P. 1
Komponen Dalam Batuan Karbonat

Komponen Dalam Batuan Karbonat

|Views: 30|Likes:

More info:

Published by: Yudistira Ardi Nugraha on Jan 11, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/11/2013

pdf

text

original

KOMPONEN DALAM BATUAN KARBONAT

Komponen penyusun batuan karbonat secara garis besar dibagi menjadi 3 (tiga) bagian yaitu: a. Butiran (skeletal, non-skeletal), b. matrix dan c. semen. Komponen tersebut tersusun oleh mineral-mineral karbonat yang berbeda.

Gambar 1 Diagram yang memperlihatkan hubungan antara zona-zona mineral karbonat terhadap lingkungan pengendapan pada laut modern.

BUTIRAN Butiran atau grain adalah semua komponen dalam batuan karonat yang berkomposisi kalsium karbonat (CaCO3) baik yang berasal dari proses biologi seperti terumbu maupun dari proses biokimia. Butiran ini merupakan komponen yang menunjukkan kesan berbutir dengan batas-batas antar butir. Komponen tersebut dapat berupa hasil rombakan batuan karbonat itu sendiri atau batuan karbonat yang telah terbentuk sebelumnya (luar lingkungan pengendapan), fragmen-fragmen organisme ataupun hasil aktifitas organisme dan presipitasi mineral-mineral karbonat atau hasil diagenesis. Jika dianalogikan terhadap batuan silisiklastik, butiran merupakan fragmen yang berada dalam massa matriks dan semen. Butiran dibagi menjadi dua kelompok yaitu yang berasal dari organisme atau skeletal dan yang berasal dari non-organisme atau non-skeletal. A. Skeletal Skeletal adalah komponen batuan karbonat yang berasal dari organisme baik dalam bentuk utuh maupun berupa fragmental. Komponen tersebut merupakan penyusun batuan karbonat yang umum dijumpai. Komponen ini dapat berupa organisme utuh (dikenal dengan fosil) atau sebagai fragmenfragmen organisme. Jenis organisme yang bertindak sebagai komponen skeletal dalam batuan karbonat bervariasi sepanjang sejarah geologi. Penyusun batuan karbonat dalam hal ini diambil referensi adalah terumbu mulai dari kala Paleozoikum hingga Kenozoikum terlihat pada tabel 2.1. Tabel 1 Kelompok utama pembentuk reef sepanjang sejarah geologi (sejak Archaean – Cenozoic) (Heckel, 1974).

Selain itu juga dijumpai molluska. sebaran dan bentuk organisme . Diversitas (keaneka ragaman) jenis organisme mulai berkembang pesat pada Era Mesozoikum khususnya pada Zaman Karbon. Ada tiga kelompok utama penyusun batuan karbonat pada kala Tersier yaitu Algae. stromatoporoid dan lain-lain. Namun pada mulanya organisme yang menyusun batuan karbonat (terumbu) tersebut keaneka ragaman masih sangat kecil dan semakin ke arah resen (umur muda) keaneka ragaman organisme pembentuk batuan karbonat semakin banyak. Organisme sebagai penyusun batuan karbonat khususnya pada kala Tersier (sejak 65 juta tahun lalu) sangat beragam. Berdasarkan tabel 2.1 terlihat bahwa jenis. dan Sponge (C). Pada umumnya untuk batuan berumur Tersier. Sketsa organisme yang hidup sekarang berupa algae (A). Stromatolit umum dijumpai pada Era Proterozoic hingga Paleozoic. Gambar 2 Jenis-jenis skeletal yang umum dijumpai pada batuan karbonat. terutama pada kala Neogen maka komponen skeletalnya atau fosilnya hampir sama dengan yang hidup sekarang ini. organisme yang umum dijumpai adalah koral. Khusus untuk Tersier. algae dan foraminifera dengan spesies yang cukupberagam.Menurut Heckel (1974) terdapat unsur (organisme) utama yang menyusun batuan karbonat dari waktu ke waktu. koral (B). Koral dan Foraminifera (Gambar 2). Masing-masing Era mempunyai ciri khas organisme penyusunnya.

sayatan tipi yang memperlihatkan fragmen Halimeda.11). Bira. Material tersebut terakumulasi pada suatu cekungan atau lingkungan pengendapan dengan proses yang berbeda-beda. Lokasi batugamping Selayar. ooids.5). B. Lokasi batugamping Selayar. Komponen-komponen tersebut adalah lithoklas (intraklas dan ekstraklas). peloids dan coated grain. Lithoklas dalam beberapa literatur dikenal sebagai lime-clast atau intraclast. Foto sayatan tipis yang memperlihatkan fosil foraminifera besar (B) yang juga tersebar luas dalam batuan karbonat. A dan B dalam sayatan tipis. Foram besar (B) dan koral (C). Kab. rhodoliths. Gambar 4 Komponen batuan karbonat berupa fragmen-fragmen algae merah (Corallinaceae) (A). sedangkan ekstraklas adalah komponen karbonat hasil . Beberapa jenis organisme yang umum dijumpai pada Zaman Tersier adalah Koral. Intraklas adalah komponen karbonat yang merupakan hasil rombakan batuan karbonat dalam lingkungan pengendapan yang sama. Non-Skeletal Komponen Non-skeletal adalah material penyusun batuan karbonat yang berasal dari non organisme. Gambar 5 Komponen batuan karbonat berupa koral soliter dari skerattinian dalam hand specimen (A). sponges dan Foram (Gambar 3. tanda panah (B). Gambar 3 Kenampakan singkapan dari koral yang dijumpai pada lower teras batugamping Selayar di daerah Bira. Sedangkan yang berasal dari organisme dengan proses tertentu misalnya onkoliths. Bira. Dalam buku ini peristilahan lithoklas diambil dari Tucker & Wright (1990) yang mencakup intraklas & ekstraklas (Gambar 2. Bulukumba (A). Algae. C dalam bentuk poles. Lithoklas.berkembang pesat pada waktu tertentu.

Istilah tersebut murni deskriptif yang dikemukakan oleh McKee & Gutschick (1969). 2005) (B). Gambar 7 Sketsa kenampakan melintang sayatan oolit (ooid) yang memperlihatkan struktur dalam (radial dan konsentris). Kendall. Proses pembentukan ooid bisa pada daerah beragitasi atau bernergi tinggi dan akan menghasilkan ooid dengan struktur dalam yang konsentris. Pada daerah-daerah berenergi rendah seperti sedimen- .rombakan dari batuan karbonat yang telah ada di luar lingkungan pengendapannya. dengan ukuran rata-rata 100-500µm yang tersusun oleh kristal-kristal karbonat. (Sumber: An Overview of Carbonates. Peloid (Pellet) Peloid merupakan suatu komponen karbonat berukuran pasir. 2005). Seperti pada Great Bahama bank bagian barat dari P. spherical. Gambar 6 Komponen dalam batuan karbonat berupa lithoklas jenisnya belum diketahui dengan pasti. Ooid (oolit) Ooid (atau oolite) adalah butiran yang berbentuk bulat. Peloid menyusun lebih dari 30% total sedimen dan 75% pasir. Contoh setangan (hand speciment) berupa slab dari batugamping Selayar (A).000 km2. lonjong dan memperlihatkan struktur dalam baik secara konsentris maupun tangensial dengan suatu inti (nuclei) yang komposisinya bervariasi. Istilah Pellet juga umum digunakan tetapi mempunyai konotasi untuk peloid yang berasal dari aktifitas organisme atau faecal pellet (Gambar 9). ellipsoid hingga tak beraturan dan tidak mempunyai struktur dalam. Peloid merupakan komponen penting didalam batuan karbonat dangkal. Kendall. sayatan tipis yang menunjukkan beberapa ukuran dan batas butir yang tegas (Kendall. Bentuk nucleus tersebut tipikal spheroid atau elipsoid dengan derajat sphericity meningkat kearah luar (Gambar 6). Gambar 8 Fotograf dari ooid (bulat putih bersih) dan mineral terrigenous (kuarsa) warna bening (A). 2005). Peloid umumnya berbentuk rounded – subrounded. Selain itu ooid juga terbentuk pada lingkungan air tenang dengan struktur dalam tangensial (Gambar 8 B). (Sumber: An Overview of Carbonates. ooid dalam bentuk sayatan tipis yang memperlihatkan struktur dalam dan beberapa ooid intinya telah melarut (B). tetapi laminae individu mungkin lebih tipis pada titik-titik sudut tajam intinya. Andros. dimana pelet menutupi kurang lebih 10. Ooid dapat diklasifikasikan berdasarkan microfabriknya atau mineraloginya. Cortex tersebut adalah halus dan terlaminasi secara rata pada bagian luarnya. Namun ooid dapat menjadi sulit dikenali bilamana mengalami diagenesis yang terutama terjadi pada ooid berasal dari aragonit yang telah terganti oleh kalsit.

bryoid. Coated grains terjadi secara poligenetik dengan perbedaan proses yang membentuk tipe butiran sama dan banyak dari proses ini belum dimengerti. Didalam klasifikasinya. Berbeda dengan ooid yang terbentuk pada daerah agitasi. Gambar 9 Sketsa kenampakan butiran peloid dengan lingkungan pembentukannya. cyanoid. Banyak klasifikasi. Tetapi sering tidak mungkin untuk membuktikan apakah suatu coated grain telah terbentuk secara biogenik dan banyak ooid (biasanya yang diklasifikasikan terbentuk secara kimia) terbentuk langsung secara biogenik atau mungkin pertumbuhannya dipengaruhi secara biokimia. atau pada lingkungan laut yang tertutup. Selanjutnya coated grain sama dapat terjadi pada lingkungan yang berbeda sama sekali yang menjadikan penggunaannya dalam interpretasi lingkungan pengendapan sangat susah. turberoid. Sumber lain dari peloid adalah berasal dari butiran karbonat (lithoklas) yang telah mengalami mikritisasi dan tidak menampakkan struktur asal sehingga membentuk peloid. Gambar 10 (A) kenampakan butiran peloid modern. peloid juga umum dijumpai pada batugamping berenergi rendah di daerah laut dangkal. membedakan dua kategori besar tentang coated grains: terbentuk secara kimia (khususnya ooids) dan terbentuk secara biogenik (oncoids). maka peloid merupakan komponen batuan karbonat yang terbentuk pada lingkungan enrgi rendah seperti lagoon. putroid dan walnutoid (Peryt. termasuk klasifikasi Peryt. Coated grains Sejumlah carbonated-coated grains kadang tidak konsisten dalam penggunaan terminologinya sehingga kadang memunculkan masalah dalam interpretasinya.sedimen lagun di daerah Balize. Oncoid (atau oncolith) merupakan suatu coated grain dengan cortex kalkareous dari laminae yang . (B) kenampakan peloid dalam bentuk sayatan tipis yang tidak memperlihatkan struktur dalam. Istilah-istilah tersebut misalnya macro-oncoid. Penjelasan yang paling baru mengenai istilah coated grain yakni yang dilakukan oleh Peryt (1983b) yang mengajukan klasifikasi lain yang menggunakan sistem genetik dan generik untuk pengklasifikasian butiran ini. Defenisi berikut dimodifikasi dari peneulis tersebut diatas dan menekankan pada sifat dari bentuk cortikal laminae dan kontinuitas. Peristilahan ini sudah terlalu jauh dan barangkali istilah yang membingungkan tersebut tidak akan dibahas dalam buku ini. Memang hampir semua ahli petrografi batuan karbonat nampaknya mempunyai defenisi sendiri-sendiri. pisovadoid. 1983a). Flügel (1982) dan Richter (1983a) mengambil suatu pendekatan kearah lebih deskriptif terhadap istilah ooid dan oncoid. Banyak peloid merupakan butiran yang telah mengalami diagenesa atau mikritisasi seperti fragmenfragmen organisme dan akhirnya membentuk peloid. Beberapa ahli masih memberikan istilah yang berbeda pada obyek yang sama.

Disamping lebih besar dari ooid. Peryt (1983b) telah mendefinisikan tiga kategori ukuran untuk coated grain yang didasarkan pada diameternya: microid (<2 mm). Donahue. interpretatif yang masih sangat diragukan (Richter. sedangkan kebanyakan peneliti menekankan pisoid untuk ooid dengan diameter lebih besar dari 2 mm (Leighton & Pendexter. Komponen ini sangat umum dijumpai dalam batuan karbonat dan diinterpretasi terbentuk pada lingkungan berenergi rendah.b).10 mm) dan macroid (> 10 mm). Konsekwensinya adalah warnanya menjadi relatif lebih gelap baik dalam bentuk outcrop (Gambar 2. . 1962) atau mud (Dunham. 2. 1977a. 1983a). Pembagian ini telah digunakan oleh Peryt sebagai prefiks (contoh untuk mendefinisikan oncoid besar sebagai macrooncoid). dan dia mengenali micro-oncoid seperti dijelaskan diatas tetapi kemudian menambahkan suatu termiologi genetik berdasarkan pada apakah secara keseluruhan butiran merupakan biogenik atau abiogenik. Cortoid adalah butiran yang diselimuti oleh micrite envelope. Bentuk oncoid tersebut irregular dan dapat memperlihatkan struktur biogenik. 1962.irreguler dan sebagain overlapping. tetapi sistemnya kemudian diketahui tipe genetik. 1982). Cortoid adalah tipe lain dari coated grain yang dikenal oleh beberapa peneliti (Flügel. Beberapa peneliti membatasi istilah terhadap nodul algae tetapi penggunaan ini penuh dengan masalah. 1978). pisoid mempunyai laminae yang kurang teratur. dianggap terbentuk oleh endholitic microorganisme. pisoid (2 . Krumbein (1984) mengklasifikasikan ooid dan oncoid pada sifat keteraturan bentuk dan kontinuitas laminae. Oncoids dapat diklasifikasikan pada tipe struktur biogenik yang dikandungnya. Butiran ini bukan sebenarnya butiran tetapi memperlihatkan alterasi pada permukaan butiran. Suatu batuan terbuat dari oncoid harus disebut oncolite. Jika dianalogikan dengan batuan sedimen silisiklastik. Kendall. sistem klasifikasi terakhir tidak digunakan dan diharapkan tambahan istilah membingungkan terakhir tersebut tidak akan dipakai dalam literatur. matriks disamakan dengan lempung yang terendapkan pada lingkungan berenergi rendah. Matriks atau mikrit (Folk. Mikrit yang terbentuk dengan proses tersebut bisa berasal dari komponen lain seperti butiran atau semen. Butiran ini mengandung suatu tipe coated grain non laminated.17B) maupun dalam bentuk sayatan tipis (Gambar 11C).2 MATRIKS (MIKRIT) Matriks adalah komponen batuan karbonat yang secara teoritis berukuran halus (<4 mm). Gambar 10 Kenampakan sayatan tipis oncoid dimana intinya merupakan ooid yang mengalami perkembangan membentuk oncoid. 2005). Karena tidak mungkin menjelaskan apakah banyak coated grain adalah biogenik atau tidak. Istilah pisoid utamanya digunakan dalam petrografi tetapi tidak ada konsensus muncul untuk defenisinya. Flügel (1982) menganggap pisoid sebagai non marine ooid. 1962) adalah komponen batuan karbonat yang terbentuk bersama butiran dan bertindak sebagai matriks. Klasifikasi ini memperkenalkan oolite dan oncolite sebagai suatu kumpulan dari coated grain yang terbentuk secara biogenik dan ooloid serta oncoloid sebagai kumpulan dari butiran yang terbentuk secara abiogenik. (Sumber: An Overview of Carbonates. Beberapa bentuk tidak mempunyai nucleus jelas (Gambar 10). contoh oncoid yang terbentuk oleh coating algae merah disebut rhodolith (atau rhodoids). Matriks harus dibedakan dengan mikrit yang terbentuk melalui proses diagenesis (mikritisasi). untuk itu istilah cortoid beralasan untuk dapat digunakan. Tetapi banyak micrite envelope berasal dari penambahan yan terbentuk oleh enkrustasi dari micro-organisme yang sebagian merupakan endolithic dan sebagian epilithic (Kobluk & Risk.

Penjelasan lebih lengkap tentang semen dibahas pada bab diagenesis batuan karbonat. . Jenis semen yang umum dijumpai pada laut dangkal menurut James & Choquette.3 SEMEN Semen merupakan komponen batuan karbonat yang mengisi pori-pori dan merupakan hasil diagenesis atau hasil presipitasi dalam pori batuan dari batuan yang telah ada. sedangkan dibawah mikroskop memperlihatkan warna tranparan. Bentuk kristal semen tersebut dibedakan dengan memperhatikan perbandingan panjang sumbu-sumbu kristalnya. isophaceous. Beberapa jenis semen yang dikenal dalam batuan karbonat moderen adalah fibrous. Outcrop yang menunjukkan mikrit (warna abu-abu) dengan tekstur wackestone (B). Sumber Tucker & Wright (1990). Gambar 14 Bentuk kristal semen karbonat yang terdiri atas granular (equants). padahal sparit hasil neomorphisme adalah perubahan (rekristalisasi) dari komponen karbonat yang telah ada. 1990. Kendall. Bentuk equant memiliki sumbu kristal yang sama panjang antara sumbu a. Jenis semen tersebut tergantung pada lingkungan pembentuk semen yang dikenal sebagai lingkungan diagenesis. semen juga dapat dianalisis melalui bentuk kristalnya seperti granular (equant). Selain tinjauan morfologi semen. mesh of needles dll (Gambar 12). Semen dapat terbentuk pada ruang antar komponen dan dapat juga terbentuk pada ruang dalam komponen atau ruang hasil pelarutan (Gambar 12). (Sumber: An Overview of Carbonates. granular dan bladed. Gambar 12 Kenampakan jenis-jenis semen dan jenis mineral pembentuk semen pada batuan karbonat. dan menjarum (fibers) (Gambar 2. Sedangkan bentuk kristal blades adalah semen dengan panjang sumbu kristal yang tidak sama dimana perbandingannya antara 1 : 2 sampai 1:6 antara sumbu a.Gambar 11 Endapan mikrit atau matrik yang terperangkap pada sea grass di daerah dangkalan (A). dan c atau 2 : 1. Beberapa contoh semen dalam batuan karbonat yang banyak dijumpai pada karbonat modern khususnya pada daerah terumbu adalah fibrous dan botryoidal. Gambar 13 Semen jenis fibrous dan granular yang dijumpai pada batugamping Selayar. bladed. Internal sedimen yang terdiri atas mikrit (panah) (C). b. Jenis semen tersebut dapat dijumpai pada batugamping Selayar yang memperlihatkan beberapa jenis (Gambar 13) yaitu fibrous. melembar (blades) dan menjarum (fibers). b dengan sumbu c. 2005). Semen sering disamakan dengan sparit hasil neomorphisme.20). 2. Radial fibrous cement yang menyemen fragmen Halimeda (A) dan stratigrafi semen dengan tiga fase pekembangan (B). Kenampakan lapangan dari semen adalah bening seprti kaca. botroidal. Bentuk kristal menjarum (fibers) jika panjang sumbu c-nya lebih besar dari 1:6.

granular cements (C) dan microstalactitic cements (D).Selain dari bentuk kristalnya jenis semen juga dapat dibedakan berdasarkan morfologi semennya seperti blade rim cement. granular cement. meniscus cement dan microstalactitic cement (Gambar 15). Gambar 15 Morfologi semen seperti bladed cement (A). Bar adalah 1 mm . meniscus cements (B).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->