P. 1
Zionisme: Gerakan Menaklukkan Dunia - Z. A. Maulani

Zionisme: Gerakan Menaklukkan Dunia - Z. A. Maulani

4.75

|Views: 3,623|Likes:
Published by Muhammad Asyraf
The history of Zionisme & establishment of illegal caountry of Israel (the biggest land robbery in the modern era).
The history of Zionisme & establishment of illegal caountry of Israel (the biggest land robbery in the modern era).

More info:

Published by: Muhammad Asyraf on Feb 10, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/19/2012

pdf

text

original

Amerika Serikat tidak pernah mentoleransi negara manapun untuk
mengembangkan dirinya menjadi kekuatan nuklir. Sikap politik ini tidak
berlaku terhadap Israel. Shimon Peres yang pernah menjabat sebagai
perdana menteri Israel adalah salah seorang promotor untuk menjadikan
Israel sebagai kekuatan nuklir di luar klub nuklir yang ada. Tujuannya
adalah menjadikan kekuatan nuklir yang ada di tangannya sebagai
kekuatan penangkal terhadap negara-negara lawannya di Timur Tengah,
meski tidak tertutup kemungkinan Israel akan dengan senang hati
menggunakannya.

Rencana untuk membangun kekuatan nuklir Israel telah dimulai sejak
tahun 1955, tetapi badan-badan intelijen Amerika Serikat pura-pura
tidak tahu dan seolah-olah baru mencium rencana tersebut kira-kira
tiga tahun kemudian. Kompleks bangunan yang didirikan di kota
Dimona, di padang pasir Negev, sudah ditengarai oleh badan intelijen
Amerika Serikat sebagai fasilitas nuklir utama, begitu menurut Avner
Cohen dalam bukunya “Israel and the Bomb”.

Gagasan untuk mengembangkan senjata nuklir Israel bermula dari
persekutuannya dengan Perancis pada tahun 1955, tujuh tahun setelah
kelahiran negara tersebut, yang menyetujui memberikan bantuan
teknologi canggih yang dibutuhkan oleh Israel. Proyek nuklir di Dimona
mulai dibangun pada tahun 1958, yang dinyatakan sebagai “pabrik

160 ZIONISME : Gerakan Menaklukkan Dunia

metalurgi”, dan kadangkala disebut juga sebagai “pabrik tekstil”. Proyek
Dimona itu baru menjadi pengetahuan publik pada bulan Desember
1960. Atas dasar itu presiden Kennedy memaksa Israel untuk
mengizinkan dua orang ilmuwan Amerika Serikat untuk memeriksa
reaktor tersebut, karena ia ingin menjamin bahwa reaktor itu
dikembangkan hanya untuk maksud-maksud damai, dan tidak berkaitan
dengan pengembangan senjata nuklir.

Israel tidak pernah mengakui memiliki senjata nuklir, kecuali
menyatakan bahwa Israel “tidak akan pernah menjadi negara pertama
yang akan menggunakannya di kawasan tersebut
”. Namun badan-badan
intelijen Barat melaporkan dan merasa yakin, bahwa Israel telah
mengembangkan dirinya menjadi satu-satunya negara nuklir di Timur
Tengah. Menurut Avner Cohen, Israel telah memiliki kemampuan nuklir
operasional sejak sebelum Perang Enam-Hari pada bulan Juni 1967.
Selama terjadi ketegangan karena krisis tersebut, kemampuan itu dengan
cepat diubah menjadi kemampuan operasional. Pada malam-hari
menjelang pecahnya perang, Israel melakukan improvisasi yang
menghasilkan dua hulu-ledak yang dapat segera digunakan. Kenyataan
itu dikonfirmasi oleh pernyataan Myer Feldman, deputi penasehat
keamanan di Gedung Putih baik semasa pemerintahan Kennedy maupun
Johnson. Beberapa orang di kalangan komunitas intelijen Amerika
Serikat telah mengetahui, atau setidak-tidaknya mempercayai, Israel
telah menguasai materiel maupun komponen untuk membuat sedikit-
dikitnya untuk dua buah bom nuklir.

Pada tahun 1963 presiden John F. Kennedy, presiden Katolik pertama
di Amerika Serikat, menanyakan soal reaktor Dimona, dan dengan
sepucuk surat bertanggal 18 Mei 1963 ia menyatakan kepada perdana
menteri Israel pada waktu itu, David Ben-Gurion, bahwa hubungan
dengan Israel akan sangat terganggu (‘seriously jeopardized’) bila
Amerika Serikat tidak diberi informasi yang benar tentang program
nuklir Israel. Pertanyaan presiden Kennedy itu membuat para pejabat
Israel sangat gusar. Presiden Kennedy memperlihatkan sikap yang oleh
mereka dipandang tidak menyetujui proyek nuklir Israel. Pada tahun

Kolaborasi Amerika Dengan Zionisme dan Israel 161

1963 itu juga, presiden Kennedy dalam sebuah National Security
Memorandum
yang bersifat rahasia memerintahkan kepada departemen
luar-negeri dan pertahanan, CIA, dan Komisi Enerji Atom, untuk
meningkatkan pengamatan oleh intelijen Amerika Serikat atas program
nuklir Israel dan mengarahkan untuk melakukan inspeksi atas Dimona.
Pemerintah Israel tidak dapat menerima pesan surat presiden Kennedy
dan kehendak Kennedy untuk mengawasi proyek nuklir di Dimona.

Sehubungan dengan adanya konflik kepentingan dengan presiden
Kennedy itu Israel merasa perlu untuk menghilangkan rintangan apa
saja terhadap proyek nuklir mereka. Israel memutuskan untuk
menghilangkan rintangan tersebut. Mossad diduga terlibat dalam tindak
pembunuhan terhadap presiden Kennedy pada tahun 1963 itu juga.
Pembunuhan itu sedemikian rapi dilakukan, sehingga menimbulkan
kontroversi yang simpang-siur.Yang dijadikan tersangka pembunuhnya
adalah seorang mantan anggota marinir Amerika Serikat bernama
Oswald, yang oleh pers Amerika Serikat sendiri diragukan
kebenarannya. Ia dituduh dibayar oleh pihak Uni Sovyet untuk
melakukan pembunuhan itu. Latar-belakang dan motif tentang
pembunuhan itu menjadi gelap ketika Oswald dibunuh oleh seorang
Yahudi, tatkala ia akan memasuki ruang sidang pengadilan. Keganjilan
yang ada ialah pembunuh Oswald luput dari pengawasan pihak
keamanan, sehingga dapat menembak Oswald dari jarak yang sangat
dekat. Pembunuh itu sendiri kemudian dibunuh oleh polisi. Untuk
mencari keterangan dan latar-belakang siapa yang bertanggung-jawab
terhadap kasus pembunuhan presiden Kennedy, sebuah Komisi Warren
dibentuk oleh Senat Amerika Serikat. Tetapi hingga kini hasil temuan
Komisi Warren tetap tidak diumumkan kepada publik.

Inspeksi tahunan baru dapat dilakukan oleh badan pengawas tenaga
nuklir Amerika Serikat pada tahun 1964 setelah perdana menteri David
Ben-Gurion berhenti, dan berlangsung sampai tahun 1969. Sampai
tahun itu para ilmuwan Amerika melaporkan “tidak berhasil
menemukan bukti-bukti” bahwa Israel mengembangkan kegiatan yang
berkaitan dengan pembuatan senjata nuklir.

162 ZIONISME : Gerakan Menaklukkan Dunia

Pada tahun 1970 antara presiden Richard Nixon dan perdana menteri Golda
Meir tercapai kesepakatan, dimana Amerika Serikat diharapkan memandang
masalah itu dari sudut pandang yang lain selama Israel tetap memelihara
sikap ‘low profile’ dan tetap memegang teguh kebijakannya untuk tidak
menjadi negara pertama di kawasan itu yang akan menggunakan senjata
nuklir. Kesepakatan itu berlaku sampai dengan sekarang. Amerika Serikat
menutup mata dan membiarkan Israel mengembangkan kebijakannya
menteror negara-negara Arab di sekitarnya dengan senjata nuklirnya.9

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->