SNA VIII Solo, 15 – 16 September 2005

PENGARUH KOMITMEN ORGANISASI DAN GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP HUBUNGAN ANTARA PARTISIPASI ANGGARAN DAN KINERJA MANAJERIAL (Studi Empiris pada Kantor Cabang Perbankan Indonesia di Jakarta) J. SUMARNO Magister Akuntansi STIE Y.A.I ABSTRAKSI Studi ini meneliti pengaruh komitmen organisasi dan gaya kepemimpinan terhadap hubungan antara partisipasi anggaran dan kinerja manajerial. Tujuan penelitian adalah untuk menemukan bukti empiris tentang (a) hubungan dan pengaruh posistif dan signifikan antara partisipasi anggaran dan kinerja manajerial; (b) komitmen organisasi dapat menjadi moderasi hubungan antara partisipasi anggaran dan kinerja manajerial; dan (c) gaya kepemimpinan dapat menjadi moderasi hubungan antara partisipasi anggaran dan kinerja manajerial. Responden penelitian ini pimpinan (manajer) kantor cabang utama bank-bank di Jakarta, dengan populasi sebesar 170 kantor cabang utama. Pengumpulan data dilakukan selama tiga bulan, mulai pertengahan September 2004 sampai pertengahan Desember 2004. Dari 170 kuesioner yang disampaikan, diterima kembali dan diisi lengkap sebanyak 90 kuesioner (52,94%). Pengumpulan data dngan daftar pertanyaan yang diadopsi dari peneliti terdahulu. Data yang dikumpulkan diolah dengan menggunakan moderating regression analysis (MRA) dan regresi interaksi antarvariabel. Hasil penelitian adalah (1) terdapat pengaruh dan hubungan negatif yang signifikan antara kinerja manajerial dan partisipasi anggaran, (2) pengaruh komitmen organisasi terhadap hubungan kinerja manajerial dan partisipasi anggaran adalah positif dan signifikan, dan (3) pengaruh gaya kepemimpinan terhadap hubungan antara partisipiasi anggaran dan kinerja manajerial adalah tidak signifikan. Kata kunci : komitmen organisasi, gaya kepemimpinan, partisipasi anggaran, dan kinerja manajerial. Pendahuluan Banyak penelitian bidang akuntansi manajemen yang menaruh perhatian pada masalah partisipasi anggaran (Brownell,1981). Hal ini karena anggaran partisipatif dinilai mempunyai konsekuensi terhadap sikap dan perilaku anggota organisasi (Murray,1990). Pengaruh anggaran partisipatif pada kinerja manajerial merupakan tema yang menarik dalam penelitian akuntansi manajemen (Lukka,1988). Brownell (1982b) menyebutkan dua alasan, yaitu (a) partisipasi dinilai sebagai pendekatan manajerial yang dapat meningkatkan kinerja anggota organisasi, dan (b) berbagai penelitian yang menguji hubungan antara partisipasi dan kinerja hasilnya saling bertentangan. Termotivasi hasil penelitian terdahulu, penelitian ini mengkonfirmasi kembali apakah partisipasi anggaran mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja manajerial. Di samping itu, juga menguji apakah variabel gaya kepemimpinan (Brownell, 1983) dan variabel komitmen organisasi (Nouri & Parker, 1995) dapat memoderasi hubungan antara partisipasi anggaran dan kinerja manajerial. Responden penelitian ini adalah pimpinan kantor cabang utama bank-bank di Jakarta. Responden ini dipilih karena pimpinan cabang bank sebagai unit pertanggung jawaban dibebani dengan target anggaran, disamping itu variabel komitmen organisasi dan variabel gaya kepemimpinan diduga merupakan faktor yang mampu mempengaruhi upaya pencapaian terget tersebut.

586

SNA VIII Solo, 15 – 16 September 2005

Landasan teori dan pengembangan hipotesis SHIELD and SHIELD (1998) melakukan telaah terhadap penelitian anggaran dan menyimpulkan bahwa hampir semua penelitian anggaran berakar pada 1 dari 3 kerangka teori berikut ini. Teori Ekonomi, didasarkan pada asumsi bahwa anggaran digunakan sebagai dasar yang sehat untuk memilih dan membagi informasi diantara anggota yang terlibat dalam proses penyusunan anggaran. Teori ekonomi mengganggap bahwa individu yang terlibat dalam proses penyusunan anggaran, dimotivasi dengan dua stimulan, yaitu : (1) berbagi informasi (information sharing) dan (2) koordinasi tugas (task koordination). Teori Psikologi, menganggap bahwa partisipasi anggaran menyediakan pertukaran informasi antara atasan dan bawahan (Hopwood, 1976; Locke and Schweiger,1979; Locke and Latham,1990). Menurut teori psikologi ada dua alasan utama mengapa partisipasi anggaran diperlukan (Hopwood,1976; Brownell,1982a; Young,1988; dan Dunk, 1993b), yaitu : (a) keterlibatan atasan dan bawahan dalam patisipasi anggaran mendorong pengendalian informasi yang tidak simetris dan ketidakpastian tugas, (b) melalui partisipasi anggaran individu dapat mengurangi tekanan tugas dan mendapatkan kepuasan kerja, selanjutnya dapat mengurangi senjangan anggaran. Teori psikologi memperkenalkan tiga faktor utama dalam keterlibatan atasan dan bawahan dalam partisipasi anggaran (Locke and Schweiger,1979; Locke and Latham,1990) yaitu : (a) faktor value attainment; (b) faktor cognition; dan (c) faktor motivation. Teori Sosiologi, Shield dan Shield (1998), menyatakan bahwa teori sosiologi berasumsi bahwa lingkungan eksternal organisasi menjadi semakin tidak pasti, yang ditunjukkan dengan meningkatnya perbedaan jumlah dan jenis unit dalam organisasi. Hal ini membawa konsekuensi perlunya peningkatan partisipasi anggaran untuk mengoordinasikan aktivitas unit dan menyatukan semua aktivitas dalam organisasi. Teori sosiologi berhubungan dengan konteks organisasi seperti ketidak pastian lingkungan, struktur organisasi, dan diferensiasi fungsional yang mempengaruhi partisipasi anggaran. Teori sosiologi yang mendasari riset partisipasi anggaran adalah teori kontinjensi organisasi (Hopwood,1976; Brownell,1982a; Otley dan Wilkinson,1988; dan Fisher,1995). Teori kontinjensi memprediksi bahwa lingkungan eksternal organisasi banyak mengandung ketidakpastian. Prinsip teori kontinjensi adalah tidak satupun tipe struktur organisasi dan sistem manajemen yang lebih efisien dan efektif untuk semua organisasi. Oleh karena itu untuk kontek ekologi yang berbeda harus dipertimbangkan faktor kontekstual yang utama seperti ukuran organisasi, teknologi dan lingkungan (Lawrence dan Lorch,1967; Galbraith,1973; Bruns dan Waterhouse,1975; Gordon dan Miller,1976; Hayes,1977; Waterhouse dan Tiessen,1978; Fisher,1995; dan Bimberg,1998). Partisipasi anggaran dan kinerja manajerial Berbagai peneliti telah menguji hubungan dan pengaruh partisipasi anggaran dan kinerja manajerial, namun hasil penelitiannya menunjukkan perbedaan bahkan bertentangan. Brownell (1982b) menemukan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara partisipasi dan kinerja manajerial. Brownell dan Mcinnes (1986) menemukan bahwa partisipasi yang tinggi dalam penyusunan anggaran meningkatkan kinerja manajerial. Sementara itu Indriantoro (1993) menemukan bahwa hubungan yang positif dan signifikan antara partisipasi anggaran dan kinerja manajerial. Selanjutnya Indriantoro (2000) melaporkan bahwa Argyris, 1952; Becker dan Green, 1962; Bass dan Leavitt, 1963; Brownell, 1982c, Brownell dan Mcinnes, 1986, menemukan bahwa partisipasi anggaran berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja manajerial. Cherrington dan Cherrington, 1973; Milani,1975; Kenis, 1979; Brownell dan Hirst, 1986 dan Morse dan Reimer, 1956, menemukan bahwa partisipasi anggaran mempunyai pengaruh yang tidak signifikan terhadap kinerja manajerial. Sementara itu Stedry,1960; Bryan dan Locke, 1967, menunjukkan bahwa ada pengaruh negatif antara partisipasi anggaran dan kinerja manajerial. Sedangkan Steers (1976) dan Ivancevich (1976) mengindikasikan hubungan yang signifikan antara partisipasi penyusunan anggaran dan

587

SNA VIII Solo, 15 – 16 September 2005

kinerja manajerial. Berdasarkan temuan para peneliti di atas, maka bentuk hubungan kedua variabel dapat digambarkan sebagai berikut.

PARTISIPASI ANGGARAN

KINERJA MANAJERIAL

Gambar - 1 Hubungan Partisipasi Anggaran dan Kinerja Manajerial Berdasarkan Gambar – 1 di atas, peneliti mengajukan hipotesis mengenai hubungan kedua variabel dengan rumusan sebagai berikut. H1: Partisipasi anggaran berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kinerja manajerial. Pendekatan kontingensi Salah satu fungsi sistem akuntansi manajemen adalah menyediakan informasi untuk membantu manajer dalam mengendalikan aktivitasnya, serta mengurangi ketidakpastian lingkungan dalam mencapai tujuan organisasi (Gordon et. al., 1976; Waterhouse et. al.,1978; Kaplan 1984; Anthony et. al., 1989 ; Atkinson et. al., 1995). Sistem akuntansi manajemen umumnya merupakan pendekatan kontingensi dari faktor kondisional sebagai variabel yang memoderasi suatu hubungan. Brownell (1982a) menelaah beberapa penelitian dan menemukan pengaruh faktor kondisional sebagai variabel moderasi terhadap hubungan antara variabel independen dan variabel dependen. Faktor kondisional tersebut dapat dikelompokkan ke dalam empat variabel, yaitu kultur, organisasional, interpesonal, dan individual. Govindarajan (1986a) mengatakan perlu digunakan pendekatan kontingensi tersebut untuk mengidentifikasi berbagai kondisi yang menyebabkan anggaran partisipasif menjadi lebih efektif. Para peneliti telah membuktikan bahwa keefektifan partisipasi anggaran tergantung pada faktor kontekstual organisasional dan sifat spikologis karyawan (Brownell,1981, 1982b, Govindarajan,1986a, Chenhall dan Brownell,1988, Mia,1988). Dalam penelitian ini pendekatan teori kontingensi diadopsi untuk mengevaluasi hubungan partisipasi anggaran dan kinerja manajerial. Faktor kontingensi yang dipilih adalah gaya kepemimpinan (leadership styles) yang dimiliki manajer untuk variabel psikologis (Brownell,1983; Bambang Riyanto,1999). Sedangkan untuk faktor kontekstual organisasional adalah komitmen organisasional yang diberikan manajer kepada perusahaan (Nouri dan Parker,1995). Komitmen organisasi Komitmen organisasi yang kuat akan mendorong individu berusaha keras mencapai tujuan organisasi (Angel dan Perry,1981; Porter et. al., 1974). Partisipasi anggaran akan menimbulkan adanya kecukupan anggaran dan kemudian mempengaruhi kinerja (Nouri dan Parker,1998). Kecukupan anggaran tidak hanya secara langsung meningkatkan prestasi kerja, tetapi juga secara tidak langsung (moderasi) melalui komitmen organisasi. Komitmen organisasi yang tinggi akan meningkatkan kinerja yang tinggi pula (Randall ,1990) dalam Nouri dan Parker (1998). Berdasarkan temuan penelitian di atas yang menguji hubungan antara partisipasi anggaran dan kinerja manajerial dengan variabel komitmen organisasi sebagai variabel moderasi, maka bentuk hubungan ketiga variabel tersebut dapat dijelaskan dengan Gambar – 2 sebagai berikut..

588

menurut Fiedler & Chemers gaya kepemimpinan adalah derajat hubungan antara seseorang dan teman sekerjanya. 1978) seperti dikutip oleh Muslimah (1998). dan (b) situasi kepemimpinan. Fertakis (1976) dan Brownell (1983). Musyarofah (2003) menemukan bahwa signifikansi koefisien interaksi perubahan strategik dan gaya manajemen tidak bisa dijadikan indikator untuk mengetahui adanya pengaruh interaksi antara perubahan strategik dan gaya manajemen terhadap kinerja organisasi.2 Pengaruh Komitmen Organisasional terhadap Hubungan Partisipasi Anggaran dan Kinerja Manajerial Peneliti mengajukan hipotesis mengenai hubungan ketiga variabel dengan rumusan sebagai berikut. yaitu (a) gaya kepemimpinan. ada tiga komponen yang menentukan kontrol dan pengaruh dalam suatu situasi. Efektivitas partisipasi anggaran sangat dipengaruhi oleh gaya kepemimpinan manajemen (Fiedler. Gaya kepemimpinan Teori model kontingensi keefektifan kepemimpinan dari Fiedler (1967) dikembangkan menjadi leader match concept (konsep kecocokan pemimpin) oleh Fiedler dan Chemers (1984). yaitu (1) hubungan pemimpin dan pengikut (leadermember relations). dengan siapa ia paling tidak ingin bekerja atau least preferred coworker (LPC) yang diukur dengan instrumen tes yang disebut least preferred coworker scale (LPCS) atau skala teman sekerja paling kurang disukai. Amrul dan Nasir (2002) menemukan pengaruh gaya kepemimpinan terhadap hubungan antara partisipasi anggaran dan senjangan anggaran adalah tidak signifikan. 15 – 16 September 2005 PARTISIPASI ANGGARAN KINERJA MANAJERIAL KOMITMEN ORGANISASI Gambar . Teori leadership match ditentukan oleh dua faktor. seperti Swieringa dan Mancur (1972). 589 . Gaya kepemimpinan yang tepat adalah yang diarahkan kepada keterbukaan dan lebih bersifat humanis yang oleh Coster dan Fertakis (1968) dalam Muslimah (1998) disebut dengan consideration. Chandra. (2) struktur tugas (task structure). Pentingnya perilaku pemimpin dalam anggaran telah diuji oleh beberapa peneliti. dan (3) kekuasaan posisional (leader’s position power). Bentuk hubungan antara partisipasi anggaran dan kinerja manajerial dengan gaya kepemimpinan sebagai variabel moderasi dapat digambarkan sebagai berikut. Hasil penelitiannya menunjukkan gaya kepemimpinan tersebut mempunyai dampak positif terhadap adanya dorongan penyusunan anggaran. H2: Komitmen organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap hubungan partisipasi anggaran dan kinerja manajerial.1978.SNA VIII Solo.

yang beranggotakan 10 tenaga profesional dan bertugas mengantar daftar pertanyaan langsung kepada 170 pimpinan cabang utama bank-bank di Jakarta. (b) pertanyaan ambiguous. 590 . Seperti peneliti terdahulu. Jawaban pertanyaan diambil langsung oleh tim ke masing-masing responden. yang dimaksud partisipasi anggaran dalam penelitian ini adalah tingkat keterlibatan dan pengaruh individu dalam penyusunan anggaran (Brownell.71%) yang bersedia mengisi jawaban dan menyerahkan kembali. Pengukuran Variabel Variabel yang diukur dalam penelitian ini adalah partisipasi anggaran. (e) pertanyaan membebani. (d) pertanyaan pengarahan. Dari populasi sebanyak 170 hanya 127 responden (74. H3 : Gaya Kepemimpinan Consideration Berpengaruh Positif dan Signifikan terhadap Hubungan Antara Partisipasi Anggaran dan Kinerja Manajerial. Dari jumlah tersebut yang memberikan jawaban lengkap sebanyak 90 responden (52. Cara ini dipilih peneliti untuk meyakinkan daftar pertanyaan diterima langsung pejabat yang dituju.SNA VIII Solo. Instrumen tersebut sudah teruji oleh para peneliti terdahulu. komitmen organisasi. Pengumpulan data Pengumpulan data dilakukan selama tiga bulan sejak medio September 2004 sampai dengan medio Desember 2004.3 Pengaruh Gaya Kepemimpinan terhadap Hubungan Partisipasi Anggaran dan Kinerja Manajerial Peneliti mengajukan hipotesis mengenai hubungan ketiga variabel dengan rumusan sebagai berikut. 15 – 16 September 2005 PARTISIPASI ANGGARAN KINERJA MANAJERIAL GAYA KEPEMIMPINAN Gambar . Peneliti membentuk tim pengumpul data. 1982b). yang mempunyai tanggung jawab terhadap anggaran. kinerja manajerial. Metode penelitian Sampel Data penelitian dikumpulkan dengan daftar pertanyaan yang dikirim kepada sampel pimpinan cabang utama bank-bank yang mempunyai kantor cabang di kota Jakarta. (g) keektriman. untuk mengukur variabel partisipasi. (f) keinginan sosial.94%%). Sebelum kuisioner dibagikan kepada responden terlebih dahulu dilakukan uji coba untuk menentukan kualitas instrumen penelitian yang ditunjukkan dengan tingkat validitas dan reliabilitas. Partisipasi Anggaran. dan gaya kepemimpinan. Disamping itu juga dilakukan uji bias kuesioner untuk mengetahui apakah daftar pertanyaan yang dibuat adalah (a) pertanyaan berlaras dua. peneliti menggunakan instrumen yang dikembangkan oleh Milani (1975). dan (h) pengorderan pertanyaan. (c) pertanyaan tergantung ingatan. di antaranya Brownell (1982b). Sampel ini dipilih karena pimpinan cabang bank sebagai unit pertanggung jawaban dibebani dengan terget anggaran.

Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini diadopsi dari Fiedler (Yukl. Nilai skala menunjukkan nilai skor jawaban setiap butir pertanyaan. Jawaban pertanyaan disusun dengan menggunakan skala Likert dengan rentang antara 1 sampai 8. Jawaban diberikan dengan cara memilih skala dengan rentang antara 1 (partisipasi tinggi) sampai dengan 7 (partisipasi rendah). Studi terdahulu melaporkan tingkat reliability dan validity yang dapat diterima menunjukkan koefisien cronbach alpha sebesar 0. dan representasi (Mahoney et al. Frucot dan Shearon (1991). 1982. Jawaban pertanyaan disusun dengan menggunakan skala Likert dengan rentang 1 sampai 9. Nilai skala menunjukkan nilai skor jawaban setiap butir pertanyaan. Sebagaimana dikatakan Hair et al. Koefisien cronbach alpha instrumen penelitian ini adalah 0. antara lain. 1984.60 menunjukkan dapat diterimanya tingkat reliablitas instrumen penelitian. 1963). dengan cronbach alpha sebesar 0. Nilai skala menunjukkan nilai skor jawaban setiap butir pertanyaan.79) yang dikenal dengan LPC (Least Preferred Cowoker) skala. Pengunaan skala tersebut dapat digunakan untuk mengukur reliabilitas dan validitas instrumen. Instrumen ini telah teruji dalam penelitian terdahulu. 15 – 16 September 2005 Brownell dan McInnes (1986). (1998) dan Sekaran (2000). Komitmen organisasi didefinisikan sebagai dorongan dari dalam diri individu untuk melakukan sesuatu agar dapat menunjang keberhasilan organisasi sesuai dengan tujuan yang ditetapkan dan lebih mengutamakan kepentingan organisasi (Wiener. skor cronbach alpha diatas 0. Jika jumlah skor 64 atau lebih. perencanaan. Jawaban pertanyaan disusun dengan menggunakan skala Likert 1 sampai 7. dan Blau. supervisi. Indriantoro (1993). (1995).152). 1981. Jawaban pertanyaan disusun dengan menggunakan skala Likert dengan rentang 1 sampai 7. (1995). (1989) sebagai “most widely used measure of affective commitment to date” (p. 1987. Untuk mengukur kinerja manajerial digunakan instrumen self rating yang di kembangkan oleh Mahoney et al. 1982). Moderated Regression Analysis Moderated Regression Analysis digunakan untuk menentukan pengaruh interaksi (Chen dan Cohen.91 yang berarti reliabilitas instrumen dapat diterima. 1999) antara partisipasi anggaran dan komitmen organisasi terhadap kinerja manajerial dan antara partisipasi anggaran dan gaya kepemimpinan terhadap kinerja 591 . Champoux dan Petres. oleh Brownell (1982b). Koefisien cronbach alpha instrumen penelitian ini adalah 0. Gaya Kepemimpinan. dan Gul et al. 1981. Hartmann dan Moers. investigasi. berarti LPC tinggi atau berorientasi pada hubungan dan jika skor LPC 57 atau kurang.SNA VIII Solo. 1983. 1987).86 (Price & Muller.90 yang berarti reliabilitas instrumen dapat diterima. Indriantoro (1993). 4 sampai dengan 6 menunjukkan kinerja rata– rata dan dengan rentang dari 7 sampai dengan 9 menunjukkan kinerja diatas rata–rata. koordinasi. (1979). Pengertian kinerja di atas diadopsi untuk penelitian ini. Koefisien cronbach alpha instrumen penelitian ini adalah 0. Setiap responden diminta untuk menjawab tujuh butir pertanyaan dengan jawaban mulai dari 1 (sangat tidak setuju) sampai dengan 7 (sangat setuju). Arnold. Setiap responden di minta menjawab enam butir pertanyaan untuk mengukur tingkat partisipasi dan pengaruh yang dirasakan serta kontribusi responden dalam penyusunan anggaran. (1963). yaitu meliputi 16 pasangan kata dengan skor 1 sampai 8.94 yang berarti reliabilitas instrumen dapat diterima. Koefisien cronbach alpha instrumen penelitian ini adalah 0. dan Gul et al. yang digambarkan oleh Meyer et al. negosiasi. Brownell dan McInnes (1986). Skala kinerja dengan rentang dari 1 sampai dengan 3 menunjukkan kinerja dibawah rata–rata. antara lain. berarti LPC rendah atau berorientasi pada tugas. Continuance commitment diukur dengan menggunakan continuance commitment scale (CCS) yang dikembangkan oleh Meyer dan Allen (1990).97 yang berarti reliabilitas instrumen dapat diterima. Daftar pertanyaan untuk komitmen organisasi yang digunakan dalam penelitian ini dikembangkan oleh Mowday et al. kinerja para individu dalam kegiatan manajerial meliputi. Frucot dan Shearon (1991). Nilai skala menunjukkan nilai skor jawaban setiap butir pertanyaan. Kinerja Manajerial. Setiap responden diminta mengukur kinerjanya sendiri. pengaturan staf. Skala tersebut merupakan pasangan kata yang berlawanan.

Sedangkan variabel partisipasi anggaran mempunyai variansi terendah.136 Kepemimpinan Sumber: Data primer diolah 11 . 15 – 16 September 2005 manajerial. Variabel gaya kepemimpinan mempunyai variansi tertinggi jika dibandingkan dengan variabel yang lain.136 11 7 30 23 80 42 63 136 54. Gambar 1 menunjukkan pengaruh komitmen organisasi terhadap hubungan antara partisipasi anggaran dan kinerja manajerial. X2. Tabel 2 menyajikan matrik korelasi antarvariabel.81 Manajerial Partisipasi 6 6 . Tabel 3 menunjukkan pengaruh partisipasi anggaran terhadap kinerja manajerial. dan β 4 = koefisien regresi X1 .42 30 .63 23 .333 47. Y = β 1 X1 + β 2 X2 + β 3 X1X2 + ε. Berdasarkan pendekatan yang telah diadopsi oleh Govindarajan dan Gupta (1985).42 Anggaran Komitmen 9 9 . β 2 .667 12. untuk menjawab hipotesis 1 dan 2 secara matematik ditunjukkan dengan persamaan (1) dan (2) sebagai berikut: Y = β1 X1 + β 2 X2 + ε.SNA VIII Solo.80 7 . Tabel 1 Statistik Deskriptif Total Skor Variabel N Range Actual Minim Maxim RataStandard Variance penelitian butir Teoritis Range um um rata Deviasi Kinerja 9 9 . β 3.635 605.63 Organisasi Gaya 17 17 . dan X3 = variabel independen X1X2 = interaksi dari X1 dan X2 X1X3 = interaksi dari X1 dan X3 ε = error (1b) (2b) Deskripsi statistik Dari Tabel diatas diketahui bahwa skor rata-rata semua variabel terletak disekitar mediannya. Tabel 4 menunjukkan pengaruh interaksi antara partisipasi anggaran dan komitmen organisasi terhadap kinerja manajerial.612 166.897 7.787 24. Hasil analiysis Deskripsi statistik untuk variabel yang diteliti dalam studi ini disajikan dalam tabel 1.574 60. (1) (2) untuk menjawab hipotesis 3 ditunjukkan dengan persamaan (1b) dan (2b) sebagai berikut.122 22.511 82. Semua variabel mempunyai nilai variansi tinggi yang menunjukkan besarnya nilai penyimpangan disekitar rata-ratanya.897 6.753 Y = β 1X1 + β 3X3 + ε Y = β1X1 + β 3X3 + β4 X1X3 + ε Keterangan: Y = variabel dependen β 1.278 47. 592 . dan Tabel 5 menunjukkan pengaruh interaksi antara partisipasi anggaran dan gaya kepemimpinan terhadap kinerja manajerial. Hal ini berarti bahwa responden cenderung memberikan tanggapan yang positif untuk kegiatan kinerja manajerial yang dilakukan pimpinan dalam penyusunan anggaran.

010 .000 . p = 0.0.108 0. Correlation is significant at the 0.e t-sta tistik 49. Antara komitmen organisasi dan gaya kepemimpinan adalah positif.270* . (2-tailed) .076 Komitmen Organisasi Sig.05 level (2-tailed).179 N 90 90 90 90 Standarisasi Pearson Correlation -.220* Partisipasi Anggaran Sig.388. Korelasi antara partisipasi anggaran dan gaya kepemimpinan adalah positif. r 2 = 0.076. yang ditunjukkan dengan nilai r = 0. yang ditunjukkan dengan nilai r = .270* 1 .100 1. Korelasi diantara variabel independen. F = 47.179 90 .594** .345. sangat lemah. Pearson correlation Dari Tabel 2 di atas diketahui bahwa korelasi antara kinerja manajerial dan partisipasi angaran adalah negatif kuat dan signifikan yang ditunjukkan dengan nilai r = .656 1.143. tidak signifikan.010 . (2-tailed) N -. lemah dan signifikan.220* .594** 1 -. .143 Sig.000 . n = 89.220.01 level (2-tailed).000 0.Kinerja Partisipasi Komitmen Kepemim Manajerial Anggaran Organisasi pinan Y . (2-tailed) .076 .0.594. .894 . Analisis regresi hipotesis satu (H1) Hipotesis 1 dirumuskan sebagai berikut.475 90 1 .194 .Kinerja Manajerial Pearson Correlation 1 -.0.037 90 . . Tabel 3 Pengaruh Partisipasi Anggaran terhadap Kinerja Manajerial Variabel Persamaan Intercept X1 Y =β 0 + β 1X1 + ε Konstanta Partisipasi Anggaran Coefficient Nilai s.122 -7.352. yang ditunjukkan dengan nilai r = 0.921 Probabilitas β0 β1 54.000 < 0. yaitu antara partisipasi anggaran dan komitmen organisasi adalah negatif. Correlation is significant at the 0.388** -. lemah dan signifikan.000 r = -0. *. (2-tailed) .6.594.475 N 90 90 90 90 Standarisasi Gaya Kepemimpinan Pearson Correlation Sig.037 N 90 90 90 90 Standarisasi Pearson Correlation .000 . H1: Partisipasi anggaran berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kinerja manajerial. 15 – 16 September 2005 Tabel 2 Koefisien Korelasi Pearson Antarvariabel Correlations Standaris Standarisasi Standarisasi asi Gaya Y .388** -. 90 **.05 593 . Korelasi antara kinerja manajerial dan gaya kepemimpinan negatif lemah dan tidak signifikan yang ditunjukkan dengan nilai r = .270.143 . Korelasi antara kinerja manajerial dan komitmen organisasi adalah positif lemah dan signifikan yang ditunjukkan dengan nilai r = 0. Adjusted r 2 = 0.000 .SNA VIII Solo.

871 Probabilitas 0.000 < 0.395.05 dan b3 = 1. dengan nilai signifikansi r = 0.SNA VIII Solo. Partisipasi β1 Anggaran Komitmen β2 Organisasi Interaksi β3 -6.408 dan sesudah ada interaksi menjadi = 0.076 < 0.040 sebelum ada interaksi X1X2.000 < 0.734 1. Nilai b1 (slope) = -6. Sedangkan nilai b1 (slope) = -7. dengan nilai signifikansi t = 0. Hal ini menunjukkan linearitas regresi dan model regresi signifikan. Dari tabel korelasi antarvariabel r = – 0. Sesudah ada interaksi X1X2.756.05 Persamaan (2a) X1 X2 X1X2 Y = β 0+β 1X1 + β 2X2 +β 3X1X2.618 pada tingkat signifikansi = 0.871.000 < 0. diketahui bahwa nilai statistik F sebesar 47. Adjusted R 2 = 0.10 adalah signifikan.384 2.000 < 0. 15 – 16 September 2005 Dari analysis of variance (ANOVA) yang secara ringkas disajikan dalam Tabel 3.05 R 2 menjelaskan dalam bentuk interaksi sebesar 0.995.798 0. n = 89.158 2. Hal ini berarti hipotesis satu (H1) tidak dapat didukung.430. Sementara itu b2 = 3. pada tingkat signifikansi = 0.925 1. t = 0.022.144. Nilai statistik F = 30. F = 21.000 < 0.408. maka nilai b0 (constant) = 54.022 Pengaruh adanya interaksi X1X2 (periksa Tabel 4 di atas) adalah signifikan yang ditunjukkan dengan perubahan nilai R2 yaitu = 0.104 1.964 -6.05. Analisis regresi hipotesis dua (H2) Hipotesis 2 dirumuskan sebagai berikut.076 R 2 = 0.656.104 t-statistik -6.158 dan t = 0. Dari analisis diatas dapat disimpulkan bahwa partisipasi anggaran mempunyai hubungan negatif dengan kinerja manajerial.430. Adjusted R 2 = 0.618 .005 β1 β2 R 2 = 0.171 s. H2: Komitmen organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap hubungan partisipasi anggaran dan kinerja manajerial.000 0. Sebelum ada interaksi nilai b0 (constant) adalah = 54. yang menunjukkan bahwa partisipasi anggaran menjelaskan 35. Partisipasi Anggaran Komitmen Organisasi Nilai -6.05 yang berarti nilai koefisien regresi tidak sama dengan 0 (bila = 0 ditolak) dan menunjukkan linieritas persamaan regresi. artinya partisipasi anggaran secara signifikan mempengaruhi kinerja manajerial.e 1.179. p = 0.352.05 adalah signifikan.894.122.585 dengan nilai statistik t = 50.995 3.800 3.05. Tabel 4 Pengaruh Interaksi antara Partisipasi Anggaran dan Komitmen Organisasi terhadap Kinerja Manajerial Persamaan (1a) X1 X2 Variabel Coefficient Y = β 0+β 1X1 + β 2X2.20% variabilitas kinerja manajerial.190 1.040 .6.171 dengan t = 2. Sementara itu nilai b0 (constant) = 54.004 0. dengan nilai statistik t = 51. dengan nilai statistik t = . dengan nilai t = -6.410. Sementara itu b2 = 3. dengan nilai statistik t = 49.384 dan t = 0. dari sebelum ada interaksi = 0. Hasil ini menunjukkan bahwa keduanya signifikan. n = 89.000 < 0. t = 0.091 0. p = 0.000 0.122.05 adalah signifikan.190 594 .000 < 0. Nilai b1 (slope) = -6.005 < 0. dengan nilai statistik t = -6. F = 30.096 1.000 < 0.05 dan sesudah ada interaksi nilai statistik F menjadi = 21.921.734.594 dan dari Tabel 3 di atas diketahui bahwa nilai r2 adalah = 0.800.

Y Moderating effect line R1 R0 0 Po Direct effect line Partisipasi Anggaran (X1) Commitmen Organisasi effect Dari Gambar di atas dapat diketahui bahwa terjadi perubahan nilai b1 (slope) dari 7. Pada nilai partisipasi yang sama P0.122.681 -0.136 1. t = 0. nilai kinerja manajerial bergeser naik dari R0 ke R1. n = 89.620 -0.000 < 0.775 0.734.05 R 2 menjelaskan dalam bentuk interaksi sebesar 0.370. Analisis regresi hipotesis tiga (H3) Hipotesis 2 dirumuskan sebagai berikut. dengan nilai statistik t = -6. .995 dan nilai R2 dari 0. Gambar 1 : Pengaruh komitmen organisasi terhadap hubungan antar partisipasi anggaran dan kinerja manajerial.000 < 0. H3 : Gaya Kepemimpinan Consideration Berpengaruh Positif dan Signifikan terhadap Hubungan Antara Partisipasi Anggaran dan Kinerja Manajerial.166 dengan nilai statistik t = - 595 .10 adalah signifikan.000 0.620. n = 89.691 . Partisipasi Anggaran Gaya Kepemimpinan Coefficien t Nilai s.000 0.076 < 0. Berdasarkan analisis di atas dapat disimpulkan bahwa hipotesis dua (H2) dapat didukung.352 menjadi 0.137 1.017 Bukti adanya pengaruh interaksi secara ringkas ditunjukkan dalam Tabel 5 di atas dimana sebelum ada interaksi X1X3 nilai b0 (constant) = 54.472 -0. Partisipasi Anggaran β1 Gaya Kepemimpinan β2 Interaksi β3 -7.681 dan t = 0. Hal ini berarti Hipotesis dua (H2) dapat didukung.141 -6.05 adalah signifikan. Adjusted R 2 = 0. 15 – 16 September 2005 dengan nilai statistik t = 2.326 -1. p = 0.145 0.656 menjadi -6.353.166 1.000 < 0.338.05 dan b3 = 1. Sedangkan b2 = -0.579 -0.606 1. dengan nilai statistik t sebesar 0. Tabel 5 Pengaruh Interaksi antara Partisipasi Anggaran dan Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Manajerial Variabel Persamaan (1b) X1 X3 Y = β 0+β 1X1 + β3X3.538 0.141 1. F = 23. dengan nilai statistik t = 48.430.e t-stat Probabilitas β1 β2 -7.919.SNA VIII Solo.05 Persamaan (2b) X1 X3 X1X3 Y = β 0+β1X1 + β3X3 + β4X1X3. Adjusted R 2 = 0.830 .348.128 R 2 = 0. Sementara itu nilai b1 (slope) = -7.885 R 2 = 0.286 -1.004 < 0. setelah ada pengaruh variabel moderasi komitmen organisasi (X2).045 -6. F = 16.925. p = 0.

Campbell dan Gingrich. Jurnal Bisnis dan akuntansi.472. (b) pengaruh komitmen organisasi terhadap hubungan partisipasi anggaran dan kinerja manajerial adalah positif dan signifikan (R = 0.1986. Simposium Nasional Akuntansi 5. dan t = 0. Brownell dan McInnes.1975. 5 No.L. Moch. 2003. H.606 dengan t = 0.326 dengan t = . Hal. Hal. Blumberg dan Pringle. tidak signifikan.. serta t = -6. Pendekatan survei yang digunakan memiliki keterbatasan misalnya penentuan ukuran-ukuran yang dipilih atau jawaban sendiri oleh responden tanpa campur tangan atasannya dan kurangnya kendali atas siapa yang merespon kuesioner tersebut. serta t = 0.1988. jadi Hipotesis 1 ditolak. 15 – 16 September 2005 0. Hariyanti dan Nasir. Sementara itu nilai b1 (slope) = -7. Sadat S dan Nasir . dan statistik t = 48. Keterbatasan Studi ini hanya meneliti kantor cabang utama bank di Jakarta sehingga hasilnya mungkin tidak dapat digeneralisasi untuk perusahaan lain diluar bank. Vol. 127 – 146. Pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Ketidakpastian Lingkungan terhadap Hubungan antara Partisipasi Penganggaran dengan Senjangan Anggaran.1980. hal. Sedangkan b2 = . Perry. tanggal 2 Agustus 2003.1993.N. Bambang. and J.885 > 0. Firdaus dan Bambang Supomo.1982. An Empirical Assessment of organizational Commitment and Organizational Effectiveness. Simposium Nasional Akuntansi 5.10.SNA VIII Solo.10. Firdaus dan Supomo. Hasil ini konsisten dengan penelitian Ivancevich.472. Management control system. Gunawan dan Sabeni. Namun konsisten dengan temua Amrul dan Nasir (2002).639). Semarang tanggal 5 – 6 September 2002. tanggal 5 – 6 September 2002.0.1975. Nouri dan Parker. 718 – 736 Aji.775 > 0. Namun tidak konsisten dengan penelitian Sterrs. Simpulan Dari hasil uji statistik diatas memberikan bukti bahwa (a) terdapat pengaruh dan hubungan negatif yang kuat antara partisipasi anggaran dan kinerja manajerial. et al.0. Randall. Amrul.587.. Sesudah ada interaksi X1X3 nilai b0 (constant) = 54. Arifin. Semarang. Temuan ini tidak konsisten dengan hasil penelitian Brownell(1983) dan Mia (1988). 1-14.579 dan t = 0. Arifuddin.000 < 0.128 > 0. Pengaruh Etika Kerja Islam Terhadap Komitmen Organisasi dengan Komitmen Profesi sebagai Variabel Intervening (Studi 596 . Analisis Pengaruh Komitmen Organisasi dan Keterlibatan Kerja terhadap Hubungan antara Etika Kerja Islam dengan Sikap Perubahan Organisasi. Administrative Science Quarterly 26.05 adalah signifikan.1990. jadi Hipotesis 2 diterima.L.286. Abdul Rahman. (1981). (1989). Anthony. dkk. Jadi Hipotesis 3 tidak terbukti. Dari hasil analisis di atas dapat disimpulkan bahwa hipotesis tiga (H3) tidak dapat didukung. Penggunaan skala Likert juga mempunyai kelemahan seperti misalnya nilai skor yang sama dianggap mempunyai karakteristik yang sama atau indentik. Variabel moderasi yang digunakan dalam penelitian ini hanya sebagian kecil dari variabel moderasi yang mempengaruhi hubungan partisipasi anggaran dan kinerja manajerial. 1986. II : Irwin.1998. R. Milani. Pengaruh Partisipasi Anggaran dan Keterlibatan Kerja terhadap Senjangan Anggaran dengan Komitmen Organisasi sebagai Variabel Moderating. tidak signifikan. 2002.10 dan b3 = -1. dan Indriantoro. Homewood.1977. Hasil ini konsisten dengan penelitian Peter’s dan O’Connors. Chenhall dan Brownell. pp. Referensi Angle.145. 384 – 399. (c) pengaruh gaya kepemimpinan terhadap hubungan antara partisipasi anggaran dan kinerja manajerial adalah tidak signifikan.

Behavioral Research in Accounting. Vol. M. J. Budiwibowo. 10 ( supplement). P.W (1988). pp. (1991). Vol. Brownell. 341 – 364.SNA VIII Solo. Job-Related Tension. Frank. Choo. Kim B. The effect of participative budgeting on job satisfaction and performance : role ambiguity as an intervening variable. 225-253. 2 Autumn. Behavioral research in accounting. Journal of Accounting Research. and Waterhouse. Hal. 24. and Dirsmith. Organizations and Society. D. 3. Vol. The interaction of Budget Characteristics and Personality Variable with Budgetary Response Attitudes. Hal. Green (1962).J. Vol. Cherrington. 693-703. October. and Brownell. Englewood Cliffs. dan Cherrington. Collins. Printed in USA. Champbell. Pengaruh Strategik Kompetitif.O (1973). Organisational behavior and human decision process. Reliance on Accounting Information. 20. No. Mark. A. Task uncertainty and its interaction with budgetary participation and budget emphasis : some methodological issues and empirical investigation. and Organizational Effectiveness. No. April. Surabaya. Budgeting and Employee Behavior. Pengaruh Jabatan. The interactive effects of task complexity and participation on task performance : a field experiment. No. et al. Job Satisfaction and Performance. Atkinson. S. Imam. Management Accounting. Triyono dan Ikhsan. Jurnal Riset Akuntansi Indonesia. LXI. 1983 ----------------------. pp. (1998). 4. pp. Peter and McInnes. No. Accounting. Budgetary Participation and Managerial Behavior. 597 . Morris. Accounting. The Relationship Between Budgetary Management Style and Organizational Commitment in a Not-For-Profit Organization. and Gingrich. Brownell. H.. 13. 1.A. at al. Brownell. tanggal 3 September 2002.. 1-24. dan D. 307 – 321. Simposium Nasional Akuntansi VI. 38. K. pp. 4. 1975 Cahyono. 27-47. J. (1978). 199 – 218. 392-402 Bimberg. Leadership Style. Arfan. Collins. 15 – 16 September 2005 Empiris Terhadap Internal Auditor Bank Di Jawa Tengah). Budgetary Participation. pp. A Study of The Relations Among Disagreement in Budgetary Performance Evaluation Style. 1997. Bruns. Accounting. 12 – 27. 225-253 Chenhall. October 1986. The use of budgetary symbols in the political arena : an historically informed field study. Dwi dan Ghozali. Budaya Organisasional dan Konflik Peran terhadap Hubungan Kepuasan Kerja dengan Komitmen Organisasi. pp. D. F. J. tanggal 16 – 17 Oktober 2003. 1986 Brownell. pp. pp. Journal of Accounting Research Vol.J.. Budgetary Participation. Journal of Accounting Research. Hal. 162-180. pp. Vol. The Role of Accounting Data In Performance Evaluation.. W. 271-280. 5. Motivasi dan Budaya Kerja terhadap Hubungan antara Komitmen Organisasi Kepada Karyawan dengan Kinerja Perusahaan. Appropriate Reinforcement Contigencies in the Budgeting Process. Simposium Nasional Akuntansi VI. Journal of Business. The Accounting Review.J. Becker. organizationz and society. 13 (10). Motivation. tanggal 16 – 17 Oktober 2003. 225-233. Accounting.F. pp. No. Autumn. Freddie and Tan.Way Interaction. Surabaya. A. Peter and Hirst.A. and Managerial Performance. 7. 920 – 935. R. Prentice-Hall. hal. Spring 1982. (1995). organizations and society. pp. 65 – 79. Vol. Budgetary Control and Organization Structure. Journal of Accounting Research.. Behavioral Research in Accounting. et al. M. hal. (1986). and Task Uncertainty : Tests of a Three . 16. 9. hal. N. Organizations and Society 6: pp. (1988). and Dunk. (supplemen). (1980)”An examination of professional commitment in public accounting”. Aranya. Covaleski. pp. New Jersey. Jr. 587 – 600. organization and society. Accounting. 177 – 203. P. 971 – 983. Budgetary Participation. 241 – 251. 8.H. 1995. The Accounting Review. Some reflections on the evolution of organizational control. Peter.

P. Gaspersz. Partisipasi terhadap Kinerja Tim.P. Decision sciences. Ghozali. Contingency-based research on management control systems : categorization by level of complexity. Human relations. pp. A comparison of two organization commitment scales. Christensen. 580 – 590. Vol. Organizations and Society. 598 . Darlis. Aas (1960). Galbraith. (1982). Simposium Nasional Akuntansi VI.D. Budget-induced pressure and its relationship to supervisory behavior. Fredianto. Simposium Nasional Akuntansi IV. 1129 – 1139. Budget Emphasis. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS. 85 – 101.. (1967). Analisa Hubungan Kompleksitas Organisasi. Augusty. Analisa Hubungan antara Struktur Desentralisasi. Faisal. (1986). Vol. et al. University of Washington.R. S. A. J. Orientasi Strategik dan Kinerja Perusahaan (Studi Terapan pada Industri Manufaktur Menengah–Kecil di Kotamadya Semarang). 496-516. Journal of accounting research. 591 – 624. 237-246. Jefry. Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Govindarajan.P. Bandung. Participative budgeting and managerial performance. (1993a). J. P. pp. Bandung. (1995).752 – 774. Aranya. 3-19 Fisher. J. The effect of budget emphasis and information asymmetry on the relationship between budgetary participation and slack. DeCoster. Designing complex organizations. An Experiment on Participation in a Norwegian Factory : Interpersonal Dimension of Decision Making. K. Participative budgeting : effects of truth-inducing pay scheme and information asymmetry on slack and performance. 15 – 16 September 2005 Chow. Hal. Unpublished Doctoral Dissertation. pp.S. and Fertakis. tanggal 16 – 17 Oktober 2003. 5 No. Decision Sciences. 24-53.1 Januari 2002. Simposium Nasional Akuntansi IV. (1989). V. Impact of participation in the budgetary process on managerial attitudes and performance : universalistic and contingency perspectives. Chalos. Imam.J. hal. A. 14. (1968). 334-347. Simposium Nasional Akuntansi VI. tanggal 30 – 31 Agustus 2001. (1983). 1989. Fertakis. pp. J. tanggal 16 – 17 Oktober 2003. 63. J.. Hubungan antara Lingkungan Eksternal. tanggal 30 – 31 Agustus 2001. Accounting. Hal. The accounting review. VOI Manajer serta Pengaruhnya Terhadap Job Related Outcome. 20. MA : Addison Wesley. Structural Equation Modeling dalam Penelitian Manajemen. Partisipasi Anggaran dengan Job Relevant Information. Surabaya.R. pp. and N. Hal.G. 589-603..R. Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Dunk. The accounting review. Semarang. Perilaku dan Personal dalam Peningkatan Kinerja Manajer Riset dan Pengembangan. Ferris. (1988). Ferdinand. February. French. pp.SNA VIII Solo. Keterlibatan Tim. Ronie dan Zulaikha. Israel dan D. hal. Analisa Pengaruh Komitmen Organisasional dan Ketidak Pastian Lingkungan terhadap Hubungan antara Partisipasi Anggaran dengan Senjangan Anggaran. 14. No. Diana. The determination of performance standards and participation. Budget-induced pressure and its relationship to supervisory behavior in selected organizations. Nur. 2001. 111-122. Journal of accounting literature. J. 321 – 355. pp. Jurnal Riset Akuntansi Indonesia. Personnel Psychology 36 (Spring) : 87-98. T. 17. Budgetary Participation and Managerial Performance : A Note. pp. 400-410. C. Pengaruh Karakteristik Tugas terhadap Keefektifan Bentuk Pengendalian Akuntansi. hal. Edfan. Dunk. 2002. and Haka. Journal of accounting research (Autumn). Surabaya. Semarang.. (1973).S. 4. Besar Kompensasi. Diversitas Ukuran Kinerja.

Halimatusyadiah. Sukma. 97 – 114. The accounting review. 1 Januari 2001. Hal. 3. 5 No. 30. Jogiyanto. Accounting and human behavior. Surabaya. Kerr. Kurnianingsih. (2005). Nur.. Ohio : Grid Publishing Inc. Metodologi Penelitian Bisnis. Indriantoro. Power and centrality in the allocation of resources in colleges and universities. tanggal 5 – 6 September 2002. Hackman. Nur dan Supomo. Mohamad. Pengaruh Sistem Pengukuran Kinerja dan Sistem Penghargaan terhadap Keefektifan Penerapan Tektik TQM – Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur di Indonesia. Pengaruh Keikutsertaan Manajer dalam Penyusunan Budget terhadap Perilaku Manajer yang Kinerjanya dinilai dengan Infromasi Akuntansi. (1976). Hubungan Profesionalisme dengan Konsekuensinya: Komitmen Organisasional. 15 – 16 September 2005 Gordon. Kepuasan Kerja. 4 No. I. The Existence of Multiple Measures of Organizational Commitmen and Experience-Related Differences in a Public Accounting Setting. Hopwood.G. Simposium Nasional Akuntansi 5. Vol. 10. (1976). Ketchand. Jerry R. Jurnal Riset Akuntansi Indonesia. 511 – 526. Retno dan Indriantoro. Kren. Netherlands: Van Gorcum. Indriantoro. Fakutas Ekonomi UGM.(1968). dan Miller. R. Nur. Behavioral Research in Accounting. vol. hal. (1979). pp. Accounting. 707-721. Lekatompessy. Vol. 605-612. organization and society.C. Ivancevich. BPFE. BPFE. The effects of goal setting on performance and job satisfaction.5. Metodologi Penelitian Bisnis untuk Akuntansi dan Manajemen. 1 April 2003. J. Jurnal Bisnis dan Akuntansi Vol. 61-77. The impact of reliance on accounting performance measures on job-related tension and managerial performance : additional evidence. Lau. 22-39. Englewood Cliffs. Semarang. S. 1. The Game of Budget Control: How Live with Budgetary Standards and yet be Motivated by Them.1061–1072. Leslie. 674 . pp. Kaplan. Printed in USA. 390-418. hal. Prestasi Kerja dan Keinginan Berpindah. An Empirical Study of Locus of Control and Cultural Dimensions as Moderating Variables of The Effect of Participative Budgeting on Job Performance and Job Satisfaction. The accounting review (January).D. Pengaruh Partisipasi Penyusunan Anggaran terhadap Kinerja Manajer : Peran Kecukupan Anggaran dan Komitmen Organisasi sebagai Variabel Intervening. Hayes. (1995).SNA VIII Solo. July 1992. Widi dan Nasir. (1979).. Organization behavior. Alice A. pp. pp. Semarang. pp. Organization and Society. 54. 20. hal. D. The Evolution of Management Accounting. Kenis. Simposium Nasional Akuntansi VI. A Contingency Framework for the Design of Accounting Information System. Budgetary Participation and Managerial Performance : The Impact of Information and Environmental Volatility. NJ: Prentice Hall. Hal. 2000. Vol. Hal. Yogyakarta. Journal of applied psychology (Oct). The Accounting review. pp. Margani. 1999. (1997). (1985). 685 – 700 Hariyanto. L. G. 15. 5969. Simposium Nasional Akuntansi 5. Hariyanti. J. Eko dan Pinasti.S. tanggal 16–17 Oktober 2003. (1976). Pengaruh Ketidakpastian Lingkunan yang Dipersepsikan dan Strategi Kompetitif terhadap Hubungan Sistem Kontrol Akuntansi dengan Kinerja 599 . Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia.28 – 43.hal. 67. 109 – 137.M. The Accounting Review. at al. No. No. and Strawser. 69 – 84 Lesmana. pp. Jantje Eduard. The contingency theory of management accounting. Hofstede. (July).C. Effect of budgetary goal characteristics on managerial attitudes and performance. tanggal 5 – 6 September 2002. Pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Kultur Organisasi terhadap Komunikasi dalam Tim Audit. Bambang. Administrative science quanterly. 359-381. (1984).A. Accounting.684. 1998. pp. A.

Umi dan Indriantoro. 76 – 90. Accounting. Surabaya.740 Lestari. 13. D. K. pp.125 . Libby. 14. pp. 13. pp. Dampak Gaya Kepemimpinan. tanggal 16 – 17 Oktober 2003. (1999). Jurnal Bisnis dan Akuntansi. Perilaku Auditor dalam Situasi Konflik Audit : Peran Locus of Control. The design of corporate budgeting system : influence on managerial behavior and performance. Vol.2. Muslimah. 274 – 284.. Komitmen Organisasi dan Kepuasan Kerja sebagai Mediasi Hubungan Profesionalisme dengan Intensi Keluar (Studi Empiris Pada Internal Auditor Perusahaan Manufaktur Di Indonesia). 1092 – 1115. Organizations and Society 24. Mia. R. Surabaya. pp. Vol. 15 – 16 September 2005 Perusahaan. In research in organization behavior. Vol. CA: Academic Press Mustikawati. Ken. Locke. 813-829. Susillawati.T. E. Murray. Theresa. (1982). Participation in decision-making: one more look. tanggal 16 – 17 Oktober 2003. Locke. Reny. Murtiyani. (1990). Hal. 347 – 357. Vol. Pengaruh Locus of Control dan Budaya Paternalistik terhadap Keefektifan Peranggaran Partisipasif dalam Peningkatan Kinerja Manajerial. The Relationship Between Budget Participation and Job Performance : The Roles of Budget Adequacy and Organizational 600 . Organizations and Society. No. Simposium Nasional Akuntansi VI. Komitmen Profesi dan Kesadaran Etis. 8. April 1975. Vol. dalam Hubungan antara Partisipasi dengan Efisiensi dan Efektifitas Anggaran. Dwi. Hal. 465 – 475. Lukka. (1988). 2 Mei 2001. 1989. 56. Surabaya. No. 219 – 238 Muawanah.A. The Accounting Review. Motivation and The Effectiveness of Budget Participation. Pengaruh Penggunaan Anggaran dan Gaya Manajemen Terhadap Hubungan antara Perubahan Strategik dan Kinerja Organisasi. E. Behavioral Research in Accounting. Absenteeism.E. Behavioral Research in Accounting. and Schweiger. 1 No. Marginson. Siti. 542 – 560. 908 – 919. 1. Nur. pp. vol. Hal. 1 No. Lokman. 10. Milani. Accounting. No. D. The Relationship of Participation in Budget-Setting to Industrial Supervisor Performance and Attitudes : A Field Study. Nouri. Organizations and Society. San Diego. Evi dan Cahyono. and Latham. Greewich. Hal. Managerial Attitude. Beyond the budgetary control system: towards a twotiered process of management control.. D. Pengaruh Sistem Penganggaran. 4. organizations and society. 2 Juli 1998. 4. Jurnal Riset Akuntansi Indonesia. Vol. Accounting. Englewood Cliffs. Hossein and Parker. 203230. Siti. G. CT : JAI Press. -------------------------------------------------. and Turnover. Mowday. Employee-Organization Linkages : The Psychology of Commitment. 721 . The Performance Effects of Participative Budgeting : An Integration of Intervining and Moderating Variables. (1979). Vol. 1996. Hal. Printed in USA. Budgetary biasing in organization : theoretical framework and empirical evidence. NJ : Prentice Hall. Jurnal Riset Akuntansi Indonesia. pp. Hal. Bandung.137.A. Simposium Nasional Akuntansi VI. pp. 104-123. Management accounting research. tanggal 16 – 17 Oktober 2003. 281-301. (1999) The Influence of Voice and Explanation on Performance in a Participate Budgeting Setting. (1990). Musyarofah. The Accounting review. The Impact of Participation in Budgeting and Job Difficulty on Managerial Performance and Work Motivation : A Research Note. Agustus 1999. Ketidakpastian Lingkungan dan Informasi Job-Relevant terhadap Perceived Usefulness Sistem Penganggaran. 96 – 119. Simposium Nasional Akuntansi Vi. Merchant. tanggal 30 – 31 Agustus 2001. et al.W. (1981). Robert J. Sistem Pelaporan dan Analisis. A theory of goal setting and task performance. The Effect of Organizational Commitment on The Ralation Between Budgetary Participation and Budgetary Slack. -------------------. 133 – 150. hal. pp. 5.SNA VIII Solo. 1988. Accounting. D. Simposium Nasional Akuntansi IV. 2. hal.

and Bline. Et al. Hal. Manajemen dan Sistem Informasi STIE “YO” Yogyakarta. No. Simposium Nasional Akuntansi 5. Sayekti. 4. The Fifth Indonesian Conference on Accounting. 134 150 Riyanto. (1974). Accounting. Vol. LMFE-UI Jakarta. April. --------------------------. --------------------. Organizational decision making as a political process: the case of a university budget. Poerwati. Budget Use and Managerial Performance. Journal of Applied Psychology 59 (5):603-609. Politics. Accounting.3 No. Influence of Politicc on the Budgeting Process : A Study of the Fertiliser Manufacturing Industry in Indonesia. 15 – 16 September 2005 Commitment. Simposium Nasional Akuntansi 5. Using Structural Equation Modeling to Investigate The Causal Ordering of Job Satisfaction and Organizational Commitment Among Staff Accountants. hal. vol. 62 – 76. 1. 23. 467 – 483. Peter J. Vol. 10. No. Organizations and Society. 2002. hal.L. pp. 2 Juli 2000. XXIX. 135-151. Ko de and Wetzels. No. Semarang. Riyadi. 04/ Th. 2000. Ruyter. 601 . XXXi. Sugiharsono. 756 . Hal.774. Journal of Accounting Research. 2. Raili M. 1998 Otley. 122 – 149. Dennis M. Desember. Vol. Otley. 5/6. Jurnal Riset Akuntansi Indonesia. Strategy and Decentralization on The Effectiveness of Budget Participation. Vol. (1999). Januari 2002. David T. Slamet. Pfeffer. Poznanski. Administrative science quarterly. Organizations and Society 25 (2000) pp. tidak di publikasikan. dkk. 71 – 88. Organizations and Society 24 ( 1999 ) 57 – 75.SNA VIII Solo. Pengaruh Partisipasi Penyusunan Anggaran terhadap Kinerja Manajerial: Budaya Organisasi dan Motivasi sebagai Variabel Moderating. Spring 1978. Efektivitas Gaya Kepemimpinan Manajer Koperasi Unit Desa (KUD) di Daerah Istimewa Yogyakarta. 2002. tanggal 5 – 6 September 2002.. G. and Salncik. pp. Jurnal Akuntansi. Hal. --------------------------. LMFE-UI Jakarta. Desertasi. tanggal 5 – 6 2002. 483 – 496. Syakhroza. Budgetary Criteria in Performance Evaluation : A Critical Appraisal Using New Evidence. tanggal 5 – 6 September 2002. Jurnal Riset Akuntansi Indonesia. Organizational commitment. Fran. Atique. 16. 136 – 153. No. job satisfaction and turnover among psychiatric technicians. Historical Foundation Theory on Budgeting Research. Tjahjaning. Accounting. 154 – 171 Porter. Manajemen Usahawan Indonesia. 1 September 2001. No. Pengaruh Perceived Enviroment Uncertainty (PEU) terhadap hubungan antara Karakteristik Sasaran Penganggaran dengan Kinerja Manajerial (Studi Empiris pada Kawasan Industri Makasar). hal. hal. (1974). Behavioral Research in Accounting. Vol. 1997. David and Pollanen. pp. Permainan Politik dalam Proses Anggaran. Performance management:: a framework for management control systems research. Semarang. Akhmad and Islam. Management accounting research. 1 No. Jurnal Riset Ekonimi dan Manajemen. The Effect of Attitude. 19.R. 737 – 755 Pasoloran. 12/ Th. KOMPAK. Hal. Martin. Akhmad. J. Bambang. sebuah kajian literatur. 2 Juli 1999. Pengaruh Informasi Job Relevan dan Desentralisasi terhadap hubungan antara Partisipasi dalam Penyusunan Anggaran dan Kinerja Manajerial. Manajemen Usahawan Indonesia. 9. Power and Budgetary Control : A study of Fertilizer Manufacturing Industry in Indonesia. Printed in USA. Semarang. 154 – 171. Commitment in Auditor – Client Relationships : Antecedents and Consequences. Motivasi dan Pelimpahan Wewenang sebagai Variabel Moderating dalam hubungan antara Partisipasi Penyusunan Anggaran dan Kinerja Manajerial. Syakhroza. 363-382. pp. Oktavianus. No.

(2003). Pengaruh Total Quality Management terhadap Kinerja Manajerial dengan Sistem Pengukuran Kinerja dan Sistem Penghargaan (Reward) sebagai Variabel Moderating ( Studi Empiris pada Hotel di Indonesia ). 15. No. XXXII. Shields. and Moncur. Supplement to journal of accounting research. Akhmad. Searfoss.. pp. 7576. 221-246. Sri dan Ardiyanto. tanggal 16 – 17 Oktober 2003. R.F and Shields. A. Hubungan Kompensasi Manajerial dengan Kinerja Organisasional : Kajian Empiris pada Perusahaan Bertipologi Prospektor dan Defender. John Wiley & Sons. Surabaya. 339-364. 602 . Y. Some behavioral aspects of budgeting for control : an empirical study. Accounting.. M dan Sudibyo.. The relationship between managers’ budgetoriented behavior and selected attitude. and performance measures. 12 – 29 Sekaran. 4 (No. Academy of Management Review 7. Accounting and business review. 14. Vol.C. Empirical research in accounting selected studies. pp. 418-428. (1976). Manajemen Usahawan Indonesia. R. 1998 Subramaniam. Kapita Selekta.(1997). Hal. and Tiessen.. No. Wiener. Organizations and Society. 2 Mei 2003. Budget control and cost behavior. 05/ Th. J. Commitment in Organization : A Normative View. Antecedents of Participate Budgeting. 375-385. Hal. Gudono. 49 – 76. Stedry. Penerbit IND-HILLCO. No. Accounting. D. pp. 2000. Simposium Nasional Akuntansi VI. Marconi (1989). Peran Asimetri Informasi dan Peresponan Keinginan Sosial sebagai Variabel Moderating hubungan antara Partisipasi Penganggaran dan Kinerja Manajerial di Indonesia. position. Nj: Prentice Hall. Kapita Selekta Manajemen & Kepemimpinan. G. 1. Jakarta. ------------------------.SNA VIII Solo. (2002). Siegel. The Relation Between Decentralised Structure. pp. Political Games in the Budgeting Process of Govermant Manufacturing Enterprises in Indonesia : A Quantitative Approach. Auditing & Accountability Journal.G. Wibawani. dan Syakhroza. Jakarta. M. Waterhouse. Lokman.I. Pengaruh Komitmen terhadap Kepuasan Kerja Auditor : Motivasi sebagai Variabel Intervening (studi empiris pada Kantor Akuntan Publik di Jawa Timur).H. Research Methods for Business. Simposium Nasional Akuntansi III. A contingency framework for management accounting system research. P. tanggal 16 – 17 Oktober 2003.A. pp. New York. Hal. J. Uma. 23. Bambang. Sri. 955 – 970. Jurnal Riset Akuntansi Indonesia Vol. (1972). Englewood Cliffs. FE – UI Depok. 15 – 16 September 2005 --------------------------. 303 – 324. Soebagio. LMFE-UI Jakarta. Vol. Academy of management journal. 194-209. 3.D. (1990). 1. (1982). organization and society.775 – 789. Third Edition. Williams. (1960). D. Inc. Wirawan.G. Searfoss. Cincinnati. organization and society. Perceived participation in the budget process and motivation to achieve the budget. 1. et al. (1978). and Monczka.K. pp. (1973). dan H. 2001. tanggal 5 September 2000. Accounting.J. 541554. R. Teori Kepemimpinan. 2003. 6 No. pp. Budgetary Participation and Organization Commitment. Surabaya. 199 – 216.pp. Budget related behavior in public sector organizations : some empirical evidence. Supriyono. Hal. J. Simposium Nasional Akuntansi VI. The moderating effects of task uncertainty on the relationship between managerial roles and budget-related behavior. Suprantiningrum dan Zulaikha. size. WA. Mei. Nava and Mia.H. Accounting.2). pp. South-Western Publishing Co. Behavioral Accounting. Didik. Trisnaningsih. Accounting. R. organizations and society. Yayasan Bangun Indonesia & UHAMKA Press. Swieringa.

Seberapa sering atasan Anda minta pendapat sedang disusun ? 1 Sangat sering 2 3 4 7 Sangat tidak penting dan atau usulan ketika anggaran 5 6 7 Tidak pernah 603 . S. Kategori mana di bawah ini yang dapat menjelaskan dengan sebaik– baiknya alasan yang diberikan oleh atasan Anda ketika revisi anggaran dibuat ? Alasannya : 1 Sangat masuk akal 2 3 4 5 6 7 Sangat tidak masuk akal 3. seberapa banyak pengaruh Anda yang tercermin dalam anggaran final ? 1 Sangat banyak 2 3 4 5 6 7 Tidak ada 5. Seberapa sering Anda menyatakan permintaan. Komitmen terhadap Tujuan dan Motivasi Terhadap Kinerja dalam Penyusunan Anggaran. Surabaya. tanggal 16 – 17 Oktober 2003. Akron Business and Economic Review (Fall) 26-32. Simposium Nasional Akuntansi VI. Bagaimana anda menilai kontribusi anda terhadap anggaran ? Kontribusi saya : 1 2 3 4 5 6 Sangat penting 6. 15 – 16 September 2005 Yenti.SNA VIII Solo. (1984) Antecedents and consequences of organization commitment : an integrative approach.A. Menurut perasaan Anda. Kategori mana di bawah ini yang dapat menjelaskan dengan sebaik–baiknya tentang kegiatan Anda ketika anggaran sedang disusun ? Saya ikut dalam penyusunan : 1 Semua anggaran 2 3 4 5 6 7 Tidak satupun anggaran 2. dengan cara memberi tanda ( ) pada kolom antara 1 sampai dengan 7 yang menunjukkan seberapa dekat jawaban Bapak/ Ibu dengan kedua jawaban yang tersedia dibawah ini. 707 – 720. Zahra. Hal. Pengaruh Keadilan Distributif. Keadilan Prosedur. 1975) Bapak/ Ibu dimohon untuk mejawab enam pertanyaan di bawah ini. 1. Lampiran A PARTISIPASI PENYUSUNAN ANGGARAN (Diadopsi dari Milani. Riza Reni . pendapat dan atau usulan tentang anggaran kepada atasan Anda. tanpa diminta ? 1 Sangat sering 2 3 4 5 6 7 Tidak pernah 4.

Evaluasi Menilai dan mengukur proposal. memberikan tugas pekerjaan dan menangani keluhan. penilaian catatan hasil. mempromosikan tujuan umum perusahaan. pemeriksaan produk. Perencanaan Menentukan tujuan. merancang prosedur. 604 .… 2. pendekatan ke masyarakat. laporan dan rekening. mempromosikan dan memutasi pegawai.… Kinerja secara keseluruhan 7. tawar menawar dengan wakil penjual. memimpin dan mengembangkan bawahan. menghubungi pemasok.SNA VIII Solo. 1963) Bapak/ Ibu dimohon untuk mengukur kinerja Bapak/ Ibu sendiri pada setiap bidang tugas yang tersebut dalam daftar pertanyaan di bawah ini dengan cara menuliskan skor dengan skala 1 sampai dengan 9 yang menurut Bapak/ Ibu paling tepat menggambarkan kinerja Bapak/ Ibu. 15 – 16 September 2005 Lampiran B KINERJA MANAJERIAL (Diadopsi dari Mahoney. menempatkan. pidato untuk acara kemasyarakatan. … Perwakilan Menghadiri pertemuan dengan perusahaan lain. tawar menawar secara kelompok. memberitahu bagian lain.… 4. kinerja yang diamati atau dilaporkan. 9. mewawancarai dan memilih pegawai baru. penjadwalan kerja. membimbing. 8. menentukan persediaan. penilaian laporan keuangan. pemrograman. penilaian pegawai. merekrut. Pengawasan Mengarahkan. analisis pekerjaan. hubungan dengan manajer lain. mengukur hasil. Bidang Tugas Skala Kinerja 1 s/d 9 1. melatih dan menjelaskan peraturan kerja pada bawahan. Pengkoordinasian Tukar menukar informasi dengan orang di bagian organisasi yang lain untuk mengkaitkan dan menyesuaikan program.… 6. penjualan atau melakukan kontrak untuk barang dan jasa.… 3. Pemilihan Staf Mempertahankan angkatan kerja. penganggaran.… 5. Skala 1 sampai 9 tersebut dibagai dalam tiga kategori sebagai berikut: : Kinerja dibawah Kinerja Kinerja diatas rata-rata rata-rata rata-rata 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Berikut ini daftar pernyataan yang melukiskan tugas Bapak/ Ibu yang perlu diberikan skor : No. pertemuan perkumpulan bisnis. … Negosiasi Pembelian. kebijakan dan tindakan/ pelaksanaan. Investigasi Mengumpulkan dan menyampaikan informasi untuk catatan.

15 – 16 September 2005 Lampiran C KOMITMEN ORGANISASI (Dikembangkan oleh Mowday. 1 Sangat tidak setuju 2 3 4 5 merupakan bagian dari 6 7 Sangat setuju 6. Saya menemukan bahwa nilai–nilai saya sama dengan nilai–nilai organisasi. Sangat setuju 1 tidak 2 3 4 5 6 7 Sangat setuju 5. Saya bangga mengatakan kepada orang bahwa saya organisasi ini. 1 Sangat tidak setuju 2 3 4 5 6 7 Sangat setuju 7. 1 Sangat tidak setuju 2 3 4 5 6 7 Sangat setuju 2.SNA VIII Solo. Saya membanggakan organisasi ini sebagai tempat kerja yang menyenangkan kepada teman–teman saya 1 Sangat tidak setuju 2 3 4 5 6 7 Sangat setuju 3. Saya akan menerima tugas apa saja agar dapat tetap bekerja di organisasi ini. 1979) Bapak/ Ibu dimohon untuk menjawab 9 (sembilan) pertanyaan di bawah ini dengan cara memberi tanda ( ) pada kolom skala antara 1 sampai dengan 7 yang menunjukkan seberapa dekat jawaban Bapak/ Ibu dengan kedua jawaban yang tersedia. Saya sangat senang memilih organisasi ini sebagai tempat kerja dari pada organisasi lain. 1 Sangat tidak setuju 2 3 4 5 6 7 Sangat setuju 605 . Organisasi ini memberi inspirasi terbaik mengenai cara mencapai kinerja. Saya bersedia bekerja lebih keras dari pada yang diharapkan agar organisasi ini sukses. seperti dibawah ini: 1. 1 Sangat tidak setuju 2 3 4 5 6 7 Sangat setuju 4.

Sangat setuju 1 tidak 2 3 4 5 6 7 Sangat setuju 9. Lukiskanlah orang tersebut dengan memberi tanda ( ) pada skala berikut ini. Sangat setuju 1 tidak 2 3 4 5 6 7 Sangat setuju Lampiran D GAYA KEPEMIMPINAN (Diadopsi dari Fiedler & Yukl. Saya sungguh peduli mengenai nasib organisasi ini. 15 – 16 September 2005 8. Orang tersebut tidak harus orang yang paling tidak Bapak/ Ibu sukai. 1981) Pikirkan seseorang dengan siapa Bapak/ Ibu bekerja paling tidak menyenangkan. akan tetapi harus orang dengan siapa Bapak/ Ibu sulit menyelesaikan pekerjaan. Bagi saya organisasi ini merupakan tempat kerja terbaik.SNA VIII Solo. Menye nangk an Bersahabat Menolak Tegang Jaga Jarak Dingin Mendukung Reseh/ Suka cekcok Murung Terbuka Menggerutu Tidak dapat dipercaya Sopan Angkuh Koperatif Tidak Jujur Baik 8 8 1 1 1 1 8 1 1 8 1 1 8 1 8 1 8 7 7 2 2 2 2 7 2 2 7 2 2 7 2 7 2 7 6 6 3 3 3 3 6 3 3 6 3 3 6 3 6 3 6 5 5 4 4 4 4 5 4 4 5 4 4 5 4 5 4 5 4 4 5 5 5 5 4 5 5 4 5 5 4 5 4 5 4 3 3 6 6 6 6 3 6 6 3 6 6 3 6 3 6 3 2 2 7 7 7 7 2 7 7 2 7 7 2 7 2 7 2 1 1 8 8 8 8 1 8 8 1 8 8 1 8 1 8 1 Tidak menyenangkan Tidak bersahabat Menerima Santai/ Releks Dekat Hangat Tidak Mendukung Harmonis Riang Tertutup Loyal Dapat dipercaya Tidak Sopan Ramah Tidak kooperatif Jujur Tidak baik Total skor 606 . orang ini dapat seseorang yang sedang bekerja dengan Bapak/ Ibu atau seseorang yang Bapak/ Ibu kenal dimasa lalu.

11. 17. 13. 23. 24. 15. 3. 9. 22. 20. 8. 26. 27. 10. 19. 14. 16. 12. 30. 7. BANK IFI PT BANK CIC INTERNASIONAL PT BANK NUSANTARA PARAHIYANGAN PT BANK SWADESI PT BANK MUAMALAT INDONESIA PT BANK MESTIKA DHARMA PT BANK METRO EKSPRES PT BANK SHINTA INDONSESIA PT BANK MASPION INDONESIA PT BANK HAGAKITA PT BANK GANESHA PT BANK GANESHA 607 . 25. 29. 21. PT BANK RAKYAT INDONESIA (BRI) PT BANK MANDIRI PT BANK NEGARA INDONESIA (BNI) PT BANK TABUNGAN NEGARA (BTN) PT BANK DANAMON INDONESIA PT BANK PERMATA (PT BANK BALI) PT BANK CENTRAL ASIA (BCA) PT BANK INTERNASIONAL INDONESIA (BII) PT PAN INDONSEIA BANK PT BANK ARTA NIAGA KENCANA PT BANK NIAGA PT BANK BUANA INDONESIA PT LIPPO BANK PT BANK NISP PT BANK BUMI ARTA PT BANK ARTHA GRAHA PT BANK EKONOMI RAHARJA PT BANK ANTAR DAERAH PT BANK HAGA PT . 6. 2. 5.SNA VIII Solo. 28. 18. 4. 31. 15 – 16 September 2005 Lampiran E MANAJER KANTOR CABANG UTAMA BANK – BANK DI JAKARTA ( Sumber BI. 2004 ) NAMA BANK Manajer Kantor Cabang Utama 15 10 10 2 10 2 15 2 1 1 5 10 15 1 1 4 9 1 6 1 3 1 1 1 2 1 1 1 1 2 2 1.

55. 39. 35. 41. 49. Method Enter a. 52. 53. 38. 48. 40. 37. 45. 50.1: b Variables Entered/Removed Model 1 Variables Entered Standarisa si Partisipasi a Anggaran Variables Removed . 44. b. 15 – 16 September 2005 32. 46.656 X 1 + ε i . 42. 36. 43. 34. Tabel R. Dependent Variable: Y . 51. PT BANK HALIM INDONESIA PT BANK KESAWAN PT BANK PIKKO PT BANK MEGA PT BANK BUKOPIN PT BANK SYARIAH MANDIRI PT BANK HARMONI INTERNASIONAL PT BANK HIMPUNAN SAUDARA 1906 PT BANK TABUNGAN PENSIUNAN NASIONAL PT BANK SWAGUNA PT BANK DJASA ARTA PT BANK BISNIS INTERNASIONAL PT BANK INDOMONEX PT ALFINDO SEJAHTERA PT BANK INA PERDANA PT PRIMA MASTER BANK PT BANK DANPAC PT BANK UIB PT BANK ARTOS INDONESIA PT BANK EKSEKUTIF INTERNASIONAL PT CENTRAMATA NASIONAL BANK PT BANK FAMA INTERNASIONAL PT BPD JAWA BARAT PT BPD DKI Total Populasi 2 1 1 2 1 5 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 4 170 Lampiran R: ANALISIS REGRESI Persamaan Regresi: Y = 54. 47.SNA VIII Solo. 33.122 − 7. 54. All requested variables entered.Kinerja Manajerial 608 .

Predicted Value Std.0817 19.000 1.4: a Coefficients Model 1 (Constant) Standarisasi -7.2: b Model Summary Model 1 Change Statistics Adjusted Std. Standarisasi Partisipasi Anggaran b.50 .37842 1.000 a.656 Partisipasi Anggaran Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients B Std. Dependent Variable: Y . Dependent Variable: Y .329 14803. Predictors: (Constant). Residual Minimum 32. Dependent Variable: Y .855 -5.327 108.308 .122 1.000 51.000 1.Kinerja Manajerial Tabel R.194 -6.894 1 88 . Deviation 7.458 1.106 -. Lower Bound Upper Bound Tolerance VIF .936 F 47.936 56.345 10. Dependent Variable: Y . Error of R Square R R Square R Square the Estimate Change F Change df1 df2 Sig.352 47.SNA VIII Solo.594a .000 Condition Index 1.100 1.65648 10.50 .000 -9.298 Maximum 71.Kinerja Manajerial Tabel R.Kinerja Manajerial Tabel R. Error Beta 54.352 .656 df 1 88 89 Mean Square 5217.3: ANOVAb Model 1 Sum of Squares 5217.6: Residuals Statisticsa Predicted Value Residual Std.000 Std.7801 2.0000 .50 .859 -3.994 N 90 90 90 90 a.50 a.895 Mean 54.921 95% Confidence Interval for BCollinearity Statistics Sig. . F Change .1222 .215 1.000a Regression Residual Total a.5: a Collinearity Diagnostics Model 1 Dimension 1 2 Eigenvalue 1. Predictors: (Constant).894 Sig.327 9586.000 .000 .000 Variance Proportions Standarisasi Partisipasi (Constant) Anggaran .Kinerja Manajerial Tabel R. Dependent Variable: Y .000 a.000 1.Kinerja Manajerial 609 .594 t 49.4209 -2. Standarisasi Partisipasi Anggaran b.43722 .2295 -34. 15 – 16 September 2005 Tabel R.

Standarisasi Komitmen Organisasi.040 2 87 . ˆ Y = β 0 + β1 X 1 + β 2 X 2 + β 3 X 1 X 2 + ε . F Change .SNA VIII Solo. All requested variables entered.650 F 30. Tabel S. Standarisa si Partisipasi a Anggaran Variables Removed Method . b. Predictors: (Constant).3: ANOVAb Model 1 Sum of Squares 6047. Dependent Variable: Y .000 a.Kinerja Manajerial 610 .Kinerja Manajerial Tabel S. . Enter a.639a .000a Regression Residual Total a.040 Sig. Dependent Variable: Y .527 14803.564 100. Dependent Variable: Y . Predictors: (Constant). Standarisasi Partisipasi Anggaran b.Kinerja Manajerial Tabel S.395 10.2: b Model Summary Model 1 Change Statistics Adjusted Std. 15 – 16 September 2005 LAMPIRAN S: ANALISIS REGRESI DENGAN INTERAKSI ˆ Persamaan Regresi: Y = β 0 + β 1 X 1 + β 2 X 2 + ε .129 8756.1: b Variables Entered/Removed Model 1 Variables Entered Standarisa si Komitmen Organisas i. Standarisasi Komitmen Organisasi.0324 . Error of R Square R R Square R Square the Estimate Change F Change df1 df2 Sig.408 30. Standarisasi Partisipasi Anggaran b.408 .656 df 2 87 89 Mean Square 3023.

296 1.63 a. Zero-order Partial Part Tolerance VIF .104 1.00 .00 . Standarisa si Partisipasi a Anggaran Variables Removed Method . Residual Minimum 29.730 Condition Index 1.928 -3.000 .4: a Coefficients Model 1 (Constant) Standarisasi -6. Standarisa si Komitmen Organisas i.37 . b.000 Std. Error Beta t 54. 15 – 16 September 2005 Tabel S.00 1.251 2.527 -6.158 .9191 1.927 1.000 .63 .505 -2.000 . Dependent Variable: Y .051 18.Kinerja Manajerial Tabel S.179 1.127 1.237 .7: Variables Entered/Removedb Model 1 Variables Entered X1X2. Dependent Variable: Y .819 Mean 54.551 .508 .058 51.37 .122 1.Kinerja Manajerial Tabel S.988 -35. Deviation 8. Predicted Value Std.294 -.800 Partisipasi Anggaran Standarisasi 3.Kinerja Manajerial 611 .871 Correlations Collinearity Statistics Sig.00 Variance Proportions Standarisasi Standarisasi Partisipasi Komitmen Anggaran Organisasi . All requested variables entered.171 Komitmen Organisasi UnstandardizedStandardized Coefficients Coefficients B Std.SNA VIII Solo.005 -. Dependent Variable: Y .Dependent Variable: Y .079 a.104 -. Enter a.2429 9.246 2.000 .539 Maximum 73.594 .5: a Collinearity Diagnostics Model 1 Dimension 1 2 3 Eigenvalue 1.122 .927 .319 (Constant) .6: Residuals Statisticsa Predicted Value Residual Std.00 .000 .Kinerja Manajerial Tabel S.270 1.000 .388 -.989 N 90 90 90 90 a.000 1.079 1.

705 Condition Index 1. X1X2.618 3 86 .000 .346 Residual 8439.17 .10: a Coefficients Model 1 (Constant) Standarisasi -6. Standarisasi Komitmen Organisasi.310 1.059 1.964 -.430 21. Dependent Variable: Y .147 2.Kinerja Manajerial Tabel S.000 1.132 F 21.091 . F Change atson . Standarisasi Partisipasi Anggaran b.190 Komitmen Organisasi X1X2 1.52 .331 1.8: b Model Summary Model 1 Change Statistics Adjusted Std.918 . Dependent Variable: Y .374 (Constant) .9: b ANOVA Model 1 Sum of Squares Regression 6364.410 9.656a .756 1.SNA VIII Solo.43 .075 50.542 -6.Kinerja Manajerial Tabel S.Kinerja Manajerial 612 .238 .11: a Collinearity Diagnostics Model 1 Dimension 1 2 3 4 Eigenvalue 1. Predictors: (Constant).36 X1X2 .618 Sig.011 a.081 -.09 .26 a. Standarisasi Komitmen Organisasi.301 .28 .995 Partisipasi Anggaran Standarisasi 3.776 .520 . Error of R Square Durbin-W R R Square R Square the Estimate Change F Change df1 df2 Sig.16 .798 Correlations Collinearity Statistics Sig.388 .449 98.594 .19 .12 .9061 .37 . Error Beta t 54.Kinerja Manajerial Tabel S.734 UnstandardizedStandardized Coefficients Coefficients B Std.925 1.076 -.13 .567 .656 df 3 86 89 Mean Square 2121. Dependent Variable: Y .079 1.927 .000a a.000 2. Predictors: (Constant).20 .24 .31 .146 . Zero-orderPartial Part Tolerance VIF . .247 .040 a. X1X2.430 . 15 – 16 September 2005 Tabel S.000 .989 1.585 1.384 .004 .188 .096 1. Standarisasi Partisipasi Anggaran b.190 -.309 Total 14803.17 Variance Proportions Standarisasi Standarisasi Partisipasi Komitmen Anggaran Organisasi .Dependent Variable: Y .089 1.

Dependent Variable: Y .288 17.825 110.691 Sig. 15 – 16 September 2005 Tabel S.656 df 2 87 89 Mean Square 2609. .Kinerja Manajerial Tabel T.000 .7377 1. Standarisasi Partisipasi Anggaran b. Dependent Variable: Y .122 . Predicted Value Std.005 14803.161 F 23.SNA VIII Solo.4563 9.1: b Variables Entered/Removed Model 1 Variables Entered Standarisa si Gaya Kepemimp inan. Predictors: (Constant).Kinerja Manajerial Tabel T. b. Dependent Variable: Y .353 23.4958 . Enter a.691 2 87 .3: ANOVAb Model 1 Sum of Squares 5219. All requested variables entered. Residual Minimum 22. Dependent Variable: Y .000 .353 .921 1.493 Maximum 69.809 Mean 54.Kinerja Manajerial LAMPIRAN T: ANALISIS REGRESI DENGAN INTERAKSI ˆ Persamaan Regresi: Y = β 0 + β 1 X 1 + β 3 X 3 + ε .793 1. Tabel T.983 N 90 90 90 90 a.000 a.537 -34.735 -3.000 .000 Std. Predictors: (Constant).599 -3. Standarisa si Partisipasi a Anggaran Variables Removed Method .12: a Residuals Statistics Predicted Value Residual Std. Standarisasi Gaya Kepemimpinan.594a .338 10. ˆ Y = β 0 + β1 X 1 + β 3 X 3 + β 4 X 1 X 3 + ε .000a Regression Residual Total a. F Change .651 9584.2: b Model Summary Model 1 Change Statistics Adjusted Std.Kinerja Manajerial 613 . Deviation 8. Standarisasi Partisipasi Anggaran b. Standarisasi Gaya Kepemimpinan. Error of R Square R R Square R Square the Estimate Change F Change df1 df2 Sig.

Kinerja Manajerial Tabel T. Dependent Variable: Y .00 .251 (Constant) . b.39 . Standarisa si Gaya Kepemimp a inan Variables Removed Method . All requested variables entered.295 Maximum 71.61 Standaris asi Gaya Kepemim pinan .257 1.000 .000 . Error Beta t 54.3772 1.013 .581 -2.6582 10.39 .4: a Coefficients Model 1 (Constant) Standarisasi -7.00 1.000 . Standarisa si Partisipasi Anggaran.582 -.000 .143 -.61 Model 1 Dimension 1 2 3 Eigenvalue 1. Dependent Variable: Y .106 48.00 .000 .000 Std.00 .SNA VIII Solo.105 1.Kinerja Manajerial Tabel T.576 -. Enter a.885 -.Dependent Variable: Y .681 -.578 2.145 Correlations Collinearity Statistics Sig.951 . Deviation 7. Residual Minimum 32.865 Mean 54.166 Kepemimpinan UnstandardizedStandardized Coefficients Coefficients B Std.00 a.620 Partisipasi Anggaran Standarisasi Gaya -.122 .293 -34.220 1.951 1.7: b Variables Entered/Removed Model 1 Variables Entered X1X3.989 N 90 90 90 90 a.013 -6.919 1.591 -.850 -3.051 a.000 1.6: Residuals Statisticsa Predicted Value Residual Std. 15 – 16 September 2005 Tabel T.Kinerja Manajerial Tabel T.141 -. Predicted Value Std.780 Condition Index 1.406 19. Dependent Variable: Y .5: a Collinearity Diagnostics Variance Proportions Standarisasi Partisipasi Anggaran .594 -. Zero-order Partial Part Tolerance VIF .000 .141 1.Kinerja Manajerial 614 .016 -.122 1.051 1.

059 1.472 1. 15 – 16 September 2005 Tabel T.656 df 3 86 89 Mean Square 1825.065 a.21 .000 .579 -6.132 .025 -.132 -1.714 Condition Index 1.33 . Standarisasi Gaya Kepemimpinan b.000 1.136 1.Dependent Variable: Y .11: a Collinearity Diagnostics Model 1 Dimension Eigenvalue 1 1. Zero-orderPartial Part Tolerance VIF .07 .000 .169 -.211 3 .4144 .472 Partisipasi Anggaran Standarisasi Gaya -.600 14803.031 -.8: b Model Summary Model 1 Change Statistics Adjusted Std.Kinerja Manajerial 615 . Error of R Square Durbin-W R R Square R Square the Estimate Change F Change df1 df2 Sig.40 X1X3 .222 2 1.608a .005 1.579 -.Kinerja Manajerial Tabel T.013 -. Predictors: (Constant).587 1.000a Regression Residual Total a. Standarisasi Partisipasi Anggaran.143 -. X1X3.03 .137 1.197 1.121 48.06 .370 16.164 -.352 108.830 3 86 .944 .563 -. Standarisasi Partisipasi Anggaran.060 1.326 Kepemimpinan X1X3 -1.27 .22 .45 .000 2.Kinerja Manajerial Tabel T. Predictors: (Constant). Dependent Variable: Y .286 Correlations Collinearity Statistics Sig.594 -.Kinerja Manajerial Tabel T.37 .775 .853 4 .830 Sig.579 -.308 (Constant) .39 . F Change atson .370 .12 .460 F 16.30 . Dependent Variable: Y . X1X3.36 a.945 . Dependent Variable: Y .056 9327. Error Beta t 54. Standarisasi Gaya Kepemimpinan b.9: ANOVAb Model 1 Sum of Squares 5476.24 .538 a.025 -.348 10.128 -.SNA VIII Solo.18 Variance Proportions Standaris Standarisasi asi Gaya Partisipasi Kepemim Anggaran pinan .606 UnstandardizedStandardized Coefficients Coefficients B Std.045 -. .987 1.10: a Coefficients Model 1 (Constant) Standarisasi -7.

Dependent Variable: Y .000 1.000 10.12: a Residuals Statistics Minimum Predicted Value 31.834 Std.063 1. 15 – 16 September 2005 Tabel T.2374 .983 N 90 90 90 90 a. Deviation 54.208 Std.891 Residual -32.023 Mean Std.SNA VIII Solo. Predicted Value -2.Kinerja Manajerial 616 .093 Maximum 67.000 .352 21.122 7.000 .687 2. Residual -3.8440 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful