D.

Kontribusi Umat islam dalam perpolitikan Nasional Umat islam cukup memberikan kontribusi yang signifikan dalam

perpolitikan Indonesia. Meskipun pemikiran tentang islam dan tata negara belum sempat berkembang jauh. Sejak awal 1930 sampai akhir 1960 sebagian pembicaraan politik di indonesia berkenaan dengan pertentangan antara golongan agama dengan golongan nasionalis atau setidaknya golongan yang netral agama. Golongan agama sering dilihat sebagai golongan yang ingin menjadikan islam sebagai dasar negara, sementara golongan nasionalis adalah mereka yang ingin membedakan antara persoalan agama dengan pancasila sebagai dasar negara. Bahkan kontribusi umat islam terhadap politik Nasional sudah terjadi sejak abad ke 13 dimana pada masa penjajahan kolonial Belanda terdapat Kerajaan Islam di Indonesia seperti di daerah sumatra, Jawa dan berbagai penjuru Indonesia. Hal tersebut dikarenakan umat islam ingin menjaga keutuhan dan kekokohan Negara Indonesia terutama dari serangan para kolonial Belanda Berikut ini contoh-contoh kontribusi Umat islam dalam perpolitikan Indonesia : 1. Soekarno, salah satu pimpinan golongan nasionalis tidak sepenuhnya menghilangkan nilai-nilai islam. Beliau merupakan kepala negara yang pertama kali melafalkan ayat-ayat Al Quran di forum Internasional seperti PBB 2. Pemerintahan Orde Baru yang banyak mendirikan Masjid di beberapa daerah di Indonesia melalui yayasan amal bakti Muslimin pancasila. 3. Pemerintah Orde baru memberikan sikap akomodatif terhadap aspirasiaspirasi islam dengan mengesahkan UUPA ( Undang-Undang Peradilan Agama ), pembentukan Ikatan Cendikiawan muslim indonesia,Bank Muamalat Indonesia, komplikasi Hukum Islam 4. Menjamurnya Partai politik berbasis Islam di masa reformasi ataupun orde Baru seperti PPP, PKB, PAN, Partai keadilan dan Golkar. 5. Adanya organisasi islam seperti muhamadiyah,NU, masyumi, Al Irsyad dll

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful