P. 1
Askep Vertigo

Askep Vertigo

|Views: 512|Likes:
Published by Rhevi Angel

More info:

Published by: Rhevi Angel on Jan 12, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/30/2014

pdf

text

original

askep vertigo

15 Mei LAPORAN PENDAHULUAN VERTIGO

A. 1.

LANDASAN TEORI MEDIS I. Pengertian

Perkataan vertigo berasal dari bahasa Yunani vertere yang artinya memutar. Pengertian vertigo adalah : sensasi gerakan atau rasa gerak dari tubuh atau lingkungan sekitarnya, dapat disertai gejala lain, terutama dari jaringan otonomik akibat gangguan alat keseimbangan tubuh Vertigo mungkin bukan hanya terdiri dari satu gejala pusing saja, melainkan kumpulan gejala atau sindrom yang terdiri dari gejala somatic (nistagmus, unstable), otonomik (pucat, peluh dingin,mual, muntah) dan pusing. 1. II. Etiologi

Menurut (Burton, 1990 : 170) yaitu : 1. Lesi vestibular :
      

Fisiologik Labirinitis Menière Obat ; misalnya quinine, salisilat. Otitis media ―Motion sickness‖ ―Benign post-traumatic positional vertigo‖

1. Lesi saraf vestibularis
   

Neuroma akustik Obat ; misalnya streptomycin Neuronitis vestibular

1. Lesi batang otak, serebelum atau lobus temporal
 

Infark atau perdarahan pons Insufisiensi vertebro-basilar

    

Migraine arteri basilaris Sklerosi diseminata Tumor Siringobulbia Epilepsy lobus temporal

Menurut 1. Penyakit Sistem Vestibuler Perifer :
    

Telinga bagian luar : serumen, benda asing. Telinga bagian tengah: retraksi membran timpani, otitis media purulenta akuta, otitis media dengan efusi, labirintitis, kolesteatoma, rudapaksa dengan perdarahan. Telinga bagian dalam: labirintitis akuta toksika, trauma, serangan vaskular, alergi, hidrops labirin (morbus Meniere ), mabuk gerakan, vertigo postural. Nervus VIII. : infeksi, trauma, tumor. Inti Vestibularis: infeksi, trauma, perdarahan, trombosis arteria serebeli posterior inferior, tumor, sklerosis multipleks.

1. Penyakit SSP :

    

Hipoksia Iskemia otak. : Hipertensi kronis, arterios-klerosis, anemia, hipertensi kardiovaskular, fibrilasi atrium paroksismal, stenosis dan insufisiensi aorta, sindrom sinus karotis, sinkop, hipotensi ortostatik, blok jantung. Infeksi : meningitis, ensefalitis, abses, lues. Trauma kepala/ labirin. Tumor. Migren. Epilepsi.

1. Kelainan endokrin: hipotiroid, hipoglikemi, hipoparatiroid, tumor medula adrenal, keadaan menstruasi-hamil-menopause. 2. Kelainan psikiatrik: depresi, neurosa cemas, sindrom hiperventilasi, fobia. 3. Kelainan mata: kelainan proprioseptik. 4. Intoksikasi. 1. III. Patofisiologi

Vertigo timbul jika terdapat ketidakcocokan informasi aferen yang disampaikan ke pusat kesadaran. Susunan aferen yang terpenting dalam sistem ini adalah susunan vestibuler atau keseimbangan, yang secara terus menerus menyampaikan impulsnya ke pusat keseimbangan. Susunan lain yang berperan ialah sistem optik dan pro-prioseptik, jaras-jaras yang menghubungkan nuklei vestibularis dengan nuklei N. III, IV dan VI, susunan vestibuloretikularis, dan vestibulospinalis. Informasi yang berguna untuk keseimbangan tubuh akan ditangkap oleh reseptor vestibuler, visual, dan proprioseptik; reseptor vestibuler memberikan kontribusi paling besar, yaitu lebih

1. Respons yang muncul berupa penyesuaian otot-otot mata dan penggerak tubuh dalam keadaan bergerak. akan diproses lebih lanjut. kelainan kardiovaskuler. o Tanpa keluhan telinga : Kontusio serebri. 144. dibedakan menjadi: o Yang disertai keluhan telinga : Otitis media kronika. Epilepsi. Vertigo posisional paroksismal benigna. Di antara serangan. Sindrom Lermoyes. kemudian menghilang sempurna. informasi yang tiba di pusat integrasi alat keseimbangan tubuh berasal dari reseptor vestibuler. Vertigo kronis Yaitu vertigo yang menetap. labirintitis kronis. kelainan gigi/ odontogen. atau ada rangsang gerakan yang aneh atau berlebihan. lesi labirin akibat bahan ototoksik. ataksia saat berdiri/ berjalan dan gejala lainnya. unsteadiness. Jika fungsi alat keseimbangan tubuh di perifer atau sentral dalam kondisi tidak normal/ tidak fisiologis. di samping itu. Arakhnoiditis pontoserebelaris. maka proses pengolahan informasi akan terganggu. . Migren ekuivalen. sklerosis multipel. Dalam kondisi fisiologis/normal. kelainan endokrin. jika semuanya dalam keadaan sinkron dan wajar. 2004: 47) serangan akut.dari 50% disusul kemudian reseptor visual dan yang paling kecil kontribusinya adalah proprioseptik. intoksikasi obat. vertigo dapat dibagi atas beberapa kelompok : 1. berlangsung beberapa menit atau hari. Labirin picu (trigger labyrinth). respons penyesuaian otot menjadi tidak adekuat sehingga muncul gerakan abnormal yang dapat berupa nistagmus. tumor fossa crania posterior. Vertigo paroksismal Yaitu vertigo yang serangannya datang mendadak. IV. Vertigo pada anak (Vertigo de L’enfance). meningitis Tb. tetapi suatu ketika serangan tersebut dapat muncul lagi. akibatnya muncul gejala vertigo dan gejala otonom. penderita sama sekali bebas keluhan. hipoglikemi. o Yang tanpa disertai keluhan telinga : Termasuk di sini adalah : Serangan iskemi sepintas arteria vertebrobasilaris. o Yang timbulnya dipengaruhi oleh perubahan posisi : Termasuk di sini adalah : Vertigo posisional paroksismal laten. ensefalitis pontis. Di samping itu orang menyadari posisi kepala dan tubuhnya terhadap lingkungan sekitar. Vertigo jenis ini dibedakan menjadi : o Yang disertai keluhan telinga : Termasuk kelompok ini adalah : Morbus Meniere. Sindrom Cogan. kelainan psikis. visual dan proprioseptik kanan dan kiri akan diperbandingkan. pelagra. Lues serebri. keluhannya konstan tanpa (Cermin Dunia Kedokteran No. siringobulbi. sindrom pasca komosio. tumor serebelopontin. 1. Klasifikasi Vertigo Berdasarkan gejala klinisnya. kelainan okuler.

Penatalaksanaan Medis 1. lidah merah dengan selaput tipis. 1. VII. rasa kepala berat. mata merah. nafsu makan turun. V. sklerosis multipleks. Pemeriksaan tambahan :    Laboratorium Radiologik dan Imaging EEG. . dibedakan menjadi : o Disertai keluhan telinga : Trauma labirin. sumbatan arteria serebeli inferior posterior. vertigo epidemika. cedera pada auditiva interna/arteria vestibulokoklearis. kemudian berangsur-angsur mengurang. gelisah. VI.VIII. mulut pahit. mudah tersinggung. neuritis n. Pemeriksaan fisik :      Pemeriksaan mata Pemeriksaan alat keseimbangan tubuh Pemeriksaan neurologik Pemeriksaan otologik Pemeriksaan fisik umum. o Tanpa keluhan telinga : Neuronitis vestibularis. labirintitis akuta. nyeri kepala. nadi lemah. ensefalitis vestibularis. 1. Vertigo Non Vestibuler: akibat kelainan sistem somatosensorik dan visual 3. Ada pula yang membagi vertigo menjadi : 1.o Vertigo yang dipengaruhi posisi : Hipotensi ortostatik. dan EKG. muntah. penglihatan kabur. 4. EMG. lidah pucat dengan selaput putih lengket. sindrom arteria vestibularis anterior. hematobulbi. Vertigo servikalis. herpes zoster otikus. Manifestasi klinik Perasaan berputar yang kadang-kadang disertai gejala sehubungan dengan reak dan lembab yaitu mual. puyeng (dizziness). 1. lelah. Pemerikasaan Penunjang 2. Vertigo Vestibuler: akibat kelainan sistem vestibuler. tinitus. 2. Pemeriksaan khusus :    ENG Audiometri dan BAEP Psikiatrik 1. Vertigo yang serangannya mendadak/akut. perdarahan labirin.

malaise o Keterbatasan gerak o Ketegangan mata. alkohol. tomat. o Sakit kepala yang hebat saat perubahan postur tubuh. 144. . jeruk. misal daerah temporal. LANDASAN TEORI KEPERAWATAN Pengkajian Aktivitas / Istirahat o Letih. ansietas. hotdog. I. daging. aktivitas (kerja) atau karena perubahan cuaca. makan berlemak. Terapi kausal 2. wajah tampak kemerahan. o Pucat. B. 2004: 48) : Terdiri dari : 1. bawang. keju. peka rangsangan selama sakit kepala o Mekanisme refresif/dekensif (sakit kepala kronik). bangun pada pagi hari dengan disertai nyeri kepala. Terapi rehabilitatif. saus. coklat. kesulitan membaca o Insomnia.Terapi menurut (Cermin Dunia Kedokteran No. Makanan dan cairan o Makanan yang tinggi vasorektiknya misalnya kafein. Integritas Ego o Faktor-faktor stress emosional/lingkungan tertentu o Perubahan ketidakmampuan. keputusasaan. Terapi simtomatik 3. lemah. MSG (pada migrain). Sirkulasi o Riwayat hypertensi o Denyutan vaskuler. anggur. ketidakberdayaan depresi o Kekhawatiran.

peka terhadap stimulus. frigiditas vokal. kemerahan. parastesia. paralisis . misal migrain. fasialis. o Otot-otot daerah leher juga menegang. cedera kepala yang baru terjadi. o Penurunan refleks tendon dalam o Papiledema. tinitus. tumor otak. anoreksia (selama nyeri) o Penurunan berat badan Neurosensoris o Pening.o Mual/muntah. pucat pada daerah wajah. o Parastesia. o Aura . stroke. trauma. sinusitis. Nyeri/ kenyamanan o Karakteristik nyeri tergantung pada jenis sakit kepala. ketegangan otot. disorientasi (selama sakit kepala) o Riwayat kejang. pascatrauma. gelisah. o Fokus menyempit o Fokus pada diri sendiri o Respon emosional / perilaku tak terarah seperti menangis. epitaksis. o Perubahan visual. olfaktorius. Keamanan o Riwayat alergi atau reaksi alergi o Demam (sakit kepala) o Gangguan cara berjalan. sensitif terhadap cahaya/suara yang keras. kelemahan progresif/paralysis satu sisi tempore o Perubahan pada pola bicara/pola pikir o Mudah terangsang. o Nyeri. cluster.

II. Rasional o Mengenal dan memudahkan dalam melakukan tindakan keperawatan. o relaksasi mengurangi ketegangan dan membuat perasaan lebih nyaman. Diagnosa Keperawatan (Doengoes. vasospressor. Nyeri (akut/kronis) berhubungan dengan stress dan ketegangan. peningkatan intrakranial ditandai dengan menyatakan nyeri yang dipengaruhi oleh faktor misal. penyakit pada keluarga o Penggunaan alcohol/obat lain termasuk kafein. menopause. Kontrasepsi oral/hormone. . o istirahat untuk mengurangi intesitas nyeri. intensitas/skala nyeri. perubahan posisi. migrain.o Drainase nasal purulent (sakit kepala pada gangguan sinus). 1999:2021) 1. Tujuan : Nyeri hilang atau berkurang Kriteria Hasil : o o o Klien mengungkapkan rasa nyeri berkurang Tanda-tanda vital normal pasien tampak tenang dan rileks. stroke. perubahan pola tidur. o analgetik berguna untuk mengurangi nyeri sehingga pasien menjadi lebih nyaman Intervensi o Pantau tanda-tanda vital. gelisah. o posisi yang tepat mengurangi penekanan dan mencegah ketegangan otot serta mengurangi nyeri. Interaksi sosial o Perubahan dalam tanggung jawab/peran interaksi sosial yang berhubungan dengan penyakit. Penyuluhan / pembelajaran o Riwayat hypertensi. o Anjurkan klien istirahat ditempat tidur o Atur posisi pasien senyaman mungkin o Ajarkan teknik relaksasi dan napas dalam o Kolaborasi untuk pemberian analgetik. iritasi/ tekanan syaraf.

Tujuan : koping individu menjadi lebih adekuat Kriteria Hasil : o o o o Mengidentifikasi prilaku yang tidak efektif Mengungkapkan kesadaran tentang kemampuan koping yang di miliki. o membuat klien merasa lebih berarti dan dihargai. Kriteria Hasil : o o Melakukan prosedur yang diperlukan dan menjelaskan alasan dari suatu tindakan. 3. ketidak-adekuatannya mengikuti instruksi. penyimpangan fungsi fisiologis tubuh dan memudahkan dalam melakukan tindakan keperawatan. kelebihan beban kerja. o Sarankan klien untuk mengekspresikan perasaannya. tidak mengenal informasi dan kurang mengingat ditandai oleh memintanya informasi. kegiatan yang dapat diajarkan.2. Mengkaji situasi saat ini yang akurat Menunjukkan perubahan gaya hidup yang diperlukan atau situasi yang tepat. Koping individual tak efektif berhubungan dengan ketidak-adekuatan relaksasi. penenangan dan menjadi lebih tenang. o klien akan merasakan kelegaan setelah mengungkapkan segala perasaannya dan o Berikan informasi mengenai penyebab sakit kepala. Rasional o megetahui seberapa jauh pengalaman Intervensi o Kaji tingkat pengetahuan klien dan . Kurang pengetahuan (kebutuhan belajar) mengenai kondisi dan kebutuhan pengobatan berhubungan dengan keterbatasan kognitif. hasil yang diharapkan o agar klien mengetahui kondisi dan pengobatan yang diterimanya. metode koping tidak adekuat. Tujuan : pasien mengutarakan pemahaman tentang kondisi. dan o Dekati pasien dengan ramah dan penuh perhatian. efek prosedur dan proses pengobatan. Intervensi Rasional o Kaji kapasitas fisiologis yang bersifat o Mengenal sejauh dan mengidentifikasi umum. ambil keuntungan dari memberikan klien harapan dan semangat untuk pulih. Memulai perubahan gaya hidup yang diperlukan dan ikut serta dalam regimen perawatan.

F. Identitas Klien Nama Umur Jenis Kelamin Pendidikan : Ny. sakit kepala bila diketahui. kembali tentang materi yang telah diberikan. dan pengetahuan klien dan keluarga tentang penyakitnya o dengan mengetahui penyakit dan kondisinya sekarang. beristirahat pada saat serangan. o Berikan penjelasan pada klien tentang penyakitnya dan kondisinya sekarang.keluarga tentang penyakitnya. o mengetahui seberapa jauh pemahaman klien dan keluarga serta menilai o Diskusikan mengenai pentingnya keberhasilan dari tindakan yang posisi atau letak tubuh yang normal dilakukan. PENGKAJIAN DATA 2. N : 53 Tahun : Perempuan : SMP . seperti berbaring. ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN Nn. o dengan memperhatikan faktor yang berhubungan klien dapat mengurangi sakit kepala sendiri dengan tindakan sederhana. L DIRUANG INTERNA (VIP MATAHARI) RS ALFATAH AMBON DENGAN GANGGUAN SISTEM PERSYARAFAN (VERTIGO) 1. o untuk mengurangi kecemasan klien o Minta klien dan keluarga mengulangi serta menambah pengetahuan klien tetang penyakitnya. berhubungan. klien dan keluarganya akan merasa tenang dan o Diskusikan penyebab individual dari mengurangi rasa cemas. o Anjurkan pasien untuk selalu o agar klien mampu melakukan dan memperhatikan sakit kepala yang merubah posisi/letak tubuh yang kurang dialaminya dan faktor-faktor yang baik.

Riwayat Keperawatan 1. Keluhan utama masuk RS : Nyeri kepala/sakit kepala 2. Keluhan utama pengkajian: Nyeri kepala/sakit kepala 3. Tetapi pada tanggal 8 oktober 2010. H : Waihaong 1. Sifat keluhan 3. muntah ±2x. rasa kepala berat. mual.Pekerjaan Alamat Tanggal Masuk RS Tanggal Pengkajian No. kurang nafsu makan. Penyebab / factor Pencetus 2. Register Diagnose Medis Ruangan Nama Penangguang Jawab Alamat : Pedagang : Waihaong : 08 – 10 – 2010. Pkl. 10 WIT : 09 – 10 – 2010. Skala keluhan 5. sakit kepala pasien kambuh lagi. Hal – hal yang : ü Memberatkan ü Meringankan : Aktifitas kerja yang berlebihan : Hilang timbul : Seluruh kepala : Sedang (4) : ± 5-10 menit : Pada saat aktifitas berlebihan : Tidak beraktivitas/berbaring ( istirahat ) 1. gelisah. Riwayat kesehatan utama 1.30. Pasien minum obat lagi tapi tidak sembuh juga maka anak pasien membawa ibunya ke RSU Alfatah ambon dan tiba di IGD langsung ditangani oleh dokter dan di beri terapi : ü IVFD RL : D5% 1 : 3 30 tts/mnt . 10 WIT : 290114 : Vertigo : Teratai : Tn. pusing. Berlangsung selama 6. Pkl. Catatan kronologis : ± 2 minggu yang lalu pasien sudah merasakan sakit kepala tetapi masih bisa diatasi dengan minum obat sakit kepala yaitu bodrex. jam 03. belakang kepala tegang. Keluhan yang menyertai : Badan lemas. Lokasi dan penyebaran 4. 09. Setelah itu sakit kepala sudah mulai berkurang. perasaan berputar bila berdiri. 1. 23.

Anggota keluarga tidak menderita penyakit yang sama 2. Riwayat kesehatan masa lalu 1. Genogram 3 generasi x x Keterangan : : Laki-laki . 1. 4. Pasien pernah merasakan pusing sebelumnya. tiba diruangan pukul 23.30 wit dengan : ü Kesadaran compos mentis ü KU lemah ü TD : 110/80 mmHg ü S : 36. Pasien tidak pernah menjalani pembedahan sebelumnya 3. 1. Pasien tidak pernah masuk RS sebelumya 2. Riwayat kesehatan keluarga 1. Tidak ada riwayat penyakit keturunan 3.ü Inj. Cefotaxime 1 gr/12jam/iv ü Inj. Ranitidin 1 amp/12jam/iv ü Inj.50C ü N : 120 x/mnt ü R : 20 x/mnt. Ulceranin 1 amp/12jam/iv Therapy oral : ü Merislon 3 x 1 tab Kemudian pasien di bawa ke bangsal Interna ruang Teratai. Tidak ada riwayat alergi.

siang. sayur Tidak ada Saat sakit 3x sehari Pagi. Keadaan lingkungan perumahan pasien 1. Pasien yakin dan percaya pada Tuhan bahwa penyakitnya akan segera sembuh dan kembali bekerja lagi seperti biasanya 1. Harapan pasien terhadap kesehatannya agar cepat sembuh dan kembali bekerja seperti biasanya 1. telur Tidak ada . Kemampuan koping 1. Pasien tidak pernah terlibat dalam kegiatan keagamaan 3.: Perempuan : Pasien ——– : Tinggal serumah : Ikatan keluarga : Meninggal ? : Lupa 1. ikan. Hubungan pasien dengan tenaga kesehatan selama di rawat di RS baik 3. Pasien gelisah dengan penyakitnya 1. Pengkajian psikososial 1. malam 1/2 porsi Bubur. Status rumah : tinggal bersama keluarga 2. Kesadaran menjalankan ibadah : pasien jarang melakukan sholat karena kerja terus 2. Kebersihan rumah : pasien dan keluarga mengatakan rumahnya bersih 3. Pola kegiatan Sehari – hari Kegiatan 1. Keadaan spiritual pasien 1. malam 1 porsi Nasi. siang. Pola Makan ü Frekuensi ü Waktu makan ü Porsi makan yang dihabiskan ü Jenis makanan Sebelum sakit 3 x sehari Pagi. Persepsi pasien terhadap keadaannya : pasien menganggap semua yang dideritanya sekarang karena aktifitas dan beban kerja yang berlebihan 2.

teh gula Tidak ada Tidak ada Tidak ada keluhan 2 – 3 x/hari Kuning Pesing Tidak ada Tidak ada Tidak ada 1 -2 x/hari Kuning kecoklatan Lembek Tidak ada keluhan ± 7 – 8 jam ± 1 – 2 jam Tidak Dalam keadaan tenang Tidak ada keluhan kurang nafsu makan 3 – 4 gelas / hr Air putih Tidak ada Tidak ada Tidak ada 1 x/hari Kuning Pesing Tidak ada Tidak ada Tidak ada Belum BAB Tidak ada keluhan ± 5 – 6 jam ± 1 jam Tidak Dalam suasana tenang. Pola eliminasi  Tidak Ada 7 – 9 gelas / hr Air putih. Istirahat Dan Tidur ü Tidur malam . Pasien mengatakan susah tidur jika sakit kepala BAK ü Frekuensi ü Warna ü Bau ü Kesulitan dalam berkemih ü Perubahan setelah sakit ü Keluhan  BAB : ü Frekuensi BAB dalam sehari ü Warna ü Konsistensi ü Komentar 1. Pola Minum ü Frekuensi ü Jenis minuman yang disukai ü Jenis minuman yang tidak disukai ü Perubahan selama sakit ü Komentar 1.ü Makanan pantang / tidak disukai ü Keluhan 1.

pasien dapat menceritakan kembali kejadian waktu pasien pertama kali merasakan sakit kepalanya. Tingkat kesadaran   Secara responsitifitas Dengan mengggunakan GCS : Respon baik : E4 M6 V5 1. 1. Pemeriksaan Fisik Neurologis 1. Tanda – tanda Vital TD Nadi Pernapasan Suhu pada aksila : 100 / 70 mmHg : 80 x / m : 20 x / m : 36. Pengamatan Umum Keadaan umum Tingkat Kesadaran Ketangkapan : Lemah : Compos mentis : Orientasi terhadap orang. Pemeriksaan Fisik Umum 1.5 °C 1. menyebut nama dan menjawab pertanyaan Memori : baik. Status mental     Afek : ekspresi wajah agak meringis dan pasien dapat mengungkapkan perasaannya sehubungan dengan sakit yang dialami Berfikir : kemampuan berpikir (intelektual) pasien baik Bahasa : baik.ü Tidur siang ü Apakah mudah terbangun ü Apa yang dapat menolong untuk tidur nyenyak ü Komentar 1. waktu dan tempat baik 1. pasien dapat bicara spontan. Gerakan .

Status neurologis       Tingkat kesadaran : compos mentis Penampilan : baik Koordinasi : baik Memori : baik Orientasi : baik Kejang-kejang : tidak ada 1. Regulasi integrasi 1. Sensasi     Peraba Pembauan Pendengaran Pengecapan : pasien dapat merasakan sentuhan. Emosi  Dapat terkontrol dengan baik 1. nyeri dan membedakan suhu : baik. Pernapasan    Kecepatan : 20 x/mnt Irama : teratur Bunyi napas : vesikuler 1.     Gerakan mata : baik Makan : mengunyah dan menelan baik tetapi terkadang pasien merasa mual dan kadang muntah sehingga pasien tidak mau makan Bergerak : bila bergerak pasien merasa pusing dan sakit kepala Berjalan : pasien berjalan tegak dan seimbang tetapi harus di bantu karena pusing dan kelemahan otot Berbicara : kata-kata yang diucapkan pasien dapat dimengerti 1. Eliminasi  Tidak ada kesulitan BAB/BAK 1. Sirkulasi   TD : 100/70 mmHg Warna ekstremitas : tidak anemis 1. pasien dapat mencium dan membedakan bau : baik : baik 1. Mengkaji otot .

Ulceranin 1 amp/12jam/iv Therapy oral :  Merislon 3 x 1 tab 1.  Kemampuan mengubah posisi Kekuatan otot : pasien dapat mengubah posisinya dengan baik : lemah 1. Tindakan medis/pengobatan     IVFD RL : D5% 1 : 3 30 tts/mnt Inj. Ranitidin 1 amp/12jam/iv Inj. terpasang IVFD 1. Cefotaxime 1 gr/12jam/iv Inj.4 gr/dl : 9000 mm3 (N : 10-14 gr/dl) (N : 4000-10000 mm3) 1. KLASIFIKASI DATA Data Subjektif pasien mengatakan : ü Nyeri kepala/sakit kepala ü Badan lemas ü Rasa kepala berat ü Pusing ü Sifat keluhan ü Lokasi dan penyebaran ü Skala keluhan ü Berlangsung selama ü Perasaan berputar bila berdiri : Hilang timbul : Seluruh kepala : Sedang (5) : ± 5-10 menit . Pemeriksaan diagnostik   Hb Leuco : 12. Mengkaji cara berjalan   Langkah dan irama : pasien berjalan kadang-kadang masih membutuhkan bantuan dari keluarga Keterbatasan gerak : ada.

kebutuhan tubuh anoreksia Koping individual Ketidaktak efektif adekuatan relaksasi.ü Kurang nafsu makan ü Belakang kepala tegang ü Mual ü Muntah ±2x Data Objektif ü Gelisah ü Porsi makan yang dihabiskan ½ porsi ü Keadaan umum Lemah ü TD : 100 / 70 mmHg ü Kekuatan otot lemah ü Ekspresi wajah agak meringis 1. ANALISA DATA DATA DS Pasien mengatakan : ü Nyeri kepala/sakit kepala ü Rasa kepala berat ü Pusing ü Sifat keluhan : Hilang timbul ü Lokasi dan penyebaran: Seluruh kepala ü Skala keluhan ü Berlangsung selama : Sedang (5) : ± 5-10 menit ETIOLOGI Stress dan ketegangan MASALAH Nyeri akut Resiko tinggi Intake yang tidak nutrisi kurang dari adekuat. metode koping tidak adekuat ü Perasaan berputar bila berdiri ü Belakang kepala tegang .

Nyeri akut b/d stress dan ketegangan yang ditandai dengan : DS keluarga mengatakan : ü Nyeri kepala/sakit kepala ü Rasa kepala berat ü Pusing .DO: ü Gelisah ü Cemas ü Ekspresi wajah agak meringis DS : Pasien mengatakan ü Kurang nafsu makan ü Mual ü Muntah ±2x DO : ü Porsi makan yang dihabiskan ½ porsi ü Keadaan umum Lemah ü Kekuatan otot Lemah DS : Pasien mengatakan ü Pusing DO : ü Gelisah ü Cemas 1. PERUMUSAN DIAGNOSA KEPERAWATAN 1.

ü Sifat keluhan ü Lokasi dan penyebaran ü Skala keluhan ü Berlangsung selama ü Perasaan berputar bila berdiri ü Belakang kepala tegang DO: ü Gelisah ü Cemas ü Ekspresi wajah agak meringis : Hilang timbul : Seluruh kepala : sedang (5) : ± 5-10 menit 1. metode koping tidak adekuat yang ditandai dengan : DS : Keluarga mengatakan ü Pusing . anoreksia yang ditandai dengan : DS : Keluarga mengatakan ü Kurang nafsu makan ü Mual ü Muntah ±2x DO : ü Porsi makan yang dihabiskan ½ porsi ü Keadaan umum Lemah ü Kekuatan otot Lemah 1. Koping individual tak efektif b/d ketidak-adekuatan relaksasi. Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b/d intake yang tidak adekuat.

Anjurkan pasien untuk makan sedikit tapi sering dan anjurkan pasien untuk diet ü Perasaan berputar bila berdiri ü Belakang kepala tegang DO: . 5. 3. PRIORITAS MASALAH Nyeri akut b/d stress dan ketegangan Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b/d intake yang tidak adekuat. metode koping tidak adekuat Nursing care planning Ruangan Bangsal : Teratai : Interna Nama : Ny. Ciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman 1. anoreksia Koping individual tak efektif b/d ketidak-adekuatan relaksasi. intensitas/skala nyeri Anjurkan klien istirahat ditempat tidur. Berikan perawatan mulut 1. Diagnosa keperawatan Nyeri akut b/d stress dan ketegangan yang ditandai dengan : DS keluarga mengatakan : ü Nyeri kepala/sakit kepala ü Rasa kepala berat ü Pusing 2. 4. Timbang dan catat BB dalam seminggu sekali 1. Perencanaan Intervensi Pantau tanda-tanda vital. 3. 1 2 3 ü Sifat keluhan : Hilang timbul ü Lokasi dan penyebaran Seluruh kepala ü Skala keluhan : sedang (5) ü Nafsu makan membaik ü Berlangsung selama : ± 5 menit ü Mual dan muntah hilang ü Porsi yang disediakan dihabiskan Koping individu efektif : Kebutuhan nutrisi adekuat dengan criteria : 1.DO : ü Gelisah ü Cemas 1. 2.N Umur : 53 Tahun Jk No : Perempuan Diagnosa Medis : Vertigo Tujuan Nyeri teratasi dengan krietria : ü Nyeri hilang ü Skala nyeri 0 ü Tidak pusing ü Tidak gelisah dan cemas ü Ekspresi wajah ceria 1. 4. Atur posisi pasien senyaman mungkin Ajarkan teknik relaksasi dan napas dalam Kolaborasi untuk pemberian analgetik.

anoreksia yang ditandai dengan : DS : Keluarga mengatakan ü Kurang nafsu makan ü Mual ü Muntah ±2x DO : ü Porsi makan yang dihabiskan ½ porsi ü Keadaan umum Lemah ü Kekuatan otot Lemah Koping individual tak efektif b/d ketidakadekuatan relaksasi. 1. Kaji kapasitas fisiologis yang bersifat umum. Berikan informasi mengenai penyebab sakit kepala. Sarankan klien untuk mengekspresikan perasaannya. 1. Berkolaborasi dengan ahli gizi dalam pemberian terapi diet yang sesuai indikasi 2. ambil keuntungan dari kegiatan yang dapat diajarkan. Dekati pasien dengan ramah dan penuh perhatian. Tanggal 09-10-2010 EVALUASI .ü Gelisah ü Cemas ü Ekspresi wajah agak meringis dengan kriteria : ü Tidak pusing ü Tidak gelisah rendah gula 1. penenangan dan hasil yang diharapkan. Berkolaborasi dengan dokter dalam pemberian obat antimietik 1. 2. Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b/d intake ü Tidak cemas yang tidak adekuat. metode koping tidak adekuat yang ditandai dengan : DS : Keluarga mengatakan ü Pusing DO : ü Gelisah ü Cemas IMPLEMENTASI DAN EVALUASI NO DX IMPLEMENTASI 1.

3. Jam 11.20 wit 3. Melakukan kolaborasi dengan dokter untuk pemberian analgetik dengan melanjutkan terapi yang telah ada yaitu merislon tab Hasil: Pasien minum obat dengan baik Tanggal 09-10-2010 . Menganjurkan dan membantu klien untuk istirahat ditempat tidur Hasil: Klien istrahat ditempat tidur dengan posisi setengah duduk.40 wit 2.2. Mengukur/memantau tanda-tanda vital.30 wit 1. intensitas/skala nyeri Hasil: Nyeri kepala Skala nyeri: sedang (5) Ekspresi wajah tampak meringis Pusing TD : 100/70 mmHg Nadi : 80 x/m Suhu : 37 0C Respirasi : 20 x/m Jam 10. Jam 10.

10 wit 1. Jam 10. Melakukan kolaborasi dengan dokter dalam pemberian obat antimietik yaitu pemberian injeksi ulceranin 1 amp/iv Hasil: Obat diberikan dengan baik dan pasien tenang Tanggal 09-10-2010 Jam 10.20 wit 1. 15 wit 1.55 wit . Menganjurkan pasien untuk makan sedikit tapi sering dan menganjurkan pasien untuk diet rendah gula Hasil: Porsi makan yang dihabiskan ¾ porsi Klien masih mual Jam 11. Menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman pada saat klien makan Hasil: Lingkungan tenang dan bersih serta klien bisa makan Jam 11.50 wit 1. Menyarankan klien untuk mengekspresikan perasaannya Hasil: Klien menceritakan masalah kerja yang terlalu banyak dilakukannya.Jam 11.

penenangan dan hasil yang diharapkan dengan menyampaikan kepada klien bahwa penyebab sakit kepala klien adalah karena beban kerja yang berlebihan dan untuk tidak merasa sakit kepala harus dikurangi beban kerja yang selama ini dilakukan atau istrahat beberapa jam diantara waktu lowong kerja atau minta ijin istrahat beberapa hari di rumah. Memberikan informasi mengenai penyebab sakit kepala.2. Hasil: Pasien mengerti dan paham .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->