P. 1
sistem reproduksi

sistem reproduksi

|Views: 168|Likes:
anatomi, histologi, fisiologi sistem reproduksi
anatomi, histologi, fisiologi sistem reproduksi

More info:

Published by: Arina Windri Rivarti on Jan 15, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/14/2013

pdf

text

original

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkah-Nyalah kami dapat melakukan diskusi tutorial dengan lancar dan menyusun laporan hasil diskusi tutorial ini dengan tepat waktunya. Kami mengucapkan terima kasih secara khusus kepada dr.Ni Kadek Wilmayani sebagai tutor atas bimbingan beliau pada kami dalam melaksanakan diskusi ini. Kami juga mengucapkan terima kasih pada temanteman yang ikut berpartisipasi dan membantu kami dalam proses tutorial ini. Kami juga ingin meminta maaf yang sebesar-besarnya atas kekurangan-kekurangan yang ada dalam laporan ini. Hal ini adalah sematamata karena kurangnya pengetahuan kami. Maka dari itu, kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun yang harus kami lakukan untuk dapat menyusun laporan yang lebih baik lagi di kemudian hari.

Mataram, 7 Desember 2012

Penyusun

1

DAFTAR ISI

Kata Pengantar …………………………………………………………………. 1 Daftar Isi ……………………………………………………………………….. 2 Skenario………………………………………………………………………….3 Mind Map………………………………………………………………………. 4 Learning Objective (LO)……………..…………………………………………. 5 BAB I : Pembahasan LO……………..……………………………………….. 6
1. Anatomi Reproduksi.....................................................…..……... 2. Fisiologi kehamilan....................................................................... 21 3. Faktor-faktor Hormonal Dalam Kehamilan....................................... 29 4. Siklus Menstruasi.......................................................................... 40 5. Embriogenesis............................................................................... 45 6. Fisiologi hormon………………………………………………………. 54 7. Oogenesis..................................................................................... 61

6

BAB II : PENUTUP ……………………………………………………………70 Kesimpulan…………………………………………………………………70 Daftar Pustaka…………………………………………………………………..71

2

SKENARIO 1

HARAP – HARAP CEMAS Pasangan pengantin yang baru saja menikah 8 bulan yang lalu datang ke dokter karena merasa haidnya terlambat 28 hari. Pengantin wanita mengaku semasa hidupnya memiliki siklus haid yang teratur berkisar 28 hari hari sekali. Pasangan pengantin ini memiliki tempat kerja yang jauh dari tempat tinggalnya dan memiliki aktifitas samapi dengan sore hari sehingga mereka awalnya khawatir terjadi gangguan pada sistem reproduksi mereka yang akan berpengaruh pada proses spermatogenesis maupun proses ovulasi akibat aktifitas mereka sehari-hari. Pada pemeriksaan dokter tidak ditemukan adanya kelainan. Kemudian sang istri diminta untuk periksa urine dan hasil pemeriksaan urin menunjukkan hCG test positif. Pasangan itu sangat bahagia mendengar berita tersebut, dan tidak sabar untuk menunggu kelahiran anak pertama mereka

3

MIND MAP REPRODUK SI HORMONHORMON YANG BERPERAN ANATOM I WANITA OOGENESI S OVUM ZIGOT FISIOLOGI KEHAMILA N SIKLUS HAID EMBRIOGENESI S PRIA SPERMATOGENE SIS SPERMA ORGAN PROSES 4 .

LEARNING OBJECTIVES 1. Oogenesis 6. Fisiologi kehamilan 2. Pengaturan hormon 5 . Siklus menstruasi 3. Faktor-Faktor yang mempengaruhi siklus menstruasi selain hormon 5. Embriogenesis 4.

terletak di posterior dan lateral dari 6 . Ovarium Ovarium adalah badan berbentuk buah almond berwarna putih. labium minora. saluran yang panjangnya sekitar 3 cm. dan vagina. vestibulum vaginal dan mons veneris atau mons pubis. A. sedangkan pada genetalia eksterna terdiri dari labium majora. Genetalia Interna 1. clitoris. Genetalia interna terdiri dari ovarium. tuba falopi. serviks.BAB I PEMBAHASAN LEARNING OBJECTIVE ANATOMI REPRODUKSI PADA PEREMPUAN Saluran reproduksi wanita terdiri atasa genetalia interna dan genetalia eksterna. uterus.

Ovarium terdiri dari atas dua lapisan tersendiri. korpus 7 . yang menempati daerah sampai kebagian dalam medulla. Korteks biasanya dipenuhi oleh folikel ovarium dalam berbagai tahap perkembangan termasuk folikel besar matang. lapisan luatr adalah korteks dan lapisan dalm adalah medulla. mengandung oosit primer dan juga berperan memproduksi hormone steroid wanita. Ovarium terletak didalam selubung jaringan ikat. Medulla terutama terdiri dari jaringan ikat dan pembuluh darah dan menyalurkan prekrusor untuk mempermudah pembentukan steroid didalam korteks. tunika albuginea.korpus uterus dan bagian inferior tuba uterine. Korteks berisi volikel yang sedang berkembang. Selain itu terdapat korpus luteum yang besar yang berasalal dari folikel yang telah mengalami ovulasi. Diikat oleh ligamentum ovarii proprium dan melekat pada ligamentum latum. esterogen dan progesterone.

Istmus yang merupakan saluran sempit dari tuba uterine dan bagian interstisial (disebut intramural) yang menembus dinding uterus yang tebal dan bermuara kedalam rongga uterus. dan folikel atrestis yang berdegenerasi dalam berbagai tahap. Silia mempermudah pergerakan ovum sepanjang tuba uterine. 2. Tuba uterine (tuba falopi/oviduktus) Tuba uterine memiliki panjang sekitar 12 cmdengan dinding berupa otot polos yang dilapisi dibagian dalamnya oleh epitel bersilia dan sel sekretorik. yaitu bagian distal dari tuba uterine yang agak sedikit melebar dan merupakan tempat terjadinya fertilisasi. terutama saat kontraksi.albikan adalah korpus luteum yang berdegenerasi. untuk menyediakan lingkungan yang cocok untuk tumbuh kembang janin. dan selaput ketuban saat melahirkan. yang penting untuk menopang berat uterus. Uterus Fungsi uterus adalah bersiap untuk menerima ovum yang sudah dibuahi. hal ini diperkuat oleh kontraksi peristaltik terpadu otot polos. terletak diposisi superior terhadap kandung kemih. Selain infundibulum dan fimbria. Uterus dapat berposisi anteversi dan antefleksi. Posisi anatomis uterus dipertahankan oleh ligamentum uterus. uterus berada dalam rongga panggul sejati. plasenta. 8 . serta untuk membantu mengeluarkan janin. Lapisan dalam tuba uterine membentuk banyak lipatan (disebut plika) dan terdiri atas sel epitel kolumnar bersilia yang diselang selingi oleh sel goblet yang mengeluarkan piruvat untuk member makan ovum. bagian lain dari tuba uterine adalah ampula. 3. yang mengelilingi infundibulum. Ujung distal tuba uterine memiliki struktur khusus yang disebut fimbria. Pada keadaan tidak hamil. Fimbria terletak dekat dengan ovarium dan saat ovulasi membantu masuknya ovum kedalam tuba uterine melalui gerakan “mengiring” yang mempermudah pergerakan cairan intraperitoneum.

seangkan arteri spiralis merupakan arteri panjang dan bergulung. 4.miometrium serta berjalan melingkar. dan menuju ke lapisan permukaan (stratum fungsionale) endometrium. Pasokan arteri ke endometrium berperan penting selama fase menstruasi pada siklus haid. Pembuluh ini dibagi menjadi arteri yang berjalan lurus. lapisan luar terdapat perimetrium (serosa atau adventisia). Diding uterus memiliki tiga lapisan. sumber sel untuk untuk regenerasi stratum fungsionale baru. menyisahkan stratum basalis. miometrium sebagai lapisan tengah yang tebal dan terdiri atas otot polos. dan pada bagian dalam terdapat endometrium (epitel. Sebuah kanalis servikalis sempit melalui 9 .Bagian korpus adalah bagian utama dari uterus. dan yang jalan berpilin yang memasok endometrium. lamina propria) Endometrium biasanya dibagi menjadi dua lapisan. kelenjar-kelenjar uterine. Pada wanita tidak hamil stratum fungsionale dilepas setiap bulan sekali selama menstruasi. Serviks Serviks adalah leher uterus. Bagian atas uterus yang menonjol diatas tempat masuknya tuba uterine adalah fundus. Bagian bawah yang lebih sempit dan merupakan bagian akhir uterus dibawah korpus adalah serviks. Bagian ini memiliki peranan penting dalam melindungi uterus dari infeksi dan mengalami perubahan penting menjelang persalinan. Serviks memiliki panjang sekitar 2.5 cm dan terdiri ata serat kolagenosa padat. Arteri lurus adalah arteri pendek yang memosok stratum basale endometrium. yaitu stratum fungsionale didekat lumen dan stratum basale dibagian basal. Servis merupakan bagian bawah uterus yang menonjol kedalam liang vagina sabegai porsiovaginalis. Arteri uterine pada ligamentum latum mencabangkan arteri arkuata yang memasuki .

selama fase-fase siklus menstruasi yang berbeda. Vagina juga membantu menopang uterus dan mencegah infeksi asendens. dan sebagai jalan keluar bayi.serviks. Jumlah dan jenis mucus yang disekresi oleh kelenjar-kelenjar servikal berubah selama siklus menstruasi karena dipengaruhi hormmon ovarium berbeda. dan yang bermuara kedalam vagina adalah ofisium eksternum. Vagina dilapisi oleh lapisan epitel lembab yang melipat-lipat membentuk rigi (rugae) yang teregang pada saat persalinan sehingga vagina dapat diregangkan. Jaringan bagian dalam serviks membentuk lipatan yang tampak bercabng sehingga diberi nama arbor vitae. lateral dan posterior. Serviks banyak mengandung kelenjar servikal bercabang dan kelenjar ini menampakkan perubahan aktivitas sekretoris. Vagina tidak memiliki kelenjar tetapi dipertahankan tetap basah oleh sekresi dari kelenjar serviks dan transudat cairan dari pembuluh darah yang terletak dibawah lapisan vagina. yang mempertahankantonus vagina. Mukosa servikal mengalami sedikit perubahan dan tidak dilepaskan selama menstruasi. Vagina juga disebut sebagai saluran potensial karena dindingnya saling berkontak dan mudah dipisahkan. Lipatan ini memungkinkan terjadinya peregangan (dilatasi) saat persalinan. Juga terdapat lapisan otot polos. memanjang dari serviks ke vulva. 10 . Ruang anatara serviks dan bagian atas vagina disebut sebagai forniks anterior. Lubang vagina dilindungi oleh genetalia eksterna. Vagina memiliki tiga fungsi utama: fasilitasi koitus. Vagina Vagina adalah saluran berotot yang dapat diregangkan dengan panjang sekitar 8 cm dan terletak dlam rongga pangggul sejati. Kanalis servikalis yang bermuara kedalam uterus adalah ovisium internum. 5. sebagai saluran untuk mengeluarkan darah haid.

yang berarti bahwa ia mudah berdarah apabila terkena trauma. tetapi juga cepat sembuh. Pada saat pubertas. Berfungsi sebagai bantalan saat berhubungan kelamin.B. Genetalia Eksterna Genetalia eksterna adalah struktur yang dapat dilihat. dengan demikian struktur ini sangat peka dan menjadi sumber respon seksual. Mons pubis (mons veneris) adalah bantalan lemak subkutis yang ditutupi oleh kulit dan terletak diatas tulang pubis. Sebagian besar struktur mendapat persarafan yang memadai. bagian ini ditutupi oleh rambut 11 . Genetalia eksterna juga memiliki vaskularisasi yang baik.

Bagian ini erektil dan sangat vascular. Labium minus menutupi klitoris sebelah anterior dan menyapu di posterior di fourchette. yang sering robek pada ANATOMI SISTEM REPRODUKSI PADA PRIA Sistem reproduksi pria terdiri dari:  Genitalia Interna : o o o Testis (Jamak = Testes) Sistem Saluran Kelamin Ductus Epididimis Ductus Deferen Ductus Ejakulatorius Ductus Urethra Kelenjar-Kelenjar: Glandula Prostat Vesicula Seminalis Glandula Bulbourethralis & Urethralis 12 . Badan erektil yang analog dengan struktur jaringan spongiosa pada penis.pubis. tidak berambut dan mengandung sedikit kelenjar keringat dan sebasea. Permukaan luar ditutupi oleh rambut pubis permukaan dan kaya akan kelenjar sebasea dan kelenjar kringat. Labium minus adalah dua lipatan longitudinal jaringan yang lebih kecil.5 cm di bagian eksterior. dengan panjang 2. Labium minus memiliki pigmen. Labium mayus menyempit saat menjadi satu antara vagina dan anus. yang kasar dan keriting karena folikel rambutnya oblik. Labium mayus adalah lipatan jaringan yang berjalan dari mons veneris dari ligamentum rotundum berakhir. Klitoris adalah bantalan erektil yang peka. persalinan pertama. mengalami ereksi dan membengkak apanila dirangsang dan menyebabkan timbulnya reflex respon pelumasan dari jaringan sekitarnya. Labium mayus menutupi dan melindungi celah urogenital.

 o o Genitalia Eksterna : Scrotum Penis Organ Genitalia Interna 1. Permukaan masing-masing testis tertutup oleh lamina visera tunicae vaginalis. juga dikelilingi oleh capsula fibrosa yang kuat yang disebur tunica albuginea. Testis • • Kedua testis terletak di dalam scrotum dan menghasilkan spermatozoa dan hormon. kecuali pada tempat perlekatan epididymis dan funiculus spermaticus. • Tunica vaginalis ialah sebuah kantong peritoneal yang membungkus testis dan bersal dari processus vaginalis embrional. terutama testosteron. Lamina parietalis tunica 13 .

Epididymis 14 . 2. Di dalam setiap lobulus terdapat satu-tiga tubuli seminiferi yang berkelokkelok. • • Tubuli seminiferi bermuara ke dalam jalinan saluran yang dinamakan rete testis. • Terdapat sedikit cairan dalam rongga tunica vaginalis yang memisahkan lamina vaginalis dari lamina parietalis dan memungkinkan pergerakan testis secara bebas dalam scrotum. Dari permukaan dalam capsula terbentang banyak septa fibrosa yang membagi bagian dalam organ menjadi lobulus-lobulus (lobuli testis). • • • Testis sinistra biasanya terletak lebih rendah disbanding testis dekstra.vaginalis berbatasan langsung pada fascia spermatica interna dan lamina visceralis tunicae vaginalis melekat pada testis dan epididymis. Ductuli efferens yang kecil menghubungkan rete testis dengan ujung ata epididymis.

• 15 . • Epididymis merupakan saluran yang sangat berkelok-kelok yang panjangnya hampir 6 m dan tertanam di dalam jaringan ikat. • Salah satu fungsi utama epididymis adalah mengabsorpsi cairan.Merupakan gulungan pita yang berbelit-belit dan terletak pada permukaan kranial dan permukaan dorsolateral .Epididymis mempunyai ujung atas yang melebar. Fungsi lainnya mungkin menambahkan zat pada cairan semen untuk memberikan makanan pada spermatozoa yang sedang mengalami proses pematangan. • Saluran yang panjang ini merupakan tempat penyimpanan spermatozoa untuk menjadi matang. corpus dan cauda yang arahnya ke inferior. • Saluran ini berasal dari cauda epididymis sebagai ductus deferens dan masuk ke dalam funiculus spermaticus. • Di lateral terdapat alur nyata antara testis dan epididymis yang dibatasi oleh lapisan viscerale tunica vaginalis dan dinamakan sinus epididymis. caput.

Kemudian berjalan ke bawah dan ke belakang pada dinding lateral pelvic dan menyilang ureter pada regio spina ischiadica. 16 membentuk ampula ductus . Ductus deferens / vas deferens • • Adalah lanjutan dari duktus yang berasal dari epididymis dan komponen primer dari spermatic cord Merupakan saluran berdinding tebal dengan panjang kurang lebih 18 inci (45cm). • • • • • Vas deferens berasal ujung bawah atau cauda epididymis dan berjalan di dalam canalis inguinalis. yang mengantarkan sperma matang dari epididymis ke ductus ejaculatorius dan urethra. Vas deferens kemudian berjalan ke medial dan bawah pada facies posterior vesicae.3. Vas deferens keluar dari annulus inguinalis profundus dan berjalan di sekitar pinggir lateral arteria epigastrica inferior . Bagian terminal vas deferens melebar deferentis.

Ujung atasnya terletak agak berjauhan dan ujung bawahnya saling berdekatan. pembuluh limfe ductus deferens berakhir pada nodi lymphoidei iliaci externi.• • Ujung bawah ampula menyempit dan bergabung dengan ductus vesicula seminalis membentuk ductus ejaculatorius. Vena mengikuti arteri dan diberi nama yang sesuai. Vesicula seminalis berfungsi menghasilkan sekret yang ditambahkan pada cairan semen.saraf ductus deferens berasal dari plexus hypogastricus inferior (plexus pelvicus). Di posterior. Sekretnya emngandung zat yang penting sebagai makanan spermatozoa. • Inervasi : saraf. masing-masing vesicula seminalis menyempit dan bersatu dengan ductus deferens sisi yang sama untuk membentuk ductus ejaculatorius. • • Masing-masing vesicula seminalis terdiri atas saluran melengkung yang tertanam di dalam jaringan ikat. Pada sisi medial masing-masing vesica seminalis terdapat bagian terminal ductus deferens. 4. vesicula seminalis berbatasan dengan rektum. • Saluran limfe : seperti halnya pada prostat dan vesicula seminalis. Ke inferior. Vascularisasi : Arteri ductus deferentis yang biasanya dilepaskan dari arteria vesicalis inferior dan berakhir dengan mengadakan anastomosis dengan arteria testiculararis di sebelah dorsal testis. Vesicula Seminalis • • • • • Merupakan dua buah organ yang berlobus dengan panjang kurang lebih 2 inci (5cm) dan terletak pada facies posterior vesicae. 17 . Dinding vesicula seminalis berkontraksi selama ejakulasi dan mendorong isinya ke ductus ejaculatorius sehingga mengeluarkan spermatozoa ke urethra.

Panjang prostat adalah kurang lebih 3 cm dan terletak diantara collum vesicae di atas dan diaphragma urogenitale di bawah. Prostat • • • • merupakan organ kelenjar fibromuskular yang mengelilingi urethra pars prostatica. Vaskularisasai : arteri-aretri dari ductus deferens memasok darah pada ductus ejaculatorius. Prostat dikelilingi oleh capsula fibrosa. Ductus ejaculatorius menembus facies posterior prostat dan bermuara ke urethra pars prostatica. 6. Inervasi : dalam dinding vesicula seminalis terdapat plexus serabut saraf dan beberapa ganglion simpatis. Serabut simpatis ganglion bersal dari nervi lumbales superior dan serabut para simpatis dari nervi splanchnici pelvici (nervi erigentes). Vena mengikuti arteri dan diberi nama yang sesuai. Fungsinya adalah mengalirkan cairan semen ke urethra. Di luar capsula terdapat selubung fibrosa. • 5. • Saluran limfe : nodi lymphoidei iliaci interni menampung limfe dari vesicula seminalis. 18 .• Vascularisasi : aretri untuk vesicula seminalis berasal dari arteria vesicalis inferior. • Saluran limfe : pembuluh limfe ditampung oleh nodi lymphoidei iliaci eksterni. Ductus Ejaculatorius • • • • masing-masing ductus ejaculatorius panjangnya kurang dari 1 inci serta dibentuk oleh persatuan ductus deferens dan ductus vesicula seminalis. yang merupakan bagian lapisan viceral fascia pelvis. dan arteria rectalis media. Vena bergabung dengan plexus venosus prostaticus dan plexus venosus vesicalis.

dan apex prostat yang terletak di inferior berhadapan dengan diaphragma urogenitale. • • Saluran limfe : pembuluh limfe terutama berakhir pada nodi limphoidei iliaci interni dan nodi lynphoidei sacrales. juga mengandung kelenjar.  Lobus posterior terletak di belakang urethra dan di bawah ductus ejaculatorius.  Lobus anterior terletak di depan urethra dan tidak mempunyai jaringan kelenjar. 7.• Prostat yang berbentuk kerucut mempunyai basis prostat yang terletak di superior dan berhadapan dengan collum vesicae. Vena-vena bergabung untuk membentuk plexus venosus prostaticus sekeliling sisi-sisi dan alas prostat.  Lobus medius atau lobus medianus adalah kelenjar berbentuk baji yang terletak diantara urethra dan ductus ejaculatorius.  • Vascularisasi : arteri-arteri untuk prostat terutama berasal dari arteria vesicalis inferior dan aretria rectalis media.  Lobi prostate dekstra dan sinistra terletak di samping urethra dan dipisahkan satu dengan yang lain oleh alur vertical dangkal yang terdapat pada facies posterior prostatae. cabang arteri iliaca interna. Plexus venosus prostaticus juga berhubungan dengan plexus venosus vesicalis dan plexus venosus vertebralis. Prostat berfungsi untuk menghasilkan cairan tipis seperti susu yang mengandung asam sitrat dan fosfatase asam. • Kedua ductus ejaculatorius menembus bagian atas fascies posterior prostat untuk bermuara ke urethra pars prostatica pada pinggir lateral untriculus prostaticus. • Prostate secara tidak sempurna terbagi atas 5 lobus. Inervasi : serabut parasimpatis berasal dari nervi splancnici pelvici (nervi eregentes). Plexus venosus prostaticus yang terletak antara capsula fibrosa dan sarung prostat ditampung oleh vena iliaca interna. Serabut simpatis berasal dari plexus hypogastricus inferior. Glandula bulbourethralis 19 .

• Getahnya yang menyerupai lendir. epididymis dan ujung bawah funiculus spermaticus. Dinding scrotum mempunyai lapisan sbb : o Cutis o • Fascia superfasialis. musculus dartos menggantikan pannicolus adiposus o Fascia spermatica eksterna yang berasal dari musculus obliquus eksternus abdominis o Fascia cremasterica yang bersal dari musculus obliquus internus abdominis o Fascia spermatica interna yang berasal dari fascia transversalis 20 .• • Besarnya sebesar kacang polong. Ductus glandulae bulbourethralis menembus fascia inferior diaphragma urogenitale bersama urethra dan bermuara melalui lubang-lubang renik ke dalam bagian proximal pars spongiosa urethra dalam bulbus penis. Scrotum berisi testis. Scrotum • • Merupakan suatu kantong yang menonjol keluar dari bagian bawah dinding anterior abdomen. Organ Genitalia Eksterna 1. memasuki urethra sewaktu perangsangan sexual. terletak dorsolateral terhadap pars membranasea urethra.

o Tunica vaginalis 2. • Di dalam corpus cavernosum penis. yakni tunica albugenia. Kedua corpus cavernosum penis saling bersentuhan di bidang median. melintas pars spongiosa urethra. Penis • terdiri dari 3 badan jaringan erektil cavernosus silindris yang diliputi oleh capsula fibrosa. • Disebelah luar tunica albugenia terdapat fascia penis profunda yang membentuk pembungkus bersama untuk corpus spongiosum penis dan kedua corpus cavernosum penis. kecuali di sebelah dorsal karena berpisah untuk membentuk crus masing— • 21 .

dan Implantasi Ovum yang Sedang Berkembang • Masuknya ovum ke dalam tuba fallopi/oviduct 22 . Transport. Oosit primer menjadi  oosit sekunder. • Beberapa jam setelah sperma masuk ke dalam oosit  inti membelah lagi  dilepaskan badan polar sekunder sehingga membentuk ovum yang matang dan masih mengandung ke-23 kromosom yang tidak berpasangan • Satu dari 23 kromosom tersebut adalah kromosom wanita/kromosom X. intinya bermeiosis  melepaskan badan polar pertama. Pembuahan. FISIOLOGI KEHAMILAN Pematangan Ovum • Sesaat sebelum oosit primer dilepaskan dari folikel. setiap 23 pasang kromosom kehilangan satu pasang dan bergabung dengan badan polar pertama yang dikeluarkan  23 kromosom yang tidak berpasangan tetap berada dalam oosit sekunder. bila bergabung dengan perma yang juga membawa kromosom X  akan terjadi kombinasi XX  terbentuk anak wanita.masing yang melekat pada ramus bersama os pubis dan os ischii di sebelah dekstra dan sinistra. Dalam proses ini. dan sebaliknya.

beberapa sperma akan dihantarkan melalui uterus ke dalam ampula. o Silia dari epitel bersilia yang ada dalam permukaan tentakel fimbria diaktivasi oleh estrogen  secara terus-menerus bergerak ke arah pembukaan osteum tuba fallopi  masuk ke tuba fallopi o 98 persen ovum berhasil memasuki tuba fallopi. sperma harus menembus berlapis-lapis sel-sel granulosa yang melekat di sisi luar ovum disebut korona radiata dan harus berikatan dengan dan menembus zona pellusida yang mengelilingi ovum o Setelah masuk ke dalam ovum  kepala sperma membengkak dengan cepat  membentuk pronukleus pria  pronukleus pria dan wanita bersatu  ke-23 kromosom yang tidak berpasangan dari pria dan wanita menyatu  46 kromosom/23 pasang dalam sebuah ovum yang dibuahi 23 . hanya beberapa ribu yang berhasil mencapai ampula o Pembuahan umumnya terjadi segera setelah ovum memasuki ampula o Sebelum memasuki ovum.o Setelah ovulasi  ovum dan beratus-ratus atau lebih sel-sel granulose yang melekat dan mengandung korona radiata dikeluarkan langsung ke rongga peritoneum  masuk ke dalam salah satu tuba fallopi o Ujung fimbria masing-masing tuba fallopi jatuh di sekitar ovarium. bahkan dapat mencapai tuba fallopi pada sisi yang berlawanan • o Pembuahan ovum Setelah ejakulasi  5-10 menit. Penghantaran ini dibantu oleh kontraksi uterus dan tuba fallopi yang dirangsang oleh prostaglandin dalam cairan seminal dan oksitosin yang dilepaskan dari kelenjar hipofisis posterior selama orgasme wanita o Hampir setengah miliar sperma di vagina.

dimana silia selalu memecut ke arah uterus. Kontraksi yang lemah dari tuba fallopi diduga membantu jalannya ovum o Tuba fallopi dilapisi oleh permukaan kriptoid. kemudian 24 . tidak rata yang menghalangi jalannya ovum walaupun ada arus cairan o Isthmus tetap berkontraksi secara spastik selama 3 hari pertama setelah ovulasi o Segera terjadi peningkatan progesteron dengan cepat yang disekresi oleh korpus luteum ovarium  pertama akan memacu peningkatan reseptor progesteron pada sel-sel otot polos tuba fallopi.• o Transport dalam tuba fallopi Setelah pembuahan  dalam waktu 3-4 hari ovum ditranspor dari tuba fallopi ke kavum uteri o Transport terutama dipengaruhi oleh arus cairan yang lemah dalam tuba akibat kerja sekresi epitel dan kerja epitel bersilia yang melapisi tuba.

mengaktifkannya  sehingga melepaskan efek relaksasi yang memungkinkan masuknya ovum ke dalam uterus o Transpor ovum yang tertunda melalui tuba fallopi memungkinkan terjadinya beberapa tahap pembelahan sebelum menjadi blastokista (mengandung kira-kira 100 sel) yang kemudian memasuki uterus o Selama itu dibentuk sejumlah besar zat sekresi oleh sel-sel sekresi yang berselang-seling dengan sel-sel silia yang melapisi tuba fallopi  fungsinya untuk menutrisi blastokista • o Implantasi blastokista dalam uterus Setelah mencapai uterus  blastokista yang sedang berkembang biasanya tetap tinggal dalam kavum uteri selama 1-3 hari sebelum berimplantasi dalam endometrium  implantasi terjadi kira-kira hari ke 5-7 setelah ovulasi. sambil berkembang lebih lanjut o Setelah implantasi terjadi  sel-sel trofoblas dan sel-sel yang berdekatan lainnya baik dari blastokista maupun dari endometrium uterus 25 . o Implantasi merupakan hasil kerja dari sel-sel trofoblas yang berkembang di seluruh permukaan blastokista o Sel-sel ini menyekresikan enzim proteolitik yang mencerna dan mencairkan sel-sel endometrium o Cairan dan nutrisi yang kemudian dilepaskan  ditranspor secara aktif oleh sel-sel trofoblas ke dalam blastokista. o Sebelum implantasi. blastokista mendapat makanan dari sekresi endometrium yang disebut susu uterus.

yang akan menjadi vili plasenta.berproliferasi dengan cepat  membentuk plasenta dan berbagai membran kehamilan Nutrisi Embrio Pada Awal Kehidupan Intrauterin  setelah berimplantasi ke dalam endometrium  progesteron terus disekresikan  menyebabkan sel-sel stroma membengkak dan menyimpan lebih banyak nutrisi  sel-sel ini disebut sebagai sel-sel desidua. dan massa sel secara keseluruhan disebut desidua  sewaktu sel-sel trofoblas menembus desidua. kira-kira 16 hari setelah pembuahan/satu minggu setelah implantasi Fungsi Plasenta  Perkembangan. tempat tumbuhnya kapiler-kapiler 26 . sinus-sinus darah yang disuplai oleh darah ibu berkembang di sekitar korda trofoblastik o sel-sel trofoblas menjulurkan semakin banyak penonjolan-penonjolan. mencerna dan menginhibisinya  nutrisi yang disimpan dalam desidua akan digunakan oleh embrio untuk pertumbuhan dan perkembangan  minggu pertama setelah implantasi. salah satu cara embrio mendapat nutrisi – minggu ke-8  plasenta mulai memberikan nutrisi. anatomi dan fisiologik plasenta o ketika korda trofoblastik dari blastokista melekat pada uterus  kapiler-kapiler darah tumbuh ke dalam korda dari system vascular embrio o menjelang hari ke-16 setelah pembuahan darah mulai mengalir o secara bersamaan.

Kapiler-kapiler vilus dilapisi oleh endothelium yang sangat tipis dan dikelilingi oleh selapis jaringan penyambung yang pada bagian luar vilus ditutupi oleh satu lapis sel-sel sinsisial trofoblas o total daerah permukaan dari semua vili plasenta yang matur hanya beberapa meter persegi jauh lebih kecil daripada area membrane paruparu. Jadi.5 mikrometer. vili yang membawa darah fetus dikelilingi oleh sinus-sinus yang mengandung darah ibu o darah fetus mengalir melalui dua ateri umbilikalis  lalu ke kapilerkapiler vili  dan selanjutnya kembali melalui sebuah vena umbilikalis menuju ke fetus o pada saat yang sama.fetus. hampir 10 kali jarak antara membrane alveolus paru o Bahan nutrisi dan zat-zat lain melewati membrane plasenta terutama dengan difusi • Permeabilitas plasenta dan konduktansi difusi membrane o Fungsi utama plasenta : mengadakan difusi bahan-bahan makanan dari darah ibu ke dalam darah fetus o Difusi produk-produk ekskretoris dari fetus kembali ke ibu 27 . darah ibu mengalir dari arteri uterina ke dalam sinus-sinus maternal yang mengelilingi vili  kemudian kembali ke dalam vena uterina ibu o hubungan antara darah fetus dari setiap vilus plasenta fetus dan darah ibu dalam plasenta yang sudah berkembang sempurna. o Membrane plasenta yang telah matang sepenuhnya masih lebih tebal beberapa lapis sel dan jarak minimum antara darah maternal dan darah fetus adalah 3.

didorong oleh gradien tekanan oksigen dari darah ibu ke darah fetus o PO2 rata-rata dalam darah ibu pada sinus-sinus maternalis kira-kira 50 mmHg pada akhir kehamilan. hemoglobin dapat 28 .o Pada bulan -bulan awal kehamilan. Pada kadar PO2 yang rendah dalam darah fetus. gradient tekanan rata-rata untuk difusi oksigen melalui membrane plasenta kira-kira adalah 20 mmHg o Ada 3 alasan PO2 yang rendah pada darah fetus mampu mentranspor oksigen ke jaringan fetus hampir sama banyak dengan yang ditranspor oleh darah ibu ke jaringannya 1. area permukaannya sempit karena plasenta belum tumbuh secara bermakna  total konduktansi difusi kecil o Pada kehamilan lanjut. suatu jenis hemoglobin yang disintesis pada fetus sebelum kelahiran. Hemoglobin dari fetus terutama adalah hemoglobin fetal. permeabilitas meningkat akibat penipisan lapisan-lapisan difusi membran dan area permukaan menjadi sangat luas akibat pertumbuhan. membran plasenta masih tebal karena belum berkembang sepenuhnya  permeabilitas lebih rendah o Lebih lanjut. Hal ini jarang terjadi • Difusi oksigen melalui membrane plasenta o Prinsip : sama dengan difusi oksigen melalui membrane paru o Oksigen yang larut dalam darah sinus maternal besar  masuk ke dalam darah fetus melalui difusi sederhana. dan PO2 rata-rata dalam darah fetus setelah teroksigenasi adalah kira-kira 30 mmHg  oleh karena itu. sehingga memberikan peningkatan konduktansi plasenta yang sangat besar o Apabila rupture membrane plasenta  darah fetus dapat masuk ke sirkulasi ibu.

Konsentrasi hemoglobin darah fetus kira-kira 50 persen lebih besar dari hemoglobin ibu  oleh karena itu. sedeangkan peningkatan CO2 dalam darah ibu membuat darah ibu lebih asam. menyediakan factor lain yang meningkatkan transport oksigen oleh darah fetus. Factor tersebut yaitu. Efek Bohr.mengangkut lebih banyak 20-50 persen oksigen daripada yang dapat diangkut oleh ibu 2. Perubahan ini menyebabkan kapasitas gabungan oksigen darah fetus terhadap oksigen meningkat dan dalam darah ibu menurun. Hilangnya CO2 membuat darah fetus lebih alkalis. ini adalah factor yang lebih penting dalam meningkatkan jumlah oksigen yang ditranspor ke jaringan fetus 3. hemoglobin dapat membawa oksigen lebih banyak pada PCO2 rendah daripada yang dapat dibawa pada PCO2 tinggi. tetapi banyak CO2 ini berdifusi dari darah fetus ke dalam darah ibu. Jadi pergeseran Bohr akan bekerja pada arah tertentu dalam darah ibu dan pada arah yang lain dalam darah fetus Kedua efek tersebut membuat pergeseran Bohr di sini dua kali lebih penting daripada untuk pertukaran oksigen dalam darah paru  keadaan ini disebut efek Bohr ganda 29 . sehingga meningkatkan oksigen dalam darah fetus. Keadaan ini memaksa lebih banyak oksigen mengalir dari darah ibu. Darah fetus yang memasuki plasenta membawa sejumlah besar CO2.

sehingga menyebabkan ibu menghembuskan banyak sekali CO2 dari paru-parunya o Keadaan ini membantu mempertahankan PCO2 dalam darah fetus pada tingkat rendah.2 milimeter oksigen per menit per milliliter perbedaan oksigen di seluruh membrane. o karena kelarutan CO2 yang ekstrem dalam membrane plasenta memungkinkan CO2 berdifusi kira-kira 20 kali kecepatan daripada difusi oksigen o PCO2 darah ibu dalam sinus plasenta biasanya kurang dari nilai normal 40 mmHg o Nilai ini ditemukan dalam darah wanita yang tidak hamil karena estrogen dan progesteon kehamilan akan mempercepat pernapasan ibu.o Total kapasitas difusi seluruh plasenta untuk oksigen pada saat aterm kira-kira 1. Kapasitas ini sebanding dengan kapasitas pada paru bayi yang baru lahir. biasanya mendekati nilai normal 40 mmHg 30 . • Difusi CO2 melalui membrane plasenta o CO2 dibentuk terus menerus dalam jaringan fetus o Cara pembentukannya sama dengan dalam darah ibu o CO2 diekskresikan melalui plasenta ke darah ibu o PCO2 darah fetus besarnya 2-3 mmHg lebih tinggi dari PCO2 darah ibu o Gradient tekanan CO2 yang kecil ini pada membrane cukup untuk memungkinkan difusi CO2 yang adekuat.

asam urat. dan kreatinin o Kadar ureum dalam darah fetus sedikit lebih besar dari kadar dalam darah ibu. yaitu karena konsentrasi produk-produk ekskresi dalam darah fetus lebih tinggi daripada dalam darah ibu o Produk-produk ekskresi dari fetus berdifusi ke darah ibu  kemudian diekskresikan bersama-sama dengan produk-produk ekskresi dari ibu o Antara lain : nitrogen bukan protein seperti ureum. karena kelarutan asam lemak yang tinggi dalam membrane sel  sehingga glukosa lebih dulu dipakai fetus sebagai nutrisi o Zat-zat seperti badan keton dan ion kalium. glukosa ditranspor melalui molekulmolekul pembawa dalam membrane sel trofoblas secara difusi pasif o Zat-zat ini juga berdifusi dari darah ibu ke darah fetus tapi lebih lambat daripada glukosa. natrium. dan klorida juga berdifusi dari darah ibu ke dalam darah fetus • Ekskresi produk-produk buangan melalui membrane plasenta o Terjadi akibat gradient difusi melewati membrane plasenta. Karena ureum berdifusi melalui membrane plasenta dengan mudah o Kreatinin mempunyai persentase gradient konsentrasi yang lebih tinggi karena lebih sulit berdifusi 31 .• Difusi bahan makanan melalui membran plasenta o Zat-zat metabolisme lain yang diperlukan oleh fetus berdifusi ke dalam darah fetus dengan cara yang sama seperti oksigen o Pada stadium akhir kehamilan.

Bersamaan dengan perkembangan sel-sel trofoblas dari ovum yang baru dibuahi. Estrogen dan progesterone c. Human Chorionic Somatomammotropin Human chorionic Gonadotropin/hcG o hcG merupakan glikoprotein dengan berat molekul kira-kira 39. Sekresinya dapat diukur dalam darah pertama kali pada hari ke 8-9 setelah ovulasi 3. Kemudian kecepatan sekresi meningkat dengan cepat dan mencapai maksimum kira-kira kira 10-12 hari setelah ovulasi. hormone ini disekresi oleh sel-sel sinsisial trofoblas ke dalam cairan ibu 2. Caranya adalah sebagai berikut : 1.FAKTOR-FAKTOR HORMONAL DALAM KEHAMILAN Pada kehamilan. plasenta membentuk sejumlah besar hormone : a. Human chorionic Gonadotropin/hcG b.000 o hcG mempunyai struktur molekul dan fungsi yang sama dengan hormon luteinyang disekresi oleh hipofisis o Bila menstruasi terjadi setelah ovum diimplantasikan. kehamilan akan terhenti o Hal ini dicegah oleh sekresi hcG oleh jaringan yang baru terbentuk. dan menurun 32 .

Korpus luteum tumbuh kira-kira dua kali dari ukuran awalnya menjelang satu bulan atau lebih sejak kehamilan dimulai. biasanya selalu terjadi abortus spontan . Setelah waktu ini. yang diperlukan pada awal perkembangan fetus. menjadi sel-sel desidua yang sangat membengkak dan banyak mengandung nutrisi kira-kira pada waktu blastokista berimplantasi. progesterone dan estrogen untuk beberapa bulan berikutnya Hormon-hormon kelamin ini mencegah menstruasi dan menyebabkan endometrium terus tumbuh serta menyimpan nutrisi dalam jumlah besar dan tidak dibuang dalam darah menstruasi  akibatnya sel-sel yang menyerupai desidua yang berkembang dalam endometrium.sampai kadar yang lebih rendah menjelang 16-20 minggu setelah ovulasi. Korpus luteum kemudian 33 . Bila korpus luteum dibuang sebelum kira-kira minggu ke-7 kehamilan. bahkan kadang-kadang sampai minggu ke-12. plasenta sendiri akan menyekresikan sejumlah progesterone dan estrogen yang cukup untuk mempertahankan kehamilan selama sisa periode kehamilan. Sekresi terus berlanjut pada kadar ini selama sisa kehamilan Fungsi hcG : o Mencegah involusi normal dari korpus luteum pada akhir siklus seksual wanita o Menyebabkan korpus luteum menyekresi lebih banyak lagi hormonehormon kelamin. dan estrogen dan progesteron yang terus-menerus disekresi akan mempertahankan sifat asli desidua endometrium uterus. selama siklus seksual wanita normal.

yang merupakaan estrogen yang sangat lemah dan dibentuk hanya dalam jumlah kecil pada wanita yang tidak hamil. Sebaliknya.mengalami involusi secara perlahan setelah kehamilan berusia 13-17 minggu Efek hcG pada testis janin o Efek perangsangan sel-sel interstisial testis  mengakibatkan pembentukan testosterone pada fetus pria sampai waktu lahir Sekresi testosterone dalam jumlah sedikit ini selama kehamilan merupakan factor-faktor yang menyebabkan tumbuhnya organ-organ kelamin pria. estrogen lainlah yang berperan pada sebagian besar aktivitas total estrogenic. Karena kekuatan estrogenic dari estriol yang sangat kecil. Estrogen yang disekresikan oleh plasenta tidak disintesis secara de novo dari zat-zat dasar dalam plasenta. 2. 34 . yang dibentuk pada kelenjar adrenal ibu dan juga pada kelenjar adrenal fetus. Secara kuantitatif. testosterone yang disekresikan oleh testis fetus juga menyebabkan desensus testis ke dalam skrotum Sekresi Estrogen Oleh Plasenta o Plasenta menyekresikan estrogen dan progesterone. sebagian besar estrogen yang disekresikan adalah estriol. kedua hormone ini juga disekresi oleh sel-sel sinsisial trofoblas Sekresi oleh plasenta berbeda dengan sekresi oleh ovarium dalam beberapa hal berikut : 1. estrogen hampir seluruhnya dibentuk dari senyawa steroid androgen. dan bukan organ-organ kelamin wanita . Mendekati akhir kehamilan. dehidoepiandrosteron dan 16-hidroksidehidroepiandrosteron.

- Mempengaruhi kecepatan reproduksi sel pada embrio awal Sekresi Progesterone oleh Plasenta o Disekresikan oleh korpus luteum selama awal kehamilan o Juga disekresi dalam jumlah banyak oleh pasenta. kira-kira 0.Androgen yang lemah kemudian ditranspor oleh darah ke plasenta dan diubah oleh sel-sel trofoblas menjadi estradiol.25 g/hari sewaktu mendekati akhir masa kehamilan o Kecepatan sekresi progesterone meningkat 10 kali selama kehamilan Pengaruh khusus progesterone yang penting : - Progesterone menyebabkan sel-sel desidua tumbuh dalam endometrium uterus  nutrisi embrio awal - Menurunkan kontraktilitas uterus gravid  jadi mencegah kontraksi uterus yang menyebabkan abortus spontan 35 . dimana fungsi utamanya adalah menyekresi dehidroepiandrosteron Fungsi estrogen : - Pembesaran uterus Pembesaran payudara dan pertumbuhan struktur duktus payudara Pembesaran genitalia eksterna wanita Merelaksasai berbagai ligamentum pelvis  persendian sakroiliaka menjadi relatif lentur dan simfisis pubis menjadi elastis. kira-kira 80 persen terdiri dari zona fetus. estron. dan estriol. Korteks kelenjar adrenal fetus sangat besar.

akan menyebabkan perkembangan sebagian payudara dan pada beberapa keadaan menyebabkan laktasi. Juga mempunyai struktur kimia yang sama dengan hormone pertumbuhan.000 Mulai disekresikan oleh plasenta kira-kira minggu ke-5 kehamilan Sekresi meningkat secara progresif selama sisa masa kehamilan berbanding lurus dengan berat plasenta • Disekresikan dalam jumlah beberapa kali lebih besar dari gabungan semua hormone-hormon kelamin yang lain Fungsi penting : • Bila diberikan pada beberapa hewan tingkat rendah yang berbeda. Mempunyai kerja yang lemah serupa dengan hormone pertumbuhan. tetapi dibutuhkan 100 kali lebih banyak daripada hormone pertumbuhan untuk meningkatkan pertumbuhan 36 . Akan tetapi usaha untuk meningkatkan laktasi manusia dengan hormone ini tidak berhasil 1. Human Chorionic Somatomammotropin • • • • Sebuah hormone plasenta yang baru ditemukan Merupakan protein dengan berat molekul kira-kira 38. Juga mempengaruhi pembelahan sel pada awal perkembangan embrio - Membantu estrogen mempersiapkan payudara ibu untuk laktasi. yang menyebabkan deposit protein dengan cara yang sama seperti hormone pertumbuhan. Dinamakan human placental lactogen dan diyakini punya fungsi yang sama dengan prolaktin. Karena progesterone secara khusus meningkatkan sekresi tuba fallopi dan uterus untuk menyediakan bahan nutrisi yang sesuai untuk perkembangan morula dan blastokista.- Membantu perkembangan hasil konseptus bahkan sebelum implantasi.

2. Menyebabkan penurunan sensitivitas insulin dan menurunkan

penggunaan glukosa pada ibu  penyediaan untuk fetus lebih besar. Glukosa adalah zat utama yang dipakai fetus untuk meningkatkan pertumbuhannya. Hormone ini juga meningkatkan pelepasan asam lemak bebas dari cadangan lemak ibu  menyediakan sumber energy pengganti untuk ibu

FACTOR-FAKTOR HORMONAL LAIN DALAM KEHAMILAN • Sekresi hipofisis o Kelenjar hipofisis memberikan paling sedikit 50 persen selama kehamilan o Meningkatkan produksi kortikotropin, tirotropin, dan prolaktin o Hormone perangsang folikel dan hormone lutein hamper ditekan akibat efek penghambatan estrogen dan progesterone dari plasenta • Sekresi kortikosteroid o Kecepatan sekresi glukokortikoid korteks adrenal meningkat secara sedang selama kehamilan
o

Kemungkinan membantu mobilisasi asam-asam amino dari jaringan ibu  dipakai dan disintesis oleh fetus

o Sekresi aldosteron meningkat dua kali lipat, mencapai puncaknya pada akhir kehamilan
o

Keadaan

ini

bersama

dengan

kerja

estrogen

menyebabkan

kecenderungan wanita hamil normal untuk mereabsorpsi kelebihan natrium dari tubulus ginjal  retensi cairan  hipertensi • Sekresi kelenjar tiroid
37

o Kelenjar tiroid membesar sampai 50 persen selama kehamilan o Meningkatkan produksi tiroksin sesuai dengan pembesaran tersebut o Peningkatan pembentukan tiroksin paling sedikit disebabkan oleh efek tirotropik hcG, juga oleh sejumlah kecil hormone perangsang tiroid khusus, human chorionic tyrotropin yang disekresi oleh plasenta • Sekresi kelenjar paratiroid o Kalenjar paratiroid biasanya membesar selama kehamilan o Khususnya pada ibu yang mengalami defisiensi kalsium dalam makanannya
o

Pembesaran kelenjar menyebabkan absorpsi kalsium dari tulang ibu  mempertahankan tulangnya sendiri konsestrasi ion kalsium normal dalam cairan ekstraseluler ibu ketika janin mengambil kalsium untuk osifikasi tulang-

o Sekresi hormone paratiroid lebih intensif selama laktasi. • Sekresi Relaksin oleh ovarium dan plasenta o Hormone relaksin : suatu zat tambahan di samping estrogen dan progesterone o Disekresikan oleh korpus luteum ovarium dan plasenta
o

Sekresi oleh korpus luteum ditingkatkan oleh hcG pada saat yang sama dengan disekresikannya estrogen dan progesterone oleh korpus luteum

o Relaksin merupakan polipeptida dengan berat molekul sekitar 9000
o

Bila disuntikkan  menyebabkan relaksasi ligamentum-ligamentum dari simfisis pubis tikus dan marmot yang sedang birahi

38

o

Efek ini sangat sedikit bahkan tidak ada pada wanita hamil, sebaliknya peran ini terutama diperankan oleh estrogen  menyebabkan relaksasi ligamentum pelvikum

o Relaksin melunakkan serviks wanita pada saat persalinan Respon Tubuh Ibu Terhadap Kehamilan • Peningkatan ukuran berbagai organ-organ kelamin : o Uterus membesar kira-kira 60 gram o Payudara membesar dua kali lipat o Vagina membesar dan introitus vagina membuka lebih lebar o Berbagai hormone kadang-kadang menimbulkan edema, jerawat, maskulinisasi atau gambaran akromegali • Penambahan berat badan o Rata-rata sekitar 24 pon o Sebagian besar penambahan terjadi selama kedua trimester terakhir o Dari kenaikan BB ini, sekitar 7 pon adalah fetus, 4 pon cairan amnion, plasenta dan selaput amnion, 2 pon uterus, 2 pon payudara, 9 pon pada wanita itu sendiri. 6 pon dari cairan ini adalah cairan tambahan yang berada dalam darah dan cairan ekstraseluler, 3 pon kumpulan lemak o Cairan tambahan disekresikan ke dalam urin selama beberapa hari pertama setelah kelahiran, yaitu setelah menghilangnya hormone plasenta yang menahan cairan o Penambahan nafsu makan. Sebagian disebabkan oleh pemindahan bahan-bahan makanan dari darah ibu ke fetus karena faktor hormonal
39

dan sebagian besar

juga karena beban ekstra yang dipikulnya. penambahan BB ibu dapat mencapai 75 pon • Metabolism selama kehamilan o Sebagai akibat peningkatan sekresi berbagai hormone selama kehamilan. tubuh ibu sudah menyimpan zat-zat ini. dan besi dari saluran pencernaan selama bulan-bulan terakhir kehamilan untuk mensuplai fetus o Untuk mengantisipasi keperluan tambahan menjelang akhir kehamilan. paling banyak dalam tempat penyimpanan normal dari ibu sendiri o Apabila asupan kurang  defisiensi o Defisiensi biasa terjadi pada kalsium. fosfat. ibu tidak mengabsorpsi cukup protein. beberapa dalam plasenta. energy dalam jumlah lebih banyak dari normal harus dipergunakan untuk aktivitas otot • Nutrisi selama kehamilan o Pertumbuhan fetus terbesar terjadi selama trimester terakhir kehamilan o Berat fetus hampir dua kali lipat selama 2 bulan terakhir kehamilan o Dari makanan. kalsium. fosfat. besi dan vitamin o Vitamin D penting karena penyerapan dari saluran pencernaan buruk 40 .o Tanpa perawatan antenatal yang baik. hormone korteks adrenal dan hormonehormon kelamin o Kecepatan metabolisme basal meningkat 15 persen selama pertengahan akhir kehamilan  wanita hamil sering merasa kepanasan. termasuk tiroksin.

karena aldosteron dan estrogen sama-sama meningkat menyebabkan retensi cairan oleh ginjal o Sumsum tulang menjadi sangat aktif menghasilkan sel-sel darah merah tambahan serta kelebihan volum cairan  pada saat kelahiran bayi. terutama perdarahan otak • Perubahan sistem sirkulasi Aliran darah melalui plasenta dan curah jantung selama kehamilan o Sekitar 625 mililiter darah mengalir melalui sirkulasi ibu dari plasenta setiap menitnya selama fase-fase akhir kehamilan o Peningkatan umum metabolism  meningkatkan curah jantung ibu 3040 persen di atas normal pada minggu ke-27 kehamilan. ibu memiliki kelebihan darah 1-2 liter dalam sirkulasinya kirakira seperempat dari jumlah ini akan hilang secara normal sewaktu melahirkan bayi  menjadi factor pengaman bagi ibu • Pernapasan 41 . curah jantung turun sampai hanya sedikit di atas normal pada 8 minggu terakhir kehamilan. vitamin K sering ditambahkan pada diet ibu  bayi mempunyai protrombin yang cukup untuk mencegah perdarahan. walaupun aliran darah uterus tinggi Volum darah o Volum darah ibu sesaat sebelum hamil aterm kira-kira 30 persen di atas normal o Peningkatan terutama selama pertengahan akhir kehamilan o Penyebab peningkatan : factor hormonal. tetapi selanjutnya karena sebab yang tidak dapat dijelaskan.o Sesaat sebelum bayi lahir.

penambahan besar tubuh  jumlah total oksigen yang dipakai ibu sesaat sebelum kelahiran 20 peresn di atas normal dan terbentuk jumlah karbondioksida yang sebanding o Efek ini menyebabkan ventilasi semenit ibu meningkat o Kadar progesterone tinggi  meningkatkan sensitivitas pusat pernapasan terhadap karbondioksida o Hasil akhir : peningkatan ventilasi semenit 50 persen dan penurunan PCO2 arteri sampai beberapa millimeter air raksa di bawah nilai normal o Secara bersamaan. tetapi kadang beberapa milliliter atau beberapa L o Rata-rata air dalam cairan amnion diganti setiap 3 jam sekali o Elektrolit natrium dan kalium diganti setiap 15 jam sekali 42 .o Peningkatan metabolisme basal. klorida dan air oleh tubulus ginjal meningkat 50 persen akibat peningkatan produksi hormone steroid oleh plasenta dan korteks edrenal o Laju filtrasi glomerulus meningkat 50 persen  meningkatkan kecepatan hilangnya air dan elektrolit dalam urin • Cairan amnion dan pembentukannya o Dalam keadaan normal volum cairan amnion ½-1 L. uterus yang membesar  menekan isi abdomen ke atas  mendorong diafragma ke atas  total pergerakan diafragma berkurang  frekuensi pernapasan meningkat • Fungsi system urinarius o Kecepatan pembentukan urin meningkat karena peningkatan asupan cairan dan beban produk-produk ekskresi o Kemampuan reabsorpsi natrium.

otak dan hati  aliran darah ginjal dan laju filtrasi glomerulus menurun. peningkatan BB.o Sebagian dari cairan berasal dari ekskresi ginjal oleh fetus o Absorpsi juga terjadi melalui saluran pencernaan dan paru-paru fetus o Apabila kematian fetus dalam rahim  kecepatan kembalinya cairan amnion ½ kali fetus normal. 4 persen wanita hamil mengalami preeklampsia o Ditandai oleh :   retensi garam dan air oleh ginjal. o Gejala yang akut mengilang dalam beberapa hari setelah kelahiran bayi 43 . berlawanan dengan perubahan yang terjadi pada wanita hamil normal  efek pada ginjal disebabkan oleh penebalan lempeng glomerulus yang mengandung deposit protein pada membrane basalis o preeklampsia merupakan akibat dari beberapa macam autoimun atau alergi yang timbul akibat adanya fetus. khususnya ginjal. edema spasme arteri pada banyak bagian tubuh. artinya banyak cairan yang dibentuk dan diabsorpsi langsung melalui membrane amnion o Jumlah total cairan amnion kemungkinan diatur oleh membrane amnion o Volum cairan amnion meningkat saat ekskresi urin fetus meningkat danmenurun bila tidak ada urin yang keluar • Preeklamsia dan eklamsia o Preeklampsia/toksemia gravidarum : peningkatan tekanan darah arteri yang cepat yang berhubungan dengan hilangnya sebagian besar protein dalam urin selama beberapa bulan terakhir kehamilan.

dengan seksio sesaria bila perlu SIKLUS MENSTRUASI Haid (menstruasi) ialah perdarahan yang siklik dari uterus sebagai tanda bahwa alat kandungan menunaikan faalnya.o Beratnya gejala preeklampsia sangat berkaitan dengan peningkatan tekanan arteri yang menyertainya  memperberat spasme arteri dan pengaruh patologis lain o o Eklampsia : tingkat ekstrem dari efek yang tampak pada preeklamsia Ditandai oleh :       Spastisitas vascular yang ekstrem di seluruh tubuh kejang klonik sering dengan oleh koma.Hari 44 . diikuti dengan terminasi kehamilan dengan segera. penurunan hebat pengeluaran ginjal malfungsi hati seringkali dengan hipertensi berat keadaan toksik umum pada tubuh o biasanya eklampsia terjadi segera sebelum persalinan o tanpa pengobatan persentase penderita eklampsia yang meninggal sangat tinggi o angka kematian dapat berkurang 1 persen atau kurang o angka kematian dapat berkurang 1 persen atau kurang dengan menggunakan obat-obat vasodilator kerja cepat dan optimal untuk menurunkan tekanan arteri menjadi normal. Panjang siklus haid ialah jarak antara tanggalmulainya haid yang lalu dan mulainya haid yang baru.

Siklus menstruasi normal pada manusia dapat dibagi menjadi dua segmen : siklus ovarium dan siklus uterus. sel darah merah. ada yang 1 – 2 hari dan diikuti darah sedikit sedikit kemudian. releasing hormone dari 2adenohiposis melalui pembuluh portal hipotalamus hipofisis. Kurang lebih 50% darah menstruasi dikeluarkan dalam 24 jam pertama. Cairan menstruasi terdiri dari autolisis fungsional. bukan saja antara beberapa wanita tetapi juga pada wanita yang sama. Sistem kedua merupakan mekanisme umpan balik 45 .Panjang siklus haid yang normal atau siklus dianggap sebagai siklus yang klasik ialah 28 hari. Phase follikuler. dan ada yang sampai 7 – 8 hari. exudat inflamasi. dan enzym proteolitik. 2. dan hormone steroid ini oleh hormon gonadotropin dari adenohipofisis. umpan balik hormonal menyebabkan matang follikel pada tengah siklus dan mempersiapkan untuk ovulasi. Kurang lebih panjang phase folikuller antara 10 sampai 14 hari. Lebih dari 90% wanita mempunyai siklus menstruasi antara 24 sampai 35 hari. waktu dari ovulasi sampai awal menstruasi. Suatu sistem yang terdiri atas hipotalamus.mulainya perdarahan dinamakan hari pertama siklus. Pada setiap wanita biasanya lama haid itu tetap. dengan waktu kurang lebih 14 hari. Lama haid biasanya antara 3 – 6 hari. zat ini dialirkan ke steroid. Siklus ovarium lebih lanjut dibagi menjadi phase follikular dan phase luteal. Siklus ovarium digolongkan seperti : 1. siklusnya selalu tidak sama. tetapi variasinya cukup luas. Phase luteal. Sistem endokrin yang mengawsi siklus haid merupakan proses yang majemuk. mengingat siklus uterus juga dibagi sesuai phase proliferasi dan sekresi. Endometrium dipengaruhi secara siklik oleh estrogen dan progesterone. Juga pada kakak beradik bahkan saudara kembar.

pada fase follikuler dini. Mulai 10 – 12 hari setelah ovulasi korpus luteum mengalami regresi berangsur angsur disertai dengan berkurangnya kapiler kapiler dan diikuti oleh menurunnya sekresi progesterone dan estrogen.Tidak lama sesudah haid mulai.Ini memberikan umpan balik positif terhadap pusat siklik dan dengan mendadak terjadi puncak pelepasan LH (LH-surge) pada pertengahan siklus yang mengakibatkan terjadinya ovulasi. sehingga hormon steroid berkurang. follikel menjadi korpus luteum. Pada fase luteal. follikel hendaknya pada tingkat yang matang agar dapat dirangsang untuk brovulasi.Pecahnya folikel terjadi antara 16 – 24 jam setelah LH-surge.Meningkatnya FSH ini disebabkan oleh regresi korpus luteum. setelah ovulasi sel sel granulasa membesar membentuk vakuola dan bertumpuk pigmen kuning (lutein). Perkembangan follikel berakhir setelah kadar estrogen dalam plasma meninggi.Vaskularisasi dalam lapisan granulose juga bertambah dan mencapi puncaknya pada hari 8 – 9 setelah ovulasi . Menurunnya estrogen mungkin disebabkan perubahan morfologik pada follikel 11atau mungkin juga akibat umpan balik negatif yang pendek dari LH terhadap hipotalamus. dan ini menekan produksi FSH. Dalam beberapa jam setelah LH meningkat.Dengan berkembangnya follikel. beberapa follikel berkembang oleh pengaruh FSH yang meningkat. dan luteinized theca cells membuat pula estrogen yang banyak sehingga kedua hormon itu meningkat pada fase luteal. LH yang meninggi itu menetap kira kira 24 jam dan menurun pada fase luteal. produksi estrogen meningkat. Masa hidup korpus luteum pada manusia tidak bergantung pada hormon gonadotropin. Pada kehamilan hidupnya korpus luteum diperpanjang oleh 46 . Pada awalnya estrogen meninggi secara berangsur angsur.Pada saat ini LH juga meningkat. kemudian dengan cepat mencapi puncaknya. namun peranannya pada tingkat ini hanya membantu pembuatan estrogen dalam follikel. Luteinized granulose cells dalam korpus luteum membuat progesterone banyak. LH-surge yang cukup saja tidak menjamin terjadinya ovulasi. estrogen menurun dan mungkin inilah yang menyebabkan LH menurun.

3. Darah tidak membeku karena adanya fermen yang mencegah pembekuan darah dan mencairkan potongan potongan mukosa. Fase post menstruasi atau stadium regenerasi Luka endometrium yang terjadi akibat pelepasan endometrium secara berangsur angsur sembuh dan ditutup kembali oleh selaput lendir baru yang tumbuh dari sel sel epitel kelenjar endometrium. Fase menstruasi atau deskuamasi Pada masa ini endometrium dilepaskan dari dinding uterus disertai dengan perdarahan. stadium sudah mulai waktu stadium menstruasi dan berlangsung ± 4 hari.5 mm. stadium ini berlangsung 4 hari. potongan potongan endometrium dan lendir dari cervik. Fase proliferasi dapat dibagi dalam 3 subfase yaitu : 47 . 2. Fase intermenstruum atau stadium proliferasi Dalam fase ini endometrium tumbuh menjadi setebal ± 3. HCG memelihara steroidogenesis pada korpus luteum hingga 9 – 10 minggu kehamilan. Dengan haid itu keluar darah. Fase ini berlangsung dari hari ke 5 sampai hari ke 14 dari siklus haid. Pada waktu ini tebal endometrium ± 0.Hanya lapisan tipis yang tinggal yang disebut dengan stratum basale.adanya rangsangan dari Human Chorionic Gonadotropin (HCG) yang dibuat oleh sinsiotrofoblast. Siklus endometrium terdiri dari 4 fase : 1. Rangsangan ini dimulai pada puncak perkembangan korpus luteum (8 hari pasca ovulasi). waktu yang tepat untuk mencegah terjadinya regresi luteal.Kemudian fungsi ini diambil alih oleh plasenta.Hanya kalau banyak darah keluar maka fermen tersebut tidak mencukupi hingga timbul bekuan bekuan darah dalam darah haid.5 mm.

tujuan perubahan ini adalah untuk mempersiapkan endometrium menerima telur yang dibuahi. Sebagian sediaan masih menunjukkan suasana fase menstruasi dimana terlihat perubahan perubahan involusi dari epitel kelenjar yang berbentuk kuboid. terutama dari mulut kelenjar.Fase ini dikenal dari epitel permukaan yang tipis dan adanya regenerasi epitel. Fase ini dibagi atas :  Fase sekresi dini 48 . Stroma padat dan sebagian menunjukkan aktivitas mitosis. Fase ini dapat dikenal dari permukaan kelenjar yang tidak rata dan dengan banyak mitosis. sel selnya berbentuk bintang dan lonjong dengan tonjolan tonjolan anastomosis. b. tetapi bentuk kelenjar berubah menjadi panjang. Inti epitel kelenjar membentuk pseudostratifikasi. Pada fase ini endometrium kira kira tetap tebalnya. sel sel kelenjar mengalami mitosis. Fase proliferasi dini Fase proliferasi dini berlangsung antara hari ke 4 sampai hari ke 9. pendek dan sempit.a. Fase proliferasi akhir Fase ini berlangsung pada hari ke 11 sampai hari 14. 4. Dalam endometrium telah tertimbun glikogen dan kapur yang kelak diperlukan sebagai makanan untuk telur yang dibuahi.Nukleus sel stroma relatif besar karena sitoplasma relatif sedikit. Fase pramenstruum atau stadium sekresi Fase ini mulai sesudah ovulasi dan berlangsung dari hari ke 14 sampai ke 28.Stroma bertumbuh aktif dan padat.Kelenjar kebanyakan lurus.Bentuk kelenjar ini merupakan ciri khas fase proliferasi. berkeluk keluk dan mengeluarkan getah yang makin lama makin nyata.

Sel stroma menjadi sel desidua jika terjadi kehamilan. Ini disebabkan oleh banyak kelenjar yang melebar dan berkeluk keluk dan hanya sedikit stroma di antaranya. stratum spongiosum.  Fase sekresi lanjut Endometrium dalam fase ini tebalnya 5 – 6 mm. kecuali mitosis pada kelenjar. stratum kompaktum. Faktor faktor yang mempengaruhi siklus menstruasi Haid merupakan pendarahan secara periodik dan siklik dari uterus. c. Panjang siklus haid ialah jarak antara mulainya haid yang lalu dan mulainya haid berikutnya. stratum basale. disertai pelepasan endometrium.Dalam fase ini endometrium lebih tipis daripada fase sebelumnya karena kehilangan cairan. Panjang siklus haid yang normal/ dianggap siklus haid yang klasik yaitu 28 hari. Fase ini sangat ideal untuk nutrisi dan perkembangan ovum. Lapisan ini tidak aktif. yaitu : a. lumennya berisi sekret dan stromanya edema.Sitoplasma sel sel stroma bertambah. tetapi variasinya cukup luas. yaitu lapisan atas yang padat. yaitu lapisan endometrium bagian dalam yang berbatasan dengan lapisan miometrium. tapi kakak adik maupun saudara kembar juga 49 . yaitu lapisan tengah berbentuk anyaman seperti spons. dengan endometrium sangat banyak mengandung pembuluh darah yang berkeluk keluk dan kaya dengan glikogen. Saluran saluran kelenjar sempit. bukan saja pada beberapa wanita. tebalnya ± 4 – 5 mm. b. Pada saat ini dapat dibedakan beberapa lapisan. Dalam fase ini terdapat peningkatan dari fase sekresi dini .

Pada setiap wanita itu biasanya lama haid itu tetap. Jumlah darah yang dikeluarkan 33.siklusnya tidak selalu sama. dikenal sebagai blastomer. kemudian terjadi serangkaian pembelahan mitosis. sementara massa yang luar disebut trofoblas.1 hari dan pada wanita usia 55 tahun 51. Pada wanita yang lebih tua darahnya lebih banyak. Jumlah darah haid >80cc dianggap patologik. yang mengakibatkan bertambahnya jumlah sel dengan cepat. Proses ini disebut pemadatan. Pada wanita dengan anemia defisiensi besi jumlah darah haid yang keluar lebih banyak. membelah lagi membentuk morula. 7-8 hari. Panjang siklus haid dipengaruhi oleh usia seseorang. Dari pengalaman hartman pada kera ternyata hana 20% saja yang panjang siklus haidnya 28 hari. Lama haid biasanya 3-5 hari. Massa sel dalam membentuk jaringan-jaringan embrio yang sebenarnya. Semakin lama hubungan antar blastomer semakin rapat. Rata-rata panjang siklus haid pada gadis usia 12 tahun ialah 25. Sel-sel embrio yang termampatkan tersebut. ada yang 1-2 hari. Sel yang menjadi semakin kecil pada setiap pembelahan ini. Pada manusia biasanya panjang siklusnya 25-32 hari. yang kemudian ikut membentuk plasenta.9 hari. Sel-sel bagian dalam morula merupakan massa sel dalam. 50 . sehingga membentuk sebuah bola sel padat yang disatukan oleh persambungan yang kuat. sedangkan sel-sel sekitar membentuk massa sel luar.2 ± 16 cc. Kira-kira 97% wanita yang berovulasi itu siklus haidnya berkisar 18-42 hari. EMBRIOGENESIS Embriogenesis Trimester I Ovulasi hingga Implantasi (Perkembangan Minggu Pertama) Pembelahan Setelah zigot mencapai tingkat dua sel.1 hari pada wanita usia 43 tahun 27. Jika kurang atau lebih biasanya anovulatoar. Selain itu faktor psikologis dan aktivitas fisik juga mempengaruhi siklus menstruasi.

menipis dan membentuk dinding epitel untuk blastokista. sedangkan sel-sel di massa sel luar atau trofoblast. sel trofoblast di atas kutub embrioblast mulai menyusut di antara sel epitel mukosa rahim kira-kira pada hari keenam.Pembentukan Blastokista Kira-kira ketika morula memasuki rongga rahim. sehingga implantasi bisa dimulai. Penembusan dan selanjutnya pengikisan oleh sel epitel pada selaput lendir tersebut mungkin disebabkan oleh enzim proteolitik yang dihasilkan oleh trofoblast. blastokel. Satu lapisan yang aktif berproliferasi yang dikenal sebagai sitotrofoblas. Perkembangan Minggu Kedua (Cakram Mudigah Bilaminer) Pada perkembangan hari kedelapan. sehingga implantasi adalah hasil kerja sama tropfoblas dan endometrium. terletak pada salah satu kutub. blastokista tertanam ke dalam stroma endometrium. yang sekarang disebut embrioblast. cairan mulai menembus zona pelusida masuk ke dalam ruang antar sel yang ada di massa sel dalam. sel-sel di dalam massa sel dalam. Tetapi selaput lendir rahim menunjang kegiatan proteolitik blastokista tersebut. Berangsur-angsur ruang antar sel menyatu. Pada saat ini mudigah dikenal sebagai blastokista. Pada manusia. Trofoblast berdiferensiasi menjadi : a. dan akhirnya terbentuklah sebuah rongga. 51 .

yang mengikis jaringan ibu. Sel-sel endoderm berlanjut menjadi membran eksoselom. embrioblas berdiferensiasi menjadi epiblas dan hipoblas. terbentuk lacuna dalam sinsitiotrofoblas.b. dan menjelang akhir minggu kedua. dan luka pada permukaan mukosa telah pulih kembali. yang keduanya bersama-sama membentuk cakram mudigah bilaminer. Menjelang akhir minggu kedua. 52 . mulailah sirkulasi utero-plasenta. Sel-sel ectoderm dilanjutkan dengan amnioblas dan bersama-sama mereka mengelilingi suatu rongga baru. Satu lapisan luar yaitu sinsitiotrofoblas. yang memenuhi ruangan di antara trofoblas dan amnion. yang menutupi kantung kuning telur adalah mesoderm splanknopleural ekstraembrional. Sementara itu. Menjelang akhir minggu kedua. Ketika vakuola-vakuola timbul di ruangan ini. Kelompok ini disebut villi primer. blastokista telah tertanam seluruhnya. terbentuklah selom ekstraembrional atau rongga karion. terbentuklah mesoderm ekstraembrional. Mesoderm ekstraembrional membatasi sitotrofoblas dan amnion adalah mesoderm yang somatopleural ekstraembrional. rongga amnion. sinusoid ibu terkikis oleh sinsitiotrofoblas. Sementara itu. Menjelang hari ke-9. dan keduanya bersama-sama mengelilingi kantung kuning telur primitif. darah ibu memasuki lakuna. sitotrofoblas membentuk kolom-kolom seluler yang menembus ke dalam dan dikelilingi oleh sinsitium. Selanjutnya. serta selaput eksoselom di sebelah dalam.

yang memulai dengan munculnya garis primitive yang ada pada ujung kepalanya terdapat nodus primitive.Cakram Mudigah Trilaminer (Perkembangan Minggu Ketiga) Peristiwa yang paling khas di minggu ketiga adalah gastrulasi. epiblas semuanya menghasilkan tiga lapisan mudigah pada mudigah tersebut. 53 . Karena itu. mesoderm. Pada saat yang sama trofoblas berkembang dengan cepat . yang akan menjadi dasar kerangka sumbu badan. system villi tersebut sudah siap memasok zat-zat makanan dan oksigennya kepada mudigah. villi primer sudah memiliki inti mesenkim. Ketika kapiler villi ini berhubungan dengan kapiler di dalam lempeng korion dan tangkai penghubung. bergerak ke depan himgga mencapai lempeng prekordal. tempat munculnya pembuluh-pembuluh kapiler kecil. terbentuklah tiga lapisan mudigah yang tediri dari ectoderm. Notokord membentuk sumbu tengah. notokord. Karena itu. Pada perkembangan selanjutnya. pada akhir minggu ketiga. Mereka menempatkan diri dalam endoderm sebagai lempeng notokord. Sel-sel dari lapisan mudigah mesoderm intraembrional bermigrasi diantara dua lapisan mudigah lainnya sampai terbentuk hubungan dengan mesoderm ekstembrional yang membungkus kantung kuning telur dan amnion. terbentuklah sebuah tali padat. Sel-sel prenotokord yang bergerak masuk didalam lubang primitive. dan endoderm serta diferensiasi jaaringan dan organ sudah dimulai. lempeng ini mengelupas dari endoderm. Di daerah nodul dan garis ini sel-sel epiblas bergerak masuk (invaginasi) membentuk lapisan-lapisan sel baru yaitu endoderm dan mesoderm.

ciri-ciri utama bentuk tubuh mulai jelas  Lapisan mudigah ectoderm membentuk organ dan struktur-struktur yang memelihara hubungan dengan dunia luar a) Susunan saraf pusat b) System saraf tepi c) Epitel sensorik telinga. suatu masa yang dikenal sebagai masa embriogenik atau masa organogenesis.Masa Embriogenik (Minggu Ketiga Sampai Kedelapan) Selama perkembangan minggu ketiga hingga minggu kedelapan . masing-masing lapisan dari ketiga lapisan mudigah membentuk banyak jaringan dan organ yang spesifik. hidung dan mata 54 . Sebagai akibat pembentukan organ. Masa pembentukan jaringan dan organ ini terjadi minggu keempat hingga kedelapan.

hati dan kelenjar pancreas. sklerotom (tulang rawan dan tulang) dan dermatom (jaringan subkutan kulit). lapisan epitel kavum timpani dan tuba eustachius juga berasal dari endoderm. Mesoderm juga membentuk system pembuluh yaitu jantung. Akhirnya. limpa dan korteks adrenal juga merupakan derivate mesoderm. Hubungan dengan kantung kuning telur dan plasenta dipertahankan masingmasing melalui ductus vitellinus dan tali pusat. intermediat. yang membentuk mesenkim di kepala dan tersusun sebagai somitsomit di segmen oksipital dan kaudal. sehingga terbentuklah lipatan kepala dan ekor. cakram mudigah yang mula-mula datar mulai melipat dengan arah sefalokaudal. Di samping itu. saluran pernapasan dan kandung kemih. vena. Lapisan ini juga membentuk parenkim tiroid.d) Kulit termasuk rambut dan kuku e) Kelenjar hipofisis. Sebagai akibat dari pembentukan system-sistem organ dan pertumbuhan system saraf pusat yang cepat.  Lapisan mudigah endoderm menghasilkan lapisan epitel saluran pencernaan. dan semua sel darah dan sel limfa. gonad dan saluran-salurannya (tetapi tidak termasuk kandung kemih). ia membentuk system urogenital: ginjal. limfa. Mesoderm paraaksial membentuk somitomer. sehingga terdapat bentuk tubuh yang bulat. Somit membentuk miotom (jaringan otot). keempat. dan kelima. kelenjar paratiroid. kelenjar mamae. Akhirnya. Embriogenesis Trimester II Pertumbuhan panjang sangat mencolok pada bulan ketiga. arteri. Sedangkan penambahan berat badan sangat mencolok pada 2 bulan terakhir kehamilan. Ukuran yang 55 . dan lempeng lateral. ukuran dari verteks kepala sampai ke tumit (tinggi berdiri). Panjang janin biasanya disebutkan sebagai panjang puncak kepala-bokong (PPB) (tinggi duduk) atau sebagai panjang puncak kepala-tumit (PPT). Cakram ini juga melipat dengan arah lintang. kelenjar keringat dan email gigi  Bagian yang paling penting dari lapisan mudigah mesoderm adalah mesoderm paraaksial. yang semuanya merupakan jaringan penunjang tubuh.

dinyatakan dalam sentimeter kemudian dihubungkan dengan umur janin yang dinyatakan dalam minggu atau bulan. berat badan banyak bertambah. karena tidak ada jaringan ikat di bawah kulit. PPB-nya kira-kira 15 cm. khususnya selama 2 bulan terakhir. Perubahan paling mencolok selama masa janin adalah pertumbuhan kepala yang relative lambat jika bagian tubuh lainnya. Janin yang dilahirkan pada bulan keenam atau ketujuh sukar untuk hidup. Akan tetapi. Menjelang permulaan bulan kelima. Pada bulan kelima. yaitu kirakira setengah dari panjang total bayi baru lahir. yang pertambahannya meliputi 50% dari berat badan cukup bulan (kira-kira 3200 gr). janin memanjang dengan cepat dan pada akhir dari paruh pertama kehidupan dalam rahim. kulit janin kemerahan dan nampak berkeriput. gerakan janin biasanya jelas dapat dirasakan oleh ibunya. berat badan janin hanya sedikit bertambah pada masa ini dan menjelang akhir bulan kelima masih kurang dari 500 gr. yang disebut rambut lanugo. Pada bulan keempat dan kelima. pada minggu ke-12 alat kelamin luar berkembang sedemikian rupa sehingga jenis kelamin janin dapat ditentukan dengan pemeriksaan luar (USG). Pusat-pusat osifikasi primer terdapat di tulang-tulang panjang dan tulang tengkorak pada minggu ke-12 (bulan keempat). alis mata dan rambut kepala juga terlihat. Pada bulan keenam. Selama paruh kedua kehidupan dalam rahim. Janin dibungkus oleh rambut-rambut halus. Selain itu. 56 . ukuran kepala kira-kira 1/3 PPT.

Paru-paru berkembang menjadi sempurna. janin memilki berat sekitar 630 g. yaitu saat bronkus dan bronkiolus 57 . • Gestasi 20 minggu. • Gestasi 24 minggu. dan berat mulai meningkat secara linier. Kepala masih relatif cukup besar. Embriogenesis Trimester III Dalam trimester ini semua organ tubuh tumbuh dengan sempurna. Berat janin sekarang telah lebih sedikit dari 300 gr. • Gestasi 24 minggu Pada akhir minggu ke-24. Pada akhir minggu ke-16. Janin yang lahir pada paeriode ini akan berusaha bernapas. Pada bulan ke-9 janin mengambil posisi kepala di bawah dan siap untuk dilahirkan. bulu mata dan alis biasanya sudah dapat dikenali.• Gestasi 16 minggu. Janin menunjukkan aktivitas motorik yang terkoordinasi seperti menendang atau menonjok serta dia sudah memiliki periode tidur dan bangun. Kulit memperlihatkan keriput yang khas. Periode kanalikular perkembangan paru. dan mulai tumbuh beberapa rambut kepala. Kepala masih relative cukup besar. Pada akhir minggu ke-24. Kulit memperlihatkan keriput yang khas. Periode kanalikuler. dan mulai terjadi penimbunan lemak. sudah hampir selesai. bulu mata dan alis biasanya sudah dapat dikenali. Masa tidurnya jauh lebih lama dibandingkan masa bangun. janin memiliki berat sekitar 630 gr. Jenis kelamin telah dapat ditentukan dengan tepat oleh pemeriksa yang berpengalaman melalui inspeksi genitalia eksterna pada menggu (menstruasi) ke-14. tetapi sebagian besar akan meninggal karena sakus terminalis---yang dibutuhkan untuk pertukaran gas---belum terbentuk. lanugo halus menutupi seluruh tubuhnya. Akhir minggu ke-20 merupakan titik pertengahan kehamilan sesuai perkiraan dari awal menstruasi normal terakhir. Kulit janin mulai kurang transparan. dan mulai terjadi penimbunan lemak. yaitu saat alveolaris terbentuk. panjang ubun-ubun---bokong telah mencapai 12 cm dan beratnya 110 gr.

membesar dan ductus alveolaris terbentuk. Bayi yang lahir pada waktu ini memiliki kemungkinan yang sangat baik untuk bertahan hidup dengan perawatan yang benar. janin sudah berlembnag sempurna. 58 . dan gambaran keriput di wajah yang sebelumnya ada telah menghilang. tetapi sebagian besar akan meninggal karena sakus terminalis-yang dibutuhkan untuk pertukaran gas –belum terbentuk. permukaan kulit masih masih merah dan berkeriput. sudah hamper selesai. Kulit tipis. denganberbagai variasi. Pada waktu ini. rata-rata panjang ubun-ubun-bokong janin aterm adalah sekitar 36 cm. merah dan ditutpi oleh verniks kaseosa. bayi yang lahir pada periode ini biasanya akan bertahan hidup • Gestasi 36 minggu Pada akhir minggu ke-36 gestasi. Karena pengendapan lemak subcutis. Tanpa adanya keaadaan penyulit. tubuh menjadi lebih bulat. janin memiliki panjang ubun-ubun-bokong sekitar 28 cm dan berat sekitar 1800 g. • Gestasi 28 minggu Pada akhir minggu ke-28. panjang ubun-ubun-bokong adalah sekitar 25 cm dan berat janin sekitar 1100 g. Janin yang lahir pada periode ini akan berusaha bernapas. • Gestasi 32 minggu Pada akhir minggu ke-32 gestasi. dan berat sekitar 3400 g. rata-rata panjang ubun-ubun-bokong janin adalah 32 cm dan berat sekitar 2500 g. Bayi yang lahir pada waktu ini dapat menggerakkan ekstremitasnya dengan cukup energik dan menangis lemah. • Gestasi 40 minggu Aterm dicapai pada minggu ke-40 dari awitan menstruasi terakhir. dengan gambaran khas neonatus . Bayi normal yang lahir pada usia ini memiliki kemungkinan 90% untuk bertahan hidup. Membran pupil baru lenyap dari mata.

sekresi LH dan FSH dari hipofisis anterior dirangsang oleh sebuah hormon hipotalamus.FISIOLOGI HORMON A. Sebaliknya. Follicle-stimulating hormone bekerja pada tubulus seminiferosa. tanpa terjadi sekresi di antara letupanletupan tersebut. terutama di sel Sertoli. Setiap dua sampai tiga jam sekali. Luteinizing hormone bekerja pada sel Leydig untuk mengatur sekresi testosteron. untuk meningkatkan spermatogenesis. sehingga pada pria hormon ini juga memiliki nama interstitial-cell-stimulating hormone (ICSH). Karena GnRH merangsang sel-sel sekretorik hormon gonadotropik di hipofisis anterior. gonadotropin-releasing hormone (GnRH). Testis dikontrol oleh dua hormon gonadotropik oleh yang disekresikan hipofisis anterior. pola sekresi hipotalamus yang pulsatif ini menyebabkan sekresi LH dan FSH juga berlangsung secara periodik. GnRH dikeluarkan dari hipotalamus dalam letupan-letupan sekretorik. 59 . Kedua hormon ini bekerja pada komponenkomponen testis yang berbeda. Kedua Hormon Gonadotropik Hipofisis Anterior (LH dan FSH) Mengontrol Sekresi Testosteron dan Spermatogenesis. luteinizing hormone (LH) dan follicle-stimulating hormone (FSH).

di antara letupan-letupan sekretoriknya LH dibersihkan dari darah lebih cepat dibandingkan dengan FSH yang dimetabolisasi lebih lambat. testosteron bekerja secara langsung pada hipofisis anterior untuk mengurangi kepekaan sel-sel sekretorik LH terhadap GnRH. Efek yang terakhir menjelaskan mengapa testosteron menimbulkan pengaruh negatif yang lebih besar pada sekresi LH dibandingkan dengan pada sekresi FSH. Baik testosteron maupun FSH berperan penting dalam mengontrol spermatogenesis.Walaupun GnRH merangsang sekresi LH dan FSH. Kedua. yang disekresikan oleh sel Sertoli. Testosteron esensial untuk mitosis dan meiosis selsel germinativum. bekerja secara umpan-balik negatif untuk menghambat sekresi LH melalui dua cara. konsentrasi kedua hormon gonadotropik tersebut dalam darah tidak selalu sejajar satu sama lain karena dua alasan. Efek umpan-balik negatif testosteron yang predominan adalah menurunkan episode-episode pengeluaran GnRH dengan bekerja pada hipotalamus. Testosteron. Pertama. Inhibisi umpan-balik terhadap FSH oleh produk sel Sertoli ini sesuai. Sinyal inhibitorik testis yang secara spesifik ditujukan untuk mengontrol sekresi FSH adalah hormon peptida inhibin. produk stimulasi LH pada sel Leydig. sehingga secara tidak langsung menurunkan pengeluaran LH dan FSH dari hipofisis anterior. sedangkan FSH diperlukan untuk remodeling spermatid. sehingga variasi pulsasi kadar LH dalam darah jauh lebih mencolok dibandingkan variasi kadar FSH. Kedua. karena FSH merangsang spermatogenesis dengan bekerja pada sel Sertoli. dua faktor regulatorik selain GnRH —testosteron dan inhibin—secara berbeda mempengaruhi kecepatan sekresi LH dan FSH. yang masing-masing melaksanakan efeknya dengan mempengaruhi sel Sertoli. Inhibin diperkirakan bekerja secara langsung pada hipofisis anterior untuk menghambat sekresi FSH. Konsentrasi testosteron di testis jauh lebih tinggi daripada di darah karena 60 .

yang nantinya menjadi sel folikuler. Jumlahnya pada saat kelahiran sekitar 700 ribu .cukup banyak hormon yang diproduksi secara lokal oleh sel Leydig ini ditahan di dalam cairan lumen karena berikatan dengan protein pengikat androgen yang dikeluarkan oleh sel Sertoli. Oogonium kemudian mengalami beberapa kali mitosis. Folikel primordial tetap pada stadiumnya (fase istirahat/fase diktioten/diplotene stage). sambil mulai terbentuknya siklus menstruasi. Pada saat itu sel-sel mulai berdegenerasi. jumlah oogonium diperkirakan mencapai 5-7 juta sel. Oosit primer kemudian mengadakan replikasi DNA dan memasuki proses miosis pertama sampai tahap profase. sehingga banyak oogonium dan oosit primer berhenti tumbuh dan menjadi atretik. Pada bulan ke-5 sampai ke-7. Tetapi oosit primer yang telah memasuki tahap profase miosis pertama tetap bertahan pada stadiumnya dengan dilapisi sel folikuler epitel gepeng (selanjutnya oosit primer dengan sel folikuler ini disebut sebagai folikel primordial). sel benih primordial segera berdiferensiasi menjadi oogonium. sebagian lain berdiferensiasi dan tumbuh membesar menjadi oosit primer. setelah tiba di gonad.2 juta folikel. Pada masa pubertas. Pada saat ovulasi suatu siklus haid normal. yaitu sekitar dua 61 . Sebagian besar oogonium terus mengalami mitosis. Peran Hormone dalam Oogenesis Pada wanita. folikel primordial atau oosit primer mulai melanjutkan pematangannya dengan kecepatan yang berbeda-beda. dan pada akhir perkembangan embrional bulan ketiga setiap oogonium dikelilingi oleh selapis sel epitel yang berasal dari permukaan jaringan gonad. Kadar testosteron testis yang tinggi ini diperlukan untuk mempertahankan pembentukan sperma. sampai sesudah kelahiran dan menjelang pubertas.

sementara bagian tepi luar lapisan folikuler mulai dilapisi oleh dua lapisan jaringan ikat yaitu teka interna (lapisan seluler. Tetapi sel-sel folikuler yang berbatasan dengan zona pellucida oosit primer tetap utuh dan Stadium perkembangan ini disebut stadium folikel sekunder. Pada stadium ini. Awalnya oosit primer berhubungan erat dengan sel folikuler kuboid yang melapisinya. namun selanjutnya terbentuk suatu lapisan mukopolisakarida yang membatasi atau memisahkan di antaranya. yang disebut zona pellucida. sebelah dalam. disebut berada dalam stadium folikel primer. sebelah luar). Mekanisme umpan balik positif dan negative juga turut terlibat. Pada tingkat pertumbuhan ini. yang kemudian menghasilkan hormon estrogen) dan teka eksterna (lapisan fibrosa. Kemudian terbentuk juga suatu rongga dalam lapisan folikuler (antrum folikuli) yang makin lama makin besar. Kemudian antrum folikuli semakin membesar. folikel disebut berada dalam stadium sudah matang. oosit primer bersama lapisan epitelnya.minggu sebelum terjadinya perdarahan haid berikutnya. 62 . ovarium mensekresi sedikit estrogen yang menghambat pelepasan GnRH hipotalamus. hanya satu sel folikel yang mengalami pematangan sampai tingkat lanjut dan keluar sebagai ovum yang siap dibuahi. Hormon juga Mengatur Sistem Reproduksi Perempuan Ketepatan pola siklus fungsi sistem reproduksi perempuan diatur melalui keseimbangan hormone hipotalamus (GnRH). hipofisis (FSH dan LH). disebut sebagai folikel tersier atau folikel deGraaf. dan hormone ovarium (estrogen dan progesteron). menjadi cumulus oophorus. Pertumbuhan atau pematangan diawali dengan pertambahan ukuran oosit primer atau folikel primordial menjadi membesar. 1) Menarke a. Saat kanak-kanak. dan sel-sel epitel selapis gepeng berubah menjadi kuboid dan berlapis-lapis.

terutama lapisan mukosa dan lapisan otot tuba uterin. uterus. 63 . dan juga memfasilitasi metabolism kalsium. hipotalamus menjadi kurang sensitive terhadap estrogen dan melapas GnRH melalui semprotan pulsatil. Saat pubertas. dan payudara. Hormon ini merangsang pertumbuhan semua organ reproduksi. akan menstimulasi ovarium untuk memproduksi estrogen dan progesterone. Estrogen juga menstimulasi pertumbuhan duktus dan alveoli kelanjar mammae. paha. Estrogen mempengaruhi konfigurasi tubuh total melalui peningkatan pembentukan tulang dan peningkatan penumpukan lemak dalam semua jaringan subkutan terutama di area bokong. termasuk menurunkan kadar kolesterol dan lipoprotein densitas rendah dalam darah melalui perbandingan pada perempuan pascamenopause dan laki-laki. Estradiol adalah estrogen yang secara biologis paling aktif dan paling penting yang disekresi ovarium.b. GnRH menstimulasi hipofisis anterior untuk melepas FSH dan LH yang pad gilirannya. Estron adalah estrogen lemah yang dibentuk melalui konversi androstenedion. b. dan vagina. 2) Efek Fisiologis Estrogen a. c. c. Estrogen juga mempunyai efek metabolik. Estriol adalah estrogen terlemah.

Progesteron meningkatkan viskositas mucus serviks dan dengan demikian cenderung menghambat masuknya sperma ke os serviks. Folikel Antral 64 Pengumpulan cairan  munculnya antrum di dalam massa sel granulosa. berlangsung cepat  memperbanyak lapisan. d. e. Folikel Primer Teka eksterna  berkembang mjd kapsul jaringan ikat yang sangat vaskular. Progesteron merangsang pertumbuhan endometrium uterus lebih lanjut untuk mempersiapkannya terhadap implantasi ovum yang sudah dibuahi. (Produksi susu actual merupakan salah satu fungsi prolaktin setelah payudara disiapkan oleh hormone estrogen dan progesterone) c. Progesteron menyebabkan sedikit peningkatan suhu tubuh basal dan peningkatan ekskresi natrium dan air dari ginjal. 3) Efek Fisiologis Progesteron a. Konsentrasi FSH dan LH ↑↑ (sedikit  sedang) Peningkatan FSH > LH & lebih awal daripada LH Mempercepat pertumbuhan 6-12 folikel primer/ bulan Perkembangan Folikel Antral & Vesikular sel-sel granulosa Proliferasi Sel-sel (dr interstisium ovarium) berkumpul di luar sel granulosa  membentuk teka. Estrogen menyebabkan produksi sekresi serviks berair jernih yang cenderung memfasilitasi masuknya sperma ke dalam uterus. Massa sel granulosa menyekresi cairan folikular (estrogen ↑↑) . Hormon ini mempengaruhi fungsi pengaturan suhu dan pusat vasomotorik hipotalamus yang mengendalikan saraf penyebab dilatasi dan konstriksi pembuluh darah. Progesteron menghambat kontraksi uterus sehingga ovum yang sudah tertanam dapat bertahan. Teka interna (selselnya = sel-sel granulosa)  membentuk kemampuan untuk sekresi estrogen & progesteron. b.d. Hormon ini juga merangsang pertumbuhan dan diferensiasi sel-sel alveolar kelanjar mammae menjadi sel-sel pensekresi susu.

dan dikelilingi oleh sel penunjang. Pertumbuhan folikelfolikel terjadi sangat cepat. Peningkatan estrogen dari folikel  peningkatan LH  bersama-sama menyebabkan  proliferasi sel-sel teka & ↑↑ sekresi folikular. 65 . pucat. Folikel Vesikular  matang Diameter ovum total dari awal sampai menjadi 10 x lipat/ ↑↑ masssa ovum 1000 x lipat Folikel membesar  ovum tetap tertanam dalam massa sel granulosa  pada sebuah kutup folikel. SPERMATOGENESIS • Dalam proses pembentukan sperma.difernsiasi sel primordial terjadi pada saat seorang laki-llaki menginjak masa pubertas • Pembentukan sperma terjadi pada testis yang merupakan suatu organ yang terdiri dari sel-sel yang besar.Estrogen disekresikan ke dalam folikel sel-sel granulosa membentuk reseptor FSH semakin banyak FSH (dr hipofisis) + Estrogen  memacu reseptor LH  FSH & LH  peningkatan sekresi folikular yang lebih cepat.

dan membentu k 2 jenis sel baru yaitu sel spermatogonia tipe A dan sel tipe B. • Sel tipe A terdapat pada area luar dari BTB. sel ini akan terus membelahdari mesa pubertas hingga akhir usia orang tersebut.diluar blood testis berier(BTB). Sel tipe B ini hasus melewati BTB sebelm menuju lumen tubulus 66 .Sel-sel penunjang ini berasal dari epitel permukaan kelenjar testis dan menjadi sel sustentakuler atau sel sertoli • Sel primordial yang telah terbentuk pada yolk sac pada masa 5-6 minggu perkembangan bermigrasi ke dalam embrio itu sendiri dan membentuk gonadal ridges. menjadi spermatogonia yang terdapat disepanjang bagian perifer dari tubulus • Spermatogonia memperbanyak iri dengan membelah secara mitosis. sel primordial berdiferensiasi seminiferus. sehingga pada laki-laki produksi sperma akan terus menerus terjadi • Sel tipe B bermigrasi melalui lumen tubulus kemudian berdiferensiasi menjadi spermatosit primer. • Pada gonadal ridges ini.

yang merupakan tahap spermatid berubah menjadi spermatozoa. • Pada spermiogenesis ini.• Setelah sel tipe B tersebut aman dari darah.000 sel per menit atau 400 juta per hari 67 . Setiap spermatosit sekunder ini akan membelah lagi melelui proses meiosis II menjadi 4 spermatid • Pada tehap terakhir dari proses spermatogenesis adalah spermiogenesis. sel –sel tersebut berdiferense=iasi sehingga terdapat perubahann bentuk yaitu terpadat ekor atau flagela yang berparan sebagai alat gerak dari spermatozoa dan terjadi pula pengurangan pad sitoplasma dari sel tersebut. • Proses spermatogenesis ini terjadi dalam waktu 74 hari dari spermatogonia hingga menjadi spermatozoa • Sperma yang terbentuk pada seorang pria dewasa yaitu 300. spermatosit primer ini bersiap untuk mengalami tahap meiosis I dan menghasilkan 2 spermatosit sekunder.

• Spermiogenesis 68 .

Folikel yang tumbuh 69 .OOGENESIS FOLIKULOGENESIS Masing-masing folikel terdiri dari oosit tunggal yang dikelilingi oleh satu folikel sampai dari beberapa lapis sel tahap folikular. Folikel Primordial Folikel yang inaktif. Korteks ovarium terdiri dari berbagai perkembangnya yaitu : 1. 2. Masingmasing terdiri dari oosit primer (tahap diplonema Meiosis I) yang dikelilingi oleh sel folikel selapis pipih (simple squamous epithelium).

folliculi mulai berkembang. Folikel Matur (d’ Graff) Folikel yang paling besar. 3.000 folikel terbentuk saat bayi perempuan lahir. Memiliki daerah yang kaya akan glikoprotein yang disebut zona pelusida.000 .400. b. Oosit menempati satu sisi dari folikel yang dikelilingi lapisan tipis sel folikel granulosa (Corona Radiata) dan kumpulan sel folikular (cumulus oophorus). Folikel Primer Oosit primer yang dikelilingi oleh satu sampai beberapa lapis sel folikel cuboid. c. yaitu theca interna dan 70 . • • • Folikel Atresia Sekitar 200. dengan rongga besar di tengah folikel yang disebut antrum. rongga yang berisi liquor theca eksterna. Theca dibentuk menjadi dua lapis. Folikel Sekunder Folikle multilaminar.a. Lebih dari 99% berdegenerasi saat folikulogenesis dan menajdi atresia (Follicular atresia). Tetapi hanya 450 buah yang berhasi matur.

71 .

LH & FSH 3. •Folikel yang berkembang memproduksi estrogen. yang memiliki efek umpan balik (-) pada produksi FSH. Lapisan endoderm kantong kuning telur (Yolk sac) dari embrio menyediakan sel geminal primordial yang nantinya akan bermigrasi dan tinggal pada saluran genitalia wanita. GnRH 2. 4. Hasil fertilisasi ovum oleh sperma disebut juga zigot. tetapi berbeda untuk sitoplasmanya. 3. 2. 5. Penyelesaian meiosis I menghasilkan oosit sekunder.000 sel germinal. pembelahan yang lainnya akan menjadi badan polar I. Sel germinal pada bagian tengah berisi oosit primer. Estrogen & progesteron •FSH hipofisis mestimulasi perkembangan folikel saat pertama siklus menstruasi. ovum memasuki tahap meiosis II (berhenti saat metaphase sampai fertilisasi terjadi). Sel germinal (oogonia) lalu membelah menjadi divisi-divisi yang Sel germinal nantinya akan memasuki meiosis I (beristirahat saat terdiri dari 400. sedangkan hasil Kira-kira 20 jam sebelum ovulasi. terutama pada ovarium. Hormon-hormon yang berperan dalam oogenesis : 1. 6. 72 . Divisi meiotik pertama telah selesai dilakukan sebelum ovulasi dan meliputi divisi yang sama terhadap kromatin. profase) dan mereka akan dikelilingi lapisan tipis sel folikular untuk membentuk folikel primordial.Tahap-tahapan Oogenesis : 1. Pada saat fertilisasi dan meiosis II telah selesai. badan polar II akan dilepaskan. dimana nantinya oosit sekunder ini sebagian besar akan membelah menjadi ootid yang nantinya berkembang menjadi ovum.

menyebabkan korpus luteum berdegenerasi setelah 14 hari terjadinya fertilisasi. androstenedion. •Progesteron menginhibisi produksi LH. Pembesaran. dan testosterone  dikonversikan oleh sel granulosa menjadi hormone wanita . OVULASI (Fase Luteal) Normalnya terjadi pada hari ke 14 pada siklus seksual yang memiliki rentang waktu 28 hari. hormone korionik gonadotropin diproduksi pada plasenta yang sedang • berkembang menggantikan korpus luteum yang berdegenerasi karena ketiadaan LH. dan mengontrol formasi dan pemeliharaan korpus luteum. cairan yang lebih kental Seluruh massa sel = yang ada di bagian tengah folikel  KORPUS LUTEUM evaginasi keluar ke dalam abdomen LH  mengubah sel granulosa dan theca menjadi lebih bersifat sel yang menyekresikan progesterone dan sedikit estrogen Sel granulosa  RE Cairanmembentuk halus kental membawa ovum. dikelilingi beberapa hormon progesterone ratus sel granulose kecil dan sedikit estrogen (korona radiata) 73 Sel theca interna  sekresi hormone androgen. Sekresi LH 2 hari sebelum ovulasi Dinding luar folikel yang >> pesat 6-10x dan puncaknya = 16 akansebelum menonjol jam membengkak ovulasi cepat (daerah kecil pada bagian tengah kapsul) Ovum dikeluarkan dari folikel = STIGMA  berubah menjadi sel lutein FSH >> 2 – 3 kali lipat (LUTEINISASI) Cairan mengalir melalui stigma LUTEINISASI : Proliferasi. •Korpus luteum memproduksi estrogen dan progesterone. dan Degenerasi Folikel menjadi lebih kecil karena kehilangan cairan. menstimulasi ovulasi. •Jika ovum yang telah terfertilisasi dan berimplan pada uterus. Sekresi. stigma akan robek.•Penghentian produksi FSH menstimulasi penghasilan LH yang mengontrol maturasi akhir folikel.

5 cm Setelah 8 hari  korpus luteum  involusi  korpus albican (fungsi sekresi dan sifat lipidnya menghilang)  diganti menjadi jaringan ikat  Hormon ditemukan dalam cairan folikel  factor inhibisi – luteinisasi – menahan proses luteinisasi sampai sesudah ovulasi (korpus untuk tidak berkembang pada folikel yang tidak berovulasi)  Involusi korpus luteum  progesterone dan estrogen  efek Sel lutein  sekresi sejumlah kecil inhibin  menghambat sekresi umpan balik yang kuat terhadap sekresi FSH dan LH yang rendah  hipofisis anterior  khusunya FSH  konsentrasi FSH dan LH menurun  korpus luteum berdegenerasi pada hari ke 26 siklus seksual wanita normal  Kurangnya estrogen luteum dan sekresi dari balik hipofisis progesteron serta inhibin korpus  dari  menghilangkan halangan anterior umpan 74 .  Setelah 7-8 hari  diameter korpus luteum = 1.

kelenjar hipofisis sekresi FSH. saluran kelamin. >> sekresi LH  pertumbuhan folikel baru  siklus ovarium yang baru BAB II PENUTUP KESIMPULAN Sistem reproduksi pria terdiri dari organ genitalia interna dan organ genitalia eksterna. saluran-saluran kelamin. Pada wanita terdapat siklus seksual yang terdiri 75 . Sistem reproduksi wanita terdiri atas organ genitalia interna dan organ genitalia eksterna juga. Organ genitalia interna wanita terdiri atas ovarium. dan kelenjar-kelenjar yang mendukung kerja system reproduksi. Organ-organ reproduksi ini nantinya akan menghasilkan sperma dan ovum melalui proses gametogenesis. Organ genitalia interna terdiri atas testis. dan kelenjar-kelenjar kelamin.

Anatomi dan Fisiologi. ovum akan mati dan keluar bersama endometrium yang meluruh. akan menghasilkan zigot. Jakarta: EGC Guyton & Hall. 2002. folikel akan mengalami pematangan hingga siap untuk mengalami proses ovulasi. 2001.atas siklus ovarium dan siklus endometrium. New York: McGraw Hill Co Sherwood & Lauralee. Jika tidak mengalami fertilisasi. Anatomy and Physiology: Unity of Form and Function 4th edition. Jika mengalami proses fertilisasi. 2007. Ilmu Kandungan ed 2. 2007. Oosit sekunder bisa mengalami proses fertilisasi. Jakarta: EGC Saladin. Jakarta: EGC Wiknjosastro H. folikel akan mengalami ovulasi yang akan melepaskan oosit sekunder ke tuba uterine. 2010. Pada fase folikular. Pada fase luteal. 2008. Zigot yang dihasilkan dari proses fertilisasi ini merupakan bakal manusia yang akan berkembang melalui proses embryogenesis. ataupun tidak mengalami fretilisasi. E. Jakarta: EGC Sloane. Pada siklus ovarium. jika bertemu sperma. Peristiwa inilah yang disebut dengan fase menstruasi. DAFTAR PUSTAKA Ganong. Jakarta: BP-SP 76 . Embrio ini akan berkembang menjadi janin yang akan mengalami berbagai proses perkembangan hingga siap untuk dilahirkan. akan tarjadi fase folikular dan fase luteal. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran edisi 22. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran edisi 11. Fisiologi Manusia dari Sel ke Sistem edisi 6.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->