Schistosoma japonicum Hospes dan nama penyakit Hospesnya adalah manusia dan berbagai macam binatang seperti anjing

, kucing, rus a, tikus sawah, sapi, babi, rusa dan lain-lain. Parasit ini pada manusia menyebabkan oriental schistosoma, skistosomiasis japoni ka, penyakit Katayama atau penyakit demam keong. Distribusi geografik Cacing ini ditemukan di RRC, Jepang, Filipina, Taiwan, Muangthai, Vietnam, Malay sia dan Indonesia. Di Indonesia hanya ditemukan di Sulawesi Tengah yaitu daerah danau Lindu dan Lem bah Napu. Morfologi dan Daur hidup Cacing dewasa jantan berukuran kira-kira 1,5 cm dan yang betina kira-kira 1,9 cm , hidupnya di vena mesentrika superior. Telur ditemukan di dinding usus halus da n juga di alat-alat dalam seperti hati, paru dan otak. Patologi dan Gejala Klinis Kelainan tergantung dari beratnya infeksi. Kelainan yang ditemukan pada stadium I adalah gatal-gatal (urtikaria). Gejala intoksiasi disertai demam, hepatomegali dan eosinofilia tinggi. Pada stadium II ditemukan pula sindrom disentri. Pada stadium III atau stadium m enahun ditemukan sirosis hati dan splenomegali; biasanya penderita menjadi lemah (emasiasi). Mungkin terdapat gejala saraf, gejala paru dan lain-lain.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful