minggu. Gejala ini tidak separah pada infeksi gonokokus. Yaitu : - sekret uretra - disuria - gatal

Klasifikasi Uretritis Lainnya
• Uretritis yang disebabkan oleh bakteri Trichomonas vaginalis biasanya tidak menyebabkan gejala penyakit pada pria dan sering sembuh secara spontan. Organisme ini mungkin cepat mati dengan komponen-komponen sekret prostat. • Uretritis yang disebabkan oleh infeksi herpes virus genital ditularkan melalui hubungan seksual selama periode simptomatik maupun asimptomatik saat virus dilepaskan oleh pasangannya. Pecahnya lesi dapat menyebabkan peradangan meatus dan disuria.

Diagnosa
• Riwayat penyakit pasien : 1. Riwayat infeksi saluran kemih sebelumnya 2. Obstruksi pada saluran kemih 3. Pemasangan kateter foley 4. Imobilisasi dalam waktu yang lama 5. Kaji manifestasi klinik dari infeksi saluran kemih. 6. Disuria 7. Bau urine yang menyengat • Pemeriksaan labolatorium : Pemeriksaan spesimen dari mukosa uretra secara makroskopis untuk diamati dilaboratorium dan akan cepat memberikan diagnosis yang cepat dari uretritis gonore. • Pemeriksaan fisik

Pengobatan
• Pengobatan tergantung kepada mikroorganisme penyebabnya : - metronidazol (flagyl) : trichomonas - kotrimoksazol yang merupakan kombinasi dari sulfametoksazol dan trimetropim (septrin dan bactrim) : infeksi bakteri

Pencegahan
• • • • Menghindari seks bebas Menggunakan kondom untuk meminimalisir serangan penyakit ini Menjaga kebersihan diri Dianjurkan untuk sering minum

• Buang air kecil sesuai kebutuhan untuk membilas microorganisme yang mungkin naik ke uretra, untuk wanita harus membilas dari depan ke belakang untuk menghindari kontaminasi lubang urethra oleh bakteri faeces.

Hipogonadisme
Hipogonadisme merupakan kondisi yang terjadi pada pria dimana tubuh (testis) tak dapat menghasilkan hormon testosteron yang memadai.

Etiologi
• Hipogonadisme Primer Hipogonadisme primer atau kegagalan testis terjadi akibat gagal ginjal dan serosis, orkitis , radioterapi gonad atau obat-obat sistemik anti kanker(jarang terjadi ) , adanya sindrom knilfelter (kariotipeXXY) , terjadi 1 pada 1000 kelahiran. Hipogonadisme Sekunder • akibat adanya masalah pada kelenjar hipotalamus atau pituitari, bagian otak yang berfungsi memberikan sinyal pada testis untuk menghasilkan testosteron , dapat pula disebabkan oleh penyakit berat atau malnutrisi, penyakit hipofisis, hiperprolaktinemia, Sindrom Kallmann (sindrom genetic terkait kromosom X yang menyebabkan kegagalan hypothalamus mensekresikan gonadotropin disertai dengan anosmia, penuaan, obesitas

Tanda dan Gejala
• Pada pertumbuhan - Bentuk tubuh - Kematangan suara • Pada dewasa - Otot lemah - Rambut menipis - Loyo - Tulang Keropos

Patofisiologi
Hipogonadisme Primer Testosteron mengalami aromatisasi oleh enzim aromase di dalam sel Leydig, jaringan perifer terutama estradiol. Di dalam sirkulasi testosteron dan estradiol hasil aromatisasi memberikan feedback terhadap hipotalamus-hipofisis sehingga menyebabkan disfungsi hipotalamushipofisis dan terjadi kegagalan produksi hormon (GRH, TSH dan / atau LH) untuk merangsang gonadrotropin. Hipogonadisme Sekunder Kerusakan transmitter SSP menyebabkan Hipotalamus tidak memadai untuk mensintesis hormon GnRH sehingga menyebabkan pelepasan hormon GnRH tidak memadai. Hormon GnRH memproduksi sel Leydig sedikit.berkurangnya Sel Leydig yang diproduksi menyebabkan produksi testosteron juga berkurang

Diagnosa
Penegakan diagnosa hipogonadisme dilakukan berdasarkan : 1. Anamnesa, pemeriksaan fisik Anamnesa dan pemeriksaan fisik yang teliti dengan memperhatikan perubahan keadaan hormonal . 2. Penilaian laboratorium ▪ Kadar testosterone serum (nilai normal serum : 3-10 ng /ml) ▪ Kadar gonadotropin serum ▪ Kadar FSH dan LH ▪ Stimulasi Klomifen

Pengobatan
Terapi hormon yaitu testosterone replacement therapy (TRT) yang berbentuk suntikan, gel dan suplemen testosteron yang diminum secara oral. Terapi untuk hipogonadisme sepenuhnya tergantung kepada penyebabnya, diagnosis, dan umur pasien.

Epididimitis
Adalah peradangan pada epididimis

Klasifikasi
 Epididimitis Akut Radang pada epididymis yang menyebabkan pembengkakan dan edema serta rasa sakit pada semua bagian epididimis dapat pula diikuti abses berlangsung selama lebih dari 6 bulan. Gejalanya pembengkakan dan edema serta rasa sakit pada semua bagian epididimis dan dapat terjadi abses. Secara mikroskopis saluran epididmis mengamndung darah yang telah rusak, nanah spermatozoa yang telah mati atau runtuhan sel – sel epitel. Kadang kala tumbuh jaringan ikat.  Epididimitis Kronis Epididimitis kronis ditandai oleh peradangan bahkan ketika tidak hadir suatu infeksi yang terjadi selama lebih dari enam minggu. Gejalanya ditemukan reaksi tuberkoloid dan sisa-sisa keradangan pada saluran epididimis. Pembengkakan cauda epididimis Bentuk epididimis tidak teratur karena terjadi pengerasan dan pengkerutan. Terbentuknya granuloma .

Penyebab
 Infeksi bakteri : disebabkan bakteri dalam saluran kencing contohnya Pseudomonas aeroginosa atau Escherichia coli fibriosis pada sapi dan Brucella ovis pada kambing. Perioorkhitis dengan perlengketan tunika vaginalis yang meluas dan radang pada korda spermatika  non-infeksi : trauma (jatuh)  retrograde :urin kembali masuk ke saluran genital dan mengalir ke epididimis  operasi atau pemberian obat-obatan  infeksi saluran kemih  Penyakit menular seksual ( klamidia dan gonore)  Prostatitis ( infeksi prostat )  Pemasangan kateter  Prostatektomi ( pengangkatan prostat )  berganti – ganti pasangan seksual  Tidak menggunakan kondom

Gejala
• Nyeri dan pembengkakan skrotum (kantung zakar ) • Peradangan yang sangat hebat sehingga tidak bisa berjalan karena nyeri hebat • Infeksi yang berat menyebar berdekatan dengan testis • Demam • Pembentukan abses ( pernanahan ) • Benjolan di testis • Pembengkakan pada testis • Nyeri dan pembengkakan selangkangan yang terkena • Nyeri ketika berkemih • Nyeri ketika buang air besar • Keluar nanah dari uretra ( lubang di ujung penis ) • Nyeri ketika berhubungan seksual

Diagnosa
• • • • Gejala klinis Palpasi bagian belakang testis isolasi bakteri Uji serologi pengikatan komplemen

Pengobatan
• • • • • • Dilakukan berdasarkan penyebab epididimitis Jika terjadi infeksi digunakan antibiotik. azithromycin dan cefixime untuk mengobati gonorrhoeae dan klamidia. Fluoroquinolones digunakan jika terjadi perlawanan gonorrhoeae. Doxycycline biasa digunakan sebagai alternatif untuk azithromycin. organisme enterik (seperti E. coli) menggunakan antibiotik ofloksasin atau levofloxacin.

Pencegahan
Pada saat menjalani pembedahan, seringkali diberikan antibiotik profilaktik (sebagai tindakan pencegahan) kepada orang-orang yang memiliki resiko menderita epididimitis. Epididimitis akibat penyakit menular seksual bisa dicegah dengan cara melakukan hubungan seksual yang aman dan terlindungi (misalnya tidak berganti-ganti pasangan dan menggunakan kondom).

Hiperplasi Prostat
Hiperplasia prostat jinak / BHP adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh faktor penuaan, dimana prostat mengalami pembesaran memanjang keatas kedalam kandung kemih dan menyumbat aliran urin dengan cara menutupi orifisium uretra. Gambar hiperplasi prostat

Penyebab
Kemungkinan berkaitan dengan penuaan dan disertai dengan perubahan hormon. Dengan penuaan, kadar testosteron serum menurun, dan kadar estrogen serum meningkat. Terdapat teori bahwa rasio estrogen atau androgen yang lebih tinggi akan merangsang hiperplasia jaringan prostat.

Patofisiologi
• Pembesaran prostat menyebabkan penyempitan lumen uretra pars prostatika dan akan menghambat aliran urine. Keadaan ini menyebabkan peningkatan tekanan intravesikal. Untuk dapat mengeluarkan urin, bulibuli harus berkontraksi lebih kuat guna melawan tahanan itu. Kontraksi yang terus-menerus ini menyebabkan perubahan anatomik dari buli-buli berupa hipertrofi otot detrusor, trabekulasi, terbentuknya selula, sakula, dan divertikel buli-buli. Fase penebalan otot detrusor ini disebut fase kompensasi.

Dengan semakin meningkatnya resistensi uretra, otot detrusor masuk ke dalam fase dekompensasi dan akhirnya tidak mampu lagi untuk berkontraksi sehingga terjadi retensi urin. Tekanan intravesikal yang semakin tinggi akan diteruskan ke seluruh bagian buli-buli tidak terkecuali pada kedua muara ureter. Tekanan pada kedua muara ureter ini dapat menimbulkan aliran balik urin dari buli-buli ke ureter atau terjadi refluks vesico-ureter. Keadaan ini jika berlangsung terus akan mengakibatkan hidroureter, hidronefrosis, bahkan akhirnya dapat jatuh ke dalam gagal ginjal.

Tanda dan gejala
       Nokturia Urgensi atau kebelet Urgensi dengan inkontinensia Tersendat sendat mengeluarkan tenaga untuk mengalirkan kemih Rasa tidak lampias Kemih yang menetes setelah berkemih

Diagnosa
• Tes USG abdominal • Kistoskopi • Pengukuran angka aliran urin

Pengobatan
• Penghambat reseptor adrenergik-α cth : Fenoksibenzamin, Prazosin, Doxazosin, Tamsulosin, alfuzosin • Penghambat 5 α-reductase cth : Finasteride • Mengkonsumsi makanan rendah lemak.

Prostatitis
Prostatitis adalah peradangan pada prostat. Penyebabnya adalah secara bakterial dan non-bakterial. Prostatitis bakterial biasanya disebabkan oleh Escherichia coli dan Kadang-kadang oleh enterokok.

Patofisiologi
Infeksi dapat terjadi karena organisme naik ke atas melalui uretra, refluks Kemih dari kandung kemih yang terinfeksi, atau penyebaran langsung melalui Aliran imfe atai darah.

Gejala
Prostatitis bakterial • Demam • Mengigil • Nyeri pada pinggang bawah • Nyeri perineum • Disuria • Spasme uretra Prostatitis non-bakterial • Disuria • Kebelet • Sering berkemih • Nokturia • Nyeri pada punggung bagian bawah, perineum, penis, skrotum, dan suprapubik

Pengobatan
Prostatitis bakterial : Pemberian agen-agen antibakterial spesifik untuk organisme penyebab. Terapi penyokong berupa tirah baring, hidrasi, analgesik, dan antipiretik. Prostatektomi transuretal dapat dilakukan jika terapi dengan obat-obatan Tidak berhasil

Prostatitis non-bakterial : Tidak ada pengobatan atau tindakan spesifik untuk keadaan ini.

Sekian dan Terima Kasih

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful