Proposal Penelitian PENGARUH MEDIA SENTENCE BUILDING GRID TERHADAP PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS KALIMAT DALAM PEMBELAJARAN BAHASA

INGGRIS Diajukan sebagai tugas mata kuliah Metode Penelitian

Oleh: RANDY MAULANA 10110171

PROGRAM STUDI TEKHNIK IFORMATIKA FAKULTAS TEKHNIK DAN ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA BANDUNG 2013

1

I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah

Bahasa berperan penting dalam perkembangan intelektual, sosial dan emosional peserta didik.Bahasa merupakan suatu pengantar komunikasi dan interaksi dalam kehidupan dalam sosial. Memiliki informasi. kemampuan Selain itu, bahasa bahasa akan juga

mempermudah

memperoleh

mengungkapkan berbagai gagasan, pemikiran dan perasaan. Bahasa sangat berperan penting dalam kehidupan sosial sehingga pengajaran bahasapun menjadi penting. Pengajaran bahasa bertujuan agar siswa memperoleh informasi dengan mudah. Pengajaran bahasa dapat membantu peserta didik dalam mengembangkan kemampaun berkomunikasi. Oleh karena itu, sangat penting bagi siswa memiliki kemampuan berbahasa. Kemampuan berbahasa mencakup empat aspek keterampilan berbahasa yang mencakup kemampuan menyimak, menulis, membaca, dan berbicara sebagaimana yang diungkapkan Tarigan (1981: 1) sebagai berikut: “Kemampaun berbahasa tersebut terlihat dalam empat aspek keterampilan berbahasa, yaitu : a). keterampilan menyimak (listening skill); b). Keterampilan berbicara (speaking skill); c). Keterampilan membaca (reading skill); d). Keterampilan menulis (writing skill).” Keempat keterampilan berbahasa tersebut saling menunjang satu sama lain. Sehingga dalam proses pengajarannyapun memerlukan suatu keterpaduan. “ Pengajaran empat keterampilan dalam suatu keterpaduan memberikan keleluasaan

2

kepada guru untuk menciptakan kegiatan belajar yang menarik bagi siswa dan dapat memotivasi siswa untukbelajar”. (Harun et.al 2007: 95) Begitu pula yang terjadi pada pembelajaran bahasa Inggris di Sekolah Dasar. Pembelajaran bahasa Inggris di Sekolah Dasar harus memadukan empat keterampilan bahasa.Bahasa Inggris di Indonesia berperan sebagai bahasa asing. Oleh karena itu, dalam pengajaran bahasa Inggris di Indonesia diperlukan banyak pertimbangan. Sebagaimana pendapat Brown yang menyatakan bahwa “Foreign language context are those in which student do not have ready-made contexts for communication beyond their classroom”(1994: 120). Berdasarkan pernyataan di atas dapat dipahami bahwa bagi guru bahasa Inggris di negara-negara dengan konteks English as a Foreign Language, maka mengacu pada keterbukaan masing-masing individu pada standar mana yang dijadikan pilihan sebagai patokan. Siswa-siswa pembelajar English as a Foreign Language akan lebih tertarik untuk melihat relevansi kegunaan bahasa Inggris sesuai dengan kenyataan yang ada di sekitar kehidupan mereka. Pengajaran bahasa Inggris di Sekolah Dasar meliputi kosakata dan menulis pola-pola kalimat sederhana. Pengajaran menulis bagi siswa Sekolah Dasar adalah kemampuan menuangkan suatu gagasan kedalam tulisan yang dapat dibaca orang lain. (Harun et.al 2007: 10) Berdasarkan pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa kemampuan menulis kalimat sangat diperlukan karena dengan kemampuan menuliskan kalimat dapat mengungkapkangagasan penulisnya.

3

Kenyataannya, kemampuan siswa dalam menulis kalimat masih minim. Halini disebabkan oleh minimnya kosakata yang dikuasai siawa dan pola pengajaran menulis kalimat yang masih konvensional, dalam proses pembelajaran tidak melibatkan media pembalajaran yang relevan. Hal ini, guru dituntut untuk lebih kreatif dalam menciptakan proses belajar mengajar yang lebih bermakna dan melibatkan media pembelajaran yang sesuai. Penulis menyimpulkan bahwa sutu proses pembelajaran yang bermakna adalah proses pembelajaran yang mampu membuat siswa berinteraksi langsung dengan bahan ajar. Oleh karena itu diperlukan suatu media pembelajaran yang dapatmembuat siswa berinteraksi dengan bahan ajar. Media sentence building grid merupakan media yang dipandang efektif dalam pengajaran menulis kalimat bahasa Inggris. Berdasarkan hal di atas, penulis melakukan penelitian dengan judul: “PENGARUH MEDIA SENTENCE KETERAMPILAN BAHASA BUILDING MENULIS GRID KALIMAT Pre-

TERHADAPPENINGKATAN DALAM PEMBELAJARAN

INGGRIS“

(Penelitian

Eksperimental di Kelas VI SDN Karangsambung 3 Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya).

4

B. Rumusan Masalah

Dalam penelitian ini penulis merumuskan masalah sebagai berikut : Berdasarkan latar belakang yang diuraikan di atas, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1.

Adakah pengaruh media sentence building grid terhadap peningkatan keterampilan menulis kalimat dalam pembelajaran bahasa Inggris siswa kelas VI SDN Karangsambung 3 Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya?

2.

Seberapa besar pengaruh media sentence building grid terhadap peningkatan keterampilan menulis kalimat dalam pembelajaran bahasa Inggris siswa kelas VI SDN Karangsambung 3 Kecamatan Cibeureum Kota Tasikamalaya?

C. Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah :
1.

Untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh media sentence building grid terhadap peningkatan keterampilan menulis kalimat dalam pembelajaran bahasa Inggris siswa kelas VI SDN Karangsambung 3 Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya.

2.

Untuk mengetahui besarnya pengaruh media sentence building grid terhadap peningkatan keterampilan menulis kalimat dalam pembelajaran bahasa Inggris siswa kelas VI SDN Karangsambung 3 Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya.

5

D. Kegunaan Penelitian

Penulis berharap dari hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai pertimbangan dan informasi bagi guru bahasa Inggris di Sekolah Dasar kearah yang lebih baik. Guru dapat mengembangkan suatu pembelajaran yang bermakna bagi siswa. Selanjutnya, hasil dari penelitian ini guru bahasa Inggris dapat menanggulangi kesulitan siswa dalam pembelajaran menulis kalimat bahasa Inggris, salah satunya dengan media sentence building grid.

E. Kerangka Berpikir

Penelitian ini memiliki keterpautan antara variabel independent atau disebut variabel bebas dengan variabel dependent atau disebut variabel terikat. Variabel independent dalam penelitian ini adalah penggunaan media sentence building grid sedangkan variabel dependent yang merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat adalah peningkatan keterampilan menulis kalimat dalam pembelajaran bahasa Inggris. Pembelajaran yang efektif ditandai dengan adanya aktifitas siswa dalam pembelajaran. Semakin tingginya aktifitas siswa dalam pembelajaran maka akan semakin baik hasil pembelajaran yang diperoleh siswa. Penggunaan media sentence building grid dalam pembelajaran bahasa Inggris merupakan media pembelajaran yang berpeluang relevan dengan upaya penciptaan pembelajaran

6

yang dapat melibatkan siswa dalam kegitan belajar, sehingga siswa dapat mengalami sendiri materi yang dipelajarinya.

F. Anggapan Dasar

Penelitian dilakasanakan dengan berlandas tumpu pada asumsi dasar sebagai berikut :
1. Pembelajaran bahasa Inggris akan efektif bila dibantu dengan media

pembelajaran yang relevan.
2. Sentence building grid dapat dijadikan salah satu media dalam pembelajaran

menulis kalimat bahasa Inggris.
3. Siswa yang belajar dengan menggunakan media sentence building grid dapat

berpengaruh terhadap peningkatan keterampilan menulis kalimat dalam pembelajaran bahasa Inggris.

G. Hipotesis Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah, kajian teori dan anggapan dasar, peneliti merumuskan dua hipotesis dari penelitian ini yaitu terdapat pengaruh media sentence building grid terhadap peningkatan keterampilan menulis kalimat dalam pembelajaran bahasa Inggris (Ha) dan tidak terdapat pengaruh media sentence building grid terhadap peningkatan keterampilan menulis kalimat dalam pembelajaran bahasa Inggris (Ho).

7

II KAJIAN TEORI

A. Media dalam Pembelajaran Proses pembelajaran yang bermakna merupakan wujud dari suatu proses embelajaran yng efektif. Gagne menyatakan bahwa pembelajaran yang efektif harus dilakukan dengan berbagai cara dan mewnggunakan berbagai macam media pembelajaran dalam Wena (2009: 10). Azhar menyatakan bahwa dalam suatu proses belajar mengajar, dua unsur yang amat penting yaitu metode mengajar dan media pembelajaran (2007: 15). Lebih lanjut Azhar menyatakan bahwa salah satu fungsi utama media pembelajaran adalah sebagai alat bantu mengajar yang turut mepengaruhi iklim, kondisi, dan lingkungan belajar yang ditata dan diciptakan oleh guru. Berdasarkan pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa dalam melakukan proses belajar dan mengajar guru sebaiknya menggunakan media pembelajaran karena akan membantu menciptakan pembelajaran yang aktif dan menarik bagi siswa.

B. Pengertian Media Pembelajaran

8

Kata media berasal dari bahasa Latin, merupakan bentuk jamak dari kata medium. Secara harfiah kata tersebut mempunyai arti perantara atau pengantar. Banyak tokoh yang mengungkapkan pengertian media, diantaranya adalah sebagai berikut: Briggs dalam Susilana & Riyana (2007: 5) menyatakan bahwa media adalah alat untuk memberikan perangsang bagi siswa supaya terjadi proses belajar. Schram dalam Susilana & Riyana (2007: 5) menyatakan bahwa media adalah teknologi pembawa pesan yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran. Adapun pengertian media pemebelajaran menurut beberapa sumber diantaranya: media pembelajaran menurut Education Association

(htmtp://akhmadsudrajat.wordpress.com 15/12/2010) adalah sarana komunikasi dalam bentuk cetakmaupun pandang-dengar termasuk teknologiperangkat keras. Akhmad Sudrajat (htmtp://akhmadsudrajat.wordpress.com 15/12/2010) menyatakan bahwa pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan pesan, dapat merangsang fikiran, perasaan, kemauan peserta didik sehingga dapat mendorong terciptanya proses belajar pada diri peserta didik. Berdasarkan pengertian media dan media pembelajaran diatas dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah alat penyampai pesan

pembelajaran dan diusahakan untuk pengoptimalan aktivitas belajar siswa. Jadi pada dasarnya, penggunaan media pembalajaran yang sesuai turut andil dalam pelaksanaan pembelajaran yang aktif dan efektif.

9

Leshin, Pollock & Reigeluth dalam Wena (2009: 9-10) mengklasifikasikan media ke dalam lima kelompok, yaitu : “1). Media berbasis manusia (pengajar, instruktur, tutor,bermainperan,kegiatan kelompok,field trip); 2). Media berbasis cetak (buku, buku latihan (work sheet) dan modul); 3).Media berbasis visual (buku, bagan, grafik, peta, gambar, transparansi, slide); 4).Media berbasia audio visual (video, film, program slide tape, dan televisi); 5).Media berbasis komputer (pengajaran dengan bantuan computer, interaktif video, dan hyper text)’’. Berdasarkan kalsifikasi tersebut maka media sentence building grid termasuk kedalam media grafis. Hal ini dilandasi karakteristik media grafis yag menyatakan bahwa media grafis adalah media visual yang menyajikan fakta , ide atau gagasan melalui penyajian kata-kata, kalimat, angka-angka, dan

simbol/gambar (2007: 13). Karakteristik media sentence building grid yang menyajikan kata-kata juga simbol-simbol sama seperti halnya media grafis.

C. Pengertian Sentence Building Grid

Sentence building grid merupakan cara sederhana untuk membantu siswa menempatkan bagian-bagian kalimat sehingga membentuk kalimat yang padu yaitu terdiri dari struktur kalimat yang mencakup subject dan object. “Sentence building grid is a teaching aid that allows learners to construct sentences by choosing parts of sentences and putting them together to form logical sentences “(http://www.sil.org/lingualinks/literacy/referencematerials/glossaryofliteracyter ms/WhatAreSentenceBuildingGrid.htm15/12/2010). Berdasarkan pernyataan di atas dapat diartikan bahwa dengan

menggunakan mediasentence building grid siswa dapat membentuk kalimat

10

dengan cara memilih bagian-bagian kalimat sehingga membentuk kalimat yang logis. Sentence building grid terdiri dari tabel yang disusun dalam kolom-kolom. Tiap kolom berisi bagian-bagian spesifik dalam sebuah kalimat bahasa Inggris, yaitu articles (a, an, the), subject, to be (are,am is) dan object.

Tabel 2.1 Media Sentence Building Grid Subject She He It I You We They To be Are Am Is Article A An The Object Traffic jam Police man

Penggunaan media sentence building grid adalah dengan mengikuti langkah-langkah berikut : “a). Have the learner choose any one word from each column so that, when the words are put together in order, they form a sentence that makes sense; b). Have the learner write the sentence or just read it; c). Have the learner make as many logical sentences as possible”. (http://www.sil.org/lingualinks/literacy/referencematerials/glossaryofliteracyte rms/WhatAreSentenceBuildingGrid.htm15/12/2010).

11

Langkah pertama, siswa harus memilih salah satu kata dati tiap kolom, sehingga ketika di gabungkan menjadi sebuah kalimat yang bermakna. Misalnya, It is a bookstore. Langkah yang kedua, siswa menulis kalimat kalimat yang telah terbentukatau dapat hanya membacanya saja. Langkah yang ketiga, tugaskan siswa untuk membuat kalimat dari kolom tersebut sebanyak mungkin.

D. Pegertian Menulis dan Pengajaran Menulis di Sekolah Dasar Menurut Brown (http://ismaya75.blogspot.com/2010/12/keefektifan-

penggunaan-media-gambar 3/3/2011) “writing is the ability of decoding ideas, interest of feeling in written codes. There should be proposed to communicative with the reader, to express ideas with out pressure and to explore experience”. Berdasarkan pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa menulis adalah mengungkapkan ide-ide atau gagasan dan perasaan dalam bentuk tulisan. Tulisan ini mempunyai tujuan komunikasi dengan pembaca, untuk mengekspresiakan ide tanpa adanya tekanan dan untuk menggali pengalaman. Peter Elbow dalam Brown (1994: 322) menyatakan bahwa”writing is in fact; a transaction with words whereby you free yourself from what you presently think, feel, and perceive “. Jadi pada intinya, menulis merupakan suatu proses transaksi kata dimana penulis bebas mengungkapkan pikiran dan perasaan. Hal yang digarisbawahi

12

adalah pada proses transaksi kata yang berarti penulis harus bisa menggunakan kata-kata yang tepat sehingga dapat mewakili pikiran dan perasaan yang akan diungkapkan. Dunn (1980: 38) “…secret languages and codes seem to fascinate young children and possibly for to same reason many seem interested in being able to write English”. Pernyataan tersebut dapat dikatakan bahwa bahasa yang tersembunyi serta simbol-simbol yang diperlihatkan anak, sangat mengagumkan dan ini dapat diartikan bahwa anak tertarik untuk memiliki kemampuan menulis Bahasa Inggris. Sasaran pengajaran menulis di Sekolah Dasar meliputi teks, kalimat, kata, morfem, dan suku kata. Harun, Bakar dan Ananthia menyatakan bahwa sasaran pengajaran menulis kalimat meliputi membaca kalimat dengan nyaring; menyalin kalimat yang telah dibaca tersebut; menyalin kalimat yang memiliki makna pribadi bagi siswa; menyusun kalimat dari kata-kata acak yang tersedia (2007: 111). Pernyataan tersebut memberikan gambaran bahwa menyusun atau menulis kalimat dari kata-kata acak merupakan salah satu sasaran dalam pengajaran menulis khususnya dalam menulis kalimat.

E. Pengertian Kalimat Kalimat merupakan rangkaian kata-kata. Seperti yang diungkapkan oleh Veit dalam Siahaan (2008: 25-26)” ... a sentence refers to a series of words, which can be analyzed by the native speakers into teo constituents, they are: a noun phrase and a verb phrase”.

13

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002: 495) “kalimat adalah kesatuan ujar yang mengungkapkan satuan konsep pikira dan perasaan dan satuan bahasa yang secara relatif berdiri sendiri, mempunyai pola intonasi final dan secara aktual ataupun potensial terdiri atas klausa”. Berdasarkan pernyataan-pernyataan tersebut maka dapat diketahui bahwa kalimat merupakan suatu satuan bahasa yang terdiri dari struktur dan memiliki pola tersendiri.

III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang akan digunakan penulisdalam kegiatan penelitian adalahmetode eksperimen,sebagaimana pendapat Sugiyono (2009: 72) bahwa “metode penelitian eksperimen dapat diartikan sebagai metode penelitian yang digunakan untuk mencaripengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang terkendalikan”.

B. Desain Penelitian Penelitian eksperimenmembutuhkan desain penelitian. Desain penelitian ini merupakan pemaparan yang spesifik yang dilakukan dalam penelitian. Oleh

14

karena

itu

untuk

menggambarkan penelitian one

penelitian group

yang

dilakukan,

penulis yang

menggunakan

desain

pretest-posttestseperti

digambarkan oleh Sugiyono (2009: 75) berikut ini : O1 (Pre-test) X (treatment) O2 (post-test)

Desain tersebut mencakup tiga langkah yaitu:
1. Pre-test adalah serangkaian kegiatan untuk mengukur kemampuan awal siswa

sebelum dilakukan perlakuan.
2. Treatment adalah kegiatan pembelajaran menulis kalimat dalam pembelajaran

bahasa Inggris.
3. Post-test adalah serangkaian kegiatan untuk mengukur kemampuan siswa

setelah dilakukan perlakuan.

C. Variabel dan Definisi Oprasional Variabel 1. Variabel penelitian Menurut Arikunto, Suharsimi (2006: 118) “Variabel adalah objek penelitian, atau apa yang menjadi titik perhatian suatu penelitian”. Bertitik tolak dari judul di atas, maka penelitian ini mempunyai dua variabel yaitu variabel bebas dan variable terikat. Pembelajaran dengan menggunakan media sentence building grid merupakan variable bebas, sedangkan peningkatan keterampilan menulis kalimat dalam pembelajaran bahasa Inggris merupakan variable terikat. 2. Definisi Oprasional Variabel

15

Untuk menghindari kesalahpahaman, peneliti menjelaskan beberapa definisi yang berhubungan dengan penelitian, sebagai berikut :
a. Media sentence building grid adalah alat bantu mengajar yang membantu

siswa agar dapat membangun kalimat.
b. Keterampilan menulis kalimat bahasa Inggris meliputi kemampuan siswa

dalam menulis kalimat dalam bahasa Inggris di kelas VI SDN Karangsambung 3 Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya.
c. Pengajaran menulis kalimat bahasa Inggris merupakan salah satu pengajaran

menulis di Sekolah Dasar. Penulispun memfokuskan pada pengajaran menuliskalimat bahasa Inggris di kelas VI dengan tema“ Public Place”

D. Lokasi, Populasi dan Sampel 1. Lokasi Penelitian Peneltian ini akan dilakukan di kelas VI SDN Karangsambung 3 Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya. 2. Populasi dan Sampel Menurut Arikunto, Suharsimi (2006:13) “populasi adalah keseluruhan subjek penelitian”. Populasi dalam penelitian ini adalah pembelajaran bahasa Inggris di kelas VI. Berdasarkan populasi tersebut penulis menentukan sampel penelitian yaitu siswa kelas VI SDN Karangsambung 3 Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya.

E. Instrumen Penelitian

16

Menurut Sugiyono (2009: 102) instrumen penelitian adalah suatu alat yang digunakan untuk mengukur fenomena alam maupun sosial yang diamati. Instrumen penelitian digunakan oleh peneliti untuk memudahkan dalam pengumpulan data penelitian. Peneliti menggunakan isnstrumen yang

diperuntukkan bagi siswa kelas VI SDN Karangsambung 3 Cibeureum Kota Tasikmalaya sehingga diperoleh data mengenai kemampuan siswa kelas VI SDN Karangsambung 3 Cibeureum Kota Tasikmalaya dalam menulis kalimat dalam pembelajaran bahasa Inggris. Instrumen dalam penelitian mencakup pre-test dan post-test. Baik dalam pre-test maupun post-test, peneliti menggunakan instrumen dalam bentuk soal penugasan secara tertulis bagi siswa yaitu membuat sepuluh kalimat dalam bahasa Inggris berasarkan format dan struktur yang telah disediakan.

F. Teknik Pengumpulan Data Langkah-langkah dalam pengumpulan data yang digunakan penulis adalah pre-test sebelum pemberian treatment sedangkan post-tes diberikan sesudah treatment. Lembar penugasan yang diberikan berupa menulis kalimat dari sentence building grid.

G. Teknik Analisis Data Rumus yang digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh dari penggunaan media sentence building grid terhadap peningkatan keterampilan menulis kalimat dalam pembelajaran bahasa Inggris, maka penulis menggunakan

17

rumus yang dianjurkan oleh Arikunto (2006: 306) untuk menganalisis hasil eksperimen yang menggunakan pretest-posttest one group design sebagai berikut:

Keterangan : Md = Mean dari perbedaan pre-test dan post-test = Jumlah kuadrat deviasi = Subjek


N

X²d

Arikunto (2006: 170) mengungkapkan rumus untuk mengkalkulasikan validitas tes yang akan diberikan, penulis pun menggunakan rumus tersebut sebagai berikut :

Keterangan:

rxy = Koefisien korelasi antara variabel X dan variabel Y
N X Y = Banyaknya subjek = Skor butir = Skor total

18

Pengkalkulasian reliabilitas tes yang diberikan, penulis menggunakan rumus yang diungkapkan Arikunto (2006: 196) sebagai berikut :

Keterangan: = Reliabilitas instrumen = Indeks korelasi antara dua belahan instrumen Peneliti pun ingin mengetahui besarnya pengaruh media sentence building grid terhadap peningkatan keterampilan menulis kalimat dalam pembelajaran bahasa Inggris. Oleh karena itu peneliti melakukan penghitungan koefisien determinasi. Penghitungan koefisien determinasi ini didahului dengan

penghitungan korelasi dari dua variabel penelitian dengan menggunakan rumus yang diungkapkan oleh Sugiyono (2009: 183) berikut ini:

Hasil penghitungan korelasi tersebut maka diperoleh angka korelasi 0,96. Hasilnya diaplikasikan kedalam rumus determinasi sebagaimana pernyataan Sugiyono (2009: 154) bahwa koefisien determinasi dihitung dengan

mengkuadratkan koefisien korelasi yang telah ditemukan, dan selanjutnya dikalikan dengan 100%. Koefisien determinasi dinyatakan dalam persen sebagai beriku ini: KD = rxy²x 100

19

Ketarangan : KD = koefisisen determinasi rxy = koefisisen korelasi

Jadwal Penelitian No 1 2 3 Jenis Kegiatan Pengajuan Judul penelitian Pembuatan proposal penelitian Penyusunan penelitian 4 5 6 7 Mengurus surat izin Perizinan ke lokasi penelitian Uji coba instrumen Pengolahan data instrumen Bulan Feb Mrt Apr Mei Jun Jul

20

8

Penyusunan skripsi

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi (2006). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta : Rineka Cipta.

Arsyad, Azhar (2007). Media Pembelajaran. Jakarta: PT RajagrafindoPersada.

Brown, H. Douglas (1994). Teaching by Principles. New Jersey: Prentice Hall Regent.

Harun, Charlotte. Zulfa A. Bakar, dan Winti Ananthia (20007). English Teaching Method for Elementary School. Bandung: UPI Press

Ismaya (2010). Keaktifan Penggunaan media gambar dalam Pengajaran Menulis Kalimat Bahasa Inggris Siswa kelas V SD Negeri Seloprojo Kecamatan
21

Ngablak Magelang Tahun Ajaran 2009/2010. [Online]. Tersedia:http://ismaya75.blogspot.com/2010/112/keefektifan-penggunaanmedia-ganbar.html [3 Maret 2011]

Redaksi. (2002). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka

SIL Organization (1999).What is a Sentence Building Grid ?.[Online]. Tersedia: http://www.sil.org/lingualinks/literacy/reference materials/glossaryofliteracyterms/WhatIsSentencebuildingGrid.html[15 Desember 2010

Siahaan, Sanggam (2008). Issues in Linguistics. Yogyakarta : Graha Ilmu

Sudarajat, Akhmad (2008). Media Pembalajaran. [Online]. Tersedia:htmtp;//akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/01/12/konsepmedia-pembelajaran/ [15 Desenber 2010] Sugiyono (2009). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R & D. Bandung: Alfabeta.

Susilana, Rudi danRiyana, Cepi (2007).Media Pembelajaran. Bandung: CV Wacana Prima.

Tarigan, Henry Guntur (1982). Menulis sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa.

Wena, Made (2009). Strategi Pembelajaran Inovatif Kontemporer. Jakarta: Bumi Aksara.

22

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.