BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. SETTING PENELITIAN Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 4 Palangka Raya.

Alamat sekolah di Jl. Sisingamangaraja III No. 3. Subjek penelitian yang diamati adalah kelas XIIIA 3 semester Ganjil Tahun Pelajaran 2011-2012 dengan jumlah siswa sebanyak 25 orang, terdiri dari 8 orang laki-laki dan 17 orang perempuan. Subyek penelitian ini dipilih karena di antara 6 kelas XI yang peneliti ajar, kelas XI-IIA 3 adalah rombongan yang paling besar jumlah siswanya namun kemandirian belajar siswa rendah. Penelitian ini adalah penelitian swadaya dengan berkolaborasi dengan salah satu guru Mata Pelajaran Pendidikan agama Kristen di sekolah yang sama yaitu Ibu Gantiani, S.PAK. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei 2012 pada tanggal 16, 23 dan 30 serta pada bulan Juni 2012 tanggal 6. Penelitian ini dilaksanakan melalui dua siklus yang masing-masing siklus terdiri dari dua pertemuan dengan harapan peningkatan kemandirian belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen materi IPTEK dan Penyalahgunaannya serta Sikap Kristen

terhadap IPTEK dapat terlihat. Jadwal penelitian disajikan pada tabel berikut.

TABEL 3.1 JADWAL PENELITIAN
NO. 1. KEGIATAN Persiapan a. Studi Literatur b. Identifikasi dan Perumusan Masalah Penyusunan Laporan Awal Pelaksanaan Penelitian a. Siklus I b. Siklus II Analisa Data Refleksi Penyusunan Laporan Akhir Pengesahan Laporan BULAN JUN

APRIL √ √

MEI

JUL

AGT

2. 3.

√ √ √

4. 5. 6. 7.

√ √ √ √ √

20

B. PROSEDUR PENELITIAN Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) yang dilaksanakan dengan mengikuti prosedur penelitian berdasarkan pada prinsip Kemmis dan Taggart (1988) yang mencakup kegiatan perencanaan (planning), tindakan (action), observasi (observation), refleksi (reflection) atau evaluasi. Keempat kegiatan ini berlangsung secara berulang dalam bentuk siklus. Oleh karena penelitian ini bersifat partisipatif, maka peneliti melakukan penelitian dengan berkolaborasi dengan rekan sejawat. Peran Kolabor adalah menilai aktivitas siswa dan aktivitas guru dengan menggunakan format observasi yang disediakan, menuliskan temuan di luar format observasi pada catatan lapangan dan sebagai rekan diskusi dalam proses analisis dan refleksi pelaksanaan pembelajaran setiap siklus. Di bawah ini dijelaskan langkah-langkah penelitian dalam tiap siklus. Siklus I Siklus I dilaksanakan selama 2 kali pertemuan dengan alokasi waktu 2 x 45 menit untuk sekali pertemuan dengan tahapan sebagai berikut:

1. Perencanaan Perencanaan merupakan refleksi awal berdasarkan hasil studi pendahuluan. Adapun tahap yang dilakukan dalam perencanaan ini yaitu sebagai berikut : a) Melakukan diskusi dengan rekan sejawat dalam hal ini kolabor penelitian untuk mengidentifikasi masalah, merumuskan

masalah dan menentukan cara penyelesaian masalah; b) Menyusun dan mempersiapkan RPP yang akan digunakan dengan materi IPTEK dan Penyalahgunaannya; c) Mempersiapkan diperlukan; d) Menyusun instrumen yang diperlukan dalam melaksanakan fasilitas dan sarana pendukung yang

tindakan seperti LKS, Pembobotan Nilai dan Indikator Jawaban, lembar penilaian Jawaban Siswa, Lembar penilaian pengamatan

21

dampak dan penyalahgunaan IPTEK. Sementara siswa berpikir. f) Meminta guru lain menjadi kolabor berlangsungnya penelitian g) Menentukan waktu dan jadwal penelitian h) Meminta siswa menyiapkan Alkitab dan buku Suluh Siswa.kemandirian belajar siswa. Selanjutnya guru memberikan waktu bagi siswa untuk berpikir dan meminta siswa untuk mengerjakan sendiri tanpa bertanya pada teman. d) Tahap Pair Guru meminta siswa duduk berhadap-hadapan dengan pasangannya dan mendiskusikan jawaban pada LKS dimana 22 . Guru membagikan LKS yang berisi pertanyaan tentang pemahamannya tentang IPTEK dan perkembangannya. Jawaban siswa dituliskan pada lembar jawaban Think. Implementasi Tindakan Tahap ini merupakan implementasi dari perencanaan yaitu penerapan pembelajaran dengan Metode TPS dengan fokus pada peningkatan kemandirian belajar siswa. e) Menyiapkan cara merekam dan menganalisis data yang diperoleh dalam proses dan hasil tindakan perbaikan. diawali dengan apersepsi dan pemberian motivasi dalam mengikuti pelajaran dengan menyampaikan tujuan pembelajaran serta manfaat dari pembelajaran dengan Metode TPS. untuk mengamati 2. lembar pengamatan aktivitas guru dan soal tes. guru berkeliling untuk mengamati dan memberikan motivasi dalam menyelesaikan pekerjaan. lembar penilaian presentasi lisan siswa. a) Pelaksanaan pada siklus pertama ini. b) Guru bersama-sama siswa membangun konsep bersama berdasarkan jawaban siswa dan memberikan penjelasan singkat tentang materi c) Tahap Think.

untuk mengetahui sejauh mana tujuan yang telah ditetapkan sehingga dapat ditentukan apakah diperlukan siklus berikutnya atau tidak. Pelaksanaan perbaikan pada siklus ke.siswa telah mempunyai jawabannya sendiri pada tahap Think. e) Tahap Share Setiap pasangan setelah selesai memecahkan dan membahas permasalahan diminta dengan pasangan lain sehingga terbentuk kelompok kecil yang terdiri dari 2 pasangan (4 siswa) dan ditugasi untuk saling berbagi pendapat / curah pendapat (sharing) dari hasil pemecahan masalah dan pembahasan secara berpasangan pada tahap Share. Pembelajaran ditutup dengan doa hasil kerjanya dan kelompok lain 3. pasangan siswa menuliskan jawaban dalam lembar jawaban Pair. f) Pada akhir pembelajaran guru meluruskan konsep-konsep yang keliru dan bersama-sama siswa meninjau kembali pembelajaran. guru maupun kolabor.2 dirancang berdasarkan pada hasil analisis dan refleksi dari observasi dan interpretasi pada siklus ke- 23 . Perencanaan Tindak Lanjut Masalah yang diteliti diperkirakan belum tuntas hanya dengan satu siklus maka penelitian tindakan kelas dilanjutkan siklus kedua. Analisis dan Refleksi Tahap ini berisi diskusi dari peneliti. Sementara siswa berdiskusi guru berkeliling untuk mengamati dan memberikan arahan jika ada hambatan dalam diskusi. Setelah menyepakati jawaban yang dianggap tepat. Materi diskusi adalah tentang kelebihan dan kekurangan tindakan. Pada tahap ini juga dilakukan analisis data. sekaligus menentukan tindakan perbaikan yang harus dilakukan jika pencapaian proses maupun hasil dirasa masih belum tercapai. Setiap kelompok diminta mempresentasikan menanggapi. 4.

1. e) Menyiapkan cara merekam dan menganalisis data yang diperoleh dalam proses dan hasil tindakan perbaikan. Siklus II Siklus II dilaksanakan selama 2 kali pertemuan dengan alokasi waktu 2 x 45 menit untuk sekali pertemuan dengan tahapan sebagai berikut: 1. d) Menyusun instrumen yang diperlukan dalam melaksanakan fasilitas dan sarana pendukung yang tindakan seperti LKS. penelitian tindakan kelas dilanjutkan ke siklus berikutnya yaitu siklus ke-2. untuk mengamati 24 . f) Meminta guru lain menjadi kolabor berlangsungnya penelitian i) Menentukan waktu dan jadwal penelitian j) Meminta siswa menyiapkan Alkitab dan buku Suluh Siswa. b) Menyusun dan mempersiapkan RPP perbaikan yang akan digunakan dengan materi Sikap Kristen terhadap IPTEK. soal tes dan angket siswa. Adapun tahap yang dilakukan dalam perencanaan ini yaitu sebagai berikut : a) Melakukan diskusi dengan rekan sejawat dalam hal ini kolabor penelitian untuk mengidentifikasi kelemahan dan kekuatan serta permasalahan yang dihadapi pada pembelajaran siklus I. lembar penilaian presentasi lisan siswa. c) Mempersiapkan diperlukan. Perencanaan Perencanaan merupakan refleksi berdasarkan hasil pelaksanaan siklus I. Lembar penilaian pengamatan kemandirian belajar siswa. Dengan prosedur yang sama. Pembobotan Nilai dan Indikator Jawaban. lembar pengamatan aktivitas guru. lembar penilaian Jawaban Siswa.

Setelah menyepakati jawaban yang dianggap tepat. Sementara siswa berdiskusi guru berkeliling untuk mengamati dan memberikan arahan jika ada hambatan dalam diskusi. d) Tahap Pair Guru meminta siswa duduk berhadap-hadapan dengan pasangannya dan mendiskusikan jawaban pada LKS dimana siswa telah mempunyai jawabannya sendiri pada tahap Think. a) Pelaksanaan pada siklus pertama ini. diawali dengan apersepsi dan pemberian motivasi dalam mengikuti pelajaran dengan menyampaikan tujuan pembelajaran serta manfaat dari pembelajaran dengan Metode TPS. guru berkeliling untuk mengamati dan memberikan motivasi dalam menyelesaikan pekerjaan. Sementara siswa berpikir. b) Guru bersama-sama siswa membangun konsep bersama berdasarkan jawaban siswa dan memberikan penjelasan singkat tentang materi c) Tahap Think.2. Jawaban siswa dituliskan pada lembar jawaban Think. e) Tahap Share Setiap pasangan setelah selesai memecahkan dan membahas permasalahan diminta dengan pasangan lain sehingga 25 . pasangan siswa menuliskan jawaban dalam lembar jawaban Pair. Guru membagikan LKS yang berisi pertanyaan tentang pemahamannya tentang IPTEK dan perkembangannya. Implementasi Tindakan Tahap ini merupakan implementasi dari perencanaan yang telah diperbaiki dan disempurnakan berdasarkan refleksi pada Siklus I yaitu penggunaan Metode TPS dengan fokus pada peningkatan kemandirian belajar siswa. Selanjutnya guru memberikan waktu bagi siswa untuk berpikir dan meminta siswa untuk mengerjakan sendiri tanpa bertanya pada teman. dampak dan penyalahgunaan IPTEK.

Materi diskusi adalah tentang kelebihan dan kekurangan tindakan. Untuk memperoleh data yang sesuai dengan apa yang diharapkan dalam penelitian maka peneliti menggunakan metode sebagai berikut: hasil kerjanya dan kelompok lain 1. Lembar observasi ini merupakan instrumen untuk memperoleh data tentang kemandirian belajar siswa dalam tahap Think. Pada tahap ini juga dilakukan analisis data. guru maupun kolabor. C. Analisis dan Refleksi Tahap ini berisi diskusi dari peneliti. sekaligus menentukan tindakan perbaikan yang harus dilakukan jika pencapaian proses maupun hasil dirasa masih belum tercapai. Lembar observasi ini dikembangkan dengan mengacu kepada indikator kemandirian belajar dari substansi dari TPS. Setiap kelompok diminta mempresentasikan menanggapi. f) Pada akhir pembelajaran guru meluruskan konsep-konsep yang keliru dan bersama-sama siswa meninjau kembali pembelajaran. Pair and Share serta hasil tes siswa.terbentuk kelompok kecil yang terdiri dari 2 pasangan (4 siswa) dan ditugasi untuk saling berbagi pendapat / curah pendapat (sharing) dari hasil pemecahan masalah dan pembahasan secara berpasangan pada tahap Share. Pembelajaran ditutup dengan doa 3. untuk mengetahui sejauh mana tujuan yang telah ditetapkan sehingga dapat ditentukan apakah diperlukan siklus berikutnya atau tidak. METODE PENGUMPULAN DATA DAN INSTRUMEN PENELITIAN Sumber data dalam penelitian ini adalah hasil belajar siswa pada tahap Think. Pair and Share . Observasi Observasi lapangan untuk mengamati dan menilai aktivitas kemandirian belajar siswa dalam tahap Think. aktivitas guru dan jawaban siswa terhadap angket pembelajaran dengan metode TPS. Pair and Share. aktivitas kemandirian belajar siswa. 26 .

Tes Tes adalah Tes adalah serentetan pertanyaan atau latihan atau alat lain yang digunakan untuk mengukur keterampilan. Kajian Dokumen Kajian dokumen dilakukan dalam berbagai dokumen atau arsip yang digunakan dalam proses pembelajaran seperti: Silabus.Selain menggunakan lembar observasi.2 di bawah ini. Catatan lapangan yang dimaksud di sini adalah semua catatan guru maupun kolabor tentang hal-hal yang terjadi dalam pembelajaran di luar aspek yang dinilai dalam lembar pengamatan baik itu yang terjadi di dalam ruang belajar maupun di luar ruang belajar yang memberikan pengaruh pada proses pembelajaran. TABEL 3. Tes ini dilakukan untuk memperlihatkan hasil belajar dari penguasaan siswa terhadap materi IPTEK dan Penyalahgunaannya serta Sikap Kristen terhadap IPTEK. pengetahuan. LKS. 2006). Merujuk pengertian ini. Lembar Pengamatan Kemandirian Belajar Siswa Lembar pengamatan ini maksudkan untuk mengamati kemandirian siswa dalam menyelesaikan tugas individu pada tahap Think dan dalam bekerjasama pada tahap Pair dan Share seperti pada tabel 3. kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok (Arikunto. foto atau rekaman proses penelitian. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). peneliti menggunakan tes tertulis berupa penugasan pada LKS dan tes perbuatan (performance test) berupa presentasi lisan hasil diskusi. buku ajar yang digunakan.2 LEMBAR PENGAMATAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA TAHAP THINK Berikan penilaian yang sesuai 1 = Sangat Kurang 2 = Kurang 27 . intelegensi. peneliti juga menggunakan catatan lapangan. 2. Dalam penelitian ini peneliti menyusun beberapa instrumen yang menjadi alat ukur dan pendukung penelitian yaitu: 1. 3.

3 = Cukup 4 = Baik 5 = Sangat Baik INDIKATOR SIKAP A B C D E NO. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 N A M A Y V U P R X E B W K J C L M O T G Q I A D H S N F KETERANGAN: A Memperlihatkan semangat dalam mengerjakan LKS B Memperlihatkan ketekunan dalam mengerjakan LKS C Mengerjakan LKS sendiri tanpa bantuan orang lain Menyelesaikan semua soal yang ada pada LKS tepat D waktu E Memperlihatkan keyakinan terhadap jawaban yang telah dituliskan pada LKS 2. Kemampuan membuka pelajaran. Lembar Pengamatan Aktivitas Guru Ada lima aspek dengan 19 subaspek utama yang dinilai adalah aktivitas guru. proses pembelajaran. sikap guru. 28 .

Menarik Perhatian Siswa b. b. Kejelasan dalam menerangkan tahapan.kemampuan menggunakan metode TPS. Membagikan LKS Share b. Mengamati dan memberikan arahan jika ada hambatan Tahap Pair a. cara penilaian dan manfaat TPS c. Meminta siswa mengerjakan LKS secara individu tanpa bantuan orang lain c. Menimbulkan Motivasi 2. Membagikan LKS Think b. Membagikan LKS Pair PENILAIAN CATATAN 3. HAL YANG DIAMATI Kemampuan membuka pelajaran a. Antusiasme penampilan Proses pembelajaran a. Antusiasme dalam tanggapan dan menggunakan respon d. Meminta siswa mengerjakan LKS dengan mendiskusikan secara berkelompok dengan kelompok yang telah ditentukan c.3 LEMBAR PENGAMATAN AKTIVITAS GURU NO. Kecermatan dalam memanfaatkan waktu Kemampuan menggunakan TPS Tahap Think a. 4. dan kemampuan menutup pelajaran menjadi fokus pengamatan kolabor seperti pada tabel berikut. 1. Meninjau kembali yang materi telah dipelajari 29 . Mengamati dan memberikan arahan jika ada hambatan 5 Kemampuan Menutup Pelajaran a. Kejelasan Suara b. Meminta siswa mengerjakan LKS dengan mendiskusikan secara berpasangan dengan siswa lain yang telah ditentukan c. Mengamati dan memberikan arahan jika ada hambatan Tahap Share a. Sikap guru dalam pembelajaran a. Kesesuaian metode dengan pokok bahasan b. TABEL 3.

Lembar Penilaian Presentasi Lisan Lembar penilaian presentasi lisan ini mengadopsi Penilaian Unjuk Kerja P4TK Matematika yang dikembangkan oleh Iryanti (2004) yang tersaji pada tabel berikut. Suara 2. Memberikan kesempatan bertanya c. Pengetahuan (Bobot 2) a. Penguasaan Materi Presentasi b. LKS Pair harus dikerjakan dengan pasangan dan LKS Share harus dikerjakan dalam kelompok yang terdiri dari 2 pasangan (kecuali kelompok terakhir terdiri dari 5 siswa). LKS (Lembar Kerja Siswa) LKS yang disusun peneliti berhubungan dengan materi IPTEK dan Penyalahgunaannya serta Sikap Kristen terhadap IPTEK.b. Kerapian. LKS terlampir. kesopanan dan rasa percaya diri Jumlah Skor Skor Maksimum Nilai 1 2 3 4 Skor 30 . 4. Penampilan (Bobot 1) a. Sistematika dan Organisasi b. Dapat menjawab Pertanyaan yang berhubungan dengan materi presentasi 3. Presentasi menarik b. Memberikan Contoh-contoh yang Relevan c. TABEL 3.4 LEMBAR PENILAIAN PRESENTASI LISAN Skala Kriteria / Sub Kriteria 1. LKS Think harus dikerjakan secara individu. Kejelasan (Bobot 1) a. Bahasa yang digunakan c. Ada tiga LKS dalam tiap siklus sesuai tahapan TPS. Menginformasikan materi bahasan pada pertemuan berikutnya Jumlah sub aspek Jumlah total Persentase 3.

Angket Siswa Angket yang disusun peneliti dengan tujuan untuk mengetahui metode TPS yang diterapkan disenangi atau tidak oleh siswa.5. keterampilan dan pengalaman yang mereka peroleh. Penggunaan skala ini karena peneliti ingin mendapatkan jawaban yang tegas tentang keadaan yang diamati. Terdapat 11 item pernyataan yang disusun dalam angket ini dengan penilaian menggunakan skala Guttman dimana siswa memberikan angka 1(satu) pada kolom YA jika fakta yang dinyatakan dirasakan atau 0 (nol) pada kolom TIDAK jika fakta yang dinyatakan tidak dirasakan. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 PERNYATAAN Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen dengan metode debat ini menarik bagi saya Saya senang dengan pembelajaran seperti ini Pembelajaran seperti ini tidak membosankan dan bertele-tele Pembelajaran ini memotivasi saya untuk yakin dengan kemampuan diri saya sendiri Pembelajaran ini memotivasi saya untuk mengerjakan tugas tanpa bantuan orang lain Pembelajaran ini memotivasi saya untuk mengelola waktu belajar dengan baik Pembelajaran seperti ini mendorong saya untuk berbagi dengan memberikan masukan kepada pasangan atau kelompok saya Pembelajaran seperti ini membantu saya memahami materi pelajaran Pembelajaran ini membuat saya lebih menghargai teman Pembelajaran ini melatih saya untuk menyelesaikan beda pendapat Pembelajaran ini melatih saya untuk membuat keputusan bersama YA TIDAK 31 . TABEL 3. Penilaian siswa terhadap pembelajaran dengan Pembelajaran dengan Metode TPS ini mencakup pengetahuan. Tujuan pemberian tes ini dalah untuk mengukur pemahaman siswa terhadap materi IPTEK dan Penyalahgunaannya serta Sikap Kristen terhadap IPTEK. 6. Tes Tes diberikan setiap akhir siklus. Soal terlampir.5 ANGKET SISWA NO.

Data tentang indikator aktivitas guru dan partisipasi siswa untuk setiap siklus dilakukan dengan penyekoran dan persentase sedangkan data tentang hasil belajar siswa dianalisa dengan menghitung rata-rata hasil belajar setiap siklus. Thick description merupakan kutipan langsung dari orang yang diwawancarai. kategori. Analisis data menurut Moleong (2005) adalah proses mengorganisasikan dan mengurutkan ke dalam pola. dan penyajian kesimpulan atau verifikasi (Miles & Huberman. dan dokumen. observasi peneliti. Peneliti hanya menggunakan thin description dari dua bentuk deskripsi menurut Geertz (dalam Miles & Huberman. penyajian data. penyederhanaan. Sedangkan penyajian data adalah upaya menyimpulkan data yang telah melalui proses reduksi. Reduksi data merupakan proses pemilihan. Thin description adalah 32 . abstraksi. 1984). dan membuang hal yang tidak perlu. penggolongan. dan transformasi data mentah yang diperoleh di lapangan. 1984) yang disebut dengan thick description dan thin description. Ada empat teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah reduksi data. METODE ANALISIS DATA Data dalam suatu penelitian harus ditafsirkan atau dianalisis agar menjadi suatu data yang bermakna. Penyajian data dilakukan dengan bentuk naratif dan sesekali menyelipkan kutipan observasi dan dokumentasi di dalamnya (Bogdan dan Biklen. Analisis dan pengolahan data dilakukan selama penelitian dari awal sampai akhir. Data yang diperoleh dari catatan lapangan guru maupun kolabor dianalisa dalam dua tahap analisis menurut Bogdan dan Biklen (1992) yaitu analisis selama pengumpulan data dan analisis setelah pengumpulan data. satuan uraian dasar sehingga dapat ditemukan tema dan dapat dirumuskan hipotesis kerja. Analisis selama pengumpulan data merupakan analisis yang dilakukan sembari mengumpulkan data sedangkan analisis setelah pengumpulan data merupakan analisis yang dilakukan setelah proses pengumpulan data dikumpulkan. 1992).D. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis data kualitatif dan kuantitatif. Reduksi dilakukan sepanjang penelitian dengan melakukan penajaman.

uraian dari fenomena yang ditemukan oleh peneliti dapat diringkas agar lebih mudah diyakini kebenarannya. penyajian data. dan penyajian kesimpulan atau verifikasi ini disebut Sutopo (2002:96) sebagai model analisis interaktif. Penilaian Hasil Pengamatan Kemandirian Belajar Siswa Dalam menilai hasil pengamatan aktivitas siswa. Empat teknik analisis yaitu reduksi data.1 MODEL ANALISIS INTERAKTIF 1. c) Menghitung rata-rata nilai untuk masing-masing aspek dengan rumus : Keterangan : 33 . b) Menghitung jumlah nilai untuk masing-masing aspek. Setelah data dianalisis terus menerus. peneliti melakukan enam langkah: a) Kolabor memberikan penilaian dengan mencantumkan skor 1 untuk “Sangat Kurang”. skor 2 untuk “Kurang”. skor3 untuk “Cukup”. GAMBAR 3. skor 4 untuk Baik dan skor 5 untuk “Sangat Baik”. Melalui cara ini. dilakukan penarikan kesimpulan.sajian data yang berupa narasi berdasarkan penafsiran peneliti.

Mean = Rata-Rata Aspek Pengamatan x n = Skor Total Masing-Masing Aspek = Jumlah siswa d) Setelah itu. M (2002: 187) sebagai berikut : Keterangan : P f n 100%` = Persentase = Frekuensi data = Jumlah responden = Bilangan tetap f) Menafsirkan nilai persentase dengan menggunakan kriteria yang dikembangkan oleh Ali. peneliti menghitung nilai perolehan siswa dan nilai akhir siswa dengan menggunakan rumus: Keterangan : NP = Nilai Perolehan NAP = Nilai 5 Aspek Pengamatan Keterangan : NA = Nilai Akhir NP = Nilai Perolehan NM = Nilai Maksimal e) Selanjutnya diolah dengan menggunakan rumus persentase menurut Ali. M (2002) yaitu: 34 .

95% 96% .75% 76% .80% 41% .6 PENAFSIRAN NILAI PRESENTASE Penafsiran Nilai Persentase 0 1% .7 PENGGOLONGAN NILAI PERSENTASE Persentase 81% .40% 0% . Jumlah soal pada Siklus I adalah 5 dengan skor 35 .23% 24% . peneliti menggunakan patokan yang disusun oleh Djamarah dan Zain.20% Kategori Sangat Baik Baik Cukup Baik Kurang Baik Sangat Kurang Baik 2. Penilaian Jawaban Siswa pada LKS Penilaian dilakukan dengan memberikan skor berdasarkan bobot masing-masing soal.7 di bawah ini: TABEL 3. A (2002).49% 50% 51% .100% 61% .TABEL 3. Penggolongan nilai persentase tersebut dapat dilihat pada tabel 3.5% 6% .99% 100% Tidak ada Hampir tidak ada Sebagian kecil Hampir setengahnya Setengahnya Lebih dari setengahnya Sebagian besar Hampir seluruhnya Seluruhnya Penafsiran nilai persentase pada tabel 3.6 ini dilakukan untuk menafsirkan makna nilai persentase ditinjau dari sudut jumlah responden.60% 21% . untuk mempermudah menafsirkan makna nilai persentase terhadap tingkat aktivitas siswa. Kemudian.

Penilaian dilakukan dengan langkah berikut: a.9 tentang kategori penilaian kognitif yang dikembangkan oleh guru dengan patokan KKM = 75. Menjumlahkan skor total yaitu menambahkan skor setiap aspek d. Skor yang diberikan dikalikan dengan bobot tiap sub aspek c.masksimal 100 dan jumlah soal pada Siklus II adalah 4 dengan skor maksimal 100. Menentukan Nilai presentasi lisan dengan rumus: Skor maksimal adalah skor maksimum masing-masing aspek di kali bobot = Aspek 1 (3 x 4) x 1 + Aspek 2 (3 x 4) x 2 + Aspek 3 (3 x 4) x 2 = 44 Nilai presentasi lisan ini kemudian dikonsultasikan dengan tabel 3. Penilaian Tes Tes terdiri dari 15 soal pilihan ganda (PG) dan 4 soal uraian pada tiap akhir sikulus. TABEL 3. Guru memberikan skor terhadap penyaji b. Pembobotan skor terlampir. Guru menjumlahkan nilai pada poin a dengan skor pada soal uraian dengan rumus berikut: 36 .8 PENGGOLONGAN NILAI KOGNITIF NILAI 95 – 100 85 – 94 75 – 84 69 – 74 ≤ 68 KATEGORI Sangat Baik Baik Cukup Kurang Sangat Kurang 4. Guru menilai jawaban siswa pada soal uraian sesuai dengan bobot c. Penilaian Presentasi Lisan Presentasi lisan siswa dihitung dengan langkah: a. Guru menghitung jumlah jawaban benar pada soal PG b. 3.

b) Menghitung jumlah nilai untuk masing-masing aspek. Nilai Akhir (NA) Hasil Belajar Siswa Untuk menentukan nilai akhir hasil belajar siswa dalam tes digunakan rumus: Keterangan : NA = Nilai Akhir LKS 1 = Nilai LKS Tahap Think LKS 2 = Nilai LKS Tahap Pair LKS 3 = Nilai LKS Tahap Share PL = Nilai Presentasi Lisan T = Tes Perolehan hasil belajar ini selanjutnya dikonsultasikan pada kategorisasi nilai yang dikembangkan peneliti 6. skor 4 untuk Baik dan skor 5 untuk “Sangat Baik”. 37 .Keterangan : NT = Nilai Tes S1 = Skor PG S2 = Skor Uraian SI = Skor Ideal 5. skor 2 untuk “Kurang”. Penilaian Hasil Pengamatan Aktivitas Guru Penilaian hasil observasi terhadap aktivitas guru dilakukan dengan: a) Kolabor memberikan penilaian Kolabor memberikan penilaian dengan mencantumkan skor 1 untuk “Sangat Kurang”. skor3 untuk “Cukup”.

6. M (2002) pada tabel 3. Penilaian Hasil Angket Siswa a) Kolabor memberikan penilaian Kolabor memberikan penilaian dengan mencantumkan skor 1 untuk “YA” dan skor 0 untuk “TIDAK”.c) Menghitung rata-rata nilai untuk masing-masing aspek dengan rumus rata-rata. Menurut Brody dalam Crabtree dan Miller (1992) triangulasi digolongkan menjadi dua yaitu triangulasi 38 .7.7. skor tersebut dihitung dengan rumus: Keterangan : P x n k = Persentase = Skor = Jumlah Aspek yang dinilai = Kriteria skor tertinggi (5) Angka yang diperoleh kemudian dikonsultasikan pada Tabel 3. Selanjutnya. e) Menafsirkan nilai persentase dengan menggunakan kriteria yang dikembangkan oleh Ali. 8. peneliti akan menggunakan teknik trianggulasi untuk memvalidasi data penelitian. b) Menghitung jumlah nilai untuk masing-masing item pernyataan. A (2002) pada tabel 3. c) Menghitung rata-rata nilai untuk item pernyataan dengan rumus ratarata. d) Menghitung persentase jawaban “YA” dan “TIDAK” dengan rumus persentase. Validitas Data Dalam penelitian ini. f) Menafsirkan nilai persentase dengan menggunakan kriteria yang dikembangkan oleh Djamarah dan Zain. d) Terhadap Hasil observasi terhadap aktivitas guru dianalisis dengan menghitung total skor perolehan. 7.

INDIKATOR KEBERHASILAN Indikator keberhasilan penelitian ini menyangkut aspek kognitif dan afektif yaitu: 1. Aktivitas siswa. b. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode pengumpulan data yang berupa tes perbuatan (pertandingan debat) dan penyusunan makalah dengan hasil observasi selama kegiatan belajar mengajar berlangsung dan catatan lapangan. Indikator keberhasilan dianggap tercapai jika hasil pengamatan terhadap kemandirian belajar siswa dalam menerapkan metode TPS sama dengan atau lebih dari 75% dan pada kategori “Baik”. Misalnya informasi yang peneliti peroleh dari hasil studi dokumentasi dibandingkan informasi yang direkam melalui observasi. Aspek Kognitif Indikator keberhasilan jika nilai hasil belajar mencapai KKM = 75 dan nilai ketuntasan klasikal mencapai 85%. 2. Aspek Afektif dilihat dari dua hal yaitu: a. . E. LANGKAH PENELITIAN Penelitian seperti telah dijelaskan terdiri dari dua siklus dengan masingmasing siklus terdiri dari dua pertemuan. Sikap siswa terhadap melalui angket pembelajaran dengan metode debat mencapai kategori “Baik”. Tahap Pair dan Penggalan Tahap Share atu dalam penelitian ini 39 . F. Pada pertemuan pertama tiap siklus dilaksanakan Tahap Think. Triangulasi alat pengumpul data berarti peneliti membandingkan informasi yang dikumpulkan dengan teknik tertentu dengan informasi dari teknik lainnya.sumber data dan triangulasi alat pengumpul data. Pada tiap pertemuan diterapkan tahapan pembelajaran TPS. Triangulasi sumber data dilakukan dengan menanyakan kebenaran informasi yang diterima dari seorang informan dengan informan lainnya.

Jawaban siswa dituliskan pada lembar jawaban Think. b) Guru bersama-sama siswa membangun konsep bersama berdasarkan jawaban siswa dan memberikan penjelasan singkat tentang materi c) Tahap Think. dampak dan penyalahgunaan IPTEK.diberi isitilah Tahap Share 1 dan Tahap Share 2. Setelah menyepakati jawaban yang dianggap tepat. guru berkeliling untuk mengamati dan memberikan motivasi dalam menyelesaikan pekerjaan. Sementara siswa berdiskusi guru berkeliling untuk mengamati dan memberikan arahan jika ada hambatan dalam diskusi. 40 . Sementara siswa berpikir. pasangan siswa menuliskan jawaban dalam lembar jawaban Pair. f) Guru meluruskan konsep-konsep yang keliru dan bersama-sama siswa meninjau kembali pembelajaran. e) Tahap Share 1 Setiap pasangan setelah selesai memecahkan dan membahas permasalahan diminta dengan pasangan lain sehingga terbentuk kelompok kecil yang terdiri dari 2 pasangan (4 siswa) dan ditugasi untuk saling berbagi pendapat / curah pendapat (sharing) dari hasil pemecahan masalah dan pembahasan secara berpasangan pada tahap Share. d) Tahap Pair Guru meminta siswa duduk berhadap-hadapan dengan pasangannya dan mendiskusikan jawaban pada LKS dimana siswa telah mempunyai jawabannya sendiri pada tahap Think. Selanjutnya guru memberikan waktu bagi siswa untuk berpikir dan meminta siswa untuk mengerjakan sendiri tanpa bertanya pada teman. Secara rinci langkah implementasi tindakan adalah sebagai berikut: Siklus I Pertemuan 1 a) Guru mengawali dengan apersepsi dan pemberian motivasi dalam mengikuti pelajaran dengan menyampaikan tujuan pembelajaran serta manfaat dari pembelajaran dengan Metode TPS. Guru membagikan LKS yang berisi pertanyaan tentang pemahamannya tentang IPTEK dan perkembangannya.

dan 5) soal nomor 5 dibahas oleh kelompok F. 3) soal nomor 3 dibahas oleh kelompok C. Sementara presentasi berlangsung. b) Tahap Share 2 Hasil Pembahasan dalam kelompok dipresentasikan kepada kelas. Pembagian tugas presentasi yaitu: 1) soal nomor 1 dibahas oleh kelompok A. Kelompok yang belum menyajikan diwajibkan memberikan tanggapan terhadap presentai penyaji.g) Pada akhir pembelajaran menginformasikan bahwa presentasi kelompok dilakukan pada pertemuan berikutnya dan ditutup berdoa. b) Guru bersama-sama siswa membangun konsep bersama berdasarkan jawaban siswa dan memberikan penjelasan singkat tentang materi c) Tahap Think. 2) soal nomor 2 dibahas oleh kelompok B. 4) soal nomor 4 dibahas oleh kelompok D dan E. guru memberikan penilaian. Siklus II Pertemuan 3 a) Guru mengawali dengan apersepsi dan pemberian motivasi dalam mengikuti pelajaran dengan menyampaikan tujuan pembelajaran serta manfaat dari pembelajaran dengan Metode TPS. Siklus I Pertemuan 2 a) Guru mengawali dengan apersepsi dan pemberian motivasi dalam mengikuti pelajaran dengan menyampaikan tujuan pembelajaran serta menyampaikan kembali manfaat dari pembelajaran dengan Metode TPS. c) Guru memberikan penguatan terhadap konsep yang telah dipahami dan atau pelurusan terhadap konsep yang kurang tepat d) Guru memberikan tes e) Guru bersama-sama siswa siswa memeriksa jawaban dan memberikan penilaian f) Guru bersama-sama siswa meninjau kembali pembelajaran g) Pada akhir pembelajaran menginformasikan materi bahasan pada pertemuan berikutnya dan ditutup berdoa. 41 .

e) Tahap Share 1 Setiap pasangan setelah selesai memecahkan dan membahas permasalahan diminta dengan pasangan lain sehingga terbentuk kelompok kecil yang terdiri dari 2 pasangan (4 siswa) dan ditugasi untuk saling berbagi pendapat / curah pendapat (sharing) dari hasil pemecahan masalah dan pembahasan secara berpasangan pada tahap Share. pasangan siswa menuliskan jawaban dalam lembar jawaban Pair. g) Pada akhir pembelajaran menginformasikan bahwa presentasi kelompok dilakukan pada pertemuan berikutnya dan ditutup berdoa. 42 . f) Guru meluruskan konsep-konsep yang keliru dan bersama-sama siswa meninjau kembali pembelajaran. d) Tahap Pair Guru meminta siswa duduk berhadap-hadapan dengan pasangannya dan mendiskusikan jawaban pada LKS dimana siswa telah mempunyai jawabannya sendiri pada tahap Think. Siklus II Pertemuan 4 a) Guru mengawali dengan apersepsi dan pemberian motivasi dalam mengikuti pelajaran dengan menyampaikan tujuan pembelajaran serta menyampaikan kembali manfaat dari pembelajaran dengan Metode TPS. Sementara siswa berdiskusi guru berkeliling untuk mengamati dan memberikan arahan jika ada hambatan dalam diskusi. guru berkeliling untuk mengamati dan memberikan motivasi dalam menyelesaikan pekerjaan. Selanjutnya guru memberikan waktu bagi siswa untuk berpikir dan meminta siswa untuk mengerjakan sendiri tanpa bertanya pada teman. Sementara siswa berpikir. Jawaban siswa dituliskan pada lembar jawaban Think. Setelah menyepakati jawaban yang dianggap tepat. dampak dan penyalahgunaan IPTEK.Guru membagikan LKS yang berisi pertanyaan tentang pemahamannya tentang IPTEK dan perkembangannya.

Pembagian tugas presentasi yaitu: 1) soal nomor 1 dibahas oleh kelompok A. Sementara presentasi berlangsung. guru memberikan penilaian. dan 5) soal nomor 5 dibahas oleh kelompok F. 43 . 2) soal nomor 2 dibahas oleh kelompok B. Kelompok yang belum menyajikan diwajibkan memberikan tanggapan terhadap presentai penyaji. 4) soal nomor 4 dibahas oleh kelompok D dan E.b) Tahap Share 2 Hasil Pembahasan dalam kelompok dipresentasikan kepada kelas. c) Guru memberikan penguatan terhadap konsep yang telah dipahami dan atau pelurusan terhadap konsep yang kurang tepat d) Guru memberikan tes e) Guru bersama-sama siswa siswa memeriksa jawaban dan memberikan penilaian f) Guru bersama-sama siswa meninjau kembali pembelajaran g) Pada akhir pembelajaran menginformasikan materi bahasan pada pertemuan berikutnya dan ditutup berdoa. 3) soal nomor 3 dibahas oleh kelompok C.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful