PENGUATAN EKONOMI RAKYAT DALAM PERCATURAN EKONOMI GLOBAL

Oleh

Prof. Dr. Zulkifli Husin

SEMINAR REVITALISASI PERADABAN MELAYU DALAM KEKINIAN BANDA ACEH, 20 – 22 AGUSTUS 2008

Negeri Medan. usahanya berkembang menjadi 5 buah. Suku Batak dan Padang juga termasuk dua suku yang relatif lebih ulet dan gigih. Ada yang hidup dengan santai (easy life) sejak usia muda. kita misalnya dapat membandingkan kebiasaan yang hidup antar suku didalam masyarakat Indonesia. dan ada yang hidup dengan gigih dan penuh perjuangan yang pantang menyerah ( hard working culture). dan dia mempunyai usaha dengan sebuah took. Univ. termasuk di B. sehingga mereka lebih sukses dibandingkan masyarakat Melayu.Aceh.Penguatan Ekonomi Rakyat Dalam Percaturan Ekonomi Global Penguatan Ekonomi Rakyat dalam Percaturan Ekonomi Global * Oleh Prof. Zulkifli Husin ** Pendahuluan Membicarakan perekonomian masyarakat Melayu.Trisakti. maka kita tidak dapat membicarakanya secara terpisah dengan adat dan budaya serta kebiasaan yang terdapat pada masyarakat Melayu. Hal ini akan berpengaruh pada kehidupan mereka setelah dewasa nanti. * ** Revitalisasi Peradaban Melayu Dalam Kekinian 2 . Univ. yang membuat mereka banyak menduduki jabatan dalam pemerintahan dan militer serta perekonomian yang mendominasi usaha restoran. misalnya. kalau hal yang sama terjadi. Suatu contoh yang dapat kita lihat di sekitar kita. dan mungkin akhirnya dijual untuk dibagi bagi. sebaliknya dengan orang Melayu. konfeksi. karena hal inilah yang mempengaruhi sikap dan kebiasaan hidup kita. barbershop dan transportasi. Cina misalnya merupakan suku yang gigih dan ulet serta pekerja keras.Syiah Kuala. Makalah yang disampaikan pada Seminar: “Revitalisasi Peradaban Melayu dalam Kekinian “ yang dilaksanakan di Banda Aceh pada 20– 22 Agustus 2008 Guru Besar Ekonomi Univ. maka setelah dia meninggal. maka tokonya tinggal 1/5 untuk masing masing. Dr. Hanya berdasarkan pengamatan sederhana.Bengkulu dan Univ. Kalau seorang pengusaha Cina mempunyai anak 5 orang.

pajak dan non tariff barriers lainnya seperti di masa masa yang lalu. Maka produk produk Revitalisasi Peradaban Melayu Dalam Kekinian 3 . ( Zulkifli Husin 2004) Ataukah darang dagang Saudagar Aceh pada masa kejayaan kerajaan Aceh yang mengarungi samudera untuk berdagang sampai ke Eropah dan Turki tidak diwarisi oleh generasi kini.Karkam yang cukup besar dan kuat pada masa itu. atau juga disebabkan kebijaksanaan Sentralisaasi perdagangan oleh pemerintah pusat pada masa lalu dengan menutup pelabuhan pelabuhan didaerah telah mematikan pedagang pedagang didaerah. pembatasan pembatasan ini sangat kecil.Tawi & Sons. Permai. mungkin akan menemui hampir seluruh usaha photo studio yang ada di B. Pada umumnya perusahaan perusahaan tersebut bertahan tidak lebih dari dua generasi atau malah hanya satu generasi. berasal dari dua toko photo utama yang dibangun beberapa puluh tahun yang lalu oleh kakek mereka. Ini memperlihatkan bahwa pada umumnya usaha usaha yang dibangun oleh pengusaha Cina bisa mempertahankan kelanggengannya (business sustainability) dibandingkan dengan usaha usaha yang dibangun oleh pengusaha Aceh/Melayu. Aliran Barang Pada abad XXI ini perekonomian dunia semakin terintegrasi kedalam suatu tatanan ekonomi Global. dan sebahagian besar negara negara sedang berkembang hampir tidak dapat lagi melindungi produksi produksi dalam negeri nya dari persaingan dengan produk produk impor. Pengaruh Globalisasi a. termasuk impor dari Negara Negara maju. Aliran barang dari suatu Negara ke Negara lain masuk dan keluar hampir tanpa rintangan seperti tariff.quota. P. H. yaitu suatu perekonomian yang hampir tidak mengenal lagi batas batas batas Negara.Aceh.T. Tetapi sebaliknya kita melihat banyak pengusaha pengusaha dan saudagar Aceh di era tahun 60 an yang cukup terkenal seperti Aceh Kongsi. Kalaupun ada.Penguatan Ekonomi Rakyat Dalam Percaturan Ekonomi Global Kalau ada yang berminat meneliti di B.Aceh. karena suatu ketika Aceh pernah juga terkenal dengan perdagangan barternya. Puspa. kini hampir semuanya sudah tidak ada lagi.M. Mereka dapat melanjutkan pengembangan usaha mereka untuk beberapa generasi. Akibatnya persaingan antar Negara menjadi sangat terbuka. karena pada umumnya ditekan mendekati nol. Mereka pada umumnya mempersiapkan regenasi usahanya dengan baik.

apakah harga barang impor tersebut adalah memang harga pasar.lengkeng. beras. Inilah fenomena yang kita lihat dalam perekonomian kita saat ini. apel. Bayangkan. Namun J. daging sapi ( 25 %). ataukah harga yang sering disebut dengan harga “dumping policy“ (harga untuk mematikan saingan).Penguatan Ekonomi Rakyat Dalam Percaturan Ekonomi Global dalam negeri yang tidak mampu bersaing baik dalam kualitas maupun harga. Demikian pula hal nya dengan bahan pangan. Kita tidak pernah tahu dan mungkin pemerintah juga tidak terlalu peduli. kacang tanah (15 %). tetapi kita memilih mengimpor untuk jagung dan kedele dari pada memproduksikan sendiri di dalam negeri. Para petani tentunya tidak mampu bertahan kalau dalam produksinya dia mengalami kerugian karena harga barang produksinya jatuh lebih rendah dari biaya produksi nya.Stiglitz. sehingga mengakibatkan jatuhnya harga dunia dan Amerika dapat mengekspor keluar negeri dengan harga yang murah. namun Amerika tetap memberi subsidi kepada petaninya secara besar2 an yang kadang2 melebihi dari harga produksi itu sendiri. malah garam pun masih diimpor (50 %) (Mursalim 2008) dengan harga yang memukul petani local. kalaupun tidak hilang sama sekali. Ia mencontohkan bagaimana Amerika melakukan double standard di bidang pertanian. susu (70 %). akan menjadi korban dari kebijakan global. seperti produk produk buah buah an impor mendominasi pasar buah buah an local meskipun kita dapat memproduksi sendiri buah buah an tersebut. Tekanan tekanan seperti inilah yang megakibatkan globalisasi lebih berpihak kepada Negara kaya dari pada Negara miskin. semangka. begitu banyaknya lahan lahan pertanian yang masih dapat digunakan. gandum. akhirnya pasar lokal akan dikuasai dan dibanjiri oleh produk produk impor. Ini berarti kita memberikan pekerjaan dan penghasilan kepada Revitalisasi Peradaban Melayu Dalam Kekinian 4 . Sebutlah antara lain: jeruk. tetapi merugikan petani petani dinegara miskin. pendapatan petani local akan turun dengan drastis . durian dll. Amerika selau menekan agar Negara Negara lain membuka pasarnya untuk barang Amerika serta menghapus subsidsi yang diberikan Negara miskin kepada petaninya. kedele untuk tahu dan tempe (45%). gula (30 %) masih terus diimpor. pemenang Nobel Ekonomi tahun 2001 dari Amerika menyatakan bahwa trade liberalization dalam globalisasi adalah sebagai suatu jalan bagi Negara Negara kaya dan berkuasa untuk mengeksploitasi Negara Negara miskin dan lemah. jagung (10 %).

sehingga bisa menjamin pendapatan para petani kita untuk tetap bisa bertahan di sector pertanian dan memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia akan pangan dan produk produk pertanian lainnya seperti buah buah an dan sayur sayur an. tanpa melanggar hukum warisan. Ini adalah kondisi dilematis yang dihadapi oleh para petani kita. tetapi petani kita tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan pangan maupun kebutuhan pokok lainnnya bagi 200 juta penduduk Indonesia. Revitalisasi Peradaban Melayu Dalam Kekinian 5 .Penguatan Ekonomi Rakyat Dalam Percaturan Ekonomi Global petani petani luar negeri. Sebaliknya. tidak dapatkah kita mempertahankan luas tanah yang ideal untuk keluarga petani. tetapi mungkin digunakan secara bergiliran oleh ahli waris nya. Misalnya tanah warisan tersebut tidak di pecah pecah oleh ahli waris. sehingga tidak memberikan scale of economies bagi usaha pertanian komersial. kadangkala untuk memenuhi kebutuhan keluarga pun tidak cukup. sehingga ia dapat mengusahakan secara komersial dan dapat menjamin kehidupan keluarganya. Pertanyaan kita. Hal seperti ini dilakukan di daerah Sulawesi Selatan. tetapi melalui pembahagian warisan. tanah tanah tersebut akan terfragmentasi menjadi kecil kecil. Mampukah kita melakukan intensifikasi pertanian dengan luas tanah yang ekonomis. dan tidak ekonomis lagi untuk diusahakan oleh keluarga. di Negara Negara maju. Begitu banyaknya tenaga kerja yang berada di sector pertanian.Padahal lebih dari 50% tenaga kerja Indonesia berada dan bekerja di sec\ktor pertanian. tetapi mampu memberikan makan untuk seluruh penduduknya. Hukum adat dan agama yang melandasi kita dalam pembahagian harta warisan. dan lebih dari 80% dari jumlah ini berpendidikan tamat SD dan tidak tamat . Kita hampir tidak melihat usaha usaha pemerintah untuk menggerakkan produksi dalam negeri guna menggantikan produk impor. yang tentunya memiliki luas tanah garapannya yang sangat kecil. maka tanah pertanian yang pada awalnya dimiliki oleh keluarga dan cukup ekonomis untuk diusahakan (seperti luas tanah 2 ha yang dibagikan untuk setiap keluarga transmigran). dan malah mampu mengekspor produk produk pertaniannya ke luar negeri. dan membiarkan petani petani kita menganggur atau memperoleh penghasilan yang membuat mereka jatuh kedalam kelompok miskin. Kondisi ini memerlukan pemikiran kita secara komprehensif untuk mengatasi kemiskinan yang berada di sector pertanian. tidak lebih dari 10% dari tenaga kerja yang bekerja di sektor pertanian.

artinya kita harus mampu memberikan pekerjaan dengan membuka lapangan pekerjaan baru (off farm job) dengan mengembangkan usaha usaha baru terutama bagi daerah daerah yang masih memiliki lahan yang cukup luas. Namun potensi itu belum mampu kita garap. Kebijakan ini akan membelit para nelayan kita dalam lingkaran kemiskinan yang tidak berujung pangkal. kehutanan peternakan. tanpa mampu berbuat banyak untuk mengatasinya. Sudah waktunya kita merubah kebijakan disektor pembangunan perikanan.di EEZ area dengan peralatan yang modern . dan kita hanya mampu mengira ngira besarnya kerugian Negara akibat pencurian ini. merupakan potensi yang cukup besar bagi suatu Negara bahari. Kita tetap membina usaha usaha dilaut dangkal dan disekitar pantai termasuk pembudidayaan ikan air asin dan air tawar. Untuk ini pemeliharaan hutan bakau atau mangrove harus dapat dilestarikan agar pembibitan Revitalisasi Peradaban Melayu Dalam Kekinian 6 . jasa dan industri.Penguatan Ekonomi Rakyat Dalam Percaturan Ekonomi Global kemudian menempatkan sebahagian lain dari petani ke sector agro industry untuk melakukan processing sehingga memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi produk pertanian. Karena lihatlah laut kita yang cukup luas dengan memiliki Economic Exclusive Zone (EEZ) sejauh 200 mil. Tetapi kita perlu mulai membangun armada perikanan secara bertahap bagi nelayan nelayan kita yang mampu bersaing dengan nelayan nelayan Negara tetangga. Jepang . sehingga dieksploitasi ataupun dicuri oleh nelayan nelayan asing dari Thailand. Taiwan. Sektor perikanan dan kelautan pun sebenarnya memberikan cukup banyak peluang untuk dikembangkan dengan memberikan peluang pekerjaan yang cukup besar. kemiskinan yang akan diwariskan kepada anak anak keturunannya. Armada yang mampu menangkap ikan dilaut dalam . tidak lagi hanya membantu nelayan untuk tetap menjadi nelayan kecil yang memiliki perahu yang tidak ekonomis untuk beroperasi. yang akan mampu meningkatkan penghasilan para nelayan. Ini dapat dilakukan dengan memberikan penyuluhan dan bimbingan serta pengawasan yang di ikuti dengan pemberian modal kerja serta menyediakan dan membangun infrastruktur yang diperlukan untuk mendukung dan memfasilitasi usaha usaha tersebut. Nelayan kita tetap berada dalam kemiskinan. dan sebahag lain lagi dari petani ditempatkan ke sector sector diluar pertanian seperti perdagangan. perkebunan. Korea dll secara besar besar an didepan mata kita. karena biaya operasinya hampir tidak bisa ditutupi dengan penghasilan yang diperoleh dari hasil tangkapannya.

Kita memerlukan pemikiran baru untuk merubah tata cara pertanian. dan perikanan dalam berproduksi dengan orientasi untuk meningkatkan pendapatan para petani melalui peningkatan produksi dengan cara cara yang lebih baru dan modern. b. Kalau kebijakan ini dapat dilakukan. Kalau tidak maka kita tidak akan pernah mampu untuk merubah nasib mereka agar keluar dari kemiskinan. menunjukkan bahwa peternakan sapi dapat juga dilakukan secara ruminansari didalam kebun sawit yang saling menguntungkan baik bagi produksi sawit maupun produksi ternak. dan mencegah abrasi pantai guna menjaga produksi dan pendapatan para nelayan. peternakan.000 orang. Aliran Jasa. maka TKI yang bekerja diluar negeri juga merupakan tenaga kerja kasar dengan upah yang rendah Maka tidak aneh. Maka kita melihat banyak tenaga kerja Indonesia yang bekerja diluar negeri. namun Neraca Pembayaran (BOP) Indonesia mengalami deficit sampai US $ 2. sebelum reformasi. Percobaan di perkebunan sawit di Bengkulu. kita akan dapat meningkatkan pendapatan peternak secara significant. Potensi ini perlu dikembangkan lagi baik dalam bentuk peternakan besar mapun peternakan rakyat yang dilakukan secara modern dan intensif yang diiringi dengan bimbingan dan penyuluhan serta modal kerja Kebijakan ini akan dapat mengurangi ketergantungan Indonesia dari impor daging yang makin lama semakin besar jumlahnya (import substitution). maka dalam waktu yang relative singkat.5 Revitalisasi Peradaban Melayu Dalam Kekinian 7 . Pada masa lalu Aceh adalah daerah yang terkenal sebagai pengekspor sapi. Globalisasi juga mengakibatkan bebasnya aliran jasa seperti tenaga kerja yang bergerak antar Negara yang mengakibatkan mobilitas tenaga kerja menjadi sangat tinggi. TKI yang bekerja diluar negeri berjumlah jutaan. dan sebaliknya banyak juga tenaga kerja asing yang bekerja di Indonesia. Tenaga kerja bebas untuk mencari dan mendapatkan pekerjaan dinegara manapun yang diinginkannya. sedangkan tenaga kerja asing yang bekerja di Indonesia hany 175.Dalam setiap ha kebun sawit dapat diternakkan 4 ekor sapi.Penguatan Ekonomi Rakyat Dalam Percaturan Ekonomi Global ikan dapat terjaga. Namun seperti kita ketahui. karena pada umumnya kualitas tenaga kerja kita relative rendah. Peternakan di Aceh juga cukup potensial untuk dikembangkan. baik keluar daerah maupun keluar negeri.

Ini kalau kita menggunakan standar yang ditentukan oleh Bank Dunia lebih dari 20 tahun yang lalu yaitu pendapatan per kapita per hari sebesar US $ 1.Aksessibilitas dan karakteristik Daerah. Kondisi ini sangat memprihatinkan dan juga rawan. Bengkulu dan Jawa Timur masing masing mempunyai 8 Kabupaten tertinggal. 5. Sulawesi Tenggara.Kemampuan Keuangan local/celah fiscal.Penguatan Ekonomi Rakyat Dalam Percaturan Ekonomi Global milyar. Indonesia kini memiliki hampir 39 juta penduduk miskin dari 220 juta penduduknya. Kalimantan Barat. daerah perbatasan Barat dan Timur NKRI mempunyai daerah tertinggal yang terbanyak. suatu jumlah yang cukup besar. termasuk Aceh Utara.. Tetapi apabila kita menggunakan standar Bank Dunia yang baru yang menetapkan batas kemiskinan adalah pendapatan per kapita per hari sebesar US $ 2 . atau memberikan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan tenaga kerja diluar negeri.000. 4.Apabila kita melihat dari sisi daerah Kabupaten. sedangkan pekerjaan yang memerlukan ketrampilan tinggi didalam negeri akan diisi oleh TKA. maka penduduk Indonesia yang masuk dalam katagori miskin melonjak menjadi sekitar 80 juta orang. artinya orang berada pada batas garis kemiskinan apabila pendapatan per kepala per hari sebesar Rp 18. karena Aceh dan Papua. maka daerah tertinggal di Indonesia mencapai 199 Kabupaten dari total Kabupaten dan Kota yang ada di Indonesia. Nusa Tenggara Timur 15 Kabupaten. Kualitas Sumber Daya Manusia. Kemiskinan Berbicra tentang kemiskinan . hampir semua daerah Kabupatennya adalah tertinggal. ( Diukur berdasarkan kondisi : 1. 2. Berdasarkan lokasi kabupaten yang berada di daerah Papua menduduki ranking pertama dengan 19 Kabupaten tertinggal. 3. maka hal yang sama akan kita alami lagi. Sulawesi Tengah. hanya tinggal kotanya Revitalisasi Peradaban Melayu Dalam Kekinian 8 . dan semakin banyak TKI yang tanpa ketrampilan akan bekerja keluar negeri. Sulawesi Selatan dengan 13 Kabupaten.000. mengalami deficit BOP yang semakin besar.Infrastruktur. disusul Nanggro Aceh Darussalam dengan 16 Kabupaten.sedangkan sebelumnya batas kemiskinan adalah apabila pendapatan per kepala nya Rp 9.Perekonomian Masyarakat. Maka tanpa perbaikan kualitas SDM yang kita miliki serta memberi pelatihan yang memadai bagi TKI yang akan bekerja diluar negeri. 6. bagi Aceh. Sumatera Barat masing masing mempunyai 9 Kabuipaten tertinggal. c.

melalui pendidikan entrepreneurship.Penguatan Ekonomi Rakyat Dalam Percaturan Ekonomi Global saja yang tidak termasuk. apalagi bagi masyarakat yang miskin. dan ada pula kemiskinan cultural. Ini bisa disebabkan oleh adanya disparitas income dan disparitas spatial. itu belum tentu akan dirasakan oleh daerah. (Sugiono Soetomo. penulis selalu mengingatkan agar bantuan bantuan yang diberikan tidak terjebak hanya kepada bantuan fisik. sehingga mereka tetap tidak tersentuh dan terlibat dalam proses pembangunan ekonomi. yaitu kemiskinan yang disebabkan oleh keadaan dan kondisi ekonomi yang membuat masyarakat miskin. FRI). Mungkin kebijakan seperti model IDT pada tahun 1993 yang langsung menyentuh masyarakat miskin perlu dipikirkan kembali. tetapi tidak kalah pentingnya adalah merehabilitasi dan merekonstruksi Revitalisasi Peradaban Melayu Dalam Kekinian 9 .5 % sebelum terjadinya tsunami +13% akibat tsunami) meskipun Aceh memperoleh penerimaan (revenues) per kapita nomor tiga teringgi di Indonesia setelah Papua dan Kaltim. sehingga meskipun secara nasional PDB tumbuh sesuai dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang tinggi. (Laporan Bank Dunia 2006) Ternyata kedua daerah ini meskipun cukup kaya dengan sumber daya alam. Bukan hanya daerah Kabupatennya saja yang tertinggal. Bengkulu juga semua kabupatennya tertinggal. tingkat kemiskinan penduduk Aceh juga termasuk empat daerah yang termiskin di Indonesia (28. mereka tetap tidak akan terlibat didalam roda aktifitas ekonomi. Maka sebaiknya dalam bantuan bantuan rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh. karena tanpa fasilitas khusus pemerintah. Tanpa fasilitas dan dukungan serta perlindungan pemerintah untuk memberdayakan mereka. ada kemiskinan structural. kecuali hanya Kotamadyanya yang tidak. penyuluhan dan komunikasi yang baik akan membantu mengtasinya. yaitu karena sifat dan budaya serta adat istiadat yang berpengaruh terhadap perilaku yang menyebabkan mereka miskin. sehingga masyarakat melayu tidak perlu kalah bersaing dengan kelompok ekonomi lain. tetapi belum tercermin dalam kesejahteraan rakyatnya. Kemiskinan dapat dilihat dari dua katagori. mereka tetap tidak akan bankable. Kemiskinan cultural lebih memerlukan waktu untuk mengatasinya. Kemiskinan structural harus diselesaikan dengan kebijaksanaan ekonomi pemerintah yang memfasilitasi masyarakat miskin untuk dapat menyelesaikan masalah yang dihadapinya. Masyarakat yang mempunyai usaha mikro dan informal misalnya tidak akan pernah disentuh oleh sistim perbankan.

Revitalisasi Peradaban Melayu Dalam Kekinian 10 . perlindungan dan fasilitas yang disediakan pemerintah. Pemerintah harus mampu mendorong dan melakukan investasi yang bisa mendongkrak ekonomi rakyat dan membuka lapangan kerja baru atau mendorong investasi yang padat modal. apalagi sampai menyimpannya dalam bentuk SBI karena tidak bisa memanfaatkannya dengan baik. Usaha untuk meningkatkan perekonomian rakyat yang sebahagian besar terdiri dari petani. maka akan sukar untuk menarik mereka dari lapisan ekonomi bawah. pengusaha kecil. setiap pembangunan toko atau mall akan melempar pedagang kios menjadi pedagang kaki lima. Kesimpulan Uraian diatas memperlihatkan betapa kompleks nya usaha untuk memperkuat ekonomi rakyat Melayu yang relative lebih terbelakang dan pada umumnya juga miskin. dan nelayan untuk merubah keadaan yang tidak menguntungkan yang mereka hadapi sekarang agar menjadi petani dan nelayan yang mandiri. agar merka dapat memiliki asset yang dapat merubah nasib mereka dan menjadi petani mandiri (semacam transmigrasi local). jangan hanya menggunakannya untuk kepentingan rutin birokrasi pemerintahan itu sendiri (laporan Bank Dunia) yang tidak banyak berdampak terhadap ekonomi masyarakat. tanpa dukungan melalui kebijakan pemerintah yang ditujukan untuk mereka. fasilitasi dengan kredit produksi dan kredit operasi yang diiringi dengan biimbingan dan penyuluhan. Bagikan tanah tanah kosong yang masih bisa dimanfaatkan untuk petani sebesar 4 ha/kk agar menjadi dan membuka kebun rakyat maupun hutan rakyat. maka pemerintah juga perlu punya program untuk memfasilitasi pedagang kaki lima agar bisa punya kios. bimbingan dan penyuluhan sangat diperlukan oleh para petani. Pemerintah mempunyai program untuk penyediaan perumahan rakyat yang disubsidi. buruh . d. agar mereka pulih kembali dalam kehidupan ekonominya. jangan seperti sekarang ini. termasuk menggunakan APBN dan APBD yang dapat melakukan injeksi/ekspansi terhadap ekonomi rakyat. keatas.Penguatan Ekonomi Rakyat Dalam Percaturan Ekonomi Global kembali ekonomi rakyat. nelayan.mikro dan informal tentunya memerlukan dukungan. tidak berubah menjadi pengemis atau hanya menanti uluran bantuan dan kasihan orang lain. dan pedagang kios bisa memiliki toko. Fasilitas kredit dan permodalan. Melalui kebijakan seperti ini kita akan membangun dan mengembangkan pedagang pedagang baru yang akan menjadi pedagang tangguh yang mandiri.

Hamangkubuwono. 24 s/d 27 Agustus 2004 . 2006 Revitalisasi Peradaban Melayu Dalam Kekinian 11 . Ini yang memenjadi kan mereka unggul dan mengangkat mertabat bangsa. berhemat. Budaya Aceh misalnya yang tidak dapat dipisahkan dengan ajaran Islam. tapajoh beulaku atra. (Editor): Darni M. Pertanyaan kini adalah : apakah budaya yang kita miliki tidak mampu mendorong kita untuk tumbuh maju. disiplin. T. Dinamika Sejarah. Contohnya “Tajak ube lot tapak. dalam Budaya Aceh. Jakarta. Pekan Kebudayaan Aceh IV di Banda Aceh. taduk ube lot punggong. tangui beulaku tuboh. Aceh Public Spending Analysis ( Spending for Reconstruction and Poverty Reduction). ( S. tidak menjadi penghalang dalam mencapai kemajuan. Laporan Bank Dunia .Fadrial dan Agussabti. menabung dan mengutamakan pendidikan. malah telah melakukan lompatan lompatan yang belum sanggup kita tiru dan ikuti hingga saat ini.Penguatan Ekonomi Rakyat Dalam Percaturan Ekonomi Global Membangun suatu masyarakat atau bangsa. Yogyakarta pada 4 – 5 Agustus 2008. (UNPAD) “ Penanganan Daerah Tertinggal Melalui Paradigma Pembangunan Berkelanjutan dalam Pembangunan Daerah. Forum Rektor Indonesia di UII.Daud. 2008). “ Makalah yang disampaikan dalam Konvensi Kampus V dan Temu Tahunan XI. Syiah Kuala University Press 2005. tidak dapat dilepaskan dari akar budaya nya. Zulkifli Husin . “ Aceh dan Budayanya dalam Menghadapi Globalisasi Ekonomi “Makalah yang disampaikan pada seminar . Seperti yang disampaikan Samuel Huntington dalam Culture Matters (2000) tentang bangsa Korea Selatan yang luluh lantak usai Perang Dunia II. seperti yang telah ditunjukkan oleh kejayaan Kerajaan Aceh masa lalu. ta boh bajo beulaku tameh” Jakarta. dan Globalisasi . Budaya yang bertumbuh disana ialah kerja keras. 17 Agustus 2008 References : Sugiono Soetomo. atau malah menjadi penghalang untuk kemajuan? Ataukah kita yang tidak mampu mengimplementasikan buidaya kita dalam kehidupan kita sehari hari.

Forum Rektor Indonesia di UII. “ Membangun Sinergi antar Perguruan Tinggi dalam Meningkatkan Daya Saing dan Mengangkat Martabat Bangsa “ Pidato Kebudayaan. Makalah yang disampaikan dalam Konvensi Kampus V dan Temu Tahunan XI. Sri Sultan Hamengku Bowono X.Penguatan Ekonomi Rakyat Dalam Percaturan Ekonomi Global Mursalim (UNHAS). Forum Rekor Indonesia.” Pokok Pokok Pikiran dalam Revitalisasi Pertanian dan Ketahanan Pangan “ . 4 Agustus 2008 Revitalisasi Peradaban Melayu Dalam Kekinian 12 . Yogyakarta pada 4-5 Agustus 2008. Yogyakarta.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful