REAKTANSI KAPASITIF DAN KAPASITOR

Kapasitor bersifat menyimpan energy listrik dalam bentuk muatan – muatan listrik Jika arus AC melewati sebuah kapasitor murni, maka kapasitor akan bersifat menghambat arus. Penghambatannya dinamakan reaktansi kapasitf (XC) Besarnya reaktansi kapasitif diukur dalam satuan ohm Besarnya XC dirumuskan :

XC =
=kecepatan sudut (rad/s) C=kapasitas kapasitor (F) 1F=106 F Karena reaktansi kapasitif bersifat menghambat maka besarnya kuat arus :

Induktor dan kapasitor dapat menyimpan energi. dengan arus yang berubah-ubah terhadap waktu. RESISTANSI DAN INDUKTANSI Resistansi semua peranti yang mengkonsumsi energi mempunyai resistor (resistansi) dalam model rangkainnya. daya di resistor dapat dihitung dengan rumus P=v. selalu positif karena itu. energi tersebut dikembalikan ke sumbernya atau ke elemen laindari rangkaian. energi didefinisikan sebagai integral daya sesaat. tetapi dengan berjalannya waktu.i = i^2/R.REAKTANSI INDUCTOR DAN INDUKTIF KAPASITANSI. elemen rangkaian yang menyimpan energi di dalam suatu medan magnet adalah induktor (induktansi). energi biasanya disimpan selama beberapa bagian siklus dan . Induktansi.

Ketika rangkaian AC dalam keadaan resonansi maka reaktansi akan sama dengan ‘0’ (Nol). pada kapasitor pelet sejajar sederhana. Frekuensi resonansi dapat dihitung menggunakan persamaan matematika berikut ini. pada kapasitor akan menghasilkan medan listrik pada dielektrik yang merupakan mekanisme dari penyimpanan energi. kondisi mengandunng muatan ini dapat bertahan sampai suatu jalur pelepasan disediakan. dimana phasa tegangan AC dan arus AC berbeda 90° satu sama lain. muatan Q =C.kemudian dikembalikan ke sumber selama bagian siklus yang lain. dengan kata lain. Dimana : . Kapasitansi elemen rangkaian yang menyimpan medan energi dalam suatu medan listrik disebut sebagai kapasitor (kapasitansi) jika tegangan berubah-ubah selama suatu siklus maka energi akan disimpan selama satu bagian siklus dan dikembalikan pada bagian siklus selanjutnya. kalau induktansi tidak dapat menahan energi setelah sumber dilepas karena medan magnetiknya habis.XC = 0). dimana pada saat itu energi dilepas. tidak ada energi yang disimpan tanpa adanya sumber yang tersambung.v. Frekuensi resonansi (Fr) merupakan frekuensi dimana keadaan resonansi tercapai. maka medan magnet akan hiang. terdapat kelebihan muatan pada satu pelat dan kekurangan muatan pada pelat yang lain. bila induktansi dilepas dari sumber. yang terjadi ketika kapasitor dikeluarkan muatannya adalah ekualisasi muata-muatan ini. maka kapasitor dapat mempertahankan muatan ini dan medan listriknya akan tetap ada walaupun sumbe telah dilepas. Resonansi Pada Rangkaian AC Resonansi pada rangkaian AC merupakan keadaan dimana reaktansi induktif dan reaktansi kapasitif memiliki nilai yang sama satu sama lain (XL = XC ). (X = XL .

yaitu Silikon. dimana p (positif untuk lubang) atau n (negatif untuk elektron) adalah tanda dari muatan pembawa muatan mayoritas mobile. adalah sejumlah komponen elektronik yang menggunakan sifat-sifat materisemikonduktor. Konduksi arus dalam sebuah semikonduktor terjadi melalui mobile atau "bebas" elektron dan lubang.14 L = Induktansi (Henry / H) C = Kapasitansi (Farad / F) Catatan : Persamaan frekuensi resonansi di atas digunakan pada rangkaian AC ideal dimana pada rangkaian tersebut tidak memiliki nilai resistansi (tahanan) atau R = 0 Alat semikonduktor Alat Semikonduktor atau semiconductor devices. Alat-alat semikonduktor zaman sekarang telah menggantikan alat thermionik (seperti tabung hampa). Germanium. dan Gallium Arsenide. bukannya bentuk hampa (vacuum state) atau bentuk gas (gaseous state). Alat-alat semikonduktor ini menggunakan konduksi elektronik dalam bentuk padat (solid state). Doping semikonduktor seperti silikon dengan sejumlah kecil atom pengotor. seperti fosfor atau boron. untuk secara tepat mengontrol lokasi . atau keren. dll. diode. atau dapat juga ditemukan sebagai bentuk terintegrasi dalam jumlah yang sangat besar (jutaan) dalam satu keping Silikon yang dinamakan Sirkuit terpadu (IC). Bahan semikonduktor yang digunakan dalam perangkat ini diolah dalam kondisi sangat dikontrol di fasilitas fabrikasi. Alat-alat semikonduktor dapat ditemukan dalam bentuk-bentuk dicrete (potongan) seperti transistor. sangat meningkatkan jumlah elektron bebas atau lubang dalam semikonduktor. Ketika semikonduktor diolah mengandung lubang kelebihan itu disebut "tipe-p". yang dikenal sebagai pembawa muatan.Fr = Frekuensi Resonansi (Hertz / Hz) π= 3. dan ketika mengandung elektron bebas berlebih ini dikenal sebagai "tipe-n".

dan konsentrasi p-dan tipe-n dopan. . Persimpangan yang membentuk di mana tipe-n dan tipe-p semikonduktor bergabung bersama-sama disebut pn junction.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful