SOAL KUIS BAHASA INDONESIA

1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan bahasa. 2. Dalam bahasa terdapat sistem, lambang dan bunyi. Jelaskan . 3. Bahasa memiliki beberapa ( 4 ) fungsi. Jelaskan fungsi-fungsi tersebut dan beri contohnya. 4. Apa yang dimaksud ungkapan “gunakanlah bahasa Indonesia yang baik dan benar”. Jelaskan. 5. Kriteria yang digunakan untuk melihat penggunaan bahasa yang baik dan benar adalah melalui kaidah bahasa. Kaidah bahasa meliputi beberapa aspek. Sebutkan dan jelaskan. 6. Jelaskan bagaimana membedakan macam-macam ragam bahasa yang ada (tulis, lisan, formal, tidak formal, baku) 7. Mengapa bahasa Indonesia dalam penerapan dan penggunaannya mengalami beberapa kendala. Jelaskan. 8. Hal-hal apa sajakah yang membedakan ragam tulis dan ragam lisan di tinjau dari segi tata bahasa, struktur dan kosa katanya. Jelaskan dan beri contoh. 9. Apa yang menjadi tujuan dan fungsi tanda baca. Jelaskan. 10. Apa yang terjadi pada penempaan tanda baca yang salah. Beri penjelasan beserta contoh penggunaannya. 11. Mengapa dalam perkembangannya ejaan yang disempurnakan mengalami banyak perubahan dan revisi.dan kenapa harus ada EYD. Jelaskan. 12. Apa yang menjadi tujuan, alasan dan fungsi dari unsur-unsur serapan bahasa asing ke dalam bahasa Indonesia. Sertakan contohnya. 13. Jelaskan mengapa pilihan kata diperlukan dalam berbahasa baik lisan maupun tulisan. 14. Apa saja yang menjadi pokok persoalan dalam pilihan kata. Jelaskan. 15. Jelskan mengapa kontak sosial sangat penting dalam penggunaan diksi. 16. Apa saja yang menjadi syarat dalam ketepatan dan kesesuaian diksi. Jelaskan. 17. Apa yang dimaksud dengan kalimat dan kalimat efektif. 18. Sebuah kalimat sering menjadi tidak efektif karena mengabaikan beberapa syarat. Syarat apa sajakah itu. Jelaskan. 19. Jelaskan apa yang dimaksud dengan alinea (paragraf). 20. Dalam kalimat efektif terdapat kalimat topik dan kalimat penjelas, jelaskan. 21. Jenis-jenis alinea ada beberapa macam. Sebutkan dan jelaskan satu persatu. 22. Sebutkan macam-macam karya tulis ilmiah yang anda ketahui. Jelaskan. 23. Syarat apa sajakah sebuah karya tulis ilmiah. Jelask

1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan bahasa! Menurut Gorys Keraf (1997:1),Soal-soal kuis Bahasa alat komunikasi antara anggota masyarakat bahasa adalah Indonesia I berupa simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. 2. Dalam bahasa terdapat sistem, lambang dan bunyi. Jelaskan! • Bahasa sebagai sistem Bahasa memiliki sifat yang teratur, berpola, memiliki makna dan fungsi. Sistematis diartikan pula bahwa bahasa itu tersusun menurut suatu pola, tidak tersusun acak. • Bahasa itu berwujud lambang Bahasa sebagai lambang, di dalamnya ada tanda, sinyal, gejala, gerak isyarat, kode, indeks, dan ikon. Lambang sendiri sering disamakan dengan simbol. Dengan demikian, bahasa sebagai lambang artinya memiliki simbol untuk menyampaikan pesan kepada lawan tutur. Ia berfungsi untuk menegaskan bahasa yang hendak disampaikan. • Bahasa itu adalah bunyi Bahasa itu adalah yang sifatnya primer, dapat diucapkan dan menghasilkan bunyi. Sebagai bunyi, bahasa berfungsi untuk menyampaikan pesan lambang. 3. Bahasa memiliki beberapa fungsi. Jelaskan fungi-fungsi tersebut dan beri contohnya! • Bahasa sebagai alat ekspresi diri Mampu mengungkapkan gambaran, maksud, gagasan, dan perasaan. Melalui bahasa kita dapat menyatakan secara terbuka segala sesuatu yang tersirat di dalam hati dan pikiran kita. Sebagai Contoh adalah tulisan kita dalam sebuah buku, merupakan hasil dari ekspresi diri kita. • Sebagai alat komunikasi Bahasa digunakan sebagai alat untuk berkomunikasi, berinteraksi, berhubungan, menyampaikan pendapat kepada oang lain. sebagai contohnya seorang pelajar yang menelepon temannya untuk menanyakan PR. • Sebagai alat berintegrasi dan beradaptasi sosial Pada saat kita beradaptasi dengan lingkungan sosial tertentu , kita akan memilih bahasa yang akan kita gunakan bergantung pada situasi dan kondisi yang kita hadapai. Sebagai contohnya kita menggunakan bahasa yang berbeda pada orang yang berbeda. Kita akan meggunakan bahasa yang nonstandar di lingkungan teman-teman dan menggunakan bahasa standar pada orang tua atau orang yang kita hormati. • Sebagai alat kontrol Sosial Kontrol sosial dapat diterapkan pada diri sendiri dan masyarakat, contohnya buku- buku pelajaran, ceramah agama, orasi ilmiah, mengikuti diskusi serta iklan layanan masyarakat. Yang mempengaruhi sikap, tingkah laku, serta tutur kata seseorang. Sebagai contohnya sebagai alat peredam rasa marah. Menulis merupakan salah satu cara yang sangat efektif untuk meredakan rasa marah kita. 4. Apa yang dimaksud “Gunakanlah bahasa Indonesia yang baik dan benar”. Jelaskan! Menurut Anton M. Moeliono (dalam Majalah Pembinaan Bahasa Indonesia, 1980), berbahasa Indonesia dengan baik dan benar dapat diartikan pemakaian ragam bahasa yang serasi dengan sasarannya dan yang disamping itu mengikuti kaidah bahasa yang betul. Ungkapan bahasa Indonesia yang baik dan benar, sebaliknya, mengacu ke ragam bahasa yang sekaligus memenuhi persyaratan kebaikan dan kebenaran. Bahasa Indonesia yang baik dan benar adaah bahasa Indonesia yang digunakan sesusai dengan norma kemasyarakatan yan berlaku dan sesuai dengan kaidah-kaidah bahasa Indonesia.

5. Kriteria yang digunakan untuk melihat penggunaan bahasa yang baik dan benara dalah melalui kaidah bahasa. Kaidah Soal-soal kuis Bahasa Indonesia I aspek. Sebutkan dan jelaskan! bahasa meliputi beberapa a. Simbol : rangkaian bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia dan harus deberikan makna tertentu. b. Vokal : dihasilkan oleh alat ucap manusia. c. Arti atau makna : hubungan antara rangkaian bunyi vokal dengan barang atau hal yang diwakilinya. 6. Jelaskan bagaimana memebedakan macam-macam ragam bahasa yang ada (tulis, lisan,formal, tidak formal, baku)! • bahasa lisan: bahasa yang dihasilkan melalui alat ucap, fonem sebagai unsur dasar (lafal). • bahasa tulis: bahasa yang dihasilkan dengan memnafaatkan tulisan dengan huruf sebagai unsur dasarnya (eja). 7. Mengapa bahasa Indonesia dalam penerapan dan penggunaannya mengalami beberapa kendala! jelaskan! Karena pada zaman ini, masih terkait penggunaaan bahasa daerah, asing, maupun serapan 8. Hal-hal apa sajakah yang membedakan ragam tulis dan ragam lisan ditinjau dari segi tata bahasa, struktur dan kosa katanya. Jelaskan dan beri contoh! Ciri-ciri ragam lisan: a.Memerlukan orang kedua/teman bicara; b.Tergantung situasi, kondisi, ruang & waktu; c.Tidak harus memperhatikan unsur gramatikal, hanya perlu intonasi serta bahasa tubuh. d.Berlangsung cepat; e.Sering dapat berlangsung tanpa alat bantu; f.Kesalahan dapat langsung dikoreksi; g.Dapat dibantu dengan gerak tubuh dan mimik wajah serta intonasi Contoh ragam lisan adalah „Sudah saya baca buku itu.‟ Ciri-ciri ragam tulis : 1.Tidak memerlukan orang kedua/teman bicara; 2.Tidak tergantung kondisi, situasi & ruang serta waktu; 3.Harus memperhatikan unsur gramatikal; 4.Berlangsung lambat; 5.Selalu memakai alat bantu; 6.Kesalahan tidak dapat langsung dikoreksi; 7.Tidak dapat dibantu dengan gerak tubuh dan mimik muka, hanya terbantu dengan tanda baca. Contoh ragam tulis adalah ‟Saya sudah membaca buku itu. 9. Apa yang menjadi tujuan dan fungsi tanda baca? jelaskan! Fungsi tanda baca secara umum adalah untuk menjaga keefektifan komunikasi 10. Apa yang terjadi pada penempatan tanda baca yang salah? beri penjelasan beserta contoh penggunaannya! kita akan sulit memahami pesan yang disampaikan dan kesulitan dalam menafsirkan maksud dari pesan yang tertulis. kalimat tersebut akan bermakna ambigu. Coba kita telaah kalimat “Atas perhatian Bapak saya mengucapkan terima kasih.” Untuk mempermudah pembacaan, kita letakkan tanda koma pada tempat yang kita maui. Berdasarkan letak tanda koma tadi akan kita ketahui makna kalimatnya.

1. Atas perhatian, Bapak saya mengucapkan terima kasih. 2. Atas perhatian Bapak saya, Soal-soal kuis Bahasa Indonesia I mengucapkan terima kasih. 3. Atas perhatian Bapak, saya mengucapkan terima kasih. 11. mengapa dalam perkembangan ejaan yang disempurnakan mengalami perubahan dan revisi? dan kenapa harus ada EYD? jelaskan! Karena ejaan merupakan sub materi dalam ketatabahasaaan Indonesia, yang memiliki peran yang cukup besar dalam mengatur etika berbahasa secara tertulis. Sehingga diharapkan informasi tersebut dapat disampaian dan dipahami secara komprehensif dan terarah. 12. apa yang menjadi tujuan, alasan dan fungsi dari unsur-unsur serapan bahasa asing kedalam bahasa indonesia? sertakan contohnya! Unsur serapan itu digunakan di dalam konteks kalimat Indonesia dalam bentuknya yang asli, baik ejaannya maupun lafalnya. Agaknya sejumlah kata dan ungkapan yang berasal dari bahasa dengan tujuan khusus, misalnya, bahasa Arab dan Latin, yang bertalian dengan akidah atau ibadat keagamaan, harus dimasukkan ke dalam bilangan kelompok itu. Penempatannya di dalam kosakata asing bahasa Indonesia mengatasi masalah yang ditimbulkan oleh perbedaan pendapat tentang kedudukannya di dalam kosakata. Tidak perlu diperbalahkan apakah tut wuri handayani dan salam alaikum masuk kosakata Indonesia atau tidak. Secara prinsip dapat dikatakan bahwa setiap bahasa mengakui adanya kosakata asing di dalam korpus kosakata umumnya. Leksikon bahasa Inggris, misalnya, mengandung sejumlah unsur leksikal Prancis dan Latin yang digunakan secara umum, misalnya, vis-a-vis, in toto dan curriculum vitae. Bertambahnya jumlah leksikal di dalam kosakata asing suatu bahasa bertalian juga dengan pengembangan berbagai laras bahasa (register). Kita dapat menemukan, misalnya, butir apparatus criticus di bidang filologi dan butir juncto, bis, dan ter di bidang perundang-undangan Indonesia. 13. jelaskan mengapa pilihan kata diperlukan dalam berbahasa baik lisan maupun tulisan! Untuk membedakan secara tepat nuansa-nuansa makna dari suatu gagasan yang ingin disampaikan, dan kemampuan untuk menemukan bentuk yang sesuai (cocok) dengan situasi dan nilai rasa yang dimiliki kekompok masyarakat pendengar. 14. apa saja yang menjadi pokok persoalan dalam pilihan kata? masalah makna dan relasi makna. 1. Makna Makna sebuah kata atau sebuah kalimat merupakan makna yang tidak selalu berdiri sendiri. Adapun makna menurut (Chaer, 1994: 60) terbagi atas beberapa makna yaitu : 1. Makna Leksikal dan makna Gramatikal 2. Makna Referensial dan Nonreferensial 3. Makna Denotatif dan Konotatif 4. Makna Konseptual dan Makna Asosiatif 5. Makna Kata dan Makna Istilah 6. Makna Idiomatikal dan Peribahasa 7. Makna Kias dan Lugas 2. Relasi Makna Relasi adalah hubungan makna. Ini menyangkut hal kesamaan makna (sinonim), kebalikan makna (antonim), kegandaan makna (polisemi dan ambiguitas), ketercakupan makna (hiponimi), kelainan makna (homonimi), kelebihan makna (redundansi) dan sebagainya.

15. jelaskan mengapa kontak sosial sangat penting dalam penggunaan diksi! Soal-soal kuis Bahasa Indonesia I • Kontak Sosial Kata “kontak” (Inggris: “contact") berasal dari bahasa Latin con atau cum yang artinya bersama-sama dan tangere yang artinya menyentuh. Jadi, kontak berarti bersama-sama menyentuh. Dalam pengertian sosiologi, kontak sosial tidak selalu terjadi melalui interaksi atau hubungan fisik, sebab orang bisa melakukan kontak sosial dengan pihak lain tanpa menyentuhnya, misalnya bicara melalui telepon, radio, atau surat elektronik. Oleh karena itu, hubungan fisik tidak menjadi syarat utama terjadinya kontak. Kontak sosial memiliki sifat-sifat berikut. 1. Kontak sosial dapat bersifat positif atau negatif. Kontak sosial positif mengarah pada suatu kerja sama, sedangkan kontak sosial negatif mengarah pada suatu pertentangan atau konflik. 2. Kontak sosial dapat bersifat primer atau sekunder. Kontak sosial primer terjadi apabila para peserta interaksi bertemu muka secara langsung. Misalnya, kontak antara guru dan murid di dalam kelas, penjual dan pembeli di pasar tradisional, atau pertemuan ayah dan anak di meja makan. Sementara itu, kontak sekunder terjadi apabila interaksi berlangsung melalui suatu perantara. Misalnya, percakapan melalui telepon. Kontak sekunder dapat dilakukan secara langsung dan tidak langsung. Kontak sekunder langsung misalnya terjadi saat ketua RW mengundang ketua RT datang ke rumahnya melalui telepon. Sementara jika Ketua RW menyuruh sekretarisnya menyampaikan pesan kepada ketua RT agar datang ke rumahnya, yang terjadi adalah kontak sekunder tidak langsung. 16. apa saja yang menjadi syarat dalam ketepatan dan kesesuaian diksi? Syarat Ketepatan Pemilihan Kata Ketepatan kata adalah kemampuan sebuah kata untuk menimbulkan gagasan yang sama pada imajinasi pembaca atau pendengar, seperti yang dipikirkan atau dirasakan oleh penulis atau pembicara. Syarat-syarat ketepatan pilihan kata: 1. membedakan makna denotasi dan konotasi dengan cermat, 2. membedakan secara cermat makna kata yang hampir bersinonim, 3. membedakan makna kata secara cermat kata yang mirip ejaannya, 4. tidak menafsirkan makna kata secara subjektif berdasarkan pendapat sendiri, jika pemahamannya belum dapat dipastikan, pemakai kata harus menemukan makna yang tepat dalam kamus, 5. menggunakan imbuhan asing (jika diperlukan) harus memahami maknanya secara tepat, 6. menggunakan kata-kata idiomatik berdasarkan susunan (pasangan) yang benar, 7. menggunakan kata umum dan kata khusus secara cermat, 8. menggunakan kata yang berubah makna dengan cermat, 9. menggunakan dengan cermat kata yang bersinonim, berhomofon, dan berhomografi, 10. menggunakan kata abstrak dan kata konkret secara cermat. II. Syarat Kesesuaian Kata Selain ketepatan pemilihan kata, pengguna bahasa harus pula memperhatikan kesesuaian kata agar tidak merusak makna, suasana, dan situasi yang hendak ditimbulkan, atau suasana yang sedang berlangsung. Syarat kesesuaian kata adalah sebagai berikut: 1. menggunakan ragam baku dengan cermat dan tidak mencampuradukkan penggunaannya dengan kata tidak baku yang hanya digunakan dalam pergaulan, 2. menggunakan kata yang berhubungan dengan nilai sosial dengan cermat, 3. menggunakan kata berpasangan (idiomatik) dan berlawanan makna dengan cermat, 4. menggunakan kata dengan nuansa tertentu,

5. menggunakan kata ilmiah untuk penulisan karangan ilmiah, dan komunikasi nonilmiah menggunakan kata popular, dan Soal-soal kuis Bahasa Indonesia I 6. menghindarkan penggunaan ragam lisan (pergaulan) dalam bahasa tulis, 17. apa yang dimaksud dengan kalimat dan kalimat efektif? Kalimat adalah satuan bahasa terkecil, dalam wujud lisan atau tulis yang memiliki sekurang-kurangnya subjek dan predikat. Kalimat efektif adalah kalimat yang mengungkapkan pikiran atau gagasan yang disampaikan sehingga dapat dipahami dan dimengerti oleh orang lain 18. sebuah kalimat sering menjadi tidak efektif karena mengabaikan beberapa syarat. syarat apa sajakah itu? jelaskan! Syarat-syarat dalam kalimat efektif, yaitu : -) Koherensi Yaitu hubungan timbal-balik yang baik dan jelas antara unsur-unsur ( kata atau kelompok kata ) yang membentuk kata itu. Setiap bahasa memiliki kaidah-kaidah tersendiri bagaimana mengurutkan gagasan tersebut. Ada bagian-bagian kalimat yang memiliki hubungan yang lebih erat sehingga tidak boleh dipisahkan, ada yang lebih renggang kedudukannya sehingga boleh ditempatkan dimana saja, asal jangan disisipkan antara kata-kata atau kelompok-kelompok kata yang rapat hubungannya. Hal-hal yang merusak koherensi : a). Koherensi rusak karena tempat kata dalam kalimat tidak sesuai dengan pola kalimat. b). Kesalahan menggunakan kata-kata depan, kata penghubung, dan sebagainya. c). Pemakaian kata, baik karena merangkaikan dua kata yang maknanya tidak tumpang tidih, atau hakekatnya mengandung kontradiksi. d). Kesalahan menempatkan keterangan aspek (sudah, telah., akan, belum, dan sebagainya) pada kata kerja tanggap. -) Kesatuan Syarat kalimat efektif haruslah mempunyai struktur yang baik. Artinya, kalimat itu harus memiliki unsure-unsur subyek dan predikat, atau bisa ditambah dengan obyek, keterangan, dan unsure-unsur subyek, predikat, obyek, keterangan, dan pelengkap, melahirkan keterpautan arti yang merupakan cirri keutuhan kalimat. Contoh: Ibu menata ruang tamu tadi pagi. S P Pel K Dari contoh tersebut, kalimat ini jelas maknanya, hubungan antar unsur menjadi jelas sehingga ada kesatuan bentuk yang membentuk kepaduan makna. Jadi, harus ada keseimbangan antara pikiran atau gagasan dengan struktur bahasa yang digunakan. Pada umumnya dalam sebuah kalimat terdapat satu ide yang hendak disampaikan serta penjelasan mengenai ide tersebut. Hal ini perlu ditata dalam kalimat secara cermat agar informasi dan maksud penulis mencapai sasarannya. Untuk mencapai maksud ini, ada cirri kesepadanan yang harus diperhatikan: 1. Subyek dan Predikat. Subyek di dalam kalimat merupakan unsure inti atau pokok pembicaraan. Subyek dapat kata atau kelompok kata. Kadang-kadang kata-kata yagn berfungsi sebagai kelompok kata ini didampingi oleh kata-kata lain yang tugasnya memperjelas subyek. Predikat adalah kata yang berfungsi memberitahukan apa, mengapa, atau bagaiman subyek itu. Sedangkan obyek merupakan pelengkap predikat. Obyek hanya ada terdapat pada kalimat yang mempunyai predikat kata kerja. Predikat (di, kepada, untuk, yang) yang ada sebelum subyek atau predikat tidak dapat dikatakan kedudukannya sebagai subyek atau predikat, karena fungsinya menjadi tidak

jelas sehingga tak dapat dikatakan sebagai kalimat yang padu. Contoh: – Kepada para mahasiswa diharap mendaftarkan diri di secretariat. (salah) Soal-soal kuis Bahasa Indonesia I - Para mahasiswa diharapkan mendaftarkan diri di secretariat. (benar) - Uang untuk memberi obat. (salah) - Uang untuk memenuhi obat dipakai kakak. (benar) 2. Kata penghubung intra kalimat dan antar kalimat. Konjungsi intra kalimat adalah konjungsi yang menghubungkan kata dengan kata dalam sebuah frase atau menghubungkan klausa dengan klausa di dalam sebuah kalimat. Contoh: – Kami semua bekerja keras, sedangkan dia hanya bersenang-senang. (disebut kalimat setara karena konjungsi berada diantara kedua klausa) - Jika semua anggota bekerja sesuai dengan petunjuk, proyek ini akan berhasil dengan baik. (disebut kalimat majemuk bertingkat karena konjungsi berada sebelum anak kalimat atau di mukia klausasebelum anak kalimat). Konjungsi kalimat yaitu konjungsi yang menghubungkan kalimat yang satu dengan kalimat yang lain di dalam sebuah paragraf. Contoh : – Dia sudah berkali-kali tidak menepati janjinya padaku. Karena itu, aku tidak mempercayainya lagi. 3. Gagasan Pokok Biasanya gagasan pokok diletakkan pada bagian depan kalimat. Jika hendak menggabungkan dua kalimat, maka harus ditentukan mana yang mengandung gagasan pokok yang menjadi induk kalimat. Contoh : Ia ditembak mati ketika masih dalam tugas militer. ( induk kalimat ) 4. Penggabungan dengan “yang”, “dan”. Jika dua kalimat digabungkan dengan partikel “dan”, maka hasilnya kalimat majemuk setara. Jika dua kalimat digabungkan dengan partikel “yang” maka akan menghasilkan kalimat majemuk bertingkat, artinya kalimat itu terdiri dari induk kalimat dan anak kalimat. 5. Penggabungan menyatakan “sebab” dan “waktu”. Hubungan sebab dinyatakan dengan menggunakan kata “karena”, sedangkan hubungan waktu dinyatakan dengan kata “ketika” agar dicapai efektivitas komunikasi. Yang perlu diperhatikan adalah pilihan penggabungan hubungan waktu dan hubungan sebab harus sesuai dengan konteks kalimat. 6. Penggabungan kalimat yang menyatakan hubungan artikel dan hubungan tujuan. Dalam menggabungkan kalimat perlu dibedakan penggunaan partikel “sehingga” untuk menyatakan hubungan akibat, dan partikel “agar” atau “supaya” untuk menyatakan hubungan tujuan. Contoh : – Semua peraturan telah ditentukan sehingga para mahasiswa tidak berdiri sendiri-sendiri. -) Kehematan Kehematan yang dimaksud berupa kehematan dalam pemakaian kata, frase atau bentuk lainnya yang dianggap tidak diperlukan. Kehematan itu menyangkut soal gramatikal dan makna kata. Tidak berarti bahwa kata yang menambah kejelasan kalimat boleh dihilangkan. Berikut unsur-unsur penghematan yang harus diperhatikan: 1. Frase pada awal kalimat Contoh : sulit untuk menentukan diagnosa jika keluhan hanya berupa sakit perut, menurut para ahli bedah. 2. Pengurangan subyek kalimat Contoh: – Hadirin serentak berdiri setelah mereka mengetahui mempelai memasuki ruangan. (salah)

-) Keparalellan Keparalelan atau kesejajaran adalah kesamaanIndonesia I kata atau imbuhan yang digunakan bentuk Soal-soal kuis Bahasa dalam kalimat itu. Jika pertama menggunakan verba, bentuk kedua juga menggunakan verba. Jika kalimat pertama menggunakan kata kerja berimbuhan me-, maka kalimat berikutnya harus menggunakan kata kerja berimbuhan me- juga. Contoh: Kakak menolong anak itu dengan dipapahnya ke pinggir jalan. (tidak efektif) Kakak menolong anak itu dengan memapahnya ke pinggir jalan. (efektif) Anak itu ditolong kakak dengan dipapahnya ke pinggir jalan. (efektif) Harga sembako dibekukan atau kenaikan secara luwes. (tidak efektif) Harga sembako dibekukan atau dinaikkan secara luwes. (efektif) -) Penekanan gagasan pokok atau misi yang ingin ditekankan oleh pembicara biasanya dilakukan dengan memperlambat ucapan, melirihkan suara, dan sebagainya pada bagian kalimat tadi. Dalam penulisan ada berbagai cara untuk memberikan penekanan yaitu : 1. Posisi dalam kalimat Untuk memberikan penekanan dalam kalimat, biasanya dengan menempatkan bagian itu di depan kalimat. Pengutamaan bagian kalimat selain dapat mengubah urutan kata juga dapat mengubah bentuk kata dalam kalimat. Contoh : – Salah satu indikator yang menunjukkan tak efesiennya Pertamina, menurut pendapat Prof. Dr. Herman Yohanes adalah rasio yang masih timpang antara jumlah pegawai Pertamina dengan produksi minyak. - Rasio yang masih timpang antara jumlah pegawai Pertamina dengan produksi minyak adalah salah satu indikator yagn menunjukkan tidak efisiennya Pertamina. Demikian pendapat Prof. Dr. Herman Yohanes. 2. Urutan yang logis Sebuah kalimat biasanya memberikan sebuah kejadian atau peristiwa. Kejadian yang berurutan hendaknya diperhatikan agar urutannya tergambar dengan logis. Urutan yang logis dapat disusun secara kronologis, dengan penataan urutan yang makin lama makin penting atau dengan menggambarkan suatu proses. Contoh : – Kehidupan anak muda itu sulit dan tragis. -) Kevariasian Untuk menghindari kebosanan dan keletihan saat membaca, diperlukan variasi dalam teks. Ada kalimat yang dimulai dengan subyek, predikat atau keterangan. Ada kalimat yang pendek dan panjang. a). Cara memulai 1. Subyek pada awal kalimat. Contoh: – Bahan biologis menghasilkan medan magnetis dengan tiga cara. 1. Predikat pada awal kalimat (kalimat inversi sama dengan susun balik) Contoh: – Turun perlahan-lahan kami dari kapal yang besar itu. 1. Kata modal pada awal kalimat Dengan adanya kata modal, maka kalimat-kalimat akan berubah nadanya, yang tegas menjadi ragu tau sebaliknya dan yagn keras menjadi lembut atau sebaliknya. Untuk menyatakan kepastian digunakan kata: pasti, pernah, tentu, sering, jarang, kerapkali, dan sebagainya. Untuk menyatakan ketidakpastian digunakan : mungkin, barangkali, kira-kira, rasanya, tampaknya, dan sebagainya. Untuk menyatakan kesungguhan digunakan: sebenarnya, sesungguhnya, sebetulnya, benar, dan sebagainya.

Contoh: – Sering mereka belajar bersama-sama. b). Panjang-pendek kalimat. Soal-soal kuis Bahasa Indonesia I Tidak selalu kalimat pendek mencerminkan kalimat yang baik atau efektif, kalimat panjang tidak selalu rumit. Akan sangat tidak menyenangkan bila membaca karangan yang terdiri dari kalimat yang seluruhnya pendek-pendek atau panjang-panjang. Dengan menggabung beberapa kalimat tunggal menjadi kalimat majemuk setara terasa hubungan antara kalimat menjadi lebih jelas, lebih mudah dipahami sehingga keseluruhan paragraf merupakan kesatuan yang utuh. c). Jenis kalimat. Biasanya dalam menulis, orang cenderung menyatakannya dalam wujud kalimat berita. Hal ini wajar karena dalam kalimat berita berfungsi untuk memberi tahu tentang sesuatu. Dengan demikian, semua yang bersifat memberi informasi dinyatakan dengan kalimat berita. Tapi, hal ini tidak berarti bahwa dalam rangka memberi informasi, kalimat tanya atau kalimat perintah tidak dipergunakan, justru variasi dari ketiganya akan memberikan penyegaran dalam karangan. d). Kalimat aktif dan pasif. Selain pola inversi, panjang-pendek kalimat, kalimat majemuk dan setara, maka pada kalimat aktif dan pasif dapat membuat tulisan menjadi bervariasi. e). Kalimat langsung dan tidak langsung. Biasanya yang dinyatakan dalam kalimat langsung ini adalah ucapan-ucapan yang bersifat ekspresif. Tujuannya tentu saja untuk menghidupkan paragraf. Kalimat langsung dapat diambil dari hasil wawancara, ceramah, pidato, atau mengutip pendapat seseorang dari buku. 19. jelaskan apa yang dimaksud dengan alinea (paragraf)! Paragraf atau alinea adalah suatu bentuk bahasa yang biasanya merupakan hasil penggabungan beberapa kalimat. Alinea atau Paragraf adalah kesatuan pikiran yang lebih luas daripada kalimat, berupa penggabungan beberapa kalimat yang mempunyai satu gagasan atau satu tema. 20. dalam kalimat efektif terdapat kalimat topik dan kalimat penjelas. jelaskan! • kalimat topik merupakan kalimat yang mengungkapkan gagasan pokok dalam kalimat yang bersangkutan. • Kalimat Penjelas adalah kalimat yang berisi gagasan yang mendukung atau menjadi penjelas kalimat utama • 21. jenis-jenis alinea ada beberapa macam. sebutkan dan jelaskan satu persatu! a. Paragraf pembuka Paragraf ini merupakan pembuka atau pengantar untuk sampai pada segala pembicaraan yang akan menyusul kemudian. b. Paragraf Pengembang Paragraf yang terletak antara paragraf pembuka dan paragraf yang terakhir sekali didalam bab atau anak bab. c. Paragraf Penutup Paragraf yang terdapat pada akhir karangan atau pada akhir suatu kesatuan yang lebih kecil didalam karangan itu. 22. sebutkan macam-macam karya tulis ilmiah yang anda ketahui. jelaskan! 1. Laporan penelitian adalah laporan yang ditulis berdasarkan penelitian. Misalnya laporan penelitian yang didanai oleh Fakultas dan Universitas, laporan ekskavasi arkeologis yang dibiayai oleh Departemen Kebudayaan, dsb.

2. Skripsiadalah tulisan ilmiah untuk mendapatkan gelar akademik sarjana strata satu (Si). 3. Tesis adalah tulisan ilmiah untuk mendapatkan gelar akademik strata dua (S2), yaitu Soal-soal kuis Bahasa Indonesia I Master. 4. Disertasi adalah tulisan ilmiah untuk mendapat gelar akademik strata tiga (S3), yaitu Doktor. 5. Surat pembacaadalah surat yang berisi kritik dan tanggapan terhadap isi suatu tulisan ilmiah. 6. Laporan kasus adalah tulisan mengenai kasus-kasus yang ada yang dilandasi dengan teori. 7. Laporan tinjauan adalah tulisan yang berisi tinjauan karya ilmiah dalam kurun waktu tertentu. Misalnya Biologi-calAnthropohgy in the Americas: ¡900-2000. 8. Resensi adalah tanggapan terhadap suatu karangan atau buku yang memaparkan manfaat karangan atau buku tersebut bagi pembaca. 9. Monograf adalah karya asli menyeluruh dari suatu masalah. Monograf ini dapat berupa tesis ataupun disertasi. 10. Referat adalah tinjauan mengenai karangan sendiri dan karangan orang lain. 11. Kabilitasi adalah karangan-karangan penting yang dikerjakan sarjana Departemen Pendidikan Nasional untuk bahan kuliah. 23. syarat apa sajakah sebuah karya tulis ilmiah jelaskan! • Karya tulis ilmiah menyajikan fakta objektif secara sistematis atau menyajikan aplikasi hukum alam pada situasi spesifik • Karya tulis ilmiah ditulis secara cermat, tepat, benar, jujur dan tidak bersifat terkaan. Dalam pengertian jujur terkandung sikap etik penulis ilmiah yakni mencantukan rujukan dan kutipan yang jelas. • Karya tulis ilmiah disusun secara sistematis setiap langkah direncanakan secara terkendali, konseptual dan prosedural • Karya tulis ilmiah menyajikan rangkaian sebab-akibat dengan pemahaman dan alasan yang indusif yang mendorong pembaca untuk menarik kesimpulan • Karya tulis ilmiah mengandung pandangan yang disertai dukungan dan pembuktian berdasarkan suatu hipotesis • Karya tulis ilmiah hanya mengandung kebenaran faktual sehingga tidak akan memancing pertanyaan yang bernada keraguan. Penulis karya ilmiah tidak boleh memanipulasi fakta, serta tidak bersifat ambisius dan berprasangka, penyajian tidak boleh bersifat emotif.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.