A.

SKENARIO Tuan Budi, usia 30 tahun, seorang transmigran asal Jawa Tengah, baru 1 bulan tinggal di daerah Amaroppa Papua mengeluh demam dan menggigil, berkeringat disertai sakit kepala dan mual-mual. Setelah berkonsultasi ke dokter Puskesmas, ia diberi obat antimalaria klorokuin dan obat simptomatis lainnya serta dilakukan pemeriksaan apusan darah perifer tipis dan tebal. Walaupun telah minum obat klorokuin sesuai petunjuk dokter, namun gejala-gejalanya tidak berkurang. Hasil pemeriksaan laboratorium menyatakan Plasmodium falciparum (+++). B. KLARIFIKASI ISTILAH 1. Transmigran: Orang yang berpindah dari satu daerah ke daerah lain. 2. Demam: Suhu badan lebih tinggi dari normal (37oC) karena sakit. 3. Klorokuin: Obat anti amuba dan anti-inflamasi yang dipakai dalam pengobatan malaria, giardiasis, amebiasis ekstraintestinal, lupus eritematosus, dan arthritis rematoid; juga dipakai dalam bentuk garam hidroklorida dan garam fosfat. 4. Mual: Sensasi tidak menyenangkan yang secara samar mengacu pada epigastrium dan abdomen, dengan kecendrungan untuk muntah. 5. Pemeriksaan Apusan Darah: Pemeriksaan darah yang menilai berbagai unsure sel darah seperti eritrosit, leukosit, dan trombosit serta mencari adanya parasit. 6. Pemeriksaan Apusan Darah Tipis: Preparat membutuhkan sedikit darah dengan melihat perubahan pada eritrosit. 7. Pemeriksaan Apusan Darah Tebal: Preparat darah dengan melihat darah secara keseluruhan. 8. Plasmodium falciparum: Suatu parasit protozoa yang menyebabkan malaria pada manusia, bersifat parasit pada sel darah manusia. 9. Menggigil: Tubuh bergetar secara involunter. 10. Obat Simptomatis: Obat yang mengatasi gejala-gejala yang muncul.

usia 30 tahun. seorang transmigran asal Jawa Tengah. Jelaskan mekanisme dari mual-mual! (sesuai skenario) . TSH TSH Kesesuaian TSH Konsen D. Jelaskan mekanisme dari sakit kepala! (sesuai skenario) 4. seorang transmigran asal Jawa Tengah. No. Dilakukan pemeriksaan apusan darah perifer tipis dan tebal dengan hasil Plasmodium falciparum (+++). 3.C. baru 1 bulan tinggal di daerah Amaroppa Papua mengeluh demam dan menggigil. berkeringat disertai sakit kepala dan mual-mual. 1. berkeringat disertai sakit kepala dan mual-mual. usia 30 tahun. Dilakukan pemeriksaan apusan darah perifer tipis dan tebal dengan hasil Plasmodium falciparum (+++). baru 1 bulan tinggal di daerah Amaroppa Papua mengeluh demam dan menggigil. Jelaskan mekanisme dari berkeringat! (sesuai skenario) 3. 3. ANALISIS MASALAH Masalah 1 Tuan Budi. Tuan Budi. seorang transmigran asal Jawa Tengah. IDENTIFIKASI MASALAH 1. baru 1 bulan tinggal di daerah Amaroppa Papua mengeluh demam dan menggigil. 1. Kenyataan Tuan Budi. Tuan Budi diberi obat antimalaria klorokuin dan obat simptomatis tapi gejala tidak berkurang walau obat telah diminum sesuai petunjuk dokter. 2. 2. Jelaskan mekanisme dari demam dan menggigil! (sesuai skenario) 2. berkeringat disertai sakit kepala dan mual-mual. usia 30 tahun. Tuan Budi diberi obat antimalaria klorokuin dan obat simptomatis tapi gejala tidak berkurang walau obat telah diminum sesuai petunjuk dokter.

5. mempengaruhi metabolisme dan kerusakan haemoglobin oleh parasit. klorokuin mempengaruhi keasaman cairan sel parasit dan menaikkan pH internal sehingga menghambat pertumbuhan parasit. Bagaimana mekanisme kerja obat klorokuin? Jawab: Klorokuin berikatan pada DNA dan RNA sehingga menghambat polimerase DNA dan RNA. berpengaruh terhadap agregasi feriprotoporpirin IX pada reseptor kloroquin sehingga merusak membran parasit dan juga berpengaruh pada sintesis nukleoprotein. 1. Apa hubungan letak geografis suatu daerah dan kondisi lingkungannya dengan gejala penyakit yang dialami Tuan Budi? (Misal: Papua adalah daerah endemic malaria) Jawab: Masalah 2 Tuan Budi diberi obat antimalaria klorokuin dan obat simptomatis tapi gejala tidak berkurang walau obat telah diminum sesuai petunjuk dokter. Mekanisme kerja antimalaria : . menghambat efek prostaglandin.

Klorokuin dapat bekerja dengan menghambat sintesis enzimatik DNA dan RNA pada mamalia dan sel protozoa atau dengan membentuk suatu kompleks dengan DNA yang mencegah replikasi atau transkripsi ke RNA. obat ini berkumpul dalam vakuola dan meningkatkan pH organela ini. Gangguan dengan metabolism fosfolipid dalam parasit pernah dicoba. Konsentrasi klorokuin dalam eritrosit normal adalah 10-20 kali dalam plasma. Jelaskan efek samping konsumsi obat klorokuin! 6. 2. gejala tidak berkurang? 4. Dalam parasit. Mengapa setelah minum obat. dalam eritrosit yang terinfeksi. Bagaimana dosis pemberian atau cara pemakaian obat klorokuin? 3. yang mempengaruhi kemampuan parasit untuk memetabolisme dan menggunakan Hb sel darah merah. Pompa dapat dihambat dan resistensi dapat diubah (in vitro) oleh beberapa obat. Toksisitas selektif terhadap parasit malaria bergantung pada mekanisme yang mengumpulkan klorokuin dalam sel yang terinfeksi. Resistensi : Parasit yang resisten terhadap klorokuin tampaknya mengeluarkan klorokuin melalui suatu membrane pompa P-glikoprotein yang mirip dengan resistensi sel kanker terhadap banyak obat. Apa pengaruh pengkonsumsian obat klorokuin dan obat simptomatis secara besamaan? Masalah 3 . konsentrasinya kira-kira 25 kali eritrosit normal. termasuk verapamil dan desipramin. Bagaimana proses yang terjadi sehingga parasit tersebut menjadi resisten terhadap obat secara genetic? (Gen dan Kromosom) 5.Mekanisme kerja antimalaria yang pasti belum diketahui.

24 jam) Cara Kerja 1. Pijat jari agar konstriksi 4.2 (giemsa tahan 20. Saat darah keluar. Preparat Tebal ( Thick Film)Tidak boleh difiksasi tetapi harus dengan hemoluse ( Rbc dihancurkan dengan H2O/ ledeng 1 cc/ 20 Tetes jadi terlihat pucat sehingga parasit dan leukosit saja yang hanya kelihatan inti jadi mudah dilihat 3. Ambil salah satu jari pasien ( tangan kiri. jadi tetesan darah yang kedua yang diambil kemudian diteteskan dipreparat 6. jari telunjuk/tengah/manis) hindari jempol 2.Dilakukan pemeriksaan apusan darah perifer tipis dan tebal dengan hasil Plasmodium falciparum (+++). Tetesan ke 2 jadikan 1/3 usap denagan preparat lainnya secara proksimal kedistal sehingga membentuk preparat tipis/ thin . buang darah pertama yang keluar karena mengandung jaringan yang ikut sehingga dikhawatirkan akan merusak preparat . 1. Giemsa: Buffer = 1 tetes . Ph= 7. Jelaskan mekanisme pemeriksaan apusan darah perifer tipis dan tebal! Jawab: Yang menjadi Gold standar sari pmeriksaan laboratorium untuk mendiagnosa malaria : Pemeriksaan Mikroskopik Konvensional Malaria  Preparat Darah Tebal Diwarnai dengan meggunakan pewarnaan Giemsa atau Field’stain Preparat ini digunakan untuk melihat plasmodia atau untuk melihat ada/ tidaknya gametosit  Preparat Darah Tipis Diwarnai dengan menggunaka pewarnaa Wright atau Giemsa Preparat ini di gunakan untuk melihat perubahan bentuk eritrosit dan identifikasi spesies plasmodium Alat: 1. Antiseptic/ alcohol 70% 3. Preparat tipis/ thin filmboleh difiksasi dengan methanol 2. Tekan jari dan tusuk dengan jarum special/khusus 5. Jarum special/ khusus 4.

Kemudian tumpahkan isi dengan campuran (giemsa+buffer) tadi yang dalam tabung reaksi 15. 3 cc/ 60 tetes dan giemsa 3 tetes pada tabung reaksi karena masing-masing preparat akan diberi 1 cc/ 20 tetes 10. Preparat bisa diamati dibawah mikroskop Note: jaukan dari sinar matahari. 14.2. kadang terdapat Ziemann’s dot dalam eritrosit skizon dengan 6-12 merozoit dan merozoit tersebut tersusun roset. pigmen hemozoin (pigmen parasit) tampak padat bewarna coklat tua. Cuci kedua preparat 16. . Tunggu 5 menit. Hamper menutup ½ -3/4 eritrosit yang dihuninya. Skizon muda dan tua/matang jarang didapat didaerah darah tepi terdapat 20-32 merozoit. pastikan preparat bersih dengan cara dibakar terlebih dahulu Dari pemeriksaan mikroskopik tersebut dapat di bedakan morfologi dari spesies Plasmodium  Plasmodium Vivax Eritrosit membesar pucat dan mengandung Schaffner’dot. Sebarkan namun tidak ada ruangan kosong dan terbentuk preparat tebal 8. Tutup tabung reaksi dan aduk 7 kali supaya homogen dan jangan dikocok karena akan muncul gelembung 11. melebar. Masukkan Buffer ph=7. trofozoid muda berbentuk ameboid ( bentuk vivax) hemozoin terdapat berkelompok di tengah tfozoit. biarkan kering sambil mengerjakan giemsa 9. Bias juga ditemukan bentuk-bentuk gametosit jantan dan gametosit betina yang tampak oval. Juga bisa dijumpai gametoit jantan dan betina dengan sitoplasma yang hampir bulat. Sedangkan preparat thick/tebal kita hemoluse deng H2O/ ledeng/ aquades 15-20 tetes sampai tertutup semua 13.  Plasmodium falciparum Eritrosit tidak membesar.7. trofozoid muda( bentuk cincin) banyak sekali didapat bentuk-bentuk accole (seperti cincin atau seperti burung terbang di tepi eritrosit) dan infeksi multiple. Masing-massing tunggu 20 menit lagi.  Plasmodium Malariae Eritrosit tidak membesar trfozoit matang berbentuk pita atau komet. Skizon yang matang membagi dirinya menjdai 14-24 merozit. Tetesan ke3 ambil jadikan melingkar searah jarum jam. Setelah 5 menit tadi preparat thin/ tipis kita fiksasi dengan methanol sebanyak 15-20 tetes sampai tertutup semua 12.

sakit kepala dan mual-mual Pemeriksaan Apusan Darah Minum obat antimalaria klorokuin dan Obat simptomatis lainnya .2. Bagaimana proses perkembangbiakan plasmodium falciparum dalam tubuh manusia? 5. berkeringat. Jelaskan epidemiologi Plasmodium falciparum! Jawab: E. KETERKAITAN ANTAR MASALAH Tuan Budi. Jelaskan interpretasi hasil pemeriksaan laboratorium! 3. 30 tahun bertransmigrasi dari Jawa Tengah ke Amaroppa Papua Terinfeksi Plasmodium falciparum Terkena Malaria Muncul gejala seperti demam dan menggigil. Jelaskan mekanisme penginfeksian Plasmodium falciparum ke dalam tubuh manusia! 6. Jelaskan siklus hidup Plasmodium falciparum! 4.

Rizki Febrina) 5. Klorokuin (Farida. Dwi Novia) 3. Mutasi Gen dan Resistensi (Terry. P. ovale. Meuthia. Riski Miranda) 4. Plasmodium falciparum (Diva. IDENTIFIKASI TOPIK PEMBELAJARAN (LEARNING ISSUE) 1. Malaria (Vindi. dan P. SINTESIS Malaria Plasmodium falciparum Mutasi Gen dan Resistensi Pemeriksaan Apusan Darah Klorokuin Nama generik : Klorokuin Nama dagang di Indonesia: Riboquin (Dexa Medica) dan Nivaquine (Rhone Poulenc Rorer Indonesia). Denis) G. P. Kloroluin dengan depat mengakhiri demam (dlam . Fatty. vivak.Plasmodium falciparum (+++) Gejala tidak berkurang F. Zaila) 2. falcifarum yang sensitif (P. Pemeriksaan Apusan Darah (Cahyo P. Klorokuin telah menjadi obat pilihan untuk pengobatan dan kemoprofilaksis malaria yang disebabkan P. malaria. falcifarum yang tidak resisten terhadap Klorokuin).

selanjutkan 300 mg/hari selama 2 hari (dosis kumulatif rata-rata 25 mg/kg Klorokuin basa). Anak Klorokuin basa 5 mg/kg/minggu pada hari yang sama disetiap minggunya (tidak lebih dari 300 mg Klorokuin basa/dosis). b. b. dilanjutkan 6 jam kemudian dengan 300 mg. 2. sebaiknya Klorokuin tidak digunakan pada pasien dengan kelainan retina atau miopati. Pemberian ini dimulai 1-2 minggu sebelum berada di daerah endemik. Dewasa Dosis awal Klorokuin basa 600 mg. dilanjutkan 4-6 minggu setelah berada di daerah endemik. Agen antidiare kaolin dan antasida yang mengandung kalsium dan magnesium menganggu penyerapan Klorokuin dan sebaiknya tidak diberikan bersama-sama Klorokuin. berikut ini akan dijabarkan mengenai dosis Klorokuin yang digunakan sebagai profilaksis dan serangan akut. 1. dilanjutkan dengan dosis tunggal sebesar 5 mg/Kg yang diberikan setelah 6 jam. Selain untuk pengobatan Klorokuin juga merupakan agen kemoprofilaksis yang lebih disukai pada wilayah malaria tanpa malaria falcifarum yang resisten. kemudian dosis tunggal sebesar 5 mg/Kg/hari selama 2 hari. Dewasa Klorokuin basa 300 mg/minggu pada hari yang sama disetiap minggunya. Pemberian ini dimulai 1-2 minggu sebelum berada di daerah endemik. Anak Dosis awal Klorokuin basa 10 mg/kg.24 – 48 jam) dan membersihkan parasitemia (48 – 72 jam) yang disebabkan oleh parasit yang sensitif. karena berpotensi mencetuskan serangan akut dari penderita tersebut. Profilaksis a. Klorokuin tersedia dalam bentuk tablet 100 mg dan 150 mg. Serangan Akut a. dilanjutkan 4-6 minggu setelah berada di daerah endemik. Secara umum.Klorokuin merupakan kontraindikasi pada pasien dengan psoriasis atau porfuria. .

Pemberian dosis tinggi dalam jangka panjang pada penderita rematik akan menimbulkan ototoksisitas irreversible. dan hipotensi. reaksi kulit (ruam. Dosis bagi pasien gagal ginjal sebesar 50% dari dosis dewasa. kejang.Avloclor . Penggunaan Klorokuin tersebut. titik leleh antara 87-92°C.Keterangan :Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi Nama Dagang . P.Vivax.Falciparum pengobatan amoebiasis ekstraintestinal. Infeksi parasit lain .Malariae. retinopati.Vivax. Reaksi yang jarang terjadi meliputi hemolisis pada pasien yang mengalami defisiensi Glucase 6-Phosphate Dehidrogenase (G6PD). Deskripsi . Dosis lazim untuk dewasa dapat diberikan pada wanita hamil yang menderita malaria ringan. Tetapi terapi radikal untuk infeksi P. pruritis). miopati. dan strain tertentu dari P. Abnormalitas ini jarang dijumpai bila diberikan dengan dosis standar mingguan untuk profilaksis. Penggunaan Klorokuin pada wanita hamil masuk dalam kategori C. Simpan dalam suhu kamar 25°C. tidak berbau. P.Sifat Fisikokimia Serbuk kristal berwarna putih atau kekuningan. Klorokuin dapat diekskresi ke air susu.Nevaquine Indikasi Digunakan untuk profilaksis malaria yang disebabkan oleh P.Falciparum. vivak dengan menggunakan Primaquin harus ditunda sampai kehamilan berakhir. dan neuropati perifer. sakit kepala. ovale dan P. Pemberian obat setelah makan dapat mengurangi beberapa efek yang tidak diinginkan seperti gangguan saluran pencernaan. Reumathoid Arthritis dan Lupus Erythematosus. sehingga penggunaan Klorokuin pada ibu menyusui tidak direkomendasikan. Sedangkan Klorokuin harus diteruskan dengan dosis 600 mg tiap minggu selama kehamilan. . dan strain tertentu dari P. Terapi kuratif malaria yang disebabkan oleh P.Ovale.Efek samping yang timbul karena penggunaan Klorokuin adalah gangguan saluran cerna. P.Ovale.Malariae. dalam eter dan larutan asam. depigmentasi atau rambut rontok. larut dalam : kloroform.Resochin . dilihat dari rasio risk and benefit. P.Nama & : Struktur Kimia C18H26ClN3 .Sangat sedikit larut dalam air. Penggunaan Klorokuin pada penderita gangguan fungsi ginjal sebaiknya dihindari atau dosisnya dikurangi karena Klorokuin diekskresi lewat urin.

Dosis berikutnya 300mg tiap 24 jam selama 2 hari. Penyesuaian dosis pada gangguan ginjal: Clcr kurang dari 10 ml/menit: 50 % dosis haemodialisis. Cara Pemberian dan Lama Pemberian 100 mg klorokuin fosfat setara dengan 60 mg klorokuin. Pengobatan Malaria berat: Dewasa : awal 160-200 mg IM. oral : 5mg/kg BB.7 mg/kg klorokuin fosfat) 1x sehari selama 2-3 minggu. Dosis parenteral tidak boleh melebihi 800 mg (1000 mg klorokuin hidroklorida) selama 24 jam pertama. Dosis pediatrik tidak boleh lebih dari 300mg/hari. Dosis dewasa: 300 mg 1x seminggu (500 mg klorokuin fosfat).(babesiosis). Dosis Pediatrik: awal 10 mg/kg diikuti dengan dosis 5 mg/kg 6 jam kemudian. polimorfis ringan. Pengobatan Malaria tanpa komplikasi : Dosis Dewasa: awal 600 mg (1 g klorokuin fosfat). Dosis parenteral sebaiknya digantikan parenteral secepatnya.(8. Pencegahan Malaria: Untuk tindakan profilaksis. Alternatif lain : 600 mg dosis awal. 100 mg klorokuin hidroklorida setara dengan 80 mg klorokuin. Dosis pediatrik.dilanjutkan 4 minggu setelah terkena malaria.5 g selama 3 hari. maka pada orang dewasa diberi loading dose 600 mg. Dosis totalnya 1. Dosis Anak-anak:10 mg/kg (16.5 g dalam 3 hari. total dosis 1. dalam 2 dosis terbagi pada hari yang berbeda. Klorokuin sebaiknya diberikan satu kali seminggu pada hari yang sama tiap minggunya. solar urticaria. Pada pasien yang intoleransi terhadap ESO di GI. dosis bisa diulang setelah 6 jam jika diperlukan. Pemberian via parenteral mempunyai risiko direkomendasikan pemberiannya IM (5mg/kg). dosis selajutnya seperti biasa. tinggi bagi anak-anak sehingga .terapi dimulai dari 1-2 minggu dari awal sampai terkena malaria.5mg/kg 18 jam setelah dosis kedua dan 5mg/kg diberikan setelah dosis ketiga. Jika dosis profilaksis tidak dimulai 2 minggu pada awal terkena malaria. dosis selanjutnya peroral 300 mg (500mg klorokuin fosfat)/6-8 jam. Penggunaan lain: pofiria cutanea tarda. dilanjutkan 300 mg 1x sehari ± 2-3 minggu. sarcoidosis Dosis. Ekstraintestinal amoebiasis: Dosis Dewasa : 600 mg kloroquin (1g kloroquin phospat) satu kali sehari selama 2 hari. pemberian obat bersama makanan.3 mg/kg kloroquin phospat) 1x seminggu. anak 10mg/kg dalam dua dosis terbagi selama 6 jam. hari kedua dan ketiga 300 mg.

stabil sampai 4 minggu ketika disimpan dalam refrigator atau suhu 29ºC. akan tetapi pemberian IM harus diganti pemberian secara oral sesegera mungkin. Pemberian bersama makanan dapat mengurangi ESO pada GI. Rheumatoid Artritis: Dosis Dewasa:150 mg (250 mg klorokuin fosfat)/hari. Jika manifestasi sistemik dan kutaneus LE sudah berkurang. Tablet klorokuin fosfat sebaiknya disimpan pada wadah tertutup pada suhu 25ºC. Distribusi: terdistribusi luas pada semua jaringan tubuh (mata. maka dosis klorokuin diturunkan secara gradual selama beberapa bulan dan obat dihentikan perlahan. Klorokuin fosfat akan mengalami perubahan warna secara lambat jika terpapar matahari. disekresikan ke ASI. Durasi : sejumlah kecil obat tetap ditemukan di urine selama sebulan walaupun terapi sudah dihentikan. yang bisa . Rekomendasi WHO: pemberian untuk pediatri yaitu dosis kecil IM/injeksi s. maka dosis dikurangi.v/s. campur sampai homogen sehingga volume akhir 60 ml. Pada pasien asma berat dapat diberikan melalui infus i.Dosis oral maksimal 300 mg/hari. Jika respon klinik tidak muncul setelah 4-6 minggu. Cara pemberian: Klorokuin fosfat diberikan secara peroral. maka pengobatan dengan klorokuin dilanjutkan selama 4 bulan. ginjal. pengasaman urine menaikkan eliminasi. Pemberian klorokuin fosfat pada anak-anak dengan dibuat pulveres dicampurdengan sirup rasa coklat/cherry. Metabolisme: hepatik parsial T½ eliminasi 3-5 hari. hati dan paru-paru) dimana retensinya mengalami perpanjangan. tambahkan sirup cherry. menembus plasenta. Injeksi kloroquin hidroklorida sebaiknya disimpan pada suhu kurang dari 30ºC. T max serum 1-2 jam Stabilitas Penyimpanan Suspensi klorokuin 10 mg/ml dibuat dengan mencampur 500 mg klorokuin fosfat (=300 mg klorokuin/tablet) dengan air steril secara geometris. Farmakologi Absorbsi: Oral cepat (mendekati 89%). Ekskresi melalui urine (sekitar 70% sebagai obat utuh). jantung. masih bisa stabil pada suhu 15-30ºC. Setelah fase remisi menunjukkan perbaikan maksimum.c. Lupus Erythematosus: Dosis Dewasa : 150 mg (250 mg klorokuin fosfat)/hari. ketika pemberian peroral tidak memungkinkan maka klorokuin hidroklorida secara IM.c.

Efek lokal: Nyeri dan abses pada tempat suntikan Interaksi . sindrom Stevens-Johnson dilaporkan pernah tejadi. Tinitus dan berkurangnya pendengaran pernah dilaporkan terjadi pada pasien yang menerima 500 mg klorokuin 1x seminggu dalam beberapa bulan. neuplastik anemia. Efek kardiovaskuler : Hipotensi dan perubahan ECG (jarang) ketika klorokuin digunakan sebagai profilaktik maupun terapi malaria. nervedeafness (biasanya irreversible) pernah dilaporkan terjadi pada terapi klorokuin dosis tinggi jangka panjang. Kontra indikasi pada pasien dengan gangguan retinal. Efek pada sistem syaraf : Sakit kepala ringan dan berat. Reaksi kulit dan sensitivitas : Pruritus. jika sudah parah bisa terjadi kebutaan. sulit berakomodasi pernah dilaporkan terjadi. Gangguan penglihatan parah bisa terjadi jika klorokuin digunakan jangka panjang dengan dosis lebih dari 150 mg perhari. segera hentikan klorokuin jika terjadi gangguan penglihatan. erupsi kulit membentuk panus liken. dan reversibel setelah obat dihentikan. Neuropathy bisa terjadi pada dosis 250 mg atau lebih perhari selama beberapa minggu. Klorokuin jangan digunakan pada pasien psoriasis karena klorokiun dilaporkan dapat menyebabkan eksaserbasi porfiria Efek Samping Efek okular : Gangguan penglihatan : Pandangan kabur. Kardiomyophati (jarang) pada penggunaan jangka panjang. kecemasan. perubahan pigmen kulit.Dengan Obat Lain : Efek sitokrom P450: menghambat CYP2D6. iritabilitas. agitasi. ansietas. transient edema. Etanol : meningkatkan iritasi GI. Efek hematologi : Neutropenia.Terhadap Kehamilan : . dan trombositopenia walaupun semuanya jarang terjadi. fatigue. Neuritis perifer dan neuropathy jarang terjadi. erupsi pleomorphic kulit. apatis. Penggunaan jangka panjang pada pasien LE/RA menyebabkan terjadinya AV blok derajat III. perubahan personalitas. adanya pengkerakan pada epitel kornea. agresivitas. depresi dan stimulasi fisik bisa terjadi ketika menggunakan klorokuin. Otic efek : Otto-toksisitas (jarang). Perubahan warna rambut pernah terjadi dalam terapi jangka panjang (2-5 bulan). agranulositosis. Perubahan ECG (jarang) ketika klorokuin digunakan sebagai profilaktik maupun terapi malaria . Kaolin dan magnesium trisilikat : menurunkan absorbsi klorokuin. Dengan simetidin konsentrasi klorokuin dalam serum meningkat. Pengobatan jangka panjang dengan dosis tinggi menyebabkan: keratopathy. kebingungan.Kontraindikasi Pasien yang hipersensitivitas dengan derivat 4-amino quinolin.Dengan Makanan : - Pengaruh .

CDC dan sebagian dokter menyatakan bahwa manfaat pada wanita hamil lebih besar dibanndingkan resiko pada fetus.Terhadap Anak-anak : Anak-anak yang sensitif terhadap derivat 4. Tablet Salut Film 300 mg Klorokuin Peringatan Perlu perhatian pada pasien alkoholis dan obat hepatotoksik lain pada saat penggunaan klorokuin. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus - .Terhadap Ibu Menyusui : - . Penggunaan obat ini dapat menyebabkan kekambuhan psoriasis. degenerasi retina juga dilaporkan pada 2 anak yang ibunya menerima kloroquin selama kehamilan akan tetapi kloroquin telah digunakan sebagai profilaksis dan terapi malaria pada wanita hamil tanpa terbukti mempunyai efek samping dan WHO. lutut.Terhadap Hasil Laboratorium : Parameter Monitoring Pemantauan CBC. Perlu perhatian pada pasien defisiensi G-6. Infeksi malaria pada wanita hamil dapat menjadi parah dan menaikkan resiko prematur. Dosis oral untuk anak-anak harus dipantau secara ketat. posterior colom defect dan retardasi mental pada beberapa anak.7 % sehinggga diperlukan penyesuaian dosis. Penggunaan klorokuin selama kehamilan pada dosis 250 mg 2xsehari untuk terapi LE dapat mengakibatkan berkurangnya 8 fungsi syaraf.aborsi.aminokuinolin dilaporkan mengalami akibat fatal pada pemberian klorokuin parental dosis kecil. porfiria. . Perlu dilakukan test terhadap fungsi otot.lahir cacat sehingga wanita hamil sebaiknya menghindari pada endemik malaria.Keamanan penggunaan klorokuin selama kehamilan belum pasti sehingga penggunaan klorokuin pada wanita hamil hanya jika benar-benar diperlukan. siku Bentuk Sediaan Injeksi Klorokuin Hidroklorida 50 mg/ml Setara Dengan 40 mg Klorokuin. dan retinopati. Sejumlah kecil klorokuin dan desentilkloroquin terdistribusi dalam ASI. Pemberian dosis untuk anak-anak harus ketat . oftalmologi secara periodik perlu dilakukan pada pasien yang menerima terapi jangka panjang.4-0.phospat dehidrogenasi. Studi pada tikus hamil menunjukkan pada klorokuin dapat menembus plasenta dan terakumulasi pada struktur melanin pada mata fetus dan tetap bertahan pada jaringan mata selama 5 bulan setelah obat habis tereliminasi dari tubuh. Dosis tunggal 300/600 mg per hari secara oral selama menyusui menghasilkan kadar obat dalam ASI sebasar 0.

nyeri perut segera periksa ke dokter jika hal tersebut terjadi dan memburuk.gunakan bersama makanan atau susu utk mengurangi kemungkinan iritasi gastrointestinal. Periksa ke dokter jika tidak ada perubahan dalam beberapa hari (atau beberapa minggu atau beberapa bulan untuk artritis). penghentian penggunaan chloroquine harus dipertimbangkan). mual. Kondisi yang mempengaruhi penggunaan. Monitoring Penggunaan Obat Hitung Darah Lengkap (CBCs) (dianjurkan secara periodik selama terapi harian diperpanjang dg klorokuin. Pengujian oftalmologi. bila gangguan darah diskrasia terjadi yg bukan merupakan bagian dari penyakit yg diobati. Kehamilan dapat menyebabkan toksisitas pada janin saat diberikan pada ibu dalam dosis terapetik. Kesesuaian penggunaan obat. gangguan kelainan darah. Segera laporkan bila terjadi gangguan penglihatan atau kesulitan mendengar. Hati-hati bila pandangan kabur. Penting untuk tidak menggunakan obat melebihi jumlah yang dianjurkan. gangguan kelainan neurologik atau adanya perubahan retina atau bidang visual. kesulitan saat membaca maupun perubahan lainnya pada penglihatan.Jaga obat jauh dari jangkauan anakanak. expert slit-lamp. khususnya gagal fungsi hati.kejadian fatal dilaporkan terjadi dimana 300 mg klorokuin basa(1 tablet)tertelan anak umur 12 tahun. Saat lupa minum obat. Lanjutkan pengobatan selama tinggal di area & selama 4 mgg setelah meninggalkan area. dan pengujian penglihatan selama atau setelah terapi jangka panjang. kelemahan otot.Informasi Pasien Sebelum menggunakan obat. mempengaruhi metabolisme dan kerusakan haemoglobin oleh parasit. termasuk ketajaman visual. Penting untuk tidak lupa minum obat dan memakainya sesuai jadwal reguler. Walaupun demikian klorokuin belum menunjukkan menyebabkan efek samping pada janin saat digunakan sebagai profilaksis malaria maupun amoebiasis hepatik. klorokuin mempengaruhi keasaman cairan sel parasit dan menaikkan pH internal sehingga menghambat pertumbuhan parasit. Untuk pencegahan malaria. diminum sesegera mungkin. tes bidang visual. Kunjungan berkala ke dokter untuk memeriksa adanya masalah darah. Obat dapat menyebabkan diare.periksa ke dokter secepatnya bila terjadi demam selama perjalanan atau dalam jangka waktu 2 jam setelah meninggalkan area endemik. (dianjurkan sebelum dan setidaknya setiap 3 sampai 6 bulan selama terapi harian diperpanjang. sejak dilaporkan terjadi kerusakan retina yang irreversible pada terapi jangka . khususnya hipersensitifitas terhadap klorokuin maupun hidroklorokuin. Mulai pengobatan 1 sampai 2 minggu sebelum memasuki area malaria untuk memastikan respon pasien dan memberi waktu untuk mengganti obat lainnya bila reaksi terjadi. penurunan nafsu makan. Perhatian selama menggunakan obat ini. jangan diminum jika terlupa sampai hari berikutnya atau jangan menggandakan dosis. Minum obat dengan makanan untuk merunkan GI upset. Penggunaan pada anak-anak. Mekanisme Aksi Klorokuin berikatan pada DNA dan RNA sehingga menghambat polimerase DNA dan RNA. Masalah kesehatan lain. jangan diminum jika telah terlewat/jangan menggandakan dosis. berpengaruh terhadap agregasi feriprotoporpirin IX pada reseptor kloroquin sehingga merusak membran parasit dan juga berpengaruh pada sintesis nulkeoprotein. menghambat efek prostaglandin. funduscopic. Jika tiap hari. maka jika jadwal minum obat adalah tiap 7 hari maka diminum sesegera mungkin. Jika lebih dari sekali sehari. bayi dan anak sangat sensitif terhadap efek dari klorokuin. diminum segera jika teringat dalam jangka waktu antara 1 jam. Kesesuaian penyimpanan obat.

M3 P4 k. Meuthia: M1 P5. M3 P3 d. M2 P6 j. M3 P2 c. M2 P5. Setiap abnormalitas retina atau penglihatan tidak sepenuhnya dapat dijelaskan dikarenakan kesulitan pengumpulan atau opasitas kornea seharusnya dimonitor mengikuti penghentian dari terapi. sejak perubahan retina dan gangguan penglihatan dapat memburuk walaupun setelah penghentian terapi) H. Denis: M2 P1. M3 P4 f. M2 P4. Vindy: M1 P1. Fatty: M1 P3. KERANGKA KONSEP I. Zaila: M1 P1. Farida: M2 P1. M3 P1. Rizki Febrina: M1 P5. M2 P4. Cahyo P: M1 P4.4 mg (basa) per kg per hari klorokuin mungkin merupakan faktor penentu yang paling penting. M2 P2. M2 P5. M2 P3. M2 P3. M3 P5 i. Luka serius penglihatan diduga berkaitan dengan dosis total kumulatif lebih dari 150 mg atau 2. M3 P4 g. M3 P1. KESIMPULAN Pembagian Tugas: a. Dwi Novia: M1 P2. M2 P4. M3 P5 h. M3 P2 b. Diva: M1 P2. Terry: M1 P3. M2 P6.panjang atau dosis besar. Riski Miranda: M1 P4. M3 P6 . M2 P2. M3 P6 l. M3 P3 e.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful