BAB I PENDAHULUAN

1.1.

Latar Belakang Praktek Kerja Lapangan (PKL) Perguruan tinggi merupakan lembaga yang bertanggung jawab dalam

mendidik anak bangsa menjadi pelaku pembangunan dimasa mendatang. Namun dengan berbagai keterbatasannya Perguruan tinggi hanya memprioritaskan pada pembekalan anak didiknya dengan ilmu dan sedikit keterampilan selama proses perkuliahan. Ilmu yang diberikan lebih banyak bertumpu pada teori-teori yang tentunya tidak selalu ideal dilapangan. Untuk mengurangi kesenjangan ini, maka kepada mahasiswa tingkat akhir diwajibkan mengikuti Praktek Kerja Lapangan (PKL). Praktek Kerja Lapangan (PKL) wajib dilaksanakan oleh Mahasiswa karena didalamnya banyak didapat pengalaman-pengalaman lapangan sehingga akan menambah wawasan dan pengetahuan yang mungkin tidak didapat dalam perkuliahan di Kampus. Selain itu, Praktek Kerja Lapangan (PKL) merupakan bentuk kuliah dimana Mahasiswa terjun langsung dilapangan. Diharapkan dengan melaksanakan Praktek Kerja Lapangan (PKL) Mahasiswa akan lebih banyak mengetahui seluk beluk proyek dan ilmu-ilmu lain di lapangan. 1.2. Maksud dan Tujuan Praktek Kerja Lapangan (PKL) dimaksudkan agar Mahasiswa mampu menerapkan secara nyata dan jelas dari proses pelaksanaan konstruksi di lapangan dengan penerapan-penerapan teori-teori yang diperoleh pada bangku perkuliahan, sedangkan tujuannya adalah agar lulusan Perguruan tinggi khususnya sarjana Teknik Sipil mempunyai bekal lapangan yang cukup dalam memahami serta memecahkan persoalan yang dihadapi sesuai dengan disiplin ilmu yang diketahui.

Laporan PKL – Pembangunan Perumahan Griya Kebon Sajiq

1

Adapun tujuan Khusus dari Praktek Kerja Lapangan (PKL) di antaranya adalah sebagai berikut : 1) Sebagai persyaratan kurikulum perkuliahan yang harus dipenuhi oleh setiap mahasiswa Fakultas Teknik Unram. 2) Mempersiapkan Sarjana Teknik Sipil yang siap pakai dalam melaksanakan Pembangunan Nasional di masa sekarang maupun di masa yang akan datang. 3) Mengenalkan kepada Mahasiswa mengenai sistem pelaksanaan suatu proyek konstruksi di lapangan. 1.3. Lingkup Bahasan Karena banyaknya pekerjaan yang ada di lapangan dan terbatasnya waktu yang tersedia, adapun materi Praktek Kerja Lapangan (PKL) yang wajib dipahami dan dipelajari serta dilaporkan adalah sebagai berikut : a. Pekerjaan Pondasi b. Pekerjaan Kolom dan Balok c. Review Design dan Anggaran Biaya untuk Struktur d. Rencana Kerja

1.4.

Deskipsi Proyek Data-data lengkap pembangunan perumahan griya kebon sajiq

sebagai berikut : Nama Proyek Lokasi Proyek Pemilik Proyek : Pembangunan Perumahan Griya Kebon Sajiq : Jln. AA Gede Ngurah No. 140 Blok B. 10 : I Gusti Nyoman Artha S.H.

Biaya Proyek (keseluruhan) : Rp. 1.100.000.000,00

Laporan PKL – Pembangunan Perumahan Griya Kebon Sajiq

2

1.5.

Lokasi Proyek

Proyek Pembangunan Perumahan Griya Kebon Sajiq bertempat di Jln. AA Gede Ngurah No. 140 Blok B.10 Abian Tubuh NTB.

Gambar 1.1 Denah Lokasi Praktek Kerja Lapangan

Laporan PKL – Pembangunan Perumahan Griya Kebon Sajiq

3

BAB II ORGANISASI PELAKSANAAN PROYEK 2.1. Unsur-unsur Proyek Di dalam pelaksanaan pekerjaan agar dapat tercapainya sasaran yang efektif dalam pelaksanaan, diperlukan suatu organisasi yang bertanggung jawab dalam menyelesaikan pekerjaan proyek tersebut. Organisasi proyek tersebut mempunyai fungsi dan peranan yang saling melengkapi di dalam penyelesaian proyek tersebut. Keuntungan yang didapat dengan adanya organisasi yang dibentuk, antara lain : a. b. c. Dapat membagi tugas antara masing-masing pelaksana. Koordinasi masing-masing unit kegiatan dapat berjalan dengan lancar. Dapat menempatkan seseorang atau tenaga ahli sesuai dengan bidangnya. d. Sebagai sarana yang dapat digunakan pemimpin untuk mengawasi bawahannya. Organisasi adalah berupa kegiatan yang mengatur dan menyusun pelaksanaan pekerjaan termasuk mengatur dan menyusun hubungan kerja organisasi yang melibatkan unsur-unsur pembangunan yang terdiri dari : a. b. c. d. Pemilik Proyek. Konsultan perencana. Konsultan pengawas. Kontraktor. PEMILIK PROYEK

KONSULTAN

KONTRAKTOR

Gambar 2.1. Hubungan Antar Unsur-unsur Proyek

Laporan PKL – Pembangunan Perumahan Griya Kebon Sajiq

4

Pada sistem ini pemilik pada tahap perekayasan dan perancangan (Engineering Design) mengadakan ikatan kontrak dengan Konsultan Perencana. Pada tahap pelaksanaan (Construction) Pemilik mengadakan ikatan kontrak dengan pihak Kontraktor. Pada sistem ini Kontraktor seakanakan bekerja sendiri- sendiri secara independen. Perencana menyelesaikan tugas-tugas perencanaanya sebelum Pemilik memilih Kontraktor Pelaksana. Setelah penentuan Kontraktor biasanya pemilik meminta perencana menjadi pengawas pelaksanaan peroyek atas nama pemilik. 1. Hubungan kerja antara Pemberi tugas dan Kontraktor adalah hubungan kontraktual yang dituangkan dalam surat perjanjian kerja. 2. Hubungan kerja antara Pemberi tugas dengan Konsultan adalah hubungan kontraktual yang dituangkan dalam surat perjanjian kerja. 3. Hubungan kerja antara Konsultan dengan Kontraktor adalah hubungan fungsional dalam menjalankan ketentuan tugas dan tanggung jawab masing-masing pelaksanaan. 2.2 Hubungan Kerja Unsur-unsur Proyek  Pemilik Proyek Pemilik Proyek adalah badan atau pejabat yang memberikan suatu pekerjaan dan menanggung semua biaya dari pekerjaan tersebut. Pemilik proyek dapat berupa perorangan maupun instansi baik pemerintah maupun swasta. Pada pekerjaan Pembangunan Perumahan Griya Kebon Sajiq. Pemilik proyek memiliki kewajiban antara lain : 1. Bertanggung jawab atas tercapainya seluruh sasaran proyek yang dikelolanya. 2. Memimpin seluruh staf proyek dan bersama–sama melaksanakan kegiatan sesuai dengan ketentuan, prosedur dan jadwal yang telah ditetapkan. sebagaimana telah tertuang dalam dokumen

Laporan PKL – Pembangunan Perumahan Griya Kebon Sajiq

5

 Konsultan Konsultan adalah badan hukum yang diserahkan tugas oleh pimpinan pelaksana kegiatan untuk melaksanakan pekerjaan pengawasan. 2. termasuk pembuatan kontrak kerja. 4. Mengatur tata kerja proyek yang terperinci dalam suatu pedoman kerja sebagai petunjuk dalam pelaksanaan tugas sehari – hari dengan memperhatikan petunjuk yang ditetapkan Departemen atau Lembaga yang berada diatasnya. antara lain : Kegiatan Konsultan selama kontrak berjalan adalah sebagai berikut : Laporan PKL – Pembangunan Perumahan Griya Kebon Sajiq 6 . Menyampaikan informasi mengenai hambatan yang dihadapi melalui jalur utusan langsung guna mendapatkan petunjuk penyelesaian masalah. 3. mengelola dan bertanggung jawab terhadap keuangan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 6. Bersama bendahara menyediakan. Wewenang Pemilik Proyek adalah : 1. Mengadakan hubungan kerja dan kerjasama dengan instansi – instansi lainnya baik pusat maupun daerah menurut keperluannya. Mengambil tindakan yang menyebabkan pengeluaran sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan untuk masing – masing tolak ukur dan dalam batas – batas yang sesuai dengan jenis pengeluaran dan pedoman pelaksanaan kegiatan.3. 5. Mengadakan koordinasi dan memberikan pengarahan terhadap pelaksanaan proyek dalam kegiatan sehari–hari. Menyetujui berita acara lainnya yang dibuat oleh Konsultan Pengawas.

3. 2. mingguan. adalah sebagai berikut : 1. Setiap tagihan (termyn) kontraktor berdasarkan kemajuan fisik lapangan setiap bulannya yang telah disetujui dan ditandatangani oleh tiga pihak. bila diperlukan. bulanan. Kewajiban dari Kontraktor. Inspeksi ke lapangan dapat diadakan bersama atau sendiri – sendiri.  Kontraktor Kontraktor adalah suatu badan hukum yang berbentuk perusahaan baik umum maupun perorangan yang bergerak dalam bidang pelaksanaan pembangunan fisik dari suatu kontruksi. Melaksanakan pekerjaan sesuai dengan gambar–gambar serta persyaratan (Spesifikasi Teknis) yang telah ditentukan. Laporan PKL – Pembangunan Perumahan Griya Kebon Sajiq 7 . 5. melakukan perhitungan perubahan nilai kontrak (Amandemen Contract) dan eskalasi kontak berupa berita acara yang ditandatangani oleh tiga pihak.1. Dalam melaksanakan tugasnya kontaktor selaku pelaksana fisik harus mendapatkan persetujuan dari Tim Konsultan/Pengawas dan berkewajiban membuat laporan harian. guna dapat mengetahui kemajuan fisik konstruksi dan digunakan sebagai evaluasi baik Konsultan Pengawas maupun oleh Pemberi Tugas/owner . Surat menyurat dari Pimpinan Pelaksana Kegiatan ke kontraktor maupun sebaliknya. dan laporan lainnya. 4. Memahami dan menaati seluruh ketentuan yang tercantum dalam surat kontrak kerja. Rapat bulanan/rapat koordinasi untuk evaluasi program diadakan secara berkala oleh tiga pihak dan dibuatkan berita acaranya. 2. Melakukan pengawasan kualitas dan kuantitas pada pelaksanaan kontruksi.

Mengadakan perhitungan ulang apabila terjadi penyimpangan atas gambar kerja dengan pelaksanaan atas perintah Pemilik Proyek. 4. 4. Membuat Laporan peningkatan kegiatan dalam bentuk Kurva S/ Bar Chat. 2. Tanggung jawab kontraktor. jawab terhadap keselamatan pekerjaan selama Laporan PKL – Pembangunan Perumahan Griya Kebon Sajiq 8 . adalah : 1. 5. Bertanggung jawab atas kekuatan dan kekokohan hasil pekerjaan sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan. Mendapatkan penambahan biaya berdasarkan harga yang telah disepakati. Menyerahkan pekerjaan bila telah selesai dan disetujui oleh pengawas. apabila terjadi penambahan pekerjaan atas perintah Pemilik Proyek. adalah : 1. Bertanggung jawab atas kekeliruan yang terjadi oleh karena kelalaian pelaksana. Mengikuti proses pelelangan. Berhak mendapatkan imbalan jasa yang besarnya sesuai dengan bobot atau persentasi pekerjaan yang telah dicapai di lapangan. Mengadakan pengujian. setelah mendapatkan undangan dari Pimpinan Proyek melalui pengumuman atau edaran. Melaksanakan seluruh perintah dari pemberi tugas selama tidak menyimpang dari persyaratan yang telah ditetapkan dalam kontrak kerja. 3. 3. Hak Kontraktor.3. 6.pengujian untuk contoh-contoh bahan konstruksi yang akan dipakai. Bertanggung pelaksanaan. 2.

Kegiatan pengawasan bertujuan agar hasil pekerjaan konstruksi sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan. Konsultan Pengawas memiliki tugas utama pengawasan yang sangat penting dalam pengarahan di lapangan. 4) Mengambil kebijaksanaan pemecahan masalah lapangan bila ada kesulitan teknis di lapangan. penilaian-penilaian yang diberikan. a. 2. b.4. Proses Administrasi Proyek Setiap pimpinan proyek menerima Daftar Isian Proyek ( DIP ).3. Hak Konsultan Pengawas 1) 2) Merupakan wakil pemberi tugas dalam hal pengawasan Berhak menolak pekerjaan dari kontraktor berdasarkan pelaksanaan pekerjaan. Menilai hasil pelaksanaan pekerjaan dan membuat berita Mengadakan pemeriksaan terhadap bahan material yang acara penyerahan pekerjaan. maka mulai dilakukan design dan detailed engineering atau fase membuat gambargambar rencana dan gambar . Kewajiban Konsultan Pengawas 1) 2) 3) Mengawasi pelaksanaan pekerjaan lapangan. Bertanggung jawab atas keselamatan bangunan selama masa pemeliharaan. akan digunakan dan berhak memberikan teguran atau penolakan bahan material yang digunakan jika tidak memenuhi syarat yang telah ditetapkan standar perencanaan.gambar kerja serta RKS dan estimasi harga.  Jasa Konsultan Pengawas Konsultan pengawas adalah badan hukum yang diserahi tugas oleh pemberi tugas untuk melaksanakan pengawasan pada suatu proyek. Laporan PKL – Pembangunan Perumahan Griya Kebon Sajiq 9 .

Gambar prarencana ( Preliminary Drawing ) 2).1. a. c. Gambar bestek Gambar bestek merupakan penjelasan secara visual dari proyek yang akan didirikan yang memperlihatkan lingkup dan bentuk pekerjaan yang harus dibuat. d. Untuk proyek . f. c. Dokumen pelelangan. 2. Gambar hasil pelaksanaan ( As Built Drawing ) Laporan PKL – Pembangunan Perumahan Griya Kebon Sajiq 10 .proyek konstruksi. Dalam kontrak engineering khususnya dalam pekerjaan sipil maka tiap . a. Gambar informasi ( Information Drawing ) 3). d.3. Gambar kerja ( Detailed Working Drawing ) 5). b. Gambar bestek terbagi dalam beberapa macam gambar pekerjaan konstruksi. e. antara lain : 1).tiap proyek kekhususan yang mandiri dan ini semua diuraikan dalam uraian teknis maupun uraian khusus. dokumen kontrak mengandung : 1. meliputi : Gambar – gambar bestek Rencana kerja dan syarat – syarat ( RKS ) Lampiran – lampiran Risalah Aanwijzing Dokumen kontrak.Hasil kerja yang diproduksikan dalam tahap ini dinamakan dokumen pelelangan yang pada prinsipnya merupakan resep dan aturan permainan dalam membangun dan mendirikan sebuah proyek. Gambar proyek ( Site Drawing ) 4). meliputi : Gambar – gambar bestek Rencana kerja dan syarat – syarat ( RKS ) Lampiran – lampiran Risalah Aanwijzing Surat–surat klarifikasi Estimasi biaya proyek 2. b.

7. Laporan PKL – Pembangunan Perumahan Griya Kebon Sajiq 11 . yang memuat : 1). Pekerjaan urugan tanah urug dan pasir urug.3. 5.  Besarnya jaminan pelelangan.2.  Keterangan mengenai direksi.  Bentuk surat penawaran dan cara penyampaiannya. Penetapan evaluasi di lapangan. 2).  Besarnya jaminan pelaksanaan.  Syarat-syarat peserta pelelangan. Pekerjaan persiapan. Pekerjaan galian tanah.  Denda atas keterlambatan. Syarat teknis merupakan ketentuan teknis alat. Pekerjaan konstruksi beton bertulang. Syarat teknis terdiri dari :  Jenis dan uraian pekerjaan yang harus dilaksanakan.  Gambar detail. bahan tenaga kerja dan prosedur pelaksanaan/uraian pekerjaan yang secara umum meliputi : 1.  Jenis dan mutu bahan. Syarat administrasi :  Jangka waktu pelaksanaan. 3). Pekerjaan pondasi.  Keterangan mengenai perencana. Syarat umum :  Keterangan mengenai pemberian tugas. 4. 3. Bangunan prasarana proyek.29/Kepres/1984. Rencana kerja dan syarat-syarat ( RKS ) Untuk penyusunan kerja dan syarat-syarat perlu diperhatikan dalam hal job descriptions harus sesuai dengan Peraturan Pemerintah No.  Tanggal penyerahan pekerjaan. 2. 6. gambar konstruksi dan lain sebagainya.2.

Pekerjaan instalasi air kotor.  Tabel harga bahan dan ongkos pekerjaan. 10. Balok. 11.  Surat jaminan pelaksanaan ( performance bond ). Pekerjaan kayu kuda – kuda. 2.3. Pelat dan Kolom.  Surat jaminan tender ( tender bond ).8. Pemberian penjelasan mengenai dokumen lelang yang berupa pertanyaan dari peserta dan jawaban dari panitia peserta dan jawaban Laporan PKL – Pembangunan Perumahan Griya Kebon Sajiq 12 .3 Lampiran . seperti :  Daftar kuantitas pekerjaan ( bill of quality ). Pekerjaan plesteran dan spesi.  Bentuk kontrak perjanjian pemborong. 12.  Pembuatan surat penawaran. Pekerjaan finishing cat.3. Pekerjaan konstruksi batu bata. Pekerjaan instalasi listrik.lampiran ( Appendices ) Pada bagian akhir dari dokumen tender ini diadakan lampiranlampiran yang merupakan keterangan tambahan. 16. Dalam hal ini pembahasan dibatasi pada pengawasan mutu beton pada pekerjaan Sloof. Pekerjaan konstruksi atap dan penutup atap. 14. 13.4 Risalah Aanwijzing Penjelasan lelang di lakukan di tempat dan waktu yang ditentukan di hadiri oleh para penyedia barang dan jasa yang terdaftar dalam daftar calon peserta lelang. 2. 15. 9. Pekerjaan pelapis lantai dan pekerjaan finishing. Dan lain – lain. Bila dipandang perlu panitia dapat memberikan penjelasan lanjutan dengan cara melakukan peninjaun langsung lapangan.

5 Surat-surat klarifikasi Surat-surat klarifikasi ini dikerjakan secara tertulis kepada pemborong yang memenangkan pekerjaan.  Ada pernyataan yang tidak jelas dalam surat penawaran pemborong. Laporan PKL – Pembangunan Perumahan Griya Kebon Sajiq 13 .3. 2.3.dari panitia serta keterangan lain termasuk perubahannya dari peninjaun lapangan harus di tuangkan dalam berita acara penjelasan yang di tanda tangani oleh panitia pengadaan dan sekurang-sekurangya dua wakil dari peserta yang hadir. 2. Suratsurat klarifikasi ini sangat mempengaruhi lamanya proses evaluasi tender yang dibuat apabila :  Ada kesalahan kalkulasi. • Estimasi pendahuluan oleh perencana Estimasi ini dilakukan lebih teliti dan dilakukan setelah estimasi terdahulu/sudah ada gambar. • • Estimasi detail oleh kontraktor Estimasi ini berbentuk penawaran dan disebut juga fixed price. dan surat-surat klarifikasi tersebut merupakan bagian dari dokumen kontrak yang mengikat. Estimasi biaya proyek secara umum dapat dibagi empat.  Ada hal yang lupa dan lain-lain. Biaya sesungguhnya setelah proyek selesai.6 Estimasi Biaya Proyek Estimasi biaya merupakan biaya perkiraan yang digunakan untuk memperkirakan jumlah biaya yang diperlukan/disiapkan bagi pembangunan suatu konstruksi. yaitu : • Estimasi kasar untuk pemilik Estimasi ini dibutuhkan oleh pemilik proyek untuk melaksanakan ide untuk membangun proyek tersebut.

4 Sistem Kontrak ( Contructions Contract ) Dalam pelaksanaan pekerjaan pembangunan perlu diperhatikan macam dan jenis kontrak dengan variasinya yang dikenal dan diterapkan dalam dunia bisnis konstruksi.  Pengaturan jadwal.  Keuntungan ( Profit ) Keuntungan merupakan hasil jerih payah dari keahlian ditambah dari faktor resiko yang besarnya relatif masing-masing proyek. 2. Berhubungan dengan banyaknya keanekaragaman pekerjaan proyek konstruksi maupun engineering dan pengaruh-pengaruh berbagai faktor.  Situasi dan kondisi setempat. misalnya :  Urgensi.  Pola pemanfaatan.Biaya yang dibayarkan setelah proyek selesai merupakan biaya langsung bangunan.  Penyiapan dan sumber dananya. ( direct cost ) yang berhubungan dengan konstruksi atau Laporan PKL – Pembangunan Perumahan Griya Kebon Sajiq 14 . Untuk mengatasi pengaruh faktor-faktor di atas maka dikembangkan jenis-jenis kontrak yang dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan antara yang memiliki pekerjaan dengan yang mengerjakan.  Biaya tak terduga ( cotigencies ) Biaya tak terduga merupakan suatu biaya yang disiapkan sebagai akibat dari suatu bencana alam yang besarnya berkisar antara 0. Biaya langsung terdiri dari dari :  Biaya inti ( Overhead ) Biaya overhead merupakan biaya penunjang pelaksanaan konstruksi baik di lapangan maupun di kantor.5% sampai dengan 5% dari biaya total.

Sistem kontak ( Contructions Contracts ) terbagi menjadi dua. pemilik proyek tahu jelas dari awal berapa biaya yang harus dikeluarkan. c. Lump Sum Contract Pekerjaan yang dilakukan dibawah kontrak semacam ini memerlukan gambar . Kontrak “Daftar Volume” (Bill of Quantity Contract) Dengan kontak ini kontraktor menawarkan untuk menyelesaikan berbagai jenis pekerjaan dengan masing-masing jenis pekerjaan mempunyai harga satuan yang tetap dan volume pekerjaan berdasarkan gambar rencana. spesifikasi dan bestek yang akurat dimana kedua belah pihak mempunyai satu interpretasi yang sama terhadap isi dan maksud dari dokumen tender tersebut. Oleh karena itu. Fixed Price Contract Kontrak dengan harga tetap mewajibkan kontraktor untuk melaksanakan pekerjaan hingga selesai sesuai dengan yang diisyaratkan dalam kontrak atas resikonya sendiri terhadap jumlah total biaya yang dikeluarkan dalam menyelesaikan pekerjaan tersebut. Kontrak “Jadwal Harga satuan” (Shedule of rates contract) Pada kontrak ini kontraktor menawarkan untuk menyelesaikan berbagai jenis pekerjaan dimana masing-masing pekerjaan mempunyai harga satuan yang tetap dengan volume sesuai dengan dengan yang dikerjakan. yaitu : 1. b. Laporan PKL – Pembangunan Perumahan Griya Kebon Sajiq 15 .gambar kerja yang jelas. a.jenis pekerjaan yang akan dilaksanakan maupun kualitas yang diinginkan harus ditentukan secara jelas. dan dari pihak kontraktor juga dapat menghitung biayanya dengan tepat.jumlah sebenarnya dari tiap pekerjaan tidak perlu ditetapkan lebih dahulu (hanya berupa taksiran).Karena itu.

pelayanan manajemen ataupun kombinasi dari pekerjaan tersebut. Guaranteed Maksimum Cost Contract f. Cost Plus Persentage Fee b.1. Cost Plus Fixed Fee Contract c. Pejabat Pembuat Komitmen (owner) Adalah badan atau instansi atau orang perorangan yang memberikan tu gas/pekerjaan kepada kontraktor sebagai pelaksananya.2. Kontrak semacam ini dapat juga dipakai untuk pekerjaan desain. diuraikan dalam rencana kerja dan syarat-syarat yang terdiri dari : a. Cost Plus Time and Material Contra BAB III PELAKSANAAN PEKERJAAN 3. Convertible Cost Contract g. pekerjaan konstruksi. ditambah dengan satu bentuk tambahan ongkos untuk biaya kerja pemborong. Uraian dan Struktur Administrasi Proyek Adapun struktur administrasi proyek Pembangunan Perumahan Griya Kebon Sajiq. Target Estimasi Contract e. 140 Blok B. Status proyek ditetapkan sebagai berikut : 1) Judul proyek • Proyek : Perusahaan Griya Kebon Sajiq • Pekerjaan : Pembangunan Perumahan Griya Kebon Sajiq 2) Lokasi proyek adalah di Jln. Dalam hal ini yang Laporan PKL – Pembangunan Perumahan Griya Kebon Sajiq 16 . Prime Cost Contract mencakup beberapa hal yang meliputi : a. 10 b. Cost Plus Variable Percentage Contract d. AA Gede Ngurah No. pengadaan barang/peralatan. Prime Cost Contract Pemilik proyek pada sistem kontrak ini mengganti ongkos yang dikeluarkan kontrak untuk melaksanakan pekerjaannya.

Mengatur pelaksanaan proyek di lapangan. Project Manager Tugas dan Kewajiban : 1) Bertanggung jawab terhadap pelaksanaan proyek. c. Site Manager Tugas dan Kewajiban : 1) Bertanggung jawab terhadap pelaksanaan proyek di lapangan.1. 3. b. Bahan dan lain – lain disediakan oleh kantor). (Hanya sebatas kontrak upah tenaga saja. c. Koordinartor Pelaksana Laporan PKL – Pembangunan Perumahan Griya Kebon Sajiq 17 . 2) 3) 4) Memimpin pelaksanaan proyek.menjadi Pejabat Pembuat Komitmen (owner) adalah Direktur Kepala Proyek. Mengadakan negosiasi dengan direktur selaku penanggung jawab proyek bila terjadi perubahan pekerjaan.1 Struktur organisasi proyek dan tugas-tugasnya.Kontraktor Pelaksana Adalah kontraktor yang telah mengajukan penawaran dan dinyatakan sebagai pemenang serta terikat dengan kontrak pemborongan pekerjaan. 2) Mengadakan pertemuan dengan pihak lain untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi selama melaksanakan proyek. Kontraktor berlaku sebagai lembaga yang bertanggung jawab terhadap kelangsungan pembangunan konstruksi fisik. 3) Mengadakan negosiasi dengan pemilik proyek bila terjadi perubahan pekerjaan. Struktur organisasi proyek kontraktor pelaksana adalah menggambarkan struktur garis komando internal jenjang managerial personil-personil yang bertugas melaksanakan pekerjaan fisik proyek yang terdiri dari : a.

Seorang manajer harus dapat mengontrol semua pekerjaan proyek hingga selesai dan menjaga serta mengantisipasi agar proyek berjalan sesuai rencana. 2) Menjadwalkan proyek. manajer bertanggung jawab untuk membina hubungan kooperatif dengan para pihak yang terlibat baik dalam struktur horizontal maupun vertical. seorang manajer juga bertugas melakukan inovasi untuk merespon peluang dan ancaman yang tak d. Melakukan inovasi. e. Laporan PKL – Pembangunan Perumahan Griya Kebon Sajiq 18 .1) waktu. Teknik memperkirakan durasi tugas. Mengontrol kerja sampai selesai. 5) terduga. 4) Membina hubungan kooperatif. manajer bertugas untuk merencanakan pelaksanaan proyek agar proyek dapat selesai tepat Mengimplementasikan rencana proyek. Administrasi Keuangan 1) Mengawasi dan bertanggung jawab terhadap administrasi produksi dan administrasi keuangan. 6) Memperkirakan Durasi Tugas. 3) mengimplementasikan perencanaan proyek tersebut di lapangan. 3) Melakukan penelitian dan kajian mengenai kelayakan Membuat dan mebantu laporan yang diperlukan team rencana bangunan Melaksanakan diskusi dengan anggota tim lainnya agar hasil pekerjaan menjadi komprehensif dan terpadu. setelah membuat tugas manajer selanjutnya adalah perencanaan. Ahli Struktur Tugas dan tanggung jawab ahli Struktur adalah: 1) 2) leader.

Menerima laporan harian. Mengatur dan memberi pengarahan kepada pekerja supaya dapat berjalan sesuai dengan yang direncanakan. Pelaksana Bangunan Tugas dan Kewajiban : 1) 2) 3) 4) Memimpin pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan gambar kerja dan persyaratan kerja. Menerima laporan dari administrasi keuangan. Mengatur penempatan bahan-bahan konstruksi teknis dan alat kerja agar tercapai efisiensi kerja. bulanan dan tahuan dari administrasi produks i. teknis dan mengontrol pemakaiannya. Mandor Tugas dan Kewajiban : 1) 2) Mengawasi jalannya proyek di lapangan. f. Memberikan petunjuk kerja kepada pekerja proyek. 3. Menghitung dan merencanakan kebutuhan bahan konstruksi. Bertanggung gudang. penyimpanan dan pengeluaran produk dari 1) 2) 3) Memberikan laporan kepada kepala unit mengenai administrasi keuangan dan administrasi produk.2) 3) Membuat catatan laporan pemakaian bahan baku dan penjualan produk. g.2 Spesifikasi Teknis A. Lingkup Pekerjaan Laporan PKL – Pembangunan Perumahan Griya Kebon Sajiq 19 . jawab dan mengawasi terhadap proses permintaan barang.

maka semua bahan yang dipergunakan untuk pekerjaan ini harus merupakan bahan yang baru. kerapian.1. Koordinasi dengan Penyedia Barang / Jasa pekerja lain yang berhubungan dengan pekerjaan pada bagian pekerjan yang ditugaskan. dianjurkan dibeli/dipesan/diproduksi. terlebih dahulu dimintakan persetujuan dari Konsultan Pengawas atau kesesuaian dari bahan/Produk tersebut pada Persyaratan Teknis. Penjagaan kebersihan. Pengadaan Bahan / Material. yang meliputi tipe perumahan : a. Pembuatan As Built drawing (Gambar terlaksana). Persetujuan Bahan dengan sangat agar sebelum sesuatu bahan/produk akan a. sesuai dengan kebutuhan lingkup pekerjaan yang ditugaskan. 2. Persyaratan Teknis Umum ini merupakan persyaratan dari segi teknis yang secara umum berlaku untuk seluruh bagian pekerjaan dimana persyaratan ini bisa diterapkan untuk pelaksanaan kegiatan Pembangunan Perumahan Griya Kebon Sajiq. c. dan keamanan kerja. 2. Pengadaan peralatan & alat bantu. b. d. penggunaan barang bekas dalam komponen kecil maupun besar sama sekali tidak diperbolehkan. yang mana akan diberikan dalam bentuk tertulis Laporan PKL – Pembangunan Perumahan Griya Kebon Sajiq 20 . B. Pengadaan tenaga kerja . Untuk menghindarkan penolakan bahan di lapangan. b. c. Baru / Bekas Kecuali ditetapkan lain secara khusus. Bahan 1. lingkup pekerjaan yang ditugaskan termasuk tetapi tidak terbatas pada hal-hal sebagai berikut: a. e. f. Tipe 55 Tipe 70 Tipe 110 Kecuali disebut secara khusus dalam dokumen-dokumen dimaksud berikut.

Waterpass.3. Dengan alat kerja yang lengkap akan dihasilkan kualitas pekerjaan yang baik. sehingga dari segi ekonomi pemakaian alat harus dipertimbangkan secara teliti. Adanya persetujuan tertulis dengan disertai contoh/brosur seperti tersebut di atas tidak melepaskan tanggung jawab Penyedia Barang/Jasa/Supplier dari kewajibannya dalam Perjanjian Kerja ini mengadakan bahan/Produk yang sesuai dengan persyaratannya. Pesawat Waterpass.yang dilampirkan pada contoh/brosur dari bahan/produk yang bersangkutan untuk diserahkan kepada Konsultan Pengawas. yang mana tidak dapat diberikan pertimbangan keringanan apapun. 1.3 Uraian Pekerjaan 3. Alat kerja merupakan sarana yang penting dan besar artinya dalam pelaksanan suatu proyek.1 Tenaga dan Sarana Kerja. tenaga manusia relatif lebih murah dari tenaga mesin. c. Laporan PKL – Pembangunan Perumahan Griya Kebon Sajiq 21 . Penolakan bahan di lapangan karena diabaikannya prosedur di atas sepenuhnya merupakan tanggung jawab Penyedia Barang/Jasa/suplier. b. Digunakan sebagai penyipat datar suatu bidang untuk menentukan beda tinggi/elevasi bangunan pada penentuan tinggi bouwplank. Alat-alat kerja yang dipakai dalam proyek ini sebagai berikut : a. Roll meter. b. serta tidak merupakan jaminan akan diterima/ disetujuinya seluruh bahan/produk yang digunakan sesuai dengan contoh brosur yang telah disetujui. Molen dan alat lainnya yang disebutkan dalam RKS ini. Alat-alat bantu kerja seperti. pelaksanaan begisting plat lantai. Scafolding. balok portal dan pekerjaan lain yang mengharuskan suatu bidang harus datar. Alat kerja dapat berupa alat mekanik maupun alat elektrik. Alat Transport (Truk) Mesin potong keramik. Bar Cutter. 3. waktu yang singkat dan biaya yang efisien.

Alat pemotong kawat dan besi Alat pemotong besi dan kawat sangat diperlukan untuk memotong besi agar mendapatkan ukuran besi yang diinginkan sesuai dengan perencanaan. d. Cangkul dan Sekop Cangkul dan sekop digunakan dalam berbagai pekerjaan namun dalam pekerjaan ini digunakan untuk memasukkan agregat ke dalam suatu takaran campuran ataupun untuk memindahkan hasil campuran beton ke dalam ember atau gerobak tuang yang akan dibawa ke tempat pekerjaan beton dilakukan. f. Sedangkan ember berfungsi untuk mengangkut adukan beton dan air ketempat pengecoran.Digunakan untuk mengukur panjang ukuran. hal ini akan mengurangi proses pengeroposan. e. g. 2. Vibrator Vibrator adalah alat untuk mengecilkan pori pada pekerjaan pengecoran sehingga tidak terjadi penumpukan kerikil ataupun rongga kosong yang menyebabkan kondisinya tidak merata. Gerobak tuang dorong dan ember Gerobak tuang adalah alat angkut yang menggunakan tenaga manusia untuk mengangkat mortal beton dari tempat pengadukan ke tempat pengecoran. c. Tenaga Kerja Laporan PKL – Pembangunan Perumahan Griya Kebon Sajiq 22 . Mollen (Concrete Mixer) Agar tercapai adukan beton yang baik dan rata maka digunakan mesin pengaduk yaitu mollen dengan kapasitas yang tergantung dari volume yang ditargetkan. Prinsip kerjanya adalah dengan memasukkan bahan kedalam silinder yang berputar karena motor diesel.

penyelesaian dan perbaikan pekerjaan yang menurut direksi pekerjaan berprilaku tidak baik. atau ceroboh dalam melaksanakan tugasnya atau yang menurut pertimbangan direksi pekerjaan orang tersebut tidak patut dipekerjakan. penyelesaian dan perbaikan pekerjaan yang sesuai dan tepat pada waktunya. harus diganti secepatnya dengan seorang pengganti yang cakap yang disetujui oleh direksi pekerjaan 3.Tenaga yang diperlukan dilapangan sehubungan dengan pelaksanaan Pembangunan Perumahan Griya Kebon Sajiq adalah sebagai berikut : 1. tidak cakap. 3. Tenaga kerja terampil. setengah terampil dan tidak terampil sesuai dengan kebutuhan dan keperluan untuk melaksanakan. Dan orang tersebut tidak boleh dipekerjakan lagi tanpa ijin tertulis dari direksi pekerjaan. Tenaga kerja inti yang ditugaskan di lapangan terdiri dari :     Kepala proyek/site manager Konsultan Pengawas Site engineer Logistik proyek Dalam penggunaan tenaga kerja harus sesuai dengan volume pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan. sehingga pemborosan terhadap tenaga kerja yang mengakibatkan kerugian dapat ditekan serendahrendahnya. mandor serta kepala tukang yang cukup dalam melakukan pengawasan yang tepat untuk pekerjaan proyek tersebut. Bahan bahan bangunan dalam jumlah yang cukup untuk setiap pekerjaan yang akan dilaksanakan agar pelaksanaan pekerjaan dapat selesai pada waktunya 3. Orang yang diberhentikan secara demikian dari pekerjaan.3. Tenaga pelaksana teknis yang terampil dan pengalaman dalam bidangnya dan pengawas. Apabila seorang pekerja sehubungan dengan pelaksanaaan.2 Pengukuran (Uizet ) Laporan PKL – Pembangunan Perumahan Griya Kebon Sajiq 23 . 2.

dalam. Pekerjaan pengukuran dilakukan termasuk pengukuran dan penggambaran kembali lokasi pelaksanaan yang dilengkapi dengan keterangan-keterangan mengenai peil ketinggian tanah. 3. dibuang dilingkungan Laporan PKL – Pembangunan Perumahan Griya Kebon Sajiq 24 . Bilamana tanah yang digali ternyata baik permukaan atau pembatas maka yang tidak berguna harus untuk digunakan sebagai lapisan 3. batas-batas kerja. 2. letak bangunan eksisting yang ada dan akan di bongkar dengan memakai alat-alat yang sudah ditera kebenarannya. Penyingkiran dan pengangkutan di atas merupakan tanggung jawab Penyedia Barang/Jasa atau bilamana perlu memindahkan tanah-tanah atau bahan yang tidak dipakai atau kelebihankelebihan tanah yang digunakan untuk urugan atau sebagaimana yang diinstruksikan oleh Pengawas.Pekerjaan Galian 1. disingkirkan dan diangkut ke luar dari halaman. Segala pekerjaan galian dilaksanakan sesuai dengan panjang. kemiringan dan lengkungan sesuai dengan kebutuhan konstruksinya atau sebagaimana ditunjukkan dalam gambar. sekitar.3 Pekerjaan Galian Dan Urugan A. 4. Penentuan titik ketinggian dan sudut-sudut dilakukan dengan memakai alat-alat waterpass/theodolit yang ketepatannya dapat dipertanggungjawabkan.Lingkup Pekerjaan Tanah/galian tanah ini perlu diamankan dahulu untuk penggunaan tersebut di atas. B.3.Pengerjaan Pengukuran adalah pekerjaan pengukuran lokasi proyek untuk menentukan luasan. ketinggian dan level eksisting lokasi proyek hingga menghasilkan akurasi data berupa gambar kerja (shop drawing) yang lengkap. Pengukuran sudut menyiku dengan prisma atau benang secara azas segitiga phytagoras hanya diperkenankan untuk bagian-bagian kecil.

2.Lingkup pekerjaan galian dan urugan meliputi : 1. sebagaimana dibutuhkan konstruksi. Hanya bahan-bahan yang telah disetujui yang dapat digunakan untuk pengurugan dan harus dilakukan lapis demi lapis dengan tebal sebesarbesarnya 20 cm. 2.Pengurugan 1. Pemadatan 1. lingkungan 6. Penyedia Barang Jasa harus menyediakan stamper minimal 10 unit dan dimasukkan dalam dokumen penawaran data teknis. Semua bahan-bahan yang akan digunakan untuk urugan atau urugan kembali dengan sirtu harus dengan persetujuan Konsultan Pengawas dan user. Pengurugan harus dilakukan sampai diperoleh peil-peil yang di kehendaki. peil bangunan 5. gambar kerja C. pondasi 4. elevasi bangunan atau sesuai dengan yang tertera dalam gambar kerja. Setiap lapis harus ditimbris dan dipadatkan. D. Urugan pasir sesuai Urugan tanah peninggian Urugan tanah peninggian Galian pondasi batu kali Galian pondasi tangga Urugan kembali galian Laporan PKL – Pembangunan Perumahan Griya Kebon Sajiq 25 . 2. dan sedapat-dapatnya dilakukan dengan mesin giling (tumbuk) atau stamper dengan menambahkan air dan disetujui Konsultan Pengawas. 3.

2. 2.atau disesuaikan dengan ukuran di daerah Laporan PKL – Pembangunan Perumahan Griya Kebon Sajiq 26 .atau disesuaikan dengan ukuran di daerah : 11 cm .atau disesuaikan dengan ukuran di daerah setempat.3. lebar setempat. ukuran-ukuran sama rata. bersifat kekal dan tidak boleh mengandung bahan yang dapat merusak. Bahan 1. Batu bata Bahan batu harus memenuhi syarat-syarat. Bermutu. seragam dan saling tegak lurus. matang. tidak retak-retak tidak mengandung batu dan tidak berlubang-lubang. 5. Penyedia Barang/Jasa harus menyerahkan sample daripada bata yang akan dipakai untuk mendapatkan persetujuan dari Konsultan Pengawas. b. : 5 cm . Lingkup Pekerjaan Lingkup pekerjaan pasangan adalah sebagai berikut : 1. keras. Batu kali harus keras. 3. Pasangan pondasi batu kali Pasangan dinding ½ bata Pasangan dinding trasram ½ bata Pasangan batu alam Pasangan Roster B. Batu kali Batu kali harus memiliki sisi terpanjang maksimal 150 cm.4 Pekerjaan Pasangan A. 4. c. batu kali bulat tidak boleh digunakan untuk pasangan. Batu bata yang ternyata tidak memenuhi syarat harus segera dikeluarkan dari site. a. tebal setempat. dan memiliki minimal 3 bidang kotak.3. Ukuran : panjang : 22 cm .

ukuran dan ketebalan sama.d. 2. Roster Roster yang digunakan terbuat dari beton dan tanah liat. Pelaksanaan Pekerjaan Pekerjaan pasangan batu kali Pelaksanaan pasangan batu kali yang dilakukan di lapangan sesuai dengan ketentuan-ketentuan pekerjaan dan sesuai dengan gambar kerja yang ada. 1. bersih dari campuran kotoran kadar lumpur maksimum 5% diambil dari sungai. pasir harus tidak mengandung zat-zat organik dan angka kehalusan lolos ayakan 0. Pekerjaan pasangan dinding batu bata Pelaksanaan dari pasangan dinding di lapangan telah sesuai dengan aturan yang berlaku dan gambra kerja dari proyek tersebut. Bata bata merah yang digunakan mempunyai toleransi ukuran sesuai dengan tabel 27-1 dan 27-2 PUBI tahun 1982 dan tabel 27-3 PUBI tahun 1982 (tentang kuat tekan) sedang bagian yang pecah tidak boleh lebih dari 10% 3. Ukuran dan jenis/model/bentuk sesuai dengan gambar kerja. Laporan PKL – Pembangunan Perumahan Griya Kebon Sajiq 27 . Pasir Pasir yang digunakan harus berbutir tajam dan keras warna kehitaman. 5. Semen Semen yang digunakan untuk pekerjaan pondasi batu kali dan pasangan dinding bata harus memenuhi persyaratan yang sama digunakan untuk pembuatan beton.3 mm sehingga dapat memenuhi persyaratan PUBI 1982 4. C.

2. C.84. ASTM C 33. Pekerjaan Beton Praktis A. dan SII. Pengendalian Pekerjaan Lingkup Pekerjaan Pekerjaan sloof praktis Pekerjaan kolom praktis Pekerjaan ring praktis Pekerjaan kolom.6 Pekerjaan Beton Struktur A.74-.3. 1. istilah teknik dan atau syarat-syarat pelaksanaan pekerjaan beton secara umum menjadi satu kesatuan dalam persyaratan teknis ini. dan sebagainya sesuai dengan yang dipakai pada beton konstruksi. 3.3.0013.5. 1. Di dalam segala hal yang menyangkut pekerjaan beton dan struktur beton harus sesuai dengan standard-standard yang berlaku. maka semua pekerjaan beton harus mengikuti ketentuan-ketentuan seperti tertera dalam : ASTM C 150. Ketentuan Umum Persyaratan-persyaratan konstruksi beton. Demikian juga mengenai cara penyimpanan.0136. dan sengkang/begel diameter P8 mm jarak dengan 150 mm dengan tegangan tarik minimal dan regangan. PC. SII0051. kusen alumunium B. 4. Perbandingan campuran untuk beton praktis adalah 1pc : 3ps : 5kr Semua bahan baja tulangan pada beton praktis sesuai lingkup pekerjaan diatas menggunakan besi diameter P12 mm polos berisi 4 (empat) untuk tulangan pokok . agregat halus. ring latieu praktis Lingkup pekerjaan ini meliputi pekerjaan : Kecuali ditentukan lain.3. 3. Bahan-bahan Bahan-bahan / material yang digunakan berupa agregat kasar. yaitu : Laporan PKL – Pembangunan Perumahan Griya Kebon Sajiq 28 .81. SII.

American Society of Testing Material (ASTM). upah. Pekerjaan beton/struktur beton yang sesuai dengan gambar rencana. 3. b. 2.a.8 Peraturan Semen Portland Indonesia Standard Industri Indonesia (SII). Bahan-bahan Semen Semen yang digunakan adalah Semen Portland (portland cement) Tipe I dan memenuhi persyaratan sebagai berikut : a. pengujian dan peralatan-bantu yang berhubungan dengan pekerjaan tersebut. e. pelaksanaan dan pembongkaran acuan beton. fabrikasi dan pemasangan semua penulangan (reinforcement) dan bagian-bagian dari pekerjaan lain yang tertanam di dalam beton. d. Perancangan. f. c. Peraturan Semen Portland Indonesia (SNI-8) tahun 1972 atau British Standard No. Lingkup Pekerjaan Lingkup pekerjaan yang diatur di dalam persyaratan teknis ini meliputi seluruh pekerjaan beton/struktur beton yang sesuai dengan gambar rencana : 1. detail. SNI . B.3 (1970) Peraturan Umum Untuk Bahan Bangunan Di Indonesia. 2. 12 th 1965. Tata Cara Pembebanan Rumah dan Gedung. SNI . Pengadaan. penyelesaian dan perawatan beton dan semua jenis pekerjaan lain yang menunjang pekerjaan beton. C. Bila tidak tercakup di Laporan PKL – Pembangunan Perumahan Griya Kebon Sajiq 29 . 1. 1983. Peraturan Pembebanan Indonesia untuk Gedung. Agregat Kasar Agregat untuk beton harus memenuhi seluruh ketentuan berikut ini : Agregat beton harus memenuhi ketentuan dan persyaratan dari SII 005280 tentang “Mutu dan Cara Uji Agregat Beton”. termasuk di dalamnya pengadaan bahan.

bersih serta besar butirannya dan gradasinya tergantung pada penggunaannya Kerikil dan batu pecah tidak boleh mengandung lumpur lebih dari 1 % Agregat Halus Pasir untuk pekerjaan beton harus memenuhi syarat-syarat yang ditentukan dalam PBI-1971/NI-3 diantaranya yang paling penting : a. b. d. tidak mengandung lumpur. 3. Tidak mengandung benda-benda tersuspensi lebih dari 2 gram/ liter. maka agregat tersebut harus memenuhi ketentuan ASTM C23 “Specification for Concrete Aggregates”. minimal 2 % dari berat sisa butiran-butiran di atas ayakan 1 mm minimal 10 % dari berat sisa butiran-butiran di atas ayakan 0. Batu pecah adalah butiran mineral hasil pecahan batu alam yang dapat melalui ayakan b.25 mm. Kadar lumpur tidak boleh lebih dari 5% Pasir harus terdiri dari butiran-butiran yang beraneka ragam besarnya. c. c. Agregat kasar yang digunakan untuk beton struktur adalah batu pecah dengan persyaratan sebagai berikut : a.dalam SII 0052-80. Tidak mengandung garam-garam yang dapat larut dan dapat merusak beton (asam-asam. Harus bersih. 4. maka sisa butiran di atas 4 mm. minyak dan benda terapung lainnya yang dapat dilihat secara visual. berlubang persegi 76 mm dan tertinggal di atas ayakan berlubang persegi 20 mm Kerikil dan batu pecah harus keras. berkisar antara 80 % sampai 90 % dari berat. dan sebagainya) lebih dari 15 gram/ Laporan PKL – Pembangunan Perumahan Griya Kebon Sajiq 30 . apabila diayak dengan ayakan 150. keras tidak dapat dihancurkan dengan jari dan pengaruh cuaca. Butir-butir harus tajam. zat organic. c. b. Pasir laut tidak boleh digunakan Air Air yang digunakan untuk campuran beton harus memenuhi ketentuanketentuan berikut ini: a.

cerna-cerna yang dalam. 2. lipatan-lipatan. 1. Baja Tulangan Baja tulangan yang digunakan harus memenuhi ketentuan-ketentuan berikut ini : a. 6. Pelaksana harus mengacu pada seluruh ketentuan yang tercakup di dalam Bab 5. Tidak boleh mengandung serpih-serpih. Laporan PKL – Pembangunan Perumahan Griya Kebon Sajiq 31 . dengan jarak antara dua sirip melintang tidak boleh lebih dari 70 % diameter nominalnya. retak-retak. 3. atau berlapis-lapis. b. c. Beton dan Adukan Beton Struktur Benda uji harus adalah silinder beton dengan diameter 150 mm dan tinggi 300 mm. Untuk tulangan utama (tarik / tekan lentur) harus digunakan baja tulangan deform (BJTD). D. dan tinggi siripnya tidak boleh kurang dari 5 % diameter nominalnya. Tata Cara Pembuatan Rencana Campuran Beton Normal (SK SNI T-15-1990-03). Besi tulangan waremash Besi tulangan waremash yang digunakan adalah M – 8 Ketentuan baja tulangan menyesuaikan dengan baja tulangan struktur. Tulangan dengan Ø ≤12 mm dipakai BJTP 24 (polos). Tata cara pembuatan benda uji tersebut harus mengikuti ketentuan yang terdapat di dalam standar Metoda Pembuatan dan Perawatan Benda Uji Beton di Laboratorium (SK SNI M62-1990-03). yang untuk setiap 10 m3 produksi adukan beton harus diwakili minimal dua buah benda uji.liter. setiap 5 m3 adukan beton harus Apabila ada hal-hal yang belum tercakup di dalam persyaratan dibuat pengujian slump teknis ini. gelombang-gelombang. Untuk kekentalan adukan. Kandungan clorida (Cl) tidak lebih dari 500 ppm dan senyawa sulfat (sebagai SO3) tidak lebih dari 100 ppm. dan untuk tulangan dengan Ø > 16 mm memakai BJTD 40 (deform) bentuk ulir. 5.

2 Laporan PKL – Pembangunan Perumahan Griya Kebon Sajiq 32 . 4. sambungan seperti plat sambung. Profil dan Plat baja yang digunakan pada pekerjaan ini adalah : 1) Rangka atap Gording Untuk Bentang 5 m : : ½ IWF 300x150x6. gording. Lingkup Pekerjaan Penyediaan bahan. 6. Cetakan Beton Acuan yang dibuat dari kayu balok dan multipleks tebal minimum 9 mm dan harus memenuhi syarat-syarat kekuatan.5x9 : L 60x60x6 : CNP 150x50x20x3. 2. 3. Pengadaan dan fabrikasi konstruksi baja (kolom. connector untuk encase balok).3. Baja Profil a. 5. balok. bracing kolom dan bracing atap untuk dudukan mahkota. Pemasangan (erection) kontruksi baja di lokasi sampai seluruh komponen terpasang sesuai dengan gambar perencanaan dan spesifikasi teknis. Pembersihan seluruh permukaan konstruksi baja dan pengecatan awal (Protective coat). Penyimpanan sementara konstruksi baja di lokasi. peralatan dan tenaga untuk melaksanakan pekerjaan-pekerjaan sebagai berikut : 1. B. Bahan Baja 1. 3. Penyedia Barang/Jasa harus memberikan contoh (sample) bahan yang akan dipergunakan sabagai acuan untuk disetujui Konsultan Pengawas.E. baut sambung. Pengecatan akhir sesuai persyaratan. daya tahan dan mempunyai permukaan yang baik untuk pekerjaan finishing. Pengangkutan konstruksi baja ketempat pekerjaan (lokasi).7 Pekerjaan Rangka Atap A. angkur.

Pekerjaan kuda-kuda baja disubkonkan kepada subkon yang berpengalaman. 2.400 kg/cm2 c. 2) Nippon . d. Baut Laporan PKL – Pembangunan Perumahan Griya Kebon Sajiq 33 . Las dan tenaga ahli a. atau tipe dari merk lain yang setara. Elektroda las menggunakan E70 dengan kuat minimum 70 ksi (49. Untuk baja profil.20 mm untuk tebalnya. 3. atau tipe dari merk lain yang setara. atau tipe dari merk lain yang setara.50 mm untuk lebarnya dan 0. Pekerjaan pengelasan listrik harus dilaksanakan oleh tukang las yang berpengalaman dan bersertifikat serta diawasi/dibawah kendali ahli las dalam pelaksanaan konstruksi baja. d. Penyedia Barang / Jasa harus menyediakan tenaga ahli las yang bersertifikat dan dimasukkan dalam personil usulan teknis. b. Mutu baja profil yang digunakan adalah baja ST37 dengan tegangan leleh σ1 = 2. gording dan sambungan dipergunakan material cat pelindung yang terdiri dari 3 tahapan pengecatan yaitu : 1) Lapisan dasar (prime coat) epoxy digunakan cat produksi Lapisan pengikat (tie coat) di gunakan bahan cat produksi Lapisan teratas (top coat) digunakan bahan cat produksi Nippon. Ukuran las sudut tebal (a) minimum 3.Zagrot Tierod Trekstang Plat besi Angkur : Besi Ø 12 mm : Besi Ø 12 mm : Besi Ø 16 mm dengan mur dan turn buckle : plat tebal 8. 12 mm : Tanam Ø 16 mm – M16 b. 10. Toleransi ukuran penampang baja profil adalah 0. 3) Nippon .0 MPa). c.5 mm.

g. Pemasangan angkur dilakukan setelah 14 hari umur beton kolom dan balok struktur e.3.7 mm warna Natural sekualitas Kencana Deck Pemasangan lisplang galvalum Pemasangan talang stainless steel Lingkup pekerjaan penutup atap ini meliputi : 2.a. Pengencangan baut tidak boleh lebih dari 1.8 Pekerjaan Penutup Atap A. kemudian hasil bor dibersihkan dan dimasukkan capsule anchor. Mur baut digunakan diameter 16 mm dari baja tegangaan tinggi atau High Tension Bolt (HTB) seperti pada Gambar Rencana. Pemasangan penutup atap Galvallum tebal 0. Lingkup Pekerjaan Lingkup pekerjaan penutup atap ini meliputi : 1. B. Beton dibor untuk mendapatkan kedalaman dan diameter yang cukup sesuai dengan panjang dari angkur. b. 3. f. barus digunakan galvanized ring.400 kg/cm2 dengan kunci momen. murdan baut High Tension (HTB) A-325. Bahan Laporan PKL – Pembangunan Perumahan Griya Kebon Sajiq 34 . Angkur dimasukkan dalam capsule anchor sampai ketemu permukaan beton. 3. h. Sebelum pemasangan angkur pihak Penyedia Barang / Jasa Pemborongan menentukan titik-titik anchor yang akan dipasang pada kolom dan balok struktur. Baut yang digunakan harus hitam dengan tegangan leleh minimal 3100 kg/cm2 (HTB jenis “non full-drat”). Pemasangan baut harus benar-benar kokoh serta mempunyai kerapatan /kekokohan yang merata antara satu dengan yang lainnya. c. d. Mur yang digunakan sekualitas dengan bautnya.

sekualitas Kencana Deck. Contoh Bahan. Pemasangan talang stainless steel. urugan kembali dan pemadatan Pemasangan sumur resapan dan pemipaan B.1. b. pembuatan dan pemasangan sumur resapan yang lengkap seperti ditentukan dan / atau ditunjukkan dalam Gambar Kerja. tetapi tidak dibatasi pada: 1. Penutup atap Galvallum tebal 0. Sumur peresapan air kotor Pekerjaan sumur resapan meliputi hal – hal berikut. 3. tenaga kerja.9 Pekerjaan Sumur Peresapan A. ukuran dan detail lainnya yang dibutuhkan seperti ditunjukkan dalam Gambar Kerja. Gambar Detail Pelaksanaan harus dibuat dengan mengacu pada bentuk. Laporan PKL – Pembangunan Perumahan Griya Kebon Sajiq 35 . 2. a. 3. Sumur peresapan air hujan 2.3. 2.7 mm warna Natural Pemasangan lisplang galvalum. Pekerjaan pengukuran Galian. Gambar Detail Pelaksanaan Kontraktor harus menyerahkan Gambar Detail Pelaksanaan kepada Konsultan Pengawas Lapangan sebelum melaksanakan pekerjaan. Kontraktor harus menyerahkan contoh bahan semua produk yang akan digunakan. 2. Lingkup pekerjaan adalah sebagai berikut : 1. Lingkup Pekerjaan Lingkup pekerjaan ini mencakup semua pengadaan bahan. untuk diperiksa dan disetujui Pengawas Lapangan sebelum mendatangkannya ke lokasi proyek. Semua biaya untuk pengadaan contoh bahan menjadi tanggung jawab Kontraktor. 3. Sumur peresapan air bekas 3. Prosedur Umum 1.

Bahan . kapasitas. 2. Bahan Penyaring Bahan penyaring untuk keliling luar sepanjang dinding sumur harus dari ijuk dengan ketebalan sesuai desain. lengkap dengan penutup yang dibuat beton tebal 100 mm. Laporan PKL – Pembangunan Perumahan Griya Kebon Sajiq 36 . Sumur Resapan Sumur resapan harus dikonstruksi dari batu bata atau pipa beton perforasi yang memiliki diameter minimal sesuai kebutuhan desain dengan kedalaman antara 1500 mm sampai 5000 mm (tergantung kondisi tanah di mana sumur resapan akan ditempatkan). Pengiriman dan Penyimpanan a. Ketidaksesuaian a. 4.Bahan 1. C. 3. Bahan Pengisi Bahan pengisi untuk sumur resapan harus terdiri dari batu kerikil atau batu pecah atau pecahan atap keramik dengan ukuran 30 mm sampai dengan 50 mm dengan kedalaman sekitar 400 mm. b.3. jumlah maupun pemasangan dan lain – lain. Semua bahan harus disimpan di tempat yang aman dan terlindung dari segala jenis kerusakan. baik dari segi dimensi. b. Penutup harus dilengkapi penutup lubang periksa yang dibuat dari beton dalam ukuran yang memadai. sambungan dan perlengkapan lain yang digunakan dalam pemipaan utilitas hanya mempunyai tanda / merek yang jelas dari pabrik pembuatnya dan kelas produk bila ditentukan oleh standar yang berlaku. Semua perlengkapan pemipaan yang didatangkan atau dipasang tanpa tanda / merek harus disingkirkan dan diganti dengan yang sesuai tanpa tambahan biaya kepada Pemilik Proyek. Kontraktor wajib memeriksa Gambar Kerja yang ada terhadap kemungkinan kesalahan / ketidaksesuaian. Setiap bahan dan setiap pipa (satu panjang utuh).

5. a. harus memenuhi ketentuan bahan pada pasangan dan plesteran 6. 5. Seluruh permukaan dinding bata Kolom beton. 8. Material 1. memiliki tegangan kerja 8 kg/cm2 yang memenuhi ketentuan Diameter yang dibutuhkan harus sesuai dengan gambar kerja. Laporan PKL – Pembangunan Perumahan Griya Kebon Sajiq 37 . atau harus memenuhi PUBB . bila dibutuhkan. Semen harus didatangkan dalam zak/kemasan yang tidak pecah / utuh.10 Pekerjaan Plesteran Dan Acian A. B. Lispang beton. Balok beton. Pemipaan Pipa dan sambungan harus dari pipa PVC dengan sambungan tipe solvent cement.3.NI. Beton expose dan lain-lain seperti yang dijelaskan dalam gambar kerja.4. 4. 2. tidak terdapat kekurangan berat dari apa yang tercantum pada zak/kemasan. 3. Semen Semen yang dipakai untuk pekerjaan plesteran ini harus mempunyai kualitas yang sama seperti semen untuk pekerjaan beton. Lingkup Pekerjaan Bagian ini meliputi plesteran dan acian untuk : 1. 1 (satu) merk semen untuk seluruh pekerjaan c. Semen yang dipakai adalah semen jenis PC sekualitas Gresik dan Prime Mortar PM – 210 plesteran PM – 310 acian b. Adukan Adukan. 6. Bahan Urugan Bahan urugan harus memenuhi ketentuan bahan galian dan urugan 3.

maka jumlahnya tidak boleh melebihi 5 % berat dan kepada campuran tersebut diberi tambahan semen baik dalam jumlah yang sama. Lingkup Pekerjaan Laporan PKL – Pembangunan Perumahan Griya Kebon Sajiq 38 . Jika ada bagian yang mulai mengeras. zat organik lainnya) lebih dari 15 gram/liter. Pasir harus terdiri dari butir-butir yang tajam. Pasir Untuk pekerjaan plesteran ini harus memenuhi persyaratan PUBB-N. tanah lempung dan sebagainya. lumpur.3. Mempunyai variasi besar butir (gradasi) yang baik dengan ditunjukkan dengan nilai Modulus halus butir antara 1. c. jika sudah rusak harus ditolak 2. Air a.5 gram/liter. d. b.I.3 a. jumlah kandungan bahan ini maksimal 5 % dan tidak mengandung garam c. Tidak mengandung khlorida (CI) lebih dari 0. e. 3. bagian tersebut masih harus dapat ditekan hancur dengan tangan bebas (tanpa alat) dan jumlah tidak lebih dari 10 % berat. Tidak mengandung lumpur atau benda melayang lainnya lebih dari 2 gram/liter.d. Tidak mengandung garam-garam yang dapat merusak beton (asam. Tidak mengandung senyawa sulfat lebih dari 1 gram/liter. Jika ada bagian yang tidak dapat ditekan hancur dengan tangan bebas. Semen yang sudah disimpan lebih dari 6 bulan sejak dibuat atau semen dalam kantong dipenyimpanan lokal (di penyalur) lebih dari 3 bulan perlu diuji sebelum digunakan.50-3. Semen masih harus dalam keadaan fresh (belum mulai mengeras).80 Pasir harus dalam keadaan jenuh kering muka 3. kuat dan bersudut Bebas dari bahan-bahan organis. d. b.11 Pekerjaan Lantai A.

Prosedur Umum Contoh Bahan dan Data Teknis Bahan. 5. Australian Standard (AS) Laporan PKL – Pembangunan Perumahan Griya Kebon Sajiq 39 . B. Contoh bahan dan teknis/brosur bahan yang akan digunakan harus diserahkan kepada Pengawas Lapangan untuk disetujui terlebih dahulu sebelum dikirim ke lokasi proyek. 1. peralatan bantu dan pemasangan papan gipsum dan aksesori pada tempat-tempat seperti ditunjukkan dalam Gambar Kerja dan Spesifikasi Teknis ini. C. Lingkup Pekerjaan Pekerjaan ini mencakup penyediaan bahan. 3. 3. 4. Biaya pengadaan contoh bahan menjadi tanggung jawab Kontraktor.Pekerjaan ini mencakup penyediaan bahan dan pemasangan ubin keramik dan penutup lantai pada tempat-tempat sesuai petunjuk Gambar Kerja. Contoh bahan ubin harus diserahkan sebanyak 3 (tiga) set masing-masing dengan 4 (empat) gradasi warna untuk setiap set. 2. Standar / Rujukan Persyaratan Umum Bahan Bangunan di Indonesia (PUBI-1982) Standar Nasional Indonesia (SNI) SNI 03-4062-1996 Australian Standard (AS) British Standard (BS) American National Standard Institute (ANSI). Kontraktor wajib menyediakan cadangan sebanyak 2. Standar / Rujukan 1. tenaga kerja. B.5% dari keseluruhan bahan terpasang untuk diserahkan kepada Pemilik Proyek. 1.4.12 Pekerjaan Plafond A. Pengiriman dan Penyimpanan. 2. Pengiriman ubin ke lokasi proyek harus terbungkus dalam kemasan pabrik yang belum dibuka dan dilindungi dengan label/merek dagang yang utuh dan jelas.

cara pemasangan dan detail lain yang diperlukan. a. Kontraktor harus menyerahkan Gambar Detail Pelaksanaan sabelum pekerjaan dimulai. 4. dimensi bahan.2. a. Gambar Detail Pelaksanaan harus mencakup penjelasan mengenai jenis/data bahan. baik dari segi dimensi jumlah maupun pemasangan dan lainnya. cara febrikasi. American Standard for Testing and Materials (ASTM). c. Gambar Detail Pelaksanaan. C. Papan gipsum dan aksesori harus didatangkan ke lokasi sesaat sebelum pemasangan untuk mengurangi resiko kerusakan. cara penyambungan. lepas dari muka tanah. 2. diatas permukaan yang rata dan dihindarkan dari pengaruh cuaca. 3. ukuran-ukuran. Laporan PKL – Pembangunan Perumahan Griya Kebon Sajiq 40 . jumlah bahan. dengan penumpu bagian ujung berjarak tidak lebih dari 150mm terhadap ujung tumpukan. Papan gipsum harus ditumpuk dengan rapi dan kuat diatas penumpu yang ditempatkan pada setiap jarak 450mm. 1. b. Kontraktor wajib memeriksa Gambar Kerja yang ada terhadap kemungkinan kesalahan/ketidaksesuaian. Pengiriman dan Penyimpanan. Papan gipsum dan aksesori harus disimpan ditempat terlindung. untuk disetujui oleh Konsultan Pengawas. Ketidaksesuaian. Prosedur Umum Contoh Bahan dan Data Teknis Bahan. Contoh dan data teknis/brosur bahan yang akan diguanakan harus diserahkan terlebih dahulu kepada Konsultan Pengawas untuk disetujui sebelum dikirimkan ke lokasi proyek.

Rangka untuk pemasangan dan penumpu papan gipsum harus dibuat dari bahan baja ringan lapis seng dan alumunium dalam bentuk dan ukuran yang dibuat khusus untuk pemasangan papan gipsum. c. Pemasangan Gipsum. BS 1230 atau ASTM C 36. Bahan . D. maka akan ditolak dan Kontraktor wajib menggantinya dengan yang sesuai. Bila bahan-bahan yang didatangkan atau difabrikasi ternyata menyimpang atau tidak sesuai yang telah disetujui. d. Laporan PKL – Pembangunan Perumahan Griya Kebon Sajiq 41 . a. 2) b. dari produk sekualitas Jayaboard. Alat pengencang berupa sekrup dengan tipe sesuai jenis pemasangan harus sesuai rekomendasi dari pabrik pembuat papan gipsum yang memenuhi ketentuan AS 2589.Bahan Papan Gypsum. Semen Penyambung. 1) Papan gipsum harus dari produk yang memiliki teknologi yang sesuai untuk daerah tropis dan memliki ketebalan minimal 9 mm untuk plafond dan 12 mm untuk dinding dan ukuran modul sesuai petunjuk dalam Gambar Kerja. Alat Pengencang.b. Knauff atau yang setara. Rangka. c. Semen penyambung papan gipsum harus sesuai dengan rekomendasi dari pabrik pembuat papan gipsum. Biaya yang ditimbulkan karena hal diatas menjadi tanggung jawab Kontraktor sepenuhnya dan tanpa tambahan waktu. Papan gipsum harus dari tipe standar yang memenuhi ketentuan AS 2588.

mengkoordinasikan dan mengawasi pekerjaan lapangan sehari–hari dan sebagai tempat untuk menerima tamu yang berkunjung ke lokasi proyek. Semuanya ini disusun didalam Time Schedule.1.1. 4. Tahapan-tahapan dan berapa lama pengerjaan proyek tersebut disusun dahulu sebelum pelaksanaan. Tahapan pelaksanaan proyek ini harus disusun sedemikian rupa mulai dari pengerjaan awal hingga finishing (jika pengerjaan proyek hingga finishing). sehingga proyek tersebut dapat berjalan sesuai rencana dan tepat waktu. ruang administrasi dan gudang perlengkapan proyek. Bangunan ini terbagi menjadi tiga bagian.2 yaitu direksi keet. Pekerjaan persiapan meliputi : 4. Penyediaan Material dan Alat Kerja • Material Laporan PKL – Pembangunan Perumahan Griya Kebon Sajiq 42 . Pekerjaan persiapan sangat diperlukan sebelum memulai pelaksanaan pekerjaan karena mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap kelancaran proyek.1 Pekerjaan Persiapan Ada beberapa tahapan-tahapan dalam pelaksanaan perencanaan suatu rumah.BAB IV PELAKSANAAN LAPANGAN 4.1 Membuat direksi keet Direksi keet merupakan sarana yang sangat penting dalam menunjang pelaksanaan proyek yang berfungsi sebagai kantor untuk mengelola. Ukuran direksi keet sendiri adalah 3 x 6 m2.

agak kasar dan pasir kasar. yaitu: 1. Sedangkan kerikil mempunyai ukuran lebih dari 5 mm tetapi maksimumnya adalah 7.  Tidak boleh mengandung bahan oraganis terlalu banyak. Ukuran pasir adalah harus dapat melalui ayakan 5 mm dan tertinggal di atas ayakan 0. berat kering. jika ini tidak terpenuhi maka pasir tersebut harus dicuci. Untuk beton yang ekonomis. Agregat harus mempunyai distribusi ukuran sedemikian rupa.Adapun material-material yang digunakan dalam pelaksanaan proyek ini.075 mm (maksimum ± 4 mm) dengan syarat sebagai berikut :  Tidak boleh mengandung lumpur lebih dari 5 % terhadap berat kering. yaitu pasir halus. Terdiri dari butiran keras dan tidak berpori.5 cm. Laporan PKL – Pembangunan Perumahan Griya Kebon Sajiq 43 . campuran harus dibuat sebanyak mungkin agregatnya. Menurut peraturan di Inggris (British Standard) yang juga dipakai di Indonesia saat ini (dalam SK SNI T-15-1990-03) kekasaran pasir dapat dibagi menjadi empat kelompok menurut gradasinya.Agregat Kasar dan Halus Agregat (pasir dan kerikil) merupakan bahan pengisi sehingga dalam struktur beton agregat biasanya menempati kurang lebih 70 sampai 75 % dari volume massa yang telah mengeras. sehingga perlu disiapkan dengan segera guna kelancaran kegiatan pembangunan. Ini berarti dalam pembuatan beton jumlah pasta semen yang perlu mengisi rongga-rongga minimum pula. Agregat yang baik adalah yang tidak bereaksi kimia dengan unsur-unsur semen. sehingga ukuran rongga-rongga antara agregat menjadi minimum. Agregat ini mempunyai syarat. dengan butiran Tidak boleh mengandung lumpur lebih dari 1 % terhadap pipih tidak boleh lebih dari 20 %. agak halus. yaitu: . 2.

Besar butiran kerikil maksimum harus memenuhi ketentuan  Tidak boleh lebih dari 1/5 jarak terkecil antara selimut beton  ¾ lebih kecil atau sama dari jarak bersih tulangan. Semen portland merupakan bubuk yang sangat halus. Semen yang dipakai dalam konstruksi terdapat beberapa jenis. Agregat halus juga dipergunakan sebagai bahan campuran untuk plesteran dinding. berkas tulangan1/3 lebih kecil atau sama dengan tebal pelat lantai. umumnya kurang dari seminggu. . 2. Semen putih untuk pekerjaan-pekerjaan arsitektural. Tipe III digunakan untuk mendapatkan beton yang mengeras dalam waktu cepat (High Early Strength Portland Cement). berwarna abu-abu yang terdiri dari kalsium dan aluminium silikat. Tipe I (semen biasa / normal cement) digunakan untuk pembuatan beton bagi konstruksi yang tidak ipengaruhi oleh sifat-sifat lingkungan yang mengandung bahan-bahan sulfat dan perbedaan temperatur yang ekstrim.3. yaitu : 1. 4.Air Laporan PKL – Pembangunan Perumahan Griya Kebon Sajiq 44 .Semen Material semen merupakan material yang mempunyai sifatsifat adhesif dan kohesif yang diperlukan untuk mengikat agregatagregat menjadi suatu massa yang dapat mempunyai kekuatan yang cukup. lantai dan penggunaan lainnya. Beton yang dibuat dari semen portland biasanya membutuhkan waktu kurang lebih dua minggu untuk mencapai kekuatan yang cukup. Tipe II digunakan untuk pencegahan serangan sulfat. 3. . .

Besi beton dan kawat tulangan. Penggunaan suatu sumber air diperkenankan untuk digunakan asal ada bukti tes laboratorium yang menyatakan bahwa air tersebut memenuhi syarat untuk campuran beton. Apabila terdapat karat pada permukaan besi.7 2. 1. asam basa. Air yang digunakan untuk pembuatan dan perawatan beton harus bersih. . Besi penulangan beton harus disimpan dengan caracara sedemikian rupa sehingga bebas dari hubungan langsung dengan tanah lembab atau basah. tawar dan bebas dari segala macam campuran minyak. menggunakan baja mutu BJTD 40 (Deform Bars). Laporan PKL – Pembangunan Perumahan Griya Kebon Sajiq 45 . cat. Tulangan besi beton yang digunakan harus bebas dari minyak. maka besi harus dibersihkan dengan cara disikat atau digosok tanpa mengurangi diameter penampang besi. menggunakan baja mutu BJTP 24 (Round Bars)  Penulangan dengan diameter lebih besar dari 12 mm. kotoran. Baik besi penulangan rata (Round Bars) maupun besi-besi penulangan bergelombang (Deformed Bars) harus disimpan berkelompok berdasarkan ukurannya masing-masing dan sesuai dengan persyaratan dalam NI-2 pasal 3. karat lepas dan lain-lain yang dapat merusak. untuk membasahi agregat dan untuk melumas campuran agar mudah pengerjaannya. garam dan bahan-bahan oraganik lainnya yang merusak beton atau tulangannya dalam hal ini sebaiknya dipakai air bersih yang dapat diminum. Besi penulangan yang dipakai harus sesuai dengan persyaratan sebagai berikut:  Penulangan dengan diameter sampai dengan 12 mm.Air diperlukan untuk melarutkan semen agar terjadi reaksi kimiawi. 3.

Semua kayu yang digunakan harus kering. Kapur dan Cat Merupakan bahan – bahan untuk finising dari bangunan yang bertujuan untuk memperindah tampilan dari bangunan. • Alat Kerja Laporan PKL – Pembangunan Perumahan Griya Kebon Sajiq 46 .Plamir. produk lokal dan memenuhi persyaratan. 3. . Semua pekerjaan kayu yang tampak seperti kusen.Kayu Bahan kayu yang digunakan untuk bagian struktural adalah kayu kelas kuat II dengan syarat-syarat yang harus dipenuhi adalah sebagai berikut : 1. pembakaran sempuran. Semua kayu yang digunakan harus terlebih dahulu diawetkan dengan bahan anti rayap.Bata merah Bata merah yang digunakan adalah bata merah yang bermutu baik (sesuai dengan mutu standar yang telah ditetapkan). 2. konsol.4. Sedangkan kayu yang digunakan untuk perancah dan begisting adalah kayu kelas kuat III dan IV. tidak retak dan tidak bengkok serta memenuhi persyaratan yang tercantum. Pengawas dapat memerintahkan untuk diadakan pengujian terhadap benda uji yang diambil dari besi yang akan digunakan. berumur tua. listplank dan lainnya harus terserut rata dan licin. . bebas dari cacat dan retak. . Minimum belah menjadi dua bagian.

digunakan untuk meratakan kedudukan Waterpass. untuk mengukur panjang. maka akan dihasilkan kualitas pelaksanaan yang baik. suatu bidang dalam pemasangan begisting pelat lantai. Rollmeter. . Alat kerja merupakan sarana yang besar dan penting artinya dalam suatu pelaksanaan proyek. kolom. kolom dan pasangan bata.Alat Ukur Beberapa alat ukur yang digunakan dalam pelaksanaan proyek ini. 4. 3. Alat – alat kerja yang digunakan dalam pelaksanaan proyek pembangunan perumahan Griya Kebon Sajiq ini antara lain: .Disamping penyiapan material dan bahan bangunan untuk melaksanakan pembangunan. Caranya dengan memasukkan bahan kedalam mesin silinder yang berputar karena motor diesel. alat-alat kerja yang akan mendukung kelancaran pekerjaan juga perlu diperhatikan. balok dan pekerjaan lain yang mengharuskan suatu bidang datar. yaitu: 1. Benang dan Lood. Dengan alat kerja yang lengkap. untuk menentukan ketetapan penyetelan begisting. Laporan PKL – Pembangunan Perumahan Griya Kebon Sajiq 47 . 2. Alat kerja dapat berupa alat kerja mekanik atau alat kerja elektrik. waktu penyelesaian yang tepat waktu dan biaya yang efisien. Tenaga manusia relatif lebih murah dibandingkan dengan tenaga mesin. digunakan untuk menentukan kedataran pososi kolom terhadap bangunan disampingnya. Theodolit. maka dari itu segi ekonomis pemakaian alat harus diperhatikan dengan teliti.Mollen Agar tercapainya adukan beton yang baik dan merata digunakan suatu mesin pengaduk.

. .Gerobak Tuang Dorong Gerobak tuang dorong adalah alat angkut yang didorong oleh tenaga manusia yang digunakan untuk mengangkut mortal beton dari tempat pengadukan menuju tempat pengecoran. 2. Penggunaan alat ini dapat memastikan terjadinya kontak yang baik antara material beton dengan tulangan. sehingga tidak terjadi rongga kosong yang menyebabkan keroposnya beton.nusuk beton. Meja kerja Meja kerja terdiri pelat besi dimana di atasnya ditempatkan potongan besi setinggi 5 cm sebanyak dua buah. . dimana yang satu membentuk sudut 450 letaknya terhadap yang lain. .Vibrator Vibrator adalah alat kerja yang menghasilkan getaran dengan frekuensi tertentu yang digunakan untuk mengecilkan pori adukan beton.Alat Pembengkok Tulangan Alat ini terdiri dari dua bagian.Alat tersebut adalah mollen dengan kapasitas yang tergantung dari volume yang ditargetkan. Tangkai Pembengkok Laporan PKL – Pembangunan Perumahan Griya Kebon Sajiq 48 . Pemadatan ini dilakukan dengan menusuk .Selang Air Selang air digunakan untuk menyalurkan air dari sumber air ke lokasi pengadukan beton. Alat vibrator ini dapat berupa internal vibrator yang digunakan dengan mencelupkannya ke dalam beton atau jenis external vibrator dengan menempelkannya pada cetakan beton. yaitu : 1.

Merupakan batang yang terbuat dari besi yang panjangnya bervariasi tergantung besar baja yang akan dibengkokkan. Campuran yang direncanakan tersebut harus dibuktikan dengan data otentik dan dari percobaan bahwa kekuatan karakteristik yang disyaratkan dapat dicapai. . 4. Sedangkan tanah galian yang memenuhi syarat spesifikasi dapat digunakan untuk penimbunan atau peninggian lantai dasar bangunan. Galian tanah meliputi galian tanah pondasi. Kekuatan mutu beton yang dimaksud akan tercapai setelah umur beton mencapai empat minggu atau 28 hari. 4. Mutu ini mempunyai kekuatan tekan 25 Mpa.Alat Pemotong Tulangan (Cutter) Digunakan untuk memotong tulangan. septictank. Sedangkan kekentalan adukan diperiksa dengan uji slump.3 Pekerjaan Struktural Pada proyek pembangunan perumahan Griya Kebon Sajiq ini digunakan beton bertulang mutu K-250. Campuran adukan beton menggunakan perbandingan volume yang telah diuji spesifikasinya di laboratorium. tetapi bila diperlukan dapat berubah atau bertambah sampai permukaan tanah keras. pump room dan lain-lain. yaitu dengan uji tekan silinder (pra konstruksi) dan dengan uji tekan kubus (pada saat konstruksi). Penggalian tanah dilakukan dengan memobilisasi tenaga kerja dengan pertimbangan efisiensi biaya jika dibandingkan dengan menggunakan exavator. Perbandingan campuran yang direncanakan yaitu 1 pc : 2 Pasir : 3 kerikil alam. Laporan PKL – Pembangunan Perumahan Griya Kebon Sajiq 49 . galian harus mencapai ukuran yang sesuai dengan gambar rencana yang ada.2 Penggalian Tanah Pada pekerjaan ini. Dalam pelaksanaan proyek penggunaan cutter cukup dilakukan oleh dua orang.

lot adalah alat untuk meluruskan as yang ditentukan dengan benang. 4. apabila diukur langsung dengan meteran akan tidak akurat karena meteran tidak tegak lurus atau menyiku dengan benang. Pada waktu meletakan poor diatas lantai kerja.1 Pekerjaan pembuatan lantai kerja Menumpuk batu pecah pada dasar galian tanah. Kemudian dilakukan pengukuran kembali dengan cara menarik benang adari as vertikal dan horizontal. Setelah diratakan. Lantai kerja yang sudah kering dibersihkan terlebih dahulu dari tanah dan kotoran. Setelah itu poor (rangka foot plat) yang sudah selesai diletakkan diatas lantai kerja. Setelah didapatkan jarak yang sesuai.3. Perakitan dilakukan tidak pada galian fondasi melainkan dilakukan ditempat lain karena membutuhkan ruang gerak yang cukup besar untuk pembuatannya. pada bagian atasnya diberikan urugan pasir sampai memenuhi level dasar foot plate.3.2 Pekerjaan fabrikasi footplate Merakit rangka foot plate sesuai dengan gambar renana struktur. Untuk menahan besi kolom supaya dapat berdiri dipasangan kress.tujuannya adalah agar rangka foot plat tidak menyentuh lantai kerja dan apabila di cor akan tertutup secara sempurna. Dengan lot ini akan didapatkan garis lurus menyiku kebawah. karena benang yang di bentangkan berada di atas tanah. Lalu besi kolom dirakit langsung diatas foot plat ditempat galian.Berikut adalah beberapa bagian struktural pembangunan perumahan Griya Kebon Sajiq yang dapat dipantau : 4. hal ini dilahukan karena kadang kala as footplat tidak sama dengan as kolom. untuk menandai as kolom dipasangkan sekang atau begel pada footplat. dipasangkan juga beton decking/kon decking atau batu pecah. Cara meluruskan as adalah dengan lot. Kress adalah besi tulangan Laporan PKL – Pembangunan Perumahan Griya Kebon Sajiq 50 .

garis. dan dimensi komponen struktur seperti yang di syaratkan pada gambar rencana dan spesifikasi. Setelah tercampur dengan baik adonan beton kemudian dibawa ke lokasi dengan gerobak dorong (arco). foot plat yang belum kering harus ditutupi dengan terpal dan pekerjaan pengecoran harus dihentikan . 4. Laporan PKL – Pembangunan Perumahan Griya Kebon Sajiq 51 .3. Kemudian diikatkan sekang pada besi kolom tersebut dan diikat dengan kawat bendrat .  Cetakan harus mantap dan cukup rapat untuk mencegah kebocoran mortar  Cetakan harus diperkaku dan diikat dengan baik untuk mempertahankan posisi dan bentuknya. krikil. horizontal. 4.Beban selama konstruksi.  Cetakan dan tumpuannya harus di rencanakan sedemikian hingga tidak merusak struktur yang dipasang sebelumnya..4 Pekerjaan Kolom Tendensal • Pembekistingan kolom  Cetakan harus menghasilkan struktur akhir yang memenuhi bentuk.sampai didapatkan tebal footplate sesuai gambar rencana.3 Pekerjaan pengecoran Semen.3. pasir.  Perencanaan cetakan harus menyertakan pertimbangan factor – factor berikut: . Apabila terjadi hujan. sengkang diberi jarak sesuai dengan gambar kerja.Kecepatan dan metode pengecoran beton .dan air dicampur dengan mesin molen. dan tumbukan.yang dipasang miring dengan sudut tertentu yang fungsinya untuk menahan tulangan kolom agar dapat berdiri. termasuk beban – beban vertical. Kemudian adonan tersebut diratakan dengan menggunakan vibrator.

panjang tulangan bengkokan pada ujung yang lurus adalah 5 cm sedangkan panjang tulangan penyaluran adalah 30 cm. Standar yang dipakai yaitu SK SNI T-15-1990-03 “Tata Cara Pembuatan Rencana Campuran Beton Normal”.. kadar air kering permukaan.5 Pekerjaan pondasi batu kali • Teknis Pekerjaan Laporan PKL – Pembangunan Perumahan Griya Kebon Sajiq 52 .Untuk penyetaraan dan pemasangan besi tulangan dipasang pada posisi yang tidak dapat digeser.Sesuai dengan pekerjaan pembesian. Cetakan untuk elemen struktur beton prategang harus di rancang dan dibuat sedemikian hingga elemen sruktur dapat bergerak tampa menimbulkan kerusakan pada saat gaya prategang diaplikasikan. kubah. beton arsitektural atau elemen – elemen sejenis. berat spesifik pasir dan kerikil. . 4. sedangkan untuk pembengkokan tulangan harus dilakukan dengan gerakan perlahan dan teratur. hal ini sesuai dengan SNI-03-2848-2002 pasal 3. .Kolom yang digunakan adalah kolom ikat yang mempunyai tulangan-tulangan yang diperkuat atau diikat pada jarak tertentu dengan lilitan tertutup yang umum disebut sengkang.1 dan 3.16.16.3.2. • Pengecoran kolom  Mix design beton mutu K250 Pengujian dilakukan dari pengujian standar untuk mendapatkan karakteristik material antara lain. kadar lumpur pasir. sieve analisis. Mix design mutu K250. pelat lipat.Persyaratan – persyaratan cetakan khusus untuk konstruksi cangkang.  Teknis pengerjaan  Pembesian .

Lalu batu kali disusun sedemikian rupa sesuai dengan bentuk pondasi yang direncanakan. Dan pada bagiantengah pondasi ditancapkan tulangan besi yang nantinya akan diikatkan kepada rangka sloof diatas pondasi. dengan cara membentangkan selang air water pass. Kemudian dilakukan pengelotan. 4. Laporan PKL – Pembangunan Perumahan Griya Kebon Sajiq 53 . Kemudian ukur terlebih dahulu tinggi satu bagian pondasi batukali dan kemudian baru diukur pada bagian pontasi batu kali di tempat lain bila air tersebut tidak berubah posisinya berarti pondasi pertama dan kedua sudah selevel. Untuk meratakannya. Perlunya dilakukan water pass dengan selang air karena permukaan tanah galian pondasi yang satu dengan galian tanah pondasi yang lain tidak rata. Pembuatan lantai kerja pondasi batu kali.Pengukuran as pondasi batu kali dengan cara membentangkan benang dari as vertikal dan horizontal.utuk menandakannya ditancapkan besi tulangan polos pada ujung-ujung pondasi batukali lalu diikat dengan benang . Waterpass dengan menggunaan selang air.3. Penyusunan batu kali dilakukan dengan dilekakkan satu persatu dan direkatkan dengan adonan semen dan pasir.6 Pekerjaan Pembuatan rangka sloof • Teknis Pekerjaan Besi tulangan dipotong berdasarkan panjang bentang + (1015%) untuk bengkokannya. pada dasar pondasi batukali hanya diberikan urugan pasir setebal 5 cm. Tujuannya adalah agar level pondasi rata dan sejajar dengan level yang direncanakan. pada proyek ini untuk pondasi batu kali tidak menggunakan lantai kerja yang di cor/ disemen. Rangka besi yang dipotong lansung dibengkokkan pada ujungnya. kemudian disusun membentuk persegi sesuai gambar dengan cara memasukkan sekang dan pada akhirnya diikatdengan bendrat.campurannya 1 : 5.

Semen. Penempatan material beton (Air. 6. maka perlu dituangkan adukan semen dengan konsentrasi tertentu dengan tujuan beton yang sudah mengeras dapat menyatu dengan baik dengan adukan beton yang baru dituangkan. • Pembongkaran perancah dan begisting Pembongkaran begisting dilakukan pada saat beton sudah berumur 5 hari. sehingga diperoleh campuran yang merata. 3. Pengadukan material dilakukan dalam molen dalam jangka waktu ±5 menit. Adukan beton yang sudah di masukkan kedalam cetakan harus diikuti dengan penggetaran dengan internal vibrator atau dengan menusuk-nusuknya menggunakan kayu atau baja untuk mengurangi terjadinya rongga-rongga. 4. 5. Pengangkutan beton dari mesin pengaduk ke tempat cetakan atau begisting memakai ember secara estafet. Apabila akan dilakukan penyambungan dari pengecoran lama.Sloof yang telah dirakit lalu dibawa ke atas landasannya yaitu pondasi batu kali yang telah dibuatkan begisting sesuai dengan gambar rencana.bagian atas sloof diratakan menggunakan cepang. Pekerjaan pengecoran dihentikan setelah diperoleh tinggi sloof yang direncanakan. Pasir dan kerikil) dengan perbandingan tertentu ke dalam molen 2. agar bentuk dari sloof tidak berubah. 4.3. Kemudian dilakukan pengecoran sesuai tinggi gambar rencana. Proses pembuatan beton sampai pengecoran dilakukan sebagai berikut : 1.7 Pekerjaan Kolom Lantai 1 Kolom adalah bagian struktur bangunan yang berfungsi meneruskan beban dari struktur bagian atasnya (Atap dan Ring balok untuk kolom paling atas) baik itu berupa beban mati maupun beban Laporan PKL – Pembangunan Perumahan Griya Kebon Sajiq 54 . Adukan beton dituangkan kedalam begisting.

Pemasangan sengkang atau tulangan geser pada kolom menggunakan jarak sesuai gambar rencana. palu dan meteran. kerikil dicampur dengan Mix design mutu K250. Begisting pada kolom ini menggunakan empat buah papan kayu 2 x 20 x 400 cm. diantaranya terdapat bentuk kolom “T”. dan “I”. 2. Yang di perkuat dengan batangan kayu usuk 5/7 pada jarak tertentu. Begisting Kolom Begisting pada kolom dipasang setelah tulangannya dipasang dengan benar. Laporan PKL – Pembangunan Perumahan Griya Kebon Sajiq 55 .Setelah papan dipasang diperkuat dengan pengaku dan besi-besi penyangga. Tulangan kolom dipasang dan distel supaya lurus 900 sebelum pemasangan begistingnya. penggunaan tulangan pada kolom ini adalah semuanya menggunakan baja ulir. 3. Pada pekerjaan kolom lantai satu terdapat berbagai ukuran dimensi dan bentuk kolom. kemudian dicampur dengan air dalam molen. Penulangan Kolom. • Teknis pekerjaan 1.hidup ke bagian struktur yang berada dibawahnya dan akhirnya adalah di pondasi.  Antara papan dan rangka kolom diberikan spesi untuk selimut beton.  Kayu usuk dan papan disusun terlebih dahulu sebelum dipasang pada rangka kolom.  Dalam pekerjaan pembuatan dan pemasangan bekisting kolom alat yang digunakan adalah gergaji kayu. pasir. Pemasangan harus tepat siku-siku pada sisi tegaknya dan tidak berubah kedudukannya serta tidak terjadi pergeseran. Pengecoran  Semen. “L”.

maka setiap ketinggian kira-kira 0. mereka tidak mengikuti rencana time scedule dan peraturan pelaksanaan proyek yang ada.  bekisting.5 m campuran dirojok dengan besi pengrojok dan vibrator. hanya saja permasalahan Laporan PKL – Pembangunan Perumahan Griya Kebon Sajiq 56 . baik pekerjaan seluruh konstruksi. Dari semua urutan pekerjaan diatas tidak ada terjadi kesalahan yang fatal dilapangan. Setelah itu dibuat time scedule. Semua volume pekerjaan dihitung secara cermat dan sesuai dengan kondisi real dilapangan.  berongga. Campuran yang sudah jadi diangkut menggunakan Campuran yang sudah jadi ditumpahkan ke dalam Agar campuran pada bagian dalam bekisting tidak gerobak dorong (arco) untuk dibawa ke tempat pengecoran. Faktor pengawas dari kantor tidak selalu stanby mengawasi dilapangan juga menjadi penyebab bahwa mandor tersebut tidak menjalankan tugasnya dengan baik dan benar. tenaga berdasarkan nilai data survey kondisi di lapangan yang ada.4 PEMBUATAN RAB Rencana anggaran biaya ini di buat berdasarkan standar SNI dan analisa upah.  hari bekisting dibuka. 4. Pembongkaran perancah dan begisting Pembongkaran begisting dapat dilakukan pada umur 7 hari setelah pengecoran dilakukan. Tetapi disini terjadi permasalahan dimana mandor yang bekerja tidak disiplin. sehingga didapat berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membangun satu unit rumah dan tenaga yang dibutuhkan dalam satuan per-minggu. sehingga proses plaksanaan dilapangan tidak tepat waktu. 4. Karena material beton suduh cukup keras. kemudian Setelah diratakan kemudian didiamkan dan setelah 3 bagian atasnya di ratakan dengan menggunakan cepang.  Setelah campuran dalam bekisting penuh.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5. Kurangnya tim pengawas dari manajemen proyek. 2. Skema pekerjaan maksimal 2 lantai : lantai dasar dan lantai 2 dengan tiap tiap mandor yang bekerja pada masing – masing perumahan kurang maksimal. Laporan PKL – Pembangunan Perumahan Griya Kebon Sajiq 57 . 4. mengakibatkan hasil dari pekerjaan kurang maksimal (sehingga mandor cenderung kurang disiplin). 3.terjadi pada kurangnya pengawasan terhadap mandor mengenai waktu dan tenaga dalam menyelesaikan proyek perumahan ini. Pola pembangunan berdasarkan pesanan konsumen (tampak pada bangunan semua hampir sama tetapi tata ruang bebas dan di tentukan oleh konsumen sehingga dalam proses pelaksanaanya relatif lambat).1 Kesimpulan Adapun kesimpulan manajemen ini yang sederhana dengan bagan struktur di perumahan Griya Kebon Sajiq : 1. Dalam proses pengerjaan antara teori dan pelaksanaan dilapangan tidak ada terjadi permasalahan yang fatal.

Perlu tim pengawas yang tetap standby atau memantau proses pengerjaan di tempat proyek. 3. bukan pekerja dan mandor yang diikuti oleh manajemen kantor. perlu di adakannya pelebaran jalan masuk.5. Pentingnya manajemen proyek yang jelas dan tegas. dengan maksud manajemen kantor yang diikuti oleh pekerja dan mandor. 2. Laporan PKL – Pembangunan Perumahan Griya Kebon Sajiq 58 . sehingga kendaraan keluar masuk kurang leluasa. agar seluruh pekerja dan mandor selalu mengikuti aturan yang ada.2 Saran Pada proyek ini. bukan hanya mandor. Jalan masuk yang kurang memadai (sekitar 4 m). ada beberapa hal pada beberapa pekerjaan yang perlu diperhatikan atau perlu diperbaiki antara lain : 1.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful