BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Batu Saluran Kemih 2.1.1 Definisi Batu Saluran Kemih (BSK) adalah penyakit dimana didapatkan masa keras seperti batu yang terbentuk di sepanjang saluran kemih baik saluran kemih atas (ginjal dan ureter) dan saluran kemih bawah (kandung kemih dan uretra), yang dapat menyebabkan nyeri, perdarahan, penyumbatan aliran kemih dan infeksi. Batu ini bisa terbentuk di dalam ginjal (batu ginjal) maupun di dalam kandung kemih (batu kandung kemih). Batu ini terbentuk dari pengendapan garam kalsium, magnesium, asam urat, atau sistein.18 BSK dapat berukuran dari sekecil pasir hingga sebesar buah anggur. Batu yang berukuran kecil biasanya tidak menimbulkan gejala dan biasanya dapat keluar bersama dengan urine ketika berkemih. Batu yang berada di saluran kemih atas (ginjal dan ureter) menimbulkan kolik dan jika batu berada di saluran kemih bagian bawah (kandung kemih dan uretra) dapat menghambat buang air kecil. Batu yang menyumbat ureter, pelvis renalis maupun tubulus renalis dapat menyebabkan nyeri punggung atau kolik renalis (nyeri kolik yang hebat di daerah antara tulang rusuk dan tulang pinggang yang menjalar ke perut juga daerah kemaluan dan paha sebelah dalam). Hal ini disebabkan karena adanya respon ureter terhadap batu tersebut, dimana ureter akan berkontraksi yang dapat menimbulkan rasa nyeri kram yang hebat.19 2.2 Sistem Kemih

Universitas Sumatera Utara

Sistem kemih (urinearia) adalah suatu sistem tempat terjadinya proses penyaringan darah dari zat-zat yang tidak dipergunakan oleh tubuh dan menyerap zatzat yang masih di pergunakan oleh tubuh. Zat- zat yang tidak di pergunakan oleh tubuh larut dalam air dan dikeluarkan berupa urine (air kemih).20 Sistem kemih terdiri atas saluran kemih atas (sepasang ginjal dan ureter), dan saluran kemih bawah (satu kandung kemih dan uretra).21 Gambar sistem saluran kemih pada manusia dapat dilihat pada gambar berikut:

Sumber: www.detikhealth.com

Gambar 1. Sistem Saluran Kemih Pada Manusia

2.2.1 Saluran Kemih Atas a. Ginjal

Universitas Sumatera Utara

Tubulus nefron. terutama tubulus kontortus proksimal berfungsi mengabsorpsi dari substansisubstansi yang berguna bagi metabolisme tubuh. manusia memiliki 2 ginjal.20 Setiap ginjal memiliki ureter. dan sekresi. absorpsi aktif. tempat ultra filtrate dari plasma darah terbentuk. pengaturan vitamin D dan Kalsium.5 cm (kurang lebih sebesar kepalan tangan).21 Gangguan fungsi ginjal akibat BSK pada dasarnya akibat obstruksi dan infeksi sekunder. absorpsi pasif.Dalam keadaan normal. Dengan cara ini makhluk hidup terutama manusia mengatur air.23 Setiap ginjal terdiri atas 1-4 juta nefron.20 Fungsi yang lainnya adalah ginjal dapat menyaring limbah metabolik. cairan intraseluler. sehingga dengan demikian memelihara homeostatis lingkungan dalam. Ginjal merupakan organ yang berbentuk seperti kacang berwarna merah tua.23 Ginjal adalah organ yang berfungsi sebagai penyaring darah yang terletak di bagian belakang kavum abdominalis di belakang peritoneum melekat langsung pada dinding belakang abdomen. membantu mengatur tekanan darah.18 Universitas Sumatera Utara . Obstruksi menyebabkan perubahan struktur dan fungsi pada traktus urinearius dan dapat berakibat disfungsi atau insufisiensi ginjal akibat kerusakan dari paremkim ginjal.18 Ginjal mengatur komposisi kimia dari lingkungan dalam melalui suatu proses majemuk yang melibatkan filtrasi.5 cm dan tebalnya sekitar 2. Filtrasi terjadi dalam glomerulus.21 Selama 24 jam dapat menyaring darah 170 liter. dan keseimbangan osmostiknya. menyaring kelebihan natrium dan air dari darah. yang mengalirkan air kemih dari pelvis renalis (bagian ginjal yang merupakan pusat pengumpulan air kemih) ke dalam kandung kemih. panjangnya sekitar 12.

18 Lapisan dinding ureter terdiri dari dinding luar berupa jaringan ikat (jaringan fibrosa). Lapisan dinding ureter menimbulkan gerakan-gerakan peristaltik tiap 5 menit sekali yang akan mendorong air kemih masuk ke dalam kandung kemih (vesica urinearia). yang mengakibatkan nyeri (kolik ureter). Anatomi Ginjal Normal dan Ginjal dengan BSK b. dan di titik pertemuannya dengan kendung kemih. BSK dapat tersangkut dalam ureter di ketiga tempat tersebut.20 Setiap ureter akan masuk ke dalam kandung kemih melalui suatu sfingter.Berikut ini adalah gambar anatomi ginjal normal dan ginjal dengan BSK : Gambar 2. lapisan sebelah dalam merupakan lapisan mukosa. dengan penampang ± 0. dengan panjang ± 25-30 cm. di titik saat melewati pinggiran pelvis. Ureter Ureter merupakan saluran kecil yang menghubungkan antara ginjal dengan kandung kemih (vesica urinearia). Sfingter adalah suatu struktur muskuler (berotot) yang dapat membuka dan menutup Universitas Sumatera Utara .20 Saluran ini menyempit di tiga tempat yaitu di titik asal ureter pada pelvis ginjal. lapisan tengah terdiri dari lapisan otot polos.5 cm.

23 Dalam menampung air kemih kandung kemih mempunyai kapasitas maksimal yaitu untuk volume orang dewasa lebih kurang adalah 30-450 ml.sehingga dapat mengatur kapan air kemih bisa lewat menuju ke dalam kandung kemih. Air kemih yang secara teratur tersebut mengalir dari ureter akan di tampung dan terkumpul di dalam kandung kemih. Selama berkemih. Apabila kandung kemih telah penuh. Ketika kosong atau setengah terdistensi.22 Dimana ukurannya secara bertahap membesar ketika sedang menampung jumlah air kemih yang secara teratur bertambah. sfingter lainnya yang terletak diantara kandung kemih dan uretra akan membuka dan akan diteruskan keluar melalui uretra.2 Saluran Kemih Bawah a.3 Kandung kemih bersifat elastis. secara bersamaan dinding kandung kemih berkontrasksi yang menyebabkan terjadinya tekanan sehingga dapat membantu mendorong air kemih keluar menuju uretra. Pada saat itu. kandung kemih terletak pada pelvis dan ketika lebih dari setengah terdistensi maka kandung kemih akan berada pada abdomen di atas pubis.18 Universitas Sumatera Utara .2. maka akan dikirim sinyal ke otak dan menyampaikan pesan untuk berkemih. Kandung Kemih Kandung kemih merupakan kantong muscular yang bagian dalamnya dilapisi oleh membran mukosa dan terletak di depan organ pelvis lainnya sebagai tempat menampung air kemih yang dibuang dari ginjal melalui ureter yang merupakan hasil buangan penyaringan darah.18 2. sehingga dapat mengembang dan mengkerut.

Uretra membranosa merupakan saluran yang paling pendek dan paling dangkal. uretra membranosa. Uretra prostatika merupakan saluran terlebar dengan panjang 3 cm. Dari hal tersebut diketahui bahwa Universitas Sumatera Utara . oleh karena banyak faktor yang dilibatkannya.20 Pada wanita. Uretra pada lakilaki terdiri dari uretra prostatika. Uretra Saluran kemih (uretra) merupakan saluran sempit yang berpangkal pada kandung kemih yang berfungsi menyalurkan air kemih keluar.25 a.b. panjangnya ± 3-4 cm. Uretra wanita jauh lebih pendek daripada uretra laki-laki. dengan bentuk seperti kumparan yang bagian tengahnya lebih luas dan makin ke bawah makin dangkal kemudian bergabung dengan uretra membranosa. Pada laki-laki uretra berjalan berkelok-kelok melalui tengah-tengah prostat kemudian menembus lapisan fibrosa yang menembus tulang pubis ke bagian penis panjangnya ± 20 cm.20 2.24. uretra terletak di belakang simfisis pubis berjalan miring sedikit kearah atas. Uretra kavernosa merupakan saluran terpanjang dari uretra dengan panjang kira-kira 15 cm.3 Penyebab Pembentukan Batu Saluran Kemih Penyebab pasti pembentukan BSK belum diketahui. fisika maupun gabungan fisiko kimiawi. sampai sekarang banyak teori dan faktor yang berpengaruh terhadap pembentukan BSK yaitu : 2. Teori Fisiko Kimiawi Prinsip dari teori ini adalah terbentuknya BSK karena adanya proses kimia. dan uretra kavernosa. Muara uretra pada wanita terletak di sebelah atas vagina (antara clitoris dan vagina) dan uretra disini hanya sebagai saluran ekskresi.2.

Berdasarkan faktor fisiko kimiawi dikenal teori pembentukan batu. Supersaturasi dan kristalisasi dapat terjadi apabila ada penambahan suatu bahan yang dapat mengkristal di dalam air dengan pH dan suhu tertentu yang suatu saat akan terjadi kejenuhan dan terbentuklah kristal. tetapi juga oleh kekuatan ion. Benang seperti labalaba terdiri dari protein 65%. heksana 10%. Pada benang menempel kristal batu yang seiring waktu batu akan Universitas Sumatera Utara . a.1 Teori Supersaturasi Supersaturasi air kemih dengan garam-garam pembentuk batu merupakan dasar terpenting dan merupakan syarat terjadinya pengendapan. Tingkat saturasi dalam air kemih tidak hanya dipengaruhi oleh jumlah bahan pembentuk BSK yang larut. Kristal batu oksalat maupun kalsium fosfat akan menempel pada anyaman tersebut dan berada di sela-sela anyaman sehingga terbentuk batu. yaitu: a. pembentukan kompleks dan pH air kemih.terjadinya batu sangat dipengaruhi oleh konsentrasi bahan pembentuk batu di saluran kemih.2 Teori Matrik Di dalam air kemih terdapat protein yang berasal dari pemecahan mitokondria sel tubulus renalis yang berbentuk laba-laba. heksosamin 2-5% sisanya air. Apabila kelarutan suatu produk tinggi dibandingkan titik endapannya maka terjadi supersaturasi sehingga menimbulkan terbentuknya kristal dan pada akhirnya akan terbentuk batu.

Pada inhibitor anorganik terdapat bahan pirofosfat dan Zinc. dan tamma-horsefall glikoprotein sedangkan yang jarang terdapat adalah gliko-samin glikans dan uropontin. Universitas Sumatera Utara . nefrokalsin. sedangkan pada individu lain tidak. meskipun sama-sama terjadi supersanturasi. Hal tersebut yang dapat menjelaskan mengapa pada sebagian individu terjadi pembentukan BSK. Sitrat terdapat pada hampir semua buah-buahan tetapi kadar tertinggi pada jeruk.semakin membesar.3 Teori Tidak Adanya Inhibitor Dikenal 2 jenis inhibitor yaitu organik dan anorganik. Keadaan ini disebut nukleasi heterogen dan merupakan kasus yang paling sering yaitu kristal kalsium oksalat yang menempel pada kristal asam urat yang ada. karena sitrat akan bereaksi dengan kalsium membentuk kalsium sitrat yang dapat larut dalam air. a.4 Teori Epitaksi Pada teori ini dikatakan bahwa kristal dapat menempel pada kristal lain yang berbeda sehingga akan cepat membesar dan menjadi batu campuran. a. Inhibitor mencegah terbentuknya kristal kalsium oksalat dan mencegah perlengketan kristal kalsium oksalat pada membaran tubulus. Pada inhibitor organik terdapat bahan yang sering terdapat dalam proses penghambat terjadinya batu yaitu asam sitrat. Inhibitor yang paling kuat adalah sitrat. Matriks tersebut merupakan bahan yang merangsang timbulnya batu.

dan Staphiloccocus. Klebsiella. a. kemudian kristal kalsium oksalat akan menempel yang lama kelamaan akan membesar.6 Teori Infeksi Teori terbentuknya BSK juga dapat terjadi karena adanya infeksi dari kuman tertentu. Teori Vaskuler 2.18. Bakteri ini tergolong gram negatif dan sensitif terhadap tetrasiklin. Teori pengaruh infeksi lainnya adalah teori nano bakteria dimana penyebab pembentukan BSK adalah bakteri berukuran kecil dengan diameter 50-200 nanometer yang hidup dalam darah. Dilaporkan bahwa 90% penderita BSK mengandung nano bakteria. Pseudomonas.a. Pengaruh infeksi pada pembentukan BSK adalah teori terbentuknya batu survit dipengaruhi oleh pH air kemih > 7 dan terjadinya reaksi sintesis ammonium dengan molekul magnesium dan fosfat sehingga terbentuk magnesium ammonium fosfat (batu survit) misalnya saja pada bakteri pemecah urea yang menghasilkan urease. b. Enterobakter.20 Universitas Sumatera Utara . Serratia.5 Teori Kombinasi Banyak ahli berpendapat bahwa BSK terbentuk berdasarkan campuran dari beberapa teori yang ada. Bakteri yang menghasilkan urease yaitu Proteus spp. Dimana dinding pada bakteri tersebut dapat mengeras membentuk cangkang kalsium kristal karbonat apatit dan membentuk inti batu. ginjal dan air kemih.

Pada penderita BSK sering didapat penyakit hipertensi dan kadar kolesterol darah yang tinggi. yaitu : b. Menurut Hardjoeno (2006).2 Kolesterol Adanya kadar kolesterol yang tinggi dalam darah akan disekresi melalui glomerulus ginjal dan tercampur didalam air kemih. Adanya butiran kolesterol tersebut akan merangsang agregasi dengan kristal kalsium oksalat dan kalsium fosfat sehingga terbentuk batu yang bermanifestasi klinis (teori epitaksi). Supersaturasi terjadi jika substansi yang menyusun batu terdapat dalam jumlah yang besar dalam urine. Hal ini disebabkan aliran darah pada papilla ginjal berbelok 180 dan aliran darah berubah dari aliran lamine r menjadi ˚ turbulensi. Ion kalsium dan oksalat Universitas Sumatera Utara . b.1 Hipertensi Pada penderita hipertensi 83% mempunyai perkapuran ginjal sedangkan pada orang yang tidak hipertensi yang mempunyai perkapuran ginjal sebanyak 52%. Pada proses nukleasi. yaitu ketika volume urine dan kimia urine yang menekan pembentukan menurun. natrium hidrogen urat. Pada penderita hipertensi aliran turbelen tersebut berakibat terjadinya pengendapan ion-ion kalsium papilla (Ranall’s plaque) disebut juga perkapuran ginjal yang dapat berubah menjadi batu. asam urat dan kristal hidroksipatit membentuk inti. maka Stoller mengajukan teori vaskuler untuk terjadinya BSK. diduga dua proses yang terlibat dalam BSK yakni supersaturasi dan nukleasi.

amonium.4 Klasifikasi Batu Saluran Kemih Komposisi kimia yang terkandung dalam batu ginjal dan saluran kemih dapat diketahui dengan menggunakan analisis kimia khusus untuk mengetahui adanya kalsium. batu berbentuk padat. warna cokat/ hitam dengan konsentrasi asam oksalat yang tinggi pada air kemih. mudah hancur daripada whewellite. batu kalsium fosfat atau campuran dari kedua unsur tersebut.12 2.kemudian merekat (adhesi) di inti untuk membentuk campuran batu. Batu kalsium 3. Proses ini dinamakan nukleasi heterogen. karbonat. Batu kalsium terdiri dari dua tipe yang berbeda. yaitu: a.26 Kalsium adalah jenis batu yang paling banyak menyebabkan BSK yaitu sekitar 70%-80% dari seluruh kasus BSK. asam urat oksalat. misalnya dengan batu kalsium oksalat. Terbentuknya batu tersebut diperkirakan terkait dengan kadar kalsium yang tinggi di dalam urine atau darah dan akibat dari dehidrasi. magnesium.1 Whewellite (monohidrat) yaitu . a. Batu ini kadang-kadang di jumpai dalam bentuk murni atau juga bisa dalam bentuk campuran. Analisis batu yang memadai akan membantu memahami mekanisme patogenesis BSK dan merupakan tahap awal dalam penilaian dan awal terapi pada penderita BSK. a. fosfat. Universitas Sumatera Utara .2 Kombinasi kalsium dan magnesium menjadi weddllite (dehidrat) yaitu batu berwarna kuning.2. dan sistin.

Serratia. Batu struvit (magnesium-amonium fosfat) 3.3 Lebih kurang 5-10% penderita BSK dengan komposisi asam urat. dan diet tinggi protein mempunyai peluang lebih besar menderita penyakit BSK. d. Pseudomonas.26 Universitas Sumatera Utara . Pasien biasanya berusia > 60 tahun. Klebsiella. Ditemukan sekitar 15-20% pada penderita BSK Batu struvit lebih sering terjadi pada wanita daripada laki-laki. Batu asam urat dibentuk hanya oleh asam urat. Batu asam urat ini adalah tipe batu yang dapat dipecah dengan obat-obatan.26 Batu struvit disebut juga batu infeksi. peminum alkohol. Pada batu struvit volume air kemih yang banyak sangat penting untuk membilas bakteri dan menurunkan supersaturasi dari fosfat. Ukuran batu asam urat bervariasi mulai dari ukuran kecil sampai ukuran besar sehingga membentuk staghorn (tanduk rusa). dan Staphiloccocus. Infeksi saluran kemih terjadi karena tingginya konsentrasi ammonium dan pH air kemih >7. Enterobakter. Kuman penyebab infeksi ini adalah golongan kuman pemecah urea atau urea splitter yang dapat menghasilkan enzim urease dan merubah urine menjadi bersuasana basa melalui hidrolisis urea menjadi amoniak. Kegemukan.18. Sebanyak 90% akan berhasil dengan terapi kemolisis. karena terbentuknya batu ini disebabkan oleh adanya infeksi saluran kemih. Batu Sistin 18. Batu asam urat26. c. karena keadaan tersebut dapat meningkatkan ekskresi asam urat sehingga pH air kemih menjadi rendah. Kuman yang termasuk pemecah urea di antaranya adalah : Proteus spp.b.

2.1 Distribusi dan Frekuensi Berdasarkan data dari Urologic Disease in America pada tahun 2000.3 Epidemiologi Penyakit Batu Saluran Kemih 2. Insidens rate tertinggi jenis kelamin berdasarkan letak batu yaitu saluran kemih bawah adalah Universitas Sumatera Utara . pembentukan batu dapat juga terjadi pada individu yang memiliki riwayat batu sebelumnya atau pada individu yang statis karena imobilitas.2 per-100.000 populasi. Disebabkan faktor keturunan dan pH urine yang asam.Batu Sistin terjadi pada saat kehamilan.000 populasi. Memerlukan pengobatan seumur hidup. sistin.000 populasi.000 populasi. sedangkan pada perempuan 51 per-100. pembentukan batu terjadi saat bayi. tertinggi kedua adalah kelompok umur 65-74 tahun 10. arginin.7 per-100.000 populasi. lysin dan ornithine berkurang. Insidens rate tertinggi jenis kelamin berdasarkan letak batu yaitu saluran kemih atas adalah pada jenis kelamin laki-laki 74 per-100. Merupakan batu yang paling jarang dijumpai dengan frekuensi kejadian 1-2%. Insidens rate tertinggi kelompok umur berdasarkan letak batu yaitu saluran kemih bawah adalah pada kelompok umur 75-84 tahun 18 per-100. insidens rate tertinggi kelompok umur berdasarkan letak batu yaitu saluran kemih atas adalah pada kelompok umur 55-64 tahun 11. diet mungkin menyebabkan pembentukan batu. Selain karena urine yang sangat jenuh. pengenceran air kemih yang rendah dan asupan protein hewani yang tinggi menaikkan ekskresi sistin dalam air kemih. Reabsorbsi asam amino.000 populasi. disebabkan karena gangguan ginjal.3. tertinggi kedua adalah kelompok umur 65-74 tahun 11 per-100.

9 % sedangkan wanita 20.2%.7 per100. batu asam urat 11. dan berdasarkan jenis batu proporsi yang tertinggi adalah jenis batu kalsium oksalat 100%.3%. dan Cystine 66. Analisis jenis batu berdasarkan kelompok umur.jenis kelamin laki-laki 4. berdasarkan kelompok umur proporsi tertinggi adalah kelompok umur 46-60 tahun 39.12 Di RSUP Sanglah Denpasar pada tahun 2007 jumlah pasien rawat inap BSK 113 orang.7 Penelitian yang dilakukan oleh Hardjoeno dkk pada tahun 2002-2004 di RS dr. batu asam urat 23. batu asam urat 79%.3.8%.000 populasi sedangkan pada perempuan 0.6 per-100. jenis kelamin laki-laki dengan batu kalsium 75%.4% . Faktor-faktor tersebut adalah faktor intrinsik.5%.000 populasi.1%.3%. yaitu keadaan Universitas Sumatera Utara . struvite 96.4 Analisis jenis batu berdasarkan jenis kelamin di Amerika Serikat pada tahun 2005.2 Determinan Secara epidemiologis terdapat beberapa faktor yang mempermudah terjadinya BSK pada seseorang. sedangkan pada perempuan jenis batu kalsium 86.1%. batu asam urat 60-65 tahun dan batu struvit 20-55 tahun. berdasarkan jenis kelamin proporsi tertinggi adalah jenis kelamin laki-laki 80. Analisis jenis batu berdasarkan jenis kelamin di Australia Selatan pada tahun 2005 yaitu pada jenis kelamin laki-laki jenis batu kalsium oksalat 73%. dan batu cysteine 0. dan batu cysteine 1.5%. jenis batu kalsium oksalat 50-60 tahun. batu struvit 1.3%.27 2. batu struvit 5%. sedangkan pada perempuan jenis batu struvit 58%.5%.Wahidin Sudirohusodo Makasar berdasarkan jenis kelamin proporsi tertinggi adalah jenis kelamin laki-laki 79.

keturunan. budaya. a. Penyebab pastinya belum diketahui. serta Universitas Sumatera Utara . dkk (2005) di RS. riwayat keluarga.3 a.Sedney Australia. dan pada air kemih perempuan kadar sitrat (inhibitor) lebih tinggi. Termasuk faktor intrinsik adalah umur. Faktor Intrinsik Faktor intrinsik adalah faktor yang berasal dari dalam individu sendiri.2 Berdasarkan penelitian Latvan. Tingginya kejadian BSK pada laki-laki disebabkan oleh anatomis saluran kemih pada lakilaki yang lebih panjang dibandingkan perempuan.yang berasal dari tubuh seseorang dan faktor ekstrinsik. yaitu pengaruh yang berasal dari lingkungan disekitarnya. Jumlah pasien laki-laki tiga kali lebih banyak dibandingkan dengan pasien perempuan. Menurut Basuki (2011). jenis kelamin.1 Umur Umur terbanyak penderita BSK di negara-negara Barat adalah 20-50 tahun. sedangkan di Indonesia terdapat pada golongan umur 30-60 tahun.2 Jenis kelamin Kejadian BSK berbeda antara laki-laki dan wanita. kemungkinan disebabkan karena adanya perbedaan faktor sosial ekonomi.3 a. dan diet. laki-laki memiliki hormon testosterone yang dapat meningkatkan produksi oksalat endogen di hati. penyakit BSK paling sering didapatkan pada usia 30-50 tahun. secara alamiah didalam air kemih laki-laki kadar kalsium lebih tinggi dibandingkan perempuan. proporsi BSK 69% pada kelompok umur 20-49 tahun.

8% dan pada perempuan 22.3 Heriditer/ Keturunan Faktor keturunan dianggap mempunyai peranan dalam terjadinya penyakit BSK. Hal tersebut disebabkan oleh sumber air bersih yang dikonsumsi oleh masyarakat dimana sumber air bersih tersebut banyak mengandung mineral seperti phospor. b.adanya hormon estrogen pada perempuan yang mampu mencegah agregasi garam kalsium. Faktor geografi mewakili salah satu aspek lingkungan dan sosial budaya seperti kebiasaan makanannya. dan kelembaban udara yang dapat menjadi predoposisi kejadian BSK.7 a. Walaupun demikian. temperatur. dan sebagainya. iklim. Berdasarkan penelitian Latvan. magnesium. kalsium.2 Faktor Iklim dan Cuaca Universitas Sumatera Utara . serta gaya hidup seseorang.7%.1 Geografi Prevalensi BSK banyak diderita oleh masyarakat yang tinggal di daerah pegunungan. 3 Insiden BSK di Australia pada tahun 2005 pada laki-laki 100-300 per 100. Faktor Ekstrinsik 3. Letak geografi menyebabkan perbedaan insiden BSK di suatu tempat dengan tempat lainnya.13 Faktor ekstrinsik adalah faktor yang berasal dari lingkungan luar individu seperti geografi.000 populasi sedangkan pada perempuan 50-100 per 100. b.7 b. Sedney Australia berdasarkan keturunan proporsi BSK pada laki-laki 16. bagaimana peranan faktor keturunan tersebut sampai sekarang belum diketahui secara jelas.000 populasi. dkk (2005) di RS.

3 Jumlah Air yang di Minum Dua faktor yang berhubungan dengan kejadian BSK adalah jumlah air yang diminum dan kandungan mineral yang terdapat dalam air minum tersebut. Hal tersebut diakibatkan. Temperatur yang tinggi akan meningkatkan jumlah keringat dan meningkatkan konsentrasi air kemih. kebutuhan akan protein dalam tubuh normalnya adalah 600 mg/kg BB.4 Diet/Pola makan Diperkirakan diet sebagai faktor penyebab terbesar terjadinya BSK. b. sehingga mempermudah pembentukan BSK. b. Misalnya saja diet tinggi purine. b. Bila jumlah air yang diminum sedikit maka akan meningkatkan konsentrasi air kemih.6 Kebiasaan Menahan Buang Air Kemih Universitas Sumatera Utara .5 Jenis Pekerjaan Kejadian BSK lebih banyak terjadi pada orang-orang yang banyak duduk dalam melakukan pekerjaannya. Konsentrasi air kemih yang meningkat dapat menyebabkan pembentukan kristal air kemih. protein yang tinggi terutama protein hewani dapat menurunkan kadar sitrat air kemih. b. dan apabila berlebihan maka akan meningkatkan risiko terbentuknya BSK.Faktor iklim dan cuaca tidak berpengaruh langsung. akibatnya kadar asam urat dalam darah akan naik. konsumsi protein hewani yang tinggi juga dapat meningkatkan kadar kolesterol dan memicu terjadinya hipertensi. Pada orang yang mempunyai kadar asam urat tinggi akan lebih berisiko menderita penyakit BSK. namun kejadiannya banyak ditemukan di daerah yang bersuhu tinggi.

disertai nyeri tekan diseluruh area kostovertebratal.Kebiasaan menahan buang air kemih akan menimbulakan statis air kemih yang dapat berakibat timbulnya Infeksi Saluran Kemih (ISK). terjadi obstruksi yang dapat mengakibatkan terjadinya peningkatan tekanan hidrostatik dan distensi piala ginjal serta ureter proksimal. beberapa batu jika ada gejala tetapi hanya sedikit dan secara perlahan akan merusak unit fungsional (nefron) ginjal. Rasa Nyeri Lokasi nyeri tergantung dari letak batu. dan dysuria.4 Gejala – Gejala Batu Saluran Kemih Manisfestasi klinik adanya batu dalam saluran kemih bergantung pada adanya obstruksi. maka pasien tersebut sedang mengalami kolik ginjal. Namun. akut. Bila nyeri mendadak menjadi akut. dan gejala lainnya adalah nyeri yang luar biasa ( kolik). 2. namun hanya sedikit urine yang keluar. infeksi. maka pasien tersebut mengalami kolik ureter. dan edema. menggigil. Rasa nyeri yang berulang (kolik) tergantung dari lokasi batu.29 a.28. Infeksi biasanya disertai gejala demam. dan kolik yang menyebar ke paha dan genitalia. Universitas Sumatera Utara .28 Gejala klinis yang dapat dirasakan yaitu : 3. dan biasanya air kemih disertai dengan darah. Batu yang berada di ureter dapat menyebabkan nyeri yang luar biasa. Pasien sering ingin merasa berkemih. tidak jarang disertai mual dan muntah. Ketika batu menghambat aliran urine. ISK yang disebabkan oleh kuman pemecah urea dapat menyebabkan terbentuknya jenis batu struvit.

tekanan darah rendah. mengendalikan infeksi. dan pelebaran pembuluh darah di kulit. Infeksi yang terjadi di saluran kemih karena kuman Proteus spp. c. Enterobakter. mencegah kerusakan nefron. 2.30 Batu dapat dikeluarkan dengan cara Universitas Sumatera Utara . d. dan Staphiloccocus. Hematuria dan kristaluria Terdapatnya sel darah merah bersama dengan air kemih (hematuria) dan air kemih yang berpasir (kristaluria) dapat membantu diagnosis adanya penyakit BSK. Infeksi BSK jenis apapun seringkali berhubungan dengan infeksi sekunder akibat obstruksi dan statis di proksimal dari sumbatan. Serratia.b. menentukan jenis batu. Gejala ini disertai jantung berdebar. Klebsiella. dan mengurangi obstruksi yang terjadi.5 Penatalaksanaan Medis Batu Saluran Kemih Tujuan dasar penatalaksanaan medis BSK adalah untuk menghilangkan batu. Pseudomonas. Demam Demam terjadi karena adanya kuman yang beredar di dalam darah sehingga menyebabkan suhu badan meningkat melebihi batas normal. Mual dan muntah Obstruksi saluran kemih bagian atas (ginjal dan ureter) seringkali menyebabkan mual dan muntah. e.

dan pembedahan terbuka.3 Dengan cara mempertahankan keenceran urine dan diet makanan tertentu yang dapat merupakan bahan utama pembentuk batu ( misalnya kalsium) yang efektif mencegah pembentukan batu atau lebih jauh meningkatkan ukuran batu yang telah ada.2 Pengobatan Medik Selektif dengan Pemberian Obat-obatan Analgesia dapat diberikan untuk meredakan nyeri dan mengusahakan agar batu dapat keluar sendiri secara spontan. tanpa operasi.3 2.30 2.5.18 Merupakan tindakan non-invasif dan tanpa pembiusan.1 Medikamentosa Terapi medikamentosa ditujukan untuk batu yang berukuran lebih kecil yaitu dengan diameter kurang dari 5 mm.3 ESWL (Extracorporeal Shockwave Lithotripsy) 3. pengobatan medik selektif dengan pemberian obat-obatan. BSK dapat dianalisis untuk mengetahui komposisi dan obat tertentu dapat diresepkan untuk mencegah atau menghambat pembentukan batu berikutnya. Pemberian antibiotik apabila terdapat infeksi saluran kemih atau pada pengangkatan batu untuk mencegah infeksi sekunder. karena diharapkan batu dapat keluar tanpa intervensi medis. Setiap pasien BSK harus minum paling sedikit 8 gelas air sehari.23 2. Propantelin dapat digunakan untuk mengatasi spasme ureter.medikamentosa. Opioid seperti injeksi morfin sulfat yaitu petidin hidroklorida atau obat anti inflamasi nonsteroid seperti ketorolac dan naproxen dapat diberikan tergantung pada intensitas nyeri. Setelah batu dikeluarkan. pada tindakan ini digunakan gelombang kejut eksternal yang dialirkan melalui tubuh untuk memecah Universitas Sumatera Utara .5.5.

batu yang berada di dalam ureter maupun sistem pelvikalises dapat dipecah melalui tuntunan ureteroskopi/ureterorenoskopi ini. atau menjadi fragmen-fragmen kecil sehingga mudah dikeluarkan melalui saluran kemih. d. b. Beberapa tindakan endourologi tersebut adalah :3 a. Ureteroskopi atau uretero-renoskopi adalah dengan memasukan alat ureteroskopi per-uretram. PNL (Percutaneous Nephro Litholapaxy) adalah usaha mengeluarkan batu yang berada di dalam saluran ginjal dengan cara memasukan alat endoskopi ke sistem kalies melalui insisi pada kulit. batu ureter proximal. Litotripsi adalah memecah batu buli-buli atau batu uretra dengan memasukan alat pemecah batu (litotriptor) ke dalam buli-buli. Batu kemudian dikeluarkan atau dipecah terlebih dahulu menjadi fragmen-fragmen kecil. dan kemudian mengeluarkannya dari saluran kemih melalui alat yang dimasukan langsung kedalam saluran kemih.batu. c. Ekstrasi Dormia adalah mengeluarkan batu ureter dengan menjaringnya melalui alat keranjang Dormia. ESWL dapat mengurangi keharusan melakukan prosedur invasif dan terbukti dapat menurunkan lama rawat inap di rumah sakit. Universitas Sumatera Utara . Dengan memakai energi tertentu.4 Endourologi Tindakan endourologi adalah tindakan invasif minimal untuk mengeluarkan BSK yang terdiri atas memecah batu. 2. Alat ESWL adalah pemecah batu yang diperkenalkan pertama kali oleh Caussy pada tahun 1980.5. Alat tersebut dimasukan melalui uretra atau melalui insisi kecil pada kulit (perkutan). Alat ini dapat memecah batu ginjal.

belum pernah menderita Universitas Sumatera Utara . Ada beberapa jenis tindakan pembedahan. Uretrolitotomi merupakan operasi terbuka untuk mengambil batu yang berada di uretra 2. Nefrolitotomi merupakan operasi terbuka untuk mengambil batu yang berada di dalam ginjal b. Sasarannya ditujukan kepada orang-orang yang masih sehat. Tindakan bedah dilakukan jika batu tidak merespon terhadap bentuk penanganan lainnya. Tindakan pencegahan tersebut antara lain : 2. Vesikolitomi merupakan operasi tebuka untuk mengambil batu yang berada di vesica urinearia d.31 Tujuan dari pencegahan primer adalah untuk mencegah agar tidak terjadinya penyakit BSK dengan cara mengendalikan faktor penyebab dari penyakit BSK.6. yaitu : 30 a. pencegahan sekunder atau pencegahan tingkat kedua. nama dari tindakan pembedahan tersebut tergantung dari lokasi dimana batu berada. Ureterolitotomi merupakan operasi terbuka untuk mengambil batu yang berada di ureter c.5 Tindakan Operasi Penanganan BSK.5.1 Pencegahan Primer 30.2. biasanya terlebih dahulu diusahakan untuk mengeluarkan batu secara spontan tanpa pembedahan/operasi. dan pencegahan tersier atau pencegahan tingkat ketiga.6 Pencegahan Batu Saluran Kemih Pencegahan BSK terdiri dari pencegahan primer atau pencegahan tingkat pertama.

Pada keadaan akut. nilai pH urine harus diuji karena batu sistin dan asam Universitas Sumatera Utara . Hasil pemeriksaan fisik dapat dilihat berdasarkan kelainan fisik pada daerah organ yang bersangkutan :26 a. dan radiologis. b. pendidikan kesehatan. Keluhan lain selain nyeri kolik adalah takikardia. Contohnya adalah untuk menghindari terjadinya penyakit BSK. 2.2 Pencegahan Sekunder Tujuan dari pencegahan sekunder adalah untuk menghentikan perkembangan penyakit agar tidak menyebar dan mencegah terjadinya komplikasi. Serta olahraga yang cukup terutama bagi individu yang pekerjaannya lebih banyak duduk atau statis. dan perlindungan kesehatan. hal ini disebabkan akibat obstruksi sementara yaitu saat batu melewati ureter menuju kandung kemih. dan demam (tidak selalu). Sasarannya ditujukan kepada orang yang telah menderita penyakit BSK. dianjurkan untuk minum air putih minimal 2 liter per hari. hematuria dan bakteriuria. dengan adanya kandungan nitrit dalam urine. paling sering ditemukan kelembutan pada daerah pinggul (flank tenderness). laboraturium. Urinalisis dilakukan untuk mengetahui apakah terjadi infeksi yaitu peningkatan jumlah leukosit dalam darah. mual.6. Konsumsi air putih dapat meningkatkan aliran kemih dan menurunkan konsentrasi pembentuk batu dalam air kemih. Kegiatan yang dilakukan meliputi promosi kesehatan. Selain itu. keringatan. Diagnosis Batu Saluran Kemih dapat dilakukan dengan cara pemeriksaan fisik. Kegiatan yang dilakukan dengan diagnosis dan pengobatan sejak dini.penyakit BSK.

0. posisi batu dan dapat membedakan klasifikasi batu yaitu dengan densitas tinggi biasanya menunjukan jenis batu kalsium oksalat dan kalsium fosfat. Jika IVP belum dapat menjelaskan keadaan sistem saluran kemih akibat adanya penurunan fungsi ginjal. Keterbatasn pemeriksaan ini adalah kesulitan untuk menunjukan batu ureter. Pemeriksaan ini tidak dapat membedakan batu di dalam ginjal maupun batu diluar ginjal. Pemeriksaan dengan ultrasonografi diperlukan pada wanita hamil dan pasien yang alergi terhadap kontras radiologi.23 Diagnosis BSK dapat dilakukan dengan beberapa tindakan radiologis yaitu:3. Ultrasonografi (USG) USG dapat menunjukan ukuran.23. d. Intravenous Pyelogram (IVP) Pemeriksaan ini bertujuan menilai anatomi dan fungsi ginjal. bentuk. sedangkan dengan densitas rendah menunjukan jenis batu struvit. sementara batu fosfat dan struvit lebih mudah terbentuk pada pH urine lebih dari 7. Computed Tomographic (CT) scan Universitas Sumatera Utara . sebagai penggantinya adalah pemeriksaan pielografi retrograd. Sinar X abdomen Untuk melihat batu di daerah ginjal.urat dapat terbentuk jika nilai pH kurang dari 6. b. c. posisi batu dan adanya obstruksi. bentuk.30 a. sistin dan campuran. ureter dan kandung kemih. dan tidak dapat membedakan klasifikasi batu. Dimana dapat menunjukan ukuran.2.

3 Pencegahan Tersier31 Tujuan dari pencegahan tersier adalah untuk mencegah agar tidak terjadi komplikasi sehingga tidak berkembang ke tahap lanjut yang membutuhkan perawatan intensif. Sasarannya ditujukan kepada orang yang sudah menderita penyakit BSK agar penyakitnya tidak bertambah berat.6. Kegiatan yang dilakukan meliputi kegiatan rehabilitasi seperti konseling kesehatan agar orang tersebut lebih memahami tentang cara menjaga fungsi saluran kemih terutama ginjal yang telah rusak akibat dari BSK sehingga fungsi organ tersebut dapat maksimal kembali dan tidak terjadi kekambuhan penyakit BSK . dan dapat memberikan kualitas hidup sebaik mungkin sesuai dengan kemampuannya. Universitas Sumatera Utara .Pemindaian CT akan menghasilkan gambar yang lebih jelas tentang ukuran dan lokasi batu. 2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful