Tugas Mata Kuliah Pembangunan Masyarakat Desa (Pemerintahan Desa) Yang Dibuat Oleh Junaidi Pangeran Saputra

0

I.

PENDAHULUAN

A. Pemerintah Desa Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 72 tahun 2005 tentang desa, disebut bahwa desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas-batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat, berdasarkan asal-usul dan adat istiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam sistem Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pemerintah desa terdiri-dari kepala desa dan perangkat desa, sedangkan perangkat desa terdiri-dari sekretaris desa dan Perangkat lainnya, yaitu sekretariat desa, pelaksana teknis lapangan dan unsur kewilayahan yang jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi sosial budaya setempat. Kepala desa mempunyai tugas menyelenggarakan urusan pemerintahan, antara lain pengaturan kehidupan masyarakat sesuai dengan kewenangan desa seperti, pembuatan peraturan desa, pembentukan lembaga kemasyarakatan, pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUMD) dan kerjasama antar desa. Urusan pembangunan antara lain: pemberdayaan masyarakat dalam penyediaan sarana prasarana fasilitas umum desa seperti, jalan desa, jembatan desa, irigasi desa, pasar desa sedangkan urusan kemasyarakatan meliputi: pemberdayaan masyarakat melalui pembinaan kehidupan sosial budaya masyarakat seperti, bidang kesehatan, pendidikan serta adat istiadat. Struktur pemerintahan desa sebagai berikut:

BPD

KEPALA DESA

SEKRETARIS DESA

URUSAN KEUANGAN

URUSAN UMUM

KAUR PEM

KAUR KESRA

KAUR EKBANG

AMIL

AMIL

AMIL

KADUS. I

KADUS. II

KADUS. III

Struktur Pemerintahan Desa, Sumber: Unpad (2011) Tugas Mata Kuliah Pembangunan Masyarakat Desa (Pemerintahan Desa) Yang Dibuat Oleh Junaidi Pangeran Saputra

1

B. Badan Permusyawaratan Desa Badan Permusyawaratan Desa (BPD) berkedudukan sebagai unsur penyelenggara pemerintahan desa: 1. Anggota BPD adalah wakil dari penduduk desa, berdasarkan keterwakilan wilayah yang ditetapkan dengan cara musyawarah dan mufakat. 2. Anggota BPD terdiri dari Ketua Rukun Warga, Pemangku adat, golongan profesi, pemuka agama dan tokoh atau pemuka masyarakat lainnya. 3. Masa jabatan anggota BPD adalah 6 (enam) tahun dan dapat diangkat/ diusulkan kembali untuk 1(satu) kali masa jabatan berikutnya. 4. Jumlah anggota BPD berjumlah ganjil, minimal 5 (lima) orang maksimal 11 (sebelas) orang, berdasarkan: luas wilayah, jumlah penduduk dan kemampuan keuangan desa. 5. 6. Peresmian anggota BPD ditetapkan dengan Keputusan Bupati/Walikota. Sebelum memangku jabatannya, anggota BPD mengucapkan sumpah/ janji secara bersama-sama di hadapan masyarakat dan dipandu oleh Bupati/Walikota. 7. Pimpinan BPD terdiri dari: ketua (1 orang), wakil ketua (1 orang) dan sekretaris (1 orang). Struktur Badan Permusyarawatan Desa (BPD) sebagai berikut:
SK BUPATI/WALIKOTA

KETUA BPD

WAKIL KETUA SEKRETARIS

KOMISI A

KOMISI B

KOMISI C

KOMISI D

ANGGOTA

ANGGOTA

ANGGOTA

ANGGOTA

Struktur Badan Permusyarawatan Desa (BPD), Sumber: Unpad (2011)

Tugas Mata Kuliah Pembangunan Masyarakat Desa (Pemerintahan Desa) Yang Dibuat Oleh Junaidi Pangeran Saputra

2

C. Lembaga Kemasyarakatan Desa Berdasarkan Pasal 211 UU No. 32 Tahun 2004 dan Pasal 89 ayat (1) PP No. 72 Tahun 2005, di desa dapat dibentuk Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD), yang diatur lebih lanjut Permendagri No. 5 Tahun 2007 tentang pedoman penataan Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD). Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD) yang disebut dengan nama lain adalah lembaga yang dibentuk oleh masyarakat sesuai dengan kebutuhan dan merupakan mitra pemerintah desa dalam memberdayakan masyarakat. Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD) dapat dibentuk atas prakarsa masyarakat yang difasilitasi pemerintah melalui musyawarah dan mufakat. Pembentukan Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD) ditetapkan dalam Peraturan Desa dengan berpedoman pada Peraturan Daerah Kabupaten/Kota, berdasarkan pertimbangan bahwa kehadiran lembaga tersebut sangat dibutuhkan oleh masyarakat, maksud dan tujuannya jelas, bidang kegiatannya tidak tumpang tindih dengan lembaga yang sudah ada. Struktur Lembaga Kemasyarakatan sebagai berikut:

KEPALA DESA

KETUA

WAKIL KETUA BENDAHARA SEKRETARIS

ANGGOTA

ANGGOTA

ANGGOTA

ANGGOTA

Struktur Lembaga Kemasyarakatan, Sumber: Unpad (2011)

D. Kerjasama Desa Berdasarkan Pasal 214 UU No. 32 Tahun 2004, dan Pasa182 PP No. 72 Tahun 2005, terbitlah Permendagri No. 38 Tahun 2007 tentang Kerjasama Desa. Desa dapat mengadakan kerja sama antar desa sesuai dengan kewenangannya, untuk kepentingan desa masing-masing dan kerja sama dengan pihak ketiga dalam bentuk perjanjian bersama atau membentuk peraturan bersama dan apabila kerjasama tersebut membebani masyarakat dan desa harus mendapatkan persetujuan tertulis berdasarkan hasil rapat khusus dari BPD, yang meliputi bidang pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan.
Tugas Mata Kuliah Pembangunan Masyarakat Desa (Pemerintahan Desa) Yang Dibuat Oleh Junaidi Pangeran Saputra

3

Kerjasama Desa dengan pihak ketiga dapat dilakukan dalam bidang: peningkatan perekonomian masyarakat desa, peningkatan pelayanan pendidikan, kesehatan, sosial budaya, ketentraman dan ketertiban, pemanfaatan Sumber Daya Alam (SDA) dan teknologi tepat guna dengan memperhatikan kelestarian lingkungan. Kerjasama antar desa ditetapkan dengan Keputusan Bersama Kerjasama Desa dengan pihak ketiga ditetapkan dengan perjanjian bersama. Penetapan keputusan bersama atau perjanjian bersama dimaksud dilakukan oleh pihak-pihak yang melakukan kerjasama sesuai ketentuan yang berlaku. II. PERATURAN DESA A. Pengertian Berdasarkan prinsip desentralisasi dan otonomi daerah. Desa diberi kewenangan untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat berdasarkan asal usul dan adat istiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam sistem Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dalam rangka pengaturan kepentingan masyarakat, maka guna meningkatkan kelancaran dalam penyelenggaraan, pelaksanaan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan perkembangan dan tuntutan reformasi serta dalam rangka mengimplementasikan pelaksanaan UU No. 32 Th. 2004, ditetapkanlah Peraturan Pemerintah No. 72 Tahun 2005 tentang Desa. Peraturan Desa dibentuk dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan desa, dengan demikian maka Peraturan Desa harus merupakan penjabaran lebih lanjut dari peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi dan tidak boleh bertentangan dengan kepentingan umum atau peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi serta harus memperhatikan kondisi sosial budaya masyarakat desa setempat dalam upaya mencapai tujuan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan masyarakat jangka panjang, menengah dan jangka pendek. Peraturan Desa dibentuk berdasarkan pada asas pembentukan peraturan perundang-undangan yang baik (Pasal 2 Permendagri NO 29 Tahun 2006), meliputi: 1. 2. 3. 4. Kejelasan tujuan, kelembagaan atau organ pembentuk yang tepat. Kesesuaian antara jenis dan materi muatan. Dapat dilaksanakan dan kedayagunaan. Kejelasan rumusan dan keterbukaan.

Tugas Mata Kuliah Pembangunan Masyarakat Desa (Pemerintahan Desa) Yang Dibuat Oleh Junaidi Pangeran Saputra

4

B. Jenis Peraturan Desa Peraturan Desa merupakan penjabaran lebih lanjut dalam rangka pelaksanaan UU No. 32 Tahun 2004 dan PP No. 72 Tahun 2005, Peraturan Desa yang wajib dibentuk berdasarkan PP No. 72 Tahun 2005 adalah sebagai berikut: 1. 2. Pasal 3. Peraturan desa tentang pembentukan dusun atau sebutan lain. Pasal 12 ayat 5. Peraturan desa tentang susunan organisasi dan tatakerja pemerintahan desa. 3. 4. Pasal 7 ayat 3. Peraturan desa tentang anggaran pendapatan dan belanja desa. Pasal 64 ayat 2. Peraturan desa tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMD). 5. 6. 7. Pasal 76. Peraturan desa tentang pengelolaan keuangan desa. Pasal 182 ayat 2. Peraturan desa tentang pembentukan Badan Kerjasama. Pasal 89 ayat 2. Peraturan desa tentang pembentukan Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD). Selain peraturan desa yang wajib dibentuk seperti tersebut di atas, pemerintahan desa juga dapat membentuk peraturan desa yang merupakan pelastarian lebih lanjut dari Peraturan Daerah dan peraturan perundang-undangan lainnya yang disesuaikan dengan kondisi sosial budaya setempat, antara lain: 1. 2. Peraturan Desa tentang pembentukan panitia pencalonan dan pemilihan Kepala Desa. Peraturan Desa tentang penetapan yang berhak menggunakan hak pilih dalam pemilihan Kepala Desa. 3. Peraturan Desa tentang penentuan tanda gambar calon, pelaksanaan kampanye, cara pemilihan dan biaya pelaksanaan pemilihan Kepala Desa. 4. Peraturan Desa tentang pemberian penghargaan kepada mantan Kepala Desa dan perangkat desa. 5. Peraturan Desa tentang penetapan pengelolaan dan pengaturan pelimpahan atau pengalihan fungsi sumber-sumber pendapatan, kekayaan desa dan pungutan desa.

Tugas Mata Kuliah Pembangunan Masyarakat Desa (Pemerintahan Desa) Yang Dibuat Oleh Junaidi Pangeran Saputra

5

III.

PERENCANAAN PEMBANGUNAN DESA

A. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa Perencanaan pembangunan desa disusun dalam periode 5 (lima) tahun merupakan RPJM-Desa yang memuat arah kebijakan keuangan desa, strategi pembangunan desa, program kerja desa dan ditetapkan dengan peraturan desa kemudian dijabarkan ke dalam Rencana Kerja Pembangunan Desa (RKP-Desa) untuk jangka waktu 1 (satu) tahun. RKPDesa memuat: kerangka ekonomi desa, prioritas pembangunan desa, rencana kerja dan pendanaan, baik yang dilaksanakan langsung oleh pemerintah desa maupun yang ditempuh dengan mendorong partisipasi masyarakat dengan mengacu pada RPJM-Desa. Rencana pembangunan desa didasarkan pada: 1. Pemberdayaan yaitu upaya untuk mewujudkan kemampuan dan masyarakat dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. 2. Partisipatif, yaitu keikutsertaan dan keterlibatan masyarakat secara aktif dalam proses pembangunan. 3. Berpihak pada masyarakat, yaitu seluruh proses pembangunan di pedesaan secara serius memberikan kesempatan yang seluas-luasnya bagi masyarakat khususnya masyarakat miskin. 4. Terbuka, yaitu setiap proses tahapan perencanaan pembangunan dapat dilihat dan diketahui secara langsung oleh seluruh masyarakat desa. 5. Akuntabel, yaitu setiap proses dan tahapan-tahapan kegiatan pembangunan dapat dipertanggungjawabkan dengan benar, baik pada pemerintah di desa maupun pada masyarakat. 6. Selektif, yaitu semua masalah terseleksi dengan baik untuk mencapai hasil yang optimal. 7. Efisien dan efektif, yaitu pelaksanaan perencanaan kegiatan sesuai dengan potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang tersedia. 8. Keberlanjutan, yaitu setiap proses dan tahapan kegiatan perencanaan harus berjalan secara berkelanjutan. 9. Cermat, yaitu data yang diperoleh cukup obyektif, teliti, dapat dipercaya dan menampung aspirasi masyarakat.
Tugas Mata Kuliah Pembangunan Masyarakat Desa (Pemerintahan Desa) Yang Dibuat Oleh Junaidi Pangeran Saputra

kemandirian

6

B. Rencana Kegiatan Pembangunan di Desa Penyusunan RKP-Desa dilakukan melalui kegiatan-kegiatan: 1. Persiapan a. Pembentukan tim penyusun RKP-Desa yang ditetapkan dengan Keputusan Kepala Desa. b. Tim penyusun RKP-Desa terdiri dari: kepala desa selaku pengendali kegiatan, sekretaris desa selaku penanggungjawab kegiatan, lembaga pemberdayaan kemasyarakatan desa selaku penanggungjawab pelaksana kegiatan, tokoh masyarakat, tokoh agama selaku nara sumber, pengurus TP-PKK desa, KPM selaku anggota, pemandu selaku pendamping dalam proses penyusunan RKPDesa. 2. Pelaksanaan Kegiatan pelaksanaan mengacu kepada RPJM-Desa dengan memilih prioritas kegiatan setiap tahun anggaran yang telah disepakati oleh seluruh unsur masyarakat 3. Pemasyarakatan Kegiatan pemasyarakatan RKP-Desa dilakukan pada berbagai kegiatan organisasi dan kelompok masyarakat. IV. PEMILIHAN KEPALA DESA A. Tahap Pencalonan Pada tahap ini panitia pemilihan kepala desa melakukan kegiatan-kegiatan sebagai berikut: 1. Mengumumkan kepada masyarakat desa tentang akan diselenggarakannya pemilihan kepala desa. 2. Melakukan pendaftaran pemilih terhadap penduduk desa warga negara indonesia yang pada hari pemungutan suara, sudah berumur 17 (tujuh belas) tahun atau sudah/pernah kawin. 3. Mengumumkan kepada penduduk desa tentang pendaftaran bakal calon kepala desa, beserta persyaratan-persyaratannya. 4. Menyusun jadwal (time schedule) penyelenggaraan pemilihan kepala desa sesuai dengan tahapan pemilihan.
Tugas Mata Kuliah Pembangunan Masyarakat Desa (Pemerintahan Desa) Yang Dibuat Oleh Junaidi Pangeran Saputra

7

5.

Menyusun rencana biaya penyelenggaraan pemilihan kepala desa dan mengajukannya kepada BPD.

6.

Merancang tempat pemungutan suara, mempersiapkan administrasi penyelenggaraan pemilihan kepala desa.

7.

Melaksanakan penjaringan dan penyaringan bakal calon kepala desa sesuai persyaratan, dengan melakukan pemeriksaan identitas bakal calon berdasarkan persyaratan yang ditentukan.

8.

Menetapkan bakal calon kepala desa yang telah memenuhi persyaratan sebagai calon kepala desa dan melaporkan calon kepala desa tersebut kepada bupati/walikota.

9.

Mengumumkan calon kepala desa yang berhak dipilih kepada masyarakat di tempattempat yang terbuka sesuai dengan kondisi sosial budaya masyarakat setempat.

10. Menyiapkan surat undangan bagi penduduk yang berhak memilih, menyiapkan kartu suara, kotak suara serta perlengkapan lainnya dalam rangka pemungutan suara dan perhitungan suara. B. Tahap Pemilihan Pada tahap pemilihan, dilaksanakan kegiatan-kegiatan sebagai berikut: 1. Pelaksanaan kampanye dapat dilakukan sekurang-kurangnya delapan hari menjelang hari pemungutan suara dan ketentuan selamalamanya 6 hari masa kampanye diikuti masa tenang selama 2 hari. Panitia pemilihan kepala desa menyusun jadwal kampanye masing-masing calon kepala desa sehingga tidak terjadi "Bentrok" tempat dan waktu kampanye para calon kepala desa. 2. Panitia pemilihan kepala desa mengirimkan undangan untuk memberikan suaranya pada waktu dan tempat diselenggarakannya pemungutan suara, kepada penduduk yang terdaftar dalam daftar pemilih. 3. Panitia pemilihan mempersiapkan tempat pemungutan suara, pada tempat yang telah ditetapkan, beserta seluruh perlengkapan pemungutan suara. 4. Guna menjaga keamanan dan ketertiban pada saat dilaksanakannya pemungutan suara, panitia pemilihan dapat meminta bantuan keamanan dari aparat keamanan (POLRI). 5. Pemungutan suara dilaksanakan oleh panitia pemilihan pada hari dan tempat yang

Tugas Mata Kuliah Pembangunan Masyarakat Desa (Pemerintahan Desa) Yang Dibuat Oleh Junaidi Pangeran Saputra

8

telah ditetapkan, secara LUBER jujur dan adil dengan dihadiri oleh para calon dan saksi yang mewakili calon serta diawasi oleh pejabat. Pemberian suara oleh penduduk yang berhak memilih tidak boleh diwakilkan dengan alasan apapun. Pemberian suara dilakukan dengan memilih dan mencoblos salah satu tanda gambar yang bentuk, model ukuran dan warnanya ditetapkan oleh BPD. 6. Pemungutan suara dianggap sah apabila pemilih yang hadir untuk memerikan suaranya memenuhi jumlah quorum yaitu 2/3 dari jumlah daftar pemilih. Pengesahan pengangkatan kepala desa terpilih, paling lama 15 (lima belas) hari terhitung tanggal diterimanya penyampaian hasil pemilihan dari BPD. 7. Masa jabatan kepala desa adalah 6 tahun terhitung sejak tanggal pelantikan dan dapat dipilih kembali hanya untuk satu kali masa jabatan berikutnya. 8. Pemilihan kepala desa dalam kesatuan masyarakat hukum adat beserta hak tradisionalnya sepanjang masih hidup dan yang diakui keberadaannya berlaku ketentuan hukum adat setempat yang ditatur dalam Perda dan wajib memperhatikan nilai-nilai sosial budaya dan adat-istiadat kesatuan masyarakat hukum adat setempat. V. PELAYANAN KEPENDUDUKAN

Penyelenggaraan administrasi kependudukan merupakan salah satu tugas dari pemerintah desa. Administrasi penduduk adalah kegiatan pencatatan data dan informasi mengenai penduduk dan mutasi penduduk, yang meliputi kegiatan-kegiatan pendaftaran dan pencatatan kependudukan, yaitu kelahiran, pendatang baru, tamu (kunjungan singkat), perpindahan, kematian dan pengelolaan buku-buku administrasi penduduk. Lingkup pendaftaran dan pencatatan adalah seluruh wilayah desa, baik penduduk tetap maupun penduduk tidak tetap, Warga Negara Indonesia (WNI) maupun Warga Negara Asing (WNA). A. Pelayanan Pemberian Kartu Keluarga Keluarga adalah sekelompok orang yang mendiami sebagian/seluruh bangunan yang tinggal bersama dan makan dari satu dapur yang tidak terbatas pada orang-orang yang mempunyai hubungan darah saja atau seseorang yang mendiami sebagian atau seluruh bangunan yang mengurus keperluan hidupnya sendiri.

Tugas Mata Kuliah Pembangunan Masyarakat Desa (Pemerintahan Desa) Yang Dibuat Oleh Junaidi Pangeran Saputra

9

Kepala Keluarga adalah orang yang bertempat tinggal dengan orang lain, mempunyai hubungan darah maupun tidak, yang bertanggung jawab dalam keluarga itu, orang yang bertempat tinggal sendiri, kepala kesatrian, asrama, rumah piatu dan lain-lain dimana beberapa orang bertempat tinggal bersama-sama. Anggota Keluarga adalah mereka yang tercantum dalam Kartu Keluarga yang secara kemasyarakatan menjadi tanggung jawab Kepala Keluarga, setiap keluarga wajib memiliki Kartu Keluarga. Kartu Keluarga harus diisi lengkap dan benar tentang data Kepala Keluarga dan Anggota Keluarga (data yang ada pada Kartu Keluarga dimasukkan ke dalam Buku Data Induk Penduduk Desa (Model B 1)). Kartu Keluarga terdiri dari 3 (tiga) rangkap: Kantor Desa (1 lembar), Ketua RT (1 lembar) dan Kepala Keluarga (1 lembar). B. Pelayanan Pemberian Kartu Tanda Penduduk Kartu Tanda Penduduk (KTP) adalah kartu sebagai bukti diri bagi setiap penduduk dalam wilayah Negara Republik Indonesia. KTP wajib dimiliki oleh penduduk yang sudah berusia 17 (tujuh belas) tahun ke atas atau telah atau pernah menikah. Pembuatan KTP dilakukan selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari sejak: berusia 17 tahun, tanggal pernikahan (bagi yang menikah belum berusia 17 tahun). C. Pendaftaran Pelaporan Kelahiran Pelaporan kelahiran dilakukan di kantor desa selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari kerja sejak tanggal kelahiran, persyaratan: Surat Pengantar dari RT/RW, Surat Keterangan dari Dokter/Bidan, Kartu Keluarga dan KTP, Surat Nikah/Akte Perkawinan dan Surat Keterangan Pendaftaran Penduduk Tetap (SKPPT) bagi penduduk WNA atau Surat Keterangan Pendaftaran Penduduk Sementara (SKPPS). D. Pendaftaran Pelaporan Lahir Mati Pelaporan lahir mati dilakukan terhadap kelahiran bayi yang meninggal di atas 7 (tujuh) bulan usia kandungan berdasarkan Surat Keterangan (Visum Et Repertum) dari Dokter/Puskesmas/Rumah Sakit atau Surat Keterangan lainnya. Pelaporan lahir mati dilakukan di Kantor Desa selambat-lambatnya 3 (tiga) hari kerja sejak tanggal kematian.

Tugas Mata Kuliah Pembangunan Masyarakat Desa (Pemerintahan Desa) Yang Dibuat Oleh Junaidi Pangeran Saputra

10

E. Pendaftaran Pelaporan Perpindahan Duduk Pelaporan perpindahan dilakukan di Kantor Desa. Perpindahan penduduk adalah berpindahnya tempat tinggal penduduk ke luar wilayah desa. Perpindahan penduduk dalam satu wilayah desa, hanya merupakan perubahan alamat tempat tinggal dan tidak diterbitkan Surat Keterangan Pindah. Bagi penduduk yang pindah ke luar wilayah desa, Kartu Keluarga dan Kartu Tanda Penduduk dicabut oleh Kepala Desa. F. Pendaftaran Pelaporan Kedatangan Penduduk Pendatang baru adalah penduduk yang datang akibat mutasi kepindahan dari luar wilayah Kecamatan dan wajib melaporkan kedatangannya ke Desa selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari kerja sejak tanggal Surat Keterangan Pindah. VI. PENUTUP

Sekelumit tulisan mengenai penyelenggaraan pemerintahan desa yang ditinjau dari pendekatan normatif ini dimaksudkan untuk lebih mengarahkan dan mengoptimalkan penyelenggaraan pemerintahan desa terutama tercapainya tertib administrasi pemerintahan desa. Keberhasilan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat serta tercapainya pelayanan prima ditingkat perdesaan akan sangat tergantung kepada para pelaku pemerintahan desa sebagai masyarakat terpilih yang mempunyai kelebihan kemampuan untuk mengendalikan roda pemerintahan. Oleh karena itu diperlukan kesungguhan dalam penerapan pedoman dan peraturan perundang-undangan yang dibentuk dalam rangka penyelenggaraan Pemerintahan Desa. VII. REFERENSI Inet, 2012. Pemerintahan Desa. Diakses pada tanggal 03 http://makalainet.blogspot.com/2012/05/pemerintahan-desa.html Januari 2013.

Unpad, 2011. Tata Pemerintahan Desa. Diakses pada tanggal 03 Januari 2013. http://blogs.unpad.ac.id/kknmcupunagara2011/tata-pemerintahan-desa/

Tugas Mata Kuliah Pembangunan Masyarakat Desa (Pemerintahan Desa) Yang Dibuat Oleh Junaidi Pangeran Saputra

11

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful