BAB II TINJAUAN KEPUSTAKAAN

2.1 KERANGKA TEORI Katarak merupakan penyebab terbanyak kebutaan di dunia. Proses terjadinya Katarak sangat berhubungan dengan faktor usia.
10

Meningkatnya usia

harapan hidup juga berperan dalam hal meningkatnya penderita buta Katarak.1

A. DEFINISI Katarak adalah kekeruhan Lensa. Katarak memiliki derajat kepadatan yang sangat bervariasi dan dapat disebabkan oleh berbagai hal, tetapi berkaitan dengan proses penuaan.11

B. ANATOMI Lensa adalah suatu struktur bikonveks, vaskular, tidak berwarna dan hampir transparan sempurna. Lensa tidak mempunyai asupan darah ataupun inervasi syaraf, dan bergantung sepenuhnya pada akuos humor untuk metabolisme dan pembuangan. Lensa terletak di belakang iris dan di depan korpus vitreous. Posisinya ditopang oleh Zonula Zinni, terdiri dari serabut-serabut kuat yang melekat ke korpus siliaris.11,12 Diameter lensa adalah 9-10 mm dan tebalnya bervariasi sesuai dengan umur, mulai dari 3,5 mm (saat lahir) dan 5 mm (dewasa).11,12

10

11 Lensa disokong oleh serabut zonular berasal dari lamina nonpigmented epithelium pars plana dan pars plikata daripada korpus siliaris.36 di perifer. yaitu : Kenyal atau lentur karena memegang peranan penting dalam akomodasi untuk menjadi cembung. 11 . Secara fisiologik lensa mempunyai sifat tertentu. transparan. dan sedikit sekali mineral yang biasa ada di jaringan tubuh lainnya.Lensa dapat membiaskan cahaya karena memiliki indeks refraksi. 11. yang menumpuk ke bawah sesuai dengan perkembangannya. Di bagian ekuator. kekuatannya 15-20 dioptri (D)12 Struktur Lensa terdiri dari Kapsul yang tipis.12 Epitel berada tepat di belakang kapsul anterior Lensa terdapat satu lapisan sel epitel. sekitar 35% protein (kandungan protein tertinggi di antara jaringan-jaringan tubuh).11.4 di sentral dan 1. Terdiri beberapa zona berbeda. Dalam keadaaan nonakomodatif. Asam askorbat dan glutation terdapat dalam bentuk teroksidasi maupun tereduksi.12 Nukleus pada bagian sentralnya terdiri serabut-serabut tua.12 Enam puluh lima persen Lensa terdiri dari air. Zonular ini masuk ke dalam Lensa di regio ekuator. Jernih atau transparan karena diperlukan sebagai media penglihatan. dikelilingi oleh membran hialin yang lebih tebal pada permukaan anterior dibanding posterior. sel ini aktif membelah dan membentuk serabut Lensa baru sepanjang kehidupan. Terletak di tempatnya. normalnya 1. Korteks pada bagian perifer terdiri dari serabut-serabut lensa yang muda. Diameter serabut adlaah 5-30 m. Kandungan kalium lebih tinggi di lensa daripada di kebanyakan jaringan lain.

sedangkan faktor ekstrinsik yang berpengaruh antara lain adalah pendidikan dan pekerjaan yang berdampak langsung pada status sosial ekonomi dan status kesehatan seseorang serta faktor lingkungan. 16 12 .Keadaan patologik lensa ini dapat berupa : Tidak kenyal pada orang dewasa yang akan mengakibatkan presbiopia. radiasi ultra violet. makanan. 13. jenis kelamin dan faktor genetik. FAKTOR RESIKO Faktor resiko terjadinya Katarak sangat bervariasi bergantung dari proses patogenesis. genetik.15 C. menunjukkan nelayan mempunyai jumlah paparan terhadap sinar ultraviolet yang tinggi sehingga meningkatkan resiko terjadinya katarak kortikal dan katarak posterior subkapsular. Faktor intrinsik yang berpengaruh antara lain adalah umur.14.9 Dari Gambar 1 dapat dijelaskan sebagai berikut : 1. Diabetes Melitus. Lensa orang dewasa di dalam perjalanan hidupnya akan menjadi bertambah besar dan berat. Tidak berada di tempat atau subluksasi dan dislokasi. baik faktor intrinsik maupun faktor ekstrinsik. proses umur. dalam hubungannya dengan paparan sinar ultraviolet. merokok merupakan faktor penyebab terjadinya Katarak. Suatu penelitian yang menilai secara individual.10 Katarak adalah penyakit degeneratif yang dipengaruhi oleh berbagai faktor. Pekerjaan Pekerjaan dalam hal ini erat kaitannya dengan paparan sinar matahari. Keruh atau apa yang disebut Katarak.

16 13 . Penduduk yang tinggal di daerah berlainan tidak hanya berbeda dalam hal paparan sinar ultraviolet. Ada suatu penelitian dari Nepal dan Cina melaporkan variasi prevalensi penduduk yang tinggal di ketingian berbeda. tapi juga dalam hal paparan oleh karena berbagai faktor lain. Dijumpai prevalensi katarak senilis yang lebih tinggi di Tibet yakni 60% dibandingkan di Beijing.2. Lingkungan (Geografis) Katarak khususnya lebih banyak dijumpai di negara berkembang yang berlokasi di khatulistiwa. Hampir semua studi epidemioologi melaporkan tingginya prevalensi katarak di daerah yang banyak terkena sinar ultraviolet.

Pendidikan 2. Obat-obatan 10. Diabetes 8. Perokok Gangguan Struktur Preotein Katarak Gangguan osmotic lensa Reaksi fotokimia 6.1. Gender 14 . Pekerjaan 3. Nutrisi Antioksidan 5. Alkohol 9. Diare 7. Lingkungan Ultra Violet Radikal bebas 4.

Pendidikan Dari beberapa pengamatan dan survei di masyarakat diperoleh prevalensi katarak lebih tingi pada kelompok yang berpendidikan lebih rendah. vitamin A. namun tingkat pendidikan dapat mempengaruhi status sosial ekonomi temasuk pekerjaan dan status gizi.16. Meskipun tidak ditemukan hubungan langsung antara tingkat pendidikan dan kejadian katarak. vitamin E. Dengan memakan bayam yang telah dimasak lebih dari dua kali dalam semingu dapat menurunkan resiko katarak.17 4.19 15 . dan penelitian terakhir menunjukkan adanya penurunan resiko katarak dengan peningkatan frekuensi asupan makanan tinggi lutein (bayam. p20) 3. askorbat dan karetenoid. tapi etiologi ini sulit untuk dipastikan pada manusia. Lutein dan zeaxantin adalah satusatunya karotenoid yang dijumpai dalam lensa manusia. riboflavin.Gambar 1.18 5.18 Beberapa penelitian mendapatkan bahwa multivitamin. vitamin C. Proses terjadinya katarak (dikutip dari Gambar II. dan peningkatan protein mempunyai efek protektif terhadap perkembangan katarak. Nutrisi Walaupun defisiensi nutrisi dapat menyebabkan katarak pada hewan. niasin. brokoli). beta karoten. Perokok Merokok dan mengunyah tembakau dapat menginduksi stress oksidatif dan dihubungkan dengan penurunan kadar antioksidan.3 Faktor Resiko Buta Katarak Usia Produktif : Tinjauan Khusus Terhadap Enzim Glutation Reduktase dan Ribolflavin Darah. tiamin. 2000.

diare berperan dalam kataraktogenesis melalui 4 cara yaitu malnutrisi.Merokok menyebabkan penumpukan molekul berpigmen -3 hydroxykhynurine dan chromophores. asidosis. Diare Dideskripsikan oleh Harding.21 Diare Kronis Malnutrisi Asidosis Dehidrasi Tingginya kadar urea Ketidakseimbangan osmotik antara ion & akuos Sianat GSH Karbamilasi protein Inaktivasi enzim Katarak Unfolding Of protein 16 . dan tingginya kadar urea dalam darah. Sianat dalam rokok juga menyebabkan terjadinya karbamilasi dan denaturasi protein. dehidrasi. yang menyebabkan terjadinya penguningan warna lensa.20 6.

kemoterapi. maka meningkat pula kadar glukosa dalam akuos humor.Gambar 2. p. Sebagian glukosa tersebut dirubah oleh enzim aldose reduktase menjadi sorbitol. indeks refraksi.90) 7. miotikum.18 8. yang tidak dimetabolisme tapi tetap berada dalam lensa. dan amplitudo akomodatif. Skema spekulatif yang menggambarkan 4 cara utama dimana diare dapat berpengaruh dalam kataraktogenesis (dikutip dari Fig 4. maka kadar glukosa dalam lensa juga meningkat. Obat-obatan Data klinis dan laboratorium menunjukkan banyak obat yang mempunyai potensi kataraktogenik. fenotiazin. Diabetes Mellitus Diabetes mellitus dapat mempengaruhi kejernihan lensa. obat rematik. Oleh karena glukosa dari akuos masuk ke dalam lensa dengan cara difusi. Alkohol Peminum alkohol kronis mempunyai resiko tinggi terkena berbagai penyakit mata.22 9. diuretik. 2005. Alkohol secara langsung bekerja pada protein lensa dan secara tidak langsung dengan cara mempengaruhi penyerapan nutrisi penting pada lensa. Dalam banyak penelitian alkohol berperan dalam terjadinya katarak. dan lain-lain. Dengan meningkatnya kadar gula darah. Obat-obatan yang meningkatkan resiko katarak adalah kortikosteroid.16 17 . obat penenang.14 Anatomy and Phsysiology of Eye. termasuk katarak.

24 18 . yang bisa bervariasi keparahannya mulai dari penurunan sensitivitas kontras dalam lingkungan yang terang hingga silau pada saat siang hari atau sewaktu melihat lampu mobil atau kondisi serupa di malam hari.23.24 Daerah ini dapat dilihat dengan refleks merah retinoskopi atau oftalmoskopi direk. Gender Tingginya resiko perempuan terkena katarak sebenarnya tidaklah terlalu besar tetapi secara konsisten dijumpai dalam banyak penelitian-penelitian.16 D.23. dan dijumpai pada pemeriksaan mata rutin. Diplopia monokular atau polypia Terkadang. Silau Pasien katarak sering mengeluh silau.10. Keluhan ini khususnya dijumpai pada tipe katarak posterior subkapsular. perubahan nuklear terletak pada lapisan dalam nukleus lensa. Gejala katarak yang sering dikeluhkan adalah : 1.24 Tipe katarak ini kadang-kadang menyebabkan diplopia monokular atau polypia. menyebabkan daerah pembiasan multipel di tengah lensa. GEJALA KLINIS Kekeruhan lensa dapat terjadi tanpa menimbulkan gejala. Tinngginya prevalensi pada perempuan terutama untuk resiko terjadinya katarak kortikal.24 2.24 pemeriksana silau (test glare) dilakukan untuk mengetahui derajat gangguan penglihatan yang disebabkan oleh sumber cahaya yang diletakkan di dalam lapang pandangan pasien.

Penurunan tajam penglihatan Katarak menyebabkan penurunan penglihatan progresif tanpa rasa nyeri.25 sering dijumpai pada stadium awal katarak. ukuran pupil dan derajat miopia. Distorsi Katarak dapat menyebabkan garis lurus kelihatan bergelombang.20 umumnya pasien katarak menceritakan riwayat klinisnya langsung tepat sasaran. sehingga terjadi miopia ringan hingga sedang. Perkembangan katarak nuklear sklerotik dapat meningkatkan dioptri lensa. dan pasien menceritakan kepada dokter mata. maka pasien harus dilakukan pemeriksaan penglihatan lengkap.24 Setiap tipe katarak biasanya mempunyai gejala gangguan penglihatan yang berbeda-beda. aktivitas apa saja yang terganggu. Halo Hal ini bisa terjadi pada beberapa pasien oleh karena terpecahnya sinar putih menjadi spektrum warna oleh karena meningkatnya kandungan air dalam lensa.20 5.3. tergantung pada cahaya.24 19 . Setelah didapat riwayat penyakit.20 4. Dalam situasi lain. pasien hanya menyadari adanya gangguan penglihatan setelah dilakukan pemeriksaan. dimulai dengan refraksi.

Perubahan ini disebut ”second sight” 23. yang umumnya menyebabkan miopia ringan atau sedang. Sklerosis dan penguningan dalam jumlah yang berlebihan disebut katarak nuklear. Sensitivitas kontrak dapat menunjukkan penurunan fungsi penglihatan yang tidak terdeteksi dengan Snellen. pematangan katarak nuklear ditandai dengan kembalinya penglihatan dekat oleh karena meningkatnya miopia akibat peningkatan kekuatan refraktif lensa nuklear sklerotik. Myopic shift Perkembangan katarak dapat terjadi peningkatan dioptri kekuatan lensa.24 E. Namun.24 7. adalah : 1. sehingga kacamata baca atau bifokal tidak diperlukan lagi. yang menyebabkan 20 . hal tersebut bukanlah indikator spesifik hilangnya tajam penglihatan oleh karena katarak. seiring dengan perubahan kualitas optikal lensa. luminance.24 Umumnya. dan frekuensi spasial. Katarak Nuklear Beberapa derajat nuklear skeloris dan penguningan dikatakan normal pada pasien dewasa setelah melewati usia menengah. 23. TIPE KATARAK Tiga tipe utama katarak senilis.25 Namun. Sensitivitas kontras Sensitivitas kontras mengukur kemampuan pasien untuk mendeteksi variasi tersamar dalam bayangan dengan menggunakan benda yang bervariasi dalam hal kontras. keuntungan tersebut akhirnya hilang juga. Secara umum.23. kondisi ini hanya sedikit menganggu fungsi penglihatan.6.

26 dan pemeriksaan refleks merah dengan pupil dilatasi. Pasien sering mengeluhkan silau dan penglihatan jelek pada kondisi cahaya terang karena PSC menutupi pupil ketika miosis akibat cahaya terang. nukleus berwarna coklat (katarak brunescent) dan konsistensinya keras. PSCs berlokasi di lapisan kortikal posterior dan biasanya aksial.18 Penglihatan dekat lebih jelek daripada penglihatan jauh.18 21 . Katarak Kortikal Perubahan komposisi ion pada korteks lensa dan perubahan hidrasi pada serabut lensa menyebabkan kekeruhan kortikal. Tanda pertama pembentukan katarak kortikal terlihat dengan slitlamp sebagai vakuola dan celah air (water clefts) di korteks anterior atau posterior.18.26 2.18 Bila sudah lanjut.18 3.26 Beberapa pasien juga mengalami monokular diplopia. penguningan dan kekeruhan dievaluasi dengan slit-lamp secara oblik18. akomodasi.26 akibat sumber cahaya fokal.kekeruhan sentral.18 Gejala katarak kortikal yang sering dijumpai adalah silau18. Indikasi pertama pembentukan PSC adalah kilauan warna yang samar (subtle iridescent sheen) pada lapisan kortikal posterior yang terlihat dengan slitlamp.18 Tingkatan sklerosis. Katarak Posterior Subkapsular Katarak posterior subkapsular (posterior subcapsular cataract = PSCs) sering dijumpai pada pasien yang lebih muda daripada katarak nuklear atau kortikal.18 Monokular diplopia bisa juga dijumpai. sepeti lampu mobil. atau miotikum.

2. Rumah sakit ini juga sebagai pusat rujukan wilayah pembangunan A yang meliputi Provinsi Sumatera Utara. Sumatera Barat dan Riau. wajib melaksanakan sistem pelaporan rumah sakit. STRUKTUR RUMAH SAKIT UMUM ADAM MALIK MEDAN Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan merupakan rumah sakit kelas A sesuai SK Menkes No. 334/Menkes/ SK/ VII/1990 dan sebagai rumah sakit pendidikan sesuai dengan SK Menkes No.2. Rumah Sakit umum pusat haji adam malik adalah unit pelaksana teknis di lingkungan departemen kesehatan yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada direktur jenderal bina pelayanan medik departemen kesehatan. Nanggroe Aceh Darussalam. 22 . Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik mulai berfungsi sejak tanggal 17 juni 1991 dengan pelayanan rawat jalan sedangkan untuk pelayanan rawat inap baru dimulai tanggal 2 mei 1992. 502/Menkes/SK/IX/1991.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful