Seorang ibu membawa anaknya ke RSUP NTB dengan keluhan mencret dan penurunan kesadaran.

Mencret dikeluhkan sejak hari Senin tanggal 29 Oktober 2012. Mencretnya bersifat cair dan sedikit ampas, frekuensi BABnya 4-6x/hari. BABnya berwarna coklat kehitam-hitaman tetapi keesokannya BABnya berwarna hijau dan kuning, berbau kecut, tidak ada darah dan terdapat lendir. Sebelum ke RS. Provinsi, anak dilarikan ke puskesmas dengan keluhan yang sama, di Puskesmas si anak diberikan antibiotik kortimoksasol, oralit dan zinc, tetapi pemberian zinc dihentikan. Kemudian dari puskesmas merujuk ke RS. Gerung, pasien berada di RS. Gerung hanya 3 jam. Selama pasien di RS. Gerung, pasien merasakan mencretnya tidak ada lagi, demam naik turun, kejang dirasakan 2x, tidak mau makan, muntah sehabis makan dan minum obat. Pengobatan yang telah diberikan oleh pihak RS. Gerung hanya infus dan obat melalui dubur. Dari RS. Gerung mendiagnosiskan Muntah Berak karena infeksi. Dari RS. Gerung merujuk lagi ke RS. Provinsi pada tanggal 2 November 2012 jam 08.00 WITA. Keluhan yang dirasakan mencret. Keadaan pasien lemas, tidak sadarkan diri / kesadaran menurun. Pihak RS hanya memberikan infus, untuk obat-obatannya belum ditebus oleh orang tua pasien. Anak sebelumnya tidak pernahh mengeluhkan hal seperti ini. Namun, sepupu dan tetangga pasien sebelumnya pernah mengeluhkan mencret juga, tetapi sudah sembuh. Anak hanya mengkonsumsi obat – obatan yang diberikan oleh puskesmas. Imunisasi lengkap. Anak tinggal bersama kedua orang tuanya dan satu kakaknya dalam satu rumah dan rumah orangtua anak berada dalam satu lingkungann dengan dua rumah lain. Sanitasi baik, keadaan halaman baik. Sumber air orang tua anak adalah dari sumur yang tertutup yang berada di halaman rumah pasien dan berjarak sekitar 5 meter dari WC dan kamar mandi, tetapi dekat dengan dapur. Pada persalinan, anak lahir normal, di Puskesmas Kediri yang dibantu oleh seorang bidan. Anak menangis setelah lahir, dengan berat badan 32 kg dan panjang badan 49 m. Pada hari pertama dan seminggu seterusnya bayi kelihatan kuning. Bayi selama 6 bulan diberikan ASI eksklusif dan pada umurnya 5 bulan, ibunya memberikan air tajin ketika ibunya pergi kerja.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful