KRISIS NUKLIR IRAN: Sebuah Studi Kasus terhadap Keamanan Global Proyek pengembangan nuklir yang mulai dilakukan

Iran sejak 1960-an, dan mulai dilanjutkan kembali pada pertengahan tahun 1990-an, ternyata mendapatkan banyak penentangan dari pihak Barat sejak tahun 2003, dimana negara-negara Barat, khususnya Amerika Serikat mengklaim bahwa proyek pengembangan nuklir yang dilakukan Iran merupakan proyek untuk menghasilkan senjata nuklir. Iran membantah pernyataan tersebut dengan menyatakan bahwa proyek pengembangan nuklir yang dilakukannya adalah untuk tujuan damai, seperti untuk keperluan sipil, diantaranya pengembangan tenaga listrik dan riset. Hasil inspeksi yang dilakukan oleh Badan Energi Atom Internasional atau International Atomic Energy Agency (IAEA) juga membuktikan hal tersebut. Namun AS dan sekutunya tetap bersikukuh bahwa Iran memproduksi senjata nuklir dan bahwa proyek pengembangan nuklir Iran harus segera dihentikan. Sebenarnya, apa tujuan dari pengembangan energi nuklir yang dilakukan oleh Iran? Apakah benar ditujukan untuk memproduksi senjata? Mengapa AS tetap bersikukuh untuk menghentikan proyek pengembangan nuklir Iran meskipun belum ada bukti apapun yang mengindikasikan bahwa Iran memproduksi senjata nuklir? Apakah ada alasan lain dibalik penentangan AS terhadap proyek pengembangan nuklir Iran? Apa dampak krisis nuklir Iran terhadap keamanan regional dan keamanan global? Semuanya akan saya uraikan di dalam esai ini. Sejarah dan Perjalanan Pengembangan Nuklir Iran Iran mulai melaksanakan program nuklirnya sejak tahun 1960-an. Instalasi nuklir Iran pertama adalah untuk riset nuklir dengan kekuatan hanya lima Megawatt yang diperolehnya dari AS dan memulai beroperasi pada 1967. Pada tahun 1968, dibentuk perjanjian pelarangan penyebaran senjata nuklir diantara negara-negara pemilik nuklir dalam bentuk Nuclear Non-Proliferation Treaty (NPT), dan pada tahun 1970, Iran telah menjadi salah satu negara penandatangannya. Di bawah pemerintahan Shah, Iran terus mengembangkan aktifitas nuklirnya dengan melakukan kerjasama dan transaksi dengan beberapa perusahaan Eropa, seperti perusahaan ‖Siemen‖ dari Jerman pada tahun 1975, dan perusahaan dari Perancis pada tahun berikutnya. Namun, pada tahun 1979, seiring dengan jatuhnya kekuasaan Shah, Khomeini, yang saat itu mengambil kursi pemerintahan, menghentikan aktifitas pembangunan reaktor-reaktor nuklir Iran. Hal ini disebabkan karena proyek pembangunan nuklir telah menghabiskan sekitar 30 milyar dolar, dan proyek ini dianggap hanya untuk memenuhi ambisi Shah semata. Aktifitas nuklir Iran berhenti selama masa pemerintahan Khomeini. Pada tahun 1995, program nuklir Iran mulai dilanjutkan oleh Rafsanjani, dan terus berlanjut selama periode kaum reformis (1997-2005) di bawah kekuasaan Khatami. Pada tahun 2003, muncul awal mula permasalahan terhadap pengembangan nuklir Iran, yang dimulai oleh pengumuman yang dilakukan oleh pihak oposisi Iran yang diasingkan, bahwa Iran sedang mengejar program nuklir yang bersifat rahasia dan tidak aman, kemudian menyelimuti dan menyembunyikannya dari para inspektor Badan Energi Atom Internasional atau International Atomic Energy Agency (IAEA). Berdasarkan hal inilah, ketua IAEA, Mohammad al-Barada‘i menyiapkan sebuah laporan dan menunjukkannya kepada IAEA. Pada saat inilah momentum mengenai Krisis Nuklir Iran dimulai. Sejak saat itu, dimulailah serangkaian dialog dengan trio Eropa, yaitu Jerman, Perancis, dan Inggris. Pada tanggal 25 Oktober 2003 ditandatangani protokol yang dinamai sebagai ‘Protokol Tambahan‘ yang isinya memperbolehkan IAEA melakukan inspeksi dadakan. Hal ini ditujukan untuk mencegah tuduhantuduhan terhadap Iran bahwa mereka telah menyembunyikan aktifitas pengembangan nuklir untuk memproduksi senjata dan permasalahan yang sensitif lainnya, yang bisa dibuktikan selama inspeksi rutin dan inspeksi terjadwal. Demi negosiasi, Iran akhirnya menghentikan proses pengayaan uraniumnya. Namun, meskipun Iran telah menghentikan proses pengayaan uraniumnya, desakan terhadap Iran untuk menghentikan keseluruhan program nuklirnya semakin besar dan aturan-aturan terhadap Iran semakin diperketat, dan tidak ada jaminan terhadap hak Iran untuk menggunakan energi nuklir untuk tujuan damai, seperti yang tercantum dalam Non-Ploriferation Treaty. Hal ini membuat Iran kembali menjalankan program pengayaan uraniumnya. Pada tanggal 23 Desember 2006, Dewan Keamanan PBB mengeluarkan resolusi 1737 yang isinya menyeru Iran untuk menghentikan proses pengayaan uraniumnya. Namun Iran mengacuhkan resolusi ini dan tetap mempertahankan haknya untuk menggunakan energi nuklir demi tujuan-tujuan damai sebagaimana yang dijamin di dalam Non-Ploriferation Treaty. Pada tanggal 23 April 2007, DK PBB mengeluarkan resolusi 1747 dan memberikan tenggat waktu dua bulan bagi Iran untuk menghentikan proses pengayaan yang ditambah dengan tekanan terhadap Iran untuk menanggalkan haknya dalam penggunaan energi nuklir untuk tujuan-tujuan damai.

Bush dalam konferensi persnya: ―Saya telah memberitahu kepada khalayak bahwa jika anda tertarik untuk mencegah Perang Dunia Ketiga. Iran berhak mendapatkan haknya dalam mengembangkan teknologi nuklir untuk tujuan damai. maka tidak diragukan lagi harga minyak mentah di pasaran dunia akan meningkat dan berbagai transaksi perdagangan internasional akan ikut juga terganggu.‖ Wakil Presiden AS. AS melakukan embargo ekonomi dan mengeluarkan ancaman serangan militer terhadap Iran.Apa tujuan Iran mengembangkan proyek nuklirnya? Pada tahun 1970. Dengan alasan inilah AS menghembuskan . Selain itu. maka sepertinya anda harus tertarik untuk mencegah mereka (Iran) dari kepemilikan atas pengetahuan yang dibutuhkan untuk membuat sebuah senjata nuklir. sebagai senjata dalam menghadapi tekanan internasional terhadap program nuklir Iran.‖ Selain itu. serta bagi kepentingan AS sebagai negara utama di kawasan. termasuk ekspor minyak. baik bagi kestabilan sistem internasional. Nuklir Iran: Ancaman bagi Keamanan Regional dan Keamanan Global ? Program pengembangan nuklir yang dilakukan oleh Iran membuat negara tersebut dicap oleh AS sebagai kekuatan revisionis dalam sistem regional Timur Tengah. Iran telah menandatangani perjanjian pelarangan penyebaran senjata nuklir (Nuclear Non-Proliferation Treaty) yang berisi larangan penyebaran senjata nuklir. dan seluruh komunitas internasional.‖ Negara-negara Barat. Tentu saja apabila ancaman ini benar-benar dipraktekkan Iran. seperti pengembangan tenaga listrik dan riset. Pengayaan nuklir Iran dilakukan hanya pada tingkat 5%. seperti pernyataan George W. terus menghembuskan isu-isu bahwa proyek nuklir sipil Iran hendak dibelokkan menjadi proyek senjata nuklir. ―Negara kami. Hal ini dibuktikan dengan didatangkannya dua kapal induk yang berpangkalan di Washington dan laut Pasifik yakni USS Dwight D. Di lain pihak AS juga tampaknya tak gentar dengan ancaman Iran tersebut. penggunaan energi nuklir untuk kepentingan damai. Menanggapi sanksi Dewan Keamanan PBB tersebut. Dick Cheney pun juga mengatakan dalam kaitannya dengan ambisi nuklir Iran. Eisenhower dan USS John C. di mana dalam proses nuklir untuk tujuan militer dibutuhkan uranium dengan tingkat pengayaan hingga 97%. Hasil inspeksi yang dilakukan oleh IAEA juga mengatakan bahwa tidak ada penyimpangan sedikitpun dari proyek nuklir Iran. Menteri Pertahanan AS Robert Gates malah menyatakan bahwa kehadiran Angkatan Laut AS di Teluk Persia akan ditingkatkan. Untuk menekan Iran agar mau menuruti keinginan AS yaitu menghentikan program pengayaan nuklirnya. Penentangan Negara-negara Barat khususnya AS terhadap pengembangan nuklir Iran Konflik AS-Iran mulai muncul ke permukaan berawal dari beberapa pernyataan yang dikeluarkan oleh para politisi AS dan Inggris seputar nuklir Iran. Mengacu pada isi perjanjian tersebut. Nuklir merupakan salah satu aset terpenting yang dimiliki Iran saat ini –selain minyak bumi—yang menjadi komoditi utama di bidang ilmu dan teknologi serta perdagangan Iran. maupun bagi kestabilan kawasan. Iran juta telah berkali-kali menegaskan bahwa program nuklirnya dilakukan untuk tujuan damai. yang bersiap-siap untuk membekingi dan mendanai teror dalam rangka menggoncang negara-negara yang rakyatnya ingin hidup dengan damai. dan untuk kepentingan sipil. Stennis yang memuat 16. tidak dapat hidup normal manakala sebuah negara pendukung teror mampu memenuhi ambisi terbesarnya. Iran dianggap sebagai ancaman. Tony Blair memproklamirkan ketika berbicara tentang ‗ideologi mematikan‘ dari ekstrimis Muslim. AS menggerakkan kekuatan personel pasukan gerak cepat yang dibantu oleh kapal-kapal gudang senjata dari Diego Garcia ke Pantai Iran untuk mendaratkan senjata-senjata berat dan suplai. Tujuan dari pengembangan teknologi nuklir di Iran –seperti yang telah berulang kali ditegaskan oleh para pemimpin Iran—adalah untuk kepentingan sipil. Iran. Oleh karena itu. AS juga mengancam akan memberikan sanksi kepada negara manapun yang menanamkan investasi di Iran dalam jumlah besar. ―Ideologi ini kini telah memiliki sebuah negara. yang kelak akan berguna bagi keadilan dan kedamaian di muka bumi. Meskipun tim inspeksi Badan Energi Atom Internasional (IAEA) selalu mengatakan bahwa tidak ada penyimpangan sedikitpun dari proyek nuklir Iran. yang merupakan batasan bagi pengayaan uranium untuk tujuan damai. Pemerintah Iran mengancam akan menggunakan senjata apapun untuk mempertahankan diri. terutama AS.000 tentara. selain itu. dan penghapusan senjata nuklir secara menyeluruh.

pada dasarnya merupakan manifestasi tekad membendung perluasan daerah pengaruh (sphere of influence) dan daerah kepentingan (sphere of interest) dari negara-negara lain yang berseberangan dengan kepentingan nasional AS. Kedua. Isu yang dihembuskan AS mengenai keamanan regional ini adalah sebagai upaya untuk melindungi sekutu utamanya tersebut. Iran tidak memiliki masalah dengan negaranegara di Timur Tengah. ancaman akan didefinisikan berdasarkan kedekatan (proximity). khususnya gerakan-gerakan . yang berada dalam satu region dengan Iran.istilah ‖Iranian Threat. Maka itu. Namun menurut saya. kawasan ini mengandung sumber utama minyak. ancaman pencurian. potensi kebocoran teknologi dan senjata nuklir ke tangan teroris. AS menyatakan bahwa program pengembangan nuklir Iran akan dipandang sebagai ancaman oleh negara-negara Arab atau Israel. yang ditakutkan AS sebenarnya adalah keamanan Israel. ini hanyalah salah satu alasan yang dibuat-buat oleh AS untuk terus berupaya menghalangi pengembangan nuklir Iran. Kepentingan AS terhadap timur tengah. Dalam hal keamanan regional. 1. kepemilikan nuklir akan memunculkan tendensi perilaku agresif dalam penggunaan senjata konvensional. Bagi AS. Hal itu disebabkan ketergantungan Barat akan impor minyak dari kawasan itu sangat besar. Apa yang membuat AS tetap bersikukuh menentang pengembangan nuklir Iran? Di bawah ini merupakan beberapa alasan mengapa AS tetap bersikukuh untuk menentang pengembangan nuklir Iran. Dengan adanya dialog intrakawasan. menghentikan proyek pengembangan nuklir Iran bukanlah satu-satunya solusi. tak dapat dipungkiri bahwa krisis kepemilikan nuklir Iran tampaknya akan mempermudah AS untuk mencapai Teluk Parsi dan suplai utama minyak Barat. dan pernyataan Iran yang berkali-kali menegaskan bahwa proyek nuklirnya bertujuan untuk kepentingan sipil dan riset ternyata sama sekali tidak membuat AS berhenti untuk menentang pengembangan nuklir Iran. yang masih memiliki kedekatan persaudaraan dengan Iran. muncul corak baru peningkatan-peningkatan kekuatan progresif. Ancaman bagi Keamanan Global Scott Sagan (Journal of International Affairs. Menurut saya. Cadangan minyaknya hampir sekitar dua pertiga cadangan minyak dunia dan produksinya pernah mencapai 40 persen produksi dunia. Selain karena letaknya yang sangat strategis. Dengan kemampuan finansial yang dimiliki oleh negara-negara di kawasan Timur Tengah. melibatkan Iran dalam dialog juga menjadi solusinya. dan tidak ada alasan bagi Iran untuk menyerang negara-negara Timur Tengah. kekuatan nuklir yang dimiliki Iran memiliki bahaya yang besar terhadap kompleks dan tirai keamanan Israel. Sejak tampilnya Ahmadinejad ke tampuk kekuasaan di Iran. Pertama. Menurut saya. 2007) menilai bahwa kepemilikan nuklir Iran berpotensi memunculkan masalah karena tiga alasan. Ketiga. Ancaman bagi Keamanan Kawasan Timur Tengah Bagi negara-negara di suatu kawasan. solusinya bisa dengan penggunaan instrumen diplomatik dengan dialogdialog untuk membangun Iran sebagai pemilik yang bertanggung jawab. AS pun menambahkan bahwa hal inilah yang dikhawatirkan akan menimbulkan efek bola salju kepemilikan senjata nuklir.‖ untuk menyebutkan ancaman yang datang dari proyek nuklir yang dilakukan Iran. Jika AS khawatir bahwa Iran akan berbelok menyalahgunakan nuklirnya untuk memproduksi senjata. 2. Timur tengah mempunyai arti yang sangat besar bagi AS. dan pembangunan rasa saling percaya diantara negara-negara tersebut bisa menghilangkan ketakutan akan ancaman terhadap keamanan regional yang berasal dari Iran. jika yang dikhawatirkan oleh pihak Barat mengenai pengembangan nuklir Iran adalah tiga hal diatas. sebagai satu-satunya kekuatan nuklir di Timur-Tengah. AS ikut melibatkan diri dalam percaturan kawasan Timur Tengah. Sebagai salah satu cara untuk memudarkan pengaruh Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad dan usahanya untuk melawan imperialisme AS. Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad dikenal sebagai presiden yang sangat gigih untuk melawan segala bentuk imperialisme AS di negaranya. Alasan AS di balik penentangan terhadap pengembangan nuklir Iran Serangkaian inspeksi yang dilakukan oleh IAEA yang membuktikan bahwa tidak ada penyimpangan sedikitpun dari proyek nuklir Iran. bukan hal yang sulit bagi negara-negara tersebut untuk juga mulai mengembangkan senjata nuklirnya masing-masing. Jika AS khawatir terhadap penanganan dan keamanan untuk mencegah proliferasi teknologi dan senjata nuklir ke tangan yang salah. Ketiganya terkait dengan kemampuan negara pemilik untuk mengendalikan dan menjamin keamanan kepemilikan senjata nuklirnya.

seperti yang dilakukan Ahmadinejad di Iran. yang selama ini menjadi satu-satunya negara yang memiliki kekuatan nuklir di Timur Tengah. melainkan bagi Israel. dan kekuatan nuklir Iran. (2) AS. bahwa Barat yang mesti ―bertanggung jawab atas terjadinya holocaust. karena sikapnya yang anti Amerika. Ditambah lagi dengan pernyataan-pernyataannya seperti. Faktor inilah yang menjadi salah satu alasan yang melandasi tindakan AS dalam upayanya untuk menghentikan program pengembangan nuklir Iran. bukan bangsa Palestina‖. 2. . Bush memiliki sentimen yang besar terhadap Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad. mengakumulasikan kekuatiran AS akan Iran. ingin ―menghapus Isreal dari peta dunia‖. 3. Merupakan suatu hal yang wajar jika suatu negara merasa tidak aman jika negara lain —terutama negara yang memiliki paham yang berseberangan dengan negaranya)— mengembangkan kekuatan nuklir. AS menyadari bahwa kepemimpinan Ahmadinejad dan kondisi perlawanan Iran terhadap AS dapat berefek bola salju menjalar ke berbagai belahan dunia apabila tidak segera dihentikan. Kombinasi antara kepemimpinan Ahmadinejad. Kesimpulan Berdasarkan kasus mengenai ‘Krisis Nuklir Iran‘ di atas. kondisi perlawanan rakyat Iran terhadap AS. dimana di daerah tersebut terdapat cadangan minyak Iran yang besar. proyek pengembangan nuklir Iran juga dianggap sebagai ancaman bagi AS. Alasan tersebut diantaranya: (1) AS memanfaatkan isu nuklir Iran untuk bisa masuk ke kawasan Timur Tengah terutama kawasan Teluk Persia. Ahmadinejad sangat anti terhadap Amerika Serikat dan Israel. Israel merupakan salah satu sekutu AS. Proyek pengembangan nuklir yang dilakukan Iran akan memberikan ancaman terhadap security complex atau kompleks keamanan Timur Tengah. Dengan menggerakkan militernya ke kawasan Persia (dengan dalih untuk menjaga keamanan di Teluk Persia karena isu nuklir Iran) akan semakin mendekatkan AS dari sumber cadangan minyaknya. dan AS tentu akan berupaya sekuat tenaga (meskipun dengan berbagai macam rekayasa) untuk melindungi sekutunya tersebut. Terdapat beberapa alasan lain di balik penentangan AS terhadap pengembangan nuklir selain karena kekhawatirannya terhadap aktifitas produksi senjata nuklir yang mungkin dilakukan Iran. AS memang memiliki kekhawatiran yang besar terhadap kepemilikan nuklir oleh Iran yang dikhawatirkan akan digunakan untuk memproduksi senjata nuklir. Proyek pengembangan nuklir yang dilakukan Iran memberikan ancaman bagi keamanan regional di Timur Tengah. dan negara tersebut tidak terbukti memproduksi senjata nuklir. dsb. dapat ditarik beberapa kesimpulan di bawah ini: 1. bukan terhadap negara-negara Arab lain yang ada di Timur Tengah. Namun kekhawatiran tersebut semakin tidak berdasar ketika telah dilakukan inspeksi kepada negara yang bersangkutan. bahwa ―suatu hari nanti Israel akan hancur‖. Selain bagi Israel. Akan muncul kekhawatiran bahwa nuklir tersebut akan disalahgunakan untuk pembuatan senjata. terutama terhadap Israel. juga memberikan ancaman terhadap security overlay atau tirai keamanan Israel. yang juga mempengaruhi gerakan-gerakan di berbagai dunia untuk melawan imperialisme AS. terutama pada masa George W. yang juga merupakan salah satu sumber minyak AS.untuk melawan imperialisme Amerika Serikat di berbagai belahan dunia.