TENAGA ENDOGEN

Peta Konsep

Positif Epirogenesa Negatif Sinklinal

Tektonisme

Orogenesa

Lipatan

Antiklinal

Patahan

Horst

Graben (Slank)

Bagan Tektonisme

PERBEDAAN EPIROGENESA & OROGENESA
No

Epirogenesa Kecepatan relatif lambat

Orogenesa Kecepatan relatif cepat

1

2
3

Wilayahnya Luas
Naik turunnya wilayah tersebut

Wilayahnya Sempit
Terbentuk Pengunungan di wilayah tersebut

Epirogenesa
 Epirogenesa Positif yaitu permukaan bumi turun

seolah olah air laut naik.  Epirogenesa Negatif yaitu permukaan bumi naik seolah olah air laut turun.

Gambar (+)

Gambar (-)

Orogenesa
 Lipatan yaitu gerakan bumi akibat tekanan yang besar

dan temperatur yang tinggi.
 Siklinal yaitu lembah suatu lipatan  Antiklinal yaitu puncak suatu lipatan

Patahan

Vulkanisme
Sentral
Intruksi Magma Vulkanisme Ekstrusi Magma Erupsi Magma Tipe Letusan Kekuatan Letusan

Bentuk

Linier Area
Efusif Magma Eksplosif Magma

Intruksi Magma

Ekstrusi Magma

Erupsi Linier =>Magma dari dapur magma mengalir menyusup keluar melalui retakan memanjang pada kulit Bumi. Akibat erupsi ini terbentuk deretan gunung api.

Erupsi Areal =>Magma yang keluar dan meleleh pada permukaan Bumi dapat terjadi karena letak dapur magma yang sangat dekat dengan permukaan Bumi. Akibat erupsi ini terbentuk kawah gunung api yang sangat luas.

Erupsi Sentral =>Erupsi sentral atau biasa kita kenal sebagai letusan gunung api terjadi karena keluarnya magma melalui sebuah lubang di permukaan Bumi hingga terbentuk gunung yang letaknya terpisah dengan gunung-

Proses erupsi sentral dapat membentuk tiga macam bentuk gunung api

Gunung Api Perisai  terbentuk karena sifat magma yang keluar sangat encer dengan tekanan yang rendah, hampir tanpa letusan. Lereng gunung yang terbentuk menjadi sangat landai. Di Indonesia hampir tidak ada gunung yang berbentuk perisai, sehingga magma mudah mengalir ke segala arah. Sebagian besar gunung ini ada di Hawaii.

Gunung Api Maar =>Seperti danau kering. Jenis letusan yang terjadi adalah jenis eksplosif sehingga membentuk lubang besar pada bagian puncak (kawah). Letusan gunung api seperti ini terjadi karena ukuran dapur magma kecil dan letaknya dangkal, sehingga letusan hanya terjadi satu kali kemudian mati. Contoh Danau Klakah di Lamongan dan Danau Eifel di Prancis.

Gunung Api Strato  Terbentuk akibat terjadinya erupsi eksplosif dan erupsi efusif berselangseling. Sebagian besar gunung api di alam ini merupakan gunung api strato. Contoh: Gunung api Merapi, Merbabu, Semeru, dan Kelud di Indonesia, Gunung Fuji di Jepang, Gunung Vesuvius di Italia, serta Gunung Santo Helens dan Rainier di Amerika Serikat.

Berdasarkan kekuatan letusan yang dikeluarkan

Erupsi Eksplosif =>Erupsi eksplosif adalah erupsi atau letusan yang menyebabkan ledakan besar akibat tekanan gas magmatis yang sangat kuat. Material yang dikeluarkan bersifat padat dan cair. Akibat erupsi eksplosif terbentuk bentukan permukaan Bumi berupa danau kawah besar (eksplosif). Contoh Danau Batur di Bali.

Erupsi Efusif =>Erupsi efusif adalah erupsi atau letusan yang tidak menimbulkan ledakan, karena tekanan gas kurang kuat. Pada proses ini material yang dikeluarkan adalah material cair atau sebagian besar lava dan sedikit material padat yang berukuran kecil. Contoh Gunung Maona Loa di Hawaii.

No

Nama tipe Letusan

Lava

Dapur Magma

Tekanan Gas

1
2 3 4 5 6 7

Hawaii
Stromboli Vulcano Perret Merapi Saint Vincent Pelle

Cair Encer
Cair Kental Cair – Cair Sekali Kental Kental Kental

Dangkal
Dangkal Bervariasi Amat Dalam Dangkal Dangkal Dalam

Rendah
Sedang Sedang - Tinggi Sangat Tingi Rendah Sedang Tinggi

Menurut Tipe Letusan

Vulkanik Tektonik Runtuhan
Dalam Hiposentrum Intermediet

Penyebab

Dangkal Episentrum Seisme Uniter

Sentral Jarak Episentrum

Lokal

Jauh Istilah tentang Seisme

PENGGOLONGAN GEMPA

Menurut Kedalaman Hiposentrum:
 Gempa

dalam, hiposentrumnya =300–700 km.  Gempa intermediet, hiposentrumnya=100–300 km  Gempa dangkal, hiposentrumnya = < 100 km.

Menurut bentuk Episentrum:
 Gempa

linier, episentrum berbentuk garis.  Gempa sentral, episentrumnya berbentuk titik.

PENGGOLONGAN GEMPA

Menurut jarak episentrum:
 Gempa

setempat, jarak episentrum < 1.000 km.  Gempa jauh, jarak episentrum 1000 - 10.000 km.  Gempa sangat jauh, jarak episentrum > 10.000 km

Berdasarkan letak episentrum:
 Gempa

daratan episentrum terletak di daratan.  Gempa lautan episentrum terletak di lautan.

Istilah-istilah yang berkaitan dengan gempa bumi
  


Seismologi : Ilmu yang mempelajari gempa bumi. Hiposentrum : Pusat gempa yang terletak di dalam Bumi. Episentrum : Pusat gempa di permukaan Bumi atau dasar laut, dengan gelombang gempa dari dalam Bumi dirambatkan pertama kali di permukaan Bumi atau dasar laut. Seismograf : Alat pencatat gempa. Seismogram : Gambaran getaran Bumi yang dicatat oleh seismograf dalam bentuk garis patah-patah. Semakin kuat getaran, semakin lebar penyimpangan garis patahpatah. Semakin lama getaran sampai di tempat, semakin panjang pita seismograf menggambarkan seismogram. Pleistoseista: Garis batas daerah yang mengalami kerusakan terberat yang terletak di sekitar episentrumnya. Isoseita : Garis pada permukaan Bumi yang menghubungkan tempat-tempat yang mempunyai kerusakan fisik yang sama akibat gempa. Homoseista : Garis permukaan Bumi yang mencatat gelombang gempa primer pada waktu yang sama dan berupa garis lingkaran atau elips.