P. 1
Farmasi Fisika

Farmasi Fisika

|Views: 112|Likes:
Published by NithaZaraa
Farmasi
Farmasi

More info:

Published by: NithaZaraa on Jan 16, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/27/2013

pdf

text

original

Laporan Praktikum Farmasi Fisika

2011

Lab. Farmasi Terpadu Unit E – Farmasi Fisika – Department of Pharmacy – Bandung Islamic University 1 dari 4
¦1gO·O¯-´}4·uO·O¯-*.-¦¯O)´
Modul 1
K E L A R U T A N


A. TUJUAN PERCOBAAN
Setelah melakukan percobaan ini mahasiswa diharapkan mampu, untuk :
· Menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi kelrutan suatu zat aktif
· Menentukan usaha yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kelarutan suatu zat

B. LANDASAN TEORI
(Meliputi teori dasar/umum mengenai modul yang dipraktekan, serta teori pendukung yang akan
menguatkan pembahasan dari data pengamatan Saudara).
Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa.

C. MONOGRAFI ZAT AKTIF
Zat aktif yang digunakan pada saat praktikum adalah Asam Salisilat, dengan monografi
sebagai berikut (Farmakope Indonesia, Ed. III, 1979. Hal 56) :
ACIDUM SALICYLICUM
Asam Salisilat






C
7
H
6
O
3
BM 138,12
Asam salisilat mengandung tidak kurang dari 99,5% C
7
H
6
O
3
.
Pemerian Hablur ringan tidak berwarna atau serbuk berwarna putih; hampir tidak berbau;
rasa agak manis dan tajam.
Kelarutan Larut dalam 550 bagian air dan dalam 4 bagian etanol (95%); mudah larut dalam
kloroform P dan dalam eter P; larut dalam larutan amonium asetat P, dinatrium hidrogenfosfat
P, kalium sitrat P dan natrium sitrat P.
Penetapan kadar Timbang seksama 3g, larutkan dalam 15ml etanol (95%) P hangat yang telah
dinetralkan terhadap larutan merah fenol P, tambahkan 20ml air. Titrasi dengan natrium
hidroksida 0,5N menggunakan indikator merah fenol P.
1ml natrium hidroksida 0,5N ≈ 69,06mg C
7
H
6
O
3

Penyimpanan Dalam wadah tertutup baik.
Khasiat dan penggunaan Keratolitikum, antifungi.
Gambar Rumus
Bangun
Laporan Praktikum Farmasi Fisika
2011

Lab. Farmasi Terpadu Unit E – Farmasi Fisika – Department of Pharmacy – Bandung Islamic University 2 dari 4

D. ALAT DAN BAHAN
· Alat
- Erlenmeyer 250ml - Pipet tetes - Spektrofotometer UV
- Gelas ukur 100ml - Gelas kimia 100ml
- Gelas Ukur 50ml - Timbangan digital
- Alat titrasi - Corong
- Kaca arloji - Botol semprot
- Labu ukur 100ml - Stopwatch
- Batang pengaduk - Shaker
· Bahan
- Asam salisilat
- Aquadest
- Alkohol
- Propilenglikol
- NaOH
- Dapar Fosfat
- Kertas lensa
- Kertas saring
- Phenolftalen

E. PERHITUNGAN DAN PENIMBANGAN
(Perhitungan dan penimbangan pada saat percobaan, ditulis dengan sejelas mungkin)
Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa.

F. PROSEDUR KERJA
(Tuliskan dalam bentuk bagan alir/skematis, singkat dan jelas)
Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa.

G. HASIL PENGAMATAN
(Hasil pengamatan ditulis sesuai data yang dihasilkan pada saat praktikum)
Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa.

H. PEMBAHASAN
(Pembahasan berbeda dengan landasan teori, jadi tidak lagi mencantumkan teori yang tidak
diperlukan pada bagian ini. Melainkan yang dicantumkan hanyalah penguatan dari hasil
pengamatan yang diselaraskan dengan teori dari literaatur)
Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa.
Laporan Praktikum Farmasi Fisika
2011

Lab. Farmasi Terpadu Unit E – Farmasi Fisika – Department of Pharmacy – Bandung Islamic University 3 dari 4

I. KESIMPULAN
(Kesimpulan dari hasil percobaan, dituliskan dengan singkat dan jelas)
Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa.
























DAFTAR PUSTAKA
Laporan Praktikum Farmasi Fisika
2011

Lab. Farmasi Terpadu Unit E – Farmasi Fisika – Department of Pharmacy – Bandung Islamic University 4 dari 4

1. Agoes, G. 2006. Pengembangan Sediaan Farmasi. Bandung: Penerbit ITB.
2. Kurniawan, D. W. 2009. Teknologi Sediaan Farmasi. Yogyakarta: Graha Ilmu.
3. Martin, A et.al. 1993. Farmasi Fisika. Jakarta: Universitas Indonesia Press.
4. Perrie, Y. 2010. FASTtrack: Pharmaceutics - Drug Delivery and Targeting. London:
Pharmaceutical Press.
5. Jones, D. 2008. FASTtrack: Pharmaceutics – Dosage Form and Design. London:
Pharmaceutical Press.
6. Langley, C. 2008. FASTtrack: Pharmaceutical Compounding and Dispensing. London:
Pharmaceutical Press.
7. http://fasttrackpharmacy.com. Diakses pada tanggal 10 Oktober 2010.
8. http://pharmpress.com. Diakses pada tanggal 10 Oktober 2010.














Bandung, ................................... 2011

Mengesahkan
Asisten Penanggungjawab Kelompok, Nilai Laporan Praktikum,




________________________________ ______________________________

--g©ÞUE¬^¯-÷*_±4O¬.´³;©E·^¯-

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->