Tatalaksana Penanganan Kasus Pidana 1.

Penemuan dan Pelaporan  Pasal 1 ayat 24 KUHAP  Laporan adalah pemberitahuan yang disampaikan oleh seorang karena hak atau kewajiban berdasarkan undang-undang kepada pejabat yang berwenang tentang telah atau sedang atau diduga akan terjadinya peristiwa pidana.  Hak dan kewajiban melapor diatur dalam pasal 108 KUHAP

2. Penyelidikan  Pasal 1 ayat 5 KUHAP  Penyelidikan adalah serangkaian tindakan penyelidik untuk mencari dan menemukan suatu peristiwa yang diduga sebagai tindak pidana guna menentukan dapat atau tidaknya dilakukan penyidikan menurut cara yang diatur oleh undang-undang.  Pasal 4 KUHAP  Penyelidik yang dimaksud adalah setiap pejabat polisi Negara Republik Indonesia. 3. Penyidikan  Sesuai pasal 1 ayat 2 KUHAP  Penyidikan adalah serangkaian tindakan penyidik dalam hal dan menurut cara yang diatur dalam undang-undang ini untuk mencari serta mengumpulkan bukti yang dengan bukti itu membuat terang tentang tindak pidana yang terjadi guna menemukan tersangkanya.  Pasal 6 ayat 1 KUHAP  Penyidik adalah : a. Pejabat polisi Negara Republik Indonesia b. Pejabat pegawai negeri sipil tertentu yang diberi wewenang khusus olrh undangundang.  Penyidik dapat meminta bantuan seorang ahli didalam hal kejadian mengenai tubuh manusia, maka penyidik dapat meminta bantuan dokter untuk dilakukan penanganan secara kedokteran forensik.   Kewajiban untuk membantu peradilan sebagai seorang dokter forensik diatur dalam pasal 133 KUHAP. Kewajiban seorang dokter antara lain :

. Persidangan    Dipimpin oleh hakim atau majelis hakim Dilakukan pemeriksaan terhadap terdakwa. petunjuk. Vonis (Putusan Persidangan) Vonis dijatuhkan oleh hakim dengan ketentuan sebagai berikut :   Keyakinan pada diri hakim bahwa memang telah terjadi suatu tindak pidana dan bahwa terdakwa memang bersalah melakukan tindak pidana tersebut Keyakinan hakim harus ditunjang oleh sekurang-kurangnya 2 alat bukti yang sah yang diatur dalam pasal 184 KUHAP (keterangan saksi. Melakukan pemeriksaan kedokteran forensik atas korban apabila diminta secara resmi oleh penyidik 2. Menolak melakukan kedokteran forensik tersebut diatas dapat dikenai pidana penjara. 6. Pemberkasan Perkara Hal yang dilakukan oleh penyidik. 5. keterangan terdakwa). 168. menghimpun semua hasil penyidikannya. 179 KUHAP 7. selama-lamanya 9 bulan. para saksi dan juga para ahli Dokter dapat dihadirkan di siding pengadilan untuk bertindak selaku saksi ahli atau selaku dokter pemeriksa.1.  Dokter berhak menolak menjadi saksi/ ahli yang sebagaimana diatur di dalam pasal 120. Penuntutan Pasal 1 ayat 7 KUHAP  Penuntutan adalah tindakan Penuntut umum untuk melimpahkan perkara pidana ke Pengadilan Negeri yang berwenang dalam hal dan menurut cara yang diatur dalam undang-undang ini dengan permintaan supaya diperiksa dan diputus oleh Hakim disidang pengadilan. termasuk hasil pemeriksaan kedokteran forensic yang dimintakan kepada dokter. Dan nanti hasil berkas perkara ini diteruskan ke penuntut umum. 4. keterangan ahli. surat.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful