P. 1
Konsep Dasar Pertumbuhan

Konsep Dasar Pertumbuhan

|Views: 95|Likes:

More info:

Published by: Thiia Ranistya Chipudtrii on Jan 16, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/04/2013

pdf

text

original

KONSEP DASAR PERTUMBUHAN

Dipersiapkan untuk: PELATIHAN PELATIHAN KADER POSYANDU

2

PERTUMBUHAN
ADALAH: Bertambahnya ukuran fisik dari waktu ke waktu

Pada manusia, ukuran fisik (tubuh) disebut juga dengan istilah ANTROPOMETRI

kilogram). meter). umur tulang dan keseimbangan metabolic. • Pertumbuhan (growth) berkaitan dengan perubahan dalam besar.• Pertumbuhanlebih menekankan pada fisik. yang diukur dengan ukuran berat (gram. sedangkan perkembangan lebih menekankan pada mental dan kejiwaan seseorang. . ukuran panjang (cm. jumlah. organ maupunindividu. pound. ukuran dan fungsi tingkat sel .

lansia dll). khusunya kekurangan gizi pada populasi/orang-orang. • Dengan penekanan pada kelompok yang rentan (Bayi. ibu hamil.Penilaian status gizi • Sebuah usaha untuk mengidentifikasi masalah gizi. .

antropmetri dan studi klinik. . bikimia. • Status gizi di defenisikan sebagai status kesehatan seseorang atau kelompok orang sebagai hasil dari asupan makanan dan utilisasi zat gizi oleh tubuh yang dapat berubah selama periode kehidupannya. • Oleh karena itu penilaian status gizi dapat di defenisikan sebagai interpretasi informasi yang diperoleh dari penilaian asupan makanan. analisis dan interpretasi informasi.Penilaian • Sebuah proses pengumpulan.

lingkungan di dalam rahim. . ukuran orang tua. berat lahir pada kehamilan tunggal atau majemuk. jumlah kelahiran. • serta faktor lingkungan (termasuk iklim.Pertumbuhan dipengaruhi • Determinan biologis yang meliputi jenis kelamin. dan konstitusi genetis. musim dan keadaan sosial-ekonomi).

terutama gizi. . • Ukuran tubuh tertentu dapat memberikan keterangan mengenai jenis malnutrisi. terutama pada masa pertumbuhan.• Pengaruh lingkungan. lebih penting ketimbang latar belakang genetis atau faktor biologis lain.

Cara pengukuran status gizi Cara pengukuran status gizi yang paling sering digunakan adalah antropometri gizi. Dewasa ini dalam program gizi masyarakat. pemantauan status gizi anak balita menggunakan metode antropometri. sebagai cara untuk menilai status gizi. Dalam kegiatan penapisan status gizi masyarakat selalu menggunakan metode tersebut. .

lipat kulit biakromial. lingkar kepala dan dada. lingkar lengan da .Cara pengukuran status gizi Usia Pengamatan di Lapangan 0 – 1 tahun Berat dan panjang badan. 5 – 20 Berat dan tinggi Tinggi duduk. lingkar kepala dan dada tahun). Pengamatan Lebih Rinci Panjang batang badan. lengan dan betis. lipa di atas 2 tahun). kulit biseps dan rontgen postero-anterior tangan dan kaki. diameter krista iliaka. lingkar lengan. diameter bikristal. tinggi dudu badan (sampai 2 (di atas 2 tahun). 1 – 5 tahun Berat dan panjang Panjang batang badan (2 tahun). lingka triseps. tinggi badan ( (inspirasi setengah). diameter bikristal. lipat kulit dada dan sub-skapula. lingkar betis. triseps. diameter tahun badan. lipat kulit di tempat lain. rontgen postero-anterior tangan dan kaki. > 20 tahun Berat dan tinggi Lipat kulit di tempat lain. lipat kulit dada triseps dan sub-skapula.

Pengertian dari sudut pandang gizi.Antropometri? • Antropometri berasal dari kata anthropos dan metros. • Secara umum antropometri artinya ukuran tubuh manusia. Jellife (1966) mengungkapkan bahwa: . • Anthropos artinya tubuh dan metros artinya ukuran.

.“Nutritional anthropometry is measurement of the variations of the physical dimensions and the gross composition of the human body at different age levels and degree of nutrition”.

tinggi badan. . lingkar lengan atas dan tebal lemak di bawah kulit. • Berbagai jenis ukuran tubuh antara lain: berat badan.antropometri gizi • Berhubungan dengan berbagai macam pengukuran dimensi tubuh dan komposisi tubuh dari berbagai tingkat umur dan tingkat gizi.

Antropometri sangat umum digunakan untuk mengukur status gizi dari berbagai ketidakseimbangan antara asupan protein dan energi. otot dan jum . Ketidakseimbangan ini terlihat pada pola pertumbuhan fisik dan proporsi jaringan tubuh seperti lemak.

dan tebal lemak bawah kulit. LILA. dan lingkar kepala. pertumbuhan massa jaringan. pertumbuhan linear dan 2. • Sedangkan massa jaringan dengan menggunakan metode berat badan. lingkar dada. • Metode pengukuran untuk pertumbuhan linear adalah dengan menggunakan tinggi badan.Tipe pertumbuhan badan 1. .

.• Penilaian pertumbuhan merupakan komponen esensial dalam surveilan kesehatan anak karena hampir setiap masalah yang berkaitan dengan fisiologi. dan domain sosial dapat memberikan efek yang buruk pada pertumbuhan anak. interpersonal. • Alat yang penting untuk penilaian pertumbuhan adalah kurva pertumbuhan.

.• Dari sudut pandang antropometri. pertumbuhan linear dan pertumbuhan massa jaringan memiliki arti yang berbeda. • Pertumbuhan linear menggambarkan status gizi yang dihubungkan pada saat lampau dan pertumbuhan massa jaringan menggambarkan status gizi yang dihubungakn pada saat sekarang atau saat pengukuran.

• Contoh ukuran linear adalah panjang badan. dan lingkar kepala .Pertumbuhan Linear • Bentuk dari ukuran linear adalah ukuran yang berhubungan dengan panjang. lingkar dada.

. Ukuran linear yang paling sering digunakan adalah tinggi atau panjang badan. Ukuran linear yang rendah biasanya menunjukkan keadaan gizi yang kurang akibat kekurangan energi dan protein yang diderita waktu lampau.• .

. Contoh ukuran massa jaringan adalah berat badan. • Apabila ukuran ini rendah atau kecil. lingkar lengan atas (LLA).Pertumbuhan Massa Jaringan • Bentuk dan ukuran massa jaringan adalah massa tubuh. dan tebal lemak bawah kulit. Ukuran massa jaringan yang paling sering digunakan adalah berat badan. menunjukkan keadaan gizi kurang akibat kekurangan energi dan protein yang diderita pada waktu pengukuran dilakukan.

Pengukuran tinggi badan anak baru masuk sekolah. uji risiko KEK. Kegunaan Antropometri • • • • • • • • • • Penilaian status gizi.C. Survei sosial ekonomi nasional. Pemantauan pertumbuhan anak. . Pemantauan status gizi orang dewasa. Kegiatan penapisan. KMS ibu hamil. Pemantauan status gizi. Kegiatan di klinik.

. kurang dan gizi buruk. • Metode antropometri gizi dapat digunakan untuk penapisan kelompok yang rawan terhadap gizi.Kegunaan pengukuran status gizi dengan metode antropometri : • Metode ini relatif mudah dilakukan. • Non-invasive dan tidak membahayakan. • Umumnya dapat mengidentifikasi status gizi sedang. atau dari satu generasi ke generasi berikutnya. ekonomi dan lingkungan). • Dapat dikerjakan dengan mudah (terutama untuk mengevaluasi hasil intervensi yang dirancang untuk meningkatkan faktor status gizi. • Salah satu indikator yang baik untuk kesejahteraan manusia dan digunakan untuk memonitor dua masalah gizi utama yaitu kurang energi protein (KEP) dan obesitas. kesehatan. karena sudah ada ambang batas yang jelas. • Metode antropometri gizi dapat mengevaluasi perubahan status gizi pada periode tertentu.

dan alat pengukur panjang bayi yang dapat dibuat sendiri di rumah. Hal ini dikarenakan antropometri diakui kebenarannya secara ilmiah. Biaya relatif murah. Secara ilmiah diakui kebenarannya. Berbeda dengan pengukuran status gizi dengan metode biokimia. Contohnya. .Beberapa syarat yang mendasari penggunaan antropometri adalah: • • • • • • Alatnya mudah didapat dan digunakan. juga oleh tenaga lain setelah dilatih untuk itu. pita lingkar lengan atas. Pengukuran dapat dilakukan berulang-ulang dengan mudah dan objektif. karena mempunyai ambang batas (cut off points) dan baku rujukan yang sudah pasti. karena alat mudah didapat dan tidak memerlukan bahanbahan lainnya. Pengukuran bukan hanya dilakukan dengan tenaga khusus profesional. apabila terjadi kesalahan pada pengukuran lingkar lengan atas pada anak balita. Hampir semua negara menggunakan antropometri sebagai metode untuk mengukur status gizi masyarakat. Hasilnya mudah disimpulkan. mikrotoa. apabila terjadi kesalahan maka harus mempersiapkan alat dan bahan terlebih dahulu yang relatif mahal dan rumit. khususnya untuk penapisan status gizi. seperti dacin. maka dapat dilakukan pengukuran kembali tanpa harus persiapan alat yang rumit.

aman. • Peralatannya tidak mahal dan terjangkau. • Pengukuran antropometri dapat digunakan tidak hanya pada pasien individu tapi juga dapat mencakup dalam jumlah yang banyak. non-invasive dan metode yang digunakan jelas. Contoh : pengukuran TB dan BB pada balita. Kelebihan Antropometri • Prosedurnya sederhana. • Metode antropometri menghasilkan ketepatan dan keakuratan dengan penggunaan tehnik yang standar.D. .

Memang ada alat antropometri yang mahal dan harus diimpor dari luar negeri. . tetapi penggunaan alat itu hanya tertentu saja seperti ”Skin Fold Caliper” untuk mengukur tebal lemak bawah kulit. tidak mudah rusak.• Peralatannya bersifat mudah dipindahkan (mudah dibawa). dan mudah untuk membuat atau membelinya.

• Kesalahan ini terjadi karena: • a. • c. . Disamping itu tidak dapat membedakan kekurangan zat gizi tertentu seperti Zink dan Fe. Pengukuran.E. akurasi. Kelemahan Antropometri • Tidak sensitive. Perubahan hasil pengukuran baik fisik maupun komposisi jaringan. dan penurunan penggunaan energi) dapat menurunkan spesifikasi dan sensitivitas pengukuran antropometri. • Metode ini tidak dapat mendeteksi status gizi dalam waktu singkat (hari atau minggu). • Faktor di luar gizi (penyakit. dan validitas pengukuran antropometri gizi. • b. • Kesalahan yang terjadi pada saat pengukuran dapat mempengaruhi presisi. Analisis dan asumsi yang keliru. genetik.

Ada 3 penyebab utama kesalahan: • Kesalahan pengukuran.F. Kesalahan Dalam Antropometri Kesalahan yang terjadi pada saat pengukuran dapat mempengaruhi presisi. dan validitas pengukuran antropometri gizi. . • Perubahan hasil pengukuran baik fisik maupun komposisi jaringan. akurasi. • Analisis dan asumsi yang keliru.

. baik dalam mengukur sebab dan akibat serta dampak dari suatu tindakan dapat dikelompokan sebagai berikut : • Memilih ukuran yang sesuai dengan apa yang ingin diukur. Misalnya mengukur tinggi badan menggunakan mikrotoa. dan tidak menggunakan alat ukur lain yang bukan diperuntukkan untuk mengukur tinggi badan. • Membuat prosedur baku pengukuran yang harus ditaati oleh seluruh pengumpul data. Petugas pengumpul data harus mengerti tehnik. Cara Meminimalisasi Error Secara Umum • Secara garis besar usaha untuk mengatasi kesalahan pengukuran.G. urutan dan langkah-langkah dalam pengumpulan data.

sebaiknya tidak digunakan lagi. Apabila memungkinkan dilaksanakan pelatihan secara periodik. baik ditinjau dari segi waktu maupun materi pelatihan. Materi pelatihan sebaiknya menekankan pada ketelitian pembacaan dan pencatatan hasil. Cara Meminimalisasi Error Secara Umum • Pelatihan dan refreshing petugas. maka dalam pelatihan harus dilakukan praktek terpimpin oleh petugas profesional dalam bidangnya. . Alat timbang dan alat lainnya harus selalu ditera dalam kurun waktu tertentu. • Pengukuran silang antar pengamat. • Perekaman hasil langsung setelah pengukuran lalu hasilnya diteliti oleh orang kedua. Apabila ada alat yang rusak.G. Pelatihan petugas harus dilakukan dengan sebaik-baiknya. Kegiatan ini perlu dilakukan untuk mendapatkan presisi dan akurasi yang baik. • Kalibrasi alat ukur secara berkala. Mengingat petugas akan melakukan pengukuran.

selesai .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->