TUGAS KIMIA ORGANIK

TEKNIK ISOLASI SENYAWA ORGANIK

NAMA : FAKHRI AL JENAR BP : 1120021

KELAS : KIMIA ANALISIS 1A DOSEN :Dr. Taufik Eka Prasada M,Si

AKADEMI TEKNOLOGI INDUSTRI PADANG TAHUN AJARAN 2011/20

Pemilihan jenis proses pemisahan yang digunakan bergantung pada kondisi yang dihadapi. dan sebagainya. Untuk beberapa keperluan seperti sintesis senyawa kimia yang memerlukan bahan baku senyawa kimia dalam keadaan murni atau proses produksi suatu senyawa kimia dengan kemurnian tinggi. proses pemisahan perlu dilakukan. Suatu contoh pentingnya proses pemisahan adalah pada proses pengolahan minyak bumi. Pemanfaatan hidrokarbon-hidrokarbon penyusun minyak bumi akan lebih berharga bila memiliki kemurnian yang tinggi. . Proses pemisahan sangat penting dalam bidang teknik kimia. pelumas.Proses Pemisahan Senyawa Organik Sebagian besar senyawa kimia ditemukan di alam dalam keadaan yang tidak murni. cair-gas. peka terhadap panas. suatu senyawa kimia berada dalam keadaan tercampur dengan senyawa lain.karena komponennya saling bercampur secara sangat erat. Suatu campuran dapat berupa campuran homogen (satu fase) atau campuran heterogen (lebih dari satu fase). dan aspal. Ekstraksi Ekstraksi adalah pemisahan suatu zat dari campurannya dengan pembagian sebuah zat terlarut antara dua pelarut yang tidak dapat tercampur untuk mengambil zat terlarut tersebut dari satu pelarut ke pelarut yang lain. campuran padat-cair-gas. Untuk campuran yang tidak dapat dipisahkan melalui proses pemisahan mekanis (seperti pemisahan minyak bumi). Metode pemisahan yang dipilih bergantung pada fase komponen penyusun campuran. Proses pemisahan minyak bumi menjadi komponen-komponennya akan menghasilkan produk LPG. Seringkali campuran bahan padat dan cair (misalnyabahan alami)tidak dapat atau sukar sekali dipisahkan dengan metode pemisahan mekanis atau termis yang telah dibicarakan. atau tersedia dalam konsentrasi yang terlalu rendah. Pemisahan secara mekanis dilakukan kapanpun memungkinkan karena biaya operasinya lebih murah dari pemisahan secara kimiawi. padat-cair. Biasanya. solar. proses pemisahan kimiawi harus dilakukan. Suatu campuran heterogen dapat mengandung dua atau lebih fase: padat-padat.beda sifat-sifat fisiknya terlalu kecil. cair-cair. Minyak bumi merupakan campuran berbagai hidrokarbon. Proses pemisahan sendiri dapat diklasifikasikan menjadi proses pemisahan secara mekanis atau kimiawi. Proses pemisahan suatu campuran dapat dilakukan dengan berbagai metode. avtur. proses pemisahan dapat diterangkan sebagai proses perpindahan massa. gas-gas. Misalnya saja. Secara mendasar. padat-gas.

Dalam praktek. Penyiapan bahan yang akan diekstrak dan plarut Selektivitas Pelarat hanya boleh melarutkan ekstrak yang diinginkan. sering juga bahan lain (misalnya lemak. Dalam hal itu larutan ekstrak tercemar yang diperoleh harus dibersihkan.Dalam hal semacam. Kemampuan tidak saling bercampur Pada ekstraksi cair-cair. biji kopi atau biji coklat dan yang dapat dilihat sehari-hari ialah pelarutan komponen-komponen kopi dengan menggunakan air panas dari biji kopi yang telah dibakar atau digiling. Sebagai contoh pembuatan ester (essence) untuk bau-bauan dalam pembuatan sirup atau minyak wangi. pelarut tidak boleh (atau hanya secara terbatas) larut dalam bahan ekstraksi. Kerapatan Terutama pada ekstraksi cair-cair. Hal ini dimaksudkan agar kedua fasa dapat dengan mudah . bukan komponen-komponen lain dari bahan ekstraksi. yaitu misalnya diekstraksi lagi dengan menggunakan pelarut kedua. seringkali ekstraksi adalah satu-satunya proses yang dapat digunakan atau yang mungkin paling ekonomis. Kelarutan Pelarut sedapat mungkin memiliki kemampuan melarutkan ekstrak yang besar (kebutuhan pelarut lebih sedikit).terutama pada ekstraksi bahan-bahan alami. sedapat mungkin terdapat perbedaan kerapatan yang besar antara pelarut dan bahan ekstraksi. itu. resin) ikut dibebaskan bersama-sama dengan ekstrak yang diinginkan. pengambilan kafein dari daun teh.

yaitu pada suhu 40-50oC. seringkali pemisahan harus dilakukan dengan menggunakan gaya sentrifugal (misalnya dalam ekstraktor sentrifugal). Metode maserasi digunakan untuk menyari simplisia yang mengandung komponen kimia yang mudah larut dalam cairan penyari. Titik didih Karena ekstrak dan pelarut biasanya harus dipisahkan dengan cara penguapan. dan bahan sejenis yang mudah mengembang. Sebaliknya. dalam hal-hal tertentu diperlukan adanya reaksi kimia (misalnya pembentukan garam) untuk mendapatkan selektivitas yang tinggi. akan menguntungkan jika pada proses ekstraksi titik didih pelarut tidak terlalu tinggi (seperti juga halnya dengan panas penguapan yang rendah). Jenis ekstraksi dingin adalah : Maserasi merupakan proses ekstraksi menggunakan pelarut diam atau dengan beberapa kali pengocokan pada suhu ruangan. destilasi atau rektifikasi. Umumnya perendaman dilakukan 24 jam dan selanjutnya pelarut diganti dengan pelarut baru. Maserasi dapat dimodifikasi menjadi beberapa metode yaitu : 1. dapat ditambahkan bahan pengawet yang diberikan pada awal penyarian. stirak. etanol. Maserasi digunakan untuk penyarian simplisia yang mengandung zat aktif yang mudah larut dalam cairan penyari. . Reaktivitas Pada umumnya pelarut tidak boleh menyebabkan perubahan secara kimia pada komponenkornponen bahan ekstarksi. Ada juga maserasi kinetik yang merupakan metode maserasi dengan pengadukan secara sinambung tapi yang ini agak jarang dipakai. tujuannya untuk menghindari rusaknya senyawa yang dimaksud rusak karena pemanasanan. dan keduanya tidak membentuk ascotrop.dipisahkan kembali setelah pencampuran (pemisahan dengan gaya berat). Cara maserasi ini hanya dapat dilakukan untuk simplisia yang zat aktifnya tahan terhadap pemanasan. Sedangkan digunakan dapat berupa air. Dalam hal ini bahan yang akan dipisahkan mutlak harus berada dalam bentuk larutan. tidak mengandung benzoin.Ditinjau dari segi ekonomi. Keuntungan cara penyarian dengan maserasi adalah cara pengerjaan yang digunakan sederhana dan mudah diusahakan. maka titik didit kedua bahan itu tidak boleh terlalu dekat. Bila beda kerapatannya kecil. air-etanol. Seringkali Ekstraksi juga disertai dengan reaksi kimia. Cairan penyari yang Bila cairan penyari digunakan air maka untuk mencegah timbulnya kapang. tidak mengandung benzoin. Macam Metoda Ekstraksi : Ekstraksi Cara Dingin Metoda ini artinya tidak ada proses pemanasan selama proses ekstraksi berlangsung. kerugiannya adalah pengerjaannya lama dan penyariannya kurang sempurna. stirak dan lilin. Digesti Digesti adalah cara maserasi dengan menggunakan pemanasan lemah. atau pelarut lain. Pada dasarnya metoda ini dengan cara merendam sample dengan sekali-sekali dilakukan pengocokan.

Proses umumnya dilakukan selama satu jam. selama waktu tertentu dan sejumlah pelarut tertentu dengan adanya pendingin balik (kondensor). 3. ampas dimaserasi lagi dengan cairan penyari yang kedua. umumnya dilakukan menggunakan alat khusus sehingga terjadi ekstraksi konstan dengan adanya pendingin balik (kondensor). maserasi antara. panaskan. Maserasi melingkar Maserasi dapat diperbaiki dengan mengusahakan agar cairan penyari selalu bergerak dan menyebar. Prosesnya terdiri dari tahap pengembangan bahan. selanjutnya pelarut (baru) dilalukan (ditetes-teteskan) secara terus menerus sampai warna pelarut tidak lagi berwarna atau tetap bening yang artinya sudah tidak ada lagi senyawa yang terlarut. Dengan adanya panas secara otomatis akan mempercepat proses penyarian dibandingkan cara dingin. yang dipanaskan hanyalah pelarutnya. Perkolasi merupakan ekstraksi dengan menggunakan pelarut yang selalu baru sampai sempurna (exhaustive extraction) yang umumnya dilakukan pada suhu ruangan. Infusa merupakan proses ekstraksi dengan merebus sample (khusunya simplisia) pada suhu 900C  Prinsip Penampakan Noda . secara umum dilakukan pada suhu 40ºC – 50ºC. Disini sampel disimpan dalam alat Soxhlet dan tidak dicampur langsung dengan pelarut dalam wadah yang di panaskan. mengekstraksi lagi dan begitu terus. Pelarut akan mengekstraksi dengan panas. Maserasi dengan mesin pengaduk Penggunaan mesin pengaduk berputar terus-menerus waktu proses maserasi dapat dipersingkat 6-24 jam. Umumnya dilakukan tiga sampai lima kali pengulangan proses pada residu pertama. Dengan cara ini penyari selalu mengalir kembali secara berkesinambungan melalui serbuk simplisia dan melarutkan zat aktifnya. sesudah dienap-tuangkan dan diperas. Metodanya adalah: Refluks merupakan ekstraksi dengan pelarut yang dilakukan pada titik didih pelarut tersebut. ini bahasa buku agak rumit ya…? Prosedurnya begini: sampel di rendam dengan pelarut. pelarut terdinginkan dalam kondensor dan pelarut dingin inilah yang selanjutnya mengekstraksi sampel. Remaserasi Cairan penyari dibagi 2 seluruh serbuk simplisia dimaserasi dengan cairan penyari pertama. Ekstraksi dengan alat Soxhlet merupakan ekstraksi dengan pelarut yang selalu baru. pasangkan kondensor. Prosedurnya: masukkan sampel dalam wadah. turun lagi ke wadah. perkolasi sebenarnya (penetesan/penampungan ekstrak) secara terus menerus sampai diperoleh ekstrak yang jumlahnya satu sampai lima kali volume bahan. terus akan menguap sebagai senyawa murni dan kemudian terdinginkan dalam kondensor. Digesti merupakan maserasi kinetik (dengan pengadukan kontinyu) yang dilakukan pada suhu lebih tinggi dari suhu ruangan.2. Ekstraksi Cara Panas Metoda ini pastinya melibatkan panas dalam prosesnya. ini bahasa buku lagi. 4. sehingga termasuk proses ekstraksi sempurna.

. Penampakan noda pada lampu UV 366 nm adalah karena adanya daya interaksi antara sinar UV dengan gugus kromofor yang terikat oleh auksokrom yang ada pada noda tersebut. lempeng akan berflouresensi sedangkan sampel akan tampak berwarna gelap. Pada UV 254 nm Pada UV 254 nm. Fluoresensi cahaya yang tampak merupakan emisi cahaya yang dipancarkan oleh komponen tersebut ketika elektron yang tereksitasi dari tingkat energi dasar ke tingkat energi yang lebih tinggi kemudian kembali ke keadaan semula sambil melepaskan energi. c. Pada UV 366 nm Pada UV 366 nm noda akan berflouresensi dan lempeng akan berwarna gelap. Fluoresensi cahaya yang tampak merupakan emisi cahaya yang dipancarkan oleh komponen tersebut ketika elektron yang tereksitasi dari tingkat energi dasar ke tingkat energi yang lebih tinggi kemudian kembali ke keadaan semula sambil melepaskan energi.Penampakan noda pada lampu UV 254 nm adalah karena adanya daya interaksi antara sinar UV dengan indikator fluoresensi yang terdapat pada lempeng. Sehingga noda yang tampak pada lampu UV 366 terlihat terang karena silika gel yang digunakan tidak berfluororesensi pada sinar UV 366 nm. Pereaksi Semprot H2SO4 10% Prinsip penampakan noda pereaksi semprot H2SO4 10% adalah berdasarkan kemampuan asam sulfat yang bersifat reduktor dalam merusak gugus kromofor dari zat aktif simplisia sehingga panjang gelombangnya akan bergeser ke arah yang lebih panjang (UV menjadi VIS) sehingga noda menjadi tampak oleh mata.a. b.

penambahan senyawa lain dan reaksi kimia. Pola pertumbuhan menyerupai cincin bawang. karena dapat menghasilkan kemurnian produk hingga 100%. Air laut yang ada dalam tambak terkena sinar matahari dan mengalami proses penguapan. Pabrik gula juga melakukan proses kristalisasi. massa ini menciptakan lapisan semakin tipis karena luas permukaan meningkat dari kristal tumbuh. semakin lama jumlah berkurang. pendinginan. di mana setiap warna menunjukkan massa yang sama zat terlarut. Proses pengurangan pelarut dapat dilakukan dengan empat cara yaitu. Air laut dialirkan kedalam tambak dan selanjutnya ditutup. seperti tegangan . membentuk bertindak sebagai titik konvergensi (jika tidak stabil karena jenuh) untuk molekul dari zat terlarut menyentuh . Biasanya petani garam mengirim hasilnya ke pabrik untuk pengolahan lebih lanjut. seperti pada proses pembuatan garam. Kristal dapat terbentuk karena suatu larutan dalam keadaan atau kondisi lewat jenuh (supersaturated). dan uap tersebut dikeluarkan dengan melalui pompa. Massa zat terlarut jenuh inti asli mungkin menangkap dalam satuan waktu disebut laju pertumbuhan dinyatakan dalam kg / (m 2* h). tebu digiling dan dihasilkan nira. sehingga nira kehilangan air berubah menjadi Kristal gula. inti. Ketiga teknik yang lain pendinginan. Proses ini adalah salah satu teknik pemisahan padat-cair yang sangat penting dalam industri. dan merupakan spesifik konstan pada proses. Pemisahan denga pembentukan kristal melalui proses penguapan merupakan cara yang sederhana dan mudah kita jumpai. Dalam alat ini dilakukan pemanasan sehingga kandungan air di dalam nira menguap. seperti yang ditunjukkan pada gambar. penambahan senyawa lain dan reaksi kimia pada prinsipnya adalah sama yaitu mengurangi kadar pelarut didalam campuran homogeen.Kristalisasi Pemisahan dengan teknik kristalisasi didasari atas pelepasan pelarut dari zat terlarutnya dalam sebuah campuran homogeen atau larutan.atau berdekatan dengan . penguapan. Tingkat pertumbuhan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor fisik. nira tersebut selanjutnya dimasukkan kedalam alat vacuum evaporator. sehingga kondisi lewat jenuh dapat dicapai. dan mongering bersamaan dengan itu pula kristal garam terbentuk.kristal sehingga meningkatkan dimensi sendiri di lapisan berturut-turut. sehingga terbentuk kristal dari zat terlarutnya. atau jumlah zat terlarut sudah melebihi kapasitas pelarut. Crystal Pertumbuhan Setelah kristal kecil pertama. Sehingga kita dapat memaksa agar kristal dapat terbentuk dengan cara mengurangi jumlah pelarutnya. Kondisi tersebut terjadinya karena pelarut sudah tidak mampu melarutkan zat terlarutnya.

Juga. sebagai indeks kemampuan zat terlarut untuk memperbaiki ke kristal. . lebih rendah di aliran turbulen . Crystal Distribusi Ukuran Kisaran penampilan dan ukuran produk kristal sangat penting dalam kristalisasi. dan kerugian yang lebih kecil dari hasil ketika kristal dicuci untuk menghilangkan larutan induk. penyaringan. sebagai indeks dari kuantitas zat terlarut yang tersedia untuk pertumbuhan kristal. tekanan . Nilai pertama adalah konsekuensi dari karakteristik fisik dari solusi. Pentingnya terletak pada kenyataan bahwa kristal besar lebih mudah untuk menyaring dari solusi dari kristal kecil. Nilai-nilai utama untuk mengontrol karena itu:   kristal relative kecepatan dalam Jenuh nilai. tetapi sebaliknya berlaku untuk kemungkinan kontak). dan sebagainya. temperatur. kristal besar dengan ukuran seragam yang penting untuk mencuci. Jika pengolahan lebih lanjut dari kristal yang diinginkan.  Waktu retensi. sekali lagi sebagai indeks kemungkinan sebuah molekul zat terlarut untuk datang ke dalam kontak dengan kristal yang ada (lebih tinggi pada aliran laminar . Ini kemurnian yang lebih tinggi adalah karena retensi kurang dari larutan induk yang mengandung kotoran. larutan.permukaan larutan. yang mengarah ke kemurnian yang lebih tinggi.  Pola aliran. sementara yang lain menentukan perbedaan antara kristalisator baik dan dirancang buruk. bilangan Reynolds . transportasi. kristal yang lebih besar memiliki luas permukaan yang lebih kecil terhadap volume. Kristal permukaan total dalam satuan massa fluida. sebagai indeks kemungkinan sebuah molekul zat terlarut untuk datang ke dalam kontak dengan kristal yang ada. Distribusi ukuran kristal teoritis dapat diperkirakan sebagai fungsi dari kondisi operasi dengan proses matematika yang cukup rumit yang disebut keseimbangan populasi teori (menggunakan persamaan keseimbangan populasi). dan penyimpanan.

7. Gambar15.7).7). sehingga uap yang dihasilkan akan kembali cair. Pada skala industri. Dalam proses destilasi terdapat dua tahap proses yaitu tahap penguapan dan dilanjutkan dengan tahap pengembangan kembali uap menjadi cair atau padatan. Proses ini berjalan terus menerus dan akhirnya kita dapat memisahkan seluruh senyawa-senyawa yang ada dalam campuran homogen tersebut. proses destilasi alcohol merupakan destilasi yang sederhana. sehingga zat yang memiliki titik didih lebih rendah akan menguap. dan mempergunakan alat seperti pada Gambar 15. Uap tersebut bergerak menuju kondenser yaitu pendingin (perhatikan Gambar 15.Destilasi Destilasi merupakan teknik pemisahan yang didasari atas perbedaan perbedaan titik didik atau titik cair dari masing-masing zat penyusun dari campuran homogen. Uap tersebut akan melalui pendingin dan akan kembali cair. . alcohol dihasilkan melalui proses fermentasi dari sisa nira (tebu) myang tidak dapat diproses menjadi gula pasir. sehingga yang akan menguap terlebih dahulu adalah alcohol. Hasil fermentasi adalah alcohol dan tentunya masih bercampur secara homogen dengan air.7. Alat destilasi sederhana Contoh dibawah ini merupakan teknik pemisahan dengan cara destilasi yang dipergunakan oleh industri. Proses destilasi diawali dengan pemanasan. Atas dasar perbedaan titik didih air (100 oC) dan titik didih alcohol (70oC). Dengan menjaga destilasi maka hanya komponen alcohol saja yang akan menguap. Atas dasar ini maka perangkat peralatan destilasi menggunakan alat pemanas dan alat pendingin (Gambar 15. proses pendinginan terjadi karena kita mengalirkan air kedalam dinding (bagian luar condenser).

dimana terjadi pemisahan-fraksi-fraksi dari bahan bakar lihat Gambar 15.Gambar 15. sementara rasio dalam uap akan diperkaya di kompleks lebih mudah menguap. Batch distilasi Sebuah batch yang masih menunjukkan pemisahan dari A dan B. Atas dasar perbedaan titik didihnya.7 Destilasi yang dilakukan secara bertahap dari minyak bumi Proses pemisahan yang lebih komplek terjadi pada minyak bumi. proses pemisahan minyak bumi. maka dapat dipisahkan kelompok-kelompok produk dari minyak bumi. berdasarkan perbedaan titik didih dan system pendingin maka kita dapat pisahkan beberapa kelompok minyak bumi.7. Proses ini dikenal dengan destilasi fraksi. A (karena Hukum . Proses pemanasan dilakukan pada suhu cukp tinggi. Rasio antara A dan B dalam uap akan berbeda dari rasio dalam cairan: rasio dalam cairan akan ditentukan oleh bagaimana campuran asli disiapkan. Pemanasan campuran ideal dua zat yang mudah menguap A dan B (dengan A memiliki volatilitas lebih tinggi. atau titik didih rendah) dalam setup distilasi batch (seperti pada suatu peralatan yang digambarkan pada gambar pembukaan) sampai campuran adalah hasil mendidih dalam uap di atas cairan yang berisi campuran A dan B. Dalam minyak bumi banyak terdapat campuran (lihat Bab 10).

yang cairan mendidih diperkaya dalam komponen B. Distilasi Kontinyu Distilasi kontinyu adalah destilasi yang sedang berlangsung di mana campuran cairan secara terus menerus (tanpa henti) dimasukkan ke dalam proses dan dipisahkan fraksi dihapus terus menerus aliran keluaran dengan berjalannya waktu selama operasi. Hal ini menghasilkan rasio pelan-pelan berubah A: B dalam distilat. Untuk setiap bahan sumber dari komposisi tertentu. yang merupakan residu paling mudah menguap yang belum ditangkap secara terpisah sebagai uap terkondensasi. Tahap kesetimbangan adalah langkah ideal di mana komposisi mencapai kesetimbangan uap-cair. Hal ini menyebabkan titik didih campuran meningkat. yang pada gilirannya mengakibatkan kenaikan suhu dalam uap. variabel utama yang mempengaruhi kemurnian produk dalam distilasi kontinyu adalah rasio refluks dan jumlah tahap kesetimbangan teoritis (praktis. yang telah direbus dan telah ditangkap secara terpisah sebagai uap terkondensasi menjadi cairan. Ini berarti bahwa rasio senyawa dalam cairan yang tersisa sekarang berbeda dengan rasio awal (yaitu lebih diperkaya dalam B dari cairan awal). Sebuah kolom dengan rasio refluks tinggi mungkin memiliki tahap yang lebih sedikit. Selalu ada sebagian kecil bagian bawah (atau residu). Perbaikan Umum Kedua distilasi batch dan kontinyu dapat ditingkatkan dengan memanfaatkan sebuah kolom fraksionasi di atas labu destilasi. Jika perbedaan tekanan uap antara dua komponen A dan B adalah besar (umumnya dinyatakan sebagai perbedaan titik didih). kolom dengan rasio refluks rendah harus memiliki sejumlah besar tahap. Kolom meningkatkan pemisahan dengan menyediakan luas . lihat di atas). Reflux adalah aliran dari kondensor kembali ke kolom. Distilasi kontinyu berbeda dari distilasi batch dalam hal bahwa konsentrasi tidak berubah sepanjang waktu. menjadi lebih kaya dalam komponen B. Hasilnya adalah bahwa rasio dalam campuran cair berubah. mengulangi proses pemisahan dan memungkinkan pemisahan yang lebih baik diberi rasio refluks. campuran pada awal distilasi sangat diperkaya dalam komponen A. Distilasi kontinyu menghasilkan fraksi keluaran setidaknya dua. Distilasi kontinyu dapat dijalankan pada kondisi mapan untuk sewenang-wenang sejumlah waktu. yang menghasilkan daur ulang yang memungkinkan pemisahan yang lebih baik dengan sejumlah tertentu baki. sehingga membutuhkan kolom lebih tinggi. Uap yang melewati kondensor dan akan dihapus dari sistem. memberikan kolom lebar dengan perampokan besar. jumlah baki atau ketinggian packing). Sebaliknya.Raoult. ada meningkatkan proporsi B dalam fase gas). yang menghasilkan rasio perubahan A: B dalam fasa gas (seperti distilasi terus. dan ketika komponen A telah distilasi. tetapi refluxes sejumlah besar cairan. termasuk setidaknya satu volatil fraksi distilat.

Contoh skala laboratorium kolom fraksionasi (dalam peningkatan efisiensi) meliputi:    Air kondensor Vigreux kolom (biasanya skala laboratorium saja) Dikemas kolom (dikemas dengan manik-manik kaca. tekanan uap komponen biasanya cukup berbeda sehingga hukum Raoult dapat diabaikan karena kontribusi signifikan dari komponen kurang stabil. Beberapa teknik skala laboratorium untuk distilasi ada (lihat juga jenis distilasi ). distilat mungkin cukup murni untuk tujuan yang dimaksudkan. potongan logam. Kolom bahkan dapat terdiri dari subsistem kecil ('baki' atau 'hidangan') yang semuanya mengandung diperkaya. Macam-macam Distilasi     . Perangkat yang digunakan dalam penyulingan. Ini membantu itu tetap pada kesetimbangan selama mungkin. semua dengan keseimbangan mereka sendiri uap-cair. dan dapat dihitung dari hukum Raoult .permukaan yang lebih besar untuk uap dan kondensat bersentuhan. kadang-kadang disebut sebagai masih . Dalam hal ini. distilat tidak akan murni . terdiri minimal dari suatu reboiler atau pot di mana sumber bahan dipanaskan. Distilasi Sederhana Pada distilasi sederhana. sebuah kondensordimana panas uap didinginkan kembali ke cair negara . atau untuk memisahkan cairan dari padatan takatsiri atau minyak. semua uap panas yang dihasilkan langsung disalurkan ke sebuah kondensor yang mendingin dan mengembun uap.  Laboratorium Skala Distilasi  Distilasi skala laboratorium hampir secara eksklusif dijalankan sebagai distilasi batch. Oleh karena itu. Ada perbedaan antara skala laboratorium dan skala industri kolom fraksionasi.komposisinya akan sama dengan komposisi uap pada suhu tertentu dan tekanan. yang disebut distilat. dan penerima yang cairan pekat atau dimurnikan. Akibatnya.dikumpulkan. tetapi prinsip yang sama. atau bahan kimia inert lainnya) Berputar Band distilasi sistem. Untuk kasus ini. distilasi sederhana biasanya digunakan hanya untuk cairan terpisah yang mendidih poin berbeda jauh (aturan praktis adalah 25 ° C). campuran cairan mendidih.

Campuran uap didinginkan dan diembunkan. kondensasi di dinding kondensor dan permukaan bahan kemasan. Sebagai solusi untuk dimurnikan dipanaskan. biasanya menghasilkan lapisan minyak dan lapisan air. Untuk banyak kasus. Para minyak esensial yang sering digunakan dalam parfum dan aromaterapi sedangkan sulingan berair memiliki banyak aplikasi dalam aromaterapi . Menurut hukum Raoult. uap yang naik ke kolom fraksionasi . destilasi uap adalah metode untuk distilasi senyawa yang sangat sensitif terhadap panas. sebuah minyak esensial serta berair distilat herbal . Oleh karena itu. Pemisahan ini. meningkatkan jumlah pelat teoritis. beberapa senyawa target akan menguap (sesuai dengan tekanan parsial). Namun. Suhu uap lebih mudah untuk mengontrol dari permukaan elemen pemanas. setiap siklus pada temperatur tertentu tidak terjadi tepat pada posisi yang sama pada kolom fraksionasi. distilasi fraksional harus digunakan untuk memisahkan komponen baik oleh penguapan-pengembunan berulang siklus dalam sebuah kolom fraksionasi dikemas. juga disebut sebagai rektifikasi. dengan distilasi berturut-turut. Pada kenyataannya. Seperti naik. Distilasi Uap Seperti distilasi vakum . komposisi uap segar ditentukan sekali lagi dengan hukum Raoult.      . dan memungkinkan tingkat tinggi perpindahan panas tanpa pemanasan pada suhu yang sangat tinggi. Uap penyulingan dari berbagai aromatik tanaman dan bunga bisa menghasilkan dua produk. kondensat terus dipanaskan oleh uap panas yang naik. itu menguap sekali lagi. pengolahan makanan dan perawatan kulit . Piring lebih teoritis menyebabkan pemisahan yang lebih baik. Di sini. Proses ini melibatkan uap mendidih melalui suatu campuran dipanaskan dari bahan baku. titik didih dari komponen-komponen dalam campuran akan cukup dekat sehingga hukum Raoult harus dipertimbangkan. Sebuah band yang berputar distilasi sistem menggunakan sebuah band berputar dari Teflon atau logam untuk memaksa uap naik ke kontak dekat dengan kondensat turun. plat teoritis adalah sehingga konsep bukan deskripsi yang akurat. Setiap siklus penguapan-pengembunan (disebut plat teoritis ) akan menghasilkan solusi yang lebih murni dari komponen lebih tidak stabil. mendingin.

  Perkin segitiga distilasi pengaturan 1: Stirrer bar / anti-menabrak butiran 2: Masih pot 3: kolom fraksionasi 4: Thermometer / suhu titik didih 5: Teflon keran 1 6: jari Dingin7: Air pendingin keluar 8: Air pendingin dalam9: Teflon keran 2 10: Vacuum / gas inlet 11:Teflon keran 3 12: Masih penerima Vacuum Distilasi  Beberapa senyawa memiliki titik didih yang sangat tinggi.01 Torr. Teknik ini juga sangat berguna untuk senyawa yang mendidih di luar mereka temperatur dekomposisi pada tekanan atmosfer dan yang karenanya akan didekomposisi oleh setiap usaha untuk merebus mereka di bawah tekanan atmosfer.Untuk merebus senyawa seperti itu. Distilasi molekuler adalah vakum distilasi di bawah tekanan 0. sering lebih baik untuk menurunkan tekanan di mana senyawa tersebut direbus bukannya meningkatkan suhu. yaitu jalan bebas rata-rata molekul sebanding dengan ukuran peralatan. dan akibatnya. di mana cairan berada di aliran bebas molekul rezim. Fase gas tidak lagi memiliki tekanan yang signifikan terhadap zat yang akan diuapkan. laju penguapan tidak lagi tergantung pada tekanan.01 torr adalah salah satu urutan besarnya atas vakum tinggi . Setelah tekanan diturunkan dengan tekanan uap senyawa (pada suhu tertentu). Teknik ini disebut sebagai distilasi vakum dan umumnya ditemukan di laboratorium dalam bentukrotavapor . mendidih dan sisa proses penyulingan dapat dimulai.   . [18] 0. Yaitu. karena asumsi kontinum dari dinamika fluida tidak lagi berlaku.

Sebuah contoh klasik akan menjadi distilasi melibatkan distilat bepergian dari satu bola kaca yang lain . Kemudian bagian yang paling murni dari kondensat dapat diekstraksi sebagai produk. biasanya dengan menunda piring panas ditutupi dengan film pakan sebelah piring dingin dengan saling berhadapan di antaranya. Ketika pemanas zona bergerak dari atas ke bawah wadah kemudian padat kondensat dengan distribusi pengotor yang tidak teratur yang membentuk. sering hanya beberapa sentimeter.transportasi massal diatur oleh dinamika molekul daripada dinamika fluida. Keuntungannya adalah bahwa suhu pemanasan dapat menjadi jauh lebih rendah (pada tekanan dikurangi) dari titik didih cairan pada tekanan standar. dan biasanya dilakukan pada tekanan berkurang. Zona distilasi Zona destilasi adalah proses distilasi dalam wadah panjang dengan pelelehan sebagian materi halus dalam bergerak zona cair dan kondensasi uap air dalam fase padat pada kondensat menarik di daerah dingin. Distribusi kotoran tidak teratur dalam kondensat (yaitu efisiensi pemurnian) . Sebuah jalur pendek memastikan bahwa senyawa sedikit hilang di sisi alat tersebut. Para Kugelrohr adalah semacam alat distilasi jalan pendek yang seringkali mengandung beberapa ruang untuk mengumpulkan fraksi distilat. Teknik ini sering digunakan untuk senyawa yang tidak stabil pada suhu tinggi atau untuk memurnikan sejumlah kecil senyawa. 1: Masih pot dengan pengaduk bar / anti-menabrak butiran 2: jari Dingin membungkuk untuk mengarahkan 3 kondensat: Air pendingin keluar 4: air pendingin di 5: Vacuum / gas inlet 6: distilasi labu / distilat. Distilasi Jalan Pendek Jalan vakum pendek distilasi aparat dengan kondensor vertikal (jari dingin). Distilasi jalan pendek adalah teknik distilasi yang melibatkan distilat menempuh jarak pendek. Dengan demikian. Proses ini bekerja dalam teori. tanpa membutuhkan sebuah kondensor memisahkan dua kamar. Proses ini dapat mengulangi berkali-kali dengan memindahkan (tanpa omset) kondensat diterima ke bagian bawah wadah pada tempat materi halus. untuk meminimalkan jalan distilasi. dan distilat hanya harus menempuh jarak pendek sebelum kondensasi. jalan pendek antara permukaan panas dan permukaan dingin diperlukan. Distilasi molekuler digunakan industri untuk pemurnian minyak.

kondisi mapan pecahan berada di kilang minyak bumi .dengan k pengganti distribusi yang efisien kristalisasi pada pemisahan faktor α penyulingan. seperti di penyulingan minyak mentah . Zona distilasi adalah analog distilasi rekristalisasi zona. vakum. kolom silinder vertikal dikenal sebagai menara distilasi atau kolom distilasi dengan diameter mulai dari sekitar 65 sentimeter hingga 16 meter dan tinggi mulai dari sekitar 6 meter sampai 90 meter atau lebih. Pengotor distribusi dalam kondensat dijelaskan oleh persamaan yang diketahui rekristalisasi zona dengan berbagai nomor dari iterasi dari proses . petrokimiadan pabrik kimia dan gas alam Industri penyulingan biasanya dilakukan dalam jumlah besar. Ketika umpan proses memiliki komposisi beragam. azeotrop. Industri Distilasi Menara Khas distilasi industri pengolahan tanaman. ekstraktif. . Aplikasi industri yang paling banyak digunakan terus menerus distilasi. The "ringan" produk (mereka dengan titik didih terendah) keluar dari bagian atas kolom dan "berat" produk (mereka dengan titik didih tertinggi) keluar dari bagian bawah kolom dan sering disebut bagian bawah. Besar aplikasi skala industri penyulingan mencakup baik batch dan kontinyu fraksional. dan distilasi uap.meningkat dengan jumlah pengulangan proses. gerai cairan dengan selang waktu maksimum kolom memungkinkan untuk penarikan dari fraksi yang berbeda atau produk yang memiliki berbagai titik didih atau kisaran mendidih.

)       .wordpress. Espitalier F. "Vacuum. (2001) "Definition of a solvent system for spherical crystallization of salbutamol sulfate by quasi-emulsion solvent diffusion (QESD) method". 24-26 [dalam bahasa Rusia] -.. 4th Ed. C. Chemical Engineering Science. Stanley SJ..undip.co.com/doc/20582022/New-Ekstraksi http://translate. & al.com/translate_c?hl=id&rurl=translate. Sci.P.com/2009/03/18/kristalisasi/ http://lab. 90. 6 .J.org/wiki/Destillation&usg=ALkJrhgVRv32wt6xHfy9yy RUIJ-47VEp7Q Glynn P.co.D. AI Zona distilasi: metode baru penyulingan / / Masalah ilmu atom dan teknologi. pp 7850-7863 Nocent M.DAFTAR PUSTAKA    http://rismakafiles.scribd.ac. 164-201. J. (1990) "Solid-solution aqueous-solution equilibria: thermodynamic theory and representation". and Reardon E. Bertocchi L.J.id/otk/2010/09/29/kristalisasi/ http://translate. bahan murni. 10.or g/wiki/Crystallization   http://www.wikipedia. 61 (23). Geankoplis.Seri:. 2011 . Journal of Pharmaceutical Sciences.wikipedia. /www.id/translate?hl=id&langpair=en%7Cid&u=http://en. 290. (2003) "Transport Processes and Separation Process Principles". superkonduktor" . (2006) Tomographic imaging during reactive precipitation: mixing with chemical reaction. 1620-1627.org/materi_kimia/kimia-kesehatan/pemisahan-kimia-dananalisis/kristalisasi/ (Sastra: Kravchenko.google. Prentice-Hall Inc.chem-is-try.google.googleusercontent.tekim.N. Amer.id&sl= en&tl=id&u=http://en.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful