Televisi Hitam Putih

Danang Dwi D, Deni Ade P, Hilda K, Yunianto Panji N
Mahasiswa Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudharto, Tembalang, Semarang

Abstrak
Televisi merupakan teknologi yang memanfaatkan komponen audio visual. Gambar yang direkam menggunakan kamera televisi, ditansmisikan melalui media transmisi RF yang diterima oleh televisi penerima dalam bentuk sinyal RF yang kemudian didemodulasi sehingga bisa ditampilkan dalam bentuk obyek bergerak. Pada awal kemunculannya, televisi hanya menampilkan gambar hitam-putih yang disertai suara..Sekarang ini hampir semua pemancar televisi menyiarakan siaran televisi berwarna. Tetapi dalam makalah ini hanya dibahas mengenai sistim penerima televisi hitam putih guna mengetahui prinsip kerja dan cara kerja setiap bagian-bagian perangkat dari rangkaian penerima televisi hitam putih.

Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
Gambar yang kita lihat di layar televisi adalah hasil produksi dari sebuah kamera. Pada sistem pemancar televisi, informasi visual yang kita lihat pada layar kaca pada awalnya di ubah dari objek gambar menjadi sinyal listrik. Sinyal listrik tersebut akan ditransmisikan oleh pemancar ke pesawat penerima (receiver) televisi. Pesawat televisi akan mengubah sinyal listrik yang di terima menjadi objek gambar utuh sesuai dengan objek yang ditranmisikan. Pada televisi hitam putih (monochrome), gambar yang di produksi akan membentuk warna gambar hitam dan putih dengan bayangan abu-abu.

1.2 Tujuan
Hal – hal yang menjadi tujuan dari penulisan makalah ini adalah : 1. Mengetahui proses dan prinsip kerja televisi hitam putih. 2. mengetahui cara kerja bagian – bagian pada televisi hitam putih.

1.3 Pembatasan Masalah
Pada makalah ini permasalahan dibatasi pada : 1. Proses dan prinsip kerja televisi hitam putih. 2. Cara kerja setiap bagian pada televisi hitam putih.

Dasar Teori
2.1. Prinsip Kerja Televisi secara umum
Selain gambar, pemancar televisi juga membawa sinyal suara yang di tranmisikan bersama sinyal gambar. Penyiaran telavisi sebenarnya menyerupai suara sistem radio tetapi mencakup gambar dan suara. Sinyal suara di pancarkan oleh modulasi frekuensi (FM) pada suatu gelombang terpisah dalam satu saluran pemancar yang sama dengan sinyal gambar. Sinyal gambar termodulasi mirip dengan sistem pemancaran radio yang telah dikenal sebelumnya. Dalam kedua kasus ini, amplitudo sebuah gelombang pembawa frekuensi radio (RF) dibuat bervariasi terhadap tegangan pemodulasi. Modulasi adalah sinyal bidang frekuensi dasar (base band).

Modulasi frekuensi (FM) digunakan pada sinyal suara untuk meminimalisasikan atau menghindari derau (noise) dan interferensi. Sinyal suara FM dalam televisi pada dasarnya sama seperti pada penyiaran radio FM tetapi ayunan frekuensi maksimumnya bukan 75 khz melainkan 25 khz.

2. saluran 3 disiarkan pada 60 MHZ sampai 66 MHZ.5 MHz .Televisi Hitam Putih 3. UHF saluran 14 sampai 83 dari 470 MHZ sampai 890 MHZ. Pembawa gambar Pembawa suara Isyarat listrik yg mewakili gambar disebut isyarat video. VHF bidang frekuensi tinggi saluran 7 sampai 13 dari 174 MHZ sampai 216 MHZ. Proses dan Prinsip Kerja 3. Spektrum Dasar Sinyal TV monochrome • Spektrum bidang dasar (baseband) TV hitam putih mempunyai BW 6 MHz seperti yg digunakan di Indonesia & Sebagian besar Eropa. Isyarat video yg menyatakan gelap-terang ini disebut isyarat luminansi (Y) Isyarat video dilengkapi dengan isyarat pemadaman (blanking) dan sinkronisasi yg menghasilkan isyarat video komposit (Ycomp) Isyarat video komposit memodulasi AM terhadap isyarat pembawa gambar (fp) Isyarat audio memodulasi FM terhadap isyarat pembawa suara (fa) fL fp .75 4. 3.1. Sebagai contoh. sedangkan isyarat audio mewakili suara. Saluran dan Standar Pemancar Televisi Kelompok frekuensi yang di tetapkan bagi sebuah stasiun pemancar untuk tranmisi sinyalnya disebut saluran (chanel). III.1.1. VHF bidang frekuensi rendah saluran 2 sampai 6 dari 54 MHZ sampai 88 MHZ.1.1 Spektrum Sinyal Televisi Spektrum Video AM VSB fs 4. Masing-masing mempunyai sebuah saluran 6 MHz dalam salah satu bidang frekuensi (band) yang dialokasikan untuk penyiaran televisi komersial. TV Hitam Putih (Monochrome) • • • • • • 3. 1.2. Sinyal pembawa RF untuk gambar dan suara keduanya termasuk di dalam tiap saluran tersebut. 2.1.2.25 0 Gambar 1. Isyarat video dari kamera monochrome dinyatakan dengan gelap & terang dengan tingkat kegelapan yang berbeda-beda (grey-level).

dan sinyal sinkronisasi. dari atas ke bawah.1.2. tabung gambar menyajikan gambar titik demi titik dari kiri ke kanan. 3.Gambar 1. Menembakkan berkas elektron secara beruntun ke layar kamera (di pemancar) atau ke tabung gambar (di penerima) ke arah titik obyek yang dituju (di pemancar) atau ke titik tempat akan ditampilkannya gambar di layar tv (di penerima). Eropa layar terbagi 625 garis. Indonesia 25 frame/detik. akan terkesan gambar tsb tertayang secara kontinyu Di Eropa. Di Indonesia. Pembacaan Dan Penyajian Gambar • Di pemancar.3 Proses Scanning .2 Sinyal Televisi Pada sistem penerima televisi hitam putih. hanya diambil komponen Luminance (Y) dan sinyal sinkronisasi saja. di Amerika 30 frame/detik. dari atas ke bawah • • sesuai urutan di pemancar.1. kamera membaca gambar obyek titik demi titik dari kiri ke kanan. Jika gambar ditampilkan > 18 kali/detik secara terputus-putus. Interlaced Scanning • Proses menembak-nembakkan elektron di kamera maupun di tabung TV ke titik-titik sesuai pola garisgaris sehingga menyapu seluruh permukaan kamera/layar disebut pemayaran (Scanning) Gambar 1. • Di penerima. Tanggapan mata manusia terlambat 1/18 detik bagi ”menghilangnya” suatu gambar.3. sinyal video Chrominance (warna). sinyal composite video yang terdiri dari sinyal video luminance ( hitam). di Amerika 525 garis • • 3.

dan dilanjutkan dengan garis-garis bernomor genap 2. .5. Pemadaman (Blanking) Dan Sinkronisasi • Gerakan scanning elektron dari kiri ke kanan disebut trace horisontal. maka gerakan elektron di pengirim dan pemancar harus serempak/sinkron.1.m dan mengulanginya n kali/detik Pemayaran bersisipan (interlaced scanning) = scanning diawali dengan garis-garis ganjil 1.. Oleh karena itu 50 gambar dari bidang dikirimkan setiap detiknya.6.• • • • 1 frame dapat dibagi menjadi garis-garis bernomor ganjil dan garis-garis bernomor genap. • Setelah sampai di kanan. dsb. maka gambar seolah-olah ditayangkan 50 frame/detik.3.1...7. Tingkat kecerahan yang dihasilkan oleh pancaran elektron adalah suatu karakteristik dari parameter pancaran elektron seperti intensitas. Scanning paling sederhana = menampilkan garis-garis 1. Frekuensi Frame dan Bidang Jumlah dari frame gambar lengkap yang dikirimkan setiap detiknya dinamakan frekuensi frame dan jumlahnya adalah 25...2. Jadi jumlah garis tiap frame yg efektif dinikmati pemirsa sekitar 625 – 40 = 585 garis. 3... 3. 3. dan n = 25 frame/detik 3.4. Proses ini diulang-ulang n kali Interlaced scanning dapat memperhalus tampilan gambar obyek di layar karena obyek dengan n frame per/detik ditampilkan seolah olah 2n frame/detik. brightness bergantung dari tegangan anoda tabung gambar (menentukan kecepatan) dan prasikap grid katoda (menentukan frekuensi). elektron harus dikembalikan ke kiri à retrace / fly-back horisontal • Gerakan dari atas ke bawah disebut trace vertikal • Gerakan elektron kembali dari tepi bawah ke atas disebeut retrace vertikal • Pada setiap langkah balik (horisontal/vertikal) berkas elektron tidak boleh membekas di layar sehingga • • harus dilakukan pemadaman (blanking) Agar posisi gambar yang ditayangkan sesuai dengan obyek aslinya. Maka 2 X 20 = 40 garis ”hilang” setiap frame. Jumlah dari bidang yang dikirimkan setiap detiknya dinamakan frekuensi bidang dan jumlahnya adalah 50.1.1.. dengan tujuan untuk meminimalisasi efek flicker. Hal ini juga dapat didefinisikan sebagai pola iluminasi rektangular yang terbentuk pada layar tabung oleh pistol elektron yang tidak termodulasi dan discan oleh sirkuit pembelok pada penerima. Oleh karena itu. Namun retrace vertikal membutuhkan waktu 20 garis. kecepatan. satu frame gambar dikirimkan menjadi dua gambar yang disebut dengan bidang. Jadi jika n = 25 frame/detik. (jauh diatas ambang mata manusia 18 frame/detik) Gambar Proses Pembebtukan gambar • Di Indonesia digunakan m = 625 garis/frame. Brightness Brightness dapat didefinisikan sebagai tingkat kecerahan latar belakang pada saat pembentukan gambar kembali.6.. à sinkronisasi Retrace harus berlangsung sesingkat mungkin.4.5.3.. Raster Iluminasi yang dihasilkan pada gambar layar tabung sebagai hasil scanning elektron secara vertikal dan horizontal ketika tidak ada sinyal video yang datang tabung katoda disebut raster. Pada satu bidang semua baris ganjil discan dan di bidang yang lain kita scan semua baris genap.

S adalah sinyal pembawa suara.1. bagian depan (front end). Dengan kata lain contrast memberi kita pengertian seberapa banyak gelap pada bagia hitam dari sebuah gambar dibanding denganbagia putih. Blok-blok daerah ternaungi menunjukkan rangkaian-rangkaian sinyal RF-IF. Sebuah tingkat osilator local dalam penyetala RF atau. Contrast dapat divariasikan dengan mengubah – ubah amplitudo dari sinyal video yang diberikan kepada gambar tabung katoda. P adalah sinyal pembawa gambar.3. . Cara pakai yang lain. maka juga lebih contras.75 MHz untuk sinyal pembawa gambar 41.25 MHz untuk sinyal pembawa suara Kebanyakan penguat sinyal dalam penerima dilakukan oleh bagian-bagian penguat IF. Penerima pada dasarnya adalah sebuah rangkaian superheterodin.8. Daerah yang dinaungi bersesuaian dengan bagian RF-IF. PESAWAT PENERIMA TELEVISI Gambar Fungsi rangkaian-rangkaian dalam sebuah penerima televisi. Nilai-nilai IF standar pada penerima-penerima televisi adalah : 45. Sinyalsinyal video mula-mula muncul pada keluaran detector video. hal ini mengindikasikan mengenai kecerahan pada bagian putih dibandingkan dengan tingkat kegelapan dari bagian hitam. BLOK FUNGSIONAL UNTUK SINYAL Gambar di atas memperlihatkan diagram blok untuk sebuah penerima monokrom. Kemudian semua RF pada stasiun-stasiun yang berbeda diubah menjadi nilai-nilai IF yang sama dari penerima. IV. Detektor tersebut memiliki masukan sinyal IF termodulasi dan keluaran sinyal bidang frekuensi dasar. Contrast Perbedaan dalam intensitas dari bagian hitam dan putih dari gambar yang dibentuk kembali disebut contrast. melakukan pelayangan dengan sinyal RF hingga turun ke frekuensi tengah untuk penguat IF. Bentuk gelombang yang diperhatikan tidak menurut skala. Lebih cerah pada bagian putih.

Lup umpan-balik rangkaian AGC. Jumlah siyal pada penerima tergantung pada daya pemancar. . dan faktor-faktor lain. Namun dengan AGC. yang bekerja sebagai sebuah generator penyamar untuk menghasilkan sejumlah arus pemayaran gigi gergaji yang diperlukan didalam kumparan ganda defleksi. PENGONTROLAN PENGUATAN SECARA OTOMATIS (AGC-AUTOMATIC GAIN CONTROL) Perhatikan diagram penerima pada gambar di bawah untuk melihat bahwa sinyal video juga dihubungkan kesuatu bagian AGC. AGC memberikan suatu level sinyal video yang tetap pada keluaran detektor video.BLOK FUNGSIONAL UNTUK PENYELARASAN DAN DEFLEKSI Kita dapat meninjau osilator defleksi vertikal atau defleksi horizontal sebagai titik awal untuk defleksi. jarak dari antena kepemancar. yang berarti memiliki umpan-balik. masukan penyelarasan digunakan untuk mengontrol frekuensi osilator. Kondisi sinyal dapat bervareasi dari suatu sinyal antena yang lebih kecil daripada 100 mikroV sampai kebeberapa persepuluh volt. kontras gambar hampir sama jika penerima disakelarkan ke stasiun-stasiun yang berlainan. Rangkaian ini menghasikan suatu bias searah untuk mengontrol penguatan yang otomatis pada penguat RF dan IF. Gambar 13. Rangkaian AGC merupakan suatu sistem lup tertutup. Bias AGC mengontrol penguat RF dan IF. sekalipun antena menghasilkan level sinyal RF bervariasi secara lebar. Masing-masing adalah sebuah rangakaian osilator “free-running” yang menghasilkan keluaran dengan atau tanpa sinyal masukan. Akan tetapi. Rincian lanjut dari sistem ini diperhatikan pada diagram blok pada gambar di bawah ini. Keluaran osilator semua penguat daya.

Sekitar 300 – 400 V untuk kisi layar (Screen Grid) dari tabung gambar dan untuk kisi fokus 5. Fitur-fitur digunakan untuk menghilangakan kerut gelombang AC dalam keluaran DC. . Dalam rangkaian keluaran horisontal. rangkaian defleksi dan tabung gambar. Tegangan menengah (Medium Voltage). Penggerak video (Video Drive) untuk tabung gambar bisa lebih besar dari pada 100 V tetapi dengan arus yang sangat kecil. Keluaran dari penyetala RF merupakan awal dari bagian IF. Berbagai tegangan DC diperlukan agar memenuhi kebutuhan rangkaian sinyal. Catu daya mengkonveksi masukan jala-jala daya ac ke tegangan catu dc. Sekitar 200 V untuk tingkat keluaran video.PERSYARATAN DAYA SEARAH (DC) Semua penguat dalam penerima membutuhkan daya searah (DC power). Persyaratan untuk tingkat keluaran horizontal adalah berbeda. Sinyal-sinyal ini dikonveksi (diubah) kedalam suatu bidang frekuensi tunggal (singelband) dalam pass band IF untuk penguat IF yang disetalakan pada harga yang tetap. 2. Tegangan rendah (Low Voltage). Alasannya adalah bahwa sebuah penguat untuk masukan sinyal AC memberikan keluaran yang diperkuat dengan mengontrol nilainilai searah (DC) dalam rangkaian keluaran. Sebuah pesawat penerima khas yang hitam-putih 19 inci memerlukan hal-hal berikut : 1. Tegangan menengah (Medium Voltage). adalah bagian pengubah frekuensi dari penerima superheterodin. Tegangan menengah (Medium Voltage). atau bagian depan (front-end). 3. Sekitar 150 V untuk tingkat keluaran horizontal 4. fokus utama adalah arus beban yang khasnya adalah 1 A atau lebih. Tegangan Tinggi (High Voltage). BAGIAN FREKUENSI RADIO (RF) Penetala RF. Sekitar 15 kV sampai 18 kV dari tegangan anoda pada tabung gambar monokrom. Sebuah transistor memerlukan tegangan elektroda searah agar dapat menghantarkan arus. Sekitar 12 sampai 35 V untuk penguat dengan sinyal kecil. Penyetala ini menerima sinyal-sinyal antena pada semua frekuensi saluran.

dengan sinyal IF 0. Sinyal kroma 3. sebagai contoh. Suatu diagram blok dari bagian penguat IF dan detektor video ditunjukkan pada gambar di bawah bersama dengan kurva respon IF. keluaran yang diperkuat kedetektor video sama dengan 2 V.BAGIAN PENGUAT TENGAH (IF) Bagian IF hanya menerima frekuensi menengah (IF) dalam keluaran tingkat pencampuran sebab rangkaian-rangkaian ini disetalakan untuk sinyal IF. Umumnya dibutuhkan sebuah dioda semikonduktor sebagai penyearah setengah gelombang untuk mendeteksi sinyal IF. Fungsi utama dari bagian IF adalah menaikan level sinyal ke titik pada mana pembungkus AM dapat dideteksi.25MHZ diperkuat dalam bagian IF yang umum.5 V diperlukan untuk deteksi linier.2 mV dari pencampur. Jadi bagian IF terdiri dari dua atau tiga penguat yang dikaskade untuk penguatan tegangan keseluruhan sebesar kira-kira 10. Suatu level sinyal sebesar paling sedikit 0. Perhatikan bahwa sinyal gambar IF 45. Jebakan-jebakan gelombang menghasilkan tarikan dalam kurva.000. Benar-benar tidak ada penguatan pada masukan RF yang asli dan frekuensi jumlah. . Gambar Diagram blok bagian penguat IF beserta respon RFnya.75 MHz dan juga sinyal suara IF 41. DETEKTOR VIDEO Sinyal dari penguat IF akhir menggerakkan detektor video seperti diperlihatkan pada gambar di bawah ini.58 MHz yang warnanya termultipleksi adalah bagian dari gambar. Hanya sinyal IF yang diperkuat.

. BAGIAN PENGUAT VIDEO Fungsi utama dari penguat video adalah memberikan ayunan tegangan yang diperlukan untuk menggerakkan tabung gambar dari cut-off. Penggandengan langsung atau penggandengan searah (dc) berarti bahwa tidak ada kepasitor penggandeng yang digunakan secara seri. Karena alasan ini. Deteksi diperlukan untuk memulihkan kembali sinyal video dan komponen searahnya.5 MHz diatas frekuensi pembawa gambar. Dalam nilai puncak-kepuncak. Prinsip-prinsip penggunaan FM bagi suara televisi diterapkan dalam cara yang sama seperti dalam radio FM dalam bidang frekuensi penyiaran dari 88 sampai 108 MHz. ke tegangan katoda-kisi yang praktis nol. Pada keluaran detektor video. penguat video dalam suatu penerima Solid State biasanya memiliki catu dayanya sendiri. Sebuah kapasitor gandeng menghantarkan sinyal-sinyal bolak-balik tetapi memblokir nilai rata-rata searahnya. Rangkaian keluaran detektor video merupakan tempat pertama dimana sinyal video komponen baseband dapat dilihat dengan sebuah osiloskop. Detektor ini secara khas adalah sebuah penyearah dioda frekuensi tinggi dengan sebuah filter dalam rangkaian keluarannya yang memintas komponen kerut IF. Guna mempertahankan komponen searah. komponen searah dapat disisipkan lagi dengan sebuah rangkaian pemulih. kontrol kontras mengubah penguatan penguat untuk sinyal video ac. ketimbang 75 kHz untuk modulasi . hanya untuk keluaran video. untuk pengosongan. Akan tetapi. penguat video sering digandengkan-langsung dari keluaran detektor video kekatoda tabung gambar. penyearah digerakkan oleh pulsa-pulsa masukan yang diperoleh dari tingkat keluaran horizontal. Emitterfollower tidak membalik polaritas sinyal video. kecuali bahwa ayunan frekuensi adalah 25 MHz. Khasnya. Penguatan harus diubah tanpa mengubah titik kerja dc. komponen searah dari sinyal video akan tetap utuh saat dipancarkan. BAGIAN IF SUARA 4 MHZ Suara yang berhubungan dipancarkan sebagai suatu sinyal FM dalam saluran penyiaran televisi dengan frekuensi tengah 4. FM digunakan untuk sinyal suara karena dia bebas dari derau dan interverensi. Tegangan catu dc (searah) untuk penguat video harus lebih besar daripada ayunan sinyal puncak ke puncak. untuk putih puncak. penguatan tegangan (voltage) yang dibutuhkan dalam penguat video adalah 30 sampai 200. ayunan ini dapat bervariasi dari sekitar 30 V pada tabung-tabung gambar kecil sampai sekitar 300 V.Gambar Diagram blok detektor video dan penguat video dalam penerima televisi hitam putih. Dalam sekitar 1 V dari detektor video. KOMPONEN SEARAH (DC) DARI SINYAL VIDEO Komponen searah (DC) dari sinyal video menunjukkan terang relatif dalam gambar terhadap tingkat pengosongan. Alasannya adalah bahwa sinyal video hanya dalam pembungkus sinyal modulasi dari sinyal gambar AM dalam penguat RF dan IF. Biasanya pengontrolan penguatan diberikan dalam penguat video untuk memperbolehkan adanya penyesuaian kontras gambar. Penyimpanan frekuensi maksimum adalah 25 kHz diatas dan dibawah frekuensi pembawa suara ”Transmisi Televisi”. sehingga operasi linier dapat terus dipertahankan. Seperti dilukisakan pada gambar di atas.

Sudut defleksi tabung gambar adalah sudut total yang dapat dibelokkan oleh berkas tanpa menyentuh sisi – sisi pembungkus. yang memancarkan cahaya. Sambungan anoda dibuat dalam sebuah rongga berceruk pada lonceng gelas yang lebar. V. informasi visual yang kita lihat pada layar kaca pada awalnya di ubah dari objek gambar menjadi sinyal listrik dan ditransmisikan oleh pemancar ke pesawat penerima (receiver) televisi. Sudut defleksi gandar sebaiknya sesuai dengan tabung. Sebuah cincin magnet permanen pada leher tabung digunakan untuk pemusatan. Tegangan tinggi dihubungkan ke anoda guna mencapai terang yang cukup. 2. Seperti penerima FM. rangkaian suara IF membutuhkan pembatasan AM dan sebuah detektor FM pada keluaran audio. Tabung – tabung gambar menggunakan focusing coil.100 %. Berkas elektron dibelokkan secara horizontal dan vertikal untuk mengisi bidang layar. Dalam sistem televisi gambar ditransmisikan dengan metoda scanning. CRT ( Cathoda Ray Tube) Tabung gambar adalah sebuah tabung sinar katoda (CRT) berisi senapan elektron. Pada sistem pemancar televisi. Tabung – tabung gambar monokrom mempunyai satu senapan elektron untuk layar fosfor putih. yang menghasilkan berkas elektron. Topeng hitam digunakan di sekeliling titik – titik fosfor untuk membuat hitam yang lebih gelap yang memperbaiki kontras dalam gambar. Tegangan searah positif khas adalah 10 kV untuk tabung monokrom 12 inci. . Defleksi magnetik digunakan pada tabung – tabung gambar. KESIMPULAN 1. Pemfokusan berkas elektron menghasilkan bintik yang tajam.

3.1991.net www. JhonWilley Inc.com . 7.1998. 6. Semua penguat dalam penerima membutuhkan daya searah (DC power). Fungsi utama dari penguat video adalah memberikan ayunan tegangan yang diperlukan untuk menggerakkan tabung gambar.Telecomunication Transmission Handbook. McGraw Hill Inc.com www.Bernard.ekawenats. 4.com www. Freeman .e-ducation. 5. TV ditransmisikan dalam UHF (Ultra High Frequency) dan VHF (Very High Frequency) dimana setiap salurannya mempunyai lebar pita sebesar 6 MHz. Fungsi utama dari bagian IF adalah menaikan level sinyal ketitik pada mana pembungkus AM dapat dideteksi.Basic Television And Video System.wikipedia. DAFTAR PUSTAKA       Grob.Roger L.google. www. Televisi analog mengkodekan informasi gambar dengan memvariasikan voltase dan/atau frekuensi dari sinyal sedangkan Televisi digital menggunakan modulasi digital dan sistem kompresi untuk menyebarluaskan video.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful