SEJARAH IDIOLOGI PANCASILA

BAB I PENDAHULUAN A . LATAR BELAKANG Sejarah telah mengungkapkan bahwa Pancasila adalah jiwa seluruh rakyat Indonesia, yang memberi kekuatan hidup kepada bangsa Indonesia, serta membimbingnya dalam mengejar kehidupan lahir batin yang makin baik, di dalam masyarakat Indonesia yang adil dan makmur. Bahwasanya Pancasila yang telah diterima dan ditetapkan sebagai dasar negara seperti tercantum dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 merupakan kepribadian dan pandangan hidup bangsa, yang telah diuji kebenaran, kemampuan dan kesaktiannya, sehingga tak ada satu kekuatan manapun juga yang mampu memisahkan Pancasila dari kehidupan bangsa Indonesia. Menyadari bahwa untuk kelestarian kemampuan dan kesaktian Pancasila itu, perlu diusahakan secara nyata dan terus menerus penghayatan dan pengamalan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya oleh setiap warga negara Indonesia, setiap penyelenggara negara serta setiap lembaga kenegaraan dan lembaga kemasyarakatan, baik di pusat maupun di daerah. B . BATASAN MASALAH Untuk menghidari adanya kesimpangsiuran dalam penyusunan makalah ini, maka penulis membatasi masalah-masalah yang akan di bahas diantaranya: 1. Bagaimana sejarah pancasila? 2. Siapa-siapa yang terlibat dalam perumusan pancasila? C . TUJUAN Dalam menyusun makalah ini penulis mempunyai beberapa tujuan, yaitu: 1. Penulis ingin mengetahui sejarah pancasila. 2. Penulis ingin mengetahui siapa-siapa yang terlibat dalam perumusan pancasila.

dengan tujuan pokoknya “Mempancasilakan Umat Beragama”. Dalam ide pokok konsepsi ini. terutama masyarakat Jawa. selama masa perjuangan melawan penjajah Belanda dan Jepang. dan azas-azas ideologi negara yang dikemukakan oleh Nehru di India. Ada tiga teori yang mengkaji asal-usul Pancasila. Mari kita telusuri fakta-fakta sejarah tentang kelahiran pancasila. di Surabaya. Teori pertama menyatakan. di atas perpaduan yang harmonis dalam menampung segala macam keyakinan agama. Adanya persamaan sila-sila yang lima tersebut. dan Andres Bonivasio di Filipina. ideologi perjuangan. Untuk membuktikan kebenaran teorinya itu. Pancasila berasal dari bumi Indonesia. dan Ir. adalah pengaruh dari kode moral ajaran Budha yang telah menjadi tuntunan dan tatanan hidup sehari-hari di dalam masyarakat. termasuk di dalamnya cita-cita umat Islam Indonesia. Teori ketiga menyatakan.S. Menurut teori ini. pandangan hidup yang diwarisi dari nenek moyang dan gagasan pemikiran modern yang diperoleh dari para sarjana Indonesia didikan Barat pada masa penjajahan Belanda. Sun Yat Sen di Cina.B. agaknya Pancasila ingin berdiri sebagai wakil kepercayaan seluruh umat beragama di negeri ini. kemudian dirumuskan oleh para pendiri bangsa ini sejak zaman penjajah Jepang bercokol di Indonesia. dengan cara memasukkan ke-Tuhan-an sebagai salah satu silanya. Dalam rapat BPUPKI pada tanggal 1 juni 1945.BAB II ASAL USUL DAN SEJARAH PANCASILA 1. Teori ketiga ini dikemukakan oleh Abdullah Patani dalam risalah kecil berjudul “Freemasonry di Asia Tenggara”. Abdullah Patani menyimpulkan. pada waktu saya berumur 16 tahun. Pancasila. Berdasarkan sumberdaya semacam itulah Indonesia merdeka dibangun. Pridi Banoyong di Thailand. dalam merumuskan Pancasila. Bung Karno menyatakan antara lain:”Saya mengakui. menurut teori ini. yang berhasrat menjadikan Islam sebagai ideologi dan dasar negara. penguasa ingin mencari kepastian hukum atas keinginan tersebut. yang pada gilirannya melahirkan doktrin azas tunggal. Soekarno telah berhasil memadukan aspirasi para pemimpin Islam ketika itu. Perpaduan ini mengambil prinsip-prinsip yang dianggap mewakili cita-cita semua golongan bangsa Indonesia yang memperjuangkan negara Indonesia merdeka. Dr. dan Asia Tenggara pada khususnya. duduk di bangku sekolah H. Pancasila yang digagas oleh Mohamad Yamin. Abdullah Patani telah menunjukkan adanya persamaan antara sila-sila Pancasila dengan Khams Qanun Zionis. bahwa hal tersebut tidak dapat dikatakan sebagai sekedar persamaan gagasan secara kebetulan. Soekarno adalah kepanjangan dari doktrin zionis yang telah dipropagandakan oleh tokohtokoh freemasonry di Asia pada umumnya. Pancasila yang dikemukakan oleh beberapa orang pemimpin pergerakan Indonesia di dalam rapat BPUPKI dalam sidangnya pada bulan Juni 1945. merupakan ramuan yang mencakup semua ajaran agama yang hidup di Indonesia. melainkan pasti terdapat pengaruh kuat doktrin zionisme para tokoh-tokoh tersebut. lahir akibat proses kebudayaan bangsa Indonesia yang beragam. Dalam perkembangan berikutnya. Teori kedua menyatakan. Soepomo. dan paham kemasyarakatan yang tumbuh di seluruh wilayah Indonesia. saya .

Min Sheng” : Nationalisme. katanya : jangan berpaham kebangsaan. ia adalah Dr. dia menyatakan:”Maka demikian pula jikalau kita mendirikan negara Indonesia merdeka. kalau saya tidak salah. untuk mendirikan negara Indonesia merdeka di atasnya?Apakah nasional sosialisme ? ataukah historisch-materialisme ? Apakah San Min Cu I. Dalam hati saya sejak itu tertanamlah rasa kebangsaan. Sun Yat Sen Weltanschaung itu. timbullah pertanyaan: Apakah Weltanschaung” kita. yaitu kesejahteraan. oleh pengaruh“The THREE people’s Principles” itu. saya mendapatkan pelajaran yang membongkar kosmopolitanisme yang diajarkan oleh A.) Pengaruh posmopolitanisme (internasionalisme) karya A. yang pengertiannya ialah : (a) Sosio – nasionalisme. democracy. Sun Yat Sen. demokrasi. socialism.S. 9-14. sekali lagi menyebutkan pengaruh San Min Cu I karya Dr.. Maka oleh karena itu. bung Karno menyampaikan gagasan tentang marhaennisme. akan tetapi pada tahun 1918. tapi “Weltanschaung” telah dalam tahun 1885. alhamdulillah. Bung Karno. Di dalam buku “The THREE people’s Principles” San Min Cu I. sebagai dikatakan oleh Dr. dipikirkan. Bandung.harus …… sociale rechtvaardigheid”. prinsip: tidak ada kemiskinan di dalam Indonesia merdeka. Pada bagian lain dari pidato Bung Karno tersebut. jikalau seluruh bangsa Tionghoa menganggap Dr. Sun Yat Sen ! Di dalam tulisannya “San Min Cu I” atau “The THREE people’s Principles”. Min Sheng” : Nationalism. yang telah disediakan terlebih dahulu berpuluh-puluh tahun. Min Chuan . jangan mempunyai rasa kebangsaan sedikitpun.-Mintsu. ada orang lain yang memperingatkan saya. Baars. Sun Yat Sen ? Di dalam tahun 1912 Sun Yat Sen mendirikan negara Tiongkok merdeka. hal. Saya katakan tadi prinsipnya San Min Cu I ialah “Mintsu. Lebih lanjut ketika membicarakan prinsip keadilan sosial. Hal ini dapat dibuktikan pada saat Konprensi Partai Indonesia (partindo) di Mataram pada tahun 1933. Sun Yat Sen yang diterima bung Karno pada tahun 1917 dan 1918 disaat ia menduduki bangku sekolah H. Min Chuan . benar-benar mendalam. Sun Yat Sen:”Prinsip nomor 4 sekarang saya usulkan. dirancangkan. Baars dan San Min Cu I kaya Dr. Baars itu.telah digunakan oleh Dr. yakinlah bahwasanya Bung Karno juga seorang Indonesia yang dengan perasaan hormat dengan sehormat-hormatnya merasa berterima kasih kepada Dr. tetapi berpahamlah rasa kemanusiaan seluruh dunia. Maka prinsip kita …. Dua – R. sosialisme.B. -sampai masuk ke liang kubur”.” (Tujuh Bahan Pokok demokrasi. Paduka tuan ketua. Saya didalam tiga hari ini belum mendengarkan prinsip itu. Sun Yat Sen sebagai penganjurnya. tapi batu tahun 1912 beliau mendirikan negara baru di atas “Weltanschaung” San Min Cu I itu.dipengaruhi seorang sosialis yang bernama A. Nasionalisme . yang terdiri dari : Internasionalisme. Itu terjadi pada tahun 1917. yang memberi pelajaran kepada saya.

Kelima sila dari Pancasila Bung Karno ini. yang itu seluruhnya diambil dari kosmopolitanisme milik A.. Demokrasi serta keadilan sosial (sosialisme) seluruhnya diambil dari San Min Cu I milik Dr. Demokrasi : Keadilan sosial. Inikah Panca Dharma ? Bukan !Nama Panca Dharma tidak tepat di sini. tetaoi…. (d) Kesejahteraan sosial. Sun Yat Sen.Namanya bukan Panca Dharma. juga sama dengan internasionalisme (kosmopolitanisme) milik A. Baars. (Pidato Bung Karno pada tanggal 1 juni 1945 dimuat dalam “20 tahun Indonesia Merdeka” Dep. kita cocokkan dengan marhaenisme Bung Karno adalah persis sama. Untuk lebih jelasnya baiklah kita susun sebagai berikut: (a) Kebangsaan Indonesia berarti sama dengan nasionalisme dalam marhaenisme. kekal dan abadi.(b) Sosio – demokrasi. Sun yat Sen. Baars dan San Min Cu I milik Dr. Pustaka Bandung1981. sedang kita membicarakan dasar…. Dharma berarti kewajiban. (c) Mufakat atau domokrasi.saya namakan ini dengan petunjuk seorang teman kita ahli bahasa…. (Endang Saifuddin Anshari MA. (e) Ke-Tuhanan. Sekarang marilah kita membuktikan bahwa pancasila yang dicetuskan Bung Karno pada tanggal 1 Juni 1945 di depan sidang BPUPKI adalah sama dengan Marheinisme yang disampaikan dalam Konprensi Partindo di Mataram pada tahun 1933. juga sama dengan nasionalisme milik San Min Cu I milik Dr. Kelima sila tadi berurutan sebagai berikut: (a) Kebangsaan Idonesia. Nasionalisme . 22 Juni 1945. Penerangan RI. yang tersiri dari : Demokrasi. Baars dan Nasionalisme.. Keadilan sosial. 1965). Jadi marhaenisme menurut Bung Karno yang dicetuskan pada tahun 1933 di Mataram yaitu : Internasionalisme . Piagam Jakarta. Sila artinya asas atau dasar dan diatas kelima dasar itulah kita mendirikan negara Indonesia. Cuma ditambah dengan kata-kata Indonesia. Di dalam pidato Bung Karno pada tanggal 1 juni 1945 itu antara lain berbunyi :”Saudara-saudara ! Dasar negara telah saya sebutkan. . akan jelas sekali bahwa 4 unsur marhainisme seluruhnya diambil dari Internasionalisme milik A. lima bilangannya. (b) Internasionalisme atau peri-kemanusiaan. Sun Yat Sen. hql 17-19).namanya ialah Pancasila. (b) Internasionalisme atau peri-kemanusiaan berarti sama dengan internasionalisme dalam marhaenisme. Cuma ditambah dengan Ke Tuhanan. Dan jika kita perhatikan dengan seksama.

dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur. Piagam Jakarta berbunyi: “Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa. (e) Ke-Tuhanan yang diambil dari pendapat-pendapat para pemimpin Islam. dan (3) Islam. (2) Belanda. berasal dari 3 sumber yaitu: a) Dari San Min Cu I Dr. juga sama dengan demokrasi dalam San Min Cu I milik Dr. Sun Yat Sen. supaya berkehidupan bebangsaan yang bebas. dibentuklah satu panitia kecil untuk : a) Merumuskan kembali Pancasila sebagai dasar negara. adil dan makmur. Sun Yat Sen (Cina). Sun Yat Sen. Dan perjuangan pergerakan Kemerdekaan Indonesia telah sampai kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentausa mengantarkan rakyat Indonesia kedepan pintu gerbang Negara Indonesia. maka rakyat Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaannya. Atas berkat rahmat Alloh Yang Maha Kuasa. Baars (Belanda). yang berbicara lebih dahulu dari Bung Karno. (d) Kesejahteraan sosial berarti sama dengan keadilan sosial dalam marhaenisme. yang merupakan”Rumus Pancasila I”. di dalam sidang BPUPKI pada tanggal 1 juni 1945. sehingga dijadikan Hari Lahirnya Pancasila. Rencana mereka itu disetujui pada tanggal 22 Juni 1945. perdamaian abadi dan keadilan sosial. juga berarti sama dengan sosialisme dalam San Min Cu I milik Dr. yang merdeka.(c) Mufakat atau demokrasi berarti sama dengan demokrasi dalam marhaenisme. Sebagaimana telah dimaklumi bahwa sebelum sidang pertama BPUPKI itu berakhir. yang kemudian diberikan nama dengan “Piagam Jakarta”. Jadi Pancasila 1 juni 1945. b) Dari internasionalisme (kosmopolitanisme A. maka . c) Dari umat Islam. berdaulat. adalah bersumber dari : (1) Cina. b) Menjadikan dokumen itu sebagai teks untuk memproklamirkan Indonesia merdeka. Dengan cara mencocokkan seperti ini. bersatu. Dengan begitu bahwa pendapat yang menyatakan Pancasila itu digali dari bumi Indonesia sendiri atau dari peninggalan nenek moyang adalah sangat keliru dan salah !. berarti nampak dengan jelas bahwa Pancasila yang dicetuskan oleh Bung Karno pada tanggal 1 juni 1945. Kemudian dari pada itu untuk membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa dan ikut melasanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. dan oleh sebab itu maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan. karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri-keadilan. berdasarkan pidato yang diucapkan Bung Karno pada tanggal 1 Juni 1945. Dari dalam panitia kecil itu dipilih lagi 9 orang untuk menyelenggarakan tugas itu.

a) Ke-Tuhanan. 9 Mr. c) Persatuan Indonesia . 6 H. Op. e) Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. maka Pancasila menurut Piagam Jakarta 22 Juni 1945. sedangkan pada Rumus Pancasila II. 30-32) Dengan begitu. Kemudian pada Rumus Pancasila I. Salim . kebangsaan Indonesia yang berada pada sila pertama. ditambah dengan anak kalimat dengan kewajiban menjalankan syari’at Islam bagi pemeluk-pemeluknya”. Muhammad Yamin (Moh. SOEKARNO . Hatta dkk. 2 Drs.cit. baik mengenai sitimatikanya maupun redaksinya sangat berbeda dengan Rumus Pancasila I atau lebih dikenal dengan Pancasila Bung Karno tanggal 1 juni 1945. hal.Tuhanan. pada rumus pancasila I. 8 Wachid Hasjim . 3 Mr. A. d) Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan . yang berada pada sila kedua. redaksinya berubah sama sekali menjadi Persatuan Indonesia pada Rumus Pancasila II. 4 Abikusno Tjokrosujoso . Rumus Pancasila II ini atau lebih dikenal dengan Pancasila menurut Piagam Jakarta tanggal 22 Juni 1945. 5 Abdul Kahar Muzakir . Mohammad Hatta . Internasionalisme atau peri kemanusiaan. Lebih jelasnya Rumus Pancasila II ini adalah sebagai berikut . dengan kewajiban menjalankan syari’at Islam bagi pemelukpemeluknya. serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh Rakyat Indinesia.A Maramis .” Jakarta. dengan menjalankan syari’at Islam bagi pemeluk – kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.disusunlah kemerdekaan Kebangsaan Indonesia itu dalam suatu hukum Dasar Negara Indonesia yang berdasar kedaulatan rakyat. ke-Tuhanan ada pada sila pertama. dengan berdasar kepada : Ke. 22-6-1605. dan tempatnyapun berubah yaitu pada sila ketiga. Demikian juga pada Rumus Pancasila I . berbeda dengan Rumus Pancasila I. Ke-Tuhanan yang berada pada sila kelima.A. dan ini merupakan Rumus Pancasila II. 1 Ir. b) Kemanusiaan yang adil dan beradab . redaksinya berubah menjadi . Achmad Subardjo . 7 Mr.

maka Pancasila pada Rumus II ini. Dengan demikian terpenuhilah keinginan Bung Karno yang diucapkan pada waktu membuka rapat itu sebagai ketua panitia dengan kata-kata sebagai berikut .Kemanusiaan yang adil dan beradab. khususnya dalam rumus pancasila. maka PPKI dapat menyelesiakan acara hari itu. dan b) Memilih Presidan dan Wakil Presiden dalam waktu rapat selama 3 jam. Sehari sesudah proklamasi.” Sedangkan mengenai sifat dari Undang-Undang Dasarnya sendiri Bung Karno berkata:”Tuan-tuan tentu mengerti bahwa ini adalah sekedar Undang-Undang Dasar sementara. Maka berhubungan dengan itu saya minta sekarang kepada tuan-tuan sekalian. tanpa ada perdebatan yang substansil disahkan Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Indonesia. redaksinya berubah sama sekali pada Rumus Pancasila II. terjadilah rapat “Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia” (PPKI). adalah sebagai berikut : . inilah revolutie grodwet. “Tuan-tuan sekalian tentu mengetahui dan mengakui. Lembaga Riset Jakarta. maka pada rapat terakhir BPUPKI pada tanggal 17 Juni 1945. yaitu pada tanggal 18 Agustus 1945. Rumus Pancasila II ini atau yang lebih populer dengan nama Pancasila menurut Piagam Jakarta tertanggal 22 Juni 1945. Dalam beberapa menit saja. hal. yang didalamnya terdapat Rumus Pancasila II. secara bulat diterima rumus Pancasila II ini. bahwa barangkali boleh dikatakan pula. agar kita ini harus bisa selesai dengan Undang-Undang Dasar itu”. Pancasila dan sejarahnya. yaitu menjadi Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan dan menempati sila keempat. Panitia ini dibentuk sebelum proklamasi dan mulai aktip bekerja mulai tanggal 9 Agustus 1945 dengan beranggotakan 29 orang. yaittu: a) Menetapkan Undang-Undang Dasar . (Pranoto Mangkusasmito. 9-11). Nanti kita akan membuat undang-Undang Dasar yang lebih sempurna dan lengkap. yang berbeda pada sila ketiga. Selanjutnya pada Rumus Pancasila I. baik redaksinya. yang disahkan oleh PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945. 1972. Dan juga pada Rumus Pancasila I. Mufakat atau Demokrasi. supaya kitapun bertindak di dalam sidang ini dengan kecepatan kilat. Dengan mempergunakan rancangan yang telah dipersiapkan oleh BPUPKI. Harap diingat benar-benar oleh tuan-tuan. yang dikerjakan oleh panitia 9. Undang-Undang Dasar Kilat. tentunya mempunyai pengertian yang jauh berbeda dengan Pancasila pada Rumus I. kesejahteraan sosial yang berada pada sila keempat. bahwa kita duduk di dalam suatu zaman yang beralih sebagai kilat cepatnya. dengan beberapa perubahan. Adapun Pembukaan undang-Undang Dasar.

Dan perjuangan pergerakan Kemerdekaan Indonesia telah sampai kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentausa mengantarkan rakyat Indonesia kedepan pintu gerbang Negara Indonesia. maka rakyat Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaannya. b) Kemanusiaan yang adil dan beradab . Kemanusiaan yang adil dan beradab Persatuan Indonesia. bersatu.” Dengan demikian disahkannya Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 oleh PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945. dengan kewajiban menjalankan syari’at Islam bagi pemeluk-pemeluknya. Atas berkat Rahmat Alloh Yang Maha Kuasa. perubahan ini ternyata dikemudian hari menumbuhkan benih pertentangan sikap dan pemikiran yang tak kunjung berhenti sampai hari ini. yaitu: a) Ke-Tuhanan Yang Maha Esa. dan ikut melasanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. maka disusunlah kemerdekaan Kebangsaan Indonesia itu dalam satu Undang-Undang Dasar Negara Indonesia yang terbentuk dalam suatu Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat. yaitu pada sila pertama “Ke-Tuhanan. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan serta mewujudkan suatu Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. e) Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. dengan berdasarkan kepada : Ke. maka Rumus Pancasila mengalami perubahan lagi. supaya berkehidupan bebangsaan yang bebas. berdaulat. adil dan makmur. perdamaian abadi dan keadilan sosial.PEMBUKAAN “Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa. c) Persatuan Indonesia .” diganti dengan “Ke-Tuhanan Yang Maha Esa” . Sebab .Tuhanan Yang Maha Esa. dan untuk memajukan kesejahteraan umum mencerdaskan kehidupan bangsa. yang merdeka. Kemudian dari pada itu untuk membentuk suatu Pemerintah Negara yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri-keadilan. dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur. dan oleh sebab itu maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan. Perubahan esensial dari Rumus Pancasila II atau Pancasila menurut Piagam Jakarta tanggal 22 Juni 1945 dengan Rumus Pancasila III atau Pancasila menurut Pembukaan Undang-Undang Dasar tanggal 18 Agustus 1945. d) Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan .

Secara jelasnya Rumus Pancasila IV atau pancasila menurut mukadimah Undang-Undang Dasar RIS tanggal 29 Oktober 1949. Republik Indinesia Serikat tidak berumur .O. sampailah sejarah negara kita kepada konfrensi meja bundar di Den Haag (Nederland). c. d. Peri kemanusiaan. kesejahteraan. Syafruddin Prawiranegara. Keadilan sosia.II . Peri-Kemanusiaan. Maka demi ini kami menyusun kemerdekaan kami itu dalam satu piagam negara yang berbentuk Republik Federasi berdasarkan pengakuan “Ketuhanan Yang Maha Esa. perdamaian dan kemerdekaan dalam masyarakat dan negara hukum Indonesia Merdeka yang berdaulat sempurna. a.F. Rumus Pancasila IV ini termuat dalam muqadimah Undang-Undang Dasar Republik Indinesia Serikat (RIS). Kebangsaan. Kerakyatan dan e. yang sudah barang tentu akan membawa akibat pengertian pancasila itu menjadi berubah pula. Perubahan yang terjadi antara Rumus Pancasila II dengan Rumus Pancasila IV adalah perubahan redaksional yang sangat banyak. Selanjutnya melalui aksi militer Belanda ke-I dan ke. pemberontakan PKI di Madiun. Kerakyatan dan keadilan sosial. dengan ditandatanganinya “Piagam Persetujuan” antara delegasi Republik Indonesia dan delegasi pertemmuan untuk permusyawaratan federal (B. Kebangsaan. maka ikut berubahlah Rumus Pancasila III menjadi Rumus Pancasila IV. Ke-Tuhanan Yang Maha Esa. statemen Roem Royen yang mengembalikan Bung Karno dan kawan-kawannya dari Bangka ke Jogjakarta. dengan senantiasa berhati teguh berniat menduduki hak hidup sebagai bangsa yang merdeka berdaulat. Karena Rumus Pancasila II telah diterima secara bulat oleh BBUPKI pada tanggal 17 Juli 1945. oleh PPKI adalah suatu pengkhianatan oleh golongan nasionalis dan kristen. yang bunyinya sebagai berikut: Mukadimah Kami bangsa Indonesia semenjak berpuluh-puluh tahun lamanya bersatu padu dalam perjuangan kemerdekaan.) mengenai “Konstitusi Republik Indinesia Serikat” (RIS) di Seyeningen pada tanggal 29 Oktober 1949. dan dibentuknya negara-negara bagian oleh Belanda. b.” Untuk mewujudkan kebahagiaan. Konfrensi ini berlangsung dari tanggal 23 Agustus 1949 sampai tanggal 2 November 1949. Ini dengan berkat dan rahmat Tuhan telah sampailah kepada ringkatan sejarah yang berbahagia dan luhur. sedangkan Presiden darurat RI pada waktu itu ialah Mr.umat Islam menganggap bahwa pencoretan anak kalimat pada sila pertama Ke-Tuhanan dengan kewajiban menjalankan syari’at Islam bagi pemeluk-pemeluknya. adalah sebagai berikut.

karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan. Dengan berkat dan rahmat Tuhan tercapailah tingkat sejarah yang berbahagia dan luhur. kesejahteraan.sampai 1 tahun. Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentausa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan negara Indonesia yang merdeka. adalah sebagai berikut. bersatu. b) Peri-Kemanusiaan. Pada tanggal 19 Mei 1950 ditanda tangani “Piagam Persetujuan” antara pemerintah RIS dan pemerintah RI. dan kemerdekaan yang berdaulat sempurna”. Maka demi ini kami menyusun kemerdekaan kami itu dalam suatu piagam negara yang berbentuk Republik Kesatuan. perdamaian. yang didalamnya terdapat rumus Pancasila. yang menyatakan “Pembubaran kostituante dan tidak berlakunya lagi Undang-Undang Dasar 1945”. antara lain menyetujui rencana Undang-Undang Dasar sementara negara kesatuan Republik Indonesia seperti yang dilampirkan pada pernyataan bersama”. berdasarkan pengakuan Ketuhanan yang Maha Esa. baik redaksinya maupun pengertiannya secara esensial dan mendasar. Mukadimah “Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan. Dan pada tanggal 20 Juli 1950 dalam pernyataan bersama kedua pemerintah dinyatakan. Sebab setelah itu Bung Karno merumuskan Pancasila dengan menggunakan “ Teori Perasan” yaitu pancasila itu diperasnya menjadi tri sila ( tiga sila) : sosionasionalisme (yang mencakup . Pembukaan Undang-Undang Dasar sementara 1950. Rumus Pancasila mengalami perubahan. Pembukaan Undang-Undang Dasar sementara negara kesatuan Repiblik Indonesia seperti yang dilampirkan pada pernyataan bersama. kerakyatan dan keadilan sosial. adil dan makmur. Rumus Pancasila dalam mukadimah Undang-Undang Dasar sementara adalah merupakan rumus pancasila V. a) Ke-Tuhanan Yang Maha Esa. c) Kebangsaan. untuk mewujudkan kebahagiaan. kebangsaan. dan ternyata antara Rumus Pancasila IV dan Rumus Pancasila V tidak ada perubahan baik sistimatikanya maupun redaksinya. Tetapi setelah dekrit Presiden tanggal 5 Juli 1959. Untuk jelasnya Rumus Pancasila di dalam mukadimah Undang-Undang Dasar sementara dapat disusun sebagai berikut. d) Kerakyatan dan e) Keadilan sosial. peri kemanusiaan. berdaulat.

Dan demokresi yang bukan demokrasi barat. saya kumpulkan lagi menjadi satu. 2. Tetapui barangkali tidak semua tuan-tuan senang kepada trisila ini. ynag antara lain menyatakan : . 3. Sosialisme Indonesis. dan hal ini dapat dilihat dari pidatonya pada tanggal 1 Juni 1945 di depan BPUPKI. dan yang tiga menjadi satu. Saudara Tanya kepada saya apakah perasan tiga perasan itu ? Berpuluh-puluh tahun sudah saya pikirkan dia. Trisila diperas menjadi Ekasila 4. agama dan komunis). tetapi itulah hakekat Pancasila yang ia lahirkan pada tanggal 1 Juni 1945. Ekasila yaitu gotong-royong. sociodemocratie dan ketuhanan. yang antara lain berbunyi. Sosio demokrasi (yang mencakup demokrasi dan kesejahteraan sosial dan ketuhanan. Bung Karno menjabarkan dan melengkapi Pancasila itu dengan Manifesto Politik ( Manipol ) dan USDEK ( Undang-Undang Dasar 45. yaitu pilitieke democratie dengan sociale rechtvaardigheid. Dan gotong royong diwujudkan oleh Bung Karno dalam bentuk nasakom (nasional. Kalau tuan senang dengan simbul tiga ambillah yang tiga ini. kebangsaan dan peri kemanusiaan. kebangsaan dan internasionalisme. Selain “teori perasan’ Pancasila. ialah dasar-dasarnya Indonesia. saya jadikan satu. Ekasila itu tidak lain ialah gotong-royong. yaitu perkataan gotong-royong ! alangkah hebatnya ! negara gotong-royong. saya peras menjadi satu : itulah yang dahulu saya namakan socio-nationalisme. “Atau barang kali ada saudara-saudara yang tidak senang atas bilangan itu ? Saya boleh peras sehingga tinggal tiga saja. dan minta satu dasar saja ? Baiklah. Trisila ini diperas lagi menjadi Ekasila (satu sila). Trisila terdiri atas: a) Sosionasionalisme b) Sosio c) Ketuhanan. Hal ini bisa kita jumpai di dalam “Tujuh Bahan Pokok Indoktrinasi”. Pancasila itu diperasnya menjadi tri sila (tiga sila). Tinggal lagi ketuhanan yang menghormati satu sama lain. Weltanschaung kita. tetapi pilitiek economiche democratie. Jadi yang asalnya lima itu telah menjadi tiga: socionationalisme. Apakah yang satu ? ……Jikalau saya peras yang lima menjadi tiga. Lebih jelasnya teori perasan Bung Karno dapat disusun sebagai berikut: 1. Demokrasi Terpimpin. demikrasi dengan kesejahteraan saya peraskan pula menjadi satu. Inilah yang dulu saya namakan socio democratie. Teori perasan Bung Karno ni bukan masalah baru. maka dapatlah saya satu perkataan Indonesia yang tulen. Dua dasar yang pertama.kebangsaan Indonesia dan peri kemanusiaan). Ekonomi Terpimpin dan Kepribaian Indonesia).

Kemanusiaan yang adil dan beradab. khususnya angkatan ’66. Manifesto Politik. meletuslah Gerakan 30 September PKI. yang membawa runtuhnya rezim Orde Lama. memberikan kesempatan kepada mereka untuk melakukan kudeta dan perebutan kekuasaan. Meletusnya G 30 S / PKI dari kandungan Nasakom. menurut regim Orde baru disebabkan oleh penyelewengan pancasila dari rel yang sebenarnya. yang ber-Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan. yang isinya antara lain sebagai berikut : Hal ini sebagaimana yang tercantum dalam undang-undang dasar ’45 pasal 1 ayat 2 yang berbunyi: “Kedaulatan adalah ditangan rakyat dan dilakukan sepenuhnya oleh MPR. USDEK dan pancasila tidak dapat dipisahkan satu sama lain. bertempat di Universitas Indonesia. bahwa penyelewengan Pancasila oleh rezim orde Lama disebabkan “belum jelasnya filsafat Pancasila dan belum adanya tafsiran yang terperinci”. 2. – maka pancasila dan Manifesto politik dan USDEK adalah merupakan satu kesatuan. Oleh karena itu rezim Orde Baru mencanangkan semboyan “Laksanakan Pancasila dan UUD 45 secara murni dan konsekwen”. Pendapat ini bisa dilihat dari kesimpulan “Simposium Kebangkitan Generasi ’66 Menjelajah Tracee baru”. Menurut Orde baru.” Dan juga terdapat dalam pasal 3 yang berbunyi: “MPR menetapkan undang-undang dasar dan garis-garis besar pada haluan negara. Jika saya harus mengambil qiyas agama – sekadar qiyas – maka saya katakan : Pancasila adalah semacam Qur’annya dan Manifesto Politik dan USDEK adalah semacam Hadits-haditsnya. serta ber-Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. yang diselenggarakan pada tanggal 6 mei 1966. yang ber-Ketuhanan yang mahaesa. yang berPersatuan Indonesia. yang ber-Kemanusiaan yang adil dan beradab. USDEK adalah pemancaran dari pada Pancasila. Awas saya tidak mengatakan bahwa Pancasila adalah Qur’an dan Manifsesto Politik dan USDEK adalah hadits ! Qur’an dan Hadits shahih merupakan satu kesatuan. Dominasi komunis di dalam pemerintahan dan berbagai sektor kehidupan. yang ber- . Manifesto politik. Dengan Naskaom memberi peluang yang besar kepada golongan komunis seperti Partai Komunis Indonesia ( PKI ) untuk memasuki berbagai instansi sipil dan militer.“Ada orang menanya : Kepada Manifesto Polotik ? Kan kita sudah mempunyai Pancasila? Manifesto Politik adalan pancaran dari Pancasila. USDEK dan Pancasila adalah terjalin satu salam lain.” Dengan demikian dapatlah disimpulkan bahwa Pancasila sebagai dasar negara sesungguhnya berisi: 1. Teori perasan Pancasila yang dilengkapi dengan manifesto Politik dan USDEK adalah merupakan Rumus Pancasila VI. Ketuhanan yang mahaesa.

4. Persatuan Indonesia. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan. BAB PENUTUP A . yang ber-Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan.Persatuan Indonesia. Pancasila juga merupakan sumber kejiwaan masyarakat dan negara Republik Indonesia. 5. yang ber-Ketuhanan yang mahaesa. yang ber-Ketuhanan yang mahaesa. yang ber-Persatuan Indonesia. dan ber-Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. III KESIMPULAN Pancasila adalah pandangan hidup bangsa dan dasar negara Republik Indonesia. ber-Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan. dan ber-Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. yang ber-Ketuhanan yang mahaesa. 3. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. yang ber-Persatuan Indonesia. yang ber-Kemanusiaan yang adil dan beradab. Maka manusia Indonesia menjadikan pengamalan Pancasila sebagai perjuangan utama dalam kehidupan . dan ber-Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan. yang ber-Kemanusiaan yang adil dan beradab. yang ber-Kemanusiaan yang adil dan beradab. dan ber-Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

B baik dipusat . setiap penyelenggara negara yang secara meluas akan berkembang menjadi pengalaman Pancasila oleh setiap lembaga kenegaraan dan lembaga kemasyarakatan. SARAN Berdasarkan uraian di atas kiranya kita dapat menyadari bahwa Pancasila merupakan falsafah negara kita republik Indonesia. maka kita harus menjungjung tinggi dan mengamalkan silasila dari Pancasila tersebut dengan setulus hati dan penuh rasa tanggung jawab. . maupun di daerah. Oleh karena itu pengalamannya harus dimulai dari setiap warga negara Indonesia.kemasyarakatan dan kehidupan kengaraan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful