Dosen Muhammad Burhan Amin

Keluarga Adalah Miniatur Perilaku Budaya

BERNARDUS ERWIN ARI SAPUTRA NPM : 31412439

Program Sarjana Teknologi Industri

Mata Kuliah : Ilmu Budaya Dasar Dosen : Muhammad Burhan Amin
Topik Makalah Keluarga Adalah Miniatur Perilaku Budaya Kelas : 1-ID08

Tanggal Penyerahan Makalah : 17 Oktober 2012 Tanggal Upload Makalah : 18 Oktober 2012

PERNYATAAN Dengan ini saya menyatakan bahwa seluruh pekerjaan dalam penyusunan makalah ini saya buat sendiri tanpa meniru atau mengutip dari tim / pihak lain.
Apabila terbukti tidak benar, saya siap menerima konsekuensi untuk mendapat nilai 1/100 untuk mata kuliah ini.

Penyusun
NPM 31412439 Nama Lengkap Bernardus Erwin Ari Saputra Tanda Tangan

Program Sarjana Teknologi Industri UNIVERSITAS GUNADARMA

KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kepada Tuhan atas berkat dan karuniaNya, sayadapat menyelesaikan tugas makalah ini . Ilmu Budaya adalah suatu pengetahuan yang sangat penting dalam menunjang pengetahuan lain.Misalnya, bidang ekonomi, ilmu sosial, serta ilmu budaya dari dari ilmu pengetahuan alamsendiri. Maka dari itu perlu pentingnya kontribusi dari berbagai pihak khususnya pemerintah danmasyarakat indonesia itu sendiri.Mahasiswa yang sedang menuntut ilmu pengetahuandi perguruan tinggi khususnya diUNIVERSITAS GUNADARMA harus memahami betapaperlunya memahami tugas sebagaimana masyarakat indonesia untuk melestarikankebudayaan.Untuk membantu mempelajarinya,saya berusaha menyusun makalah ini, terutamauntuk digunakan dalam mata kuliah IlmuBudaya Dasar.Budaya daerah adalah akar dari keseluruhan budaya nasional yang kita punyai, sudah menjadikewajiban kita secara tidak langsung untuk terus menjaganya dan melestarikan kebudayaandaerah. Warisan - warisan daerah seperti lukisan, tarian, senjata, bahasa, dari semuakeseragaman itu lah awal dari terjadinya budaya nasional kita yang beragam.Penyusun menyadari bahwa baik isi maupun cara penysunan buku ini belum sempurna.Olehkarena itu,segala saran, dan kritik membangun sangat di harapkan oleh penyusun .Saya mengucapkan terimakasih buat dosen IBD Bpk Muhammad Burhan Amin, selaku dosenIBD yang memberi kepercayaan kepada saya, untuk menyusun makalah ini.Demikianlah,makalah ini di buat semoga bermanfaat buat pihak-pihak yang membutuhkan Bekasi , 3 Oktober 2012 Penulis

Bernardus Erwin A.S

BAB I Pendahuluan 1.1 Latar Belakang Pendidikan pada dasarnya merupakan suatu upaya terus menerus yangbertujuan mengembangkan seluruh potensi kemanusiaan seseorang dalammempersiapkan diri mereka agar mampu menghadapi berbagai tantangan dalamkehidupannya. Dengan demikian, di satu sisi pendidikan merupakan sebuah upayapenanaman nilai-nilai kepada seseorang dalam rangka membentuk watak dankepribadiannya. Selanjutnya, pendidikan mendorong seseorang untuk mewujudkan nilai-nilai tersebut ke dalam perilaku dalam kehidupan sehari-hari.Fungsi pendidikan dalam Islam antara lain untuk membimbing dan mengarahkanmanusia agar mampu mengemban amanah dari Allah, yaitu menjalankan tugas-tugas hidupnya di muka bumi, baik sebagai 'abdullah (hamba Allah yang harustunduk dan taat terhadap segala aturan dan kehendakNya serta mengabdi kepada-Nya) maupun sebagai khalifah Allah di muka bumi, yang menyangkut tugaskekhalifahan terhadap diri sendiri, dalam keluarga, dalam masyarakat dan tugaskekhalifahan terhadap alam. Manusia memang memiliki potensi dasar atau yang disebut fitrah, tetapimanusia juga punya keterbatasan. Keterbatasan atau kelemahan tersebutmenyadarkan manusia untuk lebih memperhatikan eksistensi dirinya yang serbaterbatas jika dibandingkan dengan Sang Maha Pencipta yang serba tak terbatas.Karena itu pendidikan dalam Islam antara lain bertugas untuk membimbing danmengarahkan manusia agar menyadari akan eksistensi dirinya sebagai manusiayang serba terbatas, serta menumbuhkembangkan sikap iman dan takwa kepadaAllah yang serba Maha Tak Terbatas. Di samping itu, pendidikan juga bertugasuntuk membimbing dan mengarahkan manusia agar mampu mengendalikan diridan menghilangkan sifat-sifat negatif yang melekat pada dirinya agar tidak sampaimendominasi dalam kehidupannya, sebaliknya sifat-sifat positifnya yangtercermin dalam kepribadiannya. Pengendalian diri yang disebutkan di atas terkait dengan emosi. Dalamkonteks pendidikan, keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan olehkecerdasan intelektualnya belaka, tapi ada kecerdasan lain yang ikut menentukanyakni kecerdasan emosional. Kecerdasan emosional (EQ) bukan didasarkan padakepintaran seseorang, melainkan pada sesuatu yang dahulu disebut karakteristik pribadi atau "karakter". Penelitian-penelitian sekarang menemukan bahwaketerampilan sosial dan emosional ini mungkin bahkan lebih penting bagikeberhasilan hidup ketimbang kemampuan intelektual. Kecerdasan emosionalbukan merupakan lawan kecerdasan intelektual yang biasa dikenal dengan IQ,namun keduanya berinteraksi secara dinamis. Pada kenyataannya perlu diakuibahwa kecerdasan emosional memiliki peran yang sangat penting untuk mencapaikesuksesan di tempat kerja, dan dalam berkomunikasi di lingkungan masyarakat.Banyak orang yang tertarik pada konsep kecerdasan emosional dimulai dariperannya dalam membesarkan dan mendidik anak-anak, tetapi selanjutnya orangmenyadari konsep ini baik di lapangan kerja maupun di hampir semua tempat lainyang mengharuskan manusia saling berhubungan.

2.TUJUAN

  

Menyelesaikan tugas dalam mata kuliah ilmu budaya dasar Memberikan sedikit informasi kepada kita semua Untuk memahami kebudayaan di dalam keluarga

3.SASARAN

  

Memberikan wawasan dan dapat menunjang ilmu pengetahuan Mengajarkan kepada kita bahwa keluarga adalah miniatur perilaku budaya Penulisan ini dapat dipergunakan sebagai referensi dan bahan masukan

BAB 2 PERMASALAHAN

1.KEKUATAN

a.

Keluarga adalah suatu kelompok manusia yang memiliki hubungan darah.

Keluarga, sekelompok social terdiri dari individu, memiliki antar individu, dan terdapat ikatan yang kuat.

b.

Ikatan darah yang kuat adalah kekuatan rasa ingin melindungi antar sesamannya.

Tak dipungkiri lagi bahwa disetiap ikatan darah keluarga menyimpan kekuatan yang sangat besar.

c.

Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat.

Di dalam organisasi atau sekelompok anggota, mungkin keluarga adalah miniaturnya. Sehingga segala sesuatu yang besar akan lebih mudah jika dimulai dari yang kecil.

d.

Kebudayaan yang kental didalam keluarga.

Disetiap keluarga pasti memiliki peraturan atau hal-hal yang harus diikuti dari generasi ke generasi.

2.KELEMAHAN

a)

Banyaknya anggota keluarga yang tidak bertanggung jawab

Di dalam keluarga, setiap anggota memiliki tanggung jawab masing-masing sehingga dapat mempertahankan kekokohan satu sama lain.

b)

Kurangnya komunikasi.

Kurangnya komunikasi di dalam keluarga dapat menimbulkan kesalah pahaman seingga menimbulkan pertengkaran antar anggota keluarga.

c)

Kurang tegasnya sikap kepala keluarga

Di setiap keluarga memiliki kepala keluarga, jika kepala keluarga bersikap tidak tegas maka niscaya anggota keluarganya akan tidak beraturan dan memiliki rasa egoism yang tinggi.

d)

Kurangnya tanggung jawab kepala keluarga.

Jika kepala keluarganya tidak memiliki rasa tanggung jawab maka hancurlah sebuah keluarga, tugas kepala keluarga menafkahi semua anggota keluarganya.

3.PELUANG

a. Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat, menurut saya untuk melakukan sesuatu yang lebih besar maka di mulailah dari sesuatun yang kecil seperti keluarga.

b. Kekuatan ikatan darah didalam anggota keluarga bisa dijadikan tembok kokoh yang membentengi keutuhan keluarga.

c. Budaya yang di turunkan dari generasi ke generasi di dalam keluarga itu sendiri tanpa di ragukan lagi untuk mempererat hubungan antar anggota keluarga.

d. Keluarga adalah langkah pertama dari seseorang anggota baru/sang buah hati untuk pembentukan akhlak dan jiwa seorang pemimpin.

4.TANTANGAN/HAMBATAN

a.

Banyaknya kegiatan/kesibukan sehingga mengurangi komunikasi di dalam keluarga.

b.

Rasa egoisme setiap anggota keluarga dapat meretakan kekokohan dinding keluarga.

c.

Kurangnya tanggung jawab di setiap anggota keluarga karena dunia luar yang merusaknya.

d. Banyaknya anggota keluarga yang mengesampingkan budaya turun-menurun karena di anggap sepeleh.

BAB 3 KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

KESIMPULAN

Kesimpulannya adalah, keluarga adalah awal dari pembentukan organisasi yang besar, di dalam keluarga terbentuk peran yaitu; ayah sebagai suami dari istri dan anak-anak, berperan sebagai pencari nafkah, pendidik, pelindung, dan pemberi rasa aman. Sebagai istri dan ibu dari anak-anaknya, ibu mempunyai peranan untuk mengurus rumah tangga, sebagai pengasuh, dan pendidik anak-anaknya. Anak-anak melaksanakan peranan psikosial sesuai dengan tingkat perkembangannya baik fisik, mental, social, dan spiritual.

REKOMENDASI

a.

Kebudayan yang kental dalam keluarga

b.

kurangnya tanggung jawab kepala keluarga

c.

Keluarga adalah langkah awal dari sang buah hati untuk pembentukan jiwa dan mental.

d.

Egoisme keluarga ayng dapat merusak keharmonisan suatu keluarga menjadi kacau.

REFERENSI

 

http://id.wikipedia.org/wiki/Keluarga http://www.sarjanaku.com

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful