2009

Excavator
Tugas Besar
State Politechnic Of Jakarta

Bagus Juang Wiantoro 3 DIV Jalan Tol 1/1/2009

Excavator-Bagus Juang Wiantoro

2

DAFTAR ISI

Cover Daftar Isi Daftar Gambar Daftar Tabel Daftar Video BAB I PENDAHULUAN 1.1 1.2 1.3 1.4 Latar Belakang Tujuan Batasan Masalah Sistematika Pembahasan

1 2 5 7 7 8 8 8 8 8 8

BAB II SEJARAH PERKEMBANGA N EXCAVATOR 2.1 2.2 2.3 Sejarah Perkembangan Excavator Produsen Excavator Jenis-Jenis Excavator

10 10 10 13 13

BAB III DASAR TEORI 3.1 3.2 Definisi Excavator Komponen Excavator

14 14 14 18 18 19 19

3.3.1 Excavator Sebagai Alat Penggali A. Alat Penggali Hidrolis 1. Front Shovel
3 DIV Jalan Tol | Politeknik Negeri Jakarta

Excavator-Bagus Juang Wiantoro

3

A. B.

Cara kerja pada shovel Ukuran Shovel

21 23 25 26 27 27 28 29 30 32 32 33 34 35 35

2. Backhoe A. B. Cara Kerja Backhoe Produksi Backhoe

3. Dragline A. B. C. Cara Kerja Dragline Ukuran Dragline Produksi Dragline

4. Clamshell A. Bucket clamshell B. C. 5. Kemampuan clamshell Produksi clamshell

Cable Excavator 1. Membuang

BAB IV PRODUKSI EXCAVATOR 4.1 Kapasitas Produksi Alat 3.6.2 Efisiensi Kerja 4.2 Pemilihan Peralatan Pekerjaan Tanah 4.3 Produksi Excavator 4.4 Komponen Biaya Alat Berat 4.4.1 4.4.2 4.5 4.5.1 Biaya Kepemilikan Biaya Penyewaan Alat

37 37 37 37 37 38 38 38 38 39 39 39

Jam Operasi atau Waktu Kerja Jam Operasi Normal

4.5.2 Jam Operasi Lembur
3 DIV Jalan Tol | Politeknik Negeri Jakarta

Excavator-Bagus Juang Wiantoro

4

4.6 Contoh Perhitungan Produksi Excavator 4.6.1 Gambaran Umum Proyek 4.6.2 Data Proyek 4.6.3 Perhitungan Produksi Alat Berat 4.6.3.1 Excavator type Komatsu PC 200 4.6.4 Perhitungan Biaya dan Sewa Alat 4.6.4.1 Excavator type komatsu PC 200

40 40 40 40 41 42 42

BAB V Keselamatan dan Kesehatan Kerja
5.1 Pakaian Kerja 5.2 Sepatu Kerja 5.3 Kacamata Kerja 5.4 . Sarung Tangan 5.5 Helm 5.6 Sabuk Pengaman 5.7 Penutup Telinga 5.8 Masker 5.9 Tangga 5.10 P3K DAFTAR PUSTAKA

43 44
44 44 45 45 45 46 46 46 46 46 47

3 DIV Jalan Tol | Politeknik Negeri Jakarta

Gambar Front shovel 3 DIV Jalan Tol | Politeknik Negeri Jakarta .8 Upper Structure Gambar 3.11 Left and Right Under Carriage Gambar 3.4 Bucket Gambar 3.2 311 Cat Excavator Gambar 1.2 Arm Boom Gambar 3.1 Boom Gambar 3.7 Bucket Cylinder Gambar 3.6 Arm Cylinder Gambar 3.10 Center Frame Gambar 3.Excavator-Bagus Juang Wiantoro 5 Daftar Gambar Gambar 1.5 Boom Cylinder Gambar 3.1 Yumbo S25 Gambar 1.12 Other Gambar 3.9 Operator Cab Gambar 3.1 Terex 340 Excavator Component Gambar 3.

Excavator-Bagus Juang Wiantoro 6 Gambar Backhoe Excavator Gambar dragline Excavator Gambar bagian bagian dragline Gambar Clamshell Excavator Gambar clamshell bucket Gambar 3 DIV Jalan Tol | Politeknik Negeri Jakarta .

1 Kapasitas Bucket Front Shovel Tabel 3.7 Kapasitas dan berat dragline Tabel 3.flv 3 DIV Jalan Tol | Politeknik Negeri Jakarta .2 produksi ideal power shovel dan tinggi gali optimal Tabel 3.6 Faktor koreksi swing dan % dalam gali optimal dragline Table 3.Excavator-Bagus Juang Wiantoro 7 Daftar Tabel Tabel 3.3 Faktor koreksi sudut putar dan % tinggi gali optimal pada produksi power shovel Table 3-4 faktor koreksi keadaan medan dan keadaan manajemen Table 3.flv video(3).8 spesifikasi medium weight bucket clamshell Daftar Video video(2).5 Produksi ideal dragline boom pendek dan gali optimal Tabel 3.

1 Latar Belakang Perkembangan alat berat belakangan ini menjadi faktor penentu dalam keberhasilan sebuah proyek. 3 DIV Jalan Tol | Politeknik Negeri Jakarta . tujuan.3 Batasan Masalah Excavator dan perkembanggannya Fungsi excavator dalam proyek konstruksi Proses penentuan produksi alat 1. Excavator merupakan alat berat yang digunakan untuk proses penggalian tanah.4 Sistematika Penulisan Untuk mempermudah penulis dan para pembaca membaca makalah ini maka penulisan makalah ini menggunakan sistematika sebagai berikut : BAB I PENDAHULUAN Pada bab ini dijelaskan latar belakang.2 Tujuan : Tujuan dar penulisan makalah ini adalah Memenuhi persyaratan mengikuti UAS Mengetahui dengan rinci excavator Mengetahui berbagai macam metode pengoperasan excavator Mengetahui Produksi alat excavator berdasarkan kondisi excavator 1. 1.Excavator-Bagus Juang Wiantoro 8 BAB I PENDAHULUAN 1. sehingga dapat menekan biaya dan kesulitan yang timbul di proyek. batasan masalah pada proses menentukan produksi alat. Pengoprasian alat berat haruslah seefisien mungkin. serta mempermudah tugas yang biasa dilakukan secaara manual.

Excavator-Bagus Juang Wiantoro 9 BAB II SEJARAH PERKEMBANGAN EXCAVATOR Pada bab ini aan dibahas tentang sejarah excavator yang dimulai dari awal perkembangan excavator dibebarapa negara sampai saat ini. BAB V KKK Bab ini berisi alat kerja yang digunakan untuk mengamankan pekerja serta untuk mencapai kesuksesan proyek berupa zero accident 3 DIV Jalan Tol | Politeknik Negeri Jakarta . BAB III DASAR TEORI Dasar teori merupakan bab yang berisikan dasar-dasar teoritis atau konsep-konsep yang digunakan sebagai dasar pemikiran untuk membahas suatu hal yang ada hubungannya dengan excavator. BAB IV PRODUKSI EXCAVATOR Bab ini membahas tentang produksi excavator serta perhitungan HSP untuk alat ini.

Pada tahun 1954 setelah hak paten ini diperoleh dari Italia. Priestman di Inggris. [3] penggali pertama dari Mitsubishi menggunakan teknologi ini bernama Yumbo Y35 yang ditujukan untuk pasar internasional pada tahun 1961. seperti Drott diAmerika Serikat. Meskipun 'kembali' dalam backhoe mengacu pada tindakan ember (yang menarik "kembali" ke arah mesin) dan bukan lokasi sekop. SICAM lisensi teknologi ini untuk banyak perusahaan. dan Mitsubishi di Jepang dan negara-negara lain pada awal tahun 1960-an. Tracked excavator trackhoes kadang-kadang disebut dengan analogi dari backhoe. Yumbo telah menjadi nama yang populer dan de facto standar di Jepang karena digunakan dalam iklan Baris walaupun hal ini bukan nama resmi di sana. Di Amerika Utara. kadang-kadang disingkat hanya ke 360. excavator juga kadang-kadang disebut sebagai fronthoes atau bahkan hanya "cangkul".1 Sejarah Perkembangan Excavator Excavator juga disebut sebagai penggali 360 derajat. Di Inggris.1 Yumbo S25 3 DIV Jalan Tol | Politeknik Negeri Jakarta . excavator beroda kadang-kadang dikenal sebagai 'Karet itik'.Excavator-Bagus Juang Wiantoro 10 BAB II SEJARAH PERKEMBANGAN EXCAVATOR 2. menggali excavator kadang-kadang disebut sebagai "hi-cangkul" dan sering hanya sebagai "sekop". Gambar 1. Di Jepang.perusahaan Perancis penggali SICAM menghasilkan model Yumbo S25. Sejak itu. alias Yumbo adalah nama yang lebih populer untuk excavator.

telah 3000hp dan memiliki ukuran ember 34.0 m³ Gambar 1. dan aksesoris. mini terkecil beratnya 1610 kg (3549 lb) dan memiliki 19 hp.360 lb) dan 513 hp. biasanya ada 3 pompa. membunuh motor. 3 DIV Jalan Tol | Politeknik Negeri Jakarta . Pompa ketiga adalah untuk Pilot Control. Yang lebih kecil disebut mini atau compact excavator. dua pompa utama adalah untuk memasok minyak pada sampai 5000 psi untuk domba jantan. model terbesar mereka berat 84. hal ini memungkinkan untuk mengurangi usaha yang diperlukan saat mengoperasikan kontrol. ini adalah tekanan yang lebih rendah (700 psi) digunakan untuk rangkaian kontrol katup spul. beratnya lebih dari 550.980kg (187. Gambar 1. adalah . trek motor.000 kg.Excavator-Bagus Juang Wiantoro 11 Excavator datang dalam berbagai ukuran.1 Terex 340 Tugas utama mesin dalam Excavator adalah mendorong pompa hidrolik.2 311 Cat Excavator Namun hal ini jauh dari excavator terbesar yang tersedia.

Di ujung tongkat biasanya sebuah ember. dll Sebelum tahun 1990-an. pengimbang. pilihan lain adalah engsel di dasar boom memiliki hydraulically pivot hingga 180 ° independen ke rumah. dapat menjadi salah satu dari 3 konfigurasi yang berbeda. namun hal ini umumnya tersedia hanya untuk kompak excavator. Boom utama menempel ke rumah. Sebagian besar Mono booming. Pada tahun 1993Yanmar meluncurkan Zero pertama di dunia Tail Swing penggali. semua excavator memiliki panjang. tongkat panjang adalah opsional. Ini menjadi gangguan ketika bekerja di wilayah terbatas. dan gigi yang tidak diperlukan. beberapa bagian lain memiliki Knuckle Boom yang juga dapat bergerak ke kiri dan kanan sesuai dengan mesin. Sebuah lebar. Tujuan umum (GP) ember umumnya lebih kecil. Ada juga banyak lampiran lain yang tersedia untuk harus terpasang ke excavator untuk membosankan. Melekat pada akhir Boom adalah Stick (atau ciduk lengan). ini tidak terlepas dari gerakan lurus ke atas dan ke bawah. kapasitas besar (Lumpur) ember dengan lurus canggih digunakan untuk membersihkan dan meratakan atau di mana material yang akan digali adalah lembut. lebih kuat. mengangkat. mesin. merobek. atau penyeimbang konvensional yang tergantung dari mesin bagian belakang untuk menyediakan lebih menggali kekuatan dan kapasitas angkat. dan terakhir drive yang memiliki motor hidrolik dan gearing memberikan dorongan untuk trek individu. tergantung apakah mencapai tongkat atau break-out daya (lebih pendek stick) diperlukan. yang memungkinkan pengimbang untuk tetap berada di dalam trek lebar seperti slews. dan memiliki sisi keras dan gigi pemotong yang digunakan untuk menembus tanah yang keras dan bebatuan. Rumah (termasuk operator taksi. menghancurkan.Ember memiliki berbagai bentuk dan ukuran untuk berbagai aplikasi. lagu frame. Tipe mesin ini sekarang digunakan secara luas di seluruh dunia. 3 DIV Jalan Tol | Politeknik Negeri Jakarta . tongkat penggalian memberikan gaya yang dibutuhkan untuk menarik ember melalui tanah. sehingga menjadi lebih aman dan lebih user friendly bila digunakan di ruang tertutup. yang memungkinkan mesin untuk membunuh 360 ° tanpa hambatan. memotong. bahan bakar dan minyak hidrolik tank) menempel dengan cara pusat pin ke bagian bawah. bagian bawah yang meliputi pisau (jika terpasang). lagu.Excavator-Bagus Juang Wiantoro 12 Komponen dasar dari sebuah penggali mencakup.

2 Produsen Excavator                      Bobcat Company Kasus CE Caterpillar Inc Doosan Infracore (sebelumnya Daewoo Heavy Industries & Machinery) Hitachi Construction Machinery Hyundai Heavy Industries John Deere JC Bamford (JCB) Komatsu Limited ThyssenKrupp Kobelco Kubota Liebherr Manitowoc Cranes Mitsubishi Heavy Industries New Holland Orenstein & Koppel (O & K) Poclain ST Kinetics TEREX Corporation Volvo Construction Equipment 2.3 Jenis-Jenis Excavator      Compact excavator Dragline penggali Mesin keruk Power shovel Suction penggali 3 DIV Jalan Tol | Politeknik Negeri Jakarta .Excavator-Bagus Juang Wiantoro 13 2.

ember dan taksi di platform yang berputar (dikenal sebagai House).Semua gerakan dan fungsi penggali orang dilakukan melalui penggunaan fluida hidrolik. baik itu dengan Rams atau Motors. khususnya. Rumah duduk di atas sebuah bawah mobil dengan trek atau roda. tapi tidak hanya penambangan terbuka Pengerukan sugai 3. a. Penggunaan Excavator yang banyak digunakan untuk :         parit.1 Definisi Excavator Excavator adalah alat-alat berat yang terdiri dari sebuah boom (backhoe). misalnya mengangkat dan menempatkan pipa Pertambangan. Work equipment essembly Boom Gambar 3.2 Komponen Excavator 1.Excavator-Bagus Juang Wiantoro 14 BAB III DASAR TEORI 3.1 3 DIV Jalan Tol | Politeknik Negeri Jakarta . lubang Material handling Pekerjaan kehutanan Pembongkaran Umum grading / lansekap Angkat berat.

4 2.Excavator-Bagus Juang Wiantoro 15 b.6 3 DIV Jalan Tol | Politeknik Negeri Jakarta . a. Arm Cylinder Gambar 3. Arm Gambar 3. Bucket Gambar 3.2 c.5 b. Cylinder Boom Cylinder Gambar 3.

Upper Structure Gambar 3.9 5.10 3 DIV Jalan Tol | Politeknik Negeri Jakarta .7 3. Bucket Cylinder Gambar 3.8 4. Center Frame Gambar 3.Excavator-Bagus Juang Wiantoro 16 c. Operator Cab Gambar 3.

Left and right under carriage Gambar 3.11 7.12 3 DIV Jalan Tol | Politeknik Negeri Jakarta . Others Gambar 3.Excavator-Bagus Juang Wiantoro 17 6.

Dengan demikian dapat dikatakan bahwa bachoe menggali material yang berada dibawah permukaan tempat alat tersebut berada. Alat ini baik untuk pekerjaan menggali tanah tanpa bantuan alat lain. Alat-alat penggali ini memiliki as diantara alat alat penggeraknya dan badan mesin sehingga alat berat tersebut dapat melakukan gerak memutar walaupun tidak ada gerakan pada alat penggerak. 1. Dengan memberikan shovel attachment pada excavator. dan clamshell. power shovel atau juga dikenal sebahai front shovel. Perbedaan setiap alat gali adalah pada benda yang dipasang pada bagian depan. maka didapatkan alat yang disebut dengan power shovel.Excavator-Bagus Juang Wiantoro 18 3. Selain itu juga karena alat tersebut dalam pengoprasiannya tidak perlu melakukan banyak gerak. dan sekaligus memuatkan kedalam truck atau alat angkut lainnya. sedangkan front shovel menggali di permukaan tempat alat tersebut berada. Front Shovel Front shovel digunakan untuk menggali material yang letaknya diatas permukaan tempat alat tersebut berada. Alat ini juga dapat membuat timbunan bahan persediaan (stock pilling). akan tetapi semua alat tersebut memiliki kesamaan pada alat penggerak yaitu roda ban ataw crawler. Backhoe berkerja dengan cara menggerakan bucket kearah bawah dan kemudian menariknya menuju badan alat. Alat penggeraknya adalah traktor dengan roda atau crawler. Backhoe dan power shovel juga disebut alat penggali hidrolis karena bucket digerakan secara hidrolis. Alat beroda crawler umumnya dipilih jika alat tersebut akan digunakan pada permukaan kasar atau kurang padat. A. yang dimaksudkan dengan alat penggali hidrolis adalah alat yang berkerja karena adanya tekanan hidrolis pada mesin dalam pengoprasiannya. 3 DIV Jalan Tol | Politeknik Negeri Jakarta .3 Excavator sebagai alat penggali Yang termasuk alat gali adalah backhoe. dragline. Alat Penggali Hidrolis Power Shovel dan backhoe yang termasuk dalam kategori alat penggali hidrolis memiliki bucket yang dipasangkan didepannya. Pemilihan alat tergantung pada kemampuan alat tersebut pada suatu kondisi lapangan tertentu.

Oleh sebab itu ada faktor koreksi didalam menentukan kapasitas bucket. Sama halnya dengan kondisi dimana permukaan yang akan digali tidak sesuai dari ketinggian minimum yang diperboehkan untuk mengisi bucket. dengan demikian waktu enggalian akan lebih lama.Excavator-Bagus Juang Wiantoro 19 Pada umumnya power shovel ini dipasang diatas crawler mounted. Maka dari itu ada faktor penggali untuk ketinggian penggalian dan pengaruh sudut putaran yang harus diperhatikan dalam menentukan produktifitas front shovel.1 Material Tanah dan tanah organic Pasir dan kerikil Lempung keras Lempung basah Batuan dengan peledakan buruk Batuan dengan peledakan baik 3 DIV Jalan Tol | Politeknik Negeri Jakarta BFF % 80-110 90-100 65-95 50-90 40-70 70-90 . Jika material yang akan digali bersifat lunak maka front shovel akan mengalami kesulitan. Gambar 3.. Macam shovel dibedakan dalam dua hal. Kapasitas bucket front shovel tergantung jenis material. Faktor koreksi tersebut dkalikan dengan kapasitas bucket (heaped capacity) Tabel 3. karena diperolehkeuntungan besar antara stabilitas dan kemampuan floatingnya. Alat ini mempunyai kemampuan untuk menggali material yang keras. Ialah dengan kendali kabel dan shovel denga kendali hidroliis.

dan gerakan bucket kosong. maka dapat digunakan beberapa front shovel kecil atau satu front shovel besar. ada beberapa faktor yang harus dipertimbangkan. b. untuk bucket berukuran antara 2. Waktu muat 7-9 detik Waktu berputar dengan muatan 4-6 detik Waktu bongkar 2-4 detik Waktu berputar kembali 4-5 detik Gambar Front shovel 3 DIV Jalan Tol | Politeknik Negeri Jakarta . biaya yang harus dikeluarkan untuk mengali. d.8 m3. waktu siklus front shovel adalah sebagai berikut : a. Faktor-faktor yang mempengaruhi siklus kerja front shovel adalah kapasitas muat bucket. pembongkaran muatan. Biaya penggalian tergantung besarnya pekerjaan. Alat pengangkutan yang tersedia juga dapat mempengaruhi pemilihan besarnya front shovel yang akan dipakai. kedua adalah kondisi pekerjaan.3 samapai 3.Excavator-Bagus Juang Wiantoro 20 (sumber: construction method and management. gerakan bucket dengan muatan. Pertama adalah biaya penggalian. Jika pekerjaan dilakukan dengan waktu yang relative singkat. c. 1998) Dalam memilih front shovel sebagai alat penggali.

7 11. basah 3.7 11.5 210 285 7 270 9.50 Jenis Tanah Lempung berpasir.6 5. jelek 6 115 4.2 11.50 1.4 7. keras 50 Batu ledakan. baik 40 Lempung lekat.5 7 7.75 1.5 70 Tanah lempung.5 12. suddut putaran.Excavator-Bagus Juang Wiantoro 21 Sedangkan produktifitas front shovel tergantung pada jenis material.2 13. Produktivitas ideal didapatkan bila sudut putaran adalah 90o.2 240 320 7.2 300 350 7 8 9 9.8 80 Tanah biasa.7 95 165 5.3 145 165 185 230 - 3 DIV Jalan Tol | Politeknik Negeri Jakarta . Tabel 3.6 110 5.75 2.3 155 6. besar alat angkut.2 produksi ideal power shovel dan tinggi gali optimal Ukuran Power Shovel cu-yd 0.4 300 9.50 0.4 390 10.8 10. dan lain-lain.38 0.8 330 405 8.25 1. ketinggian penggalian. baik 4. dijabarkan dalam tabel xx. basah 6 25 Batu ledakan.00 1.8 4.8 8.8 175 250 6. Sudut putaran merupakan sudut boom yang berputar untu melakukan pemuatan material dan pembongkaran muatan.2 75 60 7 40 - 110 95 8 70 - 145 125 9 95 - 180 155 9. Bila sudut putaran bertambah maka waktu siklus akan bertambah.8 135 205 6 200 7.00 2.2 13. Faktor tersebut.4 85 Pasir dan kerikil 3.3 6 6.5 230 8.8 120 - 210 180 235 205 265 230 310 275 70.7 270 355 7.5 12. Pengaruh ketinggian penggalian dan sudut putaran juga merupakan faktor yang mempengaruhi produktifitas front shovel.

4. Operator yang telah berpengalaman dapat mengatur sendiri gerakan sedemikian rupa sehinga bucket dapat terisi penuh sampai diatas tebing. 6. Cara kerja pada shovel Pekerjaan dilakukan dengan menempatkan shovel pada posisi dekat tebing yang akan digali dengan mennggerakan dipper/bucket kedepan kemudian keatas sambil menggaruk tebing sedemikian rupa sehingga dengan gerakan ini tanah dapat masuk dalam bucket. Setelah penuh terisi. Ukuran Shovel Ukuran shovel didasarkan pada besarnya bucket yang dinyatakan dalam m3 atau cu-yd dan dibedakan dalam keadaan isi peres (stuck) C. Produksi Shovel 1. maka shovel dapat diputar (swing) kekanan atau kekiri menuju tempat yang harus diisi. maka shovel digerakan/ berjalan menuju posisi baru sehingga dapat berkerjaseperti semula Pada dasarnya gerakan-gerakan selama berkerja dengan shovel adalah : 1. Pengaruh sudut putaran (swing) terhadap produksi shovel 3 DIV Jalan Tol | Politeknik Negeri Jakarta . jika bucket sudah penuh maka bucket ditarik keluar. 3. Maju untuk menggerakan dipper menusuk tebing Mengangkat dipper/ bucket untuk mengisi Mundur untuk melepaskan tanah atau tebing Swing (memutar) untuk membuang (dump) Berpindah jika sudah jauh dari tebing galian. Pengaruh tinggi tebing galian terhadap produksi shovel.Excavator-Bagus Juang Wiantoro 22 15 25 50 75 95 115 140 160 195 Keterangan : Tinggi gali optimal Produksi ideal shovel (cu-yd/jam) BM B. dan Menaikkan/menurunkan sudut boom jika diperlukan B. 2. Segera setelah shovel tidak lagi dapat mencapai tebing dengan sempurna. 2. 5.

16 1.98 1.61 Sedang 0.20 1.88 0.69 0.97 0.78 0.81 0.91 0.97 0.70 0.67 180 0.75 150 0.04 1.07 1.00 0.65 0.96 1.80 0.22 1.57 Buruk 0.04 0.76 0. Galian dibawah permukaan permukaan ini misalnya parit.Excavator-Bagus Juang Wiantoro 23 3.62 Table 3-4 faktor koreksi keadaan medan dan keadaan manajemen Kondisi Tata Laksana Baik Sekali 0.85 120 0.86 0.69 0.77 0.73 0.66 0.63 Baik 0.26 1.72 0.66 0.72 0.. 4.3 Faktor koreksi sudut putar dan % tinggi gali optimal pada produksi power shovel Kedalaman Optimum (%) 40 60 80 100 120 140 160 45 0.10 1.65 0.12 1.71 0.73 0.85 0. Backhoe Backhoe sering juga disebut pull shovel adalah alat dari golongan shovel yang dibuat khusus dibuat untuk menggali material dibawah permukaan tanah atau dibawah tempat kedudukan alatnya.71 0.03 0. lubang untuk pondasi bangunan. Keuntungan backhoe ini jika 3 DIV Jalan Tol | Politeknik Negeri Jakarta .81 0.03 60 0.85 1.81 0.79 0.91 0.77 0.84 0.30 1.86 0.95 Faktor Swing dan kedalaman galian (drajat) 75 0.93 1.12 1.59 0.65 0.11 1. lubang galian pipa dan sebagainya.7 0. Pengaruh keadaan medan (job condition) terhadap produksi shovel Pengaruh keadaan manajemen Tabel 3.52 Kondisi Pekerjaan Baik Sekali Baik Sedang Buruk 2.6 0.42 0.90 90 0.

dan sebagai undercarriagenya dapat digunakan crawler mounted atau roda karet. Gambar Backhoe Excavator Tipe backhoe dibedakan dalam beberapa hal antara lain dari alat kendali dan undercarriagenya. bila bucket sudah pada posisi yang diinginkan lalu bucket diayun kebawah seperti dicangkulkan. Karena kekauan konstruksinya. Pada umumnya alat kendali kabel jarang digunakan dan yang banayak dijumpai adalah dengan kendali hidrolik. Setelah bucket terisi penuh lalu diangkat dari tempat penggalian dan dilakukan swing. letak track axcavator harus sedemikian rupa sehingga arahnya sejajar dengan arah memanjang parit. C. 3 DIV Jalan Tol | Politeknik Negeri Jakarta . kemudian backhoe berjalan mundur. backhoe bucket dijulurkan kedepan tempat galian. dan pembuangan material hasil galian dapat dilakukan ke truk atau tempat yang lain. Sebagai alat kendali dapat digunakan kabel (cable controlled) atau hidrolik (hydraulic cable ). Cara Kerja Backhoe Untuk mulai menggali. backhoe ini lebih menguntungkan untuk penggalian dengan jarak dekat dan memuat hasil galian kedalam truk. kemudian bucket diputar kearah alatnya sehingga arah lintasannya seperti pada gambar xx. Pada penggalian pari.Excavator-Bagus Juang Wiantoro 24 dibandingkan dengan dragline adalah dan clamshell ialah karena backhoe dapat menggali sambil mengatur dalamnya galian yang lebih baik.

Produksi Backhoe Untuk menghitung produksi backhoe. dan keadaan manajemen atau medan. Produksi = 60 x BC x JM x FF (m3/jam) T Dimana : T = Cycle time (minute) BC JM = = Bucket Capacity (m3) Kondisi manajemen atau medan kerja. Satu kerugian dalam menggunakan dragline untuk menggali ialah produksinya yang rendah. Pada umumnya power shovel sampai dengan kapasitas 2. dalamnya galian.5 cu-yd dapat diubah menjadi dragline.Excavator-Bagus Juang Wiantoro 25 D. antara 70%-80% dibandingkan dengan power shovel untuk ukuran yang sama. Dragline biasanya tidak perlu masuk kedalam tempat galian untuk melaksanakan pekerjaannya. Produksi backhoe secara umum dapat ditentukan dengan rumus. 3 DIV Jalan Tol | Politeknik Negeri Jakarta . dengan melepaskan boom shovel diganti boom dan bucket dragline. kemudian menggali pada tempat yang penuh air atau berlumpur. sudut swing. power shovel atau dragline digunakan untuk menggali. Untuk beberapa proyek. jenis material yang digali.1 3. lihat tabel 3. dragline dapat bekerja dengan ditempatkan pada lantai kerja yang baik. dragline memiliki keuntungan. faktor yang mempengaruhi adalah kapasitas bucket. Dragline Dragline adalah alat untuk menggali tanah dan memuatkan pada alat-alat angkut. tetapi dalam beberapa hal.

Excavator-Bagus Juang Wiantoro 26 Gambar dragline Excavator D. pada saat yang sama dragcable dan host cable dikendorkan. Cara Kerja Dragline Penggalian dimulai dengan swing pada keadaan bucket kosong menuju keposisi menggali. Gambar bagian bagian dragline 3 DIV Jalan Tol | Politeknik Negeri Jakarta . sehingga bucket jatuh tegak lurus kebawah.

50 0. dalamnya galian. Ukuran Dragline Ukuran dragline ditunjukkan dari ukuran bucketnya yang dinyatakan dalam cu-yd. sementara hoist cable dimankan atau digerak-gerakan agar bucket dapat mengisi permukaan tebing galian sehingga dalamnya lapisan tanah yang tekikis dalam satu pass dapat teratur.38 0. Kemudian dilakukan swing menuju tempat material dari bucket.5 Produksi ideal dragline boom pendek dan gali optimal Jenis Tanah Lempung berpasir.4 245 7. sudut swing. Produksi Dragline Faktor-faktor yang mempengarui produksi dragline antara lain macam tanah yang digali. keadaan manajemen. keadaan dragline serta truk-truk pengangkutnya. Seperti pada halnya power shovel.50 3 DIV Jalan Tol | Politeknik Negeri Jakarta . keterampilan operator.50 1.6 195 7 220 7.6 7 7. sehinga diperlukan pengurangan ukuran bucket jika boom yang digunakan panjang atau jika materialnya memiliki berat volume yang besar. F. tergantung dari panjang boom serta jenis tanah yang digali.4 7.5 5 5.7 8 8. E. Table 3. juga dijaga posisi dump cable tetap tegang dan tidak berubah kedudukannya.7 265 8 300 8. sementara drag cable masih ditarik.Excavator-Bagus Juang Wiantoro 27 Setelah sampai dibawah maka drag cable ditarik. produksi dragline dinyatakan dalam cu-yd atau m3 dalam keadaan bank.00 1. basah 70 Pasir dan kerikil 5 95 5. ukuran bucket. hoist cable dikunci sehingga bucket terangkat lepas dari permukaan tanah. keadaan medan tempat kerja.75 2.25 1.75 1.5 6 6.00 2. Batasan kapasitas angkut maksimal adalah beban yang menyebabkan miringnya alat. Setelah bucket terisi penuh. Dragline dapat menggunakan lebih dari satu ukuran bucket. panjang boom. serta ukuran bucket dinyatakan dalam keadaan kosong. ada umumnya sama dengan ukuran bucket power shovel.5 Ukuran Power Shovel cu-yd 0.5 130 6 160 6. Hal ini untuk menjaga agar permukaan tidak tumpah.

Heavy duty.4 105 155 8 135 185 8. Light duty. baik 6 55 Tanah lempung. bucket untuk pekerjaan berat misalnya menggali batu-batuan hasil tambang.7 75 125 7.3 10 10.5 265 8 8.8 12.3 11.7 9. Tabel 3.3 7. misalnya menggali kerikil dan lempung. bucket untuk pekerjaan sedang.5 165 210 9 190 235 9.7 11. dan lumpur. Macam bucket tersebut adalah : a.3 30 55 75 95 110 130 145 175 Keterangan : Tinggi gali optimal Produksi idean shovel (cu-yd/jam) BM Untuk megurangi kerugian oleh berat bucket.3 11.3 90 6. maka setiap ukuran ada 3 macam bucket yang disesuaikan pekerjaannya.5 210 255 9. b.7 9.6 Faktor koreksi swing dan % dalam gali optimal dragline Kedalaman Optimum (%) 30 45 Sudut putar (swing). misalnya menggali lempung berpasir. pasir. keras 35 Lempung Lekat. derajat 60 75 90 120 150 180 3 DIV Jalan Tol | Politeknik Negeri Jakarta .3 55 90 110 135 160 180 195 230 8 8.8 12. bucket untuk pekerjaan ringan.5 10 10. Medium duty.Excavator-Bagus Juang Wiantoro 28 65 Tanah biasa.9 230 295 10. basah 20 7. c.7 11.

05 1.02 0.93 0.02 0.83 0.72 1.85 0.91 0.29 1.88 0.01 0.73 0.90 0.06 0.00 0.97 0.98 0.70 1.09 1.38 11 760 880 - 0.96 0.81 0.75 1.11 1.76 1.98 0.97 0.90 0.69 Table 3.11 1.82 0.76 0.03 0.79 0.04 0.94 0.71 1.94 0.14 1.50 47 3010 3750 4525 3 DIV Jalan Tol | Politeknik Negeri Jakarta .75 0.79 0.24 1.25 1.08 1.19 1.06 1.32 1.99 0.00 0.7 Kapasitas dan berat dragline berat bucket (lbs) Light duty medium duty heavy duty ukuran cu-yd kapasitas cu-ft 0.00 32 2220 2945 3700 1.90 0.82 0.50 17 1275 1460 2100 0.09 1.77 1.78 0.00 0.29 1.97 0.15 1.90 0.82 0.73 1.87 0.74 1.10 1.87 0.99 0.17 1.75 24 1640 1850 2875 1.76 1.94 0.93 0.05 0.13 1.88 0.85 0.81 0.10 1.80 0.17 1.90 0.17 1.25 39 2410 3300 4260 1.Excavator-Bagus Juang Wiantoro 29 20 40 60 80 100 120 140 160 180 200 1.20 1.

lumpur. dan lain lainnya.25 67 4100 5350 6250 2. kemudian gerakan swing dan mengangkatnya ditempat yang dikehendaki di sekelilingnyauntuk kemudian ditumpahkan kedalam truk atau alat angkut lainnya. Cara mengangkat dan membuang clamshell cocok untuk pekerjaan pengisian hopper yang lebih tinggi letaknya. mengangkat secara vertical keatas. Calmshell terutama digunakan untuk mengerjakan bahan-bahan lepas seperti pasir. 3 DIV Jalan Tol | Politeknik Negeri Jakarta .Excavator-Bagus Juang Wiantoro 30 1.75 82 4950 6225 7390 3.50 74 4310 5675 6540 2. Batu pecah dan batu bara dapat diangkat masal oleh clamshell. Clamshell Calmshell adalah alat gali yang mirip dengan dragline yang hanya tinggal menggali bucketnya saja.00 60 3925 4825 5400 2.75 53 3375 4030 4800 2. Clamshell bekerja dengan mengisi bucket. kerikil.00 90 5560 6660 7920 4.

Gambar clamshell bucket E. Gaya angkat diberikan secara teliti untuk menghindari tergulingnya 3 DIV Jalan Tol | Politeknik Negeri Jakarta . Kemampuan clamshell Kemampuan clamshell ditentukan oleh batas-batas gaya angkat crane yang diberikan. Terutama mobile crane. sma halnya seperti dragline. pekerjaan sedang atau umum digunakan medium weight bucket dan pekerjaan ringan menggunakan light medium bucket.Excavator-Bagus Juang Wiantoro 31 Gambar Clamshell Excavator D. Bucket clamshell Bucket clamshell dibuat dalam berbagai ukuran. Untuk pekerjaan berat digunakan heavy duty bucket. ukuran bucket clamshell dibedakan dalam pemakaiannya.

hal-hal yang mempengaruhi antara lain gaya mampu crane.8 spesifikasi medium weight bucket clamshell Ukuran bucket (cu-yd) 0.000 lbs Four part hoist line untuk beban sampai dengan 32.75 2.25 1.50 0. 8. plate line 11 16 22 32 38 44 52 60 75 c. 7.000 lbs Two part hoist line untuk beban sampai dengan 16. jatrak penggalian. Gaya angkat clamshell berangsur-angsur turun dengan bertambahnya jarak jangkauan boom. heaved Berat (lbs) 13 19 28 37 46 55 65 74 90 3 DIV Jalan Tol | Politeknik Negeri Jakarta . water level 8 12 16 23 28 33 38 47 52 b.8 akan diberikan abeberapa ukuran medium weight bucket (general purpose type clamshell bucket) yang umum digunakan. Maksimal panjang boom untuk clamshell hanya diperbolehkan 50 ft dengan ketentuan sebagai berikut : 6. dan tinggi pembuangan. 9. 10. Biasanya gaya angkat maksimal diberikan atas dasar 75% kekuatan yang tersedia pada mesin dan 85% dari beban yang dapat menggulingkan crane.50 1. Tabel 3. Single port hoist line untuk beban sampai dengan 8.00 2.00 1.50 a. Produksi clamshell Pertama-tama dipilih panjang boom dan sudut kerja boom yang paling menguntungkan.75 1.000 lbs Three port hoist line sampai dengan 24. Pada table berikut (table 3.000 lbs F.38 Kapasitas (cu-ft) 0.Excavator-Bagus Juang Wiantoro 32 alat.000 lbs Five part hoist line untuk beban sampai dengan 40.

25 11.75 9.50 tinggi membuka c. Cable Excavator Untuk menggali material yang letaknya jauh dipermukaan tanah.75 10.775 b.00 3.75 8.400 5.900 8. kita dapat menggunakan cable excavator.000 6.33 11. bucket 1.75 4. katrol 230 300 400 400 400 500 500 600 600 c.83 9.450 4.47 9.072 2.50 2. Cable Excavator adalah alat gali dengan lintasan kerja bucket diantara kepala tower (menara) dan angkur yang letaknya disebrang tempat yang digali.00 5.00 4.000 7.00 3.83 8.600 3. dan sebagainya. rahang 180 180 180 180 180 190 266 300 390 d.920 3.75 10.120 2.08 9. 3 DIV Jalan Tol | Politeknik Negeri Jakarta . berat ttal Ukuran (ft) 2. Untuk mengatasi penggalian yang radius operasinya besar dan letaknya dibawah permukaan.25 10.75 6. rawa. misalnya pada danau.33 7.310 5. lebar 2. akan tetapi radius operasi dragline terbatas oleh panjang boom dan ukuran atau tipe bucket yang digunakan.870 4.662 2.440 6.206 6.25 8.50 13. tinggi menutup 1.33 7.500 4.980 6. long line excavator atau slack line excavator.765 a.Excavator-Bagus Juang Wiantoro 33 a. Cable excavator dengan ukuran bucket samapai dengan 4 cu-yd biasa digunakan untuk menggali pasir atau krikil yang letaknya dalam air dengan lokasi luas.08 7.25 10. Muatan dapat dibuang ke hopper atau hanya ditimbun saja sebagai stock pile.50 3. Dpat digunakan dragline.25 4.

hal ini digunakan agar jangkauan operasi tidak terlalu besar. Meluncurkan bucket ketempat galian. 3 DIV Jalan Tol | Politeknik Negeri Jakarta . Perlu diketahui bahwa cara ini memerlukan tenaga mesin crane 50% lebih besar dibandingkan dengan tenaga crane untuk dragline. kondisi medan. dan kondisi manajemen serta ukuran bucket yang digunakan. Menggali tanah. Untuk menghitung produksi. 5. 3. Mengangkat dan menarik bucket Membuang Besarnya cycle time sangat bergantung pada keterampilan operator. maka angkur ujung dapat digantikan traktor dengan crawler mounted. waktu yang diperlukan antara lain : 2. 4.Excavator-Bagus Juang Wiantoro 34 Gambar Apabila crane diganti sebagai pengganti tower. kita dapat menghitung cycle time yang diperlukan untuksetiap kali menggali dan membuang.

1 Kapasitas Produksi Alat Kapasitas produksi alat berat pada umumnya dinyatakan dalam m3 per jam.2 Efisiensi Kerja Produktifitas alat pada kenyataan di lapangan tidak sama jika dibandingkan dengan kondisi ideal alat dikarenakan hal-hal tertentu seperti topografi. Dimana: Q q N E Cm = = = = = Produksi per jam (m3/jam) Produksi per siklus (m3) Jumlah siklus per jam.Excavator-Bagus Juang Wiantoro 35 BAB IV PRODUKSI EXCAVATOR 4. Sebagai pendekatan dapat dipergunakan tabel sebagai berikut: 4. N = 60/Cm = Efisiensi kerja Efisiensi Kerja Waktu siklus dalam menit 3. Produktifitas per jam alat yang harus diperhitungkan dalam perencanaan adalah produktifitas standart alat pada kondisi ideal dikalikan suatu faktor yang disebut efisiensi kerja. pengoperasian dan pemeliharaan alat. Produksi didasarkan pada pelaksanaan volume yang dikerjakan tiap siklus waktu dan jumlah siklus dalam satu jam. keahlian operator.2 Pemilihan Peralatan Pekerjaan Tanah Pemilihan alternatif peralatan yang baik merupakan faktor yang sangat penting dan sangat mempengaruhi berhasil tidaknya pelaksanaan suatu proyek. Besarnya nilai efisiensi kerja ini sulit ditentukan secara tepat tetapi berdasarkan pengalaman-pengalaman dapat ditentukan efisiensi kerja yang mendekati kenyataan. Pemilihan alat dipengaruhi oleh hal-hal berikut: 3 DIV Jalan Tol | Politeknik Negeri Jakarta .6.

d. 1987): Q q E Cm = = = = Produksi per jam (m3/jam) Produksi per siklus (m3) Efisiensi kerja Waktu siklus dalam detik Sedangkan kapasitas bucket excavator dapat dihitung dengan menggunakan persamaan (Rochmanhadi. Kondisi medan dan keadaan tanah Kualitas pekerjaan yang disyaratkan Volume pekerjaan Prosedur operasi dan pemeliharaan alat Umur alat Undang-undang perburuhan dan keselamatan kerja 4. Gerakan excavator dalam beroperasi terdiri dari: 1) Mengisi bucket (land bucket) 2) Mengayun (swing loaded) 3) Membongkar beban (dump bucket) 4) Mengayun balik (swing empty) Produksi loader dapat dihitung dengan persamaan dibawah ini (Rochmanhadi.1987): Rumus kapasitas bucket Sumber: Rochmanhadi Dimana: 3 DIV Jalan Tol | Politeknik Negeri Jakarta . dapat menggali dengan kedalaman yang teliti serta dapat digunakan sebagai alat pemuat bagi dump truck. e.Excavator-Bagus Juang Wiantoro 36 a. c. b. f.3 Produksi Excavator Excavator adalah alat untuk menggali daerah yang letaknya di bawah kedudukan alat.

5 Jam Operasi atau Waktu Kerja 4. 4.Excavator-Bagus Juang Wiantoro 37 q1 K = = Kapasitas munjung (penuh) yang tercantum dalam spesifikasi alat Faktor bucket yang besarnya tergantung tipe dan keadaan tanah Rumus waktu siklus Cm = waktu gali + (2 x waktu putar) + waktu buang Sumber: Rochmanhadi Waktu buang tergantung kondisi pembuangan material a.5.8 detik = 3 .4. apabila alat tersebut milik sendiri 4.5.1 Jam Operasi Normal Jam operasi normal adalah waktu kerja pada setiap hari kerja senin sampai dengan sabtu ditetapkan selama 8 jam per hari dengan upah kerja sebesar upah kerja normal 4. Waktu kerja lembur dilaksanakan diluar jam operasi normal untuk setiap hari kerja atau penambahan jumlah hari kerja per minggu (hari minggu) 3 DIV Jalan Tol | Politeknik Negeri Jakarta .1 Biaya Kepemilikan Biaya kepemilikan adalah biaya kepemilikan alat yang harus diperhitungkan selama alat yang bersangkutan dioperasikan. Sedangkan penetapan biaya menyewa telah diatur ketentuan-ketentuannya oleh Departemen Pekerjaan Umum. Ke tempat pembuangan = 5 .6 detik Waktu menggali biasanya tergantung pada kedalaman gali dan kondisi galian 4.4 Komponen Biaya Alat Berat 4.4.2 Biaya Penyewaan Alat Dalam suatu proyek penggunaan alat berat selain menggunakan alat pribadi juga dengan menyewa. Dalam dump truck b.2 Jam Operasi Lembur Waktu kerja lembur dihitung dari lama waktu kerja yang melebihi batas waktu kerja normal (8 jam/hari).

desa Pao-pao. Pekerjaan pematangan lahan (land clearing) pada proyek pengembangan Bandar Udara Hasanuddin terdiri dari beberapa item pekerjaan utama. 3 DIV Jalan Tol | Politeknik Negeri Jakarta . Pekerjaan galian tanah Pekerjaan ini dilakuka n penggalian tanah dan tanah dari hasil galian dikumpulkan atau dijadikan sebagai bahan timbunan tanah pada permukaan tanah yang mempunyai elevasi lebih rendah dari yang direncanakan b. desa Makkaraeng. kelurahan Sudiang.6.1 Gambaran Umum Proyek Proyek Pengembangan Band ar Udara Hasanuddin. Dari lampiran gambar layout untuk potongan melintang diperoleh 14 potongan yang jarak masing-masing potongan adalah: Pot 1 s. propinsi Sulawesi Selatan.6 Contoh Perhitungan Produksi Excavator 4.2 Data Proyek Volume peker jaan galian timbunan tanah dihitung berdasarkan gambar layou t gambar potongan melintang. Pekerjaan timbunan atau pemerataan tanah Pekerjaan timbunan ini dimaksudkan untuk meratakan tanah hasil galian dan juga meratakan permukaan tanah agar sesuai dengan elevasi tanah yang diinginkan 4. Makassar.6.d Pot 13 Pot 14 = 50 m = 29 m Maka diperoleh panjang jarak galian dan timbunan keseluruhan = 679 m. kabupaten Maros.Excavator-Bagus Juang Wiantoro 38 4. Makassar terletak di desa Baji Manggai. kecamatan Mandai. antara lain: a.

81. terminal dan pelataran parkir di atas.278. maka didapat volume tanah yang harus dipindahkan sebesar: Volume tanah yang dipindahkan = volume galian .803.437.525.Excavator-Bagus Juang Wiantoro 39 Dan didapat kumulatif seperti pada table berikut Perhitungan pekerjaan galian dan timbunan pada pekerjaan sektor 1 apron.volume timbunan = 616.73 = 179.08 m3 3 DIV Jalan Tol | Politeknik Negeri Jakarta .

95 x 0.90 12 detik 6 detik 6 detik Produksi per siklus: q = = = q1 x K 0.86 m3 Produktifitas excavator per jam (m3/jam) untuk tanah ASLI Q = 85.3.66 m3/jam 3 DIV Jalan Tol | Politeknik Negeri Jakarta .83 0.Excavator-Bagus Juang Wiantoro 40 4.90 0.6.95 m3 0.1 Excavator type Komatsu PC 200 Alat Kapasitas bucket Efisiensi kerja (E) Faktor bucket Waktu gali Waktu buang Waktu putar Waktu siklus: Cm = = = waktu gali + (2 x waktu putar) + waktu buang 12 + (2 x 6) + 6 30 detik = = = = = = = Komatsu PC 200 0.3 Perhitungan Produksi Alat Berat 4.6.

4.803.Excavator-Bagus Juang Wiantoro 41 Kapasitas 4 excavator per jam (m3/jam) Q = = 85.73 342. 211.278.000.6.6. 211.00 /jam 443 hari 17 bulan = Juni 2005 Biaya sewa alat excavator adalah: Biaya sewa dalam satu hari kerja: = = 8 jam x Rp.00 3 DIV Jalan Tol | Politeknik Negeri Jakarta .4 Perhitungan Biaya dan Sewa Alat 4.1 Excavator type komatsu PC 200 Jenis alat Merk Type/Model Harga sewa Lama sewa = = = = = = Waktu pelaksanaan Excavator Komatsu PC 200 Rp.81 + 437. 1.00 Rp.64 m3/jam Lama waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan volume tanah yang dipindahkan adalah (diasumsikan bahwa pekerjaan galian dan timbunan menggunakan excavator) T = Volume Pekerjaan Produksi 4 buah excavator/ jam x 7 = 616.67 x 7 = = 443 Hari 17 Bulan 4.688.000.66 x 4 342.000.

096.096.996. 746.888.000. 43.688.384.000.000.000.000. 43.000.128.000.00 Rp.00 Biaya sewa 4 unit excavator termasuk mobilisasi dan demobilisasi: = = 4 unit excavator x Rp.00 Biaya untuk mobilisasi dan demobilisasi dalam 1 unit excavator adalah Rp.888.000. 1. 1.688.00 Total biaya sewa selama 17 bulan penggunaan excavator: = = 17 bulan x Rp. 749.000. 2.096.Excavator-Bagus Juang Wiantoro 42 Biaya sewa dalam satu minggu bekerja: = = 6 hari x Rp.00 Rp.00 Rp.000. maka biaya dalam satu bulan: = = 26 hari x Rp. 10. 3.00 Biaya sewa satu bulan ( 26 hari kerja ).096.00 + Rp. 749. 746. 3.00 Rp.000.00 3 DIV Jalan Tol | Politeknik Negeri Jakarta .000.000.00 Rp.000.00 Total biaya sewa 1 unit excavator termasuk mobilisasi dan demobilisasi: = = Rp.

Peralatan ini wajib digunakan oleh seseorang yang bekerja dalam suatu lingkungan konstruksi. Namun tidak banyak yang menyadari betapa pentingnya peralatan-peralatan ini untuk digunakan. Peralatan ini wajib digunakan oleh seseorang yang bekerja dalan suatu lingkungan konstruksi. Perusahaan yang mengerti betul masalah ini umumnya menyediakan sebanyak 3 pasang dalam setiap tahunnya. Bagian muka sepatu harus cukup keras supaya kaki tidak terluka kalau tertimpa benda dari atas. Sepatu Kerja Sepatu kerja (safety shoes) merupakan perlindungan terhadap kaki. Pakaian Kerja Tujuan pemakaian pakaian kerja adalah melindungi badan manusia terhadap pengaruh-pengaruh yang kurang sehat atau yang bisa melukai badan. ada beberapa peralatan yang digunakan untuk melindungi seseorang dari kecelakaan ataupun bahaya yang kemungkinan bisa terjadi dalam proses konstruksi. Setiap pekerja konstruksi perlu memakai sepatu dengan sol yang tebal supaya bisa bebas berjalan dimanamana tanpa terluka oleh benda-benda tajam atau kemasukan oleh kotoran dari bagian bawah. 3 DIV Jalan Tol | Politeknik Negeri Jakarta . yaitu : 1. 2. Oleh karenanya. semua perusahaan konstraktor berkewajiban menyediakan semua keperluan peralatan/ perlengkapan perlindungan diri atau personal protective Equipment (PPE) untuk semua karyawan yang bekerja. Kesehatan dan keselamatan kerja adalah dua hal yang sangat penting.Excavator-Bagus Juang Wiantoro 43 BAB V Keselamatan dan Kesehatan Kerja Dalam bidang konstruksi. Megingat karakter lokasi proyek konstruksi yang pada umumnya mencerminkan kondisi yang keras maka selayakya pakaian kerja yang digunakan juga tidak sama dengan pakaian yang dikenakan oleh karyawan yang bekerja di kantor.

Excavator-Bagus Juang Wiantoro 44 3. dan sudah merupakan keharusan bagi setiap pekerja konstruksi untuk mengunakannya dengar benar sesuai peraturan. Tujuan utama penggunaan sarung tangan adalah melindungi tangan dari benda-benda keras dab tajam selama menjalankan kegiatannya. 3 DIV Jalan Tol | Politeknik Negeri Jakarta . Helm ini diguakan untuk melindungi kepala dari bahaya yang berasal dari atas. Helm Helm (helmet) sangat pentig digunakan sebagai pelindug kepala. Biasanya pekerjaan yang membutuhkan kacamata adalah mengelas. 4. atau serpih besi yang beterbangan di tiup angin. Oleh karenanya mata perlu diberikan perlindungan. 5. Kacamata Kerja Kacamata pengaman digunakan untuk melidungi mata dari debu kayu. batu. misalnya saja ada barang. Salah satu kegiatan yang memerlukan sarung tangan adalah mengangkat besi tulangan. baik peralatan atau material konstruksi yang jatuh dari atas. sering kita lihat kedisiplinan para pekerja untuk menggunakannya masih rendah yang tentunya dapat membahayakan diri sendiri. Memang. Mengingat partikel-partikel debu berukuran sangat kecil yang terkadang tidak terlihat oleh mata. kayu. Sarung Tangan Sarung tanga sangat diperlukan untuk beberapa jenis pekerjaan. Pekerjaan yang sifatnya berulang seperti medorong gerobag cor secara terus-meerus dapat mengakibatkan lecet pada tangan yang bersentuhan dengan besi pada gerobag.

misalnya saja kegiatan erection baja pada bangunan tower. Tangga Tangga merupakan alat untuk memanjat yang umum digunakan. bila setiap hari mendengar suara bising tanpa penutup telinga ini. 7. Fungsi utama talai penganman ini dalah menjaga seorang pekerja dari kecelakaan kerja pada saat bekerja. Masker Pelidung bagi pernapasan sangat diperlukan untuk pekerja konstruksi mengingat kondisi lokasi proyek itu sediri. mengampelas. Berbagai material konstruksi berukuran besar sampai sangat kecil yang merupakan sisa dari suatu kegiatan. Terkadang efeknya buat jangka panjang. 3 DIV Jalan Tol | Politeknik Negeri Jakarta . misalnya serbuk kayu sisa dari kegiatan memotong. mengerut kayu. Penutup Telinga Alat ini digunakan untuk melindungi telinga dari bunyi-bunyi yang dikeluarkan oleh mesin yang memiliki volume suara yang cukup keras dan bising.Excavator-Bagus Juang Wiantoro 45 6. Sabuk Pengaman Sudah selayaknya bagi pekerja yang melaksanakan kegiatannya pada ketinggian tertentu atau pada posisi yang membahayakan wajib mengenakan tali pengaman atau safety belt. Pemilihan dan penempatan alat ini untuk mecapai ketinggian tertentu dalam posisi aman harus menjadi pertimbangan utama. 9. 8.

3 DIV Jalan Tol | Politeknik Negeri Jakarta .Excavator-Bagus Juang Wiantoro 46 10. Ingat tindakan preventif jauh lebih baik dan murah ketimbang sudah kejadian. barangkali sifatnya wajib. P3K Apabila terjadi kecelakaan kerja baik yang bersifat ringan ataupun berat pada pekerja konstruksi. Untuk itu. sudah seharusnya dilakukan pertolongan pertama di proyek. pelaksana konstruksi wajib menyediakan obat-obatan yang digunakan untuk pertolongan pertama. Demikianlah peralatan standar k3 di proyek yang memang harus ada dan disediakan oleh kontraktor.

Asiyanto. Yogyakarta: Kanisius. Pradnya Paramita. Teknik Mesin.Penggunaan dan Pemeliharaan.Excavator-Bagus Juang Wiantoro 47 Daftar Pustaka Nursin. Alat Berat. Peralatan Pembangunan Konstruksi.Sc. 1990. Fatena.Wikipedia. Jakarta : PT. Bandung: Pusat Pengembangan Pendidikan Politeknik. Universitas Indonesia 3 DIV Jalan Tol | Politeknik Negeri Jakarta . 2002. Frick.com/excavator Tugas Akhir Muhamad Rusli.com/excavator http:/www. Heinz. Alat Berat Untuk Proyek Konstruksi. 1995. Rineka Cipta. Manajemen Alat Berat untuk Konstruksi. Rostiyati. Universitas Islam Indonesia Excavator Arm. 2008. http:/www. Afrizal.youtube. M. Jakarta : PT. Analisis Produktifitas Alat Berat.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful