Penyakit-penyakit yang timbul dapat mengenai organ : 1. Jantung dan pembuluh darah 2.

Ginjal dan saluran kemih 3. Saluran cerna dan hati 4. Endokrin / Hormon 5. Darah (sistem pembentuk darah) 6. Kerangka 7. Infeksi

Penyakit jantung dan pembuluh darah akibat kerja

A. Penyakit jantung koroner
• • • Karena karbon monoksida, metilin klonida, debu fibrigenik, nitrat Ada kontak dengan zat Nyeri dada

Pemeriksaan EKG

Iskemik (Gangguan pembuluh darah jantung sesaat ) • • • • • Karena karbon monoksida. chlorin. metilin klorida.B. nitrat Berdebar sampai dengan pingsan Pemeriksaan EKG C. nitrat Riwayat (sama dengan point A ) Karena fluorocarbon. Gangguan irama jantung .

D. karbon monoksida. tekanan darah rendah. metilin klorida Kaudikasio / fenomena raynaud (cramp) Faktor resiko lain harus disingkirkan . Gangguan otot jantung • • Karena cobalt. Penyakit Pembuluh darah perifer (tangan/ kaki) • • • Karena karbon disulfida. nadi kecil E. antimon Sesak.

• Carpal tunnel syndrome – Contoh penyebab : sering pada macam-macam pekerjaan operator mesin asembling yang melakukan pengepakan pekerjaan tekstil. pekerja lainnya (vibrasi & fleksi yang kuat pada pergelangan tangan maupun ekstensi atau deviasi) .

medianus distai Gejala khas tadi memburuk malam hari ataupun sesudah fleksi yang lama misal : pengemudi mobil Hilangnya rasa raba permukaan tangan sebelah medial Kelemahan tenar/atrofi Kesemutan dari pergelangan kebawah . lemah pada jarijari menurut distribusi N.– Kriteria diagnostik : • • • • • Karakteristik parastesia. nyeri.

. penggunaan tangan. • Gejala berkurang sesudah istirahat kerja. posisi tangan & sering atau beratnya kekuatan atau tekanan pada pergelangan tangan atau vibrasi. hubungan dengan kerja dinilai secara hati-hati.• EMG.

gas dan uap. Kelainan yang terjadi dapat berupa : Kelainan akut Kelainan Kronik • • • • .– BIDANG PENYAKIT PARU • Penyakit paru akibat kerja adalah penyakit atau kelainan paru yang disebabakan oleh pemaparan faktor-faktor risiko di tempat kerja antara lain berupa : debu.

– Penyakit paru intersitial • • • • • • Asbes Batu bara Silika Berillium Jamur Antigen burung (hipersensitif pneumonitis) .

SO2 Fosgen – Penyakit Pleura (Efusi Pleura. mesotelioma) : • Asbes .– Udema paru • • • Asap Nitrogen.

toluen diisosianat Garam platina Tepung dan debu kapas uranium asbes kromnikel metil eter Asma – karsinoma Bronkus • • • • .– – Bronkitis • • • • • Debu tepung Debu berat (pekerja tambang batu bara) Bulu binatang.

prevensi. pembedahan dan dengan metoda fisik (AAOS 1960) . tulang belakang dan struktur yang berkaitan secaera medikamentosa.• • BIDANG ORTHOPAEDI Orthopedi adalah suatu spesialisasi yang mencakup investigasi. restorasi dan perkembangan dari bentuk dan fungsi eksternitas.

.Sehingga dengan demikian yang dimaksud penyakit orthopedi adalah penyakit yang mengenai sistem muskuloskeletal sehingga menimbulkan gangguan fungsi pergerakan yang kemudian menimbulkan hambatan pada kegiatan si penderita. Terdapat 3 stadia gangguan kegiatan penderita akibat dari suatu penyakit.

• • ‘Impairment’ Kehilangan suatu organ atau bagian dari tubuh secara objektif dibandingkan dengan sebelumnya sehingga tidak dapat melakukan pekerjaan secara total namun masih dalam masa pengobatan. .

. ‘Handicapped’ Kecacatan yang menetap (sebagian atau total). sehingga terjadi keterbatasan dalam melakukan pekerjaan yang sebelumnya dapat dilakukan.• • • • Disability’ Gangguan fungsi organ atau bagian tubuh dalam masa penyembuhan (recovery) sehingga fungsi sosial maupun pekerjaan sebagian tidak dapat dilakukan.

b. Gangguan fungsi muskuloskeletal dapat terjadi akibat : Kelainan sebagian atau seluruh anggota tubuh. Kelainan bentuk/ anatomi. c. Kelumpuhan . d.• a. Kekakuan sendi.

. hidung dantenggorok akibat pajanan faktor-faktor resiko tempat kerja.• • BIDANG PENYAKIT TELINGA. dan tenggorok adalah penyakit atau kelainan pada telinga.H.T) Penyakit akibat bagian kerja bidang telingan. hidung. HIDUNG DAN TENGGOROk (T.

sistem pendengaran dan keseimbangan antara lain : Gangguan pendengaran akibat bising. Gangguan pendengaran akibat cedera kepala.• • • • • Kelainan bidang THT yang terjadi dapat berupa : Gangguan telinga. . Gangguan keseimbangan.

Hiposmia atau anosmia (gangguan penciuman). .• • • • Gangguan hidung dan sistem penciuman antara lain : Rinitis alergi Rinitis dan Rhinosinusitis kronis.

Gangguan menelan/ disfagia misalnya pada Esofagitis korosi.• • • • Gangguan tenggorok antara lain : Gangguan suara. Cedera laring dan trakea. . afoni (tidak ada suara) dan disfoni (suara parau).

• • BIDANG PENYAKIT KULIT Penyakit kulit akibat kerja. ialah setiap penyakit kulit yang disebabkan oleh pekerjaan atau lingkungan kerja yang berupa fakor resiko mekanik. biologik dan psikologik. . kimia. fisik.

Dermatitis kontak foto. • Neoplasi kulit.• • • • Kelainan yang terjadi dapat berupa : Dermatitis kontak. jamur. Infeksi kulit (bakteri. virus. . infestasi parasit). • Kelainan pigmentasi kulit.

infeksi. Kelainan yang terjadi dapat berupa : Kelainan motorik.• • • • • • BIDANG NEUROLOGI Penyakit akibat kerja bidang neurologi adalah penyakit yang mengenai sistem syaraf pusat dan perifer. . gangguan metabolisme. Kelainan otonomi. intoksikasi. Kelainan sensibilitas. keganaan. Penyebabnya antara lain adalah trauma. degenerasi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful