Coal

KEGIATAN EKSPLORASI
PEROLEHAN DAN PEMROSESAN DATA 1. Hasil survai topografi, kemudian diproses menjadi: - Peta topografi. - Dasar untuk pembuatan peta-peta tematik (peta dan penampang geologi, peta kontur struktur, peta isopach, peta kualitas dll). 2. Lintasan sejajar dan tegak lurus jurus perlapisan batubara, serta lintasan terpilih untuk pengukuran penampang stratigrafi, kemudian diproses menjadi: - Peta lintasan untuk mendukung peta geologi. - Penampang lintasan (geologi). - Penampang stratigrafi. - Melengkapi peta topografi yang ada. 3. Pembuatan trenching dan test pitting, kemudian diproses menjadi: - Profil singkapan. - Penampang stratigrafi. - Pemercontohan terpilih. 4. Pemboran yang datanya berupa inti bor, kemudian diproses menjadi: - Log bor. - Penampang geologi. - Pemercontohan terpilih. 5. Pengambilan contoh (channel sampling), kemudian diproses menjadi: - Tabel hasil analisis seluruh data dan masing-masing profil. - Peta-peta kualitas. PENGUKURAN TOPOGRAFI DAN BATAS 1 Pengukuran topografi perlu dilakukan dengan alat ukur standar (akurasi tinggi). 2 Pengukuran tersebut dapat dilaksanakan secara bertahap, tetapi pembuatan titik ikat/base line/poligon merupakan prioritas utama dan pertama dengan titik ikat diambil dari titik trimble terdekat (kontak Bakosurtanal/Geoservices). 3 Perlu memperhatikan batas dengan kegiatan sekitar, dapat di cek pada Dinas Kehutanan, Dinas Sumberdaya Mineral dan Energi, Dinas Pertanian setempat. 4 Selama pelaksanaan pengukuran sekaligus mengambil data geologi, geoteknik, geohidrologi, penggunaan lahan saat itu dan pembuatan sketsa topografi. 5 Arah lintasan (base line) sejajar dan tegak lurus kedudukan lapisan batubara, apabila ada data yang belum tertembak atau sulit ditembak dengan alat ukur, maka dapat digunakan sunnto.

1

Oleh karena itu.arah bentangan lintasan yang memotong jurus perlapisan. gudang BBM. kantor. washing plant. sepeda motor trialbike. HAL-HAL YANG PERLU DIPERSIAPKAN 1. Tugas utama coal geologist adalah menghasilkan peta geologi (dan lain-lainnya) yang baik dan benar yang menggambarkan keadaan pada waktu dilaksanakan survai dan pemetaan geologi. .Tanda litologi dan struktur geologi. stratigrafi detil lapisan batubara. . dan stock pile di lokasi blending atau pelabuhan. maka untuk memudahkan koodinasi diperlukan adanya suatu standarisasi. pada kondisi tertentu sejajar jurus perlapisan. . kantin. antara lain standarisasi: . 2 . Pemilihan lintasan geologi berdasarkan faktor: . profil singkapan. penampang stratigrafi.Peralatan pemetaan geologi.Coal 6 Juga perlu dilakukan pengukuran lokasi fasilitas pendukung seperti rencana lokasi camp karyawan. hauling road. penampang geologi. peta geologi selama kegiatan eksplorasi selalu direvisi sesuai perolehan data yang selalu bertambah. 3.Pengambilan dan penanganan contoh. satpam. mobil GP 4x4. kondisi roof dan floor. 2. . perahu bermotor. kadang menggunakan berbagai sarana seperti berjalan kaki. Sarana transport Untuk mencapai titik awal lintasan dan seterusnya. Mengingat selama pemetaan geologi sering melibatkan lebih dari satu coal geologist.Pemerian singkapan. tebing jalan yang dipotong).adanya jalan masuk. Perekaman data Untuk merekam data lapangan harus maksimal. sedangkan peta geologi adalah catatan fakta geologi yang didapat dari lapangan dan bukan dari teori. workshop. dan kedudukan struktur geologi. . Perencanaan lintasan Rencana lintasan geologi dibuat menjelang dilakukan pekerjaan lapangan dan kadang dapat berubah sesuai perkembangan situasi di lapangan. dapat dipergunakan sistem kartu atau tabel atau urutan pemerian. PEMETAAN GEOLOGI PERMUKAAN Pemetaan geologi adalah kegiatan pemrosesan data survai sampai menyajikan menjadi geo-informasi yang terdiri dari peta geologi.Tempat yang ditafsirkan banyak ditemukan singkapan (sungai.

dari test pitting atau trenching atau bukaan. dan komparator.Peta lokasi singkapan batuan. Pada kondisi tertentu.Penampang stratigrafi lokal. dan flying camp.Penampang geologi. tempat mengolah data lapangan. . mengevaluasi data dan hasil kerja lapangan yang telah dilaksanakan. padi. Plot semua kedudukan lapisan batuan di peta lintasan. pangkalan kerja dapat dibagi menjadi base camp (pangkalan kerja utama). dan kadang chainsaw (gergaji rantai).GPS (global positioning system).Peta penggunaan lahan (jenis penggunaan lahan misal: kebun sahang. belencong. kantong sampel.Peralatan pribadi. . DAN BUKAAN Metode ini diterapkan pada daerah dengan singkapan yang terbatas (sulit ditemukan) atau singkapan tidak lengkap (utuh).Coal 4. Base camp Adalah tempat data lapangan dan contoh batuan terkumpul. apabila dari traverse yang sudah dilintasi masih dianggap belum mewakili. dan beribadah. selanjutnya dapat dibuat: . permukiman. Survai topografi Melakukan pengukuran berdasarkan hasil lintasan sebelumnya (singkapan pengamatan diberi tanda) atau survey topografi dilaksanakan bersamaan dengan pemetaan geologi. linggis.Cat semprot warna oranye. alat komunikasi. . pemilik lahan. maka segera buat tambahan traverse sejajar dan tegak lurus jurus perlapisan batubara . lensa tangan. . 2. jalan. TEST PITTING. . TRENCHING. parang. Tujuan pembuatan sumur uji atau parit uji adalah untuk mengetahui: 3 . . 6. Buat profil singkapan batubara. berdiskusi. juga status lahan. LANGKAH-LANGKAH YANG HARUS DILAKUKAN DI LAPANGAN 1.Buku lapangan. . dan fasilitas camp 5.Kaca pembesar (loupe). meteran lipat. kopi. hutan.Alat gali dan potong seperti cangkul. 4. pita bendera (flagging tape). secondary camp. antara lain: . . dan kamera. .Palu dan kompas geologi serta compass dan clinometer sunnto.Pita ukur. Buat lintasan dan penampang sejajar dan tegak lurus jurus perlapisan batubara. . 3. rawa. Peralatan survai dan pemetaan geologi. peralatan gambar. . belukar. dll. ukuran dan jenis tumbuhan).Peta sebaran lapisan batubara (coal bed/crop line map). P3K. merencanakan pekerjaan-pekerjaan yang akan datang. alat tulis. Dari hasil survai topografi dan traverse sejajar dan tegak lurus jurus perlapisan batubara.

Cara ini mensyaratkan adanya lapisan batuan tertentu yang dikenali menerus. roof. sering harus menggunakan lintasan gabungan (composite section). maka pembuangan tanah dilakukan dengan keranjang tanah. floor). apabila pembuatan sumur uji/parit uji telah dinggap selesai. 3. dan pengambilan contoh. 6. Gross coal thickness. pengukuran. 9. urutan stratigrafi (profile). apabila tanah yang digali mudah longsor. tali. Perlu diperhatikan. Keterangan. dan menjadi penghubung dari kedua lintasan tersebut. Satu hal yang perlu diperhatikan adalah posisi dan elevasi awal lintasan harus jelas. Mendapatklan data geologi secara terperinci.Coal 1. Pengambilan contoh untuk di analisa. lalu menafsirkan lingkungan pengendapannya. 2. bila menggunakan peta dasar. Koordinat (northing–easting). maka harus dilakukan pemagaran dengan papan/bambu/kayu dan dibuat secara berjenjang/bertingkat. Tujuan pengukuran penampang stratigrafi: 1. pencatatan. 8. 2. PENGUKURAN PENAMPANG STRATIGRAFI Penampang stratigrafi terukur dilakukan pada lintasan terpilih yang dianggap mewakili stratigrafi daerah tersebut. Net coal thickness. 3. seumur. Elevasi (OC. maka harus segera dilakukan pengamatan geologi. Tanggal. Kode OC/trenching. Dari segi keamanan. Bila ditunda. 4. 7. Posisi air tanah dan struktur tanah. Mengetahui hubungan stratigrafi antar satuan batuan dan urutan sedimentasi dalam arah vertikal. 3. 5. dan kerekan. 2. Tebal dan tingkat pelapukan dari singkapan yang digali. Total kedalaman. maka titik awal tersebut harus ada di dalam peta dan di lapangan. pelamparan sepanjang jurus. Kenyataan di lapangan. dikuatirkan akan segera tertutup longsoran atau terendam air. kedudukan lapisan batuan. Mineable coal thickness. Apabila penggalian sudah cukup dalam. 4. Mendapatkan ketebalan yang teliti dari tiap-tiap satuan stratigrafi. Untuk outcrop maupun hasil test pitting/trenching perlu dibuat tabel: 1. 4 . Ketebalan endapan batubara.

Metode tongkat Jacob (Jacob’s staff method) . 4.Minimal dilaksanakan oleh 2 orang. . misal lapisan batubara. Metode kompas dan tali (tape and compass method) . oleh karena itu dalam penentuan program pemboran harus direncanakan secara cermat. 6. Menentukan tebal lapisan penutup. lapisan batulempung kalolinitan.Perlu memperhatikan adanya perubahan jurus dan kemiringan lapisan pada tiap rentangan. Mendapatkan contoh batubara untuk di analisa.Sesuai untuk semua kondisi topografi.Coal 4. yaitu lebih tepat dan cepat. penampang geologi.Ketebalan dapat langsung diukur tanpa koreksi dan penampang dapat langsung dibuat.Dapat dilakukan oleh 1 orang. 3. Kewajiban dan tanggungjawab geologist. Menentukan lokasi titik pemboran dan jumlah lubang bor. Mengetahui urutan stratigrafi secara lebih lengkap. Menentukan sebaran dan ketebalan endapan batubara kearah vertikal maupun horisontal. . Uji geohidrologi maupun geoteknik.Lebih efektif dan efisien. . dan peta topografi serta sekaligus ditentukan target pemboran (kedalaman dan titik yang direncanakan). 5. Tujuan pemboran inti 1.Untuk ketelitian tinggi memerlukan waktu yang cukup lama. hasil interpretasi geofisika. Menentukan target kedalaman maksimum dan minimum tiap titik bor serta total kedalaman pemboran inti dan bukan inti. 5 . . . antara lain: 1. karena masih memerlukan perhitungan koreksi. lapisan yang kaya akan fosil tertentu. Sebagai evaluasi lateral (ruang) dan vertikal (waktu) dari seluruh satuan yang ada atau sebagian dari satuan stratigrafi. Metode pengukuran penampang stratigrafi: 1. 2. 2. 2. Mendapatkan unsur-unsur struktur geologi. . Lokasi pemboran (titik bor) ditentukan berdasarkan peta geologi.Hasil penampang tidak langsung diketahui. PEMBORAN Pemboran merupakan metode eksplorasi dengan biaya mahal.Lebih sesuai pada topografi yang tidak bergelombang/terjal. .

kekerasan batuan. yaitu kendali struktur yang berperan. dicatat. 7. Penggunaan alat bor dan mata bor yang perlu mempertimbangkan faktor: . camp. 6. 8. . dan karakteristik seam. 6. Menyiapkan laporan hasil pemboran. Pengamatan litologi juga dimaksudkan untuk menentukan lapisan penunjuk sebagai pedoman korelasi. Kendaraan untuk transport di lapangan dan membuka daerah kerja. Dipahami karakteristik geologi dan lapisan batubaranya. . meliputi jumlah titik dan titik alternatif. 6 . menyiapkan core box dan inti bor untuk di analisia di laboratorium. 2.Coal 3.pemboran coring atau non coring. baik secara teknis maupun sosial-ekonomi di lokasi pemboran. 9. 4. model pengendapannya. termasuk penyiapan lokasi bor. tujuannya untuk memudahkan pelaksanaan pemboran. Pengadaan suku cadang. peta geologi dan penampang geologi. Sistem shift dan logistik serta organisasi penanggungjawab pemboran. Rencana pemboran meliputi: 1. Setiap inti bor yang diperoleh harus segera diamati. 8. . jembatan. Transport alat bor ke lokasi dan perpindahan antar titik bor di lapangan. . jalan.tujuan mendapatkan inti bor. dan lapisan pembawa air. topografi lokal. Mempersiapkan laporan dan merekomendasikan tindakan selanjutnya. 7. 2. dan pergudangan. 5. besarnya kemiringan lapisan batubara. dan peta penggunaan lahan harus sudah jadi. 3. Hasil akhir pemboran dinyatakan sebagai penampang berkolom (core log/ graphic log) dan penampang bagian-bagian yang dianggap penting. sifat kemenerusan seam. Memperkirakan jumlah unit bor yang diperlukan sesuai target waktu dan kondisi di lapangan. Prosedur ganti rugi tanam tumbuh. Peta topografi. sifat fisik batuan. dan didokumentasikan. Perkiraan akan adanya gangguan dalam pemboran.kondisi pencapaian lokasi pemboran. Mengatur peninjauan ke lokasi pemboran. didiskripsi. . Persiapan sebelum pemboran 1. tingkat pelapukan.kecepatan kemajuan pemboran dikaitkan dengan waktu kerja. Rencana core drilling dan atau open drilling serta minimal core recovery. Perencanaan lubang/titik bor.pertimbangan apakah akan dilanjutkan dengan melakukan geophysical logging atau tidak. dan pemeliharaannya. 5. Mengawasi aktivitas pemboran.kedalaman maksimum yang ingin dicapai. 4.

oleh karena itu core harus dijaga. keterangan (faktor pendukung dan kendala). Pemerian inti bor (core) Core punya arti sangat penting.Coal 3. Atau setelah core barrel dicabut. Saat pemboran 1. dan realisasi. Kenampakan ini mencerminkan kondisi litologi dan tertangkap atau tidaknya inti bor. Harus di cek pada saat split (inner tube) dibuka. dan kemampuan mesin bor. Daerah yang masih terbatas datanya: tujuannya adalah untuk memperluas daerah pengaruh sebaran lapisan batubara.60 m. jadual pelaksanaan pemboran. nomor seam. penampang geologi. Kalau terpaksa. core box.5 m). 6. umumnya panjang core barel 2. maka pilih alternatif yang terbaik sesuai kondisi di lapangan. panjang inner tube 1. apakah stabil. 3. Perhatikan setiap kemajuan pemboran yang masuk. 4. Peta geologi. diamati secara lengkap. diperlakukan hatihati. perijinan. penampang stratigrafi. Jalur mobilisasi (moving) antar titik. sekaligus pada core box ditandai dengan spidol batas kemajuannya. 3. menjadi lambat atau tiba-tiba cepat. lihat pantatnya (lubang di dekat mata bor).. kedalaman. misal lokasi rencana titik bor jauh air. Sebelum dilakukan pemboran. jenis litologi. dan penampang atau perhitungan yang diperlukan. Waktu membersihkan dasar lubang bor (spull) harus bersih. unit mesin bor. Kedalaman yang ingin dicapai: perhatikan hubungan antara elevasi singkapan/coal bed dan rencana titik bor.05 m. apakah terisi core atau tidak. lokasi camp. Perhatikan kecepatan pemboran. sumber air. meliputi lokasi titik bor (koordinat dan elevasi). Target seam yang akan diketahui: jangan sampai terjadi NR (not reach) atau barren ground. ketebalan/kemajuan pemboran. Air pembilas usahakan harus bersih untuk mencek litologi yang sedang di tembus mata bor. panjang dan jumlah rod (stang bor = 1. harus dibuat tabel rencana pemboran. kedudukan perlapisan. Jauh dekatnya dengan sumber air. 2. waktu. kemampuan bor terbatas. Penentuan titik bor harus memperhatikan 1. target kedalaman. 5. 6. topografi tinggi. beri kayu tipis (pembatas) kalau loss core. 5. 4. sifat/karakteristik batuan direkam dan terwakili dalam 7 . agar core tidak tercampur oleh runtuhan/kotoran di dalam/di dasar lubang pemboran. 4. Lalu inti bor di diskripsi juga catat core recovery. perhatikan pengukuran perolehan corenya. 2.

2. Mengapa penting? Karena kesalahan pengamatan pada core akan mengakibatkan kesalahan pada langkah berikutnya: 1. Inti bor (core interval from. 2. 3. 4. untuk evaluasi data bor dalam bentuk tabel yang memuat: 1. Tembak lagi (kalau penentuan pertama dulu belum pasti atau ada pergeseran titik. 7. Net coal thickness (NTC). jarak/spasi). warna. dari log bor untuk perencanaan tambang. urutan core box. Ketebalan yang dapat ditambang (mineable coal thickness). dengan core sampling dapat untuk mengetahui “kualitas”. total). Gross coal thickness (GCT). Setelah pemboran. Lalu simpan core box di tempat yang terlindung/terjaga. 6. Amati jenis litologi dan batubara: warna. maka inti bor harus dibersihkan pada saat diamati. core merupakan dasar pembuatan log bor. tingkat pelapukan. 9. 4.5 akan salah. Titik bor yang sudah selesai 1. Keterangan (comment). to. kalau perlu di split (belah) dengan parang agar dapat diketahui/diamati secara pasti. Tanpa inti bor (open hole from. Nomor lubang bor (drill hole). 5. perselingan. 7. 8 .Coal catatan. slickenside (kemiringan. 5. kontak. log bor dasar untuk menyusun korelasi. kemajuan pemboran. kekerasan. sekaligus sebagai koreksi dan langsung plot dalam peta). 6. 2. 11. Kalau air pembilas kotor. 3. log bor dasar untuk membuat section. Total kedalaman (total depth). loss core (isi dengan kayu). akibatnya mine plan bubar!!!!. log bor dasar untuk menghitung cadangan dan lapisan penutup. tingkat dan tebal pelapukan. angka kedalaman. mineral tertentu) untuk dasar pengenalan dalam pembuatan section/koreksi. 10. maka nomor 1 . Beri patok dan nomor. Pelaksanaan (date start. ciri-ciri khusus (struktur sedimen. roof. kekar. 8. dan sisipan atau nodul. Untuk core box harus selalu dicatat nomor bor (DPM-01). Elevasi (elevation of drill hole. total). tebal. setelah lengkap dan teratur lalu difoto. Kalau pengamatan core salah. finish). floor). to. lebih jauh lagi. Koordinat (Coordinate northing – easting). akhirnya untuk membuat peta kualitas.

Perbaiki coal bednya. Peta rencana peningkatan/penciutan K. jumlah tanam tumbuh) sesuai perkembangan terakhir di lapangan. yaitu mewakili seluruh sifat-sifat yang terdapat dalam tubuh lapisan batubara tersebut. Peta penggunaan lahan (jenis penggunaan. Peta kegiatan eksplorasi skala 1:10. Peta kontur struktur 13. Sketsa singkapan/foto 16. Korelasi 9. isovol dll) 17. yaitu meliputi: 1. Buat section tegak lurus jurus memotong titik bor.Coal 3. segera secepatnya data log bor sementara dibawa ke studio untuk di kerjakan. 2. Revisi penampang stratigrafi (gabungan) yang pernah dibuat berdasarkan data log bor yang sudah ada. 9 . meliputi lokasi singkapan. Hasil akhir yang diharapkan : 1. Penampang stratigrafi 8. Peta topografi skala 1:1.10 hari kemudian di cek muka air tanah pakai tali kasur + bandul. Peta kualitas tiap seam (isocal. sumur uji. data titik bor yang berdekatan dapat juga di proyeksikan ke dalam section ini 3. Peta isopah lapisan penutup 11.000 2. berapa kedalamannya.000 – 1:50. Peta isopach tiap seam 12. Penampang geologi 7. Peta perhitungan cadangan dan penampang 18. Peta geologi rinci 6. Pekerjaan di studio Begitu pemboran selesai (stop drilling). dan pengambilan contoh 5. PEMERCONTOHAN (SAMPLING) BATUBARA Contoh (sample) adalah sebagian kecil dari suatu tubuh lapisan batubara yang dianggap mewakili. Dalam waktu tertentu 3 . isoash.P.000 3. Sumur uji dan parit uji serta penampangnya 14. 19. 15. Tujuannya untuk mengetahui muka air tanah (pendekatan sederhana).000. kepemilikan. Peta lokasi/situasi skala 1:25. Peta coal bed/crop line 10. Penampang bor. Pembuatan log bor.7 .000 4. 4. pemboran. Peta tata batas skala 1:10.

debu. Prosedur channel sampling 1. Lebar dan kedalaman harus ditentukan untuk mengurangi kemungkinan terjadinya kesalahan atau kekurangan dalam volume pengambilan contoh. abu. Metode pengambilan contoh (channel sampling) Channel sampling merupakan metode manual sampling yang pengumpulan contohnya dengan cara handling. Menentukan kondisi geologi dan stratigrafi endapan batubara guna mengetahui hubungannya dengan genesa dan proses geologi yang mengendalikannya. Tujuan pengambilan contoh batubara adalah untuk: 1. 3. pemercontohan (sampling) batubara merupakan pengumpulan secara terkendali sebagian dari suatu lapisan batubara yang mewakili keseluruhan lapisan batubara tersebut. 2. pahat. panjang. 3. Channel sampling yang ideal harus konstan kedalaman. 4. pelapukan atau oksidasi. Dimensi lebar tergantung tebal lapisan batubara. sedangkan dalamnya sampai pada kedalaman lapisan yang segar. Alat gali yang digunakan dapat berupa palu. Menentukan kualitas batubara dan membatasi lapisan batubara yang ekonomis. Menentukan cadangan batubara ekonomis. organik). Membuat peta kualitas lapisan batubara. dan banyak digunakan pada tahap eksplorasi (test pitting/trenching) sampai pembukaan tambang. seorang menggali dengan menggunakan alat gali sedangkan seorang lagi menampung contoh yagn berupa fragmen batuan atau bijih dengan tidak lupa 10 . Membersihkan permukaan (preparing the surface) Terlebih dahulu ditentukan lokasi untuk channel sampling kemudian permukaan singkapan dibersihkan dari pengaruh kotoran (soil.Coal Oleh karena itu. Pengumpulan contoh (collecting the sample) Pengumpulan contoh minimal dapat dilakukan oleh 2 orang (tergantung keadaan medan). tergolong sangat cermat. Caranya dengan melakukan penggalian secara menerus atau memanjang (membuat paritan kecil). 2. kemudian digali atau dibuat paritan yang menerus sepanjang dua garis sejajar tersebut. dan lebarnya. Menggali parit (cutting the channel) Setelah permukaan bersih selanjutnya dibuat dua garis sejajar yang tegak lurus (membentuk sudut besar) dengan ketebalan/perlapisan. apabila digabungkan dengan peta-peta tematik lainnya dapat sebagai dasar untuk perencanaan tambang dan teknologi yang akan digunakan. linggis atau belencong.

Metode drill core sampling Contoh diambil dari hasil pemboran inti (core drilling). ikat rapat. Penomoran contoh (labeling samples) Penomoran contoh merupakan bagian terpenting pada prosedur pengambilan contoh. Pengambilan contoh dapat mencapai bagian bawah (floor) dari lapisan batubara. Selanjutnya memberi keterangan yang jelas baik di dalam kantong contoh maupun di buku catatan lapangan antara lain nama geologist pengambil contoh. 3. lalu segera secara berkala dikirim ke laboratorium. Tidak dapat digunakan atau diterapkan pada lapisan batubara yang tidak seragam. Jangan menunggu sampai kegiatan eksplorasi selesai. metoda sampling. Sebagian digunakan untuk uji laboratorium dan sisanya disimpan sebagai arsip untuk penelitian selanjutnya. 4. Ketebalan sulit diperhitungkan karena kecepatan pemboran dan naiknya cutting tidak sama. Setelah diamati secara lengkap. tanggal. Keuntungan cara ini adalah : 1. maka perlu di split. Material yang terambil berbutir halus sehingga tidak perlu dihancurkan lagi. yaitu setelah contoh diambil dari core barrel lalu dibersihkan kemudian dipotong (split) memanjang menjadi dua bagian. maka contoh harus bersih dari lumpur pemboran. deskripsi singkat dan lengkap. Oleh karena itu perlu mendapat perhatian serius saat memasukkan contoh ke dalam kantong (kuat dan khusus) agar contoh tidak terganggu. Produktivitas tinggi dengan biaya rendah. misal berstruktur banded. 2. lalu core dimasukan ke dalam plastik contoh. dan sistem penyimpanan contoh. sehingga bersifat perkiraan. 2. analisa contoh yang diminta dilakukan di laboratorium atau unsur-unsur apa saja yang diperlukan. 2. Tingkat ketepatan atau representatif contoh sangat tergantung apakah cutting yang dapat terambil tersebut cukup banyak atau tidak.Coal untuk memberii alas pada bagian bawah. perlu juga diketahui berapa besarnya core recovery. Catatan 1. Apabila core batubara cukup panjang. Adapun kesulitan dengan cara ini adalah : 1. Pengambilan contoh pada pemboran non-coring yang hasilnya berupa cutting dan lumpur mempunyai beberapa keuntungan dan kesulitan. 11 . 4. 3. lokasi. pekerjaan agar dilakukan secara hatihati. Apabila menggunakan lumpur pemboran.

temperatur cair/fusi ash. 12 . crucible swelling number (CSN)/free swelling index (FSI).5 m. Perhitungan dilakukan untuk setiap lapisan batubara.Bila pada satu lubang bor terdiri dari beberapa seam. salesable/marketable reserves 4. 3. Prosedur perhitungan: kontur. artinya contoh dari bor nomor 8 pada seam 4 bagian atas (A) demikian seterusnya. artinya contoh dari bor nomor 1 pada seam 3. Kriteria perhitungan: areal. kedalaman. Steaming coal property: analisis ash. clean coal base. Umumnya sample batubara dipisahkan berdasarkan : 1. perubahan sifat fisik batubara. gieseler plastometer value (sifat aliran).90 m). kualitas. Coking property : analisis maceral. 2.40 m). Stripping ratio: raw coal base. kerapatan data. 5.Coal 3. Hasil dari laboratorium segera dimasukan ke dalam tabel kualitas untuk tiap lubang bor dan tabel kualitas untuk seluruh daerah kerja. 3. Perhitungan memperhatikan jenis data yang ada.19. pembatas. adanya parting. tiap ketebalan 0. 5. indicated.90 . 4. HGI. DPM8-4B (sample 19. Intinya catat posisi/kedalaman sample yang diambil secara lengkap dan tepat serta contoh terambil sesuai pada tempat atau lokasi pengambilan. program komputer. dan perolehan tambang. . Akan tetapi dikantong sample untuk Geoservices/Sucofindo cukup ditulis DPM8-4A saja. Ketentuan perhitungan cadangan 1. KUALITAS BATUBARA 1.5 m. trace element CADANGAN BATUBARA 1. Perhitungan dilakukan untuk setiap kedalaman dan ketebalan lapisan batubara tertentu. 4. catatan: . 2.21. apabila sifat fisiknya seragam dapat lebih dari 1.Bila dalam satu seam.5-1. maka penulisan contohnya adalah DPM1-3. inferred. penampang. vitrinite reflactance. mineable reserves. Beri nomor. 2. coking and steaming coal blok per blok. Klasifikasi cadangan: measured. 2. lingkungan reduksi atau oksidasi. tebal. 3. maka penulisan contohnya adalah DPM8-4A (sample 18. contoh batubara diambil lebih dari satu. rencana penambangannya kelak. 3.90 . Analisis industri berdasarkan proximate dan ultimate analisis.

interburden dll). esdangkan untuk kualitas kimia air dilakukan pemeriksaan di laboratorium. GEOHIDROLOGI 1.Pengukuran variasi permukaan air sungai. splitting. atau genangan air lainnya. . 8.Coal 4. sungai. 3. overburden. Peta dan penampang geologi.Pola pengaliran detil. Perhitungan hendaknya menetapkan limit kualitas. Perhitungan hendaknya menetapkan limit minimum tebal lapisan batubara. 6. .Data curah hujan. 13 .Pengukuran debit aliran air sungai. Data batubara (seam. Plot gejala-gejala geologi yang mempengaruhi kemenerusan (sesar. Evaluasi hidrologi atau air permukaan meliputi: . elevasi. koordinat. permukaan danau. tebal.Kualitas fisik air dilakukan berdasarkan pengamatan lapangan. Peta sebaran lapisan batubara. 5. Peta isopach (lapisan batubara. . Evaluasi hidrogeologi meliputi: . Penampang korelasi. Pengukuran pada lubang bor perlu dipasang pipa pralon dengan dinding berlubang. kualitas dll). 5. kedalaman.Pengukuran muka airtanah dapat dilakukan pada sumur penduduk. Peta kualitas batubara. . kelengkapan data akan mempengaruhi kategori cadangan. Untuk menghitung cadangan diperlukan: 1. 2. 2. rawa. washout. Peta kontur struktur. 7. 4. intrusi dll).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful