Apgar 19,20,21 Nilai Apgar digunakan untuk menentukan prognosis dan keperluan pengawasan di kam ar bersalin dan ruang rawat

bayi. Penilaian dilakukan pada menit pertama dan kel ima sesudah bayi lahir. Nilai Apgar berkembang pada tahun 1952 oleh ahli anestes iologi kebidanan, Virginia Apgar. Penilaian Apgar di menit pertama diperlukan un tuk menetapkan apakah perlu ada bantuan terhadap bayi yang baru lahir. Sementara , Apgar di menit kelima untuk meramalkan prognosis kemampuan hidup dari bayi yan g baru lahir, karena kemampuan untuk bertahan hidup berhubungan dengan kondisi b ayi di ruangan bersalin (Apgar and associates, 1958). Nilai diberikan antara nol sampai sepuluh untuk masing-masing kondisi dengan total maksimum adalah sepuluh . Pada menit pertama Apgar, nilai tujuh sampai sepuluh mengindikasikan bayi memb utuhkan perawatan post delivery rutin. Nilai empat sampai enam mengindikasikan p erlunya bantuan nafas. Nilai dibawah empat mengindikasikan perlunya alat bantu k ehidupan. Pada menit kelima Apgar, nilai tujuh sampai sepuluh adalah normal. Jik a nilai dibawah tujuh bayi harus dimonitor terus dan dilakukan pengecekan setiap lima menit hingga menit ke dua puluh. Nilai dibawah normal bukan berarti ada ma salah permanen pada bayi. Pada analisa lebih dari 150.000 bayi yang baru lahir di rumah sakit Parkland, Ca sey and associates didapatkan bahwa nilai pada menit kelima dapat memprediksi ke mampuan untuk hidup 28 hari pertama kehidupan. Mereka menemukan bahwa kematian n eonatal mendekati 1 dari 5000 untuk nilai 7 sampai 10, sedangkan nilai 3 atau ku rang dari itu kematian neonatal mendekati 1 dari 4 kelahiran. Rendahnya nilai pa da menit kelima dapat digunakan untuk memprediksi kematian neonatal pada bayi pr eterm. Mereka menyimpulkan bahwa sistem nilai Apgar sesuai untuk mmprediksi kema tian neonatal saat ini sama halnya dengan 50 tahun yang lalu. Hubungan antara ni lai Apgar dengan keadaan neurologi yang kurang baik mendatang meningkat ketika n ilai 3 atau kurang pada menit ke 10, 15, dan 20 tetapi masih tidak bisa mengindi kasikan penyebab untuk ketidakmampuan anak mendatang (Freeman and and Nelson, 19 88; Nelson and Ellenberg, 1981). Nilai Apgar tidak dapat menyimpulkan keadaan hy poxia sebagai penyebab cerebral palsy. Seorang neonatus yang mengalami asfiksia yang berat cukup untuk menyebabkan bahaya neurology akut. Hal-hal yang dinilai adalah: A : Appreance (warna kulit) P : Pulse (denyut nadi) G: Grimace (refleks) A: Activity (tonus otot) R: Respiration effort (usaha bernafas). 2. Atas dasar pengalaman klinis, jika nilai Apgar mencapai 7 Setiap item skornya 0 â â 10, bayi dianggap sehat. Pada nilai 4 â 7, bayi dianggap mengalami asfiksia (keadaan kekurangan oksigen dalam saluran pernapasan) sedang dan kemungkinan dibutuhkan r esusitasi (mengembalikan ke kondisi normal). Lalu, jika nilai Apgar di bawah 3, dipandang terjadi asfiksia berat dan perlu dilakukan resusitasi segera.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful