P. 1
TQM

TQM

|Views: 39|Likes:
Published by Rifqiyah Al-Manshur
Manajemen
Manajemen

More info:

Categories:Types, Resumes & CVs
Published by: Rifqiyah Al-Manshur on Jan 16, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/15/2013

pdf

text

original

(Sumber : Bab 3, Buku TQM In Education, Edwar Sallis) TQM adalah sebuah filosofi tentang perbaikan secara terus

menerus, yang dapat memberikan seperangkat alat praktis kepada setiap institusi pendidikan dalam memenuhi kebutuhan, keinginan dan harapan para pelanggannya, saat ini dan untuk masa yang akan datang (Edwar Sallis, 2008). Untuk menghindari salah persepsi tentang TQM, kita bisa membedakannya, seperti pada tabel di bawah ini: TQM (Benar) BUKAN TQM (Salah) TQM bisa diterapkan untuk siapa saja TQM tidak bisa diterapkan untuk kita (organisasi atau individu) TQM dikerjakan dengan baik sejak awal TQM tidak selalu dikerjakan dengan baik dari awal TQM menekankan adanya perbaikan TQM tidak menyiapkan kesempatan untuk disetiap tahap manajemen. keselahan TQM dikerjakan secara menyeluruh oleh TQM hanya dikerjakan oleh manajer seluruh staff yang ada di lembaga atau senior, bukan pegawai bawahan. organisasi tersebut. Yang terpenting bukan nama (TQM) tetapi Nama TQM tidak boleh diganti dengan perubahan yang terjadi pada kultur nama lain. sekolah. TQM adalah pola pikir sekaligus aktivitas TQM hanya konsep dan gagasan. praktis. Mendeskripsikan alat dan teknis seperti TQM tidak perlu menjelaskan teknis dan brainstorming. alat yang digunakan. Kenapa perbaikan terus-menerus?. TQM adalah pendekatan praktis dan strategis dalam menjalankan roda organisasi yang memfokuskan diri pada kebutuhan pelanggandan kliennya. Karena kebutuhan dan kepuasan pelanggan selalu berubah dan berkembang, maka manajemen dan pelayanan terhadap pelnggan juga harus terus diperbaiki Mengapa TQM perlu di wujudkan dalam bentuk rangkaian proyek-proyek bersekala kecil?. TQM menganut konsep perubahan dan perbaiakan yang bertahap 1

TOTAL QUALITY MANAJEMENT DALAM KONTEKS PENDIDIKAN

Dalam TQM bentuk krucut ini harus terbalik. dan dilengkapi oleh sarana yang cukup). Justru pucuk pimpinan berada di bawah. Hal ini bisa diwujudkan dalam bentuk proyek-proyek bersekala kecil. pilah-pilah menjadi proyek kecil-kecil. Kaizen dilakukan untuk membangun pengetahun dan kepercayaan diri. Biasanya susunan organisasi berbentuk krucut. Apa yang dimaksud dengan struktur organisasi terbalik?. Hubungan yang erat dan komunikasi yang lancar antara institusi sekolah dengan pihak pelanggan sangat dibutuhkan. kebiasaan dan budaya seluruh staff dan memerlukan perubahan metode dalam mengarahkan sebuah institusi. Kenapa TQM memerlukan perubahan kulture?. Begitupun pimpinan menengah harus melayani guru. Lingkungan yang mendukung dan menghargai kesuksesan dan prestasi yang mereka raih. sehingga semua bisa dilakukan dengan teliti dan bertahap. Total quality manajement hanya akan tercapai jika dilakukan oleh seluruh pihak yang terlibat dan dilakukan terus menerus.tidak sekaligus. 2 . dalam hal ini siswa. Sekala kecil (Kaizen) bisa dilakukan dengan lebih murah dan lebih mudah. akan memudahkan proses panjang penyesuaian antara harapan pelanggan dengan berbagai hal yang ditawarkan oleh institusi sekolah. Jika kita punya proyek besar. Komunikasi yang baik. 2). Untuk bisa berubah dan menghasilkan mutu yang baik. Proses ini sangat penting untuk mengatasi keragaman kebutuhan tiap pelanggan. dan guru harus melayani kebutuhan siswanya. menyusul pimpinan tengah.. para staf membutuhkan : 1). Ini artinya memerlukan perubahan sikap. Pimpinan ada dibagian atas. yang kelak bisa dikembangkan dalam sekala yang lebih besar. Mengapa hubungan dengan pelanggan (siswa) menjadi hal yang utama dalam TQM pendidikan? Kriteri keberhasilan penerapan TQM dalam pendidikan adalah kepuasan pelanggan. tidak terlalu tergantung pada sumberdaya besar. sederhana. Lingkungan yang cocok untuk bekerja (prosedur yang jelas. yang memberikan implikasi ia harus menjadi pelayan bagi pimpinan di yang ada level menengah. orang tua dan masayarakat. guru dan staff pendukung.

sehingga perbaikan mutu setiap saat bisa dilakukan. ada dua pertanyaan kunci: 1). Jika hal ini dikerjakan terus menerus.Siapa pelanggan utama dalam QTM?. Para murid adalah pelayan utama bagi guru dikelasnya. Siapa yang bergantung pada kita agar tugas-tugas mereka berjalan dengan baik?. Tiap individu siswa memiliki keragaman dalam metode belajar. sehingga guru harus menjelaskan kenapa perlu variasi metode belajar – mengajar. Dalam hal ini terjadi sharing ide dan pengalaman antara sesama staff. Dalam hal ini profesionalisme mengandung arti ”memiliki perhatian yang tinggi terhadap pelanggan”. sehingga guru harusnya memiliki metode mengajar yang juga beragam. 2). Untuk menentukan siapa pelanggan utama kita. dan seluruh pengelola akan lebih cepat meningkat. 3 . Mutu pembelajaran hanya akan tercapai jika memperhatikan fakta berikut ini : 1. Pengetahuan dan pengalaman guru. dalam rangka memenuhi harapan pelanggan dan mutu pendidikan dan kejuruan. bisa juga pihak yang ada di dalam institusi sekolah itu sendiri. Pemasaran internal adalah serangkaian proses komunikasi ide antar seluruh staff dalam institusi sekolah. Guru-guru yang ada di sekolah adalah pelanggan utama bagi kepala sekolah. Bagaiaman menciptakan mutu pembelajaran?. Yag termasuk dalam dua jawaban pertanyaan tersebut bisa pelanggan eksternal (siswa dan orang tua siswa). Apa itu pemasaran internal dan mengapa sangat dibutuhkan dalam aplikasi TQM?. yang akan berguna untuk memecahkan setiap masalah yang muncul di dalam institusi tersebut. maka akan dihasilkan guru-guru. Bos dan pucuk pimpinan bukan yang harus dilayani sebagai raja. Dalam kondisi ini hirarki dalam institusi menjadi tidak perlu. Siapa yang paling utama kita layani?. tetapi mampu berdialog dengan mereka tentang harapan dan kekuatiran yang mereka hadapi. dan staf-staf yang sangat paham terhadap pekerjaanya (Profesionalisme). Profesionalisme tidak hanya membuat pelanggan tersenyum. Keragaman metode belajar belum tentu diterima langsung oleh siswa dan orang tua. 2. tetapi sebaliknya harus melayani semua jajaran yang ada di bawah koordinasinya.

Banyak hambatan yang biasanya dihadapi dalam implemtasi TQM. 4 . memerlukan kerja keras dan kemauan tingi. hal ini bisa disebabkan oleh kekuatiran kehilangan peran sebagai pemimpin. atau kurangnya niat baik dari pimpinan untuk bersikap sebagai pelayan.3. Lebih detil guru harus selalu bersepakat dengan siswa tentang ”Hasil belajar yang ingin dicapai Kendala apa yang dihadapi dalam mengaplikasi TQM?. oleh karena itu sebaikan ada media negosiasi tentan visi dan misi yang tersepakati antara sekolah dan orang tua. serta biaya untukmelakukan evaluasi yang terus menerus. Biasanya manajer level menengah menjadi penghambat komunikasi antara pelanggan dengan top manajer. Besarnya tekanan eksternal yang menghambat atau menolak implementasi TQM. Biasanya tiap individu atau bagian intsitusi sekolah bekerja sendiri-sendiri. • • • • dan warga masyarakat yang dipimpinnya. atau antara guru dan siswa. Hal ini bisa diakibatkan oleh kekuatiran terhadap hal yang belum tentu. Koordinasi dan komunikasi antar bagian atau staf intitusi tidak mudah dilakukan. seperti : • Kurangnya dukungan dari top manajemen (pimpinan). Sering terjadi gap antara harapan siswa/orang tua dengan hal yang ditawarkan oleh guru (sekolah). • Diperlukan biaya yang cukup besar untuk melakukan pemberdayaan aparatur pemerintah.

Anda tidak dapat menginspeksi mutu ke dalam produk. dan sebaiknya pensuplai tunggal. Inspeksi tidak akan meningkatkan atau menjamin mutu. Hindari ketergantungan pada inspeksi massa untuk mencapai mutu. Mereka harus memiliki rencana jangka panjang yang didasarkan pada visi masa depan dan inovasi baru. 2. Mereka harus membuat perubahan dan mengadopsi metode kerja yang baru. 3. Buku TQM In Education. yang kemudian terkenal dengan konsep 14 poin deming. Sebuah organisasi tidak akan mampu bersaing jika mereka terus mempertahankan penundaan waktu. Adopsi falsafah baru. dengan tujuan agar bisa kompetitif dan tetap berjalan serta menyediakan lowongan pekerjaan. Ciptakan sebuah usaha peningkatan produk dan jasa. kesalahan. Edwar Sallis) Filsafat Mutu Deming Deming merumuskan konsep TQM dalam 14 poin penting. yaitu sebagai berikut : 1. Praktek kontrak yang hanya cenderung pada harga yang murah dapat menggiring pada kesalahan yang mahal. dan 5 . Deming percaya bahwa terlalu banyak organisasi yang hanya memiliki tujuan jangka pendek dan tidak melihat apa yang akan terjadi pada 20 atau 30 tahun mendatang. Akhiri praktek menghargai bisnis dengan harga. Juran dan Crosby (Sumber : Bab 4. bahan-bahan cacat dan produk yang jelek.TOKOH -TOKOH MUTU : Deming. Metode yang ditawarkan mutu terpadu adalah mengembangkan hubungan dekat dan berjangka panjang dengan pensuplai. Mereka harus terus menerus berusaha memenuhi kebutuhan pelanggan mereka. 4. Menurut Deming harga tidak memiliki arti apa-apa tanpa ukuran mutu yang dijual. Deming berpendapat bahwa manajemen harus melengkapi stafstaf mereka dengan pelatihan tentang ala-talat statistik dan teknik-teknik yang dibutuhkan mereka untuk mengawasi dan mengembangkan mutu mereka sendiri.

Slogan dan target memiliki sedikit dampak praktis terhadap peke~a. Hapuskan standar kerja yang menggunakan quota numerik. 5. Makna dari hal tersebut adalah berubah dari manajemen tradisional yang selalu memperhatikan hasil -indikatorindikator prestasi. desakan. agar setiap orang dapat bekerja secara etektit. 6. dan selanjutnya turunkan biaya secara konstan. namun yang lebih penting lagi adalah melatih dengan standar terbaik dalam kerja. Deming yakin bahwa pada hakikatnya setiap orang ingin melakukan kerja dengan baik asalkan mereka beke~a da/am /ingkungan yang mampu mendorong semangat mereka. Organisasi tidak diperkenankan untuk memiliki unit atau departemen yang mendorong pada arah yang berbeda. Mutu tidak dapat diukur dengan hanya mengkonsentrasikan pada hasil proses. Tekanan untuk bekerja giat merepresentasikan sebuah pemaksaan kerja oleh seorang manajer. Hapuskan slogan. Deming mengatakan bahwa kerja manajemen bukanlah mengawasi melainkan memimpin. Ini merupakan tugas manajemen untuk mengarahkan proses peningkatan dan menjamin bahwa ada proses perbaikan yang berkelanjutan.antuk 6 . Bekerja . spesifikasi dan penilaian. untuk meningkatkan mutu dan produktivitas. Lembagakan pelatihan kerja. Pelatihan adalah alat kuat dan tepat untuk perbaikan mutu.bekerjasama dengan mereka dalam mutu komponen. 7. Keamanan ada/ah basis motivasi yang dibutuhkan para pegawai. Uraikan kendala-kenda/a antar departemen. Pemborosan terbesar dalam sebuah organisasi adalah kekeliruan menggunakan keahlian orang-orangnya secara tepat. 8. 10. dan target. Tingkatkan secara konstan sistem produksi dan jasa. 9. serta tingkatkan produktifitas tanpa menambah beban kerja. Mempergunakan uang untuk pelatihan tenaga kerja adalah penting. Lembagakan kepemimpinan. 11.menuju peranan kepemimpinan yang mendorong peningkatan proses produksi barang dan jasa yang lebih baik. Hilangkan rasa takut. Kebanyakan persoa/an produksi terletak pada persoa/an sistem dan ini merupakan tanggungjawab manajemen untuk mengatasinya. Orang dalam departemen yang berbeda harus dapat bekerja bersama sebagai sebuah tim.

orang akan semakin giat bekerja.mengejar quota numerik sering menyebabkan terjadinya pemotongan dan penyusutan mutu. Lembagakan aneka program pendidikan yang meningkatkan semangat dan peningkatan kualitas kerja. Stat yang berpendidikan baik adalah mereka yang memiliki semangat untuk meningkatkan mutu. Hal ini perlu dilakukan dengan menghilangkan s/stem penilaian dan penghitungan jasa. Transformasi menuju sebuah kultur mutu adalah tugas setiap orang. Tempatkan setiap orang dalam tim kerja agar dapat melakukan transformasi. Hilangkan kenda/a-kendala yang merampas kebanggaan karyawan atas keah/iannya. 14. Semakin tahu. la juga merupakan tug as terpenting dari manajemen 7 . Deming telah berupaya keras menentang sistem penilaian yang mana diyakln/ menempatkan peke~a dalam kompetisi antara satu dengan yang lain dan merusak ke~a tim. 12. 13.

Juga sudah terlalu sering individu dipersalahkan dengan kesalahan yang bukan salah mereka. bangunan yang tidak memenuhi syarat. lingkungan kerja yang buruk. kebijakan.Apa saja yang menjadi penyebab utama kegagalan mutu pendidikan menurut Deming? Kegagalan mutu pendidikan disebabkan oleh : Desain kurikulum yang lemah. diperlukan sebuah upaya untuk mencari data-data kegagalan dan melakukan pemeriksaan secara teratur. Kegagalan Umum : Masalah sistem. Sudah terlalu sering solusi atau orang yang tidak tepat ditugaskan untuk memecahkan masalah. atau masalah yang berkaitan dengan perlengkapan-perlengkapan Lalu apa peran manajer dalam menangani kegagalan tersebut ?. Dan kesalahan yang sering kali terjadi dalam dunia pendidikan adalah kurangnya penelitian dan analisa terhadap sebab-sebab rendahnya tingkat pencapaian tujuan. Dalam kasus-kasus sedemikian. serta belum terwujudnya penelitian dan analisa tersebut sebagai subyek • Sebab-sebab khusus masalah mutu bisa mencakup kurangnya pengetahuan dan ketrampilan anggota. mereka berubah menjadi frustasi ketika usahanya tidak dihargai. sistem dan prosedur yang tidak sesuai. • Untuk menentukan akar dan penyebaran sebuah masalah. kegagalan komunikasi. dan pengembangan staf yang tidak memadai. 8 . kurangnya motivasi. sumberdaya yang kurang. atau sumberdaya. jadwal kerja yang serampangan. Mengetahui sebab kegagalan mutu dan memperbaikinya adalah tugas kunci seorang manajer.

penerapan sistem yang benar akan menghasilkan mutu yang benar. SQM adalah sebuah proses tiga-bagian yang didasarkan pada staf pada tingkat berbeda yang memberi kontribusi unik terhadap peningkatan mutu.M a n a je m e n J o s e p h D A ra n :n 5 /1 5 . 85 persen masalah merupakan tanggungjawab manajemen. bahwa kebayakan masalah mutu dapat dikembalikan pada masalah keputusan manajemen. Juran telah mengembangkan sebuah pendekatan disebut Manajemen Mutu Strategis (S trategic Q uality M anagem ent). Sehingga. karena mereka memiliki 85 persen kontrol terhadap sistem organisasi. Kontrol mutu dilakukan oleh para staf -Guru-yang beroperasi dalam tim penyusun mata pelajaran yang mendesain karakteristik dan' standar program studio Dengan demikian. Juran menyatakan bahwa 85 persen masalah-masalah mutu dalam sebuah organisasi adalah hasil dari desain proses yang kurang baik. manajer menengah memiliki pandangan operasional tentang mutu. aturan 85/15 dariJosephJuran menjadi sesuatu yang'sangat dibutuhkan. Manajemen senior memiliki pandangan strategis tentang organisasi. u tu ra 8 Juran adalah 'guru' manajemen pertama dalam menghadapi isu-isu manajemen mutu yang lebih luas. Juran Institute. prioritas. Ini adalah sebuah ide yang cocok diterapkan dalam konteks pendidikan dan mirip dengan gagasan yang telah dikembangkan oleh Consultant at Work dalam upaya meningkatkan mutu dalam pendidikan. dan kebijakan universitas. dengan melibatkan diri dalam koordinasi informasi dalam tim penyusun mata pelajaran dan secara sistematis memeriksa efektifitasnya serta menyampaikan hasil pemeriksaan tersebut kepada tim penyusun dan manajemen senior. menganjurkan penggunaan sebuah pendekatan tahap demi tahap untuk 9 . Untuk membantu manajer dalam merencanakan mutu. seperti Deming. menurutJuran. Dengan demikian. Dia yakin. mereka dapat memenuhi kebutuhan para pelajar. John Miller dan rekanrekannya di Consultant at Work berpendapat bahwa manajer senior -Dewan Rektorperlu menggunakan manajemen mutu strategis dengan cara menemukan dan menyusun visi. dan para karyawan memiliki tanggungjawab terhadap kontrol mutu. Manajer menengah -para Dekanbertanggungjawab terhadap jaminan mutu. yang memberikan konsultasi berdasarkan prinsip-prinsip Juran. Saat mempertimbangkan peran kepemimpinan dalam mum.

8. Menyusun metodologik yang sistematik. 1. Lakukan lagi dan lakukan lagi. Menyelenggarakan hari tanpa cacat. Peningkatan mutU hanya akan berarti ketika diaplikasikan secara praktis. 14. 5. 10 . 10. 13. 4. dan aplikasi tersebut mempakan variasi dari tahap itu sendirL Juran pernah mengatakan bahwa. Pelatihan bagi pengawas mutu. 11. Memberikan apresiasi dan penghargaan bagi mereka yang berprestasi. Membentuk tiem tugas dengan agenda kegiatan yang dibuat dengan sangat hati-hati. Membangun team peningkatan mutu. Membangun kesadaran mutu 6.menyelesaikan masalah dalam meningkatkan mutu. Mendirikan dewan mutu. Komitmen Manajemen yang dikomunikasikan dalam bentuk statemen kebijakan. Menghapuskan sebab-sebab kesalahan 12. 2. 3. Mengukur mutu yang sudah dicapai. 'Semua bentuk peningkatan mutu harus dilakukan dengan tahap demi tahap dan tidak Empat belas langkah Philip Crosby Untuk meraih Mutu. Menyusun tujuan atau goal. 7. Mrngukur biaya mutu. 9.

TOTAL QUALITY MANAGEMENT IN EDUCATION (Pengarang buku : Edward Sallis) Makalah ini disampaikan dalam rangka memenuhi tugas dari Mata Kuliah ”Kajian Mandiri Manajemen Pendidikan” yang di Bimbing oleh Prof. Dr. Enci. Di Susun Oleh : Arman. Sutaryat Trisnamansyah. Endang. Efendi. Triyono PROGRAM PASCA SARJANA S3 MANAJEMEN PENDIDIKAN UNIVERSITAS ISLAM NUSANTARA JULI 2009 11 .

Akhirnya penulis harapkan adanya manfaat dari penulisan makalah ini. penulis panjatkan ke hadirat Ilahirobi. Terimkasih Team Penulis 12 . bagi diri sendiri dan bagi siapa saja yang punya perhatian besar pada upaya perbaikan kinerja birokrasi di Negri Indonesia Tercinta ini. Dr. yang kelak bisa diterapkan di lapangan untuk memperbaiki mutu pendidikan. penulis haturkan kepada Prof. penulis memperoleh manfaat dan bahan pelajaran banyak. Sutaryat Trisnamansyah yang telah membimbing kami dalam mempelajari mata kuliah kebijkan publik dan kinerja birokrasi. Terimkasih banyak penulis sampaikan pada seluruh teman angkatan VI Program Pasca Sarjana (S3) Uninus. baik pendidikan formal atau pendidikan non formal yang sehari-hari kami geluti. Terimkasih yang tak terhinga. yang menjadi teman dalam berdiskusi dan mendalami berbagai bidang ke ilmuan baik di dalam atau di luar kelas. Selama penyusunan makalah ini.Kata Penghantar Syukur Alhamdulillah. dengan selesainya menyusunan makalah ini.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->