STATUS PASIEN A. Identitas Nama Umur Jenis kelamin Agama Status perkawinan Pendidikan Pekerjaan No.

Rekam Medik Alamat : Ny. M : 44 tahun : Perempuan : Islam : Menikah : SLTA : Wiraswasta : 055402 : Jl. Sapta Kelingkit no. 56A RT 005/001 Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan Tanggal masuk RS : 17 Oktober 2011

B. Anamnesa Autoanamnesa pada 18 Oktober 2011 Keluhan Utama : Benjolan pada payudara kiri sejak 1 bulan yang lalu

Riwayat penyakit sekarang Os datang ke poliklinik bedah dengan keluhan benjolan pada payudara kiri sejak 1 bulan SMRS. Benjolan diakui pasien terletak disamping puting susu, dirasakan tidak nyeri, besar, keras, dan dapat digerakkan. Awalnya benjolan teraba dengan ukuran kecil, namun semakin lama benjolan semakin membesar sejak 1 bulan yang lalu. Warna benjolan sama seperti warna kulit os. Tidak terdapat keluahan keluar cairan dari payudara kiri. Pasien tidak pernah menjalani operasi sebelumnya. Pasien memiliki dua orang anak, tidak pernah aborsi, pasien mengaku tidak pernah menggunakan KB. Pasien mengaku haid pertama kali saat usia 14 tahun dimana siklus haid teratur, dan pasien belum menopause. Keluarga pasien tidak ada yang mengalami keluhan serupa. Pasien tidak memiliki kebiasaan merokok ataupun minum minuman beralkohol.

Riwayat penyakit dahulu     Sakit seperti ini sebelumnya Alergi Asthma DM : disangkal : disangkal : disangkal : disangkal

 

Hipertensi Riwayat operasi

: disangkal : disangkal

Riwayat penyakit keluarga   Tidak ada anggota keluarga yang menderita penyakit yang sama dengan os Tidak ada riwayat DM, Hipertensi, Asma dalam keluarga

Riwayat pribadi dan sosial ekonomi

Pasien adalah seorang wanita berumur 44 tahun dengan status gizi cukup, tidak merokok, minum alkohol dan tidak ada riwayat menggunakan obat-obatan terlarang. Pasien mempunyai status ekonomi menengah, menikah. Riwayat menarche 14 tahun dan belum menopause.
C. Pemeriksaan Fisik Dilakukan pada 18 Oktober 2011 Status generalis Keadaan umum Kesadaran Status gizi Tanda vital     Tekanan darah : 130/ 80 mmHg Nadi Suhu Pernapasan : 88 x/menit : 36,5 oC : 20 x/menit : Tenang : Cukup : Habitus atletikus : Aktif : Baik : Compos mentis : Baik

Status emosi Status gizi Bentuk badan Cara berbaring dan mobilitas Antropometri   Tinggi badan Berat badan

: 155 cm : 50 kg

warna putih : tidak terdapat pelebaran pembuluh darah : tidak terdapat deformitas 3. nistagmus : tidak anemis : tidak ikterik : bulat. tidak terdapat ptosis lagoftalmos. pustule maupun lesi sekunder seperti jaringan parut atau keloid pada bagian tubuh yang lain.xantelasma Gerakan Konjungtiva Sklera Pupil : normal. Mata Bentuk Palpebra : normal. tidak ikterik dan tidak terdapat hipopigmentasi maupun hiperpigmentasi Lesi : tidak terdapat lesi primer seperti macula. tidak pucat. oedema. papul vesicular. isokor +/+. Kulit Warna : sawo matang. blefaritis. kedudukan bola mata simetris : normal. diameter 3 mm. : baik Suhu raba : hangat 2. reflex cahaya langsung dan tidak langsung +/+ Eksoftalmus Endoftalmus : -/: -/- 4. Kepala Ekspresi Simetri wajah Nyeri tekan sinus Pertumbuhan Rambut Pembuluh darah Deformitas : ekspresif : simetris : tidak terdapat nyeri tekan sinus : distribusi tidak merata. Rambut Turgor : tumbuh rambut pada permukaan kulit.1. tidak terdapat strabismus.perdarahan. Telinga Bentuk Liang telinga Serumen Nyeri tarik auricular Nyeri tekan tragus : normal(eutrofilia) : lapang :-/: -/: -/- .

V linea sternalis dextra .IV. konka nasalis eutrofi : perdarahan(-) 6. dengan peranjakan 2 jari pemeriksa. mengikuti gerakan. tidak hiperemis : normoglosia. Hidung Bagian luar Septum Mukosa hidung Cavum nasi : normal. batas paru-hepar pada sela iga VI pada linea midclavicularis dextra. tidak kotor. tidak hiperemis : Tidak hiperemis. tidak sianosis : hygiene baik : normal. Thorax Paru-paru Inspeksi Palpasi Perkusi : simetris tidak ada hemithorax yang tertinggal. simetris : di tengah 8. saat statis maupun dinamis : gerak simetris pada kedua hemithorax vocal frenitus +/+ suara kuat : sonor pada kedua hemithorax. tidak pucat. Auskultasi : suara nafas vesikuler +/+. batas parulambung pada selaiga ke VIII pada linea axilaris anterior. uvula di tengah 7.5. wheezing -/Jantung Inspeksi Palpasi : tidak tampak pulsasi ictis cordis : teraba pulsasi ictus cordis pada ICS V. rhonki -/-. arcusfaring simetris. tidak tremor : T1/T1 tenang. Mulut dan tenggorok Bibir Gigi-Geligi Mukosa mulut Lidah Tonsil Faring : normal. Leher Bendungan vena Kelenjar tiroid Trakea : tidak terdapat bendungan vena : tidak membesar. Kelenjar getah bening Leher Aksila Inguinal : tidak terdapat pembesaran KGB di leher : tidak terdapat pembesaran KGB di aksila : tidak terdapat pembesaran KGB di inguinal 9. 1 cm medial linea midclavicularis sinistra Perkusi : batas jantung kanan: ICS III. tidak terdapat deformitas : terletak di tengah dan simetris : tidak terdapat hiperemis.

inversi puting (+). dimpling (-). nanah (-) 2. tidak terdapat jaringan parut.Batas jantung kiri : ICS V. tidak terdapat pelebaran vena Palpasi Perkusi : supel. shifting dullness (-) Auskultasi : bising usus 4-5x/ menit. Inspeksi: Ukuran mamae dextra tidak simetris dengan mamae dextra dimana mamae sinistra tampak lebih besar. striae dan kelainan kulit.1-2 cm di sebelah medial linea midclavicularis sinistra Batas atas jantung: ICS III linea sternalis sinistra Auskultasi : Bunyi jantung 1&2 reguler. nyeri tekan (-). hepar dan lien tidak teraba. Palpasi: . Abdomen Inspeksi : abdomen simetris. ballotement (-) : timpani pada keempat kuadran abdomen. peau de orange (-). normal 11. murmur(-). nyeri ketok CVA (-). massa (-). warna sama dengan warna kulit sekitarnya. terlihat benjolan. Genitalia Tidak dilakukan pemeriksaan 12. nipple discharge ASI (-). datar. gallop(-) 10. darah (-). Ekstremitas Tidak tampak deformitas Akral hangat pada keempat ekstremitas Tidak terdapat oedem pada keempat ekstremitas Status lokalis mamae sinistra: 1.

54 juta/mm3 : 12. Resume Telah diperiksa seorang wanita 44 tahun. pasien mengaku tidak pernah menggunakan KB. D.9 % : 60 mm : 89 mg/dl Paket darah lengkap Eritrosit Hemoglobin Hematokrit LED Protin total Albumin : 4. dapat digerakan. Pasien tidak pernah mengalami operasi sebeumnya. nyeri tekan (-).26 gr/dl Fosfatase alkali : 59 u/l SGOT SGPT Trigliserida : 17 u/l : 12 u/l : 199 mg/dl Kolesterol total : 176 mg/dl Kolesterol HDL : 40 mg/dl Kolesterol LDL : 96 mg/dl Ureum Creatinin : 17 mg/dl : 0. Benjolan diakui terletak disamping puting susu. Pasein saat ini belum menopause.Teraba massa pada jam 3. dengan ukuran besar. dengan keluhan benjolan pada payudara kiri sejak 1 bulan SMRS. .60 mg/dl E. dapat digerakkan dan tidak nyeri. keras.7 g/dl : 37. ukuran kira-kira 10cm x 7cm x 4cm batas tegas. keras. konsistensi padat. Pemeriksaan Penunjang Laboratorium (07 Oktober 2011)   GDS Masa perdarahan o o  o o o o  o o o o o o o o o o Bleeding time : 2'0" Clotting time : 12’00” : 4.benjolan awalnya dirasakan kecil dan makin lama makin membesar tapi tidak pernah keluar cairan ataupun darah.

Diagnosa Banding Karsinoma mammae sinistra H. Posisi supine dengan lengan kanan berada di atas kepala 3. Penatalaksanaan Biopsi Eksisi  PA (potong beku). Dilakukan aseiptik dan antiseptik pada daerah operasi (mammae sinistra) kemudian ditutup dengan duk steril 4. Kemudian dilakukan eksisi tumor mammae. Tutup luka operasi 7. Diagnosa Kerja Tumor mammae sinistra G.F. jika ganas : Mastektomi Laporan Operasi: 1. kemudian jaringan di PA 6. Pasien dalam keadaan general anestesi 2. Dilakukan insisi diatas tumor mammae sinistra baru pasang flep luar 5. Operasi selesai Diagnosa post operasi: Tumor mammae sinistra Pengobatan post op: 1) 2) 3) 4) 5) 6) Bed rest Infus D5% : RL = 3 : 1 Socef 2x 150 mg Ketorolac 3 x1 mg Bila pasien sadar dan tidak mual  boleh minum Balut tekan elastis Pemeriksaan PA Tanggal 21 Oktober 2011 : Gambaran histologik sesuai dengan karsinoma mammae lobular infasif .

Prognosa    Ad vitam Ad fungsionam Ad sanationam : dubia ad bonam : ad malam : dubia ad bonam .I.

CARCINOMA MAMMAE Kanker payudara adalah neoplasma ganas. . Tumor ini tumbuh progresif dan relatif cepat membesar. 4. Menarche yang cepat yaitu <12 tahun dan menopause yang lambat yaitu setelah umur 50 tahun. Sinar ionisasi Pada hewan percobaan terbukti adanya peran sinar ionisasi penyebab kanker payudara. 5. Keluarga Dari epidemiologi tampak bahwa kemungkinan untuk menderita kanker payudara 2-3 kali lebih besar pada wanita yang ibunya atau saudara kandungnya menderita kanker payudara dan wanita yang pernah karsinoma payudaranya mempunyai resiko lebih tinggi mendapat kanker payudara lain. Dan wanita yang tidak pernah melahirkan anak atau tidak pernah menyusui. 2. 6. Usia Insiden menurut usia naik sejalan dengan berkembangnya usia. Virus Pada air susu ibu ditemukan partikel virus yang sama dengan yang terdapat pada air susu tikus yang menderita kanker payudara. Hormon Pertumbuhan kanker payudara dipengaruhi keseimbangan hormone. yaitu suatu pertumbuhan jaringan payudara abnormal yang tidak memandang jaringan sekitarnya tumbuh infiltrat dan destruktif serta dapat bermetastase. Etiologi dan Faktor Resiko 1. 3. Diet Sampai sekarang belum terbukti bahwa diet lemak berlebihan dapat memperbesar atau memperkecil resiko payudara.

.lateral atas .merasakan ada sesuatu pada payudara . berat badan menurun. . Tanda . Gejala .Generalized hardness ( payudara membesar/mengeras ) . biasanya tidak nyeri pada payudara.lateral bawah .Nipple discharge ( pengeluaran cairan di areola ) .Apabila sudah terjadi sistemik metastase terdapat gejala antara lain bone pain.Retraction ( retraksi ) .Walaupun jarang tetapi sebagai gejala pertama dapat ditemukan massa aksila atau swelling ( pembengkakan ) lengan.Adanya metastase kelenjar limfe regional atau adanya metastase jauh .biasanya terkait dengan menstruasi . Gejala dan tanda a.Kira-kira 90% diketahui ditemukan sendiri oleh penderita .Errotion ( erosi ) .Inspeksi Pada posisi duduk dengan tangan pasien disamping dan diatas.Breast pain ( nyeri payudara ) . Lokasi tumor pada payudara dibagi presentase sebagai berikut : . juindice/ikterus.Enlargement ( pembesaran payudara ) .areola : 45% : 10% : 5% : 5% : 25% .Kira-kira 70% keluhan kanker payudara berupa adanya benjolan atau Massa.Evaluasi lokal lesi/tumor .medial bawah .Redness ( kemerahan ) .Itching of the nipple ( gatal pada areola ) .medial atas .Gambaran Klinis dan Diagnosis 1. b.

Jika pada perabaan aksila limfadenopati sudah melekat pada kulit pertanda metastase jauh. batasnya tidak jelas karena adanya infiltrasi. Tanda-tanda karsinoma sudah lanjut :    kemerahan adanya udema nodularity . Ini dicurigai adanya Paget’s carcinoma.Palpasi Posisi duduk. Metastase biasanya mengenai kelenjar limfe regional yang bisa diraba secara klinis kalau benjolan limfadenopati o <5mm. Apabila dokter sulit menemukan tumor ini dianjurkan 1 bulan lagi datang untuk pemeriksaan ulang. terutama 1-2 minggu sesudah menstruasi. Lesi/tumor bila o <1cm biasanya sukar diraba dan biasanya pasien yang bisa menemukan. biasanya bukan signifikan tumor. Biasanya karsinoma mammae tidak nyeri. Kalau ditemukan benjolan noduler saat fase menstruasi maka kemungkinan suatu neoplasma. Bisa dilakukan small eruption ± 20mm pada epitel nipple. . Jika kelenjar limfe supraklavikula positif teraba ini merupakan metastase tumor payudara dan harus segera dibiopsi. tetapi kalau o>5mm dan benjolan mengeras biasanya berisi metastase tumor.Dilihat apakah ada abnormalitas antara lain :        Besar payudara Kontur Retraksi nipel Udema Kemerahan Retraksi kulit Asimetris payudara Gejala ini mudah dilihat bila pasien tolak pinggang sehingga otot ppektoralis mayor berkontraksi. apalagi ditemukan discharge berupa cairan serous atau bloody. keras.

apakah ada skin dimpling. Bagi mereka yang postmenopause dapat memeriksa payudara sendiri pada setiap tanggal tertentu yang telah ditentukan sendiri. 2.       ulserasi kulit pembesaran tumor primer fiksasi pada dinding thoraks payudara bertambah besar.xerodiografi Kalsifikasi adalah tanda yang paling mudah diketahui pada mammografi yaitu . Screening programme Dilakukan beberapa pemeriksaan fisik dan mammografi payudara wanita. Pemeriksaan SADARI juga sebagai pencegahan. diperoleh kira-kira 84% wanita mencapai 5-years survival rate. mengeras.Screen radiografi . 3. Wanita premenopause harus memeriksa 7-12 hari sesudah menstruasi. Adakah asimetris dari payudara. Dua metode mammografi adalah dengan : . Mammografi Merupakan teknik yang biasa dilakukan untuk mendeteksi tumor ganas. Umumnya wanita menemukan kelainan saat mandi. pemeriksaan fisik yaitu ditemukannya gejala dan tanda dibutuhkan juga pemeriksaan penunjang agar lebih pasti hasilnya. KGB supraklavikula udema dari lengan ipsilateral ditemukan metastase jauh Diagnosis Untuk menegakkan diagnosis dari suatu tumor bersifat ganas atau jinak maka selain dari anamnesa. KGB aksila negative dengan screening ini sangat menolong nilai survival rate pada wanita. Pemeriksaan penunjang terdiri dari : 1. adanya gambaran retraksi ditemukan peembesaran KGB aksila. Teknik SADARI harus digalakkan kepada masyarakat. dimana kira-kira lebih dari 6/1000 ternyata keganassan kira-kira 80% terjadi pada wanita. Self examination Semua wanita dianjurkan pemeriksaan payudara sendiri ( SADARI ) setiap bulan.

Fibroadenoma 3. Hasil false (+) rendah. Eksisional biopsi Diperiksa potong beku atau PA ini untuk kasus-kasus yang diperkirakan masih operable ( stadium dini ). Diagnosis Banding 1. Insisional biopsy Cara ini untuk kasus-kasus ganas yang sudah inoperable ( stadium lanjut ) 3. Fat necrosis Tingkat Penyebaran dan Klasifikasi Kanker payudara sebagian besar mulai berkembang di duktus. Cara ini secara teknis mudah dilakukan. yaitu sel tumor diaspirasi dengan small needle ( biasanya 22 gauge ) kemudian diperiksakan oleh ahli PA. 2.Foto thorak Untuk mengetahui ada metastase pada paru-paru .Bone scanning Untuk tulang. FNAB ( Fine Needle Aspiration Biopsy ) Suatu pemeriksaan sitopatologi.CT Scanning Untuk mengetahui metastase ke hepar dan otak . tidak ada morbiditas dan lebih murah biayanya daripada open excisional.gambaran lostred polymorphic microcalsification. kira-kira 1-2%. Lima belas sampai empat puluh persen karsinoma payudara bersifat multisentris. setelah itu baru ke parenkim. Mammary displasia 2. dilakukan pada pasien dengan gejala meningkatnya tingkat kalsium atau alkalin fosfatase Diagnosa Pasti Hanya dengan pemeriksaan histopatologi dengan cara : 1. false (-) kira-kira 10%. Lipoma 4. . 4. Pemeriksaan untuk menentukan adanya metastase antara lain dengan : .

peau atau d’orange. Demikian juga pada mereka yang tingkat II – IV. Pada tingkat I ternyata 15 % meninggal dunia karena penentuan TNM dilakukan secara klinik yang berarti metastasis kecil dan metastasis mikro tidak dapat ditemukan. ketahanan hidup lima tahun adalah 16 – 22 %. tukak. gambaran histopatologik. Tumor < 2 cm. sedangkan ketahanan hidup sepuluh tahun adalah 1 – 5 %. Karsinoma in situ dan penyakit Paget pada papila tanpa teraba tumor. Klasifikasi Penyebaran TNM T TX TIS : : Tumor primer tidak dapat ditentukan. Tumor dengan penyebaran langsung ke dinding toraks atau ke kulit dengan tanda udem. Bila tidak diobati. Ketahanan hidup bergantung pada tingkat penyakit saat mulai pengobatan. Pada 85 % orang yang hidup setelah lima tahun tentu termasuk penderita yang tidak sembuh dan menerima penanganan karena kambuhnya penyakit atau karena metastasis. Tumor 2 – 5 cm Tumor > 5 cm. Teraba kelenjar aksila homolateral yang tidak melekat.Prognosis pasien ditentukan oleh tingkat penyebaran dan potensi metastasia. N NX NO NI : : : Kelenjar regional tidak dapat ditentukan. Persentase ketahanan hidup lima tahun ditentukan pada penderita yang diobati lengkap. Tidak teraba kelenjar aksila. . TO TI T2 T3 T4 : : : : : Tidak ada bukti adanya tumor primer. dan uji reseptor estrogen yang bila positif lebih baik.

Metastasis hematogen kanker payudara Letak Otak Gejala Dan Tanda Utama Nyeri kepala. paresis. kadang tanpa keluhan Kempaan sumsum tulang Nyeri. patah tulang . ikterus obstruksi Tulang . N3 M MX MO MI Keterangan : : Terdapat kelenjar mammaria interna homolateral. ataksia. parestesia Pleura Paru Hati Efusi. epilepsi. kecuali yang terdapat pada T4 bisa terdapat pada T1. mual muntah. dan m. Dinding toraks adalah iga.Tengkorak . atau perubahan lain pada kulit. serratus anterior. tanpa otot pektoralis.Tulang Panjang Nyeri.Iga . T2 atau T3 tanpa mengubah klasifikasi. Terdapat metastasis jauh termasuk ke kelenjar supraklavikula Lakukan pada kulit. sesak nafas Biasanya tanpa gejala Kadang tanpa gejala Massa. Tidak ada metastasis jauh. retraksi papila.N2 : Teraba kelenjar aksila homolateral yang melekat satu sama lain atau melekat pada jaringan sekitarnya.Vertebrata . : : : Tidak dapat ditentukan metastasis jauh. patah tulang Nyeri. otot interkostal.

T (semua) N (semua) M1 (tersebar di luar lokoregional) 10 Pengelompokkan Stadium Karsinoma Mammae O I II A Tis T1 TO T1 T2 II B T2 T3 III A TO NO NO N1 N1 NO N1 NO N2 MO MO MO MO MO MO MO MO . T2 N1 MO (Tumor lebih besar. kalenjar terhinggapi tapi bebas dari sekitarnya) 65 III. tetapi terbatas di lokoregional) 40 IV.Tingkat penyebaran secara klinik Tingkat Penyebaran Secara Klinik Ketahanan Hidup Lima Tahun (%) 85 I. T1 NO MO (Kecil. terbatas pada mammae) II. T0 – 2 N2 MO T3 N1 – 2 MO (Kanker lanjut dan penyebaran ke kalenjar lanjut.

 Bedah Paliatif . Pada operasi ini m. Bedah konservatif selalu ditambah diseksi kalenjar aksila dan radioterapii pada sisa payudara tersebut. pektoralis mayor dan m. Terapi kuratif dilakukan jika tumor terbatas pada payudara dan tidak ada infiltrasi ke dinding dada. Bedah radikal dikerjakan menurut halsted yang meliputi pengangkatan payudara dengan sebagian besar kulitnya. Bedah kuratif yang mungkin dilakukan adalah mastektomi radikal. Operasi radikal yang dimodifikasi oleh Pateg. pektoralis minor dan semua kalenjar ketiak sekaligus. perktoralis minor dipertahankan jika tumor mammae jelas bebas dari otot tersebut. bedah radikal yang diubah dan bedah konservatif merupakan eksisi tumor luas. m. m. kulit atau infiltrasi dari kalenjar limfe ke struktur sekitarnya. pektoralis mayor.T1 T2 T3 T4 III B T4 Semua T IV Semua T N2 N1 N2 N Semua N N3 Semua N MO MO MO MO MO MO M1 TERAPI  Terapi Kuratif Apabila hasil pemeriksaan histopatologi menunjukkan tumor ganas maka dilakukan bedah kuratif.

Obat yang dipakai secara kombinasi. karena .  Radioterapi Radioterapi untuk kanker payudara biasanya digunakan pada terapi kuratif dengan mempertahankan mammae dan sebagai terapi tambahan atau terapi paliatif. Radioterapi paliatif dapat dilakukan dengan hasil baik untuk waktu terbatas bila tumor sudah tak mampu angkat secara lokal. Tumor tersebut tak mampu angkat bila mencapai T4 misalnya ada perlekatan pada dinding toraks atau kulit. Kemoterapi paliatif dapat diberikan pada pasien yang telah menderita metastasis secara sistemik. tetapi sebagai terapi tambahan untuk tujuan kuratif pada tumor yang relatif besar mungkin berguna. dan 5 – m fluorourasil (CMC) selama enam bulan pada perempuan usia pra menopouse. Obat yang diberikan adalah kombinasi siklofosfamid.  Kemoterapi Kemoterapi merupakan terapi sistematik yang digunakan bila ada penyebaran secara sistemik dan juga dipakai sebagai terapi ajuvan. sedangkan kepada yang pasca menopouse diberikan terapi ajuvan hormonal berupa pil antiestrogen. Radioterapi kuartif sebagai terapi tunggal lokoregional tidak begitu efektif. Terapi hormonal biasanya diberikan secara paliatif sebelum kemoterapi.Bedah paliatif pada kanker payudara hampir tidak pernah dilakukan. metotreksat. Kemoterapi ajuvan diberikan kepada pasien yang padanya ditemukan metastasis di sebuah atau beberapa kelenjar pada pemeriksaan histopatologik pasca bedah mastektomi.  Terapi Hormonal Indikasi adalah bila penyakit telah sistemik seperti pada stadium IV tanpa metastasis jauh. antara lain CMF atau Vinkristin dan Adriamisin (VA) atau 5 fluorourasill adriamisin dan siklofosfamid (FAC). Kadang dilakukan amputasi kalenjar mammae pada tumor yang tadinya tidak mampu diangkat karena ukurannya kemudian telah diperkecil oleh radioterapi. Tujuannya adalah menghancurkan mikrometastasis di dalam tubuh yang biasanya terdapat pada pasien yang kelenjar aksilanya sudah mengandung metastatis.

Stadium IV pengobatan yang primer adalah yang bersifat sistemik yaitu hormonal dan khemoterapi. Stadium III B dan IV sifat pengobatannya adalah paliatif. Dibedakan tiga golongan penderita menurut status menstruasi. Semakin dini semakin tinggi kurasinya. melaksanakan SADARI tiap bulan . Untuk stadium III B atau yang dinamakan locally advanced pengobatan utama adalah radiasi dan dapat diikuti oleh modalitas lain yaitu hormonal terapi dan sitostatika (khemoterapi). dengan atau tanpa radiasi dan sitostatika adjuvant. Usaha untuk ini adalah dengan melakukan SADARI ( Pemeriksaan Payudara Sendiri ). yaitu :  Premenopause  1 – 5 tahun menopouse  Post menopouse Untuk premonopouse terapi hormonal berupa terapi ablasi yaitu bilaterall oophorektomi / dengan pemberian antiestrogen seperti tamoksifen / amino. II dan III A adalah operasi yang primer. Terapi radiasi pasca operasi radikal mastektomi atau radikal mastektomi yang dimodifikasi diberikan tergantung dari kondisi kelenjar getah bening aksila. II dan III awal (stadium operable) sifat mengobatan adalah kuratif. Pada stadium I. tapi tidak semua karsinoma mamae peka terhadap terapi hormonal. Stadium III A adalah simple mastektomi dengan radiasi sitostatika adjuvant. Pengobatan pada stadium I. Untuk post menopouse terapi hormonal berupa pemberian obat anti estrogen (tamoxifen). jika kelenjar getah bening aksila tidak mengandung metastase maka terapi radiasi dan sitostatika adjuvant tidak diberikan. Wanita > 20 tahun. Untuk stadium I dan II pengobatan adalah radikal mastektomi atau radikal mastektomi yang dimodifikasi. Jika kelenjar getah bening aksila mengandung metastase maka diberikan terapi radiasi adjuvant dan sitostatika adjuvant. yaitu terutama untuk mengurangi penderitaan penderita dan memperbaiki kualitas hidup. PENCEGAHAN Kanker payudara tergolong pada keganasan yang dapat didiagnosis secara dini. Radiasi terkadang diperlukan untuk paliasi pada daerah – daerah tulang yang mengandung metastase atau pada tumor yang berdarah difuse dan berbau yang mengganggu sekitarnya. terapi lainnya hanya bersifat adjuvant. Yaitu berupa : 1.efek terapinya lebih lama dan efek sampingnya kurang.

Wanita 35-40 tahun. Wanita 20-40 tahun. tiap 1 tahun memeriksa diri ke dokter 5. Wanita >50 tahun. tiap 3 tahun memeriksa diri ke dokter. dilakukan base line mammografi 4. 3. konsul ke dokter untuk kepentingan mammografi 6. . tiap tahun mammografi kalau bisa Catatan : Wanita dengan riwayat keluarga (+) memerlukan pemeriksaan fisik oleh dokter lebih sering dan pemeriksaan mammografi rutin/periodik sebelum umur 50 tahun. Wanita > 40 tahun. Wanita < 50 tahun.2.

Deddy S. MINTOHARDJO . SpB Penyusun : Ade Anggi Multhazami 0920 221 096 KEPANITERAAN KLINIK ILMU BEDAH RUMAH SAKIT ANGKATAN LAUT DR.LAPORAN KASUS Tumor Mammae Sinistra Pembimbing : Dr.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful